Kitab Kasyful Asrar Dipalsukan

Imam
Saya kutipkan buku yang menerangkan kebohongan pada terjemahan kitab Imam Khomeini yang berjudul “Kasyful Asrar”.Kasyful Asrar Bayna Ashlihi Al-Farisiy Wat Tarjamah Al-Urduniyyah”, oleh Dr. Ibrahim Ad-Dasuqi Syata (seorang Professor dan Kepala Bagian bahasa-bahasa dan sastra timur, Fakultas Sastra, Universitas Cairo).

Setengah abad sebelum meletusnya Revolusi Islam, Imam Khomeini menulis buku”Kasyful Asrar”, yang digunakan untuk membantah pikiran-pikiran sekuler yang mengatakan bahwa syari’at Islam sudah usang dan tidak mampu menyelesaikan persoalan hidup dan tidak dapat merespon dinamika zaman.Pikiran-pikiran tersebut dikemukan oleh seorang sekuler Iran, yaitu Ali Akbar Hokmi Zadeh (dalam buku “Asrar Umruha Alfu ‘Am”).Yang kemudian buku Imam Khomeini tersebut diterjemahkan ke dalam bahsa Arab.

Melihat kejanggalan pada terjemahannya, maka Dr. Ibrahim mencobamelakukan perbandingan antara terjemahan dengan buku aslinya. Hasilnya,beliau menemukan bahwa hampir di setiap halaman ditemukan banyak alinea yang dibuang, konteksnya diubah dan diputarbalikkan, dipotong atau dihilangkan, pemalsuan terjemah kata-kata Parsi ke dalam bahasa Arab yang bukan makna dan arti yang sebenarnya.Sehingga hal itu menjadikan fitnah bagi Imam Khomeini.

Pada tahun 1943, seorang yang bernama Ali Akbar Hokmi Zadeh–putra seorang ulama–menerbitkan buku setebal 38 halaman dengan judul “Asrar Umruha Alfu’Am (Rahasia-rahasia selama seribu tahun)” sebagai bantahan terhadap agama secara umum dan syi’ah secara khusus. Dalam buku tersebut ia mengemukakan pendapat Ibn Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab.

Setelah buku tersebut terbit, serta merta Imam Khomeini (QS) menghentikan kegiatan mengajarnya di Hauzah Ilmiyah Qom selama dua bulan, untuk menulis buku yang berjudul “Kasyful Asrar”, sebagai sanggahan terhadap buku Hokmi Zadeh tadi.Berikut ucapan Imam Khomeini : “Aku telah mengarang buku Kasyful Asrar selama dua bulan yang pada waktu itu aku liburkan pelajaran di Hauzah, aku tekuni sungguh-sungguh mengarang tanpa henti”.

Beliau (Imam Khomeini) menambahkan : “Setelah buku Kasyful Asrar itu tersebar, Hokmi Zadeh berkirim surat kepadaku, ia berkata : ‘Sesungguhnya jawaban-jawaban yang anda tulis adalah tegas dan argumentasinya tak dapat dibantah’. Dan ia mengaku : ‘Saya telah mencari orang yang menerangkan kepada saya–seperti anda–tentang apa yang masih kabur bagi saya, karena saya tidak mempunyai tujuan jelek’

Adapun buku-buku terjemahan bahasa Arab yang mengacu pada Kasyful Asrar,dengan terjemahan bohong tersebut, adalah :

1. “Dar Ammar It-Thaba’ah Wan Nasyr”, ditulis oleh tiga ulama , seperti Dr. Muhammad Al-Bandari (nama samaran), terbitan Yordania, 1987.

2. “Mar’al Khumayni fi Kasyfi Asrarihi” oleh Dr. Ahmad Kamal Sya’st.

3. “Al-Fitnatul Khumayniyyah” oleh Sa’id Hawwa (warga Yordania).

4. “Fadhaihul Khumayniyyah”, ditulis oleh 6 pemikir Islam, seperti Dr.Abdul Mun’im Namer (ulama Mesir), diterbitkan oleh Konferensi Islam Rakyat Irak.

Kebohongan terjemahan Arab atas buku “Kasyful Asrar”, seperti :

1. Dikatakan bahwa Imam Khomeini menyebut Abubakar dan Umar sebagai “Dua Berhala Quraisy”. Dan kenyataannya tidak ada dalam teks aslinya.

2. Beliau (Imam Khomeini) dikatakan mencaci maki sahabat. Tidak ditemukan dalam teks aslinya.

3. Beliau mengatakan tentang syahid, yaitu : “Dan ia telah mengorbankansemua yang ada di jalan Allah”. Yang diterjemahkan dalam bahasa Arab dengan”Wa khosaro ruhahu min ajlillahi ta’ala” (dan ia telah merugikan ruhnyalantaran Allah Ta’ala). Yang kemudian si penerjemah mencaci maki Imam Khomeini.

4. Ketika beliau menyebut “markaz tasayyu'” (tempat para syi’ah), kemudian diterjemahkan dengan “mamlaka asy-syi’ah” (Kerajaan syi’ah raya).

5. Kata “riwayah” diterjemahkan dengan “hikayah”.6. Kata “turabul ahya’ wahibun lil hayati” (tanah/bumi yang akan memberikehidupan). Diterjemahkan dengan “At-turbatu wahbatu lil hayati” (batu itupemberi kehidupan).

Yang dengan kebohongan di atas, penerjemah dan pemberi catatan pinggir atas penerjemahan tersebut, telah mencaci maki Imam Khomeini sebagai kafir,pembohong, fanatik parsi, dll. Sama seperti ucapan Ibu Ros, dll.

Dan masih banyak lagi kebohongan dan kebodohan penerjemah dan pemberi catatan pinggir, dalam menterjemahkan dan mengomentari Kasyful Asrar.Lebih lengkapnya baca buku di bawah ini.

Ref:”Kasyful Asrar Imam Khomeini, antara Bahasa Arab dan Bahasa Parsi” oleh Jamaluddin Asymawi, penerbit As-Sajjad, Jakarta, 1996.Yang merupakan terjemahan buku Dr. Ibrahim Ad-Dasuqi Syata, tersebut di atas.

Iklan

One response to “Kitab Kasyful Asrar Dipalsukan

  1. Muslim itu seharusnya hanya satu, yaitu orang orang yg Hanya menjadi Hamba Allah SWT. bukan menjadi hamba selain Nya. bukan menjadi penyembah hawa nafsu dan Dunia dengan segala isinya,
    seorang muslim yg baik tidak saling menghina dan tidak membuka aib sesama muslim.

    bukankah semua nabi dan Rasul risalah nya adalah Menegakkan Kalimah Laa ilaha ilallah.
    dan kita disuruh berbuat baik karena nanti ada hari pembalasan atas semua yg kita lakukan selama hidup. berbuat baik sesuai syariat islam yg di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s