Surat Edaran Walikota Tentang Waspadai Aliran Syi’ah Salah Kaprah

Minggu, 15/05/2011 06:46 Wib

Surat Edaran Walikota Tentang Waspadai Aliran Syi’ah Disalahkan


PanturaNews (Tegal) – Kebijakan Walikota Tegal, Jawa Tengah, H Ikmal Jaya SE Ak terkait penerbitan Surat Edaran (SE) Nomor 451.1/008 tertanggal 02 Pebruari 2011 tentang himbauan kepada warga agar mewaspadai aliran Syi’ah Imamiyah dinilai sebuah kesalahan.Hal itu ditegaskan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal, KH Abu Chaer Annur dalam diskusi penyadaran yang digelar Forum Anak Bangsa Tegal (Fabat) di ruang Adipura, Balaikota Tegal, Minggu 15 Mei 2011.

Dalam diskusi yang bertemakan Merajut Bingkai Kebangsaan “Syi’ah Dalam Kebijakan Pemerintah “ itu, Abu Chaer Annur menyatakan bahwa SE Walikota Tegal dinilai sebuah pemaksaan kehendak pemerintah yang telah memasuki wilayah ibadah.

“Mestinya, kalaupun ada pernyataan larangan maupun himbauan kewaspadaan bagi kelompok tertentu yang bersinggungan dengan keagamaan, menjadi wewenang lembaga yang menaungi persoalan keagamaan maupun peribadatan, bukan kapasitas Walikota selaku kepala daerah. Penasehat Walikota mestinya cermat dan cerdas dalam memberikan masukan kepada Walikota,” kata Abu Chaer.

Menurut Ketua MUI Tegal K.H. Abu Chaer, mengenai problem tentang Syi’ah, Walikota bisa melakukan kajian dengan beberapa lembaga keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, MUI atau Kementrian Agama sebelum memutuskan membuat Surat Edaran.

Sementara, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Bagian Sosial Pemkot Tegal, Imam Bajari SE, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak mengatakan, diskusi penyadaran itu diharapkan dapat menghimpun pendapat, informasi dan saran dari berbagai pihak sebagai ikhtiar untuk membentuk satu konfigurasi pendapat. Apalagi, dalam perss release disebutkan bahwa diskusi tentang syi’ah itu dilatarbelakangi oleh terbitnya surat edaran tentang syi’ah.

“Saya memandang diskusi ini akan menjadi wahana pengkajian, pemikiran, dan penulusuran terhadap sejarah dan kebudayaan syi’ah di Indonesia, untuk selanjutnya kita menyikapinya dan melahirkan sebuah penyadaran terhadapnya dalam konsep kerukunan umat islam di dalamnya. Ringkasnya, diskusi ini akan mengkaji begbagai pemikiran dan tindakan aplikatif terhadap Syiah, khususnya kemungkinan merebaknya ajaran syi’ah di Kota Tegal termasuk system nilai, social, budaya dan teologinya,” tandas Ikmal.

Diskusi berlangsung dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB tanpa dihadiri pembicara utama sesuai dengan yang diagendakan. Pembicara utama yakni Prof. Dr. KH Said Agil Siradj diinformasikan oleh panitia penyelenggara terjebak kemacetan lalulintas di wilayah Kabupaten Brebes dalam perjalanannya dari Kota Cirebon menuju Kota Tegal.

Lebih jauh Ketua Panita Penyelenggara, Lutfi AN menjelaskan, diskusi keagamaan yang dimoderatori oleh Bambang Siregar SE itu berangkat dari Surat Edaran (SE) Walikota Tegal dinilai tidak sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam yang benar dan berkembang di Kota Tegal. Warga diminta untuk segera melaporkan kepada aparat yang berwenang jika mendapati berkembangnya aliran Syi’ah Imamiyah di lingkungannya.

Sumber :http://www.panturanews.com/index.php/panturanews/mobileread/3782Thohir Al-Bayyinat, Tokoh Kelompok Takfir yg Gigih memecah-belah Umat Dgn Isyu Perbedaan Mazhab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s