BERSATULAH DAN JANGAN BERCERAI BERAI !

mengapa-saya-keluar-dari-syiah

Assalamu aalaikum wr.wb

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa aali muhammad

Salah satu buku yg memfitnah syiah adalah buku yg berjudul “Mengapa Saya Keluar dari Syiah”, sebuah buku yg ditulis oleh penulis palsu dan banyak digunakan oleh orang-orang yg membenci mazhab syiah sbg buku “wajib” mereka. Untuk itu, sebagai sikap ilmiah, grup “Inilah Syiah” akan membedah buku ini dan mengurai kepalsuannya…..semoga bermanfaat… SEKILAS SOSOK BUKU DAN PENGARANG Buku ini berjudul asli “Lillahi Tsumma Littarikh”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul yang cukup propokatif, “Mengapa Saya Keluar dari Syiah?” yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka al-Kaustsar edisi pertama tahun 2002 dan kini telah dicetak edisi kelimanya tahun 2008. lebih lanjut lihat di forum diskusi Inilah Syiah.. http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fnote.php%3Fnote_id%3D194722911086%23%2Fgroup.php%3Fgid%3D175375534670%26ref%3Dts&h=d2b6f1e009e523028a5891bcd9186903 atau http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&ref=ts&gid=175375534670#/board.php?uid=175375534670 atau http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&ref=ts&gid=175375534670#/topic.php?uid=175375534670&topic=15226 PENDAHULUAN Perbedaan adalah rahmat Allah swt dan dinamika yang berkembang di dalam tradisi intelektual Islam dari zaman klasik hingga abad modern saat ini. Tapi terkadang perbedaan menjadi bencana di tangan manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab. Padahal islam mengajarkan untuk menebarkan kedamaian baik dengan lisan maupun tulisan, dan tentu saja dengan tindakan. Bahkan Tuhan berpesan, “Janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil”…dan juga “janganlah kamu menghina suatu kaum karena boleh jadi mereka lebih baik dari kamu”. Namun, Falsafah Islam yang berkeadilan dan falsafah Indonesia yang menghargai kebhinekaan telah tercemari dengan berbagai tindakan atas nama agama. Gerakan islam yang mengandung kekerasan, Konflik keagamaan yang berujung peperangan, terorisme, dan saling menyesatkan telah menjadi konsumsi publik yang membahayakan. Setiap insan berinovatif bukan untuk membangun hal-hal yang positif, tetapi cenderung negatif dan destruktif. Teman saya yang memiliki semangat keislaman yang tidak diragukan lagi berteriak, “Tugas kita adalah menegakkan izzah Islam, agar semua orang tunduk kepada Tuhan, dan orang2 yang menyimpang harus diluruskan”. Tapi teman saya yang satu lagi dengan lemah berkomentar, “mengapa agama yang diturunkan untuk menebar kasih sayang, tetapi malah menyebar kebencian? Saya berkata pula menimpali, “pendapat kamu berdua disatukan dengan terbitnya buku ini, “Mengapa Saya Keluar dari Syiah?” kok bisa begitu?, tanya mereka. Dengan singkat saya menjawab, karena si penulis ingin meluruskan orang2 sesat seperti keinginanmu (teman pertama), tetapi sekaligus menebar kebencian seperti pendapatmu (kpd teman yg kedua). Kehadiran buku ini memberikan beberapa hal penting. Pertama, Pada tahap tertentu buku ini menjelaskan pemikiran-pemikiran mazhab syiah, hanya saja —daripada membahas secara ilmiah—, buku ini secara sengaja mengumpulkan sisi-sisi negatif mazhab syiah. Kedua, Buku ini pada tahap tertentu telah menciptakan sentimen kemazhaban dari kedua belah pihak (sunni dan syiah) yang dapat merusak persatuan kaum muslimin dalam bingkai berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Ketiga, terkait dengan hal yang kedua, buku ini meningkatkan ketegangan hubungan antar umat seagama yang seharusnya dipupuk terlebih disaat Islam dipojokkan dengan beragam isu konflik yang berdampak internasional seperti isu terorisme. Meskipun begitu, pertama, buku ini juga telah menjadi iklan gratis bagi mazhab syiah, sehingga bagi pengkaji yang objektif terpancing untuk memahami mazhab syiah dari sumber-sumber yang kredibel. selain itu, kedua, buku ini mengingatkan orang syiah –dan pada tahap tertentu juga orang-orang sunni— untuk lebih waspada karena masih ada sisa-sisa penghalang bagi pendekatan antar mazhab dan persatuan kekuatan kaum muslimin. dan ketiga, Buku ini menjadi contoh bahwa terkadang penerbit buku tidak mengindahkan keilmiahan dan dampak sosial religius dalam penerbitan buku, tetapi lebih pada keuntungan. Tetapi sebagai sebuah sikap ilmiah saya berusaha untuk sabar dalam membaca dan tentunya menganalisis setiap katanya, utuk mendapatkan misi dan visi pengarangnya. Untuk itu, saya akan tuliskan beberapa hal penting untuk kita dapat mengenal isi buku dan pengarangnya. (Catt. Karena takut tulisannya kepanjangan, maka akan dibuat secara bersambung) SEKILAS SOSOK BUKU DAN PENGARANG Buku ini berjudul asli “Lillahi Tsumma Littarikh”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul yang cukup propokatif, “Mengapa Saya Keluar dari Syiah?” yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka al-Kaustsar edisi pertama tahun 2002 dan kini telah dicetak edisi kelimanya tahun 2008. Buku ini ditulis oleh seorang yang mengaku bernama Sayid Husain al-Musawi. Dari namanya, ia mengaku keturunan Nabi saaw dan telah menjadi mujtahid dengan menyelesaikan pendidikannya di haujah Najaf Irak dibawah asuhan Sayid (?) Muhamamd Husain Ali Kasyf al-Ghita (lihat hal.4). Ia mengaku lahir di Karbala dari keluarga syiah yang taat beragama, serta mengawali pendidikannya hingga remaja di kota tempat Imam Husain as syahid tersebut (lihat hal. 2). Buku ini terdiri dari 153 halaman yang dimulai dengan kata pengantar oleh Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi yang mengaku pakar aliran syiah. Dengan pengantar tersebut, buku ini semakin kelihatan “prestisiusnya”. Membahas banyak persoalan yang selain pendahuluan dan penutup, buku ini dibagi dalam tujuh pembahasan, sbb : 1. Tentang Abdullah bin Saba’ 2. Hakikat Penisbatan Syiah Kepada Ahlul Bait 3. Nikah Mut’ah dan Hal-Hal yang Berhubungan Dengannya 4. Khumus 5. Kitab-kitab Samawi 6. Pandangan Syiah terhadap Ahlussunnah 7. Pengaruh Kekuatan Asing Dalam Pembentukan Ajaran Syiah. Pada halaman terakhir dilampirkan fatwa yang dikeluarkan oleh Husain Bahrul Ulum, tentang kesesatan buku tersebut. KEJANGGALAN SOSOK PENGARANG Ada pepatah yang terkenal “Sepandai-pandai tupai melompat, sekali-kali jatuh juga” dan “sepandai-pandai menyembunyikan bangkai akhirnya akan tercium juga”. Pepatah ini kelihatannya sesuai untuk penulis buku ini, bahkan bukan hanya sekali-kali saja dia jatuh tetapi seringkali dia jatuh pada berbagai kesalahan dalam tulisannya. Kita akan lihat bahwa buku ini tidak lebih merupakan dongeng imajiner seorang penulis untuk menciptakan propokasi kepada umat Islam. Tapi al-hamdulillah, Allah masih menjaga kaum muslimin dari berbagai perpecahan dan tipu daya setan baik setan yang berbentuk jin maupun setan manusia. Buku ini tidak menuliskan secara jelas siapa sebenarnya Sayid Husain al-Musawi. Tidak diketahui kapan lahir dan silsilah keluarganya, pendidikan dan guru-gurunya baik di Karbala’ maupun di Najaf (Irak). Juga tidak diketahui karya-karya yang ditulisnya selain buku ini. Dari sini kita meragukan keadaan dan kualitas keilmuannya yang mengaku mujtahid syiah. Terlebih setelah kita mendapatkan beberapa kejanggalan yang sangat mencolok dari buku yang ditulisnya ini. Kejanggalan sosok pengarang terlihat saat kita melanjutkan bacaan menelusuri buku ini kata-kata demi kata, paragraf demi paragraf, dan halaman demi halaman. Diantara kejanggalannya adalah sbb: (Catt : Untuk memepermudah, tulisan asli Husain al-Musawi saya beri tanda >; sedangkan tanggapan saya menggunakan tanda # 1. Husain al-Musawi menulis pada halaman 128 : > “Disaat sedang memandikan saya menemukan bahwa sang mayit tidak di khitan. Saya tiak bisa menyebutkan siapa nama mayat tersebut, karena anak-anaknya mengetahui siapa yang memandikan bapaknya. Jika saya menyebutkan, pasti mereka akan mengetahui siapa saya, selanjutnya akan mengetahui penulis buku ini, sehingga terbukalah segala urusan saya dan akan terjadi suatu tindakan yang tidak terpuji.” # Perhatikanlah, bahwa dia mengakui dirinya tidak ingin dikenali. Dia tidak menyebutkan siapa nama mayit yang memandikannya, karena takut dikenali dan dampaknya….. Tetapi dia berani menyebutkan Nama Ayatullah Sayid Khui, Syeikh Kasyf al-Ghita, bahkan Ayatullah Khumaini dengan hinaan dan cercaan yang lebih buruk lagi padahal mereka menurut pengakuannya adalah guru dan marja’nya. 2. Husain musawi menulis pada halaman 94 : > “Diakhir pembahasan tentang khumus ini saya tidak melewatkan perkataan temanku yang mulia, seorang penyair jempolan dan brilian, Ahmad Ash-Shafi an-Najafi Rahimahullah. Saya mengenalnya setelah saya meraih gelar mujtahid. Kami menjadi teman yang sangat kental walaupun terdapat perbedaan umur yang sangat mencolok, dimana dia tiga puluh lima tahun lebih tua dari umurku.” (Mengapa Saya Keluar dari Syiah, 2008, hal. 94) # Perlu diketahui bahwa Ahmad Ash-Shafi an-Najafi dilahirkan pada tahun 1895 M/ 1313-14 H dan wafat pada tahun 1397 H. Jika kita bandingkan dengan umur yang disebutkan oleh Husain al-Musawi bahwa Ahmad Ash-Shafi an-Najafi itu lebih tua 35 tahun dari dirinya, maka kita menemukan tahun kelahirn Husain al-Musawi adalah tahun 1930 M atau 1349 H, dengan perhitungan sbb : – 1895 M + 35 = 1930 M – 1314 H + 35 = 1349 H Kemudian, bandingkan dengan halaman 68 Husain Musawi menyebutkan bahwa ia bertemu dengan Sayid Syarafudin al-Musawi (Pengarang Kitab al-Muraja’at atau Dialog Sunnah Syiah) di Najaf, Irak. Husain Musawi menulis pada halaman 68 : > “Suatu hari di kota Najaf datang berita kepada saya bahwa yang mulia Sayid Abdul Husain Syarafuddin al-Musawi sampai ke Baghdad, dan sampai ke Hauzah (kota ilmu) untuk bertemu dengan yang mulia Imam Ali Kasyif al-Ghita. Sayid Syarafuddin adalah orang yang sangat dihormati dikalangan orang-orang syiah, baik dari kalangan awam maupun orang-orang khusus. Terutama setelah terbitnya kitab-kitab yang dia karang yaitu kitab Muraja’at dan kitab Nash wal Ijtihad.” (lihat hal. 68) # Perlu diketahui bahwa Sayid Syarafuddin al-Musawi datang ke Najaf pada tahun 1355 H (buku al-Muraja’at diterbitkan pertama kali juga tahun 1355 H). Jika kita bandingkan tahun kelahiran Husain al-Musawi dengan kedatangan Sayid syarafuddin al-Musawi maka usianya pada saat itu masih 6 tahun (1349 H – 1355 H = 6 tahun)….sementara pada Bab PENDAHULUAN (halaman 2), Husain al-Musawi menyebutkan bahwa ia datang ke Najaf pada usia remaja setelah menyelesaikan pendidikannya di Karbala….bagaimana mungkin ia ada di Najaf pada saat itu dan menjadi pelajar tingkat tinggi (kelas bahtsul kharij) pada usia 6 tahun…???? Sungguh kebohongan yang nyata Kemudian pada halaman 4 dia menulis : > “Yang penting, saya menyelesaikan studiku dengan sangat memuaskan, hingga saya mendapat ijazah (sertifikat) ilmiah dengan meendapat derajat ijtihad dari salah seorang tokoh yang paling tinggi kedudukannya, yaitu Sayid (?) Muhammad Husain Ali Kasyf al-Ghita.” # Dengan jelas ia menyebutkan bahwa dia mendapat ijazah mujtahid dari Sayid (?) Kasyf al-Ghita’ tapi tidak disebutkan tahun berapa ijazahnya dikeluarkan. Perlu diketahui bahwa Kasyif Ghita’ bukanlah Sayid (bukan keturunan ahlul bait), tetapi Syeikh. Syeikh Kasyif al-Ghita meninggal pada tahun 1373 H. Jika kita bandingkan tahun kelahiran Husain al-Musawi dengan tahun wafatnya Syeikh Kasyf al-Ghita, maka kita menemukan usia Husain al-Musawi tamat dari belajar dan menjadi mujtahid maksimal adalah 24 tahun (1349 – 1373 H = 24 tahun). Jika kita kurangi bahwa ia mendapat gelar 5 tahun sebelum meninggalnya Syeikh Ali Kasyf al-Ghita, yakni tahun 1368 H, maka berarti usianya menjadi mujtahid adalah 19 tahun (1349 – 1368 H = 19 tahun). Suatu prestasi yang membanggakan dan luar biasa. Tetapi anehnya, selain tidak ada datanya, tidak ada pula satupun ulama dan pelajar serta masyarakat mengetahui ada seorang yang mencapai gelar mujtahid pada usia tersebut dan berasal dari Karbala yang bernama Husain al-Musawi. Dan lebih mengherankan lagi, sehingga kedok si penulis semakin terbuka, adalah bahwa Husain al-Musawi menulis pada halaman 131-132, sbb : > “Ketika saya berkunjung ke India saya bertemu dengan Sayid Daldar Ali. Dia memperlihatkan kepada saya kitabnya yang berjudul Asas al-ushul.” # Ini adalah kebohongan nyata yang tidak bisa disembunyikan lagi oleh Husain al-Musawi. Ketahuilah bahwa Sayid Daldar Ali adalah ulama abad ke 19 yang wafat pada tahun 1820 M/ 1235 H (lihat kitab ‘Adz-Dzari’ah Ila Tasanif al-Syiah’). Ini berarti, sayid Daldar Ali telah meninggal selama 110-114 tahun sebelum lahirnya Husain al-Musawi yang lahir pada tahun 1930 M (1820 M – 1930 M = 110 tahun) atau (1235 – 1349 H = 114 tahun). Bagaimana mungkin Husain al-Musawi bertemu dengan sayid Daldar Ali padahal ia sendiri belum lahir bahkan ayah dan kakeknya pun mungkin belum lahir…???? Jika dia memang bertemu dengan Sayid Daldar Ali, berarti setidaknya Husain al-Musawi lahir pada tahun 1800 M. Jika dia lahir tahun 1800 M, bagaimana mungkin usianya lebih muda dari Ahmad Ash-Shafi an-Najafi yang lahir pada tahun 1895 M..??? dan bagaimana mungkin dia belajar kepada Syeikh Kasyf Ghita yang lahir pada tahun 1877 M..?? bagaimana dia bertemu dengan Sayid Khui di tahun 1992 (berarti usianya 192 tahun)? bagaimana mungkin dia mengikuti Revolusi Iran pada tahun 1979 (berarti usianya 179 tahun) ..??? dan banyak lagi kisah aneh yang diimajinasikan oleh si penulis buku ini. Dengan beberapa bukti di atas (dan masih banyak lagi lainnya) kita dapat menyimpulkan bahwa pengarang buku ini bukanlah seorang mujtahid syiah, bahkan mungkin bukan pula penganut mazhab syiah. Namanya juga diragukan apakah benar Sayid Husain al-Musawi atau sekedar mencatut nama agar lebih meyakinkan. Bagi saya, penulis buku ini adalah sosok imajiner yang membuat kisah imajinasi dengan berusaha menjadi tokoh utama dalam sandiwara fiktif ini. Buku ini bisa kita anggap sebagai novel dongeng untuk mendiskriditkan Islam seperti The Satanic Verses yang ditulis oleh Salman Rusydi…..mungkin saja, Husain al-Musawi ingin menjadi pelanjut Salman Rusydi. Wallahu a’lam HUSAIN AL-MUSAWI TIDAK MENGENAL ULAMA-ULAMA DAN IMAM-IMAM SYIAH “Husain al-Musawi yang mengaku mujtahid syiah ini, ternyata tidak mengenal tokoh-tokoh dan ulama-ulama syiah, bahkan ia tidak mengenal imam syiah.” Sebagai buku yang ditulis untuk propokatif, karya Husain al-Musawi, “Mengapa Saya Keluar Dari Syiah?” memang sudah sewajarnya tidak memiliki bobot akademis dan ilmiah. Selain kerancuan dan kejanggalan sosok Husain al-Musawi yang mengaku mujtahid syiah, dia juga tidak mengenal tokoh-tokoh syiah bahkan gurunya sendiri. Selain itu bahkan dia tidak mengetahui tradisi keilmuan syiah dalam ushul maupun furu’. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Husain al-Musawi adalah sosok fiktif yang mengarang buku dengan khayalan dan imajinasinya. Dia ingin membuat sandiwara dan berusaha menjadi pemain utamanya dan menjadikan yang lain sebagai “bandit-banditnya”. Tapi sayang, ternyata pemeran utama ini tidak tahu naskah skenarionya, dan tidak mengenal dengan baik lawan bermainnya. Pada edisi ketiga ini, kita akan mengungkap lanjutan kepalsuannya dan kebodohannya tentang ulama-ulama dan imam -imam syiah. Untuk tidak berpanjang mari kita cermati beberapa isi buku tersebut. 1). Pada halaman 4 (dan berlanjut dihalaman2 berikutnya), ia menulis : > “Yang penting, saya menyelesaikan studiku dengan sangat memuaskan, hingga saya mendapat ijazah (sertifikat) ilmiah dengan mendapat derajat ijtihad dari salah seorang tokoh yang paling tinggi kedudukannya, yaitu SAYID MUHAMMAD HUSAIN ALI KASYIF AL-GHITA”…. # Perhatikanlah, Husain Musawi menyebut “Sayid Muhammad Husain Ali Kasyf al-Ghita, padahal Allamah Kasyif al-Ghita bukanlah “SAYID”, karena beliau bukanlah keturunan dari Rasulullah saaw dan Ahlul bait nabi saaw. Sehingga Allamah Kasyf al-Ghita tidak pernah dipanggil dengan Sayid melainkan dengan “SYEIKH”. Kita bisa baca semua buku-buku ulama syiah yang besar maupun yang kecil, semua menyebut dengan “SYEIKH KASYF AL-GHITA”. Bahkan kita bisa lihat sendiri di dalam karya-karyanya misalnya “Ashl Syiah wa Ushuluha” disana disebutkan nama SYEIKH MUHAMMAD HUSAIN ALI KASYF AL-GHITA. Bagaimana mungkin Husain al-Musawi yang mengaku mujtahid dan menjadi murid Syeikh Kasyif al-Ghita, tidak tahu tentang silsilah gurunya ini…??? Padahal orang awam syiah sekalipun tahu perbedaan antara Sayid dengan Syeikh. 2). Pada halman 12, ia menulis : > “…sebagaimana SAYID MUHAMMAD JAWAD pun mengingkari keberadaannya ketika memberi pengantar buku tersebut”, # Perhatikanlah, dia menyebut Sayid Muhammad Jawad, padahal yang benar adalah “SYEIKH MUHAMMAD JAWAD (MUGHNIYAH)” karena beliau juga bukan keturunan ahlul bait as. # Masih banyak lagi kesalahannya seperti menyebut Sayid Ali Gharwi (lihat halaman 26), padahal seharausnya Mirza Ali Ghuruwi. Begitu juga pada halaman 111 dia menulis “SAYID MUHAMMAD BAQIR ASH-SHADUQ”..??? Siapa orang ini….??? Apakah maksudnya Syeikh Shaduq yang bernama asli Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih al-Qummi (gelarnya Syeikh Shaduq)…???? Atau apakah maksudnya adalah Allamah Sayid Muhammad Baqir Ash-Shadr, salah seorang marja’ syiah di Najaf…?? … ini mungkin hanya salah tulis 3. Tidak hanya disitu ia juga tidak bisa membedakan antara ulama sunni dan syiah. Bahkan keliru menyebut buku syiah. Misalnya : Pada halaman 28 dan 29 dia mengutip dari buku “Maqatil ath-Thalibin” padahal buku tersebut bukan buku syiah. “Maqatil ath-Thalibin” adalah buku karya Ulama ahlus sunnah Abul Faraj al-Isfahani al-Umawi. Itu diantara kekeliruan2 nya menyebut ulama-ulama syiah. Tapi hal itu masih lumayan. Sebab, tidak hanya sampai disitu, bahkan Husain al-Musawi yang mengaku mujtahid syiah ini, tidak bisa membedakan imam2 syiah. Dia kesulitan membedakan Imam-imam syiah karena terkadang memiliki panggilan yang sama. Perhatikan pernyataanya berikut ini : 4. Pada halaman 18, ia menulis : > Amirul mukminin as berkata, “Kalaulah aku bisa membedakan pengikutku, maka tidak akan aku dapatkan kecuali orang-orang yang memisahkan diri. Kalaulah akau menguji mereka, maka tidak akan aku dapatkan kecuali orang-orang murtad. Kalaulah aku menyeleksi mereka, maka tidak ada yang akan lolos seorang pun dari seribu orang.” (Al-Kafi/Ar-Raudhah, 8/338) # Ternyata Husain al-Musawi tidak mengenal Imam-imam Syiah. Diatas ia menulis “AMIRUL MUKMININ as berkata”. Perlu diketahui, gelar AMIRUL MUKMININ itu diperuntukkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib as (imam pertama syiah). Setelah kita periksa ke kitab ar-Raudhah al-Kafi, ternyata tidak terdapat kata “Amirul Mukminin”, tetapi yang ada adalah “ABUL HASAN”. Di bawah ini saya tuliskan riwayatnya sbb : وَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الصُّوفِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ بَكْرٍ الْوَاسِطِيُّ قَالَ قَالَ لِي أَبُو الْحَسَنِ ( عليه السلام ) لَوْ مَيَّزْتُ شِيعَتِي لَمْ أَجِدْهُمْ إِلَّا وَاصِفَةً وَ لَوِ امْتَحَنْتُهُمْ لَمَا وَجَدْتُهُمْ إِلَّا مُرْتَدِّينَ وَ لَوْ تَمَحَّصْتُهُمْ لَمَا خَلَصَ مِنَ الْأَلْفِ وَاحِدٌ وَ لَوْ غَرْبَلْتُهُمْ غَرْبَلَةً لَمْ يَبْقَ مِنْهُمْ إِلَّا مَا كَانَ لِي إِنَّهُمْ طَالَ مَا اتَّكَوْا عَلَى الْأَرَائِكِ فَقَالُوا نَحْنُ شِيعَةُ عَلِيٍّ إِنَّمَا شِيعَةُ عَلِيٍّ مَنْ صَدَّقَ قَوْلَهُ فِعْلُهُ . “Dengan sanad-sanad ini, dari Muhammad bin Sulaiman, dari Ibrahim bin Abdillah al-Sufi berkata: meyampaikan kepadaku Musa bin Bakr al-Wasiti berkata : “Abu al-Hasan a.s berkata kepadaku (Qala li Abul Hasan) : ‘Jika aku menilai syi‘ahku, aku tidak mendapati mereka melainkan pada namanya/sifatnya saja. Jika aku menguji mereka, nescaya aku tidak mendapati mereka kecuali orang-orang yang murtad (murtaddiin). Jika aku periksa mereka dengan cermat, maka tidak seorangpun yang lulus dari seribu orang. Jika aku seleksi mereka, maka tidak ada seorangpun yang tersisisa dari mereka selain dari apa yang ada padaku, sesungguhnya mereka masih duduk di atas bangku-bangku, mereka berkata : Kami adalah Syi‘ah Ali. Sesungguhnya Syi‘ah Ali adalah orang yang amalannya membenarkan kata-katanya. (ar-Raudhat al-Kafi hadis no 290) # Perhatikan, hadits di atas menyebutkan ABUL HASAN as, bukan Amirul Mukminin. Ketahuilah Abul Hasan as adalah panggilan utk beberapa imam syiah diantaranya adalah Imam Ali bin Abi Thalib as (imam pertama), Imam Ali Zainal Abidin as (imam keempat), Imam Musa al-Kadzhim (imam ketujuh), Imam Ali ar-Ridha (imam kedelapan), dan Imam Ali al-Hadi (imam kesepuluh). Sekarang siapakah Abul Hasan yang dimaksud oleh hadits di atas..??? Jawabnya adalah bahwa hadits diatas berasal dari Imam Musa al-Kadzhim bukan dari Amirul mukminin Imam Ali bin Abi Thalib as. Sebab, hadits tersebut diriwayatkan oleh Musa bin Bakr al-Wasithi, dan beliau adalah sahabat Imam Musa al-Kadzhim as (imam ketujuh syiah). Bagaimana mungkin, Husain al-Musawi yang mengaku mujtahid ini, tidak mengenal imamnya sendiri..???? Ini mujtahid yag salah kaprah…. # Selain itu, perhatikan bagaimana ia memotong bagian akhir dari riwayat tersebut yang menegaskan, “Kami adalah Syi‘ah Ali. Sesungguhnya Syi‘ah Ali adalah orang yang amalannya membenarkan kata-katanya”. Jika kita perhatikan akhir dari riwayat tersebut, maka jelaslah bagaimana Imam Musa al-Kadzim menyipati orang2 syiah yg sejati….. Dimanakah posisi Husain al-Musawi…??? mungkin termasuk yag bagian pertama dari hadits di atas….yaitu ngaku syiah dan murtaddin yang tidak lolos seleksi para imam KESALAHAN KESIMPULAN TENTANG ABDULLAH BIN SABA’ Salah satu sebab terjadinya kesalahan berpikir adalah terlalu cepat mengambil kesimpulan saat belum memahami sebuah persoalan secara utuh. Banyak orang bisa membaca berita, tetapi sedikit yang bisa menafsirkan dan menganalisis berita. Pembahasan tentang Abdullah bin saba’ bisa dinilai dari dua hal yaitu keberadaan Abdullah bin Saba’ dan pendapat para ulama syiah tentang sosok Abdullah bin Saba’. 1. Keberadaan Abdullah bin Saba’ Para ulama dan ilmuwan muslim baik dari sunni maupun syiah berbeda pendapat tentang keberadaan sosok Abdullah bin Saba’. Sebagian menganggapnya ada dan sebagian lagi menganggapnya sosok dongeng dan fiktif. Keberadaan Abdullah bin Saba’ disebutkan baik oleh buku2 syiah maupun buku2 sunni. Jika ditelusuri sumber buku2 syiah ttg Abdulah bin Saba’ terdapat pada karya An-Naubakhti, Firaq al-Syiah dan al-Asyari al-Qumi, al-Maqqalat wal Firaq. Dan setelah kita periksa maka ternyata karya an-Naubakhti dan al-Qummi ini tidak menyebutkan sanadnya dan sumber pengambilannya…shg dianggap bahwa mereka hanya menuliskan cerita populer tersebut yg beredar dikalangan sunni. Adapun yg pertama melakukan studi ilmiah dan istematis ttg Abdullah bin Saba’ adalah Sayid Murtadha al-Askari. Dan dari hasil penelususrannya tersebut, ia menganggap bahwa cerita ttg Abdullah bin Saba’ adalah fiktif. Sehingga, ia menolak keberadaan Abdullah bin saba’. Adapun dari sunni yang menegaskan bahwa Ibnu Saba’ adalah fiktif dan dongeng adalah Thaha Husain dalam bukunya Fitnah al-Kubra dan Ali wa Banuhu, Dr. Hamid Hafna Daud dalam kitabnya Nadzharat fi al-Kitab al-Khalidah, Muhammad Imarah dalam kitab Tiyarat al-Fikr al-Islami, Hasan Farhan al-Maliki dalam Nahu Inqadzu al-Tarikh al-Islami, Abdul Aziz al-Halabi dlm kitabnya Abdullah bin Saba’, Ahmad Abbas Shalih dalam kitabnya al-Yamin wa al-Yasar fil Islami. 2. Pendapat para ulama Syiah tentang Abdullah bin Saba’ Para ulama syiah dari dulu hingga sekarang tidak menganggap Abdullah bin Saba’ sebagai tokoh syiah dan sahabat Imam Ali dan Imam-imam lainnya. Bahkan seluruh ulama syiah mengecam dan melaknat serta berlepas diri (tabarri) dari pendapat dan diri Abdullah bin Saba’. Bahkan buku-buku dan pendapat-pendapat yang dikutip oleh Husain al-Musawi dalam bukunya ini sudah cukup memnunjukkan sikap para Imam syiah dan ulama syiah tentang Abdullah bin saba’. Dengan dua catatan di atas, maka jelaslah persoalan Ibnu Saba’ yang tidak kaitannya dengan mazhab syiah. Mungkinkah org ditolak keberadaanya atau yang dihina dan dikafirkan oleh seluruh imam2 syiah dan ulama-ulama syiah dijadikan tokoh panutan dalam syiah..??? sungguh kesimpulan yang gegabah dan tentu saja salah kaprah. … Pada halaman 12, Husain al-Musawi menulis : > “Abdullah bin Saba’adalah salah satu sebab, bahkan sebab yang paling utama kebencian sebagian besar orang syiah kepada ahlus sunnah. # Darimana sumber kesimpulan Husain al-Musawi ini muncul..??? Sumber satu2nya adalah imajinasinya yang tak pernah kering. Coba perhatikan, Husain al-Musawi berusaha mempropokasi pembacanya. Pertanyaan kita apa hubungan antara Abdullah bin Saba’ dan kebencian kepada ahlu sunnah. Padahal kalau kita perhatikan seluruh buku2 syiah dan juga buku2 sunni dari yang besar sampai yang kecil tidak ada satupun yang memuji Abdulah bin Saba’. Semua buku itu mencela dan menyatakan kesesatan dan kekafiran Abdulah bin Saba’. Jadi sunni dan syiah sepakat akan kekafiran Abdulah bin Saba’. Seharusnya kesimpulan yang rasional dari hal itu adalah bahwa ahlussunnah dan syiah sama2 membenci Abdullah bin Saba’. Coba perhatikan enam kutipan kitab syiah yang ditulisnya dari mulai halaman 12 sampai halaman 15, bukankah semua isinya menghujat Abdullah bin Saba’..??? Seharusnya, jika dia menyatakan bahwa syiah adalah pengikut Ibnu Saba’, maka dia harus menyebutkan hadits2 syiah yg memuji Ibnu Saba’..??? tapi sayang dia takkan menemukannya SYIAH DAN PENAMAAN RAFIDHAH Seperti kita lihat dalam bukunya yg saya bedah di froum diskusi ini, salah satu kebiasaan Husain al-Musawi adalah menciptakan riwayat palsu atau riwayat lemah dan juga memotong2 riwayat hadits2 syiah sesuka hatinya utk menciptakan citra buruk syiah. Tapi propagandanya memang sudah bisa ditebak bagi org2 yg mau menggunakan sedikit tenaga dan pikirannya. Diantara yg dipotongnya adalah riwayat ttg penamaan Rafidhah kepada syiah…. – Pada halaman 22 poin 4, Husain al-Musawi menuliskan sbb : > Sesunguhnya Ahlu Bait menyebut dan menyifati para pengikut mereka sebagai thagut umat ini, kelompok sempalan dan pelempar kitab. Kemudian mereka menambahkan atas hal itu dengan ucapannya, ‘Ingat sesungguhnya laknat Allah atas orang2 yg zahalim’. Oleh karena itu mereka datang kepada Abu Abdillah as, lalu berkata kepadanya : ‘Sesungguhnya kami telah dicela dengan celaan yang sangat berat di atas punggung-punggung kami, matilah terhadapnya hati-hati kami, para pemimpin menghalalkan darah-darah kami dalam hadits yang diriwayatkan oleh para ahli fikih mereka. Maka Abu Abdullah berkata, “Rafidhah”? Mereka menjawab “Ya”. Maka dia berkata, “tidak! demi Allah bukanlah mereka yang menamai kamu sekalian dengan nama tersebut, tetapi Allah lah yg menamai kamu sekalian dengan nama tersebut.” (Al-Kafi, 3/34) Husain al-Musawi kemudian mengomentari riwayat tersebut dgn mengatakan, “Abu Abdullah menjelaskan bahwa yg menamai mereka dengan sebutan rafidhah adalah Allah dan bukan ahlus sunnah. ——————- # Perhatikanlah bagaimana ia memgutip sebagian riwayat dan menyembunyikan riwayat lanjutannya. Setelah saya periksa teks aslinya ternyata sangat panjang (sampai dua halaman) dan Husain al-Musawi memotong teksnya sesuka hatinya untuk menunjukkan sisi negatifnya saja. Padahal hadits ini merupakan pujian bagi orang-orang syiah. Hadits tersebut terdapat dalam Kitab Raudhat al-Kafi bab Khutbah Thalutiyah yg merupakan pujian2 dan kelebihan2 org2 syiah. Perhatikan teks lengkap berikut ini dari“Kitab Raudhat al-Kafi Bab Khutbah Thalutiyyah hdits no 6 sbb : “Sejumlah sahabat kami, dari Sahal bin Ziad, dari Muhammad bin Sulaiman, dari ayahnya berkata: Aku berada di sisi Abu Abdillah as, mendadak Abu Basir datang. Beliau kelihatan gelisah dengan nafasnya yg sesak. Setelah dia duduk, maka Abu Abdillah as berkata kepadanya: Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau resah seperti ini? Maka dia menjawab : Aku jadikan diriku sbg tebusan utkmu, wahai putra Rasulullah, umurku telah tua, tulangku lemah dan ajalku semkain dekat, tetapi aku belum tahu bagaimana keadaanku di akhirat kelak.? Abu Abdillah as berkata: Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau berkata seperti itu? Abu Basir berkata: Aku jadikan diriku sbg tebusan utkmu, mengapa aku tidak boleh berkata demikian? Maka Imam as berkata: Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya Allah memuliakan para pemuda dan malu kepada golongan tua diantara kamu? Abu Basir berkata: Aku jadikan diriku sebagai tebusan utkmu, bagaimana Dia memuliakan para pemuda di kalangan kita dan malu kepada yang tua? Abu Abdilah as. berkata: “Dia memuliakan para pemuda diantara kamu supaya Dia tidak menyiksa mereka dan Dia malu kepada kelompok tua diantara kamu supaya Dia tidak menghisab mereka. Abu Basir berkata: Aku jadikan diriku sbg tebusanmu, adakah hal ini hanya khusus untuk kita atau untuk semua ahli tauhid? Abu Abdillah as berkata: “Tidak, demi Allah hal ini khusus untuk kamu dan tidak untuk yg lain. Abu Basir berkata: “Aku jadikan diriku sbg tebusan utkmu, kami telah buruk, punggung kami patah, hati kami mati, penguasa menghalalkan darah kami dengan hadis2 yang diriwayatkan oleh para fukaha mereka. Abu Abdillah as. berkata : Rafidhah? Abu Basir berkata: Ya!. Beliau as. berkata : “Bukan mereka yang menamai kamu demikain, tetapi Allah swt yang telah menamai kamu dengan nama tersebut. TIDAKKAH ENGKAU TAHU WAHAI ABU MUHAMMAD, BAHWA ADA 70 LAKI-LAKI BANI ISRAEL BERSAMA FIRA’UN YANG MENGIKUTINYA. KETIKA MEREKA MELIHAT KESESATAN FIR’AUN DAN PETUNJUK DARI MUSA AS, MAKA MEREKA MENOLAK (RAFADHU) FIR’AUN. KEMUDIAN MEREKA MENGIKUTI MUSA DAN BERADA DALAM NAUNGAN MUSA AS, DAN MEEKA DIKENAL SEBAGAI ORG2 YANG RAJIN BERIBADAH. MEREKA MENOLAK FIRA’UN. MAKA ALLAH MEWAHYUKAN KEPADA MUSA AS AGAR MENJADIKAN NAMA ITU UNTUK MEREKA DI DALAM TAURAT. SESUNGGUHNYA AKU MENJADIKAN NAMA MEREKA, KEMUDIAN ALLAH MENYIMPAN NAMA TERSEBUT SEHINGGA MEMBERIKAN NAMA TERSEBUT KEPADA KAMU SEKALIAN. WAHAI ABU MUHAMMAD, MEREKA TELAH MENOLAK KEBAIKAN SEDANGKAN KAMU SEDANG MENOLAK KEJAHATAN. MANUSIA TERPECAH MENJADI BEBERAPA GOLONGAN DAN SYIAH, TETAPI KAMU TELAH MENJADI SYIAH AHLUL BAIT NABIMU. KARENA ITU, KAMU TELAH BERPEGANG DENGAN APA YANG TELAH DIPERINTAHKAN ALLAH DAN KAMU TELAH MEMILIH APA2 YANG TELAH DIPILIH ALLAH. MAKA BERGEMBIRALAH KAMU DAN BERITAKAN KABAR GEMBIRA INI KEPADA MEREKA. Kemudian, selanjutnya Abu Abdilah as memberikan kabar gembira dan keutamaan serta kelebihan2 syiah mereka……silahkan anda baca riwayat di atas…maaf sy gak terjemahkan seluruhnya… takut kepanjangan.. # Perhatikanlah…bahwa dengan membaca keseluruhan hadits ini, maka akan dengan jelas terlihat bahwa Husain al-Musawi berusaha membalikkan fakta yg sebenarnya dengan memotong2 riwayat sesuka hatinya… Apakah Husain al-Musawi ingin mengatakan bahwa org2 yg menolak (rafadhu) Firuan adalah org2 sesat dan yg mengikuti Fira’aun adalah org2 soleh yg selamat….??? Begitulah org2 syiah menolak pemerintahan2 zalim yg meniru pemerintahan Fira’un. Jika Fir’aun dahulu kala memeriksa semua rumah utk mencari dan membunuh anak lelaki yg akan meruntuhkan kekuasaanya… maka penguasa2 masa itu…membunuh para ahlul bait Rasul saaw. Mereka meracun Hasan as dan membunuh Husain as dan keluarganya serta sahabat2nya di Karbala…Tidak hanya sampai disitu, mereka mengawasi setiap Keturunan Rasulullah saaw berikutnya dan mengawasi para pengiktunya. Mencaci maki ahlul bait dan pengikutnya…membunuh org2 yg tidak mau mencaci keluarga Nabi saaw. Sampai2..seperti Firaun di zaman Musa as, mereka juga mengawasi rumah Imam Hasan al-Askari (Imam kesebelas syiah) utk mencari tahu kelahiran bayinya al-Imam Muhammad al-Mahdi afs dan membunuhnya, karena mereka tahu Imam Mahdi dan para pengikutnya akan meruntuhkan kekuasaan mereka…..org2 syiah inilah yg disebut hadits tersebut sbg yg menolak (rafadhu) penguasa zalim….apakah org yg menolak pemimpin2 zalim seperti Firaun itu sesat..??? silahkan anda jawab sendiri….karena sy rasa tidak perlu diajari lagi. (Candiki Repantu)

BEDAH BUKU BAG 6 : MENGAPA SAYA KELUAR DARI SYIAH?

HUSEIN AL-MUSAWI MEMANIPULASI AYAT AL-QURAN TENTANG SIKAP KEBENCIAN FATIMAH ZAHRA as ATAS KELAHIRAN IMAM HUSAIN as.

Oleh : Candiki Repantu

Tuhan berfirman di dalam al-Quran menginagtkan kita untuk tidak berdusta, “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta. (Q.S. an-Nahl : 105)

Ayat di atas memberikan ancaman keras bagi para pendusta, terutama berdusta atas nama Tuhan. Dan Husein al-Musawi ternyata telah membuat dirinya dilumuri kedustaan melalui bukunya tersebut. Telah kita perhatikan bersama, bagaimana hebatnya taktik Husein al-Musawi utk mengelabui pembaca dengan memotong-motong riwayat2 dari kitab2 ahlul bait sehingga riwayat tersebut menjadi tidak sesuai dengan teks asli dan maksud periwayatan. Tetapi tidak hanya sampai disitu, Husein al-Musawi bahkan rela memotong-motong ayat al-Quran (yang terselip di dalam sebuah hadits) utk mengelabui pembacanya, sehingga merubah maknanya dan menjadikan ayat itu sebagai hadits. Mari kita buktikan kedustaan yang dilakukan oleh Husein al-Musawi al-Kadzab.

Memang bagi pembaca yg tidak jeli, akan melihat bahwa riwayat itu mengindikasikan penghinaan pada Sayidah Fatimah az-Zahra as, tetapi jika kita lihat teks asli dan membacanya dengan teliti, maka akan jelaslah kebohongan yg diciptakan Husein al-Musawi. Dimana Husein al-Musawi memotong ayat al-Quran yg terletak di tengah-tengah hadits. Mari kita perhatikan riwayat dibawah ini yg ditulis oleh Husein al-Musawi al-Kadzab sbb :

> Pada halaman 30-31 Husein al-Musawi menulis :

“Al-Kulaini meriwayatkan dalam al-Ushul min al-Kitab al-Kafi : “Sesungguhnya Jibril turun kepada Nabi Muhammad s.a.w seraya berkata : Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira dengan seorang anak yang akan lahir dari Fatimah, dia akan oleh umatmu setelahmu.’ Maka Nabi bersabda : Wahai Jibril dan keselamatan atas Tuhanku, saya tidak butuh kepada anak yang lahir dari Fatimah yang akan dibunuh oleh umatku setelahku.’ Maka Jibril naik lalu turun kembali dan mengatakan seperti di atas.

“Wahai Jibril dan keselamatan atas Tuhanku, saya tidak butuh kepada seorang bayi yang akan dibunuh oleh umatku setelahku.” Maka Jibril naik kelangit lalu turun kembali dan berkata : “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu dan memberi kabar gembira kepadamu bahwa Dia akan menjadikan dalam keturunanmu keimaman, kepemimpinan dan wasiat.” Maka Nabi berkata : “sesungguhnya saya ridha”. Kemudian dia mengutus seseorang kepada Fatimah untuk menyampaikan bahwa Allah memberi kabar kepadaku dengan seorang anak yang akan lahir darimu yang akan di bunuh oleh umatku setelahku. Maka Fatimah mengutus seseorang kepada nabi untuk menyampaikan bahwa dia tidak butuh kepada seorang anak yg akan dibunuh oleh umatmu setelahmu. Lalu nabi mengutus kepadanya bahwa Allah azza wa Jalla akan menjadikan dalam keturunannnya keimaman, kepemimpinan dan wasiat. Maka Fatimah mengirim utusan kepadanya bahwa ia ridha. MAKA DIA MENGANDUNGNYA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA DAN MELAHIRKANNYA JUGA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA. Dan Husain tidak menyusu kepada Fatimah, juga kepada wanita yang lain. Nabi saw datang kepadanya, lalu meletakkan ibu jarinya ke dalam mulutnya, maka Husain mengisapnya hingga cukup untuk dua sampai tiga hari.”

Setelah menulis riwayat di atas Husein al-Musawi berkomentar dengan melakukan tuduhan-tuduhan yang disengaja utnutk memjelekkan citra mazhab syiah :

“SAYA TIDAK MENGETAHUI APAKAH MUNGKIN RASULULLAH MENOLAK KABAR GEMBIRA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADANYA? DAN APAKAH MUNGKIN JUGA FATIMAH AZ-ZAHRA MENOLAK KEPUTUSAN YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH DAN ALLAH HENDAK MEMBERI KABAR GEMBIRA DENGANYA, SEHINGGA DIA BERKATA, SAYA TIDAK BUTUH DENGANNYA.? APAKAH DIA MENGANDUNG HUSAIN DALAM KEADAAN TIDAK SENANG, DAN MELAHIRKANNYA DALAM KEADAAN TIDAK SENANG? APAKAH DIA JUGA MENOLAK UNTUK MENYUSUI HUSAIN SEHINGGA NABI DATANG UNTUK MENYUSUINYA DENGAN MEMASUKKAN IBU JARINYA UNTUK MENGENYANGKANNYA UNTUK DUA SAMPAI TIGA HARI.?”

# Saya Jawab :

Dari kutipan Husein al-Musawi al-Kadzab diatas, yang ingin saya permasalhkan adlah kutipannya yang menyebutkan : “MAKA DIA MENGANDUNGNYA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA DAN MELAHIRKANNYA JUGA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA.”

Dengan kutipan itu, Husein al-Musawi al-Kadzab ingin menujukkan bahwa Fatimah az-Zahra as tidak suka mengandung dan melahirkan Imam Husein as.

Setelah memeperhatikan riwayat yg dikutip oleh Husein al-Musawi, saya merasa ada sesuatu yg tidak beres dalam periwayatn di atas. Saya lagi-lagi mencurigai bahwa seperti kebiasaanya yg telah kita saksikan bersama bahwa Husein al-Musawi al-Kadzab sering mengutip hadits dhaif dan memelintir suatu riwayat demi mencapai keinginannya untuk menfitnah mazhab syiah. Dan ternyata, dugaan saya tidak keliru, saya menemukan bahwa Husein al-Musawi memanipulasi ayat al-Quran yg terdapat di pertengahan riwayat tersebut. Mari kita perhatikan teks asli berikut ini yang saya kutip dari Kitab Ushul al-Kafi jilid 1 Bab Maulid Husain as :

- مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عَلِيِّ بْنِ إِسْمَاعِيلَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو الزَّيَّاتِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِنَا عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ جَبْرَئِيلَ ( عليه السلام ) نَزَلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ( صلى الله عليه وآله ) فَقَالَ لَهُ يَا مُحَمَّدُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِمَوْلُودٍ يُولَدُ مِنْ فَاطِمَةَ تَقْتُلُهُ أُمَّتُكَ مِنْ بَعْدِكَ فَقَالَ يَا جَبْرَئِيلُ وَ عَلَى رَبِّيَ السَّلَامُ لَا حَاجَةَ لِي فِي مَوْلُودٍ يُولَدُ مِنْ فَاطِمَةَ تَقْتُلُهُ أُمَّتِي مِنْ بَعْدِي فَعَرَجَ ثُمَّ هَبَطَ ( عليه السلام ) فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ فَقَالَ يَا جَبْرَئِيلُ وَ عَلَى رَبِّيَ السَّلَامُ لَا حَاجَةَ لِي فِي مَوْلُودٍ تَقْتُلُهُ أُمَّتِي مِنْ بَعْدِي فَعَرَجَ جَبْرَئِيلُ ( عليه السلام ) إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ هَبَطَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّ رَبَّكَ يُقْرِئُكَ السَّلَامَ وَ يُبَشِّرُكَ بِأَنَّهُ جَاعِلٌ فِي ذُرِّيَّتِهِ الْإِمَامَةَ وَ الْوَلَايَةَ وَ الْوَصِيَّةَ فَقَالَ قَدْ رَضِيتُ ثُمَّ أَرْسَلَ إِلَى فَاطِمَةَ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُنِي بِمَوْلُودٍ يُولَدُ لَكِ تَقْتُلُهُ أُمَّتِي مِنْ بَعْدِي فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ لَا حَاجَةَ لِي فِي مَوْلُودٍ مِنِّي تَقْتُلُهُ أُمَّتُكَ مِنْ بَعْدِكَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا أَنَّ اللَّهَ قَدْ جَعَلَ فِي ذُرِّيَّتِهِ الْإِمَامَةَ وَ الْوَلَايَةَ وَ الْوَصِيَّةَ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ أَنِّي قَدْ رَضِيتُ فَ

حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَ وَضَعَتْهُ كُرْهاً وَ حَمْلُهُ وَ فِصالُهُ ثَلاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَ بَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَ عَلى والِدَيَّ وَ أَنْ أَعْمَلَ صالِحاً تَرْضاهُ وَ أَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

فَلَوْ لَا أَنَّهُ قَالَ أَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي لَكَانَتْ ذُرِّيَّتُهُ كُلُّهُمْ أَئِمَّة وَ لَمْ يَرْضَعِ الْحُسَيْنُ مِنْ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) وَ لَا مِنْ أُنْثَى كَانَ يُؤْتَى بِهِ النَّبِيَّ فَيَضَعُ إِبْهَامَهُ فِي فِيهِ فَيَمُصُّ مِنْهَا مَا يَكْفِيهَا الْيَوْمَيْنِ وَ الثَّلَاثَ فَنَبَتَ لَحْمُ الْحُسَيْنِ ( عليه السلام ) مِنْ لَحْمِ رَسُولِ اللَّهِ وَ دَمِهِ وَ لَمْ يُولَدْ لِسِتَّةِ أَشْهُرٍ إِلَّا عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ( عليه السلام ) وَ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ ( عليه السلام ) . وَ فِي رِوَايَةٍ أُخْرَى عَنْ أَبِي الْحَسَنِ الرِّضَا ( عليه السلام ) أَنَّ النَّبِيَّ ( صلى الله عليه وآله ) كَانَ يُؤْتَى بِهِ الْحُسَيْنُ فَيُلْقِمُهُ لِسَانَهُ فَيَمُصُّهُ فَيَجْتَزِئُ بِهِ وَ لَمْ يَرْتَضِعْ مِنْ أُنْثَى .

“Muhammad bin Yahya, dari Ali bin Ismail, dari Muhammad bin Amru al-Zayyat, dari seorang laki-laki sahabat kami, dari Abu Abdillah as yang berkata: “Sesungguhnya Jibril turun kpd Nabi Muhammad saaw dan berkata : ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan seorang bayi yang kelak dilahirkan oleh Fatimah as, tetapi umatmu akan membunuhnya setelahmu. Maka berkatalah Rasul saaw : ‘Wahai Jibrail, salam atas Tuhanku, aku tidak berhajat pada anak yang akan dibunuh oleh umatku setelahku, lalu Jibril as telah naik ke langit. Kemudian turun dan mengatakan hal yang sama…..dst…. Kemudian Jibril turun kembali dan berkata : “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah menyampaikan salam dan memberi kabar gembira kepada engkau bahwa Dia menjadikan pada keturunanmu imamah, wilayah dan wasiat. Maka Rasul saaw bersabda: “Sungguh aku ridha”.

Kemudian Rasul saaw mengabarkan kepada Fatimah as : “Sesungguhnya Allah telah memberi kabar gembira kepadaku dengan seorang bayi yang kelak dilahirkan oleh engkau, umatku akan membunuhnya setelahku, lalu Fatimah as memberikan jawaban : “Aku tidak berhajat kepada bayi yang dilahirkan olehku, yang akan dibunuh oleh umatmu setelahmu”….

Kemudian Rasul saaw memberitahukan kepadanya bahwa Allah swt telah menjadikan pada keturunanya imamah, wilayah dan wasiat. Lalu Fatimah berkata : “Sesungguhnya aku ridha.

(Allah berfirman) : “IBUNYA MENGANDUNGNYA DENGAN SUSAH PAYAH, DAN MELAHIRKANNYA DENGAN SUSAH PAYAH PULA. MENGANDUNGNYA SAMPAI MENYAPIHNYA ADALAH TIGA PULUH BULAN SEHINGGA APABILA DIA TELAH DEWASA DAN UMURNYA SAMPAI EMPAT PULUH TAHUN DIA BERDOA: YA, TUHANKU, TUNJUKILAH AKU UNTUK MENSYUKURI NIKMAT ENGKAU YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADAKU DAN KEPADA IBU BAPAKU DAN SUPAYA AKU DAPAT BERBUAT AMAL YANG SOLEH YANG ENGKAU RIDHAI; BERILAH KEBAIKAN KEPADAKU DENGAN (MEMBERI) KEBAIKAN KEPADA ANAK CUCUKU. (lihat Q.S Al-Ahqaf : 15).

Seandainya Rasul saaw tidak berkata: “berilah kepadaku kebakan dengan kebaikan bagi anak cucuku” maka, keturunnay telah menjadi para imam semuanya.

Imam Husein as tidak menyusu kepada Fatimah as dan lainnya. Rasul saaw datang dan meletakkan jarinya dimulut Husein as, lalu Husein as menghisapnya sehinga cukup untuknya sampai dua atau tiga hari. Maka daging Husain as tumbuh dari daging Rasul saaw dan darahnya. Tidak pernah dilahirkan (seorg bayi berumur) enam bulan melainkan Isa bin Maryam a.s dan Husain bin Ali as.

Di dalam riwayat lain, dari Abul Hasan al-Ridha as bahwa Husain a.s dibawa kepada Nabi saaw, beliau telah mengulurkan lidahnya, lalu Husein telah menghisapnya, dan cukuplah hal itu dan Husein as tidak menyusu pada wanita manapun. (lihat kitab Ushul al-Kafi jilid 1 bab Maulid Husain as, hadits no. 4)

# Al-Majlisi di dalam kitab Mir’at al-Uqul menegaskan bahwa hadits ini mursal (lihat Mir’at al-Uqul, juz. 5 hal. 364). Dalam kesempatan ini saya tidak ingin mengomentari kualitas hadits tersebut, tetapi lebih pada manipulasi yang dilakukan oleh Husein a-Musawi. Manipulasi itu adalah sebagai berikut.

# Husein al-Musawi memotong dan mengubah teks ayat al-Quran surat al-Ahqaf : 15 yang ada di dalam hadits tersebut sehingga di dalam buku “MENGAPA SAYA KELUAR DARI SYIAH?” diterjemahkan sbb :

“MAKA DIA MENGANDUNGNYA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA (Hamalathu kurhan).. DAN MELAHIRKANNYA JUGA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA (wa wadha’athu kurhan).

Kalimat yang dimanipulasi oleh Husein al-Musawi al-Kadzab di atas jelas mengindikasikan bahwa Sayidah fatimah az-Zahra tidak menyukai (benci) kehamilannya dan tidak suka atas kelahiran Imam Husein as. seperti dikomentari oleh Husein al-Musawi al-Kadzab.

# Coba kita perhatikan bagaimna Husein al-Musawi mengubah ayat “HAMALATHU UMMUHU KURHAN” (حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً ) yang berarti “IBUNYA MENGANDUNGNYA DENGAN SUSAH PAYAH/KESULITAN” menjadi kalimat “HAMALATHU KURHAN” حَمَلَتْهُ كُرْهاً ً (dengan menghapus kalimat “UMMUHU”) YANG diartikan “MAKA DIA MENGANDUNGNYA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA.”

Dan kalimat “WA WADHA’ATHU KURHAN” (وَ وَضَعَتْهُ كُرْهاً ) diartikan “DAN MELAHIRKANNYA DENGAN PERASAAN TIDAK SUKA”, padahal semestinya diartikan “DAN MELAHIRKANNYA DENGAN SUSAH PAYAH/KESULITAN”.

# Ketahuliah wahai saudaraku sekalian, Husein al-Musawi al-Kadzab telah memanipulasi dengan memotong ayat al-Quran yang terdapat pada hadits tersebut. Lengkapnya hadits tersebut adalah memuat Q.S. al-Ahqaf : 15 sbb :

حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَ وَضَعَتْهُ كُرْهاً وَ حَمْلُهُ وَ فِصالُهُ ثَلاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَ بَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَ عَلى والِدَيَّ وَ أَنْ أَعْمَلَ صالِحاً تَرْضاهُ وَ أَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

“(firman Allah): “IBUNYA MENGANDUNGNYA DENGAN SUSAH PAYAH, DAN MELAHIRKANNYA DENGAN SUSAH PAYAH PULA. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun dia berdoa : ya, tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi) kebaikan kepada anak cucuku. (Q.S. Al-Ahqaf : 15).

Jadi, Kesimpulannya : “TIDAK ADA DISEBUTKAN DI DALAM HADITS ITU BAHWA FATIMAH as MENGANDUNG DAN MELAHIRKAN HUSEIN as DALAM KEADAAN TIDAK SUKA”. HANYA SAJA AYAT AL-QURAN SURAT AL-AHQAF : 15 ITU YANG DIMANIPULASI OLEH HUSEIN AL-MUSAWI AL-KADZAB.”

Kemudian bukannya Fatimah yang tidak mau menyusui Husain as, melainkan Husain as memang tidak menyusu kepada siapapun sampai Rasulullah saaw datang dan memasukkan jarinya untuk memnuhi kebutuhan Husain as. Tentang hal ini, banyak terdapat hadits dan riwayat-riwayat sejarah mengenainya. Apakah Husein al-Musawi tidak tahu, atau hanya kura-kura dalam perahu, alias pura-pura tidak tahu? Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berpikir…! Wallahu a’lam.

BEDAH BUKU BAG 7 : MENGAPA SAYA KELUAR DARI SYIAH?

HUSAIN AL-MUSAWI AL-KADZAB MEMALSUKAN HADITS TENTANG MUT’AH

Oleh : Candiki Repantu

Artinya : “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta. (Q.S. an-Nahl : 105)

Rasulullah saaw memerintahkan al-Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat kepada kaum al-Harts bin Dlirar al-Khuzai yang telah memeluk Islam. Tetapi ditengah jalan, al-Walid merasa gentar dan kembali kepada Nabi saaw dengan membuat laporan palsu bahwa al-Harts dan kaumnya tidak mau membayar zakat bahkan ingin membunuhnya. Mendengar laporan ini Rasulullah saaw mengutus utusan lagi untuk memperjelas persoalannya sebelum mengambil tindakan tegas. Hasilnya, ternyata al-Walid berdusta kepada Rasulullah saaw tentang al-Harts dan kaumnya. Peristiwa ini diabadikan Allah dengan menurunkan Q.S. al-Hujurat : 6, “Hai orang-orang yg beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. al-Hujurat : 6)

Husain al-Musawi al-Kadzab dengan bukunya, “Mengapa Saya Keluar dari Syiah?”, kelihatannya melanjutkan tradisi al-Walid bin Uqbah yang digelar fasik oleh Allah swt. Jika, pada bukti sebelumnya, saya telah menunjukkan kedustaan Husein al-Musawi al-Kadzab karena dia memanipulasi hadits atau ayat dengan cara memotong kalimatnya, maka pada kesempatan ini, saya akan menunjukkan bagaimana kedustaan yang lebih nyata yang dilakukan oleh Husein al-Musawi al-Kadzab, yaitu bahwa “HUSEIN AL-MUSAWI AL-KADZAB MEMBUAT HADITS PALSU MELALUI IMAJINASINYA DAN KEMUDIAN MENISBAHKAN HAL ITU KEPADA RASUL SAAW DAN PARA IMAM AHLUL BAIT AS.”

Mari kita telusuri kedustaan yang di buat oleh Husein al-Musawi al-Kadzab saat membahas tentang mut’ah berikut ini.

> Husein al-Musawi menulis pada halaman 44, empat hadits tentang Mut’ah sbb :

1. Nabi saaw bersabda, “Barangsiapa yg melakukan mut’ah kpd seorang wanita mukminah, maka seolah2 dia berkunjung ke Ka’bah sebanyak tujuh puluh kali.”

Kemudian Husain al-Musawi berkomentar : “Apakah org yg melakukan mut’ah sama dengan org yg mengunjungi ka’bah sebanyak tujuh puluh kali? Dengan siapa? Dengan wanita mukminah?

# Saya Jawab :

Perhatikanlah Husain al-Musawi al-Kadzab menulis hadits di atas tanpa menunjukkan sumbernya shg kita kesulitan melacak pengutipannya dan memeriksa hadits tersebut. Saya sendiri berusaha mencari dibeberapa kitab hadits syiah yang berbicara tentang mut’ah, tetapi tak menemukan hadits tersebut. Jadi, bisa dihipotesakan bahwa Husein al-Musawi al-Kadzab tidak bisa menunjukkan sumbernya, karena hadits itu hanya buatannya sendiri yg dihasilkan dari khayalannya. Silahkan, jika ada para pendukung Husein al-Musawi al-Kadzab yang bisa menunjukkan secara lengkap hadits tersebut dengan sanadnya di dalam kitab hadits standar syiah untuk kita periksa kualitasnya.
——–
> Husein al-Musawi al-Kadzab menulis pd halaman 44 hadits ke-2 :

2. Ash-Shaduq meriwayatkan dari Ash-Shadiq as, dia berkata, “sesungguhnya mut’ah adalah agamaku dan agama bapakku. Brangsiapa yg mengerjakannya, maka dia telah mengamalkan agamanya. Barangsiapa yg mengingkarinya, maka berarti dia mengingkari agama kami dan berakidah dengan selain agama kami.” (Man la Yahdhuruhu al-Faqih, 3/366)…Husain al-Musawi melanjutkan, “Ini adalah pengkafiran terhadap org yg menolak mut’ah”.

# Saya Jawab :

Setelah membaca dan melacak hadits tersebut di dalam kitab Man Layahdhuruh al-Faqih, saya tidak menemukan riwayat tersebut di atas. Jadi, lagi-lagi Husein al-Musawi membuat hadits palsu melalui imajinasinya sendiri. Sungguh inilah mujtahid yg salah kaprah. Yang ada dan masyhur dikalangan Syiah adalah sebuah riwayat dengan berbunyi “TAQIYAH ADALAH AGAMAKU DAN AGAMA BAPAKKU”… bukan kalimat “Mut’ah adalah agamaku dan agama bapakku”. Dengan demikian, maka Husein al-Musawi telah merubah lafal hadits sesuka hatinya. Sungguh ini merupakan kedustaan yang sangat nyata. Meskipun begitu, (mungkin saja saya kurang jeli memeriksa kitab Man Layahdhuruh al-Faqih), saya persilahkan bagi pendukung Husein al-Musawi al-Kadzab utk menunjukkan hadits tersebut secara lengkap dengan sanadnya dan sumbernya di dalam kitab Man Layahdhuruhul Faqih bab dan nomor haditsnya.
————-

> Selanjutnya Husein al-Musawi al-kadzab menuliskan hadits ke-3 pd hal 44 :

3. Dikatakan kepada Abu Abdulah as, “Apakah dalam mut’ah terdapat pahala? Dia berkata, “Jika dengannya dia mengharap ridha Allah swt, tidak ada satu kata pun yg dia katakan kecuali Allah menuliskannya sebagi suatu kebaikan. Jika dia mendekatinya, maka Allah akan mengampuni dosanya berkat mut’ah yg dia lakukan. Jika dia mandi, maka Allah akan mengampuni dosanya sebanyak air yg membasahi rambutnya.” (Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 3/366)

# Saya jawab :

Hadits tersebut memang ada di dalam kitab Man La yahdhuruh al-Faqih juz 3, Kitab al-Nikah bab al-Mut’ah, hadits no. 4602. Tetapi, ktahuilah bahwa hadits ini dhaif dan tidak bisa dijadikan hujjah dengan sanad dari Shalih bin Uqbah bin Sam’an, yang mana Sholih bin Uqbah adalah sanad yang dinilai dhaif dan pembohong oleh para ulama rijal (lihat Kitab Rijal karya al-Hilli juz 2, rijal no 237; Kitab Naqd al-Rijal karya Sayid Mushtafa juz 2, hal. 411 rijal no. 2592). Dengan demikian hadits ini gugur
———–

> Huseein al-Musawi al-Kadzab menulis hadits ke-4 sbb :

4. Nabi saaw bersabda, “Barangsiapa yg melakukan mut’ah dengan seorang wanita, maka dia akan aman dari murka Allah yg Maha Memaksa. Barangsiapa yg melakukan mut’ah dua kali, maka dia akan dikumpulkan bersama org2 baik. Barangsiapa yg melakukan mut’ah tiga kali, maka dia akan berdampingan denganku di surga. (Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 3/366)

# Saya Jawab :

Lagi-lagi Husein al-Musawi memalsukan hadits melalui imajinasinya. Setelah berusaha melacaknya pada sumber yang disebutkan Husein al-Musawi, saya tidak menemukan riwayat tersebut. Hadits ini tidak saya temukan di dalam kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih dan kemungkinan besar juga tidak terdapat di dalam kitab hadits syiah lainnya. Silahkan, bagi para pendukung Husein al-Musawi jika ada yang mau menunjukkan secara jelas dimana terdapat hadits tersebut, sehingga kita bisa memeriksanya.
————

> Kemudian Husein al-Musawi al-Kadzab menuliskan hadits yang katanya dikutip dari Tafsir Fathullah Kasyani sbb :

5. Sayid Fathullah Kasyani meriwayatkan dalam tafisr Manhaj ash-Shadiqin dari Nabi saaw sesungguhnya dia bersabda, “Barangsiapa yg melakukan mut’ah satu kali, maka dia seperti derajat Husain as. Barangsiapa melakukan muta’ah dua kali, maka dia seperti derajat Hasan as. Barangsiapa yg melakukan Mut’ah tiga kali, maka derajatnya seperti derajat Ali bin Abi Thalib, dan barangsiapa ygmelakukan mut’ah empat kali, maka derajatnya seperti derajatku.”

# Saya Jawab :

Hadits ini juga tidak ada sumbernya, dan tidak ada di dalam kitab Tafsir Fathulah Kasyani saat menafsirkan Q.S. an-Nisa : 24. Perhatikan, Husain al-Musawi tidak menyebut halaman berapa dari kitab Tafsir Minhaj ash-shadiqin. Lagi-lagi Husein al-Musawi al-Kadzab menunjukkan kedurhakaannya pada Nabi saaw dan ahlul bait dengan membat hadits palsu atas nama mereka.

Demikianlah kedustaan nyata yang di buat oleh Husein al-Musawi terhadap Rasulullah saaw dan ahul baitnya. Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berakal. Wallahu a’lam.

BEDAH BUKU BAG 8 : MENGAPA SAYA KELUAR DARI SYIAH?
TENTANG PENGHARAMAN MUT’AH PADA HARI KHAIBAR.

Oleh : Candiki Repantu

Salah satu persoalan fikih antara sunni-syiah adalah masalah hukum mut’ah. Ulama syiah sepakat akan halalnya nikah mut’ah berdasarkan al-Quran dan sunnah Rasulullah saaw dan ahl al-baitnya. Sedangkan ulama sunni menyatakan bahwa nikah mut’ah pernah dihalalkan, tetapi kemudian diharamkan oleh Rasulullah saaw.

Tapi anehnya, Husein al-Musawi al-Kadzab yang mengaku mujtahid ini, membuat fatwa tanpa dasar dan argumentasi yang utuh dengan mengharamkan nikah mut’ah hanya dengan menggunakan satu hadits yang sempat ditemukannya di dalam kitab syiah. Yaitu, hadits yang coba dipopulerkan olehnya dan oleh para pengikutnya yang diriwayatkan oleh Imam Ali as, tentang pengharaman nikah mut’ah pada hari Khaibar. Untuk itu, mari kita bahas hadits tersebut, sehingga menjadi jelas bagi kita semua keadaanya.

> Pada halaman 50, Husain al-Musawi menulis :

“Sesungguhnya mut’ah adalah dibolehkan pada masa jahiliyah. Ketika Islam datang, nikah tersebut dibiarkan beberapa waktu, kmudian diharamkan pada hari khaibar. Tetapi yang termasyhur dikalangan syiah dan dikalangan para ulama mereka bahwa umar bin khattab adalah yang mengharamkannya. Dan inilah yang diriwayatkan oleh sebagian ulama kami.”

“Yang benar dalam masalah ini adalah bahwa nikah mut’ah diharamkan pada hari Khaibar. Amirul mukminin berkata, “Pada hari Khaibar Rasulullah saaw mengharamkan keledai peliharaan dan nikah mut’ah.” (Lihat at-Tahzhib, 2/186; Al-Istibshar, 3/142; Wasail asy-Syiah, 14/441)
————-

# Pernyataan Husein al-Musawi al-Kadzab di atas, akan saya urai melalui dua persoalan.

1). Benarkah Pengharaman Mut’ah Oleh Umar bin Khattab Hanya Masyhur di Kalangan Syiah?

Di atas Husein al-Musawi al-Kadzab menganggap orang-orang syiah menuduh Umar bin Khattab yang mengharamkan mut’ah. Dia berkata :

“Tetapi yang termasyhur dikalangan syiah dan dikalangan para ulama mereka bahwa umar bin khattab adalah yang mengharamkannya. Dan inilah yang diriwayatkan oleh sebagian ulama kami.”

# Saya Jawab :

Sesungguhnya para ulama syiah maupun sunni menyebutkan bahwa nikah mut’ah dihalalkan berdasarkan kitab Allah (Q.S. an-Nisa : 24) dan sunnah Rasulullah saaw, dan dipraktekkan oleh para sahabat dalam berbagai kesempatan hingga Rasulullah saaw meninggal dunia. Allah berfriman : “Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban” (Q.S. an-Nisa : 24)

Memang benar bahwa para ulama syiah mengindikasikan bahwa yg pernah mengharamkan nikah mut’ah adalah Umar bin Khattab. Hal ini disebutkn dalam berbagai hadits2 yang shahih yang diriwayatkan oleh para ulama syiah. Diantaranya adalah celaan Imam Ali as bahwa Umar lah yang mengharamkan mut’ah :

مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ شَاذَانَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَحْيَى عَنِ ابْنِ مُسْكَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ ( عليه السلام ) يَقُولُ كَانَ عَلِيٌّ ( عليه السلام ) يَقُولُ لَوْ لَا مَا سَبَقَنِي بِهِ بَنِي الْخَطَّابِ مَا زَنَى إِلَّا شَقِيٌّ .

“Muhammad bin Ismail, dari al-Fadhl bin Sa’dzan, dari Sofwan bin Yahya, dari Ibnu Muskan, dari Abdillah bin Sulaiman berkta, “Aku mendengar Abu Ja’far as berkata : Ali as berkata “Seandainya mut’ah tidak dilarang oleh Ibnu Khattab, maka tidak akan ada yang berbuat zina kecuali orang yang benar-benar celaka.” (lihat Furu’ al-Kafi juz. 5, bab Mut’ah, hadits no. 2 dan Wasa’il Syiah jilid 21 hal 5 riwayat no 26357).

Tetapi, Husein al-Musawi al-Kadzab jelas keliru jika menisbahkan pengharaman nikah mut’ah kepada Umar adalah tuduhan ulama-ulama syiah. Sebab, ketahuilah, pengharaman Umar bin Khattab atas nikah mut’ah juga populer di dalam riwayat2 ahlussunnah, perhatikan hadits berikut ini :

حدثني محمد بن رافع حدثنا عبدالرزاق أخبرنا ابن جريج أخبرني أبو الزبير قال سمعت جابر بن عبدالله يقول كنا نستمتع بالقبضة من التمر والدقيق الأيام على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم وأبي بكر حتى نهى عنه عمر في شأن عمرو بن حريث

Artinya : “Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ yang berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq yang berkata, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, bahwa Abu Zubair telah berkata, ‘Aku mendengar Jabir bin Abdillah berkata, “kami melakukan mut’ah dengan segenggam kurma dan gandum pada masa Rasulullah saaw, dan masa Abu Bakar, sampai Umar melarangnya dalam kasus Amr bin Huraits.” (Lihat Shahih Muslim, jilid 2/ juz 4 Kitab Nikah bab Nikah Mut’ah).

Dengan demikian maka jelaslah pengharaman mut’ah dilakukan oleh Umar bin Khattab telah masyhur di dalam kitab2 sunni maupun syiah. Dan tentu saja ijtihad Umar tersebut tidak menjadi hujjah bagi syiah.

2). Benarkah Mut’ah Diharamkan Pada Hari Khaibar?

Husein al-Musawi selanjutnya berkata :

“Yang benar dalam masalah ini adalah bahwa nikah mut’ah diharamkan pada hari Khaibar. Amirul mukminin berkata, “Pada hari Khaibar Rasulullah saaw mengharamkan keledai peliharaan dan nikah mut’ah.” (Lihat at-Tahzhib, 2/186; Al-Istibshar, 3/142; Wasail asy-Syiah, 14/441)

# Saya Jawab :

Semua ulama syiah sepakat bahwa mut’ah adalah halal sampai hari kiamat berdasarkan dalil al-Quran dan hadits-hadits yang mutawatir dalam kitab-kitab standar syiah. Jadi, tidak ada peluang sedikitpun untuk menyatakan bahwa mut’ah telah diharamkan oleh para imam syiah as.

Namun, Husain al-Musawi berusaha memaksa diri untuk menunjukkan bahwa mut’ah telah diharamkan oleh imam syiah dengan cara memperkuat argumentasinya dengan mengutip hadits dari imam Ali as tentang pengharaman Nikah mut’ah pada hari khaibar. Hadits tersebut adalah sbb :

محمد بن أحمد بن يحيى عن أبي الجوزا عن الحسين بن علوان عن عمرو بن خالد عن زيد بن علي عن آبائه عن علي (عل) قال: حرم رسول الله (صلى الله عليه وآله)لحوم الحمر الاهلية ونكاح المتعة.

“Dari Muhammad bin Ahmad bin Yahya dari Abil Jauza’dari Husain bin Alwan dari Amru bin Khalid dari Zaid bin Ali dari Ayahnya dari kakeknya dari Ali as yang berkata “Rasulullah saaw pada hari Khaibar telah mengharamkan daging keledai jinak dan nikah mut’ah”. (Lihat Syaikh Thusi, al-Istibshar juz 3 bab Tahlil al-mut’ah hal. 142 hadits no. 5 dalam bab itu atau no. 511)

Memang benar bahwa hadits tersebut terdapat di dalam kitab al-Istibshar karya Syaikh Thusi juz 3 bab Tahlil al-Mut’ah hal. 142 hadits no. 5 atau no. 511; dan juga dalam Kitab Wasa’il Syiah jilid 21 hal. 12 riwayat no 26387. Sekarang mari kita kaji hadits tersebut untuk menguji kualitasnya.

Perhatikan bagaimana Syeikh Thusi memasukkan hadits tersebut dalam bab “Halalnya Mut’ah”, lalu mengapa Husein al-Musawi al-Kadzab memasukkannya sbg dalil “Haramnya mut’ah”..? Itulah sebabnya, maka tidak heran jika para ulama syiah tidak memperdulikan riwayat ini. Itulah sebabnya maka Syaikh Thusi dan juga Al-Hurr al-Amili menuliskan bahwa riwayat ini sebagai taqiyyah dalam periwayatan, karena halalnya nikah mut’ah adalah masalah yang dharuriyah dalam mazhab syiah”. (lihat Kitab Wasa’il Syiah jilid 21 hal 12). Adapun Sayyid Khu’i mengatakan bahwa riwayat dari Imam Ali as yang menyebutkan tentang pengharaman mut’ah pada hari Khaibar adalah palsu, sebab umat Islam masih terus mengerjakannya setelahnya.
وأما ما روي عن علي (عليه السلام) في تحريم المتعة فهو موضوع قطعا

(lihat Kitab al-Bayan fi Tafsir al-Quran karya Sayid Khu’i, hal. 322).

Beitulah para ulama syiah telah menolak riwayat di atas… lantas bagaimana sebenarnya kondisi riwayat itu sendiri.

Sebelum menguji kualitas hadits di atas nya, perlu kita ketahui dulu bahwa pembagian hadits berdasarkan kualitas perawinya menurut syiah adalah empat jenis yaitu :

1. Hadits Shahih, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh seorang penganut syi’ah Imamiah yang telah diakui keadilannya dan dengan jalan yang shahih.

2. Hadits Hasan, yaitu jika rawi yang meriwayatkannya adalah seorang syi’ah Imamiah yang terpuji, tidak ada seorangpun yang jelas mengecamnya atau secara jelas mengakui keadilannya.

3. Hadits Muwatsaq, yaitu jika rawi yang meriwayatkannya adalah bukan syiah, tetapi diakui sebagai orang yang tsiqat dan terpercaya dalam periwayatan.

4. Hadits Dha’if, yaitu hadis yang tidak mempunyai kriteria-kriteria tiga kelompok hadis di atas, seperti misalnya sang rawi tidak menyebutkan seluruh rawi yang meriwayatkan hadist kepadanya.

((catt : ada juga yg menyebut lima jenis dengan menambahkan satu jenis lagi yaitu Hadits Qawi/kuat, yakni hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang terpercaya).

Dengan memperhatikan sanad hadits Khaibar di atas, maka kita akan menemukan kualitas hadits tersebut. Hadits ini diriwayatkan dengan sanad sbb :

- Muhammad bin Ahmad bin Yahya al-Asyari dinyatakan tsiqah oleh para ulama (lihat Rijal an-Najasyi, hal. 348 no. 934; Kitab Rijal al-Hilli juz. 1 hal. 164 no. 1308; Kitab Wasail Syiah, juz 30 hal. 461)

- Abil Jauza’ namanya adalah Munabbih bin Abdullah juga dinyatakan tsiqah, shahih al-hadits (lihat Rijal an-Najasyi, hal. 421 no. 1129 dan hal. 459 no. 1252; Kitab Wasail Syiah juz 30, hal. 517; Naqd al-Rijal karya Sayid Mustafa juz 5, hal. 136 no. 5955)

- Husein bin Alwan tsiqah dan merupakan rijal ammah atau bukan orang syiah imamiyah (lihat Kitab Rijal al-Hilli juz 2, hal. 291 no. 8; Kitab Wasail Syiah, juz 30 hal. 354; Rijal an-Najasyi, hal. 52 no. 116; Naqd al-Rijal karya Sayid Mustafa jilid 2, hal. 103 no. 1481).

- Amru bin Khalid al-Wasithi juga merupakan rijal ammah atau bukan orang syiah imamiyah dan meriwayatkan dari Zaid (lihat Rijal an-Najasyi, hal. 228, no. 771; Kitab Rijal al-Hilli juz 2, hal. 292. no. 25; Kitab Wasail Syiah juz 30 hal. 438; Naqd al-Rijal karya Sayid Mustafa jilid 3, hal. 331 no. 3795)

- Zaid bin Ali merupakan putera Imam Ali zainal Abidin dan pemimpin Zaidiyah.

Dengan melihat sanad di atas, maka jelaslah bahwa hadits di atas bukanlah hadits shahih, tetapi hadits muwatsaq. Sebab ternyata Husein bin Alwan dan Amru bin Khalid al-Wasithi merupakan rijal ammah atau bukan orang syiah imamiyah. Hadits shahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang syiah yang jujur dan dipercaya, sedangkan hadits Muwatsaq adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang yang bukan syiah, tetapi diakui sebagai orang yang tsiqat dan terpercaya dalam periwayatan. Orang yang bukan syiah imamiyah di dalam ilmu hadits syiah disebut dengan istilah rijal ‘ammah. Pada dasarnya, Hadits muwatsaq ini bisa dijadikan hujjah jika haditsnya tidak bertentangan dengan riwayat-riwayat yang shahih dan telah diakui (Lihat Muhyiddin al-Musawi al-Guhraifi, Qawa’id al-Hadist, hal. 24-30).

Dan ternyata hadits ini bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang banyak jumlahnya dan ijma ulama syiah yang menetapkan bahwa kehalalan nikah mut’ah merupakan hal yang dharuriyat di dalam mazhab syiah. Dengan demikian hadits tersebut mengandung cacat dan tidak dapat dijadikan hujjah, terlebih telah dijelaskan sendiri oleh Syeikh Thusi dan al-Hurr al-Amili bahwa hadits tersebut merupakan taqiyah dalam periwayatan.

Keterangan di atas sudah cukup untuk menjadikan bukti akan kecacatan dan gugurnya hadits tersebut. Apakah Husein al-Musawi al-Kadzab yang mengaku mujtahid tidak mengetahui persoalan ini, atau dia sedang menerapkan jurus kura-kura dalam perahu, alias pura-pura tidak tahu sbg taktik untuk menipu..?? Ambillah pelajaran wahai orang yang berakal…!! wallahu a’lam.

About these ads

Comments on: "Bedah Buku: “Mengapa Saya Keluar dari Syiah”" (7)

  1. Mengapa Anda Keluar dari Syiah….??
    Jawabannya >> slain anda jahil n krn anda bkn syiah n ingin menjelek2kan syiah, walhasil mw pake cara apa ja asal syiah terbendung, krn tmbh lama sunni tmbh bnyak yg ikut syiah, krn tulisannya bgni mulu,wkwkwkwkwkwkwwk

  2. kebohongan apalagi yang akan ditampilkan oleh wahabi-wahabi.

  3. Gombloh gomblah gambleh said:

    Saya menemukan ketidaksempuranan ini dalam Islam. Tulisan ini murni pertanyaan saya mengenai islam. Tidak ada keinginan untuk memfitnah atau melakukan provokasi. Saya belajar islam dengan membaca buku dan berdiskusi dengan para tokohnya. Sebagian dari pertanyaan saya di bawah ini hanya dijawab dengan “katanya,” “wallahu alam, bisawaf,” “subhanallah,” dan sebangsa itu. Jawaban-jawaban yang tidak memiliki dasar logika, realita dan kebenaran. Jawaban yang hanya berdasarkan iman yang buta dan tidak bisa dianalisa dengan akal sehat. Yang saya temukan hanya dalih-dalih “pembenaran,” bukan kebenaran.
    Kalau ada yang mampu memberikan pencerahan pada saya untuk masalah-masalah ini, saya siap menukar agama saya dan menjadi seorang mualaf. Satu syarat tambahan agar saya mau jadi mualaf adalah adanya statement yang menjanjikan bahwa dengan menjadi mualaf, saya pasti akan masuk ke surga. Janji itu bukan dari manusia, tetapi dari pemilik kehidupan alias Tuhan.
    Sebaliknya, kalau tidak ada yang bisa menjawab, bersediakah kalian mengikuti agama saya?

    1. MI’ROD KE LANGIT KE TUJUH
    Imajinasi yang dibangun oleh Muhammad ini sulit untuk saya mengerti. Hanya manusia yang buta pengetahuan yang mau mempercayainya. Sedang manusia yang memiliki logika, masih menyimpan sejuta tanya mengenai benda berwarna biru yang membentang jauh di atas sana.
     Benarkah langit ada tujuh buah atau lebih?
     Kalau ada tujuh, bagaimana Muhammad menembus enam langit lain untuk bisa sampai ke langit ke tujuh?
     Apakah di langit pertama sampai langit keenam ada celah seperti langit-langit rumah dan Muhammad melewati setiap celah itu untuk mencapai langit di atasnya dan sebaliknya ketika turun?
     Kemudian di atas langit ke tujuh ada apa lagi. Ruang hampa atau benda padat yang tidak tertembus oleh apapun sehingga hanya mentok sampai ke situ?
     Lalu siapa yang berkuasa atas ruangan di luar langit ketujuh?
     Pada saat kembali ke bumi, bagaimana mungkin Muhammad bisa selamat tanpa hangus terbakar seperti meteor ketika memasuki atmosfir bumi, padahal meteor hanya berasal dari kolong langit yang sama dengan bumi sedangkan Muhammad berasal dari enam kolong langit di atasnya. Artinya kecepatan Muhammad yang hanya sekejap mata mencapai bumi adalah tujuh kali lipat kecepatan meteor yang menghujam atmosfir bumi?
     Jika langit itu bertingkap-tingkap sampai tujuh lapis, terbuat dari apakah benda yang disebut langit itu?
     Kalau kita berada di sebuah tempat, maka pandangan mata kita akan terbatas sampai ke sebuah cakrawala. Jika kita mencapai cakrawala yang ada di depan mata kita, maka akan muncul cakrawala baru di tempat lain. Begitu dengan langit. Ketika kita mencapai langit, di mana-mana hanya ada langit. Begitu seterusnya. Jadi berapa jumlah langit yang sebenarnya adalah merupakan rahasia Tuhan. Bagi saya, langit itu satu tetapi tidak bisa dihitung. Saya hanya bisa memandang satu langit tetapi tidak mampu menjelaskan seberapa luas satu kolong langit ini. Di satu kolong langit ini saja terdapat milyaran galaksi walaupun hanya dua yang sering kita sebut yaitu Bimasakti dan Andromeda. Dalam gugus galaksi Bimasakti ini terdapat milyaran bintang yang salah satunya adalah matahari kita. Kalau matahari saja hanya sepersekian milyar dari Bimasakti, bagaimana bisa kita membayangkan besaran satu kolong langit. Kalau satu kolong langit saja pikiran kita tidak mampu menjangkaunya, bagaimana mungkin Muhammad bisa mencapai langit ke tujuh secara fisik. Inilah yang saya sebut sebagai OMONG KOSONG alias NONSENSE! Ini pasti khayalan seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang tata surya. Bahkan boleh dibilang sama sekali tidak mampu memahami ilmu fisika maupun astronomi.
     Dengan mengatakan bahwa langit ada tujuh, maka Muhammad sudah membatasi kekuasaan Tuhan. Tuhan berkuasa tidak hanya sampai langit ketujuh tetapi ke seluruh jagat raya yang maha luas yang tidak terjangkau oleh pikiran manusia walaupun ia seorang yang diakui sebagai ‘nabi’.

    Mitos ini tidak lebih baik dari Harry Potter bikinan J.K. Rowling. Untung JKR tidak sedang membeberkan khayalan tentang dirinya sebagai Harry Potter sang pahlawan. Kalau saja dia mempromot dirinya sebagai Harry Potter, saya bersumpah bahwa pengikutnya akan jauh lebih banyak dari pemeluk islam sekarang yang diklaim sebesar 1.7 milyar jiwa.

    2. ALKURAN KOREKSI BUAT KITAB SUCI TERDAHULU.
    Islam selalu bangga dengan jargon yang satu ini. Dikatakan bahwa alkuran adalah penyempurna Injil, Taurat dan Mazmur! Klaim ini tidak diketahui dilakukan atas dasar apa? Pertanyaan yang terkait dengan klain ini adalah :
     APA TUHAN PERNAH BERBUAT SALAH, SEHINGGA KARYANYA HARUS DISEMPURNAKAN oleh Muhammad?
     Kalau benar, dimana letak kesalahan perbuatan Tuhan?
     Kalau klaim ini benar, atas kuasa dari mana Muhammad diperbolehkan melakukan koreksi atas pekerjaan Tuhan?
     Terus kalau kitab terdahulu dikatakan tidak sempurna dan salah, apakah Tuhan perlu meminta maaf kepada umat dan para nabi yang lahir sebelum Islam?

    Adalah dosa yang amat besar jika manusia melakukan koreksi atas pekerjaan Tuhan. Apalagi kita meyakini bahwa TUHAN ADALAH SEMPURNA dan SELURUH CIPTAANNYA ADALAH SEMPURNA. Siapa yang berani menyangkalnya.
    Jadi kalau sekarang ada yang mengatakan bahwa alkuran adalah untuk menyempurnakan kitab terdahulu akan sama saja mengatakan bahwa Tuhan (pernah) tidak sempurna. Barangsiapa menyangkal kesempurnaan Tuhan, dialah KAFIRUN BIN MURTADIN BIN MUSRYIKAN BIN LAKNATUN sejati. Tidak perlu bukti dan tidak perlu saksi karena mulut kalian sendiri yang mengatakannya.
    Kalian hendaknya sadar bahwa BUKAN PEKERJAAN TUHAN YANG HARUS DIKOREKSI, MELAINKAN PERILAKU MANUSIA YANG MENYIMPANG DARI AJARAN TUHANLAH YANG HARUS DISEMPURNAKAN.

    3. GOA HIRA
    Setiap umat Islam pasti mengenal nama goa yang satu ini. Di sinilah pertama kali Muhammad menerima ‘wahyu’. Katanya. Saya bilang ‘katanya’ karena dari siapa dia menerima wahyu itu, tidak ada yang bisa memastikannya. Saat itu hanya ada Muhammad dan Jibril (katanya, lagi!). Tidak ada pribadi lain yang menjadi saksi kejadian itu. Ada beberapa alasan yang menurut pendapat saya bahwa peristiwa itu hanyalah khayalan yaitu :

     Tempat itu sungguh gelap. Tidak mungkin membedakan malaekat dan setan atau iblis. Oleh karena itu siapapun, termasuk kita, dapat menyusun cerita fiktif seperti itu demi keuntungan pribadi. Seperti seorang terdakwa melakukan pembelaan dengan berbagai alibi versinya sendiri agar terhindar dari hukuman..
     Saya meyakini bahwa yang datang kepada muhammad saat itu bukanlah malaekat. Alasannya, malaekat dan seluruh makhluk ‘pro’ Tuhan tidak tinggal dalam kegelapan.
     Saya meyakini bahwa yang datang pada Muhammad adalah iblis. Semua tempat gelap adalah domisili yang paling disukai oleh semua makhluk yang anti Tuhan. Di dalam gelapnya goa itulah iblis leluasa menggarap Muhammad yang sedang frustasi dan depresi. Pas banget. Muhammad yang sedang memiliki masalah lari ke tempat tinggalnya si iblis. Bukankah orang yang sedang kosong dan dalam kesendirian seperti itulah yang paling mudah kesurupan. Itulah sebabnya Muhammat lari terbirit-birit karena takut.
     Seharusnya, Muhammad tidak perlu takut setelah yang datang mengakui dirinya adalah JIBRIL sang Malaekat. Tetapi dia justru kabur, menggigil ketakutan dan membenamkan mukanya di ketiak Hadijah. Satu-satunya alasan yang bisa membuat Muhammad takut adalah bahwa dia telah bertemu dengan hantu di Goa Hira yang gelap.
     Siapa saksi yang bisa meyakinkan peristiwa ini benar-benar terjadi? Inilah bedanya antara islam dengan agama lain. Turunnya wahyu agama lain memiliki saksi, bahkan kemudian dibukukan oleh saksi, bukan oleh penerima wahyu alias sang nabi yang bersangkutan. Tetapi Muhammad menerima sekaligus menuliskannya sendiri, tanpa saksi. Seperti seorang novelis menuliskan karyanya atas dasar imajinasi yang dibangunnya sendiri. Tidak perlu persetujuan maupun pendapat orang lain.
     Mengenai kehadiran saksi ini sangat tidak konsisten. Orang lain memerlukan kehadiran minimal dua saksi, tetapi peristiwa mi’rod dan gua hira ini banyak dipercayai orang walaupun tidak ada saksi. Sulit bagi saya untuk mengerti dan memahami inkonsistensi ini.

    4. MINTA WAHYU
    Tuhan menurunkan Kitab Taurat, Mazmur dan Injil bukan karena diminta oleh para ‘pembawanya.’ Apalagi melalui pertapaan seperti Muhammad. Jauh sebelumnya Tuhan sudah bernubuat bahwa kepada pribadi pilihanNyalah kitab-kitab itu akan diturunkan. Para nabi pendahulu tidak pernah meminta. Bahkan ada yang menolaknya karena ‘tahu diri’ bahwa dia tidak pantas mengemban misi suci itu.
     Nabi Musa yang menyadari bahwa dia tidak lancar bicara.
     Nabi Yunus yang menolak perintah Tuhan tetapi kemudian ditelan ikan paus raksasa selama tiga hari.
     Isa AS alias Yesus Kristus yang mengatakan kalau boleh semua itu berlalu dari padanya.

    Ketiga nabi ini adalah contoh kerendahan hati dan mendahulukan orang lain. kalian ingin tugas dari surga ini sebaiknya diberikan kepada orang lain yang jauh lebih baik dari mereka. Sebaliknya Muhammad. Dia meminta-minta di tempat gelap (tempatnya para iblis) karena merasa mampu (bentuk kesombongan) mengemban misi si iblis. Dia tidak sadar bahwa membacapun dia tidak bisa. Namun sekarang jadi sangat aneh. Banyak doktor dan profesor yang mempercayai seorang buta huruf yang tidak berpengetahuan tetapi mampu mengkhayalkan berbagai kenaifan seolah menjadi kenyataan seperti JK Rowling. Mau tahu hal-hal naif yang dikatakan dan dilakukan Muhammad? Baca terus tulisan ini sampai tuntas.
    Saudaraku, coba dipelajari semua kitab suci, jangan hanya alkuran tok yang dibaca. Disana (Injil, Weda, Tripitaka, Kong Hu Tsu, Primbon Jawa, Almanak maupun manuskrip lainnya) tidak ada ayat-ayat keji seperti yang tercantum dalam alkuran. Semua mengenai kasih, kesabaran, kepasrahan total, kedamaian dan pengampunan. Kalau memang kalian sudah membaca dan berkesimpulan bahwa islam adalah yang terbaik, dipersilahkan saja tetap jadi islam. Setidaknya, kalian telah memilih dari beberapa opsi yang semuanya sudah dipahami, bukan dari opsi tunggal buta tanpa mengerti mengapa memilih opsi satu-satunya itu. Apa enaknya memilih satu dari satu seperti tidak ada pilihan lainnya. Mau tidak mau harus diambil gitu. Padahal untuk beli sepatu saja, kalau sudah tidak ada pilihan lain, kita pasti tidak akan ambil. Siapa tahu ukurannya terlalu sempit atau longgar, lemnya sudah ada yang mengelupas, ada cacat di bagian tertentu dan seterusnya.

    5. MENINGGAL DI KASIH 72 BIDADARI
    Bagi saya, ini adalah mimpi gila atau nalar liar.Pertanyaan liar saya kemudian mengemuka seperti berikut :
     Bagaimana mungkin di surga islam kita bersuka ria dengan para bidadari yang demikian banyak sementara isteri kita hanya menjadi penonton ‘pertunjukkan blue film’ yang dimainkan oleh suaminya sendiri’ dengan bidadari lain?
     Perempuan mana yang rela ‘tersingkir’ dari posisinya sebagai ‘isteri’?
     Mengapa yang mendapat upah hanya lelaki sedang perempuan tidak?
     Betapa celakanya perempuan islam. Di surgapun mengalami siksaan batin yang tidak kalah menyakitkan jika dibanding dengan di neraka.
     Jika ada diantara kalian yang kedua orang tuanya sudah meninggal, bayangkanlah bahwa saat kalian membaca tulisan ini ayah kalian sedang ngeloni para bidadari itu dan ibu kalian menonton adegan itu sambil mengucurkan air mata meratapi nasibnya karena posisinya digantikan oleh para wanita pelacur dari surga islam! Apakah kalian akan masa bodoh dengan kejadian itu?
     Kalau benar, lantas dimana hati kalian yang selalu mengatakan bahwa surga islam berada di telapak kaki ibu?
     Tidakkah anda ingin berbakti dengan ibu kalian untuk mendapatkan surga islam kelak?
     Kalau benar surga islamdi telapak kaki ibu, seharusnya kalian menghajar ayah kalian dan semua ‘pelacur’ itu. Kalau kalian tidak melakukan itu berarti kalian tidak mengikuti ajaran Muhammad yang selalu menempatkan wanita pada tempat yang paling mulia (Masa, sih). Sebaliknya kalau kalian mengikuti ajaran Muhammad, maka sama saja kalian menistakan wanita yang salah satunya adalah ibu kandung kalian. Ajaran ini sungguh mendua. Ikuti ajaran surga islam mendapat 72 bidadari tetapi menistakan ibu, ikuti ajaran surga di telapak kaki ibu berati menentang ajaran mengenai hadiah bidadari itu sendiri. Ikut salah gak ikut salah pula. Jadi mesti gimana, dong?

    Lagipula, apa roh kita nanti masih mengenal nafsu syahwat alias libido. Hai, boss. Libido itu hanya dikenal jika kita memiliki syaraf-syaraf yang bisa mengekspresikannya. Contohnya begini. Ketika kita masih kecil, seluruh piranti seksual kita lenkap. Tetapi karena semua itu belum berfungsi, maka kita tidak memiliki libido seksualitas.
    Begitu juga ketika kita sudah meninggal dan hidup dalam dunia roh. Piranti seksual kita sudah tidak punya fungsi karena syarafnya sudah mati. Bagaimana kita bisa melampiaskan nafsu birahi itu dengan para bidadari, sedang ketika kita masih kecil saja yang memiliki piranti lengkap tidak pernah berpikir mengenai hubungan seks. Waw, apa kita tidak tersiksa batin ketika melihat bidadari cantik-cantik di hadapan kita, kemudian nafsu kita bangkit namun tidak bisa berbuat apa-apa karena kita sudah tidak punya peralatan seks yang dilengkapi dengan syaraf-syaraf motorik untuk memenuhi hasrat basic instinct kita? Kasihan lah yauwww!

    6. MENINGGAL DIBUATKAN 40 MESJID
     Emangnya Tuhan itu seperti tukang bangunan yang setiap hari membuatkan mesjid untuk orang-orang seperti kalian? Emangnya Tuhan kurang kerjaan. Yang ada dan kalau benar, kalian tidak perlu meributkan tempat ibadah seperti itu. Tuhan tidak menuntut kalian memiliki tempat ibadah pribadi. Dia hanya memintamu membawa hati yang suci.
     Lagi pula kalau kalian dibuatkan 40 buah mesjid, bagaimana cara kalian merawatnya? Tidak perlu dirawat? Atau Tuhan lagi yang harus melakukaknnya? Oo, apa kalian pikir bahwa kalian akan menjadi bos di surga yang bahkan Tuhanpun menjadi “pesuruh” kalian! Lho kok enak.

    7. ISKAK vs ISMAEL
    Kalau saja Abraham dan Sarah tetap setia pada firman Tuhan yang akan menjadikan keturunan kalian bangsa yang besar, maka dapat dipastikan bahwa Ismail tidak akan pernah lahir di muka bumi. Kalian pasti setuju dengan statement ini karena dalam riwayat yang kalian bangun selama inipun menyebutkan bahwa Ismael lahir dari isteri selir yang diberikan oleh Sarah. Kenyataannya baik Iskak maupun Ismael telah terlahir. Keduanya adalah anak Abraham dari isteri (Sarah) dan budak isterinya (Hagar). Iskak adalah anak Sarah (isteri pertama alias permaisuri) dan Ismail adalah anak Hagar (isteri kedua alias selir yang diambil dari budak keturunan Mesir). Dari sini sebenarnya sudah sangat jelas, siapa yang layak disebut pewaris utama. Tetapi Islam selalu mengklaim bahwa si anak budaklah yang lebih berhak.
    Anak dari permaisuri dan anak dari selir jelaslah berbeda hak, kewajiban dan kedudukannya. Dalam sejarah umat manusia, belum pernah ada seorang anak selir yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari anak permaisuri. Kalau dalam dongeng-dongeng pernah ada, itu hanya bersifat sementara karena diperoleh dengan cara culas. Kecurangan yang biasanya dilakukan oleh si selir. Hagarpun melakukannya seperti itu. Sudah dikasih suami, masih mau merebut kedudukan suami untuk diberikan pada anakNya.
    Sudahlah, jangan pernah keras hati, memang begitulah adanya. Iskaklah yang merupakan putra mahkota dari Abraham sang Bapa Orang Percaya itu, sedangkan Ismael hanyalah anak yang lahir karena ketidakpercayaan Abraham maupun Sarah akan janji Tuhan. Kalau ada diantara kalian yang menjadi isteri pertama dari kehidupan poligami, relakah kalian jika kedudukan putra pertama kalian digusur oleh anak dari madumu sendiri. Apakah kamu akan lebih mencintai anak tirimu daripada anakmu sendiri sehingga kalian rela untuk menyingkirkan anakmu dan menggantikannya dengan anak tirimu. Kalau kalian rela, pasti kalian manusia setengah malaekat. Suami direbut orang, anakmu disingkirkan oleh anak orang yang merebut suamimu. Luarrrrrr biasa!

    8. IBADAH SELALU HITUNG-HITUNGAN PAHALA
    Saya selalu merasa geli dan senyum-senyum kalau melihat ustad dan ustadzah bicara di televisi. Apalagi seputar bulan Ramadhan. Gilanya semakin menjadi-jadi. kalian selalu bilang kalau membuka alkuran pahalanya sekian kali, kalau membaca sekian kali, kalau salat tahajud sekian kali dan seterusnya.
    Tetapi belum pernah saya mendengar kalian mengatakan kalau mencuri dosanya sekian kali, kalau berzinah dosanya sekian kali dan seterusnya (juga). kalian begitu terampil menghitung pahala tanpa kalkulator di tangannya.
     Apa nanti kalau mati membawa juga kalkulator ke kuburan untuk hitung keuntungan seperti tukang kredit setor ke boss. Ehh, terus gimana kalau baterenya mati, apa kalian bangkit dan pergi ke warung Mas Dul untuk beli batere. Wah, ya serem dong ah.
     Udah gitu kalau untuk urusan dosa ini tidak konsisten banget. Katanya kalau mencuri mesti dipotong tangan, tetapi kalau berzinah, kenapa tidak dipotong tititnya ya? Bingung euy!

    9. TERIAK MEMANGGIL AULOH
    Ibadah orang Islam juga menggelikan. Pakai pasang loudspeaker segala.
     Apa karena Aulohnya jauh sehingga harus dipanggil pakai pengeras suara yang berisik dan bising?
     Pakai pengeras suara supaya orang lain tahu bahwa kalian sudah sholat / sembahyang? Lho, kalian itu beribadah pada Tuhan atau pada sesama manusia? Tuhan pasti tahu kalau kalian sudah beribadah walaupun kalian tidak memberitahunya. Tapi entahlah kalau kalian beribadah untuk mendapat pujian dari orang lain. Kalau dugaan ini benar, kalian sudah mendapat upahnya di dunia, sehingga di surga tidak mendapat apa-apa lagi.
     Boss, saya pernah mendengar anekdod begini. Orang Kristen memanggil Tuhan dengan sebutan “BAPA” orang Hindu dan Budha dengan sebutan “OM.” Kalian tahu kenapa? Ya karena umat dari agama-agama itu memiliki kedekatan hubungan dengan Tuhan. Khusus mengenai orang Kristen, Tuhan sendiri yang meminta dipanggil BAPA karena Dia sangat mengasihi manusia seperti seorang ayah mengasihi anaknya sendiri. Itulah sebabnya kami tidak ragu untuk menyapaNya dengan BAPA kapanpun kami mau. Persis seperti anak-anak saya selalu memanggil saya kapanpun dia membutuhkannya. Tidak ada jadwal khusus bagi buah hati saya untuk memanggil dan berbicara dengan saya. Jarak antara saya dengan anak saya hanya satu kata “ayah, papi, deddy dan sejenisnya.” Kecuali bapak. Sebutan ini saya hindari untuk membedakan siapa yang memanggil. Anak buah di kantor, tukang becak, tetangga dan orang lain sudah menggunakan kata “bapak”, maka saya ingin anak saya menggunakan kata yang special ketika memanggil saya. Kadang panggilan ini tidak terucap tetapi saya bisa mendengarnya karena saya memiliki ikatan batin dan ikatan emosional dengan mereka. Apakah kalian marah kalau anak-anak kalian memanggil kalian karena dia membutuhkan kalian pada saat kalian sedang tidur, bekerja, mandi atau bermesraan dengan isteri (bunda mereka, bukan ibu tiri mereka)? Itulah hebatnya Tuhan kami yang menjadi BAPA bagi kami. Dengan begitu, kami tidak perlu memanggilnya dengan teriakan, cukup dengan bisikan halus dan lembut dan hatiNyapun akan segera terketuk.Berbeda dengan kalian. Kalian tidak percaya diri memanggil dengan suara yang keluar dari mulut sendiri. Kalian memerlukan bantuan pengeras suara karena kalian merasa bahwa Auloh, Tuan kalian, berada di tempat yang sangat jauh. Kalau kalian merasakan bahwa Auloh ada di hati kalian, cukup kalian berbisik untuk memanggilnya. Setuju? Jika setuju…buanglah sekarang juga setiap pengeras suara di mesjid-mesjid yang hanya menghasilkan polusi suara dan kebisingan. Kalian beribadah bukan pada manusia bukan? Kalau ya, kapanpun kalian beribadah, biarlah hanya Auloh yang tahu. Manusia lain tidak perlu tahu atau diberitahu melalui pengeras suara itu bahwa kalian sudah beribadah. Yang penting, Tuhan tahu bahwa kalian sudah beribadah walaupun tanpa pengeras suara.

    10. POLIGAMI
    Boss, tolong dilihat tulang rusuk kalian, Berapa biji yang hilang? Tulang rusuk Adam dulu hanya satu kok yang ‘dicuri’ oleh Tuhan, tetapi kemudian dikembalikan lagi dalam bentuk HAWA si manusia perempuan itu. Tuhan mengambil satu kembali satu. Bukan ambil satu kembali empat. Jadi dari sananya, Tuhan menciptakan manusia itu sepasang dan perpasang-pasangan. Satu lelaki pasangannya satu perempuan. Bukan satu lelaki empat perempuan.
    Kalau dalam perjalanan selanjutnya terjadi poligami, itu merupakan kegagalan manusia dalam mengemban firman Tuhan. (Ini perilaku manusia yang perlu diperbaiki, bukan firman Tuhan yang tidak sempurna kemudian disempurnakan oleh kitab berikutnya). Biasanya orang yang gagal selalu mencari dalih untuk pembenaran.
    Kita menyaksikan prototype poligami yang berakibat sangat buruk. Apakah keturunan Iskak (Israel) dan keturunan Ismael (Arab) akur walaupun perjalanan waktu kalian sebagai saudara tiri sudah melampau masa empat ribu tahun? Itulah, boss. Jangan mencari pembenaran untuk poligami dengan dalih-dalih yang mengada-ada. Tetapi jalanilah hidup ini dalam kebenaran sejati yang dari Tuhan.
     Coba kalian bayangkan, bagaimana perasaan ibu atau anak kalian seandainya kalian yang menjadi korban poligami. Akankah kalian mendukung tindakan suami-suami kalian dan membiarkan orang-orang yang kalian kasihi menderita luka batin karena kehadiran perempuan lain dengan kedudukan yang sama dengan ibu atau putri kalian Saya tidak mampu membayangkannya jika itu terjadi pada keluarga saya dan ibu / putri saya harus berbagi suami dengan perempuan lain. Mungkin saya akan mengusir ayah / menantu saya untuk menjauhi kehidupan ibu / putri kami. Bagaimana dengan kalian? Jika ibu/anak kalian wanita sejati yang kalian sayangi menjadi korban poligami, kalian pasti setuju dengan pendapat saya.
     Poligami hanyalah pembenaran untuk kalian yang gagal mengendalikan libido sexualis alias gila seks atau sexmania.

    11. PHAEDOPHILIA
    Ibarat buah mangga, korban phaedophil ini seperti pentil yang masih sangat muda tapi dipetik paksa. Walaupun rasanya asem, tetap ada penggemarnya, seperti wanita yang lagi ngidam. Dalam keadaan normal, orang tidak akan doyan karena membuat gigi ngilu. Membayangkan rasanya saja terkadang membuat liur sudah keluar. Ia baru terasa enak ketika sudah masak. Sudah masanya untuk dipetik dan dinikmati. Apalagi yang masak pohon.
    Suka atau tidak, setuju atau tidak, Muhammad merupakan tokoh pedophilia sejati. Jangan butakan mata dan matikan perasaan kalian karena dogma agama yang tidak mengindahkan nilai moral. Kita harus konsisten. Agama harus mengajarkan moralitas yang tinggi. Tetapi menikahi dan meniduri anak bau kencur adalah tindakan amoral yang sangat parah.
     Bayangkanlah kalau anak kalian yang baru berumur 7 tahun alias masih pentil, dilamar oleh bandot yang umurnya lebih tua dari kalian sendiri. Apa kalian tidak merasa sakit bahkan lebih sakit dari anak kalian sendiri ketika umurnya belum genap 10 tahun tapi sudah dikelonin sang bandot?
     Apa anak kalian itu tidak akan menjerit ketika perkosaan legal ini menimpa dirinya yang organ kelaminnya masih jauh dari sempurna, sedangkan perempuan dewasa saja masih kesakitan ketika melakukan coitus pertama? Saya rasa hanya sesama bandotlah yang tidak iba terhadap nasib anak gadis kecilnya jatuh ke tangan bandot seperti Muhammad! Sadarlah bahwa sunnah yang satu ini hanyalah kedok dari ketidakmampuan Muhammad untuk mengendalikan sifat pedophil-nya yang kronis, sehingga dia memerlukan dalil pembenaran perilaku seksualnya yang menyimpang. Tanpa payung ‘hukum’ seperti ini, Muhammad akan decerca oleh manusia beradab lainnya. Tetapi karena dia sudah menciptakan hukumnya sendiri maka dia bisa terbebas dari jerat jeruji besi dan bahkan dianggap sebagai contoh yang baik dalam menjalankan sunnah.

    Kalau ada diantara kalian yang setuju dengan sunnah ini, aku berharap (maaf bukan berdoa) agar anak cucu kalian dilamar orang ketika kalian baru berumur tujuh tahun. Kalau ada yang marah berarti kalian menghina nabi kalian sendiri, sedang kalau kalian setuju berarti kalian mengakui bahwa dalam agama kalian memang menjunjung tinggi dan mendukung perilaku pedophilia. Pilihan yang sulit. Tapi kalian harus tetap memilih.

    12. AYAT (PEMBENARAN) PEMBUNUHAN
    Ayat kalian yang mengatakan bahwa Yahudi dan Nasrani akan selalu melakukan tipu daya terhadap kamu sampai kamu mengikuti agama kalian adalah ayat fitnah yang amat keji.
    Agama dan nabi lain mengajarkan kasih dan pengampuan terhadap kalian yang bersalah. Hindu, Budha, Khong Hu Tsu dan Kristen yang kalian sebut sebagai kaum kafirun sangat mengasihi dan menyayangi semua bentuk kehidupan. Tetapi saya heran bin bingung, mengapa Islam dan nabinya memerintahkan untuk membenci dan membunuh umat lain. Inilah akar permasalahan dari Islam. Islam bangga terhadap ayat ini. Bahkan tanpa malu-malu mengekspresikannya di depan umum dan umat agama lain.
    Percayalah saudaraku. Orang Kristen, Orang Budha, Orang Hindu, Orang Khong Hu Tzu semuanya menyayangi kalian. Tidak ada satupun diantara kami yang memusuhi, mendzalimi dan menganiaya kalian. Kalian boleh melongok ke dapur kami, kalian boleh menengok ke dalam hati kami. Sekali-kali kami tidak memiliki kebencian pada kalian karena ajaran kami tidak boleh membenci sesame manusia walaupun berbeda agama. Alasannya sederhana. Kebencian adalah awal dari pembunuhan. Jadi kalau kami membenci, hukuman yang harus kamu terima sudah sama dengan membunuh. Makanya kalau kami tidak boleh membunuh, maka kami tidak boleh membenci juga.
    Oleh karena itu, saya sangat prihatin kalau ada agama yang mengijinkan umatnya untuk melakukan tindak kejahatan atas nama Allah. Jauhilah segera ajaran ini. TUHAN MENCIPTAKAN KEHIDUPAN, BUKAN KUASA MANUSIA UNTUK MEMBUNUHNYA. Kalian sering bilang bahwa hidup dan mati itu di tangan Tuhan. Jalankan pedoman hidup ini dengan benar. Jangan sekali-kali melanggarnya atas alasan apapun.

     Sikap dan tindakan nasrani dan yahudi yang manakah yang kalian curigai sebagai tipu daya, sedang kami sendiri dilarang untuk berbohong oleh iman kami?
     Apakah kalau kami memberi sesuatu kepada kalian atas dasar ketulusan hati dan kasih kalian terjemahkan sebagai tipu daya?
     Jika demikian, bagaimana amalan bahwa tangan yang diatas (yang memberi) lebih mulia dari yang dibawah (menerima), tetapi jika pemberian selalu dianggap sebagai tipu daya, apakah itu tidak berarti menistakan sesuatu yang mulia?
     Apakah kasih sayang kami akan selalu kalian balas dengan kebencian dan pembunuhan terhadap kami hanya karena semangat demoralisasi ayat tersebut?

    Islam masih eksis dan tidak ada mesjid yang dibakar oleh pemeluk agama lain. Itu bukti bahwa kami tidak pernah melakukan tipu daya agar kalian mau menjadi nasrani maupun yahudi. Bagi kami, iman kalian adalah urusan kalian dengan Tuhan. Kalian bisa menjadi apa saja karena Tuhan, bukan karena manusia seperti kami.
    Kalau ada perusakan terhadap tempat ibadah kalian, biasanya dilakukan oleh islam sendiri dari aliran lain atau karena kemarahan umatnya sendiri. Namun begitu, kalian selalu menuduh bahwa semua itu adalah konspirasi nasrani maupun yahudi. Lihatlah sendiri bahwa di dalam islam sendiri sangat banyak aliran dan masing-masing menduduh aliran yang lain adalah sesat.
    Anehnya, pengikut aliran yang dianggap sesat biasanya lebih cool dan damai. Sebaliknya yang menganggap dirinya ‘tidak sesat’ justru mbingungi. Bukankah seharusnya yang tersesatlah yang harus bingung?

    13. NIKAH MUDA VERSUS ZINAH
    Islam juga mengajarkan kehidupan rumah tangga yang aneh. Kadang orang tua menikahkan anaknya atas alasan “DARI PADA ZINAH.” Hai Boss, lembaga perkawinan bukan legalisasi hubungan seksual belaka. Banyak faktor lain yang terlibat didalam perkawinan. Misalnya faktor ekonomi, mental, moral, sosial, kematangan fisik dan sebagainya. Kalau hanya masalah seksual saja yang dipikirkan, bagaimana kalau kalian nanti tidak mampu mencari nafkah sendiri, bagaimana kalau punya anak dan harus menghidupi keluarganya dan sebagainya. Akibatnya seperti kenalan saya. kalian menikah di usia belasan. Saat ini anaknya berumur tiga tahun tapi belum mampu bicara satu patah katapun. Hati saya tersayat karena keadaan itu. Entah apa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Sedih banget, Mbakyu.
    Saya setuju bahwa zinah memang dilarang, tetapi apa benar bahwa itu merupakan satu-satunya alasan untuk menikah. Memang benar bahwa nikah tanpa seks itu mustahil, tetapi kalau pikirannya hanya seks dan seks saja saya kira perlu dikaji ulang alasan pernikahannya.
     Apakah ada jaminan bahwa orang yang sudah menikah pasti tidak akan berbuat zinah?
     Apakah berkeluarga hanya melulu urusan kebutuhan barang di selangkangan?
     Tidakkah kalian lihat bahwa sebagian besar pengunjung lokalisasi dan rumah bordil orang-orang yang sudah berpengalaman dalam hubungan seksual legal alias sudah menikah yang menginginkan pelayanan yang bervariasi dan berbeda dengan ‘menu’ sehat yang disediakan di rumah?

    14. PEREMPUAN TIDAK MASUK SURGA SENDIRI
    Saya heran kalau masih ada perempuan yang mau beragama Islam. Bagaimana tidak. Perempuan dalam Islam, bagi saya, tidak ubanya seperti barang. Dia tidak bisa naik ke surga islam sendirian. Ia harus mengikuti suaminya. Kalau suaminya ke surga, secara otomatis diapun ke surga, tetapi sebaik apapun perempuan kalau suaminya ke neraka, diapun harus mengikutnya.
    Ajaran ini seperti menjimplak ajaran Hindu jaman dulu (Rekan Hindu, mohon koreksi kalau salah). Jaman dulu kalau seorang pria Hindu meninggal dan kemudian mayatnya dibakar, maka si isteripun harus masuk ke dalam api pembakaran. Oleh karena itu saya bertanya :
     Kalau ajaran Islam isteri harus ikut suami, lalu untuk apa seorang isteri beribadah, menjadi orang baik dan sebagainya kalau nasibnya hanya akan ditentukan oleh pahala / dosa suaminya? Ketahuilah saudaraku, dalam Hindu, Kristen maupun Budha dan Kong Hu Tzu, setiap orang bertanggung jawab terhadap amal dan dosanya sendiri-sendiri. Perempuan bisa mencapai surga / nirwana tanpa ketergantungan pada orang lain. Sangat mengerikan kalau anak perempuan saya atau ibu saya harus mendapat siksa neraka karena dosa yang tidak pernah diperbuatnya.
     Relakah jika putri kalian yang sudah dididik menjadi wanita solehah harus mengalami siksa neraka hanya karena perilaku menantu kalian yang menjadi koruptor, malingor, rampokor, copetor dan sebagainya?

    Di surgapun, seorang perempuan juga tetap sengsara. Mengapa? Dia hanya akan menjadi penonton karena suaminya main dengan 72 bidadari, bukan dengan isterinya. Ooo, sengsaranya perempuan islam. Di dunia diperbudak, disurgapun tidak punya status.

    15. HAK PEREMPUAN DAN FITNAH
    Ketika di lingkungan saya akan membangun sebuah musala kecil dengan daya tampung terbatas, seseorang bertanya, “Ibu-ibu kalau mau shalat dimana?” Kemudian seseorang yang lain menjawab, “Ibu-ibu di rumah. Perempuan keluar rumah menimbulkan fitnah!”
    Ufh, saya hampir tertawa terbahak-bahak kalau tidak menyadari bahwa saya sedang berada di tengah umat yang selalu marah. Alasannya, kalau isteri kalian difitnah orang, yang salah yang memfitnah atau isteri kalian sebagai korban? Saya kok sulit menerima pemikiran bahwa perempuan Islam adalah perempuan yang dipermuliakan sehingga harus dilindungi di dalam rumah. Saya setuju kalau lelaki harus melindungi perempuan, tetapi saya tidak setuju kalau perempuan selalu dikorbankan dengan dalih seperti itu. Berikan posisi perempuan sesuai dengan peran yang dijalaninya. Kalau dia difirnah jangan dia yang dihukum. Sementara yang memfitnah alias pelaku kejahatan dibiarkan melenggang dari fitnah ke fitnah. Cukup kita buktikan bahwa fitnah yang ditimpakan kepadanya tidak benar.
     Mengapa kalian takut difitnah? Saya lebih takut memfitnah daripada difirnah. Sebagai umat, agama saya sudah sering difitnah. Hampir tiap hari. Itulah sebabnya kami hanya berdiam diri atas alasan, asal bukan kami yang memfitnah. Lucunya, kami sebagai kurban fitnah ini malah dihukum, bukan pelakunya yang dihukum!
     Dalam kasus isteri difitnah, mengapa perempuan itu yang harus menerima hukuman?

    16. IBADAH VERSUS ZINAH
    Umat Islam mempunyai kewajiban untuk pergi ke Mekah sekali seumur hidup dengan istilah berhaji. Tapi tahukah kalian apa yang dilakukan pria Arab ketika kalian pergi beribadah ke Mekah? kalian sibuk asyik masyuk berzinah di Puncak. Di negara kita. Kalau di Mekah di sebut musim haji, maka pada saat yang sama di Puncak ada musim Arab. Kenapa?
    Pada saat yang sama rumah-rumah kalian di Mekah disewakan kepada para jemaah haji dan hasilnya kalian bawa ke Puncak untuk memuaskan hawa nafsu birahinya. Jadi secara tidak sadar, kalian yang pernah naik haji telah membiayai kalian untuk berzinah di Indonesia (pula). Tidak percaya? Coba kalian selidiki sendiri. Jangan mentang-mentang orang Arab selalu dianggap suci. Justru orang Arablah sebenarnya orang yang paling jahat di dunia! Paling tidak, itu kata teman saya yang seorang ustad dan pernah tinggal di Arab Saudi untuk waktu yang cukup lama. Makanya saya sangat heran kalau ada orang yang selalu mengagungkan segala sesuatu yang berbau Arab, seperti tulisan arab, uang arab/riyal, kuda arab atau madu arab yang bikin penis kita tegang tujuh hari tujuh malam karena sudah dicampur dengan obat kuat. Keponakan saya yang lulusan pesantren pernah menderita ‘ereksi permanen’ ini karena minum madu arab yang sangat diagungkan itu.

    17. PERANG-PERANG ISLAM
    Islam adalah satu-satunya agama yang selalu mengklaim sebagai pembawa damai tetapi disebarkan melalui jalan perang. Dua keadaan yang sangat kontras dan ekstrim. Lihatlah agama lain. Budha, Hindu, Khong Hu Tzu maupun Kristen, didirikan oleh tokoh-tokoh yang tangannya tidak ternoda oleh darah. Bahkan dalam ajaran mereka, kalian wajib mengasihi siapapun, bukan memusuhi apalagi membunuh.
    Boss, sadarlah bahwa hanya dalam Islam saja orang mengenal permusuhan antar umat beragama. Dalam Islam saja orang boleh memusuhi orang lain. Sedang dalam agama lain, musuhpun wajib dikasihi termasuk kalian walaupun kalian sering kali memusuhi kami, menindas kami, membakar tempat ibadah kami.
    Saya prihatin sekali. Kadang kalian memerangi “lawan” yang sama sekali tidak memusuhi dan tidak sedang membawa senjata. Dalam konvensi internasional, seorang tentara musuh dilarang menyerang warga sipil maupun tentara lawan yang tidak sedang memegang senjati. Tetapi kalian selalu menganggap orang yang sedang beribadah sesuai dengan ajaran agamanyapun adalah lawan yang berbahaya yang harus kalian musnahkan.
    Peperangan sesama manusia adalah aib. Tetapi Islam justru membanggakan cerita perang ini turun-temurun. Perang itu sesuatu yang harus dihindari dan hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila keberadaannya terancam. Untuk bela diri gitu loh.

    18. MUHAMMAD KETURUNAN IBRAHIM TETAPI BUKAN YAHUDI
    Selama ini kalian sudah didoktrin bahwa Ibrahim (Abraham atau Abram) bukan orang Yahudi. Padahal semua bermula dari Abraham yang tidak setia menunggu janji Tuhan untuk digenapi. Suka atau tidak, Abraham adalah orang Yahudi. Daripadanyalah kemudian terlahir dua bangsa yang selalu bermusuhan, Arab dan Israel. Kalau dilihat dari garis keturunannya haruslah Muhammad masuk dalam kelompok Yahudi. Siapa yang mengingkari ke-Yahudi-an Muhammad sama saja menyangkal asal usulnya yang merupakan keturunan Abraham sehingga bisa disebut bukan keturunan BAPA ORANG PERCAYA!

    19. CINTA ARAB (BONEKA AMERIKA) TETAPI BENCI AMERIKA
    Kadang saya bingung melihat sikap kalian. Kalian begitu memuja segala sesuatu yang berbau ARAB. Bahkan kalian begitu menggebu membela orang-orang Arab, sedang kalian tidak begitu peduli terhadap kesulitan kita sebagai bangsa. Saya punya teman yang bikin saya geli. Setiap produk makanan di supermarket harus ada tulisan arabnya baru dia beli. Apa urusannya?
    Belum lama juga saya mendengar seorang pemimpin yang meminta kita menggunakan mata uang riyal untuk bertransaksi maupun deposito! Wow, ini mah fanatisme buta.
     Kenapa dia tidak menghimbau untuk memakai uang kita sendiri seperti Kim Jong Il dari Korut yang meminta warganya agar tidak menggunakan uang asing (nasionalis sejati?)
     Siapa yang mau membeli riyal? Laku tidaknya mata uang bukan karena agama, tetapi seberapa kuat negara yang mengeluarkan uang tersebut dalam percaturan ekonomi dunia! Arab saudi berada dimana dalam peta ekonomi ini? Dar sadarlah, kawan!

    Sebaliknya, Anda begitu benci Amerika dan sekutunya. Tetapi tahukah kalian bahwa eksistensi Arab saat ini masih terjaga karena adanya proteksi dari Amerika. Artinya Arab sangat membutuhkan perlindungan dari Amerika. Oleh karena itu kalau kalian meruntuhkan negara adidaya itu sama saja kalian menghancurkan juga negara-negara arab. Tanpa proteksi dari amerika, arab sudah lama lenyap dari muka bumi.
    Maaf, ungkapan ini bukan berarti saya pendukung amerika, tetapi hanya mempertanyakan logika berpikir kalian yang jauh dari konsisten. Meruntuhkan Amerika secara tidak langsung akan berakibat ambruknya negara arab.
    Apakah pepatah arab ini memang telah menjadi pegangan anda. KAWANNYA KAWAN KITA ADALAH MUSUH KITA. Artinya kalau memang ini benar berarti anda hanya ingin memonopoli perkawanan dan tidak menginginkan kawan kita memiliki kawan lain selain kita sendiri. ARAB HARUS MENJADI KAWAN ANDA TETAPI TIDAK BOLEH MENJALIN PERSAHABATAN DENGAN AMRIK DSB.
    Eh, emangnya Arab itu pacar kalian sehingga tidak boleh pacaran dengan amerika?

    20. BENCI AMERIKA MINTA SUAKA KE AMERIKA DAN SEKUTUNYA
    Dalam sejarah peradaban manusia modern, semua orang Timur Tengah dan Islam umumnya, kalau melarikan diri dan minta suaka politik pasti ke Amerika atau Eropa. Trend belakangan, orang Asia Tengah dan Selatan pergi ke Australia. Semua tujuan pelarian politik ini adalah negeri kafirun mutlak. Kenapa? Karena lari ke negara sesama Islam tidak ada jaminan keselamatan. Berbeda dengan negeri kafir. Di sana, para pelarian bisa hidup damai, penuh kebebasan dan tidak ada yang mengusik. Contohnya :
     Ayatulloh Rohulloh Khomaeni selamat karena ngumpet di Prancis yang nota bene negeri kafir.
     Bani Sadr-pun setali tiga uang. Diapun kabur ke negeri mode itu.
     Hasan Tiro juga demikian. Dia kabur dan ngendon di Swedia selama puluhan tahun.
     Benazir Butto, dua kali indekost di Inggris (salah satu biang kafir) sampai saatnya dia kembali ke negerinya.
    Kalau si Muh, mengaharamkan perlindungan dari kaum kafir, seharusnya kepemimpinan Khomaeni di Iran tidaklah sah. Kepemimpinan Housni Mubarak di Mesir dan Benazirpun (di Pakistan) demikian karena dia bersekolah politik di Inggris. Bahkan dinasti al saud di kerajaan arab saudipun dihidupkan kembali oleh Inggris yang waktu itu bertindak sebagai penjajah kawasan itu. Uuuuhhh, bingung aku kalau sudah begini.
    Hanya Shah Reza Pahlevi dari Iran yang numpang hidup di Mesir setelah digulingkan oleh Khomaeni. Padahal sang saja adalah dukungan amerika.

    21. LEBIH ARAB DARI ARAB ASLI
    Belum lama saya membaca di media masa bahwa Suriah, negara yang paling keras dalam memerangi Yahudi / Zionis telah membuka dialog dengan Israel. Orang Yahudi tiap hari berinteraksi dengan orang Palestina karena yang berperang adalah para politisi yang ambisius dan tentara pendukungnya. Orang sipilnya bergaul biasa bahkan pernah membentuk tim sepakbola bersama. Sebelumnya, ada dua negara, Yordania dan Mesir, sudah sangat lama menjalin hubungan dengan negara itu.
    Arab Saudi sendiri, secara diam-diam, memiliki hubungan dagang dengan Israel. Jadi apanya yang aneh dengan orang-orang Arab Timur tengah itu? Yang aneh bukan mereka, tetapi orang Islam di Indonesia. Kalian lebih Arab dari orang Arab sendiri. Jangankan membentuk sepakbola dengan Yahudi, melintas di depan kalian saja sudah merasa berdosa.
    Terakhir malah saya lihat di tv bahwa Israel berunding dengan Hamas. Orang yang kita bela ketika berperang dengan negeri Yahudi itu ternyata berdamai dengan musuhnya, tetapi kita yang hanya pembela tetap tidak mau akur. Ini seperti anekdot orang tua yang membela anak-anaknya yang sedang bertengkar. Ketika anak-anak sudah runtang-runtung main bareng lagi, kedua orang tua yang membela terus-menerus melakukan perang dingin.
     Mengapa kamu mudah sekali terperangkap dalam pemikiran sempit orang timur tengah?
     Bagaimana sikap kalian kalau ternyata Palestina membuka hubungan diplomatik dengan Israel, apakah kalian akan terus berjuang untuk memusnahkan negeri Yahudi itu hanya karena alkuran menyebut bahwa yahudi sebagai musuh auloh harus dimusnahkan dari muka bumi?
     Kalau benar, bukan tidak mungkin kalian akan berhadapan dengan negara-negara yang selama ini kalian bela karena kalian sudah berdamai dengan muruh mereka, bagaimana kalian menerima kenyaatan seperti ini?

    22. PERANG PALESTINA VS. YAHUDI = PERANG AGAMA?
    Ini benar-benar pengalihan isu yang telah membodohi umat islam di Indonesia, khususnya kelompok radikalis. Belum lama saya membaca di sebuah situs, ternyata di jajaran tentara Israel terdapat ribuan orang palestina maupun orang arab islam lainnya. kalian menjadi tentara Israel bukan karena berkianat terhadap agamanya, melainkan karena kalian menikmati kehidupan yang lebih terjamin. Di tangan kalian ada senjata. Kalau kalian setuju bahwa perang itu adalah perang agama, kalian pasti akan berkhianat terhadap negeri Yahudi itu dan membunuh seisi barak tentara di sana. Tapi kalian melihat kenyataan bahwa tinggal dan bekerja sebagai tentara negara yahudi adalah sebuah jaminan kehidupan yang lebih baik ketimbang ‘membela’ agama. Sayang, apa yang kalian laukan tidak seperti yang dibayangkan oleh para pemimpin umat di indonesia yang kemudian ditransfer ke otak amrosi dan kawan-kawan yang bodoh dan termakan oleh propaganda murahan seperti itu. Atas kenyataan ini, DIMANA PERANG AGAMANYA kalau di pihak yahudi ada tentara islam dan kristennya sementara di pihak palestina ada yahudi dan kristennya, dimana islam menjadi mayoritas? Ayolah kawan, jangan mau dibutakan oleh kemauan pemimpin yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari kebuntungan umatnya.
    Bahkan ketika Metrotv menayangkan WHERE IS BIN LADEN IN THE WORLD beberapa waktu lalu (Januari 2010), orang Palestinapun menyatakan bahwa perang melawan Israel bukan karena kalian YAHUDI, melainkan karena (menurut pandangan mereka) orang Israel menduduki tanah mereka. Paham? Nek ga paham, pergi saja sendiri ke jalur gaza atau tepi barat dan tanyakan kepada penduduk palestina di sana, apakah benar kalian perang agama?

    23. SIBUK MENGURUS URUSAN ORANG LAIN
    Saudaraku, negara islam selalu ketinggalan dalam segala hal karena selalu sibuk mengurusi orang lain seperti dunia barat, amerika atau yahudi. Apalagi kalau sudah merasa diserang, dirugikan, diperlakukan tidak adil dst. Bos, kalian terlalu ‘peduli’ dengan mereka, sedang kalian melenggang dengan urusannya sendiri.
    Contohlah Barcelona. Klub sepakbola Catalan itu. kalian dulu hanya sibuk dan fokus untuk ngurusi Real Madrid. Hasilnya, kalian susah untuk jadi juara karena terlena ketika berhadapan dengan klub lain. Namun setelah kalian mengalihkan fokus pada apa yang harus dilakukannya sendiri tanpa peduli apa yang dilakukan oleh orang lain, hasilnya seperti yang kita lihat sekarang.
    Jadi saya sarankan pada kalian. Pikirkanlah bagian kalian sendiri. Berhentilah memikirkan kedzaliman Yahudi, Eropa maupun Amerika (yang mungkin tidak seperti yang kalian bayangkan). Belum tentu kalian medzalimi Islam? Saya percaya bahwa itu hanyalah sifat inferior para pemimpin muslim yang gagal mendorong umatnya yang serba ketinggalan alias minder. Untuk menutupi kegegalan mereka, kalian ciptakan kambing hitam bernama yahudi israel dan kristen amerika.
    Contoh yang paling naif dalam urusan ini adalah apa yang dibaca oleh tetangga saya. Beberapa waktu lalu dia pergi ke toko buku. Di sana dia menemukan sebuah buku yang sangat menarik untuk dibaca. Hasilnya dia tertawa terbahak-bahak sendirian dan ….malunya, nggak ketulungan! Mau tahu apa yang dia baca?
    Menurut si penulis, gempa dan tsunami hebat yang terjadi di Aceh tahun 2004 adalah buatan AMERIKA! Kata si pengarang, Amerika telah memasang bom maha dahsyat di Samudera India dan kemudian terjadi gempa bumi itu. Buktinya, tidak ada seorang pun warga amerika yang jadi korban!! Silahkan simpulkan sendiri kekonyolan si pengarang ini. Kalau kesimpulan saya, orang ini kalau ga gila, ya super gila pangkat tiga! Sebentar …. saya mau ngakak dulu, bos! Nggak tahan nih. Udah ngampet dari tadi!

    24. LEMPAR JUMROH
    Bagi saya, upacara yang satu ini adalah ilusi muhammad yang sulit dicerna oleh pikiran saya. Konon di tempat itu si Muh pernah bertemu setan dan melemparinya dengan batu kerikil. Kita sering bilang bahwa setan adalah roh (jahat, tentu!), bukan berbentuk fisik seperti kita. Sebagai roh, tidak mungkin dia bisa merasa timpukan batu itu. Pasti batu itu akan menembus tubuhnya dan melesat ke belakang dia karena batu itu tidak menabrak benda padat seperti tubuh kita. Contohnya dalam kehidupan sinetron tuyul dan mbak yul dimana para kawanan tuyul itu bisa keluar masuk rumah mbak yul tanpa harus membuka pintu. Dia cukup menabrakkan dirinya dan tau-tau sudah berada di ruangan lain di balik pintu.
     Untuk apa si Muh ini melempari setan, jangan-jangan yang dilempar bukan setan tetapi Jibril. Bukankah tempat itu lebih terang dari Goa Hira. Seperti saya katakan di awal tulisan ini bahwa malaekat tinggal di tempat terang, bukan di tempat gelap.
     Apa salah si setan sehingga muhammad merasa perlu menimpuknya?
     Mengapa muhammad tidak mengumandangkan ayat-ayat suci agar si setan pergi kesakitan dan ketakutan, tetapi hanya menimpukinya. Kata kalian, setan itu akan merasa kesakitan dan ketakutan kalau sudah mendengar ayat-ayat suci alkuran, tapi muhammad tidak konsisten dengan menimpuk si setan.

    25. MARAH MELULU
    Boss, saya ingin sekali melihat Islam yang tidak marah, yang panjang sabar dan murah senyum, damai dan manusiawi. Tidak hanya di mulut, tetapi dalam hati, sikap, ucapan dan tindakan. Saya selalu melihat kalian ini sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit tersinggung, defensif, posesif, ngamukan, beringas dan sangar. Mungkin saat membaca tulisan inipun ada yang marah, bahwa sangat mungkin berteriak ‘Auloh huk akbar, bunuh, bunuh, bunuh!!!! Kalian pasti kalap karena menurut persepsi kalian, tulisan ini sudah menghina agama dan nabi kalian. Muka kalian pasti merah karena menganggap bahwa saya sudah menghujat islam. Kalian pasti akan menjatuhkan vonis bahwa saya anti islam. Padahal…tunggu, tunggu!!!. Saya pasti ingin ‘bertobat’ dan menjadi islam untuk mendapatkan pengampunan kalian karena tulisan ini.
    Syaratnya, pertama ada yang berani menjamin bahwa dengan memeluk islam saya pasti ke surga islam berikut cara saya mengambil jaminan itu jika kelak saya tidak ke surga. Kedua, tolong jawab persoalan-persoalan di atas dengan logika, bukan dengan wallahu’alam. Pertanyaan saya :
     Apakah alkuran tidak mengajarkan tentang kesabaran dalam menghadapi pencobaan? Kalau ada, tolong jalankan dengan sebaik-baiknya.
     Apakah alkuran tidak mengajarkan pengampunan pada kalian yang (dianggap) salah?
     Apakah alkuran mengatakan bahwa auloh senang jika kalian marah karena membelanya?
     Apakah kemarahan dibenarkan dan diperbolehkan dalam alkuran, apalagi atas nama auloh atau atas nama muhammad?

    26. JUST AN ANECDOTE.
    Ini sekedar anekdot. Sampai kapanpun orang islam tidak mungkin bisa menerima bahwa Yesus adalah TUHAN YANG MENJADI MANUSIA karena kalian selalu membaca dari kanan ke kiri. “MANUSIA YANG MENJADI TUHAN.” Dimana letak perbedaannya?
    Yang pertama adalah mungkin, serba mungkin dan sangat mungkin. TUHAN MAU MENJADI APAPUN PASTI BISA!
    Yang kedua, dibaca secara terbalik, mustahil bin tidak mungkin bin tidak mungkin banget lah yaow!!! Makanya agar islam bisa menerima kenyataan ini, cara baca kalian harus dibenahi terlebih dahulu. Menyesuaikan dengan cara membaca huruf latin, huruf jawa, huruf bali, huruf hierogliph, huruf kanji, huruf mandarin dan semua huruf yang berlaku di masing-masing bangsa di dunia. Keanehan huruf arab adalah sebuah kelainan genetik, jangan dibanggakan!

    27. TANAH ITU SUCI APA NAJIS?
    Tanah itu kotor dan najis sehingga orang yang sudah wudhu dan mau shalat tidak boleh menginjak tanah secara langsung tanpa alas kaki. Bahkan ada yang ekstrim, kalau pakai celana ujungnya tidak boleh menyentuh tanah alias harus di atas mata kaki supaya tidak terantuk pada najis dari tanah. Oo, tapi bagaimana dengan jilatan anjing yang harus dicuci dengan tanah sebanyak tujuh kali, yang konon menurut para ahli kalian, tanah itu steril. Pertanyaan saya :
     Sesungguhnya tanah itu suci apa kotor alias najis.
     Kalau tanah dianggap suci sehingga bisa dipakai untuk membersihkan najis berarti kalian tidak konsisten.
     Tetapi jika tanah itu kotor, apa bisa najis dicuci dengan najis? Ibarat membersihkan kotoran pada baju dengan kotoran yang sama apa tidak tambah kotor? Yang ada ya membersihkan kotoran di baju dengan deterjen plus air bersih. Konsistenlah supaya mudah dimengerti. Ajaran kok mbingungi, to Boss! Bikin bingung saja.

    28. INJIL PASLU PERLU BUKTI.
    Islam selalu mengklaim bahwa injil yang ada sekarang adalah palsu. Bagi saya palsu atau asli, tidaklah penting, karena prinsip-prinsip ajaran Injil masih lebih baik dari alkuran yang asli. Jadi secara pribadi saya tidak mempermasalhkan KEASLIANNYA, tetapi APAKAH FUNGSINYA BAIK ATAU TIDAK. Walaupun barangnya asli tetapi kalau tidak berfungsi dengan baik ya buat apa? Saya tidak ngecap dan saya tidak terdoktrin. Saya berpendapat seperti ini karena saya mengimani KITAB SUCI dengan dasar logika dan realita. Iman saya tidak buta dan sayapun tahu ada kelemahan dalam KITAB SUCI SAYA. Alkuran pun saya tahu isinya dan saya tahu kelemahannya sebaik saya tahu kelemahan kitab suci agama lain.
    OK, Boss. Dari klaim Injil palsu ini, saya punya beberapa pertanyaan:
     Apakah kalian sudah mengetahui yang asli seperti apa?
     Kalau belum bagaimana kalian meyakini kalau itu Injil adalah palsu?
     Apa ciri dan dimana letak kepalsuannya?
     Apakah kalau yang asli ditemukan, maka kalian akan menukar alkuran kalian dengan injil asli itu karena dengan mengakui dan mempercayai adanya injil yang asli, maka secara implisit sudah mengakui bahwa alkuran adalah pelarian yang bersifat sementara? Sebagai pelarian, alkuran hanya akan menjadi problem solver darurat. Nanti sesudah ‘diketemukan’ Injil asli, semua pasti akan kembali dan menyadari bahwa pemecahan masalah sementara itu akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan mengguncang.

    29. INTERCOURSE TIDAK BOLEH TELANJANG
    Ada fatwa dari ulama Mesir yang mengharamkan bersetubuh dengan isteri dalam keadaan telanjang. Bagi aku nih, fatma ini membingungkan.
     Bagaimana kita bisa melakukannya dengan pakaian lengkap?
     Terus kalau tidak boleh telanjang, bagaimana caranya. Celana masing-masing dilobangi dulu, gitu. Lha apa gak lecet itu barang tergesek celana yang berlobang?
     Bagaimana kita bisa tahu kalau kalian sedang bersetubuh?
     Siapa yang harus mengawasi kehidupan dikamar pribadi seperti itu?
     Apa kita perlu (boleh) pasang CCTV untuk mengetahui bahwa kalian sedang bermain cinta?

    30. HELLIOPHOBIA
    Islam adalah penderita helliophobia (ketakutan yang tidak beralasan tentang neraka). Bahkan juga Theophobia (sebuah perasaan takut kepada Tuhan yang luar biasa yang selalu menghantui kehidupan, sikap dan tindakan sehari-hari). Cobalah simak pertanyaan berikut ini:
     Mengapa kalian selalu mengatakan “kalau begini nanti Tuhan marah.” Ungkapan ini adalah fitnah yang sangat keji. Mengapa? Pernahkan kalian memiliki bukti atau pengalaman bahwa Tuhan marah ketika kalian melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan. Itu identik dengan “Awas, nanti Pak Harto marah kalau kamu bilang dia ideot!” Hampir pasti pemilik nama Pak Harto akan benar-benar marah ketika mendengar perkataan itu. Ungkapan sejenis sering saya dengar dari mulut banyak orang. Betapa teganya kalian mempermainkan perasaan Tuhan hanya untuk menyesatkan orang melalui ajaran agama yang belum tentu mengandung kebenaran. Belum lagi lembaga-lembaga keagamaan yang terlalu mudah mengatakan ini halal dan itu haram tanpa mendapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
     Awas, kamu nanti ke neraka kalau kamu tidak mengaji! Woeee, mengapa selalu neraka, neraka dan neraka yang dijadikan acuan untuk membuat seseorang mengikuti agamanya. Belajarlah agama lain, disana orang tidak pernah ditakut-takuti agar mau ikut ajaran agama itu. Hanya kalian satu-satunya.

    Sementara ini dulu ya Boss, biar sampeyan ga pusing mikirin jawabannya. Nanti kalau udah ketemu, silakan diimil balik atau dijawab melalui postingan ini biar semua orang tahu seperti apa ajibnya islam. Tapi kalau ga bisa menjawab, mau ga menanggung resikonya? MENDING MURTAD DARIPADA BERGAMA TETAPI TIDAK TAHU APA-APA TENTANG AGAMANYA. MAU? Please send an email to nabipalsu19@yahoo.com to learn about something else outsides of Islamism so that you wouldn’t wonder in faith.

  4. Islam adalah agama langit seperti agama Ibrahimi yg lain Yahudi dan Nashrani, akan tetapi Islam adalah Agama penutup dan pelengkap dari agama2 sebelumnya, satu dari sekian banyak bukti kebenaran Islam adalah yg tercantum dalam Alqur’an Kariem yaitu Surah Maryam : begitu indah pandangan Islam tentang kenabian Isa Alaihissalam dan Kesucian Sayidah Maryam/Bunda Maria bahkan Umat Islam mengimaninya itulah bukti kebesaran dan kebenaran Islam, Alqur’an adalah Wahyu Tuhan tanpa ada campur tangan manusia kurang lebih 600 tahun setelah kedatangan NabiAllah Isa A.S barulah Islam dan Alqu’ran hadir di tengah umat manusia, sejarah yg di dokumentasikan oleh Alqur’an tentang Nabi Isa dan Agama Nashrani adalah bukti kebenaran Islam sebagai Wahyu Tuhan.

  5. abu elhan said:

    @ gombloh/blah/bleh : karena pertanyaan anda asal-asalan maka jawabanya juga tidak perlu ilmiyah.
    1. peristiwa isro’&mi’raj yg memang tidak masuk ke nalar anda, jangan anda paksa masuk nanti bisa jebol kepala sampeyan…. tapi dari peristiwa itu, nilai yang harus diambil adalah perintah sholat 5 waktu dengan tatacara dan urut-urutan serta kapan saja waktu pelaksanaan sholat 5 waktu yg sungguh hingga setelah lebih dari 1400 tahun tetap dijaga dan dipelihara oleh sebagian besar manusia di planet dunia ini dan terus bertambah banyak.
    2. al-qur’an mengkoreksi perubahan2 yang dilakukan umat para Nabi&Rasul pembawa kitab suci. Jadi bukan mengkoreksi karya Tuhan sendiri, tetapi mengkoreksi karya Tuhan yg telah dirubah/diselewengkan oleh umat manusia. Seperti Kitab Injil yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Kristos Anak Allah, tetap dikatakan sebagai kitab Injil sebagaimana Kitab Injil yang merupakan wahyu Tuhan kepada Isa bin Maryam, tetapi kitab injil yang diajarkan Isa Bin Maryam tidak pernah mengajarkan bahwa dirinya adalah Kristus Anak Allah… maka atas perubahan inilah al-qur’an meberikan koreksi ( ajaran bahwa Yesus adalah Kristus adalah bukan ajaran Isa Bin Maryam, tetapi ajaran Rasul Paulus yg disebarkan setelah masa hidupnya Isa Bin Maryam di dunia.
    3. sekiranya memang yang menemui Muhammad di gua hira itu adalah setan, maka jikalau menilik dari isi wahyu yang terkumpul dalam al-quran sebanyak 30 juz..sungguh setan yang sangat mulia…tapi karena tidak mungkin setan mengajarkan ayat2 seperti apa yang tercantum di dalam al-qur’an, maka tentu itu bukan dari setan….
    4. al-qur’an berisi ayat2 sebagai petunjuk berupa perintah dan larangan bagi yg menjadikan al-qur’an sebagai pedoman, juga berisi petunjuk berupa keterangan atas suatu peristiwa umat masa lalu, atau petunjuk atas kejadian alam semesta dan kisah-kisah kenabian,dll… Yang terpenting adalah bahwa al-qur’an itu harus difahami dengan mengikuti petunjuk yang dinyatakan di dalam ayat2 nya atau dengan mengikuti keterangan Rasul Muhammad , bukan difahami dengan mengikuti persepsi orang yang membacanya/mengkajinya.
    5 & 6. surga spt yang diberitakan al-qur’an/hadits adalah hanya gambaran, balasan berupa bidadari dan bangunan 40 masjid adalah juga gambaran…. kalu tanpa gambaran itu sampeyan sudah bisa membangkitkan keringinan menjadi penghuninya, maka juga tidak mengapa sampeyan tidak menggunakan ayat bidadari atau 40 bangunan itu… karena qu’an/hadits itu tidak hanya untuk satu orang saja tetapi utk orang seluruh dunia ini yang tentu amat beragam tingkat pemahamanya…. coba sampeyan baca hadits Muhammad yg mengatakan bawha surga itu belum pernah ada mata yg melihat, telinga yg mendengar dan imajinasi yang bisa membayangkan kenikmatan disana…jadi bidadari dan mangunan itu memang hanya gambaran.
    7. Iskak & Ismail…sebenarnya apa yg sampeyan permsalahkan…? kenabian Ismail yg tidak syah, atau apanya ?
    8. Muhammad memang mengajarkan angka2 sebagai indikator komparatis nilai sebuah amal, dan ini memudahkan manusia…karena amalan dlm islam itu banyak sekali dan menentukan prioritas itu boleh dalam islam….. kalu tentang dosa dlm islam hanya ada 1 dosa dlm setiap amal yg salah, tapi untuk amal yg benar/baik pahalanya bisa lebih dari 1…..inilah rahmat Allah
    9. suara yg digaungkan itu jelas bukan untuk Allah…tapi untuk orang semacam sampeyan itu agar tahu bhw kami ini ada dilingkungan itu sebagai mayoritas, sehingga sampeyan harus berakhlak sebagai minoritas…( buktinya di daerah yg muslimnya minoritas juga tidak pakai speaker )
    10. poligami itu bukan wajib dlm islam….itu hanya bentuk kelonggaran dlm islam dan itupun dibatasi sd 4 saja….. itupun bisa jadi krn jatah pasangan para pastur kan ndk ada yg pakai….he3
    11. menikah dan melakukan hubungan suami istri adalah 2 hal yg tidak bisa selalu disimpulkan terjadi pada saat awal bersamaan…. mungkin krn tradisi kita adalah adanya “malam pertama” setelah pernikahan, maka lalu setiap orang yg menikah siang harinya, malemnya pasti langsung tanceeeppppp……… krn menikah dlm islam itu sangat luas aspeknya, tidak melulu untuk nyelup…… Muhammad itu rujukan bagi seluruh umat manusia, dan manusia boleh kok menikah pd umur 7 thn, tanpa harus menjadikan menikahi wanita umur 7 tahun adalah wajib…. dan salah satu syarat nikah adalah sudah sampainya umur baligh ( atau haid bagi wanita )…jadi tentu meskipun baru 7 thn, tetap harus sudah haid yg menunjukkan bhw wanita itu sudah baligh.

    26. maaf mlumpat….. soal Tuhan bisa jadi apa saja memang tidak perlu diperdebatkan…tetapi ketika Jesus sendiri yg sampeyan katakan adalah Tuhan tidak pernah beliau mengatakanya dan 12 muridnyapun juga tidak pernah tahu itu, lalu tiba2 oleh Rasul Paulus dikatakan bahwa Jesus itulah Kristos, sehingga 12 murid Jesus pun terperangah terheran-heran….. jadi yg perlu dibuktikan bukan soal apakan Tuhan bisa merubah dirinya jadi manusia, tapi apakah benar Jesus itu adalah Tuhan dlm wujud manusia seperti yg dikatakan si Paulus…mungkin Tuhan memang mewujud sebagai manusia, tetapi siapa yg menjamin bahwa wujud itu adalah Jesus, lha wong Juses sendiri saja ndak pernah tahu bhw dirinya Tuhan…….

    wis ya nanti disambung lagi kalu ada kesmepatan……

  6. sory aq hanya cukup mengocopy karena bagiku utkmenjawab wahabi ini hanya cukup copy supaya tdk membuang buang energy
    klo d sampaikan kebenaran d katakan mefitnah n benci itulah wahabi ooooh tambah lagi mengadu domba katanya wahaby(senjata mutakirnya)
    padahal dah d dukung fakta n bukti
    jadi g buang2 energi deh utk menjawab pr wahabi
    kamu memang wahabi yg asli bukan salafy
    tapi kamu malu menerima nama wahabi maunya pakai nama salafy
    biar orang pada g ngerti trus terjebak dg nama salafy klo kamu yg bener n aslinya wahabi
    salafy untuk menutupi wahabi ngapusi ciri khas wahabi, bukan ciri2 salafy yg asli pewaris nabi
    tp kamu malu d undang nama wahabi, katanya kembali ke quran n hadis yg murni setelah d ikuti
    ternyata itupun ngapusi alias gataki
    *nyatanya klo d tunjunjuki hadis n quran nya malah memaki sekarang sampai d pondok2 yg ada d plosok2 pun banyak yg ngerti klo itu hanya promosi
    trus pd lari dan kembali ke pemahaman semula yg d wariskan ulama pewaris nabi
    bukan pewaris ulama wahabi abdul wahab ibnu taimiyyah ,binbaz dan yg lain2 lagi
    oh yaaa al albani aku meh lali ngko ndak meri ada lagi yang ngaku mantan kyai tapi ngaji d pondok mana n gurunya sapa nggak ngerti wong kyai kok difinisi bidah n syrik nggak mudeng terus d timggal santri2 nya ngaku mantan kyai. kalau figur kyai asli nggak cirikhas gak gitu , paling itu foto copy ( ato mungkin yg biasa obat di pinggir jalan.) malah hampir menyerupa
    JAWABAN HARUS / WAJIB PAKAI DALIL QUR’AN N HADIS SHOHIH G BOLEH NGARANG
    PAK YAI MO NANYA NIH YI, NIKAH HUKUMNYA APA YIi ? (buat mantan kyai NU NIH )
    ROSULULLAH NIKAH NDAK YI ? ( juga buat mantan kayi NU )
    ROSULULLAH PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI? ( MASIH UNTUK MANTAN KYAI NU MALAH INI INTINYA )
    LHA SEKARANG PAK YAI NIKAH NDAK ? YG FAIR YA YI ( MANTAN KYAI NU LAGI )
    PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI ? JAWAB YA YI EEEEEEHHHHHHH BUKU NIKAH ITU KAN BERARTI BIDAH YA YI KAN ROSULULLAH NGGAK PERNAH PAKAI BUKU NIKAH…………………………………………….. HAHAHAHAHAAHAAAHAHAHAHA
    NGAJI DULU SAMA MANTAN KYAI…. AH
    Apalagi setelah d bongkar abusalafy memalsu buku2 yg asli
    wahabi g bisa jawab apalagi ngedel jadi bisanya hanya bingungi n me-maki2 terus membuat artikel tandingan ngarang sendiri alhamdulillah para pembaca udah banyak yg ngerti n memahami sifat2 wahabi
    sekarang para santri n jamaah di masjid2 udah semakin mantap ke pemahaman yg asli nambah mantap dan ora ragu2 lagi
    wahabi tetep aja wahabi akan selalu mencari orang2 yg tidak ngerti terus d pengaruhi……………….
    klo koment ini pasti d spam karena aku sudah mengerti tdk sesuai doktrin wahabi
    tapi akan saya munculkan di bloknya abu salafy yg jujur n terbuka ini
    karena itu sdh menjadi kebiasaan n ciri khas murid n ustad n generasi penerus wahabi
    ditambah menghujat ,mefitnah,memaki bidah,syirik ,n takfiri itulah yg di NAMAI
    wa wa wa wa wa
    ha ha ha ha ha
    bi bi bi bi bi bi bi
    PENIPU ( berlagak) INTELEKTUAL MASA KINI

    Allah ada tanpa tempat dan arah
    laisa kamitslihi syaiun…

  7. Hamid Adnan said:

    WAHABI EMANG PERUSAK ISLAM DAN PALING MUDAH DITUNGGANGI DAN DIMANFAATKAAN ZIONIS DAN SALIBIS INTERNASIONAL UNTUK MELEMAHKAN ISLAM DARI DALAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: