Prof. Umar Syihab Dan Kebohongannya

Begitu Dahsyatnya Api Fitnah yang dikobarkan kaum Salafy/Wahabi bahkan melakukan Propaganda di dalam kalangan pengikut Syafi’i (Al-Bayyinat) agar Sunnah dan Syi’ah dalam perseteruan abadi mereka telah menjadi agen-agen gratis zionis,salibis, dan kelompok fanatis dengan tujuan akhir melemahkan dan melumpuhkan Islam dari dalam.

“Saudaraku semua! Musuh-musuh kita tidak membedakan Sunni dan Syiah. Mereka hanya mau menghancurkan Islam sebagai sebuah ideologi dunia. Oleh karena itu, segala kerja sama dan langkah demi menciptakan perbedaan dan pertentangan antara muslimin dengan tema Syiah dan Sunni berarti bekerja sama dengan kufr dan memusuhi Islam dan kaum muslimin. Berdasarkan hal ini, fatwa Imam Khomeini adalah Pertentangan adalah haram dan pertentangan harus dihapuskan.”

Beberapa waktu yang lalu Redaksi Syiar telah mewawancarai Prof. Umar Syihab. Seorang yang mengaku sebagai salah seorang pengurus MUI Pusat yang komentar komentarnya banyak berlawanan dengan Fatwa Fatwa yang sudah dikeluarkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat. Untuk itu Redaksi Ash Showaiq telah meminta komentar dari Ahmad Zein Alkaf (AZA), Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia, mengenai pernyataan pernyataan Umar Syihab tersebut.

Redaksi : Bagaimana komentar Albayyinat mengenai Pernyataan Prof. Umar Syihab yang mengatakan bahwa Syiah itu tidak sesat ?

AZA : Lagi lagi orang ini memberikan keterangan yang menyesatkan. Sebenarnya kami Albayyinat sudah sering mendapat laporan dan informasi mengenai ulah orang ini, yang dinilai oleh para ulama sangat merugikan ummat Islam. Baik yang dia sampaikan di Jakarta maupun didaerah. Baik atas nama MUI Pusat maupun atas nama pribadi. Bahkan kami sering mendapat informasi dari teman teman di Ujung Pandang mengenai kegiatan dan pembelaan Umar Syihab terhadap aliran sesat Syiah.

Bagi kami Albayyinat, jika ada orang yang mengaku Sunni tapi dia justru sering membela Syiah, maka dia lebih jelek dan lebih berbahaya dari pada orang yang dengan terang terangan mengaku Syiah. Dan orang yang seperti itu perlu kita waspadai.

Karenanya kami Albayyinat tidak heran dengan komentar komentar orang ini mengenai Syiah, sebab kami mempunyai data data mengenai siapa sebenarnya Umar Syihab. Dan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa kami Albayyinat mempunyai daftar nama nama aktivis Syiah di Indonesia dan apabila dibutuhkan kami siap membantu.

Perlu diketahui bahwa perbedaan antara aqidah Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dengan aqidah ummat Islam Indonesia yang dikenal dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah itu disamping dalam Furu’ juga dalam Ushuluddin. Dimana Rukun Iman mereka berbeda dengan Rukun Iman Ummat Islam Indonesia. Tidak sebagaimana yang disampaikan oleh Umar Syihab bahwa perbedaannya hanya sekedar masalah Khilafiyyah. Keterangan keterangan semacam itu adalah penyesatan kepada masyarakat, tidak mendidik tapi pembohongan. Maklum bagi agama Syiah berbohong itu dibenarkan.

Adapun mengenai Fatwa MUI, yang isinya agar masyarakat mewaspadai masuknya aliran Syiah di Indonesia, yang dikeluarkan pada tahun 1984. Maka fatwa tersebut dikeluarkan oleh Pengurus MUI Pusat, setelah para ulama yang terdiri dari unsur NU. Muhammadiyah dan Lain lain yang ada dikepengurusan MUI Pusat membahas kesesatan kesesatan ajaran Syiah. Bahkan para ulama Islam diseluruh dunia dengan tegas mengeluarkan Fatwa bahwa ajaran Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (Kafir). Dan hanya Umar Syihab saja yang karena keminiman ilmunya akan Syiah yang mengatakan bahwa Syiah tidak sesat. Memang sekarang ini keberadaan Syiah diakui oleh dunia Islam dan mereka sedang mengembangkan alirannya serta menggrogoti ummat Islam, tapi mereka itu tetap Sesat, karena ajarannya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis Nabi SAW. Demikian pula Khowarij dan Ahmadiyah, keberadaan mereka itu juga diakui, tapi mereka itu Sesat sebab ajarannya telah menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Dan sesatnya Syiah itu tidak karena kondisi waktu, sebagaimana yang disampaikan oleh Umar Syihab atau karena dulu miskin dan sekarang mereka kaya dan membagi bagikan uang, tapi selama ajaran Syiah bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis maka Syiah tersebut tetap sesat dan Kafir.

Sebenarnya pembelaan Umar Syihab terhadap Syiah dan komentar komentarnya tersebut adalah pelecehan terhadap Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan konsekwensi dari pernyataan pernyataannya yang berlawanan dengan fatwa MUI, maka dia harus mengundurkan diri dari kepengurusan MUI atau dia harus dipecat dari keanggotaan MUI.

Kami heran dengan Umar Syihab, yang kami lihat aktif terlibat dalam menentukan satu aliran itu sesat, dengan alasan karena ajarannya menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya. Tapi giliran aliran Syiah yang dibicarakan dan divonis, dia mati matian membela Syiah. Padahal ajaran Syiah jauh lebih menyimpang dari ajaran ajaran aliran aliran sesat yang disampaikan oleh Umar Syihab. Sehingga banyak orang yang berkomentar, ada apa dengan Umar Syihab, kok komentar komentarnya mengenai Syiah merugikan ummat Islam.

Sesuai dengan informasi yang masuk ke meja Albayyinat bahwa sebenarnya banyak pengurus MUI Pusat dan Daerah yang sudah mengetahui siapa sebenarnya Umar Syihab. Tapi rupanya mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil sikap terhadap Umar Syihab. Sebab mereka tahu bahwa Umar Syihab tidak mempunyai basis pendukung.

Kemudian mengenai komentar Umar Syihab yang mengatakan bahwa kalau Syiah itu sesat pasti mereka tidak boleh masuk Masjidil Haram (Mekah). Maka komentar yang demikian itu sudah sering kami dengar dari orang orang Syiah lainnya. Karenanya jika Umar Syihab berkomentar yang demikian itu kami tidak heran. Karena suara suara semacam itu memang lagu mereka yang ditujukan kepada orang awam yang tidak menguasai sampai dimana kesesatan Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah. Herannya kok seorang Profesor juga termakan dengan keterangan semacam itu, bahkan ikut berkomentar seperti itu (sungguh memalukan).

Redaksi : Guna menambah wawasan pembaca mengenai masuknya orang Syiah ke Mekah dan Madinah, dan Sampai dimana kesesatan Syiah, maka dibawah ini kami sampaikan kajian kajian mengenai hal tersebut, sekaligus menjawab kebohongan kebohongan Umar Syihab.

Syi’ah dan Haromain

Ada seorang teman yang bertanya; Jika para Ulama sepakat bahwa Syi’ah Imamiyyah Itana’asyariyyah itu Kafir, mengapa mereka diperbolehkan masuk Haromain (Mekah dan Madinah ).

Pertanyaan tersebut sepintas lalu masuk akal, dan oleh golongan Syi’ah pertanyaan seperti itu sering mereka lempar kemasyarakat awam, yang tidak menguasai sampai dimana kesesatan Syi’ah.

Padahal yang menentukan satu aliran itu masih Islam atau sudah keluar dari Islam (KAFIR ) itu bukan negara Indonesia atau Iran atau Saudi Arabia. Tapi selama aliran tersebut ajarannya tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist, maka mereka dikatakan Islam. Namun apabila ajarannya bertentangan dengan AlQur’an dan Hadist, maka mereka dikatakan (dihukum) Kafir.

Selanjutnya oleh karena aliran Syi’ah Imamiyyah Itsna’asyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Mazhab Ahlul Bait itu ajarannya banyak yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist, maka para Ulama dengan tegas mengatakan bahwa Syi’ah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (KAFIR ).

Adapun seseorang akan diperbolehkan masuk Haromain (Mekah dan Madinah) atau tidak diperbolehkan masuk Haromain, maka selama nama agama yang tertera dalam paspor orang tersebut ISLAM, maka dia diperbolehkan masuk Haromain. (Meskipun sebenarnya orang tsb beragama Keristen, Yahudi atau Syi’ah ).

Tapi jika dalam Paspor orang tersebut tertulis agamanya Kristen, Yahudi, Konghucu apalagi Syi’ah, maka orang tersebut pasti tidak diperbolehkan masuk kota Mekah dan kota Madinah (Haromain ).

Jika Umar Syihab menolak kajian ini, maka coba paspor Umar Syihab ditulis agamanya Syiah, kan pasti dilarang masuk Mekah (Masjidil Harom) dan Madinah. Sebab Syiah adalah agama tersendiri yang tidak ada hubungannya dengan Islam dan Muslimin.

Demikian, semoga kajian diatas dapat menambah wawasan pembaca.

Sumber :http://albayyinat.net

 PERKAWINAN   SYIAH

Beginilah Misi Yayasan Albayyinat sebagai agen perpecahan dan memfitnah Islam Syi’ah agar masyarakat saling sebar kebencian dan dalam permusuhan abadi.

Saat ini masyarakat sedang dihadapkan pada satu pertanyaan yang sedang diributkan dimasyarakat, yaitu : Apakah dibenarkan kita umat islam menghadiri perkawinannya orang syiah ?

 Untuk menjawab pertanyaan diatas, Redaksi Ash-Showaaiq meminta kepada Yayasan ALBAYYINAT untuk membahasnya.

 

Sebelum kami menjawab  pertanyaan diatas, terlebih dahulu kita harus tahu :

Apa yang dimaksud dengan Syiah ?.

Syiah adalah aliran sempalan dalam islam dan Syiah merupakan salah satu dari sekian banyak aliran aliran sempalan dalam islam. Sedangkan yang dimaksud dengan aliran sempalan dalam islam adalah aliran yang ajaran ajarannya menyempal atau menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya yang telah disampaikan oleh Rosululloh Saw, atau dalam bahasa agamanya disebut Ahli Bid’ah.

Selanjutnya oleh karena aliran aliran Syiah itu bermacam macam, ada aliran Syiah Zaidiyyah, ada aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, ada aliran Syiah Ismailiyah dll, maka saat ini apabila kita menyebut kata Syiah maka yang dimaksud adalah aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah yang sedang berkembang dinegara kita dan berpusat di Iran atau yang sering disebut dengan Syiah Khumainiyyah.

Hal mana karena Syiah inilah yang sekarang menjadi penyebab adanya keresahan dan permusuhan serta perpecahan didalam masyarakat, sehingga mengganggu dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita. Tokoh tokoh Syiah inilah yang sekarang sedang giat giatnya menyesatkan umat islam dari ajaran islam yang sebenarnya. Bahkan sekarang mereka menyusup keberbagai partai politik dan apabila dibutuhkan, Albayyinat bersedia   memberikan nama nama mereka.

 Adapun Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah adalah salah satu aliran Syiah dari sekian  banyak  aliran  Syiah  yang  satu  sama lain  berebut menamakan  aliran Syiahnya sebagai Madzhab Ahlul Bait. Dan penganutnya mengklaim hanya dirinya saja atau golongannya yang mengikuti dan mencintai Ahlul Bait. Aliran Syiah inilah yang dianut atau diikuti oleh mayoritas (65 %) rakyat Iran. Begitu pula sebagai aliran Syiah yang diikuti oleh orang orang di Indonesia yang sedang gandrung kepada Khumaini dan Syiahnya.

Apabila dibanding dengan aliran aliran Syiah yang lain, maka aliran Syiah

Imamiyyah Itsnaasyariyyah ini merupakan aliran Syiah yang paling sesat (GHULAH) dan paling berbahaya bagi agama, bangsa dan negara pada saat ini.

Dengan menggunakan strategi yang licik yang mereka namakan TAGIYAH

( berdusta ) yang berakibat dapat menghalalkan segala cara, aliran ini dikembangkan.Akibatnya, banyak orang orang yang beragidah Ahlussunnah Waljamaah tertipu dan termakan oleh propaganda mereka, sehingga keluar dari agama nenek moyangnya (islam) dan masuk Syiah. Sebenarnya bagi orang orang yang berpendidikan agama menengah keatas, wabah ini tidak sampai menggoyahkan iman mereka, tapi bagi orang orang yang kurang pengetahuan islamnya, mudah sekali terjangkit penyakit ini.

Berbeda dengan agidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang penuh dengan cinta mencintai serta penuh dengan maaf memaafkan karena berdasarkan Al-Akhlagul Karimah dan Al-Afwa Indal Magdiroh (pemberian maaf disaat ia dapat membalas) serta Husnudhdhon (baik sangka), maka ajaran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah ini penuh dengan laknat melaknat, karena dilandasi dengan Su’udhdhon ( buruk sangka ) dan dendam kesumat serta kefanatikan yang tidak berdasar.

Dapat kita lihat bagaimana mereka tanpa sopan, berani dan terang terangan mencaci maki para sahabat, memfitnah istri istri Rosululloh Saw, khususnya Siti Aisyah, bahkan Rosululloh sendiri tidak luput dari tuduhan mereka. Ajaran ajaran Syiah yang meresahkan dan membangkitkan amarah umat islam ini, membuat para ulama diseluruh dunia sepakat untuk memberikan penerangan kepada masyarakat. Ratusan judul kitab diterbitkan, berjuta kitab dicetak dengan maksud agar masyarakat mengetahui kesesatan Syiah dan waspada terhadap gerakan Syiah. Dalam menulis kitab kitab tersebut, para ulama kita itu mengambil sumber dan sandaran dari kitab kitab Syiah (kitab kitab rujuklan Syiah ), sehingga sukar sekali bagi orang orang Syiah untuk menyanggahnya.

Selanjutnya dengan banyaknya beredar kitab kitab yang memuat dan memaparkan kesesatan ajaran Syiah, maka banyak orang yang dahulunya terpengaruh kepada Syiah menjadi sadar dan kembali kepada Agidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Hal ini tentu tidak lepas dari hidayah dan inayah serta taufig dari Alloh. Terkecuali orang orang yang memang bernasib buruk, yaitu orang orang yang sudah ditakdirkan oleh Alloh sebagai orang Syagi (celaka dan sengsara).Semoga kita dan keluarga kita digolongkan sebagai orang orang yang Suada’ atau orang orang yang beruntung yang diselamatkan oleh Alloh dari aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah yang sesuai dengan fatwa  Maj’lis Ulama Indonesia ( MUI ) divonis sesat dan menyesatkan.

 

Syiah itu kafir apa masih islam ?. 

Seseorang jika mengatakan Syiah itu islam atau sudah keluar dari islam (KAFIR), maka dia harus mempunyai alasan. Sebab satu aliran bisa dikatakan masih     islam apabila   ajaran  ajarannya  sesuai  dengan  apa  yang  ada  di  dalam

Al qur’an  dan  hadist  dan   selama   ajaran ajarannya  tidak  bertentangan  dengan

Al qur’an dan Hadist. Begitu pula satu aliran akan dikatakan keluar dari  islam apabila ajaran – ajarannya bertentangan dengan Al qur’an dan Hadist, apalagi jika ajarannya menolak Kalamulloh.

Sekarang kita lihat bagaimana ajaran – ajaran Syiah , apakah bertentangan dengan Al qur’an dan Hadist apa tidak bertentangan. Bagaimana sikap Syiah terhadap para Sahabat, terhadap istri istri Rosululloh serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka terhadap Al qur’an itu sendiri.

Dalam Al qur’an banyak sekali ayat ayat yang memuji dan menerangkan keutamaan para Sahabat, serta janji Alloh untuk memasukkan mereka dalam Surganya. Sedang dalam ajaran Syiah diterangkan bahwa para Sahabat yang dipuji oleh Alloh tsb, setelah Rosululloh Saw.wafat, mereka menjadi MURTAD (baca Al kafi 8-345).Alasan mereka karena para Sahabat membaiat Sayyidina Abubakar r.a sebagai Kholifah dan tidak membaiat Sayyidina Ali k.w. Kemudian mereka juga mencaci maki dan memfitnah istri istri Rosululloh Saw. Mereka mengatakan bahwa Siti Aisyah telah melakukan perbuatan serong. Padahal Alloh dalam Al qur’an telah menurunkan beberapa ayat dalam Surat An Nur yang isinya menerangkan kesucian Siti Aisyah, serta menolak tuduhan tuduhan yang dialamatkan kepada istri Rosululloh tersebut.

Dengan  demikian  jelas  sekali,  berarti  ajaran  Syiah  bertentangan  dengan

Al qur’an, atau jelasnya mereka menolak Kalamulloh (Al qur’an). Sedang orang yang menolak Kalamulloh , tidak diragukan lagi kekufurannya.. Dalam Al qur’an juga, Alloh telah menjamin keaslian Al qur’an ( Q.S. Al-Hijr  : 9 ), tapi dalam ajaran Syiah, mereka berkeyakinan bahwa Al qur’an yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi ( Muharrof ). Ini berarti mereka menolak Kalamulloh. Mereka lebih percaya kata kata ulama mereka dari pada firman Alloh. Itulah sebabnya para ulama dengan tegas mengatakan bahwa Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait, telah keluar dari islam (orangnya menjadi MURTAD karena asalnya beragama islam ). Ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi orang orang Syiah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan seperti itu,telah keluar dari islam ( Kafir Murtad )

Disamping ajaran Syiah bertentangan dengan Al qur’an, juga perbedaan kita umat islam dengan Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, disamping dalam Furu’ (cabang), juga dalam Ushul (pokok). Rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, juga rukun islam kita juga berbeda dengan rukun islam mereka. Oleh karena rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, maka konsekwensinya mereka mengkafirkan kita umat islam dan sebaliknya kita juga mengkafirkan mereka.

Disamping itu masih banyak lagi hal hal yang dapat mengeluarkan mereka dari islam, seperti sikap dan keyakinan mereka terhadap Imam Imam mereka. Dimana mereka mendudukkan imam imam mereka diatas para Rosul dan para Malaikat Al-Mugorrobin  (baca Al Hukumah Al Islamiah  – 52, karangan Khumaini).

Hal hal semacam inilah yang dipakai rujukan oleh para ulama dalam menghukum KAFIR golongan Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah

 

Apakah dibenarkan seorang Muslimah menikah dengan seorang laki laki yang beraqidahkan Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah ?.

 

Sebagaimana kita ketahui, bahwa seorang muslimah tidak dibenarkan kawin atau menikah dengan seorang yang beragama diluar agama islam, seperti Kristen, Konghucu, Buda, Yahudi dll. Dan apabila tetap dilaksanakan, maka pernikahannya tidak sah.

Begitu pula seorang Muslimah tidak dibenarkan Atau tidak diperbolehkan menikah dengan  seorang yang Murtad.  Orang Murtad  adalah  orang yang asalnya beragama islam, kemudian dia pindah agama lain. Atau dia asalnya seorang Muslim kemudian dia berkeyakinan sesuatu yang dapat mengeluarkannya dari islam (  Murtad ), seperti orang orang yang beragidahkan Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah (baca kajian Syiah diatas).

Itulah sebabnya tidak ada orang islam yang menikahkan putrinya dengan orang Syiah, sebab pernikahan tersebut tidak Sah. Dan jika terlanjur terjadi, misalnya karena tidak tahu bahwa orang tsb. Syiah, maka harus dipisahkan.

Ada satu catatan yang perlu diperhatikan; Jika dari pernikahan yang tidak sah tersebut sampai menghasilkan putra putra, maka sejarah akan mencatat bahwa anak anak tersebut sebagai anak anak yang lahir dari pernikahan yang tidak sah. Naudzubillah mindzalik

Begitu pula tidak dibenarkan , seorang yang beragama Keristen atau Buda atau Syiah yang membaca Khutbah Nikah dalam acara pernikahan seorang Muslimah.

 

Lalu bagaimana dengan orang orang yang menghadiri pernikahan orang Syiah tersebut?

 

Nastagfirulloh Wanatubuilaih, semoga Alloh memberi hidayah pada kita serta mengampuni dan memberi maaf orang orang yang menghadiri perkawinan tsb. Sebab kehadiran kita tersebut adalah pelecehan terhadap agama Islam serta menganggap enteng misi Rosululloh Saw. Kehadiran kita tersebut,berarti kita menyaksikan dan menjadi saksi satu pernikahan yang tidak sah, karena melanggar hukum Alloh. Disamping itu berarti kita datang untuk memeriahkan dan memberi doa restu perkawinannya seorang yang telah menghina dan mencaci maki serta memfitnah dan mengkafirkan para Sahabat dan istri istri Rosululloh, bahkan Rosululloh sendiri tidak luput dari tuduhan mereka.

Mari kita gunakan akal sehat kita, kira kira Rosululloh Saw akan senang dengan perbuatan kita tsb, apa Rosululloh Saw akan murka. Bagaimana kita akan meminta Syafaat dari Rosululloh Saw, sedang kita menyakitkan hati beliau, disebabkan kita menyenangkan hati musuh musuh beliau, yaitu orang orang yang suka mencaci maki istri istrinya, mertuanya, menantunya dan sahabat sahabatnya.

Alangkah dholimnya kita terhadap diri kita sendiri. Dan hanya orang orang yang tidak waras, yang memilih lebih baik Rosululloh murka kepadanya asal pengundang perkawinan tersebut senang.

Selama ini masalah ini kita anggap biasa biasa saja, padahal ini adalah masalah yang sangat besar akibatnya.

Kepada tokoh tokoh yang merasa menjadi panutan masyarakat, tolong , sekali lagi tolong selamatkan ummat dan jangan karena kepentingan antum, ummat antum korbankan. Berikan pada mereka contoh yang baik, jadilah gudwah yang baik.

Yaa Alloh berilah hidayah pada kami, sehingga kami berani mengatakan yang Hak itu Hak dan yang batil itu batil.

Terakhir, marilah kita berusaha menyenangkan hati Rosululloh Saw, dengan membela istri istrinya, membela mertua mertuanya, membela menantu menantunya serta membela semua Ahlul Baitnya dan semua sahabatnya. Karena dengan membela mereka, berarti kita membela dan menyenangkan Rosululloh Saw.

Semoga Alloh dan Rosulnya ridho pada kita . Amin Yaa Robbal’aalamin.

 

Demikian semoga kajian ini bermanfaat bagi kita semua, kurang lebihnya kami dari Dewan Redaksi Ash-Showaaiq memohon maaf yang sebesar besarnya.

 


ASH-SHOWAAIQ EDISI KHUSUS   Juli  2005

Prof. DR. Umar Shihab: “Saya Bukan Pembela Syiah, tapi Pembela Kebenaran”

Prof. DR. KH. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat), pekan lalu bersama rombongan mengunjungi Iran kurang lebih selama seminggu atas undangan Organisai Ahlul Bait Internasional. Beliau sangat terkesan dalam kunjungan singkatnya tersebut karena dapat melihat dari dekat suasana spiritual dan semangat kehidupan keberagamaan di Iran serta usaha keras para ulama Iran dalam mewujudkan persatuan antara sesama Muslim dan pendekatan antara pelbagai mazhab Islam.

Saat bertemu dengan para pelajar Indonesia di Qom (Selasa, 13 Oktober 2009) beliau tidak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika mendapatkan kesempatan dan taufik dari Allah Swt untuk berziarah pertama kalinya ke makam kakek beliau, Imam Ali Ar-Ridha. Bagi beliau, sosok Imam Ar-Ridha adalah teladan bagi seluruh umat Islam.

Tokoh Islam yang sejak kecil bercita-cita untuk mempersatukan barisan kaum Muslimin ini menghimbau para pelajar Indonesia di Iran supaya menjadi dai-dai yang menyerukan persatuan dan menghindari timbulnya perpecahan di tengah umat Islam. Beliau sangat anti terhadap gerakan takfiriah (usaha mengkafirkan sesama Muslim) hanya karena perbedaan masalah furu’ (masalah cabang alias tidak prinsip). Beliau sangat mengapresiasi upaya serius ulama-ulama Iran di bidang pendekatan antara pelbagai mazhab Islam.

Untuk mengetahui lebih jauh pandangan Prof. DR. KH. Umar Shihab, berikut ini kami melakukan wawancara singkat dengan beliau. Dengan harapan, semoga kerukunan beragama dan bermazhab di tanah air tercinta berjalan dengan baik dan tidak terjadi kekerasan yang mengatasnamakan agama dan mudah-mudahan tercipta suasana saling memahami dan ukhuwah islamiah antara pelbagai mazhab Islam.

Setelah melihat Iran dari dekat, bagaimana pandangan dan kesan Anda?

Iran merupakan tempat perkembangan pengetahuan, khususnya pengetahuan agama. Ini ditandai dengan banyaknya perpustakaan besar di sana-sini. Sekiranya saya masih muda, niscaya saya akan belajar di sini.

Beberapa bulan yang lalu adik saya, Quraish Shihab juga datang ke Iran guna memenuhi undangan Lembaga Pendekatan Mazhab Islam. Sepengetahuan saya, hanya Iran satu-satunya negara yang secara resmi memiliki lembaga yang peduli terhadap persatuan antara mazhab-mazhab Islam. Iran secara getol menyerukan persatuan antara sesama umat Islam, apapun mazhab mereka. Kalau saja negara-negara Islam meniru strategi pendekatan mazhab yang dilakukan Iran niscaya tidak ada pengkafiran dan kejayaan dan kemenangan Islam akan terwujud.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi isu ikhtilaf antara Syiah dan Ahlus Sunah?

Saya orang Sunni, tapi saya percaya Syiah juga benar. Sebagaimana saya percaya bahwa mazhab Hanafi dan Maliki juga benar. Saya tidak mau disebut sebagai pembela Syiah, tapi saya pembela kebenaran. Jangankan mentolerir kekerasan antar mazhab yang MUI tidak pernah mengeluarkan “fatwa sesat dan kafir” terhadap mazhab tersebut, kepada Ahmadiyah yang kita fatwakan sebagai ajaran sesat pun kita tidak mengizinkan dilakukannya kekerasan terhadap mereka.

Kita tidak boleh gampang mengecap kafir kepada sesama Muslim hanya karena masalah furu`iah (masalah cabang/tidak utama). Antara Syafi’i dan Maliki terdapat perbedaan, meskipun Imam Malik itu guru Imam Syafi’i. Ahmadiyah kita anggap sesat karena mengklaim ada nabi lain sesudah Nabi Muhammad saw, sedangkan Mazhab Ahlul Bait (Syiah) dan Ahlus Sunah sama meyakini tidak ada nabi lain sesudah Nabi Muhammad saw.

Perbedaan itu hal yang alami dan biasa. Imam Syafi’i, misalnya, meletakkan tangannya di atas dada saat melaksanakan shalat. Namun saat berada di Makkah—untuk menghormati Imam Malik—beliau meluruskan tangannya dan tidak membaca qunut dalam shalat subuhnya. Orang yang sempit pengetahuannya yang menyalahkan seseorang yang tangannya lurus alias tidak bersedekap dalam shalatnya.

Sebagian kalangan menganggap Syiah sebagai mazhab sempalan dan tidak termasuk mazhab Islam yang sah? Bagaimana pendapat Anda?

Orang yang menganggap Syiah sebagai mazhab sempalan tidak bisa disebut sebagai ulama. Syiah dan Ahlus Sunnah tidak boleh saling menyalahkan. Masing-masing ulama kedua mazhab tersebut memiliki dalil. Syiah dan Ahlus Sunnah mempunyai Tuhan, Nabi, dan Al-Quran yang sama. Orang yang mengklaim bahwa Syiah punya Al-Quran yang berbeda itu hanya fitnah dan kebohongan semata.

Saudara Prof. Muhammad Ghalib (Guru Besar tafsir dan Sekretaris MUI Sulsel, Makassar yang ikut bersama beliau ke Iran) akan membawa Al-Quran cetakan Iran yang konon katanya berbeda itu ke tanah air. Saya sangat kecewa kalau ada salah satu ulama mazhab membenarkan mazhabnya sendiri dan tidak mengapresiasi mazhab lainnya. Shalat yang dilakukan oleh orang-orang Syiah sama dengan shalat yang dipraktikkan Imam Malik.

Apa pesan Anda terhadap kami sebagai pelajar-pelajar agama?

Pesan pertama dan utama saya: Peliharalah persatuan dan kesatuan antara umat Islam. Banyak ayat dalam Al-Quran yang mengecam perpecahan dan perselisihan di antara sesama umat Islam, seperti usaha menyebarkan fitnah dan percekcokan di tubuh umat Islam dll. Kita harus menjadi pelopor persatuan dan tidak membiarkan perpecahan terjadi di tubuh umat Islam. Contoh ideal persatuan dan persaudaraan antara sesama Muslim adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw saat mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar.

Pesan kedua: Persatuan yang ditekankan dalam ajaran Islam bukan persatuan yang pura-pura atau untuk kepentingan sesaat, namun persatuan yang bersifat kontinu dan sepanjang masa. Kita tidak boleh terjebak dalam fanatisme buta. Saya saksikan sendiri di Iran, khususnya di Qom, banyak orang-orang alim yang sangat toleran. Saya tahu persis di Iran ada usaha serius untuk mendekatkan dan mencari titik temu antara mazhab-mazhab Islam yang tidak ditemukan di tempat lain.

Saya mengunjungi perpustakaan di Qom dan saya melihat usaha keras para ulama di bidang pendekatan antara mazhab Islam. Saya tekankan bahwa setiap ulama mazhab memiliki dalil atas setiap pendapatnya dan pihak yang berbeda mazhab tidak boleh menyalahkannya begitu saja. Sebagai contoh, kalangan ulama berbeda pendapat berkaitan dengan hukum mabit (bermalam) di Mina. Ada yang mewajibkannya dan ada pula yang menganggapnya sunah. Jangankan antara Syiah dan Ahlussunah, antara sesama internal Ahlus Sunah sendiri pun terdapat perbedaan, misalnya antara Syafi’i dan Hanafi. Jadi, perpecahan itu akan melemahkan kita sebagai umat Islam.

Pesan ketiga: Sebagai pemuda, jangan berputus asa. Allah Swt memerintahkan kita untuk tidak berputus asa. Belajarlah bersungguh-sungguh karena menuntut ilmu itu suatu kewajiban. Dan hormatilah guru-guru Anda karena mereka adalah ibarat orang tua bagi Anda. Menghormati guru sama dengan menghormati orang tua Anda. Harapan kita dan umat Islam terhadap Anda begitu besar. Kami berterima kasih atas semua pihak yang membantu Anda di sini, terutama guru-guru Anda.

Saya menghimbau para pelajar Indonesia di Iran—setelah mereka pulang—hendaklah mereka menjadi dai-dai yang menyerukan persatuan di antara umat. Islam menekankan persatuan sesama Muslim dan tidak menghendaki timbulnya fitnah, seperti apa yang dilakukan oleh Rasul saw saat beliau memerintahkan untuk menghancurkan Masjid Dirar. Karena tempat itu dijadikan pusat penyebaran fitnah dan usaha untuk memecah belah umat.

Seringkali karena fanatisme, kita melupakan persatuan. Orang yang memecah belah umat patut dipertanyakan keislamannya. Sebab, orang munafiklah yang bekerja untuk memecah belah umat. Dan orang-orang seperti ini sepanjang sejarah pasti ada dan selalu ada hingga hari ini. Sejak kecil saya bercita-cita untuk mempersatukan sesama umat Islam. Dan di akhir hayat saya, saya tidak ingin melihat lagi perpecahan dan pengkafiran sesama Islam.

Sumber: Wawancara Eksklusif Prof. DR. Umar Shihab

Iklan

11 responses to “Prof. Umar Syihab Dan Kebohongannya

  1. yang sesat adalah yyang tidak peka terhadap kezaliman dan penjajahan hanya sibuk memecahbelah umat islam yang ujung-ujungnya materialisme dan ambii kekuasaan. maaf dan trima kaih

  2. Apa yang nulis itu dapat wahyu lagi ya… jadi tahu siapa yang sesat dan siapa yang tidak sesat meskipun orang telah berhujjah berdasarkan Al-qur’an dan sunnah, jangan-jangan beliau Imam Mahdi yang udah turun, akh senang banget kalau benar mau jadi suri touladan,. ampun-ma’af yaa kalau pendapat kita salah, terimaksih…..

  3. salam wr wb
    datang di nikahan kristen aja boleh lha kok dateng ke syiah g boleh? stl liat websitenya tadinya simpati tapi lama2 keliatan website ini memecah belah, sunni syiah muhammadiyah nu atau apapun jangan di liat dari oknumnya tapi liat ajarannya. gak ada satupun ajaran yang memecah belah walaupun yahudi. buat yang nulis kalo bikin kesimpulan dari buku kedua belah pihak jangan dari oknum yang benci syiah atau aliran lain trus nulis. terus terang saya sunni tapi kaget baca tulisan spt ini. bener2 jelek2in banget. padahal saya gak liat orang2 syiah yang saya kenal melakukan hal2 jelek 1pun yang di tulis di web ini. semoga esok kata2 bisa di edit dan lebih di diterima oleh hati otak orang awan. w.salam

  4. hahahahahaaaa….., AZA vs Proff Umar Shihab, dr cr bicaranya udah kliatan klo AZA yg jahil murakkab, kasian dia, pikir orng2 pada gak pendidikan kaleee…. MUI dibandingin ALBAYINAT, wkwkwkwkwk… akal kok ditaruh dipantat, Astagvirullah, gmn klo ulama kyak nt alkapon, crmahnya cm jelek2in madhab syiah, katakutan yg gak beralasan, nt pikir cm nt yg punya akal yee….!! nt pikir HIZBULLAH yg jihad dipalestine tuh orng kyak nt brow.. ustad apa sapi nt ne…(jgn ahawas fitnah nt parah bro)
    masalah masuk haromain nt bahas, bodoh nt… jelas2 kliatanlah ibadah orng syiah n bukan, napa kok bs masuk.. ahmadinejad jelas2 syiah napa masuk haromain, ALLAHKARIM, nt kasih argumen mleset mulu… bljr dl yg bner baru serang ok… kalangan akademisi gak bakalan cocok ma kalam nt, malah Umar shihab nt bilang ilmunya minim, gak kbalik jauh tuh,wkwkwkwkwwk.. miskinun alkapon wahad ne…. lanjutin perjuangan harrat nt ye… :-)

  5. Hati2 wahbabi..!!! eh maksud gua wahabi , wahabist..

    kalo albayinat mah kita di suirabaya juga pada tahu.. asal muasal keluarga thohir alkaf yang dari prkalonga, ayahnya si thohir itu pernah menjual tanah mereka di pekalongan ke[ada org2 keristen karena dibeli dgn harga yg tinggi. sekarang diatas tanah tsb sdh dibangun gereja yg besar.. karena malu sama org2 pekalongan, setelah menjual tanahnya, keluarga si thohir pindah ke nyamplungan surabaya.. untuk menghindar dari rasa malu yg amat sangat. sekarang mereka menjadi wahabi karena mendapatkan keuntungan dari kerajaan saudi yg khawaridj.. coba kalian cek tentang keluarga mereka yg di jkt dan surabaya.. ada apa gerangan …!
    harap hati2 terhadap hasutan keluarga thohir ini.. mereka sdh menjadi antek wahabi../ khawarijd..

  6. moh bin thahir alkaff

    maksut nt habib thohir alkaf sapa???
    yg di surabaya itu habib thohir alhamid,,, dia orng alim,,,,
    nt ra`syeh kalo fitnah,,,emang dasar orang syiah bahlol ya kalo fitnah wa bohong ra`syeh”,,,,

  7. amir barokze

    assalamualaikum,,,afwan ni komentar pada gak nyambung,,yg gak paham juga nimbrung,masalah syi’ah ya buka kitab syiah,gak urus itu mui,aza,umar syihab,,klo kitab gak bisa bohong bro,,klo pribadi mah bisa berobah 2,pastikan aja,,ada prbedaan gak masalah rukun iman dan islam nya,,tanya keduanya AZA juga UMAR SAHAB,,kitabnya apa,yg ngarang sapa,,,nanti ketahuan sapa yg bohong,,,masalah tohir alkaf,,bukan dri pkalongan,tpi dri tegal,,istrinya yg dri pakalongan,,,wah yg ngomong di atas tu keburu nafsu yaaa,,gak ngecek dulu,,heheheheh,,afwan trim,,

  8. Nah ini wahyu Allh swt yang keluar dari kantong celana Muhammad; Aku bersaksi tiada Tuhan yang disembah selain Alloh swt. Dan aku bersaksi Muhammad itu bukan rasul Allah yang Maha esa, dia adalah dia Alloh swt berbentuk manusia Muhammad.
    Alloh swt Muhammad dari Mekah, dia itu akan dilemparkan dalam siksaan kuburan berteman denga Allh swt dalam kuburan

  9. Saksikanlah wahai Ikhwan sekalian para non muslim rame2 ikut ngadu domba…waspada zionis, salibis bekerjasama untuk menghancurkan Islam tetapi dengan Rahmat Allah kita Jaya…

  10. Fatimah Zahra Bilfaqih

    Berbeda dengan agidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang penuh dengan cinta mencintai serta penuh dengan maaf memaafkan karena berdasarkan Al-Akhlagul Karimah dan Al-Afwa Indal Magdiroh (pemberian maaf disaat ia dapat membalas) serta Husnudhdhon (baik sangka), maka ajaran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah ini penuh dengan laknat melaknat, karena dilandasi dengan Su’udhdhon ( buruk sangka ) dan dendam kesumat serta kefanatikan yang tidak berdasar.

    dari kata2 ini aja, dah keliatan anehx

    beliau bilang syiah begini begitu, tp dari awal saya g pernah melihat penulis Husnudhdhon ttg syiah,, =))
    lucu bgt,, hehee

    bapak yang terhormat… jgn buang2 waktu tuk membuat perpecahan antar umat ISLAM.. kasian.. kita yg hancur nanti..

  11. gak tau mana yg bener, tar kalau syiah ama suni perang, sapaya yg masuk surga? Agama kok isinya cuma kafir, bunuh dan bunuh , tumpas, sesat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s