AHMADIYAH HANYA TEST CASE …TARGET SESUNGGUHNYA ADALAH MEMBASMI SYI’AH”

Syi'ah Bukan Islam

Ada satu analisa terhadap kasus Ahmadiyah dan fenomena intoleransi hanyalah’TEST THE WATER’ terhadap UMAT ISLAM test case saja.

“Test case seperti melempar batu ke dalam air seberapa riak ummat ini. Satu-Satu. Ada tesa-antitesa, aksi-reaksi, sebab-akibat,” komunitas Ahmadiyah sangat sedikit menurut data hanya lebih kurang 500 ribu jiwa mereka eksis selama 80 tahun lebih sejak pertama kali disebarkan tahun 20 sekian dan SK Pemerintah tahun 1953 sebagai oramas, terbukti bebrapa tokoh Ahmadiyah yang dengan pendekatan dialog kembali ke Islam mainstream dan gerbong dibelakangnya pun mengikutinya inilah faktanya.

Jadi tak terlalu mengkhawatirkan karena setiap tahun jumlah jema’atnya semakin berkurang hanya dengan pendekatan dialog dan hujjah-hujjah yang meyakinkan mereka bisa diajak kembali kedalam Islam mainstream.

SASARAN SEBENARNYA YANG DI SETTING OLEH KELOMPOK EKSTRIM, RADIKAL, DAN INTOLERAN ADALAH MEMBASMI SYI’AH DARI BUMI PERTIWI.

Kelompok pengusung faham takfir gigih menyebarkan virus takfirnya ke semua lini dan lintas mazhab, WASPADA terhadap jenis virus yg satu ini karena ia langsung menyerang dan mengeinfeksi saraf dan jantung umat, ciri-ciri orang terinfeksi virus ini :anti logika, jumud, intoleran, radikal, beringas, merasa paling benar sendiri selainnya salah, cenderung kepada perpecahan umat, mengandalkan logika kekuatan dan menyetujui tindak kekerasan. ADAKAH CIRI-CIRI DAN GEJALA ITU PADA DIRI ANDA???

Cara yang paling tepat ialah mendesak intitusi-institusi seperti Depag, MUI, khususnya Pemerintah, DPR untuk melihatnya sebagai ancaman serius bagi instabilitas Negara dari kelompok takfir dan intoleran ini maka kita perlu memberikan masukan bahwa ini hanya tinggal menunggu waktu saja apabila ada yang menyulut dan memulai maka meledaklah dan untuk menghindari konflik horisontal seperti di Malaysia maka perlu dikeluarkan pernyataan resmi bersama antara ormas-ormas Islam, Pemerintah dalam hal ini MUI dan Depag, Kejagung ,Kepolisian/TNI/DPR, tentang pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah antara pemeluk mazhab-mazhab di dalam Islam khususnya Sunnah dan Syi’ah.

Atau bagaimanalah redaksinya terserah yang penting intinya agar konflik horisontal bisa di antisipasi sedini mungkin dan bagi pelaku pelanggaran baik lembaga atau perorangan akan di kenai sangsi hukum yg berat. KALAU TIDAK DIANTISIPASI SEJAK DINI BERSIAPLAH MENUJU INDONESIA YANG PORAK-PORANDA !!!!!!!

Sunnah-Syi’ah Menjalin Ukhuwah “SETAN TERBAKAR”

Ini adalah urusan yang haq dan bathil bukan urusan asap dan api, masalah Sunnah dan Syi’ah itu sudah terjadi ribuan tahun, di Irak tempat yang mayoritas Syi’ah , Sunnah-Syi’ah rukun dan mereka bekerjasama, berinteraksi dalam menjalin ukhuwah begitu pula di negeri-negeri Islam lainnya.

Semuanya menjadi berubah setelah faham takfir/radikal yang di pelopori kaum Salafiyyin/Wahabi ekstrim gencar mereka sebarkan dengan berbagai media propaganda maka sebagian kaum muslimin malah terperosok ke dalam faham takfir itu sendiri, anda lihat saja para Ustadz-Ustadz Syi’ah yang hampir semua mantan Ahlussunnah dan semuanya pro ukhuwah begitu pula para pemimpin ormas-ormas Islam lainnya kecuali oknum-oknum yang gila fulus dan hubbud dunya, kita tidak bisa bilang hanya menilai sebelah mata akan fakta ini tetapi dinilai dan disaksikan oleh banyak mata.

Negara ini adalah negara hukum kalau ada pelanggaran maka harus di tindak dan hukum harus di tegakkan, Ingat strategi kelompok yang anti persatuan dan anti syi’ah mirip seperti strategi yg diterapkan kaum Zionis.

Para anti persatuan, kelompok intoleran berupaya memancing-mancing Muslim Syi’ah dengan perbedaan mazhab dan pembahasan masalah khilafiyah dan mulai menyudutkannya, begitu sebagian ikhwan Syi’ah mulai terpancing maka mereka senang dan mulailah mereka melakukan pembalasan yang lebih besar dan tak berperi-kemanusiaan, seperti ZIONIS menyerang Palestine dengan serangan kecil lebih dahulu kemudian Palestine membalas dengan serangan ala kadarnya/setimpal kemudian ZIONIS membalasnya lagi dengan serangan yang lebih besar dan dahsyat dan terus berupaya memojokkan Palestine seraya menggalang opini publik bahwa perjuangan palestine bukanlah perjuangan kemerdekaan tetapi adalah makar kaum teroris.

SYI’AH ADALAH MAZHAB TERTUA DALAM ISLAM IBARAT SAUDARA KANDUNG KAMI ADALAH SODARA TUA YANG BANYAK NGALAHNYA, PERGESEKAN TERJADI BUKAN KARENA SYI’AH HADIR DI INDONESIA.

TETAPI PADA HAKIKATNYA ADALAH KETIDAKMAMPUAN KELOMPOK ANTI PERSATUAN DAN ANTI SYI’AH MENERIMA PERBEDAAN DARI MAZHAB YANG BERSIKAP KRITIS ATAS KEMAPANAN MEREKA YANG SELAMA INI MEREKA NIKMATI MENJADI TERGANGGU ITULAH INTI PERSOALANNYA……

Jadikanlah Persaudaraan antara Sunnah dan Syi’ah sebagai Rahmatan Lil Alamin, kita semua adalah anak-anak zaman yang akan menyongsong masa depan dan tidak mewarisi dendam sejarah masa lalu, cukuplah hitam putihnya sejarah menjadi pelajaran berharga untuk di ambil hikmahnya dan dengan mengutip FATWA RAHBAR : HARAM HUKUMNYA KAUM MUSLIM SYI’AH UNTUK MELECEHKAN SIMBOL-SIMBOL AHLUSSUNNAH DAN UMMAHATUL MUKMININ.

Semoga Ulama-Ulama Ahlusunnah pun bisa mengeluarkan fatwa sejenis untuk ikhwan ahlussunnah, disinilah titik persoalaan toleransinya, berjiwa besarkah ikhwan Ahlussunnah lewat intitusi keulamaannya untuk mengeluarkan fatwa serupa??? kita harapkan demikian, semoga.

JANGAN TERPANCING !!!!! STRATEGI ZIONIS TENGAH DITERAPKAN KELOMPOK ANTI PERSATUAN !!! WASPADALAH !!!!
__________________________________________________________________________________________________________
Albayyinat Desak Gubernur Jatim Membubarkan Aliran Syiah

Selasa, 01 Maret 2011 15:59 Redaksi

Surabaya – Yayasan Albayyinat Indonesia meminta Pemerintah Jawa Timur menerbitkan surat keputusan yang berisi larangan aktivitas dakwah bagi Madzhab Ahlul Bait, penganut Syiah di Pasuruan.

“Selain Ahmadiyah, Syiah Pasuruan yang sekarang berganti nama dengan Madzhab Ahlul Bait juga harus dilarang, mereka ini selalu memprovokasi umatnya untuk membenci umat lainnya,” kata Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia Habib Achmad Zein Alkaf, Selasa (1/3).

PARA PROVOKATOR

Menurut Habib yang tinggal disekitar kompleks makam Sunan Ampel Surabaya ini, SK Gubernur Jawa Timur nomor 188/94/KPTS/013/2011 tentang larangan aktifitas Ahmadiyah di Jawa Timur masih kurang lengkap, karena yang berpotensi bikin ribut sebenarnya bukan hanya Ahmadiyah, melainkan juga Madzhab Ahlul Bait.

Dia mencontohkan Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Pasuruan yang beraliran Madzhab Ahlul Bait beberapa waktu lalu terlibat bentrokan dengan sekelompok massa Islam. “Di Jatim, Ahmadiyah malah jarang kita dengar ada bentrokan, tapi di Pasuruan ini malah syiah/madzhab Ahlul Bait lebih sering membuat onar,” tambah dia.

Selain sering bikin onar, kata dia, Madzhab Ahlul Bait juga menganggap umat Islam lainnya kafir. “Bahkan mereka dalam berbagai kesempatan menghina Nabi, dan mendudukkan derajat Nabi di bawah para imam mereka, ini kan juga sesat,” imbuh dia.

Gubernur Jatim,Soekarwo

Menanggapi hal ini, Gubernur Soekarwo mengatakan, apa yang terjadi di Pasuruan berbeda dengan Ahmadiyah. “Kalau Ahmadiyah semua sepakat mereka di luar Islam, tapi di Pasuruan itukan masih Islam,” kata Soekarwo.

Khusus Pasuruan ini, Soekarwo juga telah meminta aparat kepolisian untuk lebih tegas menindak jika kembali terjadi rusuh. Tak hanya itu, Soekarwo menilai, apa yang terjadi di Pasuruan hanyalah bentuk kesalah pahaman. [tmpint/syiahindonesia.com]

sumber: http://syiahindonesia.com/index.php/akhbar-syiah/syiah-indonesia/436-albayyinat-desak-gubernur-jatim-membubarkan-aliran-syiah

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Anggota Komisi VIII, Ali Maschan Musa :”Waspadai Syiah”

Ribuan Pemuda Belajar di Iran, Polri Diminta Waspadai Syiah

Kamis, 03 Maret 2011, 16:18 WIB

Antara

Sisa-sisa bentrokan warga dengan jemaat Ahmadiyah, Ahad (6/2), di Cikeusik, Pandeglang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Anggota Komisi VIII, Ali Maschan Musa, mengatakan Polri juga harus ikut memerhatikan aliran Syiah selain mewaspadai penyebaran Ahmadiyah di Indonesia. Saat ini, kata dia, ada ribuan pemuda-pemuda Indonesia yang belajar Syiah langsung di Iran. Beberapa tahun lagi mereka akan kembali.

“Saya tahun 2007 ke Iran dan bertemu dengan beberapa anak-anak Indonesia di sana yang belajar Syiah. Mereka nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya,” kata Ali dalam rapat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (3/3).

Kondisi macam itu, kata Ali, juga harus menjadi perhatian Polri ke depan. Ali berharap kejadian kekerasan Cikeusik yang melibatkan Ahmadiyah dan kelompok masyarakat bulan lalu tidak terulang lagi. “Kalau memang kembali, mereka (pelajar Indonesia di Iran) itu akan menjadi pekerjaan Polri,” katanya.

Ali mengatakan adanya pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran itu datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. “Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran itu. Saya perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang,” katanya.

Ito Sumardi menganggap informasi dari Ali Maschan Musa merupakan masukan yang baik bagi Polri. Namun, Ito mengatakan Polri perlu kepastian mengenai paham Syiah itu diperbolehkan di Indonesia atau tidak. “Ini masukan yang bagus,” ujarnya singkat.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/03/167288-ribuan-pemuda-belajar-di-iran-polri-diminta-waspadai-syiah

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Saturday, 05 March 2011 23:52 PDF Print E-mail

Pelajar Indonesia di Iran Rilis Pernyataan untuk Anggota DPR

[KH. Ali Maschan Musa]

KH. Ali Maschan Musa

Pernyataan Sikap HPI: Prof. Dr. KH. Ali Maschan Musa dan Republika

Release

Sabtu, 05 Maret 2011

Nomor : 16/SPS/BP-HPI/XII/2011

Perihal : Pernyataan Sikap

Kepada Yth.

Bapak Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat RI

Di jakarta

Merujuk pemberitaan Republika Online yang memuat pernyataan anggota Komisi VIII DPR-RI, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Musa, dalam rubrik Breaking News – Nasional pada 03 Maret 2011 di bawah tajuk “Ribuan Pemuda Belajar di Iran, Polri Diminta Waspadai Syiah”, Kami Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) sebagai organisasi kepelajaran terbesar dan tertua di Republik Islam Iran memandang perlu dikemukakan kepada masyarakat Indonesia bahwa:

1. Berdasarkan Data Pemilih Tetap Pemilu, Maret 2009, jumlah masyarakat di Republik Islam Iran adalah 304 WNI. Dari jumlah tersebut, 257 WNI tercatat sebagai pelajar Indonesia di Republik Islam Iran dari berbagai bidang studi. Angka ini sudah termasuk di dalamnya jumlah anggota keluarga yang ikut bersama mereka. Ini dikuatkan oleh data pelajar RI 31 Januari 2011 dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran. Maka, pernyataan Prof. Dr. KH. Ali Maschan Musa, “Saya perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang”, adalah semata-mata kecerobohan.

2. Kami tidak pernah memiliki pengalaman bertemu apalagi menyampaikan permintaan seperti yang dinyatakan anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan RI, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Musa, pada tahun 2007 di Iran. Dan adanya sejumlah pelajar Indonesia di Iran yang “nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya” hanyalah klaim sepihak beliau yang tak berdasar.

3. Dalam rangka kunjungan silaturahmi dengan sejumlah ayatollah dan pejabat tinggi Iran, mantan Ketua PBNU KH. Hasyim Muzadi beserta rombongan delegasi bertemu dengan Presiden Mahmoud Ahmadi Nejad dan, sebagaimana diberitakan Republika, Senin 24 April 2006, menyatakan pihaknya juga berupaya mendekatkan kelompok-kelompok Islam, termasuk di dalamnya antara Sunni dan Syiah. Sebagai anggota delegasi yang turut hadir dalam pertemuan itu, sudah sepatutnya Prof. Dr. KH. Ali Maschan Musa dengan segenap kapasitas moral dan status sosial-politiknya lebih menyadari dan berkomitmen lebih serius dalam mendesakkan upaya pendekatan positif tersebut.

4. Selama ini, kami mendapatkan pelayanan, dukungan dan kepercayaan laiknya status kami sebagai WNI pelajar dan peneliti dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran. Alih-alih meminta agar pelajar diwaspadai, penghargaan ini sepatutnya menjadi referensi bagi Prof. Dr. KH. Ali Maschan Musa sebagai pejabat publik dan figur agama untuk juga memandang kami layaknya pelajar dan peneliti serta turut memberikan motivasi yang bijak dan arahan yang memadai.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan agar menjadi perimbangan informasi, pelurusan fakta dan andil dalam menjaga keutuhan kerukunan serta membangun masa depan bangsa dan negara.

Hormat Kami

BADAN PENGURUS

HIMPUNAN PELAJAR INDONESIA (HPI)

Periode 2010-2011

05 Maret 2011, Republik Islam Iran

Ammar Fauzi, MA

Ketua Umum

Tembusan:

1. Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Tehran

2. Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi RII

3. Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta

4. Al-Musfata International University, Iran

5. Republika Online

6. Media massa cetak dan elektronik yang lain

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Iklan

One response to “AHMADIYAH HANYA TEST CASE …TARGET SESUNGGUHNYA ADALAH MEMBASMI SYI’AH”

  1. Berita menarik. Meninggalkan jejak blog berita tt syiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s