Monthly Archives: Juni 2011

Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, Bulan Penyucian Diri

Kawula muda masa kini, lantaran telah menjauhkan diri dari Allah, telah direnggut oleh muslihat cinta palsu. Ini adalah sebuah penyakit yang tidak dapat diobati. Mereka siap mengorbankan agama, harga diri, dan seluruh harta milik mereka hanya demi merenggut sebuah cinta palsu. Mengapa? Karena mereka tidak memiliki Allah. Tapi, apabila seorang pemuda merasa memiliki Allah dan Dia bersemayam dalam relung hatinya, niscaya ia pasti dapat menguasai diri,” begitu pesan Ayatullah Mazhahiri dalam sebuah frase kuliah akhlak ini.

Pada kesempatan ini, kita akan mengikuti seluruh wejangan akhlak yang disampaikan oleh marja’ agung dan ulama besar Iran ini.

Bismillahirrahanirrahim

“Ya Allah! Lapangkanlah dadaku. Mudahkanlah urusanku. Uraikanlah kekeluan lidahku supaya mereka dapat memahami ucapanku.”

Ketenangan Abadi dengan Mengingat Allah

Bulan Rajab adalah bulan Allah. Bulan Sya’ban adalah bulan Rasulullah saw. Dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk umat Rasulullah saw.

Dalam tiga bulan ini kita harus berusaha sekuat tenaga guna mewujudkan hubungan naluri yang mesra dengan Allah Tuhan kita.

Jika seorang hamba tidak memiliki hubungan naluri yang mesra dengan Tuhannya, niscaya ia akan terjerumus di dunia ini dan juga di akhirat kelak. Ia tidak akan menemukan jalan keselamatan apapun. Hubungan naluri yang terlaksana dengan jalan mengakrabkan diri dengan Al-Quran, doa, dan tawasul dapat menyelamatkan manusia dari kesedihan, kelemahan saraf, dan seluruh problematika kehidupan sehari-hari.

Begitu pula, hal ini akan mengantarkan manusia kepada suatu posisi dimana ketika ia membaca Al-Quran niscaya ia akan memahami bahwa Allah sedang berbicara dengan dirinya. Ketika ia beristighfar dan berdoa di tengah malam, ia memahami bahwa ia sedang berbicara dengan Allah.

Al-Quran adalah kalam yang turun dan doa adalah kalam yang naik. Kedua jenis dialog ini adalah dialog dengan Allah.

Shalat adalah satu jenis dialog dengan Allah. Ketika membaca surah Al-Fatihah dan surah yang lain, Allah sedang berbicara dengan kita. Dan ketika membaca zikir-zikir yang lain, kita sedang berbicara dengan Allah.

Dialog seperti ini bagi ahli makrifat adalah curahan cinta kasih (mu’asyaqah). Kenikmatan tertinggi bagi mereka di tengah malam adalah bercinta kasih dan berdialog dengan Allah melalui shalat malam dan membaca Al-Quran. Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda: “Dua rakaat di pertengahan malam lebih saya cintai dibandingkan dengan dunia dan segala isinya.” (Wasa’il Al-Syi’ah, jld. 8, hlm. 156)

Para wali Allah rela menjauhi dunia dan seluruh isinya hanya supaya mereka dapat mengerjakan dua rakaat shalat malam. Dalam pandangan mereka, dunia ini tidak memiliki nilai. Dunia hanyalah sebuah perantara untuk menaiki tangga kesempurnaan. Oleh karena itu, mereka tidak sedikit pun menaruh hati terhadap dunia dan segala sesuatu yang berbau duniawi. Kalbu mereka hanya tertuju kepada Allah.

Jiwa Tenteram Lantaran Hubungan Naluri Ilahi

Para wali Allah membaca Al-Quran, mengerjakan shalat, beristighfar, dan berdoa. Dalam setiap kondisi ini, ia menikmati kenikmatan tertinggi dari curahan cinta kasih ini. Hubungan naluri dengan Allah dapat mewujudkan jiwa yang tenang dalam diri setiap orang. “Ingatlah! Para wali Allah tidak pernah takut dan tidak pula bersedih hati.” (QS. Yunus : 62)

Mereka yang memiliki hubungan naluri dengan Allah tidak akan pernah sedih, gundah, dan gulana. Mereka tidak sedih dengan masa lalu dan juga tidak merasa gundah dalam menghadapi masa depan, karena mereka merasa memiliki Allah. Hanya mereka yang tidak memiliki Allah selalu dirundung kesedihan.

Dunia ini dipenuhi oleh kesedihan, kegundahan, kekhawatiran, dan perbedaan-perbedaan yang yang mengancam setiap anggota keluarga dan masyarakat. Sayangnya, kekhawatiran dan kegundahan ini telah menjerumuskan sebagian orang ke dalam jurang dosa. Mereka yang bodol dan lengah, guna menghilangkan segala bentuk kekhawatiran dan menggapai ketenangan sementara, membiasakan diri dengan minuman-minuman keras dan memabokkan. Tapi sebagian yang lain hanya menanggung kehidupan yang penuh dengan kegundahan ini hingga ajal menjemput mereka.

Ketenangan Kalbu di Bawah Naungan Ilahi

Umat manusia telah kehilangan jalan. Mereka telah ditimpa oleh kekhawatiran yang menumpuk. Mereka tidak pernah menemukan tempat berlindung yang aman di dunia ini. Mereka tidak memahami bahwa satu-satunya tempat perlindungan bagi manusia hanyalah Allah. Mengingat-Nya dapat menenangkan dan menenteramkan setiap hati yang gundah dan gulana. “Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah hati bisa tenteram.” (QS. Al-Ra’d : 26)

Ketenangan mutlak dan ketenteraman yang abadi hanya dapat diperoleh dengan membentuk hubungan dengan Allah. Mengingat Allah kadang-kadang dapat dilakukan dengan membaca Al-Quran sembari disertai dengan fokus perhatian bahwa Allah sedang berbicara dengan dirinya. Dalam menjawab ucapan-Nya ini, ia berdoa dan bermunajat dengan-Nya. Perbincangan dan dialog ini dapat menghilangkan segala bentuk kesedihan dan kegundahan, serta mendatangkan ketenteraman.

Ketenteraman abadi semacam ini muncul dari sebuah jiwa yang tenang. Yakni, ketika Allah menguasai relung kalbu kita dan segala sesuatu selain-Nya telah hengkang dari kalbu kita, niscaya kalbu kita menjadi tempat Allah “bersemayam”. “Kalbu seorang mukmin adalah ‘arsy Zat Yang Maha Pengasih.” (Bihar Al-Anwar, jld. 55, hlm. 39)

Dalam sebuah hadis qudsi pernah ditegaskan, “Langit dan bumi-Ku tidak dapat menampung-Ku. Tapi kalbu hamba-Ku yang beriman dapat menampung-Ku.” (Ibid.)

Ketika kalbu kita telah menjadi ‘arsy Ilahi, maka Allah akan menguasai seluruh hati kita. Dalam kondisi seperti ini, dialog dengan Allah yang bersemayam dalam hati kita sangat menyenangkan. Untuk itu, kita serta merta selalu mencari kesempatan untuk bercinta kasih dengan Allah.

Kelezatan Munajat dengan Allah

Ketika kita mencintai seseorang, maka kita selalu ingin berbicara dengannya dan mendengarkan suaranya. Sebagai contoh, ketika orang tua yang sangat mencintai anak kecil mereka berbicara dengannya, alangkah bahagianya sang anak ini. Mereka yang telah mencicipi kecintaan kepada Allah dan Allah menempati hati mereka, niscaya mereka akan selalu bahagia ketika berbicara dengan-Nya.

Ketika bermunajat dan berdoa kepada Allah saw, Ahlul Bait Rasulullah Saw selalu tak sadarkan diri dan perhatian mereka hanya terfokus kepada-Nya sehingga mereka tidak memperhatikan kondisi sekitar.

Amirul Mukminin Ali as mengerjakan shalat dan selalu tak sadarkan diri. Dalam doa Kumail, ia melontarkan seluruh kekurangan dan kerendahan hati di haribaan Sang Ilahi Rabbi. Ia telah terlebur dalam alam kemanunggalan dan telah melupakan seluruh alam kemajemukan.

Imam Sajjad as melantunkan doa Abu Hamzah Tsumali dan menikmati seluruh kenikmatan duniawi dan ukhrawi di dalamnya.

Ketika Allah telah menguasai kalbu seseorang, niscaya ia akan mencintai-Nya dengan sepenuh hati. Kenikmatan teragung bagi seorang pecinta adalah ketika ia dapat berdialog bebas dengan kekasihnya. Kelezatan yang lebih tinggi dari itu adalah ketika sang kekasih memberikan perhatian terhadap seluruh ucapan yang diucapkan sang kekasih. Dan kelezatan yang lebih tinggi lagi dari itu semua adalah ketika sang kekasih berbicara dengannya.

Jika kita mencintai Allah seperti kita mencintai anak kita, niscaya kita akan merasa bahagia apabila kita berbicara dengan-Nya dan ketika Dia berbicara dengan kita. Jika kecintaan seperti sudah tercipta, maka tidak mungkin kita meninggalkan shalat malam dan tidur lelap di waktu sahar.

Musibah terbesar bagi kita adalah ketika kita sudah merasa bosan dengan munajat kepada Allah. Nabi Musa as berangkat untuk bermunajat kepada Allah. Salah seorang hamba pendosa berpesan kepadanya, “Sampaikan pesanku ini kepada Allah; berapa banyak dosa yang harus kulakukan dan Engkau tidak menyiksaku?” Nabi Musa as pergi dan bermunajat kepada Allah. Ketika hendak pulang, datang panggilan dari sisi Allah, “Mengapa engkau tidak menyampaikan pesan hamba-Ku itu?” “Ya Tuhanku! Engkau lebih mengetahui apa yang telah diucapkan oleh pendosa itu,” jawab Musa pendek.

Allah menjawab, “Katakanlah kepada hamba itu bahwa Aku telah menurunkan bala yang terbesar kepadanya. Tapi ia tidak menyadarinya. Bala dan petakamu adalah kamu tidak pernah dapat merasakan kelezatan bermunajat kepada-Ku dan kamu tidak menyadari petaka ini.”

Shalat Hakiki dan Pertolongan Ilahi

Betapa banyak masyarakat kita bercengkerama dari awal hingga akhir malam tanpa ada guna. Mereka menonton film-film di televisi dan menghabiskan waktu dengan sia-sia. Malah mereka juga tidak tergerak hati untuk mengerjakan shalat di awal waktu, apalagi mengerjakan shalat malam. Mereka tidak sadar bahwa shalat adalah sebuah hubungan naluri dengan Allah. Mereka hanya mengerjakan shalat dengan terpaksa. Mereka mengerjakan shalat untuk membebaskan diri dari kekang taklif dan menyelamatkan diri dari api neraka.

Shalat ahli makrifat tidak untuk tujuan masuk ke dalam surga dan tidak pula untuk menyelamatkan diri dari api neraka. Shalat ini sendiri bagi mereka adalah surga. Mereka sangat menikmatinya.

Jika masyarakat kita memberikan perhatian khusus dan kecintaan kepada shalat selama waktu yang mereka perlukan untuk menonton film atau film serial, niscaya banyak problem kita terselesaikan dengan baik.

Jika shalat kita adalah sebuah shalat hakiki, maka setiap doa yang kita baca setelah mengerjakan shalat pasti terkabulkan. Mengapa banyak doa kita tidak terkabulkan? Alasannya, shalat kita bukanlah shalat yang hakiki dan sejati. Shalat kita hanya untuk membebaskan diri kita dari kekang taklif atau untuk menyelamatkan diri kita dari api neraka. Shalat seperti ini jelas tidak akan mengandung doa yang pasti terkabulkan. Jika kita mengerjakan shalat hakiki dan memperhatikan seluruh adab shalat, niscaya kita tidak akan pernah bimbang dan gundah. Allah akan menuntun tangan kita dan menyelamatkan kita dari setiap jalan buntu.

“Kami pasti menolong orang-orang yang berimana.” (QS. Al-Rum : 47) “Dan begitulah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya’ : 88)

Dua ayat di atas sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat luas. Allah sangat mencintai seluruh makhluk-Nya lebih dari kecintaan 70 orang tua terhadap anak mereka. Tapi sayangnya, kecintaan Allah ini hanya bersifat satu arah. Bukti bahwa umat manusia tidak mencintai Allah adalah mereka masih berani berbuat dosa dan mereka tidak mengerjakan shalat dengan sesungguhnya.

Kesempatan Menjadi Manusia Sejati

Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan adalah tiga bulan kesempatan untuk membangun diri. Tiga bulan ini berlalu dan kita sudah harus berhasil membangun diri. Bagaimana caranya? Ketika kita sedang mengerjakan shalat, kita harus pahami bahwa Allah sedang berbicara dengan kita. Inilah arti kehadiran kalbu. Kita harus memahami perhatian Allah dalam shalat sehingga kita tidak bisa berpisah dari mengingat-Nya. Kita juga tidak bisa menyelesaikan shalat lantaran kita tahu perhatian Allah kepada kita.

Ketika kita tidak berhasil merenggut kecintaan Allah dan hati kita terkosongkan dari keberadaan-Nya, mau tidak mau orang lain yang akan memenuhi hati kita. Akibatnya, kita akan terbawan arus cinta palsu. Jika kita tidak bisa tidur dan tidak memiliki makanan sebagai ganti dari shalat malam, maka kita akan kebingungan kesana kemari. Akibatnya tidak lain adalah kesengsaraan.

Kawula muda masa kini, lantaran menjauhkan diri dari Allah, telah tertimpa oleh cinta palsu. Jelas, ini adalah sebuah penyakit yang sulit diobati. Mereka bersedia mengorbankan harga diri dan seluruh harta milik demi cinta ini. Mengapa? Karena mereka tidak memiliki Allah.

Jika seorang pemuda senantiasa bersama Allah dan Allah telah menguasai relung kalbunya, niscaya hatinya akan senantiasa hadir. Di separuh shalat, Allah berbicara dengannya dan di separuh yang lain, ia berbicara dengan-Nya. Ia tidak rela menghentikan dialog manis ini. Ia senantiasa mencari celah dan membaca zikir supaya shalatnya tidak pernah berakhir. Ia selalu berusaha memperpanjang ruku’, sujud, dan qunut semampu kekuatannya hanya untuk berdialog dengan Allah.

Alangkah bahagianya mereka yang tidak terjerat oleh kesibukan-kesibukan duniawi lantaran mereka telah menyibukkan diri dengan zikir dan shalat. Seluruh tali yang menjerat kehidupan mereka terurai. Lebih dari itu, mereka tidak pernah berhadapan dengan tali penjerat sehingga harus terurai. Mereka tidak memiliki harta kekayaan dan fasilitas material. Tapi, mereka memiliki sebuah kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan ketenteraman, karena Allah telah menguasai kalbu mereka sehingga kehendak mereka adalah kehendak Allah.

Dalam sebuah syair dinyatakan:

“Seseorang menghendaki penyakit, yang lain menginginkan obat.

Seseorang ingin berjumpa, yang lain ingin berpisah.

Dalam penyakit, obat, perjumpaan, dan perpisahan ini,

aku hanya menghendaki apa yang Dia kehendaki.”

Jika sudah demikian, Allah akan menganugerahkan maqam terpuji kepadanya. Bagaimana? Ia akan memandang segala sesuatu sebagai haribaan Ilahi dan ia berdialog dengan-Nya di haribaan ini.

Akrab dengan Al-Quran, Doa, dan Tawasul

Saya berharap kalian mengakrabkan diri dengan Al-Quran. Bacalah Al-Quran, khususnya di pertengahan malam. Banyak petaka yang menimpa sebuah rumah lantaran Al-Quran terusir dari rumah ini. Jika Al-Quran sudah dilupakan dalam sebuah rumah, niscaya Allah juga terlalaikan. Ketika Allah telah terlalaikan, maka rumah dan kehidupan ini menjadi gelap gulita tak bercahaya.

Harapan saya yang lain adalah akrablah dengan doa. Lantunkanlah doa selalu. Jangan hanya mencukupkan diri dengan hanya membaca Doa Kumail di malam Jumat dan Doa Nudbah di pagi hari Jumat. Sertakanlah doa selalu dalam setiap langkah kalian, karena Allah sangat dekat dan cepat mengabulkan setiap doa. “Sesungguhnya Allah menjadi pemisah antara seseorang dan kalbunya.” (QS. Al-Anfal : 24)

“Jika hamba-Ku menanyakan kepadamu tentang diri-Ku, maka katakanlah bahwa sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan seruan penyeru apabila ia menyeruku. Maka hendaknya mereka terima (ajakan)-Ku dan beriman kepada-Ku, semoga mereka memperoleh petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 187)

Semua ini dapat kita lakukan dengan mengerjakan shalat dan berdoa, khususnya bertawasul. Hubungan naluri dengan Allah memerlukan tawasul.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah perantara untuk menuju kepada-Nya.” (QS. Al-Ma’idah : 35)

Doa adalah ucapan yang naik ke atas. Perantara anugerah (faidh) Ilahi harus mengantarkan ucapan ini ke atas. Perantara anugerah adalah Ahlul Bait as. Pada masa kita sekarang ini, perantara anugerah Ilahi ini adalah Imam Zaman as.

Bertawasul kepada Ahlul Bait as akan lebih mendekatkan hati kita kepada alam malakut. Jika kecintaan kepada Imam Mahdi as tertanam tegar dalam relung kalbu kita, niscaya kita pasti dapat mengenalnya dengan baik. Melalui perantaranya, kita dapat mewujudkan hubungan naluri dengan Allah. Dalam kondisi seperti ini, kita akan menemukan maqam syuhud dan tidak perlu lagi kita mencari jalan untuk berjumpa dengan Imam Zaman as, karena kita senantiasa berada di haribaannya—semoga jiwa kita menjadi tebusannya.(Shabestan)

Metodologi Dakwah Wahabi Menentang Syiah

Jika kita hendak memberikan apresiasi terhadap Wahabi dalam satu kalimat, dengan mengamati jumlah dana yang digunakan, dan gerak kerja Wahabi, maka sesungguhnya Wahabi dapat kita katakan sebagai sebuah pusat kebudayaan yang sangat utuh di mana umat Kristiani sekalipun tidak memiliki gerakan yang seperti mereka miliki.

Metodologi Dakwah Wahabi Menentang Syiah

Menurut Kantor Berita ABNA, berikut terjemahan ringkas dari pembahasan Ayatullah Husain Qazvini mengenai metodologi dakwah Wahabi untuk menentang Syiah yang disampaikan dalam ceramahnya di Mushalla Qom.


Ayatullah Husaini Qazwini
Metodologi Dakwah Wahabi Menentang Syiah.
Bertempat di Mushalla Qom, 11/08/1389.
بسم الله الرحمن الرحيم

Pokok pembahasan kita pada hari ini ialah metodologi terbaru propaganda Wahabi.
Jika kita hendak memberikan apresiasi terhadap Wahabi dalam satu kalimat, dengan mengamati jumlah dana yang digunakan, dan gerak kerja Wahabi, maka sesungguhnya Wahabi dapat kita katakan sebagai sebuah pusat kebudayaan yang sangat utuh di mana umat Kristiani sekalipun tidak memiliki gerakan yang  seperti mereka miliki.

4 tahun lalu dalam kunjungan ziarah saya ke Mekkah, saya sempat mengunjungi salah satu pusat kebudayaan Wahabi bernama رابطة العالم الإسلامية  di mana setiap orang dapat melihatnya ketika masuk ke Mekkah dari Madinah, yang pertama kali terlihat adalah sebuah gedung putih yang mereka letakkan papan tertera رابطة العالم الإسلامية, saya sendiri kurang lebih tujuh jam berkeliling di dalam gedung tersebut sekedar untuk melihat lebih dekat berbagai bagian methodologi propaganda, risalah dan percetakan buku yang mereka miliki. Ringkasnya pusat رابطة العالم الإسلامية sama seperti Kantor Pusat Tablighat Islami dan Sazman Tablighat Islami kita. Inilah perbedaan yang ada pada pusat kebudayaan mereka. Namun dalam keorganisasian PBB, mereka tercatat sebagai anggota resmi dalam UNESCO dan UNICEF. Salah seorang staff mereka berkata, “Belum ada satupun negara yang di dalamnya tidak ada kantor cabang atau perwakilan dari kami.”  Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa gerakan mereka yang utama adalah membantu anak yatim dan golongan miskin.

Para hadirin sekalian mesti tahu, metodologi propaganda hari ini sangat jauh berbeda dengan zaman yang lalu. Dahulu tatkala alat cetak telah ditemui, surat kabar dan buku telah digunakan untuk memindahkan budaya ke wilayah yang lain, dan dari generasi ke generasi. Namun hari ini, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi pada manusia seperti bidang ‘cyber’, internet, satelit dan sms, pihak penentang dan musuh kita memanfaatkan ruang yang ada tersebut semaksimal mungkin.

Statistik Propaganda Wahabi

Dalam statistik yang ditunjukkan oleh situs web www.isl.org.uk bahwa terdapat lebih dari 40.000 halaman situs web Wahabi yang selama 24 jam aktif menentang Syiah. Diantara situs mereka yang paling menunjukkan bentuk kegigihan dan keprofesionalan mereka adalah halaman situs web Faisal Nur www.fnoor.com yang dibuat dan dioperasikan oleh seorang Wahabi di Arab Saudi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa yang mendanai segala bentuk operasional situs tersebut adalah putera mahkota Arab Saudi sekarang yaitu Amir Naif. Dalam halaman web tersebut ada lebih dari 40 ribu judul kitab dan makalah menentang Syiah, dan boleh dikatakan situs tersebutlah yang merupakan situs induk dan rujukan situs-situs Wahabi lainnya. Hampir kesemua situs berbahasa Arab yang menentang Syiah membuat tautan link dengan situs tersebut. Bahkan situs anti Syiah berbahasa Persia seperti Sunni News, Sunni Online dan Islam Teks, sebahagian besarnya memosting materi-materi yang lancang dalam menentang Syiah, serta mempropagandakan penghinaan dan caci maki yang merujuk dari situs tersebut.

Dalam berita-berita pekan lalu, laporan online menurunkan berita mengenai seorang peneliti Kanada yang menyebutkan bahwa satu dari 2 situs website Islam adalah berkaitan dengan Wahabi bahkan sampai ada yang berlindung dibalik pusat pengajian kebudayaan Ikhwanul Muslimin.

Sementara dalam perjalanan saya ke Jerman dan Belanda, saya berkesempatan membuka halaman-halaman situs dari internet teman baik saya yang membantu selama perjalanan di sana. Salah satu perkara yang mengherankan saya adalah tentang Imam Mahdi yang dinantikan, ada 1,5 juta situs dalam internet yang membahas hal tersebut itu. Tentu saja hal tersebut sangat mencengangkan, 1,5 juta situs tentu saja angka yang sangat fantastis. Meskipun membahas tentang Imam Mahdi afs namun pada hakekatnya situs-situs tersebut bertujuan untuk menghentikan laju dakwah Syiah. Untuk hal yang sederhana ini saja, kita bisa memahami betapa gigihnya mereka untuk menentang Syiah dengan berbagai kemudahan fasilitas yang mereka punyai. Hal ini dapat dirujuk dalam halaman web universitas Amir Kabir سايت دانشگاه امير كبير.

Propaganda Wahabi Melalui Stasiun-stasiun TV

Sekarang ini, dari 1800 saluran satelit yang aktif di kawasan Timur Tengah ini, hampir 300 saluran satelit yang diisi dengan acara dan program menentang Ahlul Bait.

Mungkin mendengar perkara ini dianggap biasa, menyatakan statistik liputan dan pendengarnya sangat mudah. Namun anda semua lihatlah apa hasil kerja-kerja mereka dalam masalah propaganda dan kebudayaan? Sementara apa pekerjaan kita? Akhirnya kerja اتحاديه تلويزيون‌هاي اسلامي mampu dilaksanakan, yaitu pada 2 pekan lalu sebelum persidangan di Tehran, mereka telah mengumpulkan 182 radio dan stasiun-stasiun TV lokal.

Dalam beberapa saluran satelit, atas nama membela Ahlul Bait dan mempertahankan Wilayah Faqih sekelompok orang mengaku pengikut Syiah dan pelajar agama menghantam Ahlusunnah dan menyerang mereka yang biadap terhadap kesucian Ahlul Bait. Namun hasilnya justru semakin mencoreng nama Syiah dan terjadi fitnah yang dahsyat. Kami telah mendengar bahwa dalam kongres Amerika pada tahun 2009 secara resminya menyebutnya sebagai ‘Tahun Ikhtilaf Sunni dan Syiah’. Untuk ini mereka telah memperuntukkan anggaran yang khusus. Kita tidak lupa di permulaan perang di Irak, seluruh surat kabar memaklumkan, jika tidak salah, bertanggal 20 atau 19 Esfand 1384 surat kabar Kayhan menulis, “نظاميان آمريكايي در عراق، يك جوان سيد و معمم نوراني را دستگير كرده بودند كه او، همان مهدي موعود است و مدت‌ها او را در زندان شكنجه مي‌كردند تا اعتراف كند او مهدي است” (Tentara AS di Irak menangkap seorang Sayid dan guru; yaitu Imam Mahdi, mereka menyiksanya di penjara sehingga ia mengaku bahwa dirinya Imam Mahdi) setelah mereka mengetahui ayah dan ibu Imam Mahdi itu mempunyai beberapa tanda. Ayah dan ibu individu ini adalah orang lain, mereka sudah berputus harapan dan berjanji akan melaporkan kepada tentara Amerika jikalau menemui tempat persembunyian Al-Mahdi. Begitu juga Bush, presiden Amerika yang lalu, sebuah lembaga ilmu dibentuk yang terdiri dari orang Islam dan Kristiani, teoretisi Gedung Putih telah diterangkan sehingga mereka melakukan penyelidikan tentang Al-Mahdi Maw’ud dan melaporkannya kepada beliau (presiden). Pernyataan ini turut tersebar dalam laporan media setempat, namun tidak diketahui apakah hasilnya.

Tanggal 17 bulan Ramadan tahun lalu,  seseorang yang mengaku pelajar agama, namun pada hakekatnya bodoh dan tidak waras telah memprakarsai peringatan hari wafatnya Aisyah di London, Inggris dan melakuan penghinaan dan pelecehan terhadap istri Nabi, Aisyah yang tidak bisa dibernarkan oleh syariah. Perkara kontroversial tersebut mendapat perhatian dari para ulama Marja Taqlid dan Rahbar bahkan 90 ulama besar Syiah di Arab Saudi dan wilayah Timur Tengah, Imam Juma’at dan Jamaah, pusat-pusat pengkajian ilmiyah mengecam dan mengutuknya. Kecaman ini telah dicetak juga dalam surat khabar yang bernama al-Riyadh. Pergerakan yang mempunyai unsur fitnah seperti ini tidak jauh dari upaya Wahabi untuk memberi kesan jelek mengenai Syiah. Individu seperti ini telah mereka perkenalkan, dan biaya serta kemudahan telah diperuntukkan untuknya supaya ia dapat memberikan pernyataan-pernyataan mengenai dunia Islam. Setelah bulan Ramadhan, bersamaan dengan tahun penghinaan (Yasser al-Habib) terhadap Ummul Mu’minin Aisyah, hampir 19 saluran satelit Wahabi senada mengadakan program menentang Syiah. Akibatnya sebahagian saluran Wahabi seperti saluran Wisal dan Safa, saya sendiri menonton program-program mereka selama beberapa menit, saluran ini dengan penuh emosi, mereka menggunakan kata-kata yang paling buruk untuk mencerca para ulama Marja’ Taqlid, bahkan orang perusuh sekalipun tidak akan melakukan seperti ini. Mereka terlalu biadab menghina makam-makam suci para Imam,terutama sekali dalam bulan Ramadhan yang penuh keberkahan tahun itu, saluran-saluran al-Mustaqillah, Hafiz, Safa, Nas, al-Rahmah, al-Hikmah, al-Khalijiyah dan al-Sihhah tidak memiliki rasa segan sedikitpun untuk melakukan pencercaaan dan penghinaan. Jelas apa yang mereka lakukan adalah bentuk konspirasi dan propaganda negatif, terlebih lagi belasan stasiun TV tersebut disiarkan melalui Nil Sat. Alhamdulillah, pemerintah Mesir telah memblokir penyiaran beberapa saluran TV tersebut, seperti saluran Safa dan Wisal, yang telah mempropagandakan permusuhan yang terang-terangan terhadap Syiah dan mazhab Ahlul Bait. Lebih dari itu Arab Saudi dalam setiap penyelenggaraan haji, menyiarkan sebuah saluran radio siaran langsung dalam delapan bahasa yang ditujukan kepada para peziarah Haji Baitullah al-Haram.

Perkara penting lainnya, usaha mereka dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan terhadap Syiah juga mereka sebar dalam halaman situs internet.  Beberapa laporan dalam situs-situs web mereka yaitu mereka memaklumkan, ‘Saluran satelit Syiah lebih bahaya dari bom nuklir dan atom’. Ini disebabkan mereka tahu saluran seperti al-Kawthar, ulama seperti Ayatullah Kurani atau Sayyid Kamal Haidari ada sebagai berbicara di dalamnya yang berusaha menyingkap kebatilan-kebatilan mereka.

Gelombang kesadaran para pemuda Ahlusunnah dan Wahabi, dan cenderungnya mereka ke arah Syiah.

Dengan mengamati informasi yang telah tersebar, saya selalu berusaha mencari berita-berita online atau satelit yang up date, ataupun berita terbaru melalui perantaraan sahabat-sahabat. Saya ingin mengatakan satu hal bahwa, sampai dalam kurun ke-15 ini, belum ada para pemuda Wahabi dan Ahlusunnah yang lebih cenderung kepada Syiah seperti kurun sekarang. Hampir setiap minggu 10, 20 orang atau lebih dari 30 orang merujuk kepada saya dan secara resmi menyatakan mereka mengikut Mazhab Ahlul Bait. Dalam tahun ini saja, beberapa kali para pemuda Kristiani datang ke Qom dan Maha Besar Allah memberi taufiq-Nya, mereka telah menjadi Syiah di tangan kami dan pulang.

40 hari yang lalu, seorang pemuda berusia 25 tahun datang dari London, beliau adalah seorang da’i dari Baha’i. Beliau terpengaruh dengan kata-kata kami dalam salah satu acara TV dan akhirnya mengambil keputusan untuk bertaubat, lantas mengikuti mazhab Ahlul Bait dan cenderung kepada Syiah.

Penyikapan Syiah terhadap Ahlulsunnah

Dengan tersebarnya propaganda yang dilakukan Wahabi, di beberapa tempat seringkali menghasilkan keputusan yang negatif mengenai Syiah.

Abu Bashir pernah datang menemui Imam Sadiq dan berkata:

Bagaimana cara kita berhadapan dengan Ahlusunnah? Imam berkata: Apakah engkau mempunyai Imam dan yakin mengikutinya? ujarnya: Iya. Imam berkata: Saya adalah Imam kamu, dan keniscayaan bagi kamu mengikuti kami, bermuamalahlah kepada Ahlusunnah sebagaimanaa yang saya lakukan, andainya mereka sakit saya menziarahi mereka. Jikalau mereka meninggal dunia, saya akan mengikut perarakan jenazah mereka. Sekiranya… (seterusnya sampai akhir riwayat)

Karana itu kami mengatakan beberapa kali. Apakah yang hendak terjadi kepada Syiah jikalau para Imam tidak berpesan supaya kita beradab santun dengan Ahlusunnah?. Apa yang berlaku jika para marja kita tidak melarang kita dari mencerca?

Menyebarkan Penentangan Ulama Syiah terhadap Mazhab Syiah.

Salah satu bentuk propaganda baru Wahabi adalah menyebarkan perkara-perkara yang menentang Syiah dari ulama-ulama Syiah sendiri. Dalam 2 – 3 minggu belakangan ini, isu ini telah didanai. Jika anda menonton saluran-saluran Wahabi Safa, Wisal, dan Nur selama sepekan, anda akan dapati salah satu perkara yang mereka singgung ialah ada di kalangan para ulama Syiah yang membicarakan perkara yang menentang Syiah. Contohnya seperti apa yang dikatakan sebagai Dr. Musa Musawi, cucu al-Marhum Sayyid Abul Hasan Esfahani, mereka telah banyak mengeluarkan biaya di dalam halaman site, satelit dan kitab-kitabnya. Beliau telah menulis kitab yang bernama As-Syiah Wa Al-Tashih. Ayatullah al-Uzma Subhani menukilkan kepada saya dengan berkata, «من خودم از راديو شنيدم كه صدام مي‌گفت: اگر اين 8 سال جنگ ما عليه ايران، هيچ فايده‌اي نداشت جز اين‌كه اين كتاب توسط يك مرجع زاده نوشته شد، براي ما كافي است».  (Saya sendiri mendengar Saddam mengatakan, jika dalam perang 8 tahun kita menentang Iran dan tidak memberi faedah apa-apa,  cukuplah kemenangan bagi kita sebuah kitab yang ditulis oleh cucu seorang Marja).

Kitab ini dari awal sampai halaman terakhirnya, tidak ada yang lain kecuali penghinaan yang melampaui batas terhadap Syiah dan tempat-tempat sucinya. Wahabi juga turut menyatakan suka citanya dengan kehadiran buku tersebut. Salah seorang Marja Taqlid besar yang mungkin sebaiknya tidak usah saya sebutkan nama beliau di sini, beliau terkenal di kalangan penuntut agama sebagai seorang yang bersih, taqwa dan berwilayah. Beliau berkata kepada saya, “Saya tidak akan lupa, Musa Musawi ini di Zaman Syah, ia seorang peminum arak, pezina dan pergi ke club-club malam, dan ia sering bersama seorang artis.” Beliau juga bersama-sama dengan beberapa penari masyhur, memberi cek kepada mereka, lari dari Iran yang kemudian berita mengenai hal tersebut  tersebar dalam surat kabar. Ada orang memberitahu kepada saya, “Sudah tentu ia tahu memberi uang kepada mereka ini adalah haram, dan pengeluaran uang tersebut di jalan yang salah. Ia mengatakan, “Beliau dilihat bertemu dengan bekas perdana menteri Syah, dan dikenakan topi di kepalanya, dan ia mengambil sejumlah uang dan melarikan diri”. Sekarang lihatlah golongan Wahabi hari ini memuliakan individu seperti ini, dengan menyamaratakan semua keluarga dan orang yang ada disekelilingnya, orang ini kemudian diperkenalkan sebagai seorang pemikir Syiah di mana dikatakan, “Setelah ia tahu Syiah adalah sebuah mazhab yang sesat, ia menulis sebuah buku yang dinamakan Al-Syiah Wa Al-Tashih.” Dia sekitar 7 sampai 8 tahun yang lalu di Arab Saudi telah menderita penyakit barah akibat banyak meminum arak. Saya pernah menghubungi beberapa orang pamannya dan anak saudaranya di Masyhad, termasuk adik kandungnya di Teheran. Mereka berkata “Kami sangat merasa malu, kami hanya bisa membantah apa yang dia lakukan dan nyatakan bahwa apapun yang dia nyatakan dan lakukan tidak ada lagi sangkut pautnya dengan keluarga”.

Sekarang mereka buat juga membuat ulama boneka,  Sayyid Abu al-Fadhl Burqe’i sambil menggelarinya Ayatullah Uzma, kononnya beliau salah seorang ustaz hauzah ilmiyah Qom yang tersohor. Setiap hari rekaman ceramah beliau yang menghina simbol-simbol suci Syiah, penghinaan kepada para ulama marja’ besar Syiah dan ejekan terhadap ziarah para Imam ditayangkan berkali-kali dalam Saluran Nur, sementara dalam saluran-saluran Arab ditayangkan juga biografi dan sejarah latar belakangnya dengan sangat jelas. Memang benar beliau pernah berada di dalam Hauzah, yaitu di zaman Ayatullah Burujerdi, ia mengajar kitab Rasail dan makasib, dan disebabkan kebiadabannya terhadap Ayatullah Burujerdi di dalam Masjid Imam, penduduk Qom telah mengusir dan memintanya keluar dari kota Qom. Beliau pergi ke Tehran dan membina masjid Wazir Daftar. Beberapa ketika beliau di sana, beliau masih meneruskan penghinaan dan pengikut Syiah di sana turut menyingkirkannya. Ia juga pernah menerjemahkan Kitab Ibnu Taimiyah dalam bahasa Persia. Beberapa tahun lalu kami ke Makkah, ketika kami masuk ke Baitullah Al-Haram, bungkusan jilid yang dimasukkan al-Quran kecil ke dalamnya, saya lihat salah satunya mengandungi terjemahan Minhaj Al-Sunnah Ibnu Taimiyah hasil karya Abul Fadhl Burqe’i. Ini benar-benar sebuah skandal. Beliau juga mempunyai hampir 70 karya dan buku. Dari jumlah tersebut hampir 30 kitab yang menyampaikan hal sebenarnya mengenai Syiah dan 40 kitab menentang Syiah. Namun menjelang penghujung usia, beliau menyesal di atas kebiadabannya. Namun penyesalan tidak lagi berguna:

“Dan tidak ada gunanya taubat itu kepada orang-orang yang selalu melakukan kejahatan, hingga apabila salah seorang dari mereka hampir mati, berkatalah ia: “Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ini,” (sedang taubatnya itu sudah terlambat), dan (demikian juga halnya) orang-orang yang mati sedang mereka tetap kafir. Orang-orang yang demikian, Kami telah sediakan bagi mereka azab yang teramat pedih.” (Surah Al-Nisa ayat 18)

Salah seorang sahabat-sahabat terdekat beliau sendiri, Husaini dan Rajani menukilkan dan menulis, “Beliau meninggal karena sebuah penyakit. Kami telah pergi menjenguknya dan beliau membaca surat wasiatnya untuk kami dan berkata: Saya seorang Syiah yang percaya keimamahan dan kemaksuman 12 Imam. Dan saya pernah melakukan kekhilafan”. Ketika beliau dikeluarkan dari Teheran, beliau pergi ke kampung Kun di kawasan Teheran dan tinggal di rumah anak laki-lakinya. Beliau berwasiat: “Jikalau pengikut Syiah mengizinkan, kuburkan jenazahku di dalam perkuburan sanak saudara Nabi Syuaib as semoga baginda Nabi memberikan syafaat kepadaku dan Allah mengampuniku”. Sekarang kelancangan memerangi Syiah atau merusakkan pemikiran para pemuda adalah dengan memutarkan rekaman ucapan pendek beliau. Namun Uthman Khamis seorang pemuka ekstrim Wahabi dan pemikirannya, kelancangannya telah menguntungkan Syiah dan sudah tentu Syiah dalam akidahnya sangat tegar. Ia selalu memperkenalkan sosok Sayyid Abul Fadhl Burqe’i sebagai seorang tokoh Syiah terkemuka di mana sebelumnya adalah seorang Syiah dan kemudian masuk Sunni. Beginilah cara mereka mereka menebar fitnah dan kebohongan. Sekiranya mereka tidak menemukan seorang watak Syiah yang sesuai dengan keinginan mereka, mereka pasti akan menciptanya.. Contohnya berbagai kitab yang dicetak di Arab Saudi dengan nama Ayatullah al-Uzma Subhani dan Allamah Askari. Ayatullah al-Uzma Subhani menulis dalam sepucuk surat kepada Dr. Qardawi: “Apakah anda tidak punya tindakan apa-apa mengenai kenyataan di Arab Saudi dan Emirat, yang tidak berlalu satu hari melainkan ditulis sebuah risalah atau buku, atau makalah yang menyerang Syiah dan malangnya, ia sentiasa mengulang tuduhan-tuduhan palsu di mana puluhan kali jawaban sudah diberi…, mereka masih tidak cukup dengan ini, buku-buku mengkritik Syiah dengan nama Ulama Syiah telah dicetak dan disebarkan. Sehingga sebuah kitab yang mengatasnamakan saya, dan sebuah kitab dengan nama al-Marhum Allamah Askari telah di cetak dan diterbitkan. Kedua-duanya diperkenalkan seorang muballigh Wahabi dan pengkritik Syiah”. Yaitu mereka tidak ragu sedikitpun melakukan kebohongan dengan menciptakan tokoh fiktif atau mencaplok nama pemuka Syiah yang menjadi pengkritik Syiah. Sehingga seorang saudara kita dari Afganistan menelepon saya dan berkata, “Di sini mereka telah menulis sebuah kitab yang mengandungi kata-kata anda yaitu Qazwini telah menjadi Ahlusunnah dan menentang Syiah dan risalah-risalah telah mereka sebarkan”. Saya pun berkata, “Jikalau suara Ayatullah al-Uzma Subhani dan Allamah Askari tidak sampai ke seluruh dunia serta terbatas, saya dengan berkah Ahlul Bait as hadir bergiat dalam dialog Syiah – Wahabi, dan di dalam saluran Al-Mustaqillah, Nur, Salam dan Wilayah tidak sampai seminggu yang lalu saya menjalankan program menentang Wahabi dan mempertahankan Syiah”. Mereka sampai ke tahap ini melakukan upaya penentangan Syiah. Atau seperti buku Lillah Thumma Li Tarikh (telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “Mengapa Saya Keluar dari Syiah”), Arab Saudi telah mencetaknya dengan edaran jutaan eksemplar dan disebarkan ke seluruh negara-negara Islam. Dalam pertemuan saya dengan salah seorang ulama besar di Qatif di Makkah al-Mukarramah, ia berkata, “Di kawasan Qatif dan Ahsha, buku ini diedarkan kepada pemuda-pemuda Syiah dari sebuah kios. Di mana saja mereka lihat orang beratur membeli roti atau selainnya, mereka akan bawa serta mengedarkannya dengan gratis”. Di Kuwait 100 ribu naskah buku ini telah dicetak dan disebarkan kepada khalayak ramai. Salah seorang ulama terkenal Syiah Kuwait, (bernama) Muhri secara resmi memberi peringatan kepada kerajaan Kuwait, “Jikalau penyebaran buku ini tidak dicegah, Kuwait akan menjadi Lebanon kedua”. Mereka serta-merta kemudian melakukan pelarangan penyebaran buku tersebut. Penulis buku ini juga adalah yang dikatakan sebagai Ayatullah Sayyid Husain Musawi, salah seorang marja Syiah terkenal di Najaf (sebagaimana yang tertulis dalam buku tersebut) Ia pernah mengajar di sana selama beberapa tahun namun karena mendapat keragu-raguan, lantas pergi mencari jawaban dan berguru kepada Ayatullah al-Uzma al-Khui, Ayatullah al-Uzma Sadr dan ulama-ulama besar Syiah lainnya. Namun kesemua ulama-ulama Syiah tersebut tidak mampu menjawab keraguannya sehingg ia kembali kepada Ahlusunnah dan menjadi Wahabi. Hari ini Wahabi begitu mengagung-agungkan Sayyid Husain Musawi dan bukunya dicetak dan diedarkan ke negara-negara Islam dengan berjuta-juta naskah. Walau bagaimana pun banyak kitab telah ditulis untuk menyangkal bukunya. Salah satu buku terbaik ialah dikarang oleh ulama terkenal Saudi yang bernama Syaikh Ali Al Muhsin yang pernah menimba ilmu di Hawzah Ilmiyah Qom.  Kitab ini berjudul ‘Lillah Thumma Lil Haqiqah’. Hampir 15 kitab telah menjawab buku tersebut, dan ada di dalam beberapa situs .

Di Pakistan, 3 juta Pelajar Wahabi Direkrut untuk Menyebarkan Ajaran Wahabi

Di Afghanistan, terdapat 11 ribu madrasah dibangun oleh Wahabi dan untuk Negara ini saja lebih dari 70 ribu pelajar Wahabi yang direkrut.

Sebelum ini, pemimpin pelajar Ahlusunnah atau guru dari kota Timur dan Selatan telah dibawa ke Madinah untuk belajar di Universitas Madinah. Saya berusaha mengenal lebih dekat pembelajaran di sana. Tatkala kepergian mereka (pelajar) ke Arab Saudi menghadapi masalah, Saudi telah membina madrasah di Emirat yang menempatkan 12 ribu pelajar. Beberapa kali pelajar dari Iran, Afghanistan dan Tajikistan dibawa ke Emirat. Mereka dibekali dengan uang yang sangat banyak ketika tabligh dan pulang ke kampung halaman mereka.  Para hadirin sekalian, demikianlah gambaran besar dari berbagai upaya mereka untuk menghancurkan Syiah dan menyebarkan mazhab mereka.

««« و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته »»»

Demi Cinta dan Pluralitas, Ahlulbait Indonesia Dideklarasikan

Segera Dideklarasikan Organisasi Ahlulbait Indonesia

Rabu, 15 Juni 2011

Hidayatullah.com–Terkait dengan rencana peringatan kelahiran Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib as, akan dideklarasikan organisasi Ahlulbait Indonesia. Acara yang diselenggarakan hari, Rabu (15 Juni 2011) malam bertempat di Gedung Balai Prajurit Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, Dr. Umar Shahab, MA., Lc mengatakan, kecintaan terhadap Ahlulbait telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Indonesia sejak Islam hadir di bumi Nusantara.

“Lahir dari kecintaan dan ikatan yang telah mengakar itulah sejak lama masyakarakat Indonesia mengharapkan hadirnya sebuah organisasi kemasyarakatan yang mencerminkan nilai-nilai Ilahi yang diajarkan Rasulullah dan Ahlulbait sucinya di negeri tercinta ini,” tulisnya.

Karena itu, kehadiran organisasi bernama Ahlulbait Indonesia pada Rabu (15/o6/2011) malam di Jakarta, diharapkan mampu mengemban fungsi perdamaian, terangnya.

Sementara itu, Sekjen Ahlulbait Indonesia Drs. Ahmad Hidayat mengatakan, organisasinya berbeda dengan IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia), salah organisasi Syi’ah yang telah sebelumnya berdiri.

“Kita beda orang dan beda organisasi, namun memiliki kesamaan dalam semangat,“ ujar kepada hidayatullah.com, Rabu siang.

Selain ada “Wiladah Ali Bin Abi Thalib” dalam acara nanti juga ada ceramah tentang Imam Ali oleh Ustad Muhammad bin Alwi BSA. Selain itu ada sambutan Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat DPP, dan orasi Sekjen DPP Ahlulbait Indonesia.

Menurut Ahmad Hidayat, sebelumnya, organisasi ini hanyalah berbentuk sebuah yayasan biasa yang bergerak pada bidang sosial, namun setelah perjalanan lima tahun, maka diputuskan menjadi sebuah organisasi.

Meski baru, Hidayat mengklaim, organisasi ini telah memiliki banyak pengikut (jamaah).

“Kalau dihitung-hitung, telah menyebar dari Aceh sampai Papua, “ujarnya. *
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar
Sumber : http://www.hidayatullah.com/read/17528/15/06/2011/segera-dideklarasikan-organisasi-ahlulbait-indonesia.html
___________________________________________________________________________________________________
Rabu, 15 Juni 2011 | 14:04 WI

TEMPO Interaktif, Jakarta – Berlandaskan niat melawan segala bentuk penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sektarianisme, dan tindakan-tindakan antikemanusiaan lainnya, sekelompok anggota masyarakat mendeklarasikan organisasi massa Ahlulbait Indonesia, Rabu, 15 Juni 2011, di Jakarta. Para jamaah Ahlulbait Indonesia mendaulat Hassan Alaydrus sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia dan Umar Shahab sebagai Ketua Dewan.

Umar Sahab mengatakan, organisasi ini didirikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Untuk mengemban fungsi perdamaian yang dirindukan masyarakat,” kata Umar Shahab.

Menurut Hasan Alaydrus, deklarasi ini hanya langkah awal melayani masyarakat. “Ahlulbait Indonesia meyakini kehadirannya diperuntukkan seluruh rakyat,” kata Hasan. “Kami percaya kebhinekaan mengandung pesan kemanusiaan, serta perbedaan merupakan pelajaran berharga untuk meningkatkan rasa solidaritas.”

Hasan memaparkan, Ahlulbait Indonesia meyakini persatuan Islam tak mungkin terwujud tanpa langkah nyata melawan segala bentuk upaya memecah-belah umat Islam. “Kami percaya, persatuan umat Islam akan menjadi solusi bagi masalah moral yang menerpa bangsa ini,” kata Hassan.

Maka, dalam deklarasinya, Ahlulbait Indonesia menegaskan sebagai ormas yang menjadi garda depan menegakkan nilai-nilai akhlakul karimah. “Bagaimana pun, nilai-nilai akhlakul karimah adalah syarat mutlak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hassan Alaydrus.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/06/15/brk,20110615-340872,id.html
*********************************************************************************************************************
Teks pidato deklarasi ABI (Ahlul Bait Indonesia)
15 Juni 2011

Organisasi sosial keagamaan bernama Ahlulbait Indonesia yang kami deklarasikan hari ini, lahir dari kehendak kuat untuk mengamalkan tuntunan Rasulullah saw dan Ahlulbaitnya dalam rangka membela manusia dan kemanusiaan, melayani rakyat Indonesia yang tercinta, berperan aktif dalam menciptakan persatuan dan kesatuan serta membela negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Organisasi ini lahir dari sebuah kerinduan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa yang seiring sejalan dengan ajaran suci Rasulullah dan Ahlulbaitnya. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini kami ingin menyampaikan beberapa pemikiran sebagai dasar dari pendirian organisasi Ahlulbait Indonesia.

Pertama, Ahlulbait Indonesia sepenuhnya yakin bahwa berbagai krisis yang kita hadapi bersama dewasa ini merupakan akibat langsung dari berlangsungnya secara sistematis segala bentuk penindasan, kesemena-menaan, eksploitasi, rasisme, fanatisme golongan, sektarianisme dan tindakan-tindakan anti kemanusiaan lainnya. Pancasila dan UUD 45 yang diinspirasi oleh ajaran al-Quran dan Sunnah Rasul dan Ahlulbaitnya yang suci mengajarkan kepada kita semua untuk bangkit dan berjuang menghapuskan segenap tindakan anti kemanusiaan itu demi memperbaiki manusia dalam aspek lahiriah dan batinnya, di dunia dan akhirat.

Kedua, Ahlulbait Indonesia percaya bahwa deklarasi organisasi hanyalah sebuah langkah awal menuju ribuan bahkan jutaan langkah dalam melayani rakyat Indonesia yang kita cintai ini. Untuk itu, Ahlulbait Indonesia berkeyakinan bahwa salah satu prasyarat bagi terwujudnya kemauan melayani rakyat adalah Persatuan Umat Islam dalam berbagai aspek yang membentuk mayoritas dari komponen bangsa ini. Oleh karena itu. Ahlulbait Indonesia harus berada pada garda terdepan bersama-sama dengan organisasi-organisasi Islam dan kemasyarakatan lainnya untuk mewujudkan dan memelihara persatuan Islam tersebut. Karena persatuan adalah prasyarat mutlak tumbuhnya kemampuan dan kekuatan melayani rakyat dan membela masyarakat yang tertindas.

Ketiga, Ahlulbait Indonesia percaya bahwa kebhinnekaan Indonesia adalah ciri yang melekat pada bangsa ini yang apabila mendapatkan perhatian dan pengelolalaan yang tepat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka akan menciptakan tatanan kehidupan yang indah dan mempesona. Untuk itu Ahlulbait Indoensia memandang bahwa kebhinnekaan tersebut adalah karunia besar dari Allah Swt yang wajib kita jaga dalam tatanan peradaban bangsa ini, karena didalamnya terkandung pesan kemanusiaan yang dapat menjadi contoh bagi bangsa-bangsa lain di dunia. Bahwa jati diri manusia yang Allah ciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal dan saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan adalah prasyarat dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Keempat, Ahlulbait Indonesia didirikan dengan penuh kesadaran dan kerandahan hati bahwa untuk dapat memberikan sumbangan hakiki bagi rakyat Indonesia, harus memulainya dari diri sendiri, maka itu, Ahlulbait Indonesia bertekad mewujudkan masyarakat Ahlulbait yang mandiri dalam bidang sosial, politik, budaya dan ekonomi dalam berbagai aspeknya. Ahlulbait Indonesia menyadari bahwa untuk mengantar rakyat Indonesia keluar dari kebangkrutan moral dan spiritual haruslah melepaskan diri dari kebiasaan mengurung diri, eksklusif dan sektarian. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini kami ingin menegaskan bahwa Ahlulbait Indonesia adalah bagian integral dari bangsa ini baik dalam kulturalnya maupun idiologinya dan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai budaya bangsa ini.

Saudara-saudara ku yang mulia.

Atas seluruh cita-cita tersebut, kami tentu berharap partisipasi dan dukungan dari berbagai kalangan baik pemerintah, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan hadirin sekalian untuk bahu membahu dalam menegakkan cita-cita para pejuang kemerdekaan bangsa ini.

Kami percaya bahwa Allah Swt, Rasul dan Ahlulbait yang suci akan meridhai langkah ini dan memberi kita semua taufik untuk mewujudkan harapan baik ini di bumi tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terima kasih, wal afwu minkum

Wassalamu ‘alaykum wr wb.

Ulama yang Menyimpang Lebih Buruk dari Tentara Yazid

 

Apabila mereka mengetahui kefasikan secara jelas dan kefanatikan yang sangat dari para fuqahanya, maka barang siapa di antara mereka tetap mentaklidi fuqaha seperti itu, berarti mereka seperti awam-awam Yahudi yang telah Allah Swt kecam karena mentaklidi kefasikan para fuqahanya.

 

Ulama yang Menyimpang Lebih Buruk dari Tentara Yazid

Mukaddimah

Tema pembahasan kita sehubungan dengan tafsir tematik yang ketiga ini adalah tentang seorang ulama atau seorang alim yang membelot dari jalan haq. Tadinya si alim tersebut berada di jalan yang benar dan lurus sehingga melalui jalan itu ia sampai kepada posisi yang sangat terhormat dan tinggi di sisi Allah Swt. Tetapi sedikit demi sedikit ia terperosok dan tergelincir ke dalam perangkap setan. Di dalam ayat yang akan kita kupas nanti, Allah Swt mengumpamakan orang alim ini seperti anjing penjilat yang sangat terhina. Semoga kiranya kita dan segenap kaum muslimin dapat mengambil pelajaran yang berharga dari tafsir tematik di bawah ini.

Tema ini sengaja saya angkat, mengingat banyaknya ulama –sejak dahulu hingga sekarang- yang menjilat penguasa dan raja hanya untuk memperoleh dan mempertahankan kedudukan,  materi dan kenikmatan duniawi yang hanya sekejap saja. Sebagai contoh pada masa kita sekarang ini dan beritanya masih hangat misalnya, Mufti Saudi Arabia yang merupakan ulama mazhab Wahabi atau Salafi yang baru-baru ini teleh mengeluarkan fatwanya yang betul-betul menguntungkan musuh-musuh Islam dan muslimin. Fatwa provokasi seorang alim Wahabi/Salafi itu segera dijawab oleh seorang alim mazhab Ahlulbait As (Syiah Imamiyah) yang bernama Ayatullah Syekh Makarim Syirazi dengan penuh sopan dan bijak. Fatwa yang bersifat mengadu domba dan memecah belah barisan kaum muslimin yang hanya menguntungkan musuh-musuh Islam seperti ini yang dikelurkan oleh Mufti Wahabi, memang bukan yang pertama kali dikeluarkan. Para ulama Ahlulbait As, sejak dulu hingga sekarang, senantiasa mengajak mereka untuk berdialog secara terbuka dan mengajak mereka agar bersatu demi mempertahankan ajaran Islam yang murni dari berbagai serangan musuh-musuh Islam, tetapi ajakan yang disampaikan secara sopan itu tidak pernah mereka jawab[1].

Baiklah, sehubungan dengan tema di atas, yaitu ”Ulama Suu’ atau Ulama yang Menyimpang”, mari kita baca ayat Al-Qur’an al-Karim yang terdapat pada surat Al-A’raf, ayat: 175 – 177).

 

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم.   بسم الله الرحمن الرحيم.

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim” (al-A`raf: 175, 176 & 177).

 

Sebab Turun Ayat

Terdapat pembahasan dan perdebatan di antara para mufassir tentang siapa orang alim yang dibicarakan dalam ayat tersebut. Mayoritas mereka meyakini bahwa ia adalah Bal`am bin Ba’ura; salah seorang ulama Bani Israil. Melalui ibadah-ibadahnya ia telah mencapai posisi tinggi hingga mencapai standar predikat nama Allah yang agung dan doanya pun pasti dikabulkan. Ketika Musa as diutus sebagai nabi, ia terjangkiti rasa sombong. Diutusnya nabi Musa membuat Bal`am hasud kepadanya. Rasa hasudnya semakin bertambah dari hari ke hari sehingga memakan kebaikan-kebaikannya sedikit demi sedikit. Rasa hasudnya dari satu sisi dan kecintaannya pada dunia telah membuatnya mencari perlindungan kepada Fir`aun, penguasa pada masa itu, dan mendatangi istananya untuk menjadi pendukungnya. Maka hilanglah seluruh kebanggaan-kebanggaannya karena efek keburukannya. Al-Qur’an mengungkap kembali orang alim ini agar kita dan kaum muslimin dapat mengambil pelajaran darinya.

Sebagian mufassir lain meyakini bahwa yang dimaksud dengannya ialah Umayyah bin ash-Shalat, seorang penyair terkenal pada masa jahiliyah. Pada awalnya ia masuk Islam, namun kemudian ia berbalik dan menyimpang karena hasud kepada posisi kenabian Rasulullah Saw.

Sejumlah mufassir yang lain lagi meyakini bahwa yang dimaksud dengannya ialah Abu Amir an-Nashrânî, seorang pendeta Nasrani yang telah masuk Islam dan bergabung dengan orang-orang munafik. Kemudian ia pergi ke Roma untuk beraliansi dengan penguasanya, lalu kembali ke Madinah untuk memprovokasi orang-orang munafik dan membangun masjid ”Dhirar” yang terkenal itu.

Di antara ketiga pendapat ini, yang pertama adalah yang paling akurat, sementara dua lainnya terlalu jauh dari redaksi ayatnya: ”Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami…, yang menunjukkan hubungan dengan kisah-kisah umat terdahulu[2]. 

Tafsir Ayat

Allah Swt berfirman: ”Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab)”. Allah Swt meminta kepada Rasulullah Saw agar menceritakan kisah orang alim tersebut kepada para sahabatnya.

Maksud dari ayat-ayat tersebut ialah wejangan dan hukum-hukum Taurat. Sesungguhnya orang alim tersebut mengerti hukum-hukum Taurat dan wejangannya, dan juga mengamalkannya. Sebagian mufassir meyakini bahwa maksud ayat tersebut merujuk kepada nama agung. Untuk itu, Bal`am bin Ba’ura dikabukan doa-doanya, dan ia seseorang yang memiliki posisi terhormat dan agung di masyarakat.

 

Allah Swt berfirman: ”kemudian dia melepaskan diri (insalakha) dari pada ayat-ayat itu, lalu syaitan menjadikan dia mengikutinya (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat”. 

Kata ”salakh” berarti melepas kulit binatang. Karena itu ia dipakai untuk seseorang yang sedang menguliti kulit domba. Namun kata ”lalu dia diikuti” di sini mengandung dua makna;

Pertama, tabi`a dan lahiqa (mengikuti dan membuntuti). Yakni syetan menjadikan orang alim tersebut sebagai pengikutnya.

Kedua, kata kerja tersebut dipakai dalam makna biasanya, sekalipun ia berbentuk kata sulatsi mujarrad (kata kerja yang terdiri dari tiga huruf) sehingga maknanya menjadi bahwa setan mengikuti orang alim tersebut. Dengan kata lain, bahwa ia lebih dahulu tersesat sebelum disesatkan oleh setan. Perumpamaannya seperi seseorang yang melakukan perbuatan yang sangat buruk dengan cara terbaru dan ia selalu melaknat setan atas perbuatannya ini, lalu muncullah setan kepadanya dan berkata; laknat itu atasmu, bukan atasku, karena menyesatkan memang sudah keahlianku. Saya tidak tahu sebelumnya tipe maksiatmu ini, bahkan engkaulah yang mengajariku cara seperti ini.

Atas dasar ini, ayat tersebut berarti bahwa Bal`am bin Ba’ura lepas dari ayat-ayat Allah, maka ayat-ayat tersebut kemudian melepaskannya. Sekalipun ia menguasai seluruhnya, namun ia melepaskannya dan mengikuti setan atau setan mengikutinya. Itulah akibat kesesatan dan keburukan sehingga ia termasuk orang-orang yang sesat dan malang.

 

Allah Swt berfirman: ”Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu”. Yakni seandainya Kami berkehendak menjadikan ia tetap berada pada jalan yang benar, maka tentu Kami bisa untuk itu, namun Kami tidak melakukannya agar ia berbuat sesuai dengan pilihan dan kehendaknya sendiri, karena dalam Islam yang berlaku adalah ikhtiyar (pilihan) dan bukan jabr. Allah swt berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir[3].

Allah Maha Kuasa untuk menjadikan seluruh amal ibadah seperti haji, puasa, dan shalat sebagai bagian dari tabiat-tabiat seseorang sebagaimana ia menjadikan makan dan minum. Namun Ia tidak mau melakukannya, bahkan menciptakan manusia bebas dan punya pilihan sehingga di sana terjadi proses hidayah, penyempurnaan, berkembang, ujian, pahala, siksa dan lain-lain sehingga ajaran-ajaran ini tidak kehilangan maknanya.

            Adapun di penghujungnya, ayat tersebut berarti; Kami tinggalkan Bal`am bin Ba’ura pada dirinya sendiri, namun orang alim yang menyimpang ini -yang lebih dahulu dan menjadi penyampai kuat bagi Musa as- mengikuti hawa nafsu dan keinginan yang tak pernah henti karena cinta dunia, hasud kepada Musa as, dan kepincut dengan janji-janji Fira`aun. Itu semua adalah efek dari terusir dari hamparan rabbani. Atas dasar ini, dua hal yang menjadi sebab kejatuhan Bal`am bin Ba’ura, yaitu; Pertama, kecintaan kepada dunia dan kecendrungan kepada Fira`un. Kedua, mengikuti hawa nafsu dan setan.

 

Allah Swt berfirman; ”maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga)”.

Anjing biasanya terkenal memiliki peran besar dimana manusia mendapatkan manfaat darinya. Karena itu, dalam fiqh Islam memeliharanya diperkenankan. Hanya saja di samping kebaikannya itu, anjing terkadang gila dan selalu lahap. Inilah penyakit anjing-anjing. Penyakit yang menjadikannya selalu menjulurkan lidah dan bersuara memekik, mengeluarkan racun bakteri yang apabila mengenai manusia, ia akan mati, atau ia terkena penyakit anjing gila. Dalam kondisi seperti ini anjing sudah tidak lagi memiliki guna, dan karena itu tidak diperkenankan lagi memeliharanya karena dapat membahayangan jiwa orang lain.

Tanda-tanda penyakit ini pada anjing ialah ia selalu menjulurkan mulut dan menggerak-gerakkan lidahnya. Demikain itu agar berkurang rasa panas yang ia rasakan di dalam badannya. Gerakan lidahnya serupa dengan kipas angin yang berfungsi memasukkan udara ke dalam tubuh sehingga menjadi dingin. Di antara tanda lainnya ialah selalu kehausan. Alhasil, anjing seperti ini sangat berbahaya.

Al-Qur’an dengan perumpamaan yang cukup indah menyerupakan orang alim yang menyimpang ini (ulama suu’) dengan anjing yang tidak lagi memiliki nilai guna dan bahkan sangat berbahaya. Kecintaan kepada dunia, mengikuti hawa nafsu dan perasaan tidak pernah puas telah menggelincirkan orang alim tersebut hingga kehilangan pandangan dan penglihatan batinnya sehingga tidak lagi dapat membedakan antara kawan dan musuhnya.

 

Allah Swt berfirman: ”Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir[4]. 

Yakni ini benar-benar seperti sebuah komunitas masyarakat yang mendustakan ayat-ayat Allah Swt, maka ceritakanlah wahai Nabi kepada orang-orang, khususnya Yahudi dan Nashrani kisah-kisah ini agar mereka dapat mengambil pelajaran darinya, juga agar mereka mengetahui apabila berani mendustakan ayat-ayat Allah, maka nasib akhir mereka akan sama seperti nasib akhir Bal`am bin Ba’ura.

Pesan-pesan Ayat

Bahaya Ulama yang Menyimpang

Bal`am bin Ba’ura telah jatuh dari posisi mulia karena kecintaannya kepada dunia dan keikutsertaannya kepada setan. Kejatuhannya diumpamakan oleh Al-Qur’an dengan anjing liar yang tidak peduli kepada siapapun hingga ia nampak seperti gila. Kecintaan kepada dunia dan keikutsertaan kepada setan telah menjadikan seorang alim yang telah mendapatkan nama terhormat menjadi gila. Kegilaannya nampak dalam bentuk selalu haus dunia dan tidak pernah terpuaskan selamanya. Orang alim seperti ini membawa bahaya besar, dan di antaranya adalah sebagai berikut;

  1. Orang alim seperti ini benar-benar akan menjadi pembantu kezaliman, sebagaimana penjilat-penjilat para penguasa yang berkhidmat kepada para pelaku kezaliman di antara raja-raja dan penguasa. Yang jelas bahaya orang alim seperti ini tidak lebih sedikit dari bahaya kezaliman itu sendiri.

Para penguasa masa lalu berkeinginan menerapkan aturan khusus, maka ia meminta kepada para ulama negerinya untuk mengharmonikan kehendak Pembuat Syari`at (Allah Swt) dan syari`at versi kepentingannya. Maka seorang alim menjawabnya; sesungguhnya kehendak Sang Pembuat Syari`at adalah luas, dan urusannya bergantung kepada keputusan penguasa. Artinya ia dapat memberi jalan keluar atau justifikasi terhadap setiap keinginan penguasa. Memang benar ulama seperti ini memungkinkan untuk menjustifikasi kezaliman para penguasa.

Mereka adalah orang-orang yang menancapkan tonggak kezaliman. Mereka akan menepis setiap orang yang berusaha tidak setuju dengan kezaliman. Ulama-ulama seperti mereka leluasa pada masa pemerintahan Bani Umayyah memalsukan hadis-hadis Rasulullah Saw dan para imam As. Mereka pun menjilat beberapa penguasa zalim dari keturunan al-Ababs dan Bani Umayyah.

  1. Ulama-ulama seperti ini benar-benar dapat menghancurkan pondasi-pondasi akidah manusia. Sesungguhnya orang-orang awam apabila menyaksikan seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, maka keyakinan keagamaannya akan goncang. Bahkan mereka dapat saja menjadi ragu terhadap surga dan neraka, hari kiamat dan hisab. Mereka akan berkata kepada dirinya masing-masing; andaikan memang benar di sana ada hari kiamat, maka orang-orang alim itu tentu beramal untuk bekal hari itu. Atas dasar itu, apabila para penguasa menzalimi orang-orang atas dunia mereka, maka para ulama yang menyimpang itu menzalimi orang-orang atas akhiratnya.
  2. Seorang alim yang menyimpang akan menjerumuskan orang-orang melakukan dosa. Negara-negara yang bersebrangan dengan Islam telah mendirikan pada abad-abad terakhir -untuk merongrong Islam- sekelompok penyesat. Untuk memperkuat  kelompok boneka ini, mereka mendidik seorang alim gadungan yang dapat mengarang buku atau mengeluarkan fatwa yang berisikan propokasi perpecahan[5]. Ia pun menggunakan sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an untuk tujuan perpecahan ini. Buku dan fatwa tersebut adalah buku dan fatwa menyesatkan karena dipersiapkan untuk memperbanyak perpecahan sebagai pengabdian kepada negara-negara pendirinya.

Dari sini, para pengajar ajaran-ajaran agama hendaknya memberitahu bahwa sebab penyimpangan ini adalah karena tidakadanya keikhlasan. Sejumlah pelajar tidak belajar hanya untuk Allah, melainkan untuk tujuan-tujuan duniawi, seperti hawa nafsu dan kecintaan pada dunia. Dengan tujuan-tujuan inilah akhiratnya dihancurkan dan dirubah menjadi neraka Jahim.

Sekalipun seseorang telah mencapai sebuah posisi tinggi, maka hendaknya dia jangan terlebih dahulu merasa aman dari bisikan setan. Perasaan cukup aman ini adalah awal dari keterjerumusan dan penyimpangan. Ia hendaknya selalu berada antara harap dan takut. Takut dari hawa nafsu, merasakan tidak puas dan bisikan-bisikan setan, di samping berharap terhadap rahmat dan kelembutan Allah Swt. Dia Yang Paling Kasih di antara para pengasih.   

          

Ulama di Mata Imam Hasan al-Askari

Sang faqih besar, Syeh Anshari dalam bukunya Farâidul Ushûl, mengutip sebuah hadis indah sebagai tafsir agung dari Imam al-`Askari as atas ayat, “Di antara mereka adalah orang-orang buta aksara yang tidak mengerti al-Kitab…”.

Seseorang bertanya kepada as-Shadiq as: “Apabila mereka itu dari Yahudi dan Nashrani yang tidak mengenal al-Kitab kecuali dari apa yang mereka dengar saja, dan para pemuka agama mereka tidak memiliki jalan selainnya. Lalu bagaimana ketaklidan mereka kepada para ulamanya dikecam. Apakah orang-orang awam Yahudi sama seperti orang-orang awam kita yang mentaklidi ulama-ulama mereka? Apabila taklid kepada para ulamanya tidak diperkenankan kepada orang-orang awam mereka, maka demikian juga tidak diperkenankan kepada awam-awam kita.”

Beliau as berkata: “Di antara orang-orang alim dan ulama kami dan di antara orang-orang awam Yahudi dan Nashrani dengan ulamanya terdapat perbedaan dari satu sisi dan kesamaan di sisi lain. Sisi kesamaannya ialah bahwa Allah Swt mencela orang-orang awam kita bertaklid kepada ulama-ulama mereka, sebagaimana juga Ia mencela awam-awam Yahudi dan Nashrani mentaklidi ulama-ulama mereka. Adapun dari sisi perpecahan mereka tidaklah sama.”

            Ia bertanya: ”Jelaskan kepadaku, wahai putra Rasulullah!”

            Beliau berkata: ”Sesungguhnya awam-awam Yahudi telah mengetahui kebohongan ulama-ulamanya dengan jelas, mereka memakan harta haram, berbuat zalim, merubah hukum, dan lain-lain. Karena itu, Allah mengecam mereka atas ketaklidannya kepada orang yang mereka ketahui tidak layak untuk ditaklidi pandangan-pandangannya, tidak boleh membenarkannya dan tidak boleh beramal dengan ajaran yang sampai kepada mereka dari orang-orang yang tidak mereka saksikan. Mereka pun harus mengoreksi diri mereka tentang Rasulullah Saw.”

Demikian pula awam-awam umat kami. Apabila mereka mengetahui kefasikan secara jelas dan kefanatikan yang sangat dari para fuqahanya, maka barang siapa di antara mereka tetap mentaklidi fuqaha seperti itu, berarti mereka seperti awam-awam Yahudi yang telah Allah Swt kecam karena mentaklidi kefasikan para fuqahanya. Maka barang siapa mendapatkan di antara para fuqaha orang yang paling menjaga dirinya, menjaga agamanya, menentang hawa nafsunya, dan taat terhadap perintah Tuhannya, maka hendaklah bagi orang-orang awam mentaklidinya. Demikian itu berarti hanya kepada sebagian fuqaha Syi`ah saja, bukan semuanya.

Adapun mereka yang melakukan perbuatan buruk dan terbiasa bohong kepada kita, maka mereka sesat atau menyesatkan, dan mereka jauh lebih berbahaya kepada kelompok awam syi`ah kami dari tentara Yazid yang telah memerangi al-Husein bin Ali as[6].

Pertanyaan: Kenapa para ulama yang menyimpang jauh lebih buruk dari tentara-tentara Yazid? 

Jawab: Tentara Yazid menyatakan secara terang-terangan permusuhannya, sementara para ulama busuk (suu’) seperti serigala berbulu domba yang menghancurkan agama atas nama agama. Dan jelas bahaya mereka jauh lebih besar dari bahaya orang yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya.

Adapun yang dibanggakan oleh orang-orang Syi`ah ialah mereka pada masa silam telah menjadi pengikut para ulama dan marja’ yang padanya terkumpul sayarat-syarat kemuliaan seperti dicirikan para Imam As. Mereka pun selalu ada di bawah bimbingan dan kelembutan kasih mereka.    

            Tentu tidak diragukan lagi bahwa bertaklid kepada seorang ulama zuhud dan bijak tidak hanya tidak tercela, bahkan itu wajib sebagaimana diperkuat oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan riwayat Ahlulbait As[7].[]  

 


[1] . Doakan saya, semoga dalam waktu yang tidak lama, dapat menerjemahkan surat ajakan dialog tersebut yang ditulis oleh guru kami; Ayatullah Syekh Ja’far Subhani hf, insya Allah. Saya pikir, demi mencari dan membuktikan kebenaran, kiranya kaum muslimin dan khususnya para mahasiswa muslim, wajib mengkaji sejarah ajaran Wahabi yang kini telah terbongkar kedoknya, yaitu hubungan eratnya dengan Zionis Israel dan Amerika. Dan agar para pemuda muslim tidak tertipu dengan tampilan lahiriah mereka. Wallahu a’lam.

[2] Tidak diragukan lagi bahwa ayat tersebut dimaksudkan untuk siapa saja yang memiliki kriteria-kriteria yang disebutkan di dalamnya. Untuk lebih jelasnya silahkan merujuk ke kitab tafsir Al-Amtsal, jil. 5, pembahasan akhir ayat 175.

[3] QS. Al-Insan: 3.

[4] Bentuk teks ayat tersebut menunjukkan pada kisah-kisah masa silam, bukan masa Nabi Saw. Karena itu ayat tersebut ditujukkan untuk kisah Bal`am bin Ba’ura dan bukan untul selainnya.

[5] .Kini nampak semakin jelas bagi umat Islam, bahwa musuh-musuh Islam, seperti Zionis dan Amerika, tidak akan mampu menghancurkan Islam dan melepaskan akidah Islam dari kaum muslimin.Karena itu mereka mendidik dan membayar ulama suu’  untuk membuat perpecahan dan menyebarkan akidah rusak di kalangan kaum muslimin. Kerjasama dalam kezaliman ini nampak disambut baik oleh para ulama Wahabi atau Salafi. Dan kebanyakan para pemuda, ikhwan dan akhwat yang mengikuti gerakan Wahabi ini, lantaran mereka tidak memahami ajaran Wahabi yang sebenarnya dan karena informasi yang sampai kepada mereka seringkali diputarbalikkan. Sementara itu, mereka diharamkan untuk menelaah buku-buku yang melemahkan akidah Wahabi. Sekiranya para ikhwan dan akhwat itu mengetahui kejahatan Wahabi sesungguhnya, pasti mereka akan meninggalkannya. Dan sekiranya ajaran Wahabi atau Salafi itu haq dan mempunyai argumen yang kuat, pasti mereka terbuka untuk berdiskusi dan berdialog dengan ajaran-ajaran lain, bukan malah lari dan menghindar dari dialog terbuka. Ustadz Allamah Sayyid Kamal Haidari hf, setiap malam Jum’at di TV al-Kautsar, membedah habis kedangkalan akidah Wahabi dan selalu mengajak ulama mereka untuk berdialog secara terbuka di hadapan masyarakat muslim dunia. Tetapi hingga kini tidak seorang ulama pun dari mereka yang berani mauju ke depan. Jika Anda mempunyai Parabola, Anda pun bisa mengiktuinya. Salah satu tanda bahwa ajaran itu haq, ketika ajaran itu sangat terbuka dan para ulamanya senantiasa siap berdialog dan adu argumen.

[6] Farâidul Ushûl, jil. 58 dalam edisi satu jilid.

[7] .Fiqih Ahlulbait As membahas secara luas masalah taklid dan mewajibkan pengikutnya agar bertaklid kepada para mujtahid atau marja’ yang telah memenuhi syarat. Hal ini berbeda dengan pandangan Ahlusunnah. Masalah taklid dalam ajaran Ahlulbait As, bisa Anda rujuk pada situs ABNA tercinta ini.

Kembali Kepada Al Quran dan Ahlul Bait

Islam adalah keduanya (Al Quran dan Ahlul Bait) yang tidak akan terpisah hingga akhir zaman, hingga kehadiran Ahlul Bait Rasulullah yang terakhir, Imam Mahdi afs yang dinanti-natikan. Ahlul Bait adalah madrasah yang paling komplit yang mengandung berbagai khazanah ke- Islaman. Madrasah ini telah terbukti menghasilkan kader-kader yang mumpuni dan telah mempersembahkan karya-karya cemerlang bagi kehidupan umat manusia.
Kembali Kepada Al Quran dan Ahlul Bait

Sepanjang sejarah perjalanan umat manusia, polemik dan perbedaan pendapat telah menjadi keniscayaan tersendiri yang tak terelakkan. Adanya paradigma (cara pandang) yang berbeda pada umat manusia adalah konklusi dari dua jalan (kebajikan dan kejahatan) yang telah diilhamkan Allah SWT dalam diri setiap manusia (baca Qs. 90:10).

Oleh karenanya, keberadaan tolok ukur kebenaran yang menjadi rujukan semua pihak adalah suatu keniscayaan pula, yang eksistensinya bagian dari hikmah Ilahi. Allah SWT telah menurunkan kitab pedoman yang merupakan tolok ukur kebenaran dan menjadi penengah untuk menyelesaikan berbagai hal yang diperselisihkan umat manusia.

 
Allah SWT berfirman: “Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para Nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.” (Qs. Al-Baqarah : 213).
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia tanpa bimbingan dan petunjuk Ilahi akan berpecah belah dan bergolong-golongan. Penggalan selanjutnya pada ayat yang sama menjelaskan pula, bahwa kedengkian dan memperturutkan hawa nafsulah yang menyebabkan manusia terlibat dalam perselisihan dan perpecahan.
Kebijaksanaan Ilahilah yang kemudian menurunkan sang Penengah (para nabi as) yang membawa kitab-kitab yang menerangi. Kitab-kitab Ilahiah terutama Al Quran memberikan petunjuk dan arahan yang jelas tentang kebenaran yang seharusnya ditempuh umat manusia.

 
Namun hawa nafsu, kedengkian, kedurhakaan dan juga kebodohan telah menjerumuskan manusia jauh berpaling dari mata air jernih kebenaran.
Puluhan ribu nabi telah diutus sepanjang sejarah hidup manusia di segala penjuru dunia. Umat Islam meyakini mata rantai kenabian bermula dari Nabi Adam as dan berakhir di tangan Muhammad SAW dan tidak ada lagi nabi sesudahnya.
Ditutupnya kenabian hanya bisa sesuai dengan hikmah dan falsafah diutusnya para nabi bila syariat samawi yang terakhir tersebut memenuhi seluruh kebutuhan umat manusia, di setiap masa dan di setiap tempat. Al Quran sebagai kitab samawi terakhir telah dijamin oleh Allah SWT keabadian dan keutuhannya dari berbagai penyimpangan hingga akhir masa.

 
Akan tetapi secara zahir Al Quran tidak menjelaskan hukum-hukum dan ajaran Islam secara mendetail. Oleh karenanya penjelasan perincian hukum menjadi tanggung jawab nabi untuk menerangkannya kepada seluruh umatnya.

Sewaktu Nabi Muhammad SAW masih hidup tanggung jawab itu berada dipundaknya. Karena itu hadits-hadits Nabi Muhammad SAW menjadi hujah dan sumber autentik ajaran Islam. Namun apakah semasa hidupnya, Rasulullah SAW telah menjelaskan seluruh hukum dan syariat Islam kepada seluruh umat?
Kalau tidak semua, siapa yang bertanggung jawab untuk menjelaskannya? Siapa pula yang bertanggung jawab menengahi silang sengketa sekiranya terjadi penafsiran yang berbeda tentang ayat-ayat Al Quran dalam tubuh umat Islam?
Saya sulit menerima jika dikatakan tanggung jawab penjelasan syariat Islam pasca Rasul jatuh ke tangan para sahabat. Sementara untuk contoh sederhana sahabat sendiri berbeda pendapat bagaimana cara Rasululullah melakukan wudhu dan salat yang benar, padahal Rasul mempraktikkan wudhu dan salat bertahun-tahun di hadapan mereka.


Untuk persoalan wudhu saja mereka menukilkan pendapat yang berbeda-beda, karenanya pada masalah yang lebih rumit sangat mungkin terjadi penukilan yang keliru. Ataupun tanggung jawab penafsiran Al Quran jatuh kepada keempat imam mazhab yang untuk sekadar menafsirkan apa yang dimaksud debu pada surah Al-Maidah ayat 6 saja sulit menemukan kesepakatan.

 
Kata mazhab Syafi’i debu meliputi pasir dan tanah, tanah saja kata Hanbali; tanah, pasir, batuan, salju dan logam kata Maliki; tanah, pasir dan batuan kata Hanafi (al-Mughniyah, 1960; Al-Jaziri, 1986).

 

 
Petunjuk Umat

 
Islam hanya dapat ditawarkan sebagai agama yang sempurna, yang dapat memenuhi segala kebutuhan manusia jika di dalam agama itu sendiri tidak terdapat perselisihan dan perpecahan. Karenanya, hikmah Ilahi meniscayakan adanya orang-orang yang memiliki kriteria seperti yang dimiliki Nabi Muhammad SAW untuk memberikan bimbingan kepada umat manusia di setiap masa tentunya selain syariat.
Ilmu yang mereka miliki tidak terbatas dengan apa yang pernah disampaikan Nabi Muhammad SAW (sebagaimana maklum Nabi tidak sempat menjelaskan semua tentang syariat Islam) namun juga memiliki potensi mendapatkan ilmu langsung dari Allah SWT ataupun melalui perantara sebagaimana ilham yang diterima Siti Maryam dan ibu nabi Musa as (Lihat Qs. Ali-Imran : 42, Thaha:38).
Mereka menguasai ilmu Al Quran sebagaimana penguasaan nabi Muhammad SAW sehingga ucapan-ucapan merekapun merupakan hujjah dan sumber autentik ajaran Islam. Masalah ini berkaitan dengan Al Quran sebagai mukjizat, berkaitan dengan kedalaman dan ketinggian Al Quran, sehingga hukumnya membutuhkan penafsir dan pengulas.


Al Quran adalah petunjuk untuk seluruh ummat manusia sampai akhir zaman karenanya akan selalu berlaku dan akan selalu ada yang akan menjelaskannya sesuai dengan pengetahuan Ilahi. “Sungguh, Kami telah mendatangkan kitab (Al Quran) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-A’raf :52).
Pada ayat lain, Allah SWT berfirman, “Dan Kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. ” (Qs. An-Nahl : 64).

 
Dengan pemahaman seperti ini maka jelaslah maksud dari penggalan hadits Rasulullah, Kutinggalkan bagi kalian dua hal yang berharga, Al Quran dan Ahlul Baitku. (HR Muslim). Bahwa keduanya Al Quran dan Ahlul Bait adalah dua hal yang tak terpisahkan hingga hari kiamat, memisahkan satu sama lain akibatnya adalah kesesatan dan di luar dari koridor ajaran Islam itu sendiri.


Penyimpangan


Rasul menyebut keduanya (Al Quran dan Ahlul Baitnya) sebagai Tsaqalain yakni sesuatu yang sangat berharga. Keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Penerus nabi adalah orang-orang yang tahu interpretasi ayat-ayat Al Quran sesuai dengan makna sejatinya, sesuai dengan karakter esensial Islam, sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.

 
Rasulullah menjamin bahwa siapapun yang bersungguh-sungguh dan berpegang pada kedua tsaqal ini, maka tidak akan pernah mengalami kesesatan. Kemunduran dan penyimpangan kaum Muslimin terjadi ketika mencoba memisahkan kedua tsaqal ini.
Islam adalah keduanya (Al Quran dan Ahlul Bait) yang tidak akan terpisah hingga akhir zaman, hingga kehadiran Ahlul Bait Rasulullah yang terakhir, Imam Mahdi afs yang dinanti-natikan. Ahlul Bait adalah madrasah yang paling komplit yang mengandung berbagai khazanah ke- Islaman. Madrasah ini telah terbukti menghasilkan kader-kader yang mumpuni dan telah mempersembahkan karya-karya cemerlang bagi kehidupan umat manusia.

 
Imam Ja’far Shadiq (fiqh), Jalaluddin Rumi (tasawuf), Ibnu Sina (kedokteran), Mullah Sadra (Filsafat), Allamah Taba’tabai (tafsir) dan Imam Khomeini (politik), sebagian kecil orang-orang besar yang terlahir dari madrasah ini.

 

Ismail Amin
Mahasiswa Mostafa International University
Islamic Republic of Iran

Sunni-Syiah Yakin Ahlul Bait Manusia-manusia Sempurna

“Sesuai dengan penjelasan dari Rasulullah saww, Al-Qur’an sebagai firman Allah dan manusia-manusia suci dari kalangan Ahlul Bait Nabi as adalah pada hakekatnya satu kesatuan. Keduanya tidak akan terpisah sampai hari kiamat. Riwayat dari Rasulullah mengenai hal ini terdapat dalam kitab-kitab Syiah dan Ahlus Sunnah, dan kedua mazhab besar ini mengakui keutamaan dan keistimewaan Ahlul Bait. Namun pihak musuh senantiasa ingin menimbulkan perpecahan antara dua mazhab besar Islam ini. “
Sunni-Syiah Yakin Ahlul Bait Manusia-manusia Sempurna

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Jawadi Amuli hari Rabu (31/5) dalam ceramahnya mengatakan, “Syiah dan Sunni adalah sesama kaum muslimin yang bersaudara, yang berpegang kepada aqidah Islam, Al-Qur’an dan Itrat. Namun Wahabi senantiasa menyebarkan fitnah, bahwa Syiah adalah orang-orang yang menyembah Ahlul Bait karena senantiasa bertabarruk dan memohon pertolongan dari mereka.”

Ulama yang juga pengajar di Hauzah Ilmiyah Qom ini mengungkapkan pemisalan dalam hal ini, “Tak seorangpun dari kita yang menyembah bulan dan matahari. Semuanya meyakini matahari dan bulan adalah makhluk ciptaan Allah swt. Namun kita mengambil ribuan keberkahan dan manfaat dari yang dipancarkan matahari dan bulan, kitapun senantiasa membutuhkan sinar dari matahari dan cahaya dari bulan untuk memudahkan aktivitas-aktivitas keduaniawian kita. Dan kalau kita mengambill keberkahan dan meminta pertolongan dari makhluk yang lebih mulia dan lebih tinggi kedudukannya dari matahari dan bulan, apakah itu juga termasuk syirik?”

Ulama tafsir Al-Qur’an ini lebih lanjut mengatakan, “Manusia yang sempurna lebih tinggi derajat dan kedudukannya dibanding matahari dan bulan, dan kita mengambil keberkahan dari wujudnya yang suci dan mulia. Tidak ada yang salah dengan hal ini, namun musuh-musuh Islam telah membuat sebuah firqah yang bernama Bahai dalam tubuh Syiah, dan membuat Wahabi dalam tubuh Ahlus Sunnah sehingga membuat keteraturan dalam dunia Islam ini menjadi goncang dan membingungkan banyak umat Islam.”

Dalam kelanjutan ceramahnya, Ayatullah Jawad Amuli melanjutkan, “Sesuai dengan penjelasan dari Rasulullah saww, Al-Qur’an sebagai firman Allah dan manusia-manusia suci dari kalangan Ahlul Bait Nabi as adalah pada hakekatnya satu kesatuan. Keduanya tidak akan terpisah sampai hari kiamat. Riwayat dari Rasulullah mengenai hal ini terdapat dalam kitab-kitab Syiah dan Ahlus Sunnah, dan kedua mazhab besar ini mengakui keutamaan dan keistimewaan Ahlul Bait. Namun pihak musuh senantiasa ingin menimbulkan perpecahan antara dua mazhab besar Islam ini. “

“Musuh Islam pada dasarnya tidak membedakan Sunni dan Syiah, mereka bukan hendak menghancurkan sunni atau syiah saja, melainkan Islam. AS, Israel dan sekutu-sekutunya melancarkan permusuhannya terhadap Islam. Buktinya bisa kita lihat pada tragedi kemanusiaan yang masih melanda Bahrain sampai saat ini. Mereka menghancurkan masjid-masjid yang menjadi tempat peribadatan kedua mazhab tersebut termasuk membakar Al-Qur’an, kitab suci umat Islam yang diagungkan dan diyakini oleh Sunni dan Syiah sebagai firman suci Allah swt.” Tegas beliau.

Dipenghujung ceramahnya, Ayatullah Jawad Amuli mengingatkan bahwa musuh-musuh Islam pada hakekatnya bukanlah insan-insan yang beragama. Mereka hendak menghancurkan agama-agama dan kepercayaan kepada Tuhan. Beliau mengungkapkan bahwa tugas pengikut-pengikut agama sekarang adalah mempelajari dan menguasai ajaran-ajaran agamanya dengan baik. Upaya pencarian agama yang benar dan sejati harus terus dilakukan. “Kalau keyakinan kita kepada agama rapuh dan ala kadarnya, maka kita tidak akan bisa menghentikan syubhat dan fitnah yang dilontarkan musuh-musuh agama. Semangat kesyahidan untuk mempertahankan dan membela agama, menjadi tidak memiliki arti dan keistimewaan apa-apa.” Tegas beliau.  

PEMUDA DALAM PANDANGAN IMAM KHOMEINI

Tidak diragukan lagi bahwa pemuda memiliki peran yang sangat peka dalam kehidupan masyarakat yang dihadapinya. Masyarakat yang kehilangan aktifitas pemudanya disebut masyarakat yang mati. Untuk itu Imam Khomeini qs sangat menekankan peran pemuda, dan memfokuskan pada penggunaan usia muda yang sangat berharga di masa mudanya dalam kehidupan manusia.

Masa muda
Tidak diragukan lagi bahwa pemuda memiliki peran yang sangat peka dalam kehidupan masyarakat yang dihadapinya. Masyarakat yang kehilangan aktifitas pemudanya disebut masyarakat yang mati. Untuk itu Imam Khomeini qs sangat menekankan peran pemuda, dan memfokuskan pada penggunaan usia muda yang sangat berharga di masa mudanya dalam kehidupan manusia.

Penggunaan usia muda.

Bermula dari kefahaman pemuda terhadap pentingnya masa ini dalam usia manusia dan perannya yang sangat besar dalam membina kepribadian manusia serta membentuk masyarakat pada umumnya. Imam mengatakan: “Kalian sekarang, dengan nikmat yang ada, pada kalian ada nikmat kepemudaan, maka ketahuilah kadarnya, dan jangan sia siakan nikmat ini”.

Beliau berkata :”Saya menasehati pemuda di negaraku, mereka adalah modal dan logistik Ilahiyah yang besar, bunga yang semerbak wangi dan potensi dunia Islam. Ketahuilah kadar dan harga masa yang manis dalam hidup kalian ini. Persiapkan diri kalian untuk perjuang besar secara ilmiyah dan amaliyah sehingga dapat mencapai tujuan Ravolusi Islam yang tinggi”.

Penggunaan Usia Pemuda pada bidang yang beragam;

Bidang Ilmu

“Wajib bagi kalian sejak sekarang ketika masih muda untuk menuntut dasar ilmu, dasar fiqhiyah, ketika masa (muda) itulah. Pada akhir waktu (usia tua) dari menuntut ilmu nanti, dia akan memberikan hasil dan buah, ketika itulah kalian dapat menggunakannya. Tapi kalau kalian lalai dan tidak menggunakan nikmat ini, maka pastilah kalian gagal setelahnya”.

Beliau berkata: “Hidup dialam ini sekarang, adalah hidup di madrasah iradah, kebahagiaan dan kegembiraan yaitu manusia terikat dengan kemampuan manusia itu sendiri. Apa bila hendak mulia dan bangga maka wajib menggunakan pemuda. Bergeraklah dengan kemampuan dan tekad kalian menuju ilmu dan amal, untu mendapatkan ilmu dan ma’rifah. Hidup dengan ilmu dan ma’rifah -sampai batas tertentu- merupakan hidup yang menyenangkan. Tenang dengan kitab, pena dan bahan yang penuh pengetahuan, dan bahagia sampai pada waktunya…” .

Dalam ibadah

“Ketika masa muda berjalan, janganlah berfikir bahwa kalian akan meninggalkan ibadah dan kemudian mendapatkannya diakhir umur, diakhir umur orang tidak dapat beribadah, tidak dapat mencarinya, tidak juga memiliki kemampuan berfikir yang kuat untuk dapat menangkap suatu hal”.

Dalam perbaikan diri

“Wahai pemuda, wajib bagi kalian untuk memulai sejak sekarang jihad kearah ini, jangan biarkan kekuatan pemuda hilang dari tangan kalian, sebanyak apa kekuatan pemuda hilang dari tangan manusia, semangkin banyak halangan ahlaq fasad padanya, sehingga jihad akan bertambah susah”.

“Wahai pemuda siapkan dirimu untuk berjihadlah sejak sekarang, dalam rangka membentuk diri; mulailah sejak masa ini sehingga terbentuklah pribadi yang dapat mengabdi kepada negaranya. Apa bila kalian membina diri kalian sendiri, maka kalian pulalah yang akan memetik hasil insaniyah dalam diri kalian. Pada masa itulah kalian akan menang disetiap bidang”.

Pengaruh Pemuda.

Usia pemuda sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, aktifitasnya sangat berpengaruh pada masyarakat dan dengan tegarnya mereka menghadapi mara bahaya dan ancaman;

Imam Khomeini qs mengatakan:”Kami juga menhadapi pemuda yang keluar jalur, mereka diarahkan kepusat pusat pendidikan dan pelatihan untuk dapat mencegah penyelewengan anak anak kita (semoga Allah menjauhkan) tunduk dengan budaya barat dan timur. Karena banyak masyarakat yang dalam semua aspeknya tunduk kepada budaya timur atau barat. Akan sirnalah semua usaha kita, tujuan umat, darah pemuda kita dan juga menjadikan duka disepanjang masa”.

“Pemuda yang sudah terkorban oleh program musuh sehingga menjadi fasad dan terpolusi (akalnnya) memiliki hak untuk dengan cepat dirubah dan dicerahkan lagi (akalnya), menjadi insan Islami. Sekalipun nanti tidak berhasil dengan baik apa yang sudah diusahakan dengan maksimal akan berbenturanlah kekautan yang besar ini dengan kekuatan syaitan ini”.

“Terdapat juga pemuda yang komitmen sepanjang sejarah terutama dalam masyarakat muslim dizaman ini begitu juga masa akan datang. Merekalah yang mampu dengan disiplin, senjata , ketabahan dan sabar mereka untuk menjadi bahtera penyelamat bagi umat Islam dan negaranya. Mereka yang mulialah yang menjadikan merdeka, bebas, meninggikan dan memuliakan bangsa dengan perjuangannya”.

“Kita berhutang budi pada perjuangan dan kemuliaan kalian, semua pemuda Iran berhutang budi kepada para pemuda yang membawa Raevolusi dengan kekuatan tekatnya hingga sampai disini, hingga kini mereka selalu siap siaga……mereka lah yang telah menghantarkan kalian sampai di ketinggian ini. Kalau bukan karena mereka sayapun tidak akan berada disini, tidak juga kalian dan tidak mereka”.

Peran pemuda

Imam Khomeini qs mengatakan:”Kalian lah wahai pemuda yang dapat dengan melakukan segala aktifitas. Kalaian para pemuda dimanapun berada, wajib memikirkan masa depan kalian. Merupakan satu hal yang lazim, untuk maju kedepan dengan dua kekhususan: tawakal kepada Allah dan percaya diri. Maka akan kalian lihat dalam waktu yang singkat dimana jalan kebahagiaan telah terbuka bagi kalian”.

Apa apa yang menjadi peran utama dan tujuan pemuda yang mana mungkin dicapainya dengan aktifitas dan kemampuan yang diberikan Allah kepada mereka, dapat difokuskan dalam:

Peningkatan Intelektual

Sesungguhnya intelektual merupakan kepentingan mendasar yang harus dimiliki pemuda, intelek disemua bidang. Kemudian intelek yang berhubungan dengan masyarakat Islami itu sendiri.Imam Khomeini qs berkata: ” Usaha merupakan aktifitas pada masa muda sebelum sampai masa lesu dan lemah dihari tua, sehingga pemuda haruslah bangkit dengan menggunakan semua fasilitas/sarana yang mungkin; dengan syair, tulisan, khutbah , buku atau apapun yang dapat meningkatkan intelektual masyarakat dan juga termasuk kumpulan yang khusus. Dan jangan lalai dengan kewajiban ini”.

“Mengarahkan pandangan pemuda kepada pengetahuan dan pemahaman bentuk Islam yang sebenarnya akan membentuk kemampuan. Tugas kita hari ini, yang lebih utama dari yang manapun adalah menggagalkan rancangan program asing dan kaki tangan penjajah yang sudah berjalan selama itu. Wahai genarasi muda, kewajiban kalian adalah memutus budaya keberat baratan. Umumkan, hilangkan pemerintahan mereka dari kehidupan manusia, hilangkan antek antek mereka dari masyarakat. Beritakan kepada dunia secara umum dan muslimin khususnya tentang Negara Islam dan aturlah barisanmu !”.

Begitu untuk membongkar dan menghadapi rencana dan makar musuh. Imam Khomeini qs mengatakan :”Wahai pemuda yang memiliki hati yang bersih, kalian bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sedapat mugkin, dengan jalan apapun. Selesaikanlah semua permasalahan untuk negara, naikkan bendera keadilan agama Islam”.

Adanya penjelasan tentang pengetahuan dari masyarakat lain dengan Islam yang benar; Imam mengatakan :”Wahai pemuda Islam yang mulia dan aktifis muslimin. Merupakan kelaziaman bagi kalian untuk meningkatkan pengetahuan rakyat, dan hancurkan makar penjajah yang keji dan jahat. Berusahalah memperlajari Islam dengan baik, belajarlah al Quran dengan betul dan beramalah dengannya. Dengarkan dengan ikhlash pelajaran dan tabligh Islam dari umat yang lain, untuk memajukan umat islam yang besar”.

Pertahanan Islam

Islam merupakan jalan yang benar, merupakan keberlangsungan aktifitas orang shalihin, shadiqin dan mustadha’afin (orang orang yang tertindas). Pada masa yang sama, dia merupakan ancaman bagi penjajah, penindas dan penyeleweng. Maka dia akan menjadi target berterusan dari sarangan thaghut yang berusaha untuk menjatuhkan wajah keadilan juga untuk memastikan bertambah dan berkuasanya kedhaliman. Maka merupakan tanggung jawab pemuda untuk mempertahankan Islam dalam menghadapi setiap ancaman yang ada.
Imam Khomeini qs berkata :”Mahasiswa, pedagang, petani dan semua unsure masyarakat. Semua kekuatan yang diberikan Allah kepada kalian wajib di- infaq-an kejalan ridhaNya. Kalian yangmemilki kekuatan pemuda yang besar akan dapat menghantarkan Islam ke negara kalian ke tempat yang paling tinggi dan mulia. Putuskan tangan penjahat dari negara Islam dan negara kalian”

” Rasa tanggung jawab pada generasi pemuda, dans emangatnya untuk mempertahankan Islam dan perkembangan Quran merupakan tempat kekuatan dan aktifitas”.

“Wahai para pemuda yang mulia, kewajiban bagi kalian untuk menjaga dan mempetahankan Islam, agama Islam, agama yang benar, sebagai satu ketaatan yang besar. Sejak permulaan dunia hingga kini, ambiya dan auliya’ silih berganti dengan usaha kerasnya dijalan ini, tidak terhentikan oleh semua rintangan”.

Pertahanan negara dan ummat.

Tambahan dari difa’ untuk agama sebagai satu tugas sya’i (agama) dan kefahaman…ada pula tanah,perihal, kepentingan dan keamanan…yang harus dipetahankan juga sehingga tidah menjadi makanan dari mereka yang tamak.
Imam Khomeini qs berkata:”Terdapat juga pemuda yang komitmen sepanjang sejarah terutama dalam generasi dizaman ini begitu juga masa akan datang. Merekalah yang mampu dengan disiplin, senjata , ketabahan dan sabar mereka untuk menjadi bahtera penyelamat bagi umat Islam an negaranya. Mereka yang mulialah yang menjadikan merdeka, bebas, meninggikan dan memuliakan bangsa dengan perjuangannya”.

“Ummat wajib berterima kasih kepada kalian wahai pemuda diseluruh negeri yang menciptakan keamanan di dalam negeri… selama kalian sebagai pemuda yang bergerak maju dari dasar umat yang besar dengan semangat dan kecintaan ini, maka tidak akan terjadi ancaman bahaya kepada negara Islam”.

Pengabdian masyarakat

Sesungguhnya masyarakat memerlukan uluran tangan dari mereka yang dapat memberikannya. Sementara program pemerintah tidak akan mencukupi untuk kesemua bidang. Maka pemudalah yang paling tepat untuk dapat berhidmat kepada masyarakat dan mengisi kekosongan tersebut:”Imam Khomeini qs berkata: “Bagi semua pemuda berkewajiban untuk menjaga semua, mencegah kefasadan yang dilakukan oleh munafqin. Menjaga apa apa yang telah dihasilkan oleh masyakarat dengan jerih payahnya. Menjaga tanaman (kebun/lading/sawah) yang telah digarap oleh masyarakat. Jagalah segala sesuatu di bahumu, dan janganlah tergantung dengan negara saja. Jangan hanya tergantung pada kekuatan angkatan bersenjata saja karena mereka pun sibuk. Kalianpun haruslah melakukan pengabdian, meletakkan tangan kita satu diatas yang lain, mengabdi kepada Islam dan muslimin”

Jihad

Sesungguhnya jihad merupakan pintu khusus dari auliya’ Allah yang merupakan sebab daripada kemuliaan dan kemenangan ummat. Pelaku yang paling utama adalah pemuda juga. Dengan keseriusan dan usaha kerasnya mereka akan tercapailah kepentingan ummat dan kemenangan Islam.

Imam Khomeini qs berkata : “Sesungguhnya ummat yang pemudanya shalat malam di medan perang, berjihad di jalan Allah akan merasakan kemuliaan dan kebanggan dengan jihad ini. Mereka tidak pernah meminta untuk libur dan istirahat, menghabiskan waktu. siang dan malam ditempat yang panas tampa air, dalam keadan itupun mereka maju kedepan…..siapa yang akan dapat menghadapi umat ini..?

“Wahai pemuda yang kumuliakan, bawalah Quran disatu tangan dan senjata ditangan yang lain, pertahankan kemuliaan dan harga diri kalian sehingga mereka tidak akan berfikir lagi untuk dapat menguasai kalian. Bersikap penuh kasih sayanglah terhadap saudaramu, jangan sia siakan pengorbanan mereka pada mu. Fahami apa yang ada didunia sekarang ini yaitu dunia mustath’afin (ketertindasan), dengan cepat dan segera mereka akan menang, Mereka adalah pewaris dunia dan dan memerintah dengan perintah Allah”.

“Kita harus bertindak untuk membentuk pemuda kita seperti sejak permulaan, pergi ke medan perang untuk memperjuangkan kemenangan Islam. Mengeluarkan Islam dari cengkraman adikuasa dan pemikiran menyeleweng yang ada di negara negara Islam”.[IslamMuhammadi/IslamTimes/R] (IRIB)

Mencari Kestabilan Jiwa Lewat Shalat, Mungkinkah?

Shalat memenuhi kebutuhan permanen manusia untuk mendapatkan ketakwaan dan kebahagiaan sejati. Kandungan zikir shalat mengandung pesan sarat dengan makrifah ketauhidan, Hari Akhir dan berbagai masalah sosial, yang semuanya itu terdapat dalam ajaran Islam. Rasulullah Saw di awal risalah kenabian memulai seruannya dengan mengajak manusia supaya membentuk diri dan memperkokoh pondasi sistem Islam. Selain itu, Rasulullah Saw mendorong masyarakat saat itu menyadari pendidikan dan penghambaan di hadapan Allah Swt.

Pada dasarnya, agenda global Islam yang paling menonjol adalah shalat. Dalam al-Quran, ada sekitar 95 ayat menyebut kata shalat dan turunannya. Tentunya, kata shalat yang seringkali disinggung dalam al-Quran menunjukkan bahwa ibadah ini sangat urgen dan konstruktif bagi manusia.

Kisah Shalat Uwais, Sahabat Imam Ali as

Di pertengahan malam, Uwais setelah bersujud panjang, selalu memandang ke langit dan memperhatikan bintang-bintang di angkasa. Uwais setiap pagi setelah beribadah dan bermunjat kepada Allah Swt, merasa lebih giat dan optimis dalam gerak-geriknya. Saat itu, hampir semua orang mendengar ibadah setiap malam yang dilakukan Uwais. Mereka mengetahui bahwa Uwais setiap malam berdoa dan bermunajat kepada Allah Swt. Sebagian orang mengatakan, Uwais terkadang melakukan ruku dari malam hingga pagi.

Akan tetapi ada yang menilai hal itu sebagai cerita yang dilebih-lebihkan, sehingga sebagian masyarakat tidak menerimanya. Sebagian orang mengatakan, bagaimana mungkin seseorang dapat melakukan sujud dan ruku selama berjam-jam. Sekuat apapun, tubuh tidak akan bisa melakukan hal itu. Demikian komentar yang berkembang saat itu mengenai apa yang dilakukkan Uwais. Mendengar pembicaraan itu, Uwais hanya menanggapinya dengan senyum.

Uwais adalah seorang sahabat setia Imam Ali as. Meski tidak menyaksikan Nabi Besar Muhammad Saw di masa hidupnya, tapi dia menerima pesan ketauhidan yang disampaikan Rasulullah Saw dan mengimaninya.

Pada suatu hari, Uwais berada sendirian di rumah. Seorang muslim mendatangi rumahnya. Uwais pun menyambutnya dengan hangat dan ramah. Tamu itu bertanya, “Benarkan kamu mengerjakan shalat hingga pagi hari? Jika itu benar, mengapa kamu menyulitkan diri sendiri di saat Allah Swt tidak pernah menyulitkan hamba-hamba-Nya?”

Seperti biasanya, Uwais hanya menanggapinya dengan senyum dan memandang ke langit dengan tenang. Saat melihat tamunya tetap menanti jawabannya, Uwais berkata, “Kondisi ibadah dan shalat adalah waktu rehat dan ketenanganku. Andaikan dari awal penciptaan hingga akhir itu hanya semalam, maka aku akan gunakan malam itu untuk sujud.” Mendengar jawaban Uwais, seorang muslim itu menarik nafas lega. Dengan pernyataan Uwais tersebut, seorang muslim menemukan samudera baru. Ia menyadari bahwa bila hati itu tenang, maka tubuh pun akan nyaman. Seorang muslim ketika keluar dari rumah Uwais, mengucapkan ayat yang berartikan, “Hanya dengan mengingat Allah Swt, hati akan merasa tenteram.”

Shalat Dapat Menstabilkan Jiwa

Menurut psikolog dan psikiater, kepribadian merupakan sekumpulan karakter, perilaku, pemikiran, perasaan dan gejolak seseorang yang membedakannya dengan individu lainnya. Pengetahuan saat ini membagi faktor-faktor pembentuk pribadi ke dua bagian; internal dan eksternal. Faktor luar dapat ditemukan pada kedua orang tua, keluarga serta nilai-nilai budaya dan sosial. Adapun faktor dalam berasal dari genetika, kondisi fisik dan hormon. Faktor luar mempunyai peran penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Berbagai riset membuktikan bahwa faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian.

Di antara masalah penting yang dikaji kalangan psikolog adalah stabilitas kepribadian. Kepribadian yang labil merupakan salah satu penyakit yang pengidapnya seringkali mengalami perubahan permanen dalam sikap-sikapnya. Pengidap penyakit seperti ini mempunyai sikap yang berubah-rubah dan tidak memiliki kekuatan mengambil sikap yang tetap. Para pengidap penyakit seperti ini tidak pernah disebut sebagai orang sakit di tengah masyarakat. Akan tetapi banyak orang yang menderita penyakit labil ini. Di antara mereka adalah orang-orang yang selalu mengubah penampilan dan pekerjaan serta mengubah keputusannnya tanpa alasan.

Menurut para psikolog, shalat dapat mengatasi penyakit seperti ini, bahkan dapat dikatakan sebagai obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan para pengidap penyakit labil. Dr Majid Malek Mohammadi mengatakan, “Salah satu karakter menonjol orang yang mengerjakan shalat, adalah patuh akan ajaran agama dan berjalan di garis yang lurus. Dengan mengulangi zikir-zikir dalam shalatnya yang dikerjakan setiap hari, ia mengingat kembali serangkaian keyakinannya. Dengan demikian, ia memiliki pribadi yang stabil dan memilih sebuah jalan tertentu untuk dirinya. Seseorang dengan mengulangi kembali kalimat spritual, akan mengokohkan kepribadiannya yang stabil. Untuk itu, shalat yang dilakukan berulang-ulang dapat mengokohkan kepribadian dan keseimbangan jiwa. Stabilitas dapat dikatakan sebagai sumber kesuksesan seseorang.”

Shalat Mengajarkan Bagaimana Bersosial

Dr Malek Mohammadi menilai peran penting shalat dalam membenahi kepribadian seseorang yang menyimpang. Dikatakannya, “Penekanan berulangkali Islam terhadap shalat wajib lima kali untuk dilakukan secara berjamaah dan shalat Jumat untuk dikerjakan secara bersamaan dalam sekup yang lebih luas, mencerminkan simbul sosial Islam. Tak diragukan lagi, Islam mengajak masyarakat supaya mengerjakan shalat secara bersama dan meninggalkan kesendirian untuk bergabung dalam shalat berjamaah.

Jika kita memperhatikan kandungan surat al-Fatehah dalam shalat, surat itu membinasakan dorongan untuk menyendiri dan menjauh dari masyarakat. Dalam surat al-Fatehah ditekankan kata plural (jamak). Kata plural dalam surat al-Fatehah mengandung pesan bahwa Islam mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Dalam surat al-Fatehah disebutkan, hanya kepada-Mu, kami menyembah dan hanya kepada-Mu, kami meminta pertolongan. Pada dasarnya, shalat selain mencegah kepribadian menyendiri dan menjauh dari lingkungan, juga dapat menyembuhkan para pengidap penyakit ini kembali ke lingkungan.” (IRIB/AR/SL)

Iran, Syiah, dan Pengaruhnya di Indonesia

 

Syiah bukanlah idiom yang asing dan berbahaya, melainkan menunjukkan tradisi keilmuan yang tinggi sebagaimana yang dikembangkan di Iran. Kesemua fakta ini menunjukkan kenyataan terjadinya proses sinkretisasi antara Syiah dengan kebudayaan setempat di Indonesia yang sudah berlangsung sejak masuknya Islam ke nusantara

Ismail Amin

Iran, Syiah, dan Pengaruhnya di IndonesiaKeberhasilan Revolusi Islam Iran yang terinspirasi dari doktrin-doktrin Islam Syiah, dalam banyak hal menghembuskan angin perubahan (the wind of changes). Tidak hanya di dalam negeri Iran, peta politik di Timur Tengah namun juga memberikan pengaruh yang tidak sedikit pada pergulatan pemikiran di Indonesia.

Tentang pengaruh revolusi tersebut, Dr Richard N Frye, ahli masalah Iran di Universitas Harvard, berkomentar: “Revolusi Islam di Iran bukan hanya titik-balik dalam sejarah Iran saja. Revolusi itu juga merupakan satu titik-balik bagi rakyat di seluruh negara- negara Islam, bahkan bagi massa rakyat di dunia ketiga”.

Pemikiran tokoh-tokoh di balik Revolusi Islam Iran, seperti Ayatullah Khomenei, Syahid Muthahari, Dr Ali Syariati, dan Allamah Thabathabai serta merta menjadi kiblat politik alternatif bagi cendekiawan dan para pemikir Islam di Indonesia.

Karenanya, tidak mengherankan jika kita dengan mudah menemukan intelektual Indonesia dengan begitu fasih mengutip transkrip-transkrip pemikiran Ali Syari’ati, Muthahhari atau pemikir-pemikir Syi’ah lainnya. Bukan hanya Jalaluddin Rahmat yang mendapat gelar Syiah hanya karena menamakan yayasan yang didirikannya: Yayasan Muthahhari.

Amien Rais pernah menerima gelar Syi’ah juga, karena dalam banyak kesempatan, ia sering mengutip Ali Syari’ati bahkan juga menyempatkan diri menerjemahkan karya tulis Ali Syariati.

Masuknya karya-karya para pemikir Iran di Indonesia menjadi oase bagi banyak intelektual Indonesia. Kajian filsafat, misalnya, yang dalam diskursus pemikiran Syiah tidak pernah terputus.

Sehingga, ketika pemikiran mereka bersentuhan dengan kalangan intelektual Indonesia, banyak yang tercengang. Tentang karya Murthada Muthahhari Sejarah dan Masyarakat misalnya, Damam Rahardjo berkomentar: “Sulit membayangkan, seorang dengan pakaian jubah, seperti para kyai dan ulama di Indonesia, menulis buku seperti itu, penuh dengan ulasan-ulasan yang spekulatif, menunjukkan olah pikir yang intens”.

Tentang khazanah keilmuan Syi’ah, Prof  DR H Umar Shihab (Ketua MUI Pusat) dalam kunjungannya ke Iran beberapa hari lalu bersama Prof Dr HM Galib MA (sekretaris MUI Sulsel) berkomentar: “Dalam kunjungan ini, kami tercengang melihat khazanah kepustakaan Islam yang begitu lengkap di Teheran, Masyhad dan Qom, dan sangat menyesal baru mengunjunginya di usia saya yang 70 tahun ini.”

Tradisi Syiah
Kajian tentang Syi’ah di Indonesia, telah dilakukan oleh sejumlah ahli dan pengamat sejarah, sebagian besar diantaranya berkesimpulan bahwa orang-orang Persia -yang pernah tinggal di Gujarat- yang berpaham Syiahlah yang pertama kali menyebarkan Islam di Indonesia.

Bahkan dikatakan Syi’ah pernah menjadi kekuatan politik yang tangguh di nusantara. M Yunus Jamil dalam bukunya Tawarikh Raja-raja Kerajaan Aceh (1968) menulis kerajaan Islam yang pertama berdiri di Nusantara adalah Kerajaan Peureulak (Perlak) yang  didirikan pada 225H/845M. Pendiri kerajaan ini adalah para pelaut-pedagang Muslim asal Persia, Arab dan Gujarat dan mengangkat seorang Sayyid Maulana ‘Abd al-Aziz Syah, keturunan Arab-Quraisy, yang menganut paham politik Syi’ah, sebagai sultan Perlak.

Agus Sunyoto, staf Lembaga Penerangan dan Laboratorium Islam (LPII) Surabaya yang dipimpin Dr Saleh Jufri, seperti dilaporkan Majalah Prospek (10 Nopember 1991), melalui penelitiannya menyimpulkan, bahwa Syaikh ‘Abd al-Ra’uf Al-Sinkli, salah seorang ulama besar nusantara asal Aceh pada abad ke-17, adalah pengikut dan penggubah sastra Syi’ah. Ia pun setelah melakukan penelitian terhadap kuburan-kuburan di Jawa Timur, berkesimpulan bahwa dari segi fisik dan arsitekturnya itu adalah kuburan-kuburan orang Syi’ah.
Bahkan Agus Sunyoto lewat bukti-bukti sejarah, berspekulasi, sebagian besar dari Walisongo  adalah ulama Syi’ah. Dengan tegas ia menulis, Syekh Maulana Malik Ibrahim, guru dari semua sunan wali songo adalah Syiah

Mazhab Syafi’i
Dalam masyarakat NU, pengaruh Syi’ah pun cukup kuat di dalammya, Dr Said Agil Siraj, Wakil Katib Syuriah PBNU secara terang mengatakan, “Harus diakui, pengaruh Syi’ah di NU sangat besar dan mendalam. Kebiasaan membaca Barzanji atau Diba’i yang menjadi ciri khas masyarakat NU misalnya, jelas berasal dari tradisi Syi’ah”.

KH Abdurrahman Wahid bahkan pernah mengatakan bahwa Nahdatul Ulama secara kultural adalah Syi’ah. Ada beberapa shalawat khas Syi’ah yang sampai sekarang masih dijalankan di pesantren-pesantren.

Ada wirid-wirid tertentu yang jelas menyebutkan lima keturunan Ahlul Bait. Kemudian juga tradisi ziarah kubur, lalu membuat kubah pada kuburan. Itu semua tradisi Syi’ah.

Tradisi itu lahir di Indonesia dalam bentuk mazhab Syafi’i padahal sangat berbeda dengan mazhab Syafi’i yang dijalankan di negara-negara lain. Berkembangnya ajaran pantheisme (kesatuan wujud, union mistik, Manunggal ing Kawula Gusti), di Jawa dan Sumatera merupakan pandangan teologi dan mistisisme (tasawuf falsafi) yang sinkron dengan aqidah Syiah dan sangat bertentangan dengan paham Islam wahabi yang literal.

Ritus-ritus Tabut di Bengkulu dan Sumatera dan Gerebek Sura di Jogjakarta dan Ponorogo adalah ritus teologi Syiah yang datang dari Gujarat-Persia. Doktor Muhammad Zafar Iqbal dalam bukunya, Kafilah Budaya meruntut berbagai fakta tentang adanya pengaruh-pengaruh tradisi Syiah dan Iran di tanah air terutama bagi masyarakat Minangkabau yang masih terjaga sampai kini.

Perguruan Tinggi pertama di Aceh bernama Universitas Syiah Kuala, menunjukkan fakta lainnya. Universitas yang disingkat Unsyiah yang diresmikan berdirinya oleh Presiden Soekarno tahun 1959 menunjukkan bahwa idiom Syiah telah sangat dikenal masyarakat.

Syiah bukanlah idiom yang asing dan berbahaya, melainkan menunjukkan tradisi keilmuan yang tinggi sebagaimana yang dikembangkan di Iran. Kesemua fakta ini menunjukkan kenyataan terjadinya proses sinkretisasi antara Syiah dengan kebudayaan setempat di Indonesia yang sudah berlangsung sejak masuknya Islam ke nusantara.

Karenanya, lewat tulisan ini saya menggugat, jika dikatakan tradisi Iran dan Syiah baru datang ke Indonesia belakangan ini dan dikatakan tidak sesuai dengan tradisi masyarakat Muslim Indonesia yang bermazhab Sunni. Justru yang bertentangan dengan tradisi masyarakat Muslim Indonesia adalah yang menganggap bid’ah dan sesat hal-hal yang selama ini ditradisikan masyarakat kita, terutama Muslim Bugis-Makassar, seperti shalawatan, barazanji, maulid dan menyimpan gambar-gambar wajah wali yang dianggap mendatangkan keberkahan.

Tentunya, kajian tentang Syi’ah memang dibutuhkan. Tidak saja untuk kepentingan akademisi dan mengenal lebih dekat pemikiran Syiah, namun ia juga mempunyai kepentingan ganda: Untuk  menentukan sikap! Sebab, sebagaimana pesan Imam Ali as, “Seseorang cenderung memusuhi yang tidak diketahuinya.”***

Mahasiswa Mostafa International
University Republik Islam Iran

Islam Ala Wahabi dan AS di Yahoo Islami

 

Website Yahoo adalah website paling laris kedua di dunia. Yahoo dengan membeli salah satu website berbahasa Arab (مکتوب) maka telah mampu merilis kembali bahasa kedua websitenya setelah bahasa Inggris, mereka bertujuan untuk membidik 16 milyar pemakai site ini dengan mengetengahkan menu pendidikan kewahabiyahan.
Islam Ala Wahabi dan AS di Yahoo Islami

Menurut Kantor Berita ABNA, Yahoo yang merupakan portal terbesar dunia dan juga merupakan site terbesar kedua dunia akhirnya mampu merilis lagi satu bahasa dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa kedua sitenya. Para pemakai Internet pun dijadikan mangsa mereka.

Cerita dimulai dari tahun 2009 para pimpinan Yahoo berencana untuk membeli Portal Besar bernama(مکتوب) site ini adalah site terbesar dari site-site berbahasa Arab yang kebetulan saat itu dimiliki oleh Arab Saudi, pada waktu itu portal ini sudah memiliki pengguna sebanyak 16 juta.

Site maktub dengan mengerahkan ahli dengan budget seratus juta dolar, dan akhirnya dibeli oleh Yahoo, dengan ini Yahoo yang mengaku memiliki pemakai sebanyak 20 juta lebih dari pelanggan berbahasa Arab dengan membeli site Maktub maka sudah mendapatkan tambahan sebanyak 16 juta pemakai lainnya.

Beberapa bagian yang ditawarkan oleh Yahoo berbahasa Arab.

Yahoo berbahasa Arab sebagaimana Yahoo berbahasa Inggris adalah site portal dimana disitu segala hal yang dibutuhkan para pemakai dapat didapatkan, mail, berita, chat, iklan, ekonomi, Turis dan Tour khususnya ke Negara-negara Arab, Masalah keislaman, pernikahan melalui Internet khusus untuk muslim Arab dengan ruang Bintul Halal, tenager untuk anak-anak, alhalwah(Dunia wanita), olah raga, gambar, zodiak, film, seni, musik, video, organisasi-organisasi dan forum-forum dunia maya, dan lain-lain.

Dengan hadirnya site Maktub menjadi bagian dari Yahoo hal ini pantas menjadi kekhawatiran umat Islam. Pertama karena ini adalah site yang memiliki banyak pelanggan, site ini berusaha menanamkan pemikiran bebas sebebas-bebasnya tanpa ada aturan apapun pada para pemuda muslim pemakai sitenya. Dengan menggunakan menu-menu menarik seperti musik, film dan semacamnya mereka akan mampu menggaet kepercayaan dan kesetiaan para pelanggannya.

Kedua apa yang menjadi kekhawatiran adalah site ini juga memanfaatkan berita berita perkembangan dunia Islam seperti perkembangan Revolusi Negara-negara Arab dan juga kasus Palestina tapi disesuaikan dengan opini Barat.  Ini adalah upaya untuk mengendalikan pemikiran Dunia Arab. Mereka memanfaatkan ini agar ‘negara’ Israel dapat diterima oleh Bangsa-bangsa Arab. Sekarang ini Bangsa Arab masih berpegangan bahwa zionis adalah musuh semua bangsa Arab dan dunia. Maktub yang sudah dikendalikan Yahoo akan merubah image ini, membuat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan konsep-konsep Islam dan Bangsa Arab.

Ketiga, yang paling penting adalah Islam Yahoo yang menuangkan pemikiran-pemikiran Wahabi, Wahabi diusung sebagai satu-satunya madzhab tunggal yang layak dikonsumsi oleh masyarakat Dunia Internasional. Jadi ajaran fikih, aqidah, kalam Salafi semuanya merupakan ajaran yang dipakai oleh Wahabi. disitu tidak disebut sebagai ajaran Wahabi tapi disebut dengan ajaran Islam secara mutlak. Dialog fikih juga didasarkan pada pemikiran madzhab buatan ini.

Dalam bagian menu Islam ini ada beberapa menu diantaranya, bulan ramadhan, haji dan Umrah, Qur’an Karim, ta’bir dan tafsir mimpi, nama-nama Allah, dan yang paling merusak adalah dalam menu sosok-sosok Islam.

Sangat mencengangkan adalah sosok Muhammad bin Abdul Wahab dalam portal ini diusung sebagai manusia terbaik bahkan lebih tinggi dari Ali bin Abi Thalib dan Sayidah Zahra as.

Yahoo Maktub adalah bel bahaya bagi umat Islam, atas pemikiran yang benar dalam Islam, jika Umat Islam tidak melakukan penambahan kekuatan pada site-sitenya maka kita semua akan menjadi saksi kemenangan site yahoo maktub ini dikemudian nanti.(*)

Dilaporkan oleh Burhan Mahmudi

Seputar Persoalan MLM, Sejarah, Perkembangan dan Hukumnya

 

Masalah muamalah dan perdagangan yang satu ini memang luar biasa, lain daripada yang lain. Biasanya dan pada umumnya, ketika masyarakat muslim dan kaum syiah khususnya, ketika menerima fatwa dari seorang marja’ taklid atau dari para marja’, mereka tidak banyak memprotes dan tidak menanyakan tentang dalil-dalilnya. Tetapi pada muamalah batil ini, jangankan para pelajar, hatta orang-orang awam pun tidak puas hanya dengan menerima fatwa keharamannya.

Abu Qurba

Seputar Persoalan MLM, Sejarah, Perkembangan dan Hukumnya

Menurut Kantor Berita ABNA, berikut kami nukilkan rekaman penyampaian ust. Ahmad Marzuki Amin (Abu Qurba) mengenai seputar MLM yang disampaikan dalam Diskusi Panel, “Bisnis MLM (Multi Level Marketing) dalam tinjauan” yang diadakan oleh HPI Iran 5 Mei lalu.

Kamis (5/5), Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran sebagai organisasi pelajar Indonesia di Iran mengadakan Diskusi Panel, “Bisnis MLM (Multi Level Marketing) dalam Tinjauan”. Hadir sebagai pembicara, Ust. Hasan Abu Ammar, Ust. Marzuki Amin dan Ust. Abdurrahman Arfan. Bertempat di Aula Sadr Madrasah Imam Khomeini Qom Iran, acara tersebut dihadiri sekitar 60an pelajar Indonesia. Berikut adalah postingan salah satu makalah dari pemateri. Insya Allah jalanny diskusi dalam bentuk berita akan menyusul.


Kamis (5/5), Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran sebagai organisasi pelajar Indonesia di Iran mengadakan Diskusi Panel, “Bisnis MLM (Multi Level Marketing) dalam Tinjauan”. Hadir sebagai pembicara, Ust. Hasan Abu Ammar, Ust. Marzuki Amin dan Ust. Abdurrahman Arfan. Bertempat di Aula Sadr Madrasah Imam Khomeini Qom Iran, acara tersebut dihadiri sekitar 60an pelajar Indonesia. Berikut adalah postingan salah satu makalah dari pemateri. Insya Allah jalanny diskusi dalam bentuk berita akan menyusul.

Pendahuluan      

Pertanyaan pertama yang biasanya muncul dan terbesit di dalam hati seseorang ketika mendengar kata MLM adalah: Apakah MLM itu?  Jawabannya adalah: MLM merupakan kepanjangan dari Multi Level Marketing. Orang Arab menyebutnya  “Attaswiqul Hirami” yang bermakna perdagangan dengan sistem piramida atau mungkin ada istilah lainnya, orang Iran menyeburtnya “Bazaryabi Syabake’i”  yang berarti perdagangan dengan sistem jaringan atau “Muameleye Zanjire-i”  yang berarti muamalah atau transaksi berantai. Mungkin bangsa kita tidak mempunyai istilah tersendiri, tetapi hanya mengadopsi secara asli, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mungkin bermakna pemasaran atau perdagangan dengan sistem bertingkat-tingkat. Apapun nama dan istilah yang digunakan untuk muamalah dan perdagangan ini, intinya adalah sama, yaitu bisnis atau transaksi atau muamalah atau perdagangan dengan cara merekrut anggota atau member sebanyak-banyaknya sehingga membentuk piramid, yakni bentuknya mengerucut ke atas. Jadi, ciri utama muamalah ini adalah : pertama dengan cara merekrut atau menjaring anggota, dan kedua anggota-anggota tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk piramid. Dua hal inilah yang menjadi pokok dan landasan MLM, sekalipun cara-cara lainnya berbeda-beda, yaitu ada yang dengan menggunakan jual jasa atau jual barang tertentu, dan ada pula tanpa menjual apapun selain buku atau formulir yang juga disebut dengan “money game” (permainan uang). Ayatullah Syekh Ja’far Subhani menyebutnya : “Haqiqatuha Wahidah  wa Asalibuha Muta’addidah”  (Haqiqatnya atau esensinya satu, tetapi sistemnya bermacam-macam), jadi dua hal itulah yang mesti diperhatikan yang merupakan esensi MLM, jika tidak ada dua hal itu, maka tidak bisa dikatakan sebagai Multi level. Barang kali pula, dua hal ini bisa dijadikan sebagai tolok ukur sebuah muamalah, apakah ia termasuk MLM ataukah bukan. Penelitian membuktikan bahwa ML atau BL (Banyak level) ini dikemas dan dibungkus dengan kulit yang bermacam-macam; ada yang dengan cara menjual barang, barang-barangnyang ditawarkan pun bermacam-macam dan  harganyapun berragam, sampai ada yang dengan cara infaq dan qardhul hasanah (pinjaman tanpa bunga). Hal itu mereka lakukan untuk menarik perhatian dan dengan mudah dapat menjerat anggota sebanyak-banyaknya dan mengeruk uang dari kaum muslimin sebanyak-banyaknya pula. 

 

Muamalah batil ini –ada kemungkinan- merupakan produk  otak Yahudi, yang jelas, ia tumbuh dan dibesarkan di bawah asuhan dan keluarga non muslim yang berakibat –secara disengaja ataupun tidak- kehancuran ekonomi dunia dan khususnya ekonomi Islam dan umat Islam.[1] Surat kabar al-Quds edisi 2723 menulis bahwa MLM ini telah lahir di Moskow pada tahun 1910 M dan ketika itu diberi nama “Bahman”.  Pada tahun 1920 M, lahirlah saudaranya di Prancis dan mereka beri nama –terjemahan indonesianya- “Bola Salju”.   Pada tahun 1994 M lahir anaknya di Italia, dan diberi nama dengan “Pyujera Strategi”[2], dan tidak lama kemudian mereka ganti namanya menjadi “Bintakono”[3].   Empat tahun kemudian, yaitu pada tahun 1998 M, muamalah batil ini lahir lagi di Britania dengan nama “Quest Internasional” yang kemudian berganti nama menjadi “Gold Quizz”. Pada tahun 2000 M lahir di Belgia dengan nama –terjemahannya- “Tujuh Keping Mutiara”.  Dan pada tahun ini pula mulai masuk menyusup ke Negari Islam Iran ini dan  mulai menyebar ke berbagai negara lainnya.

 

 

 

Sistem Kinerja MLM

 

Secara global, sebagaimana telah saya singgung di atas, bahwa muamalah batil ini menggunakan dua bentuk sistem kerja.  Sistem pertama adalah: Menjerat anggota tanpa menawarkan barang-barang apapun dan tanpa menawarkan jasa apapun. Artinya bahwa orang-orang yang ingin menjadi anggota hanya diharuskan membeli formulir atau buku panduan saja.   Sistem kedua adalah: Menjerat anggota dengan menawarkan barang-barang atau menawarkan jasa. Artinya bahwa orang-orang yang ingin menjadi anggota diharuskan membeli barang-barang tersebut. Dan barang-barang yang ditawarkannya pun bermacam-macam.               

 

Mengenal Sekilas Lima Perusahaan MLM

 

1.      Bintakono (بنتاكونو). Perusahaan ini berpusat di Italia yang didirikan pada tahun 1994 M. Cara atau sistem yang digunakan oleh perusahaan ini untuk menjaring para membernya adalah dengan cara menjual kartu yang diberi nama “suprema”.  Dari Negara Iran saja muamalah batil ini, pada tahun 2000 M, telah berhasil mengeruk dan menggondol uang dolar sebanyak 19.680.000 dolar US. Belum lagi dari berbagai negara lainnya. Uang sebesar itu telah keluar dari Negara Islam Iran dan masuk ke kantong perusahaan tersebut.

 

2.      Gold Quizz. Perusahaan ini berpusat di Britania yang didirikan pada tahun 1998 M dan cabangnya berada di Dubai. Untuk menjerat para membernya, perusahaan ini menggunakan cara dengan menjual koin emas, baik secara cash ataupun mencicil.

 

3.      My Seven Diamond. Perusahaan ini berpusat di Belgia yang didirikan pada tahun 2000 M.   Perusahaan ini beroperasi di 120 negara. Muamalah batil yang  beroperasi di Iran ini berani mengklaim secara dusta dan palsu. Beberapa klaim dusta yang mereka lakukan adalah: Seluruh ulama telah menghalalkan dan membolehkan muamalah dengan sistem ini dan harga barang-barang yang mereka tawarkan itu sesuai dengan harga pasaran. Dan barang yang mereka tawarkan itu berupa permata yang besarnya seukuran batu cincin dengan harga berkisar antara 700 sampai 900 dolar As.

 

4.      Gold Main. Perusahaan ini berpusat di Norwegia yang didirikan pada tahun 2000 M. Untuk menjerat para membernya, perusahaan ini menggunakan cara dengan menjual berbagai macam souvenir seperti jam tangan emas, kalung emas yang kadarnya 24 karat, dan lain-lain. Harganya adalah 60 dolar US. Perusahaan ini menjanjikan kepada setiap membernya; jika seorang member berhasil merekrut anggota sebanyak 8 orang saja, maka akan diberikan hadiah atau bonus sebanyak 34 dolar US.  Misalnya jika harga jam emas itu 60 dolar, dan seorang member telah berhasil menjerat 8 orang anggota, maka 60 dolar x 8 orang = 480 dolar.  Bonus yang akan diterima  oleh member tersebut hanyalah 34 dolar.  Artinya 480 dolar dikurangi 34 dolar  = 446 dolar US. Dengan kata lain bahwa uang yang masuk ke kantong perusahan itu sebanyak 446 dolar dari setiap 8 anggota ditambah dengan pemasukan uang dari seorang member yang telah berhasil menarik  8 anggota tersebut. Dengan demikian bahwa uang yang masuk ke kantong perusahaan itu -dengan muamalah batil ini- sebanyak 14 kali lipatnya[4].  Ini hanya 8 anggota. Berapa banyak uang yang akan ia kantongi jika membernya ribuan orang di satu negara. Belum lagi di berbagai negara lainnya !!!

 

5.      EBL. Perusahaan ini berpusat di Malaysia yang didirikan pada tahun 2003 M. Dan daerah operasinya termasuk tanah air kita tercinta Indonesia.  Perusahaan ini berani berbuat dusta dengan mengklaim bahwa ia mempunyai cabang di Iran, diakui secara resmi oleh pemerintah Islam Iran dan mempunyai ikatan kerja dengan bank Islam Iran, dan lain-lain.[5]

 

Nama-nama Lembaga MLM yang Beroperasi di Iran

 

Berbagai perusahaan muamalah batil ini menggunakan nama-nama yang sangat menarik perhatian kaum muslimin. Tentunya hal itu agar mereka dapat menjerat mangsanya dengan mudah dan sebanyak-banyaknya. Nama-nama MLM yang mereka gunakan di Iran adalah betul-betul islami dan suci, misalnya seperti:

 

1.طرح ملي باقيات صالحات                     = مشروع وطني للباقيات الصالحات

 

2.هماي رحمت                                      = نسيم الرحمة

 

3.آميد آوران ابتسام                                 = حملة الأمل والبسمة

 

4.طرح بيوند و همكاري                           = مشروح التعاون الوثيق

 

5.شجره انفاق                                        = شجرة الإنفاق

 

6.خير انديشان جوان                            = الشباب الخيرون

 

7.كار كشاي انصار الموحدين                 = أنصار الموحدين الخيرين  وغيرها من الأسماء

 

Sedang nama-nama di Indonesia –yang pernah saya dengar- adalah seperti: Tianshi, Ahad net, CNI, Amway, UBSI, DNX, dan lain-lain.  Bahkan terakhir saya dengar mereka menawarkan kaum muslimin untuk menunaikan haji dengan cara MLM ini. Jelas bahwa member-member yang berada di barisan atas akan berhasil lebih dulu. Sementara member-member yang berada di barisan bawah akan menerima kerugian, jika tidak kerugian materi, maka pasti kerugian maknawi dan kerugian di akhirat kelak.

 

Pusat operasi muamalah batil ini, untuk negara-negara Asia, adalah: Hongkong, Filipina, Malaysia dan Emirat  Arab.  Muamalah batil ini hampir punah di Iran, berkat kegigihan dan keseriusan pemerintah Islam Iran dalam memerangi dan memberantasnya.  Mungkinkah negara kita mampu memeranginya?

 

Cara-cara Penipuan di dalam MLM

 

Dari hasil telaah saya sehubungan dengan masalah muamalah batil yang beroperasi di Iran ini adalah bahwa  perusahaan-perusahaan MLM itu menggunakan cara-cara licik dan menipu untuk menarik member sebanyak-banyaknya.   Cara-cara yang mereka gunakan adalah seperti:

 

Menggunakan gambar Imam Khomeini ra. Gambar Imam itu mereka cap pada koin emas untuk menarik simpati orng-orang Iran. Karena memang bukan hanya orang-orang Iran dan kaum muslimin mustadháfin yang mencintai Imam Khomeini, bahkan sebagian ilmuan dan pemikir non muslim pun mencintai beliau. Mereka mengklaim telah mendapatkan izin resmi dari yayasan Imam Khomeini. Padahal izin yang diberikan kepadanya tidak termasuk hal itu.

 

Memalsukan stempel dan tanda tangan marja’taklid. Hanyalah sekelompok kecil rakyat Iran yang tidak bermarja’ kepada ulama atau para marja Syiáh. Artinya hampir semua rakyat Iran itu mempunyai hubungan erat dengan berbagai marja’ taklid. Sementara mereka yang beragama Yahudi, Kristen, Zoroaster dan kaum muslimin yang bermazhab Sunni, tidaklah bermarja’ kepada ulama Syiáh. Melihat kenyataan ini mereka menebarkan fatwa kehalalan dan kebolehan muamalah batil itu dengan memalsukan stempel dan tandatangan marja taklid, misalnya stempel dan tandatangan Ayatullah Makarim Syirazi hf. Upaya mereka ini betul-betul membuahkan hasil yang nampak.

 

Membelokkan dan memutar balikkan fatwa keharaman MLM.  Fatwa para marja’ yang telah jelas-jelas haram, mereka buat buram sehingga meragukan sebagian orang. Misalnya mereka mengatakan bahwa sebenarnya MLM ini halal, Cuma karena sistem MLM ini belum sampai ke telinga ulama dan mereka belum memahaminya dengan baik, maka untuk sementara mereka mengharamkannya.

 

Menukil sepenggal fatwa Imam Khomeini ra. Imam Khomeini, disamping mempunyai atau menulis ktab-kitab fiqih dan lainnya, juga menulis kitab-kitab fatwa untuk para mukallidnya. Tentu saja diantara fatwa-fatwanya itu termasuk juga bab muamalah. Sistem muamalah yang difatwakan kehalalannya oleh beliau, hanya diambil sepenggal saja dan mereka gunakan dan sebarkan untuk menghalalkan MLM. Karena memang kecintaan rakyat Iran kepada Imam Khomeini hingga detik ini masih kuat melekat, sehingga fatwa-fatwa beliau senantiasa dikaji dan mendapatkan perhatian tersendiri. Saya teringat ketika Imam Khomeini mengeluarkan fatwa atas kehalalan darah Salman Rusydi; Salman Rusydi murtad harus dibunuh karena telah melecehkan Rasulullah Saw dan agama Islam. Sementara waktu itu, tidak seorang ulama pun, termasuk ulama Sunni dan apalagi Wahabi atau Salafi yang berani mengancam Salman murtad. Saya pikir, sekiranya tidak ada seorang ulama islampun yang berani seperti beliau, maka islam betul-betul tinggal namanya saja. Setiap orang yang pandai berbahasa Arab dan Farsi mengkaji kitab-kitab yang ditulis oleh Imam Khomeini ra. dalam berbagai bidang dan cabang pengetahuan, seperti: Tafsir, hadis, filsafat, ushul fiqh, fiqh, akhlak, irfan, politik, dan lain-lain, pasti  akan meneteskan air mata karena mengetahui betapa dalam pengetahuan Imam ra. Sayangnya kita sendiri sangat kurang mengkaji kitab-kitab beliau. Beliau adalah ulung dan mendalam di dalam semua cabang ilmu-ilmu Islam. Sangat langka orang yang mendalam ilmunya di dalam ushul dan juga filsafat. Hanya orang-orang yang mempunyai sifat hasudlah yang  berani mengingkari kenyataan ini.

 

Menampilkan orang-orang kaya sebagai bahan promosi. Cara-cara penipuan lainnya yang mereka gunakan adalah dengan menampilkan orang-orang kaya yang menjadi member muamalah batil tersebut. Padahal orang-orang kaya yang mereka tampilkan itu memang sudah kaya sebelum menjadi member mereka dengan cara lainnya.

 

Fatwa-fatwa Para Marja’ seputar MLM

 

Secara singkat saja saya sampaikan bahwa sesungguhnya semua marja’atau ulama Syiah telah memfatwakan keharaman muamalah dengan sistem MLM ini sejak mulai masuk dan menyebar di Iran. Dengan kata lain bahwa tidak ada seorang ulama Syiáh pun yang memfatwakan kehalalannya. Untuk itu Anda bisa merujuk kepada kantor-kantor para marja’ dan menanyakan hal ini kepada mereka sehingga menjadi jelas dan bukan sekedar “katanya”. Sayangnya, seringkali kita berdebat tentang masalah fiqih dan bergaya mujtahid, tetapi kita tidak mau merujuk ke kantor marja kita sendiri. Misalnya kita pernah meributkan kehalalan atau keharaman minuman cocacola, produk-produk Yahudi, tahlilan, nikah mutáh dengan gadis tanpa izin walinya, peringatan yaumul quds, mencuri barang-barang cina yang kafir, mengurangi meteran listrik atau air, mencuci baju lagi setelah disentuh orang dan sekarang masalah MLM, tetapi kita tidak pernah menginjak kantor marja yang bersangkutan, hanya berdasarkan “katanya” saja. Padahal ketika kita merujuk ke kantor-kantor yang bersangkutan itu akan menjadi jelas jawabannya. Apabila suatu hukum itu bagi kita saja belum jelas dan masih abu-abu, apatah lagi bagi orang-orang awam?  Ironisnya ada sebagian orang yang menjadikan dasar amal perbuatannya atau menetapkan hukum kehalalannya hanya berdasarkan “katanya” karena terdapat kepentingan dan keuntungan materi yang tak seberapa.

 

Kira-kira pada tahun 2005 an, saya pernah menyebarkan fatwa Rahbar dan para marja lainnya mengenai keharaman MLM tersebut, terutama di Jakarta. Waktu itu ada isu yang sampai ke saya bahwa sebagian ikhwan di Jakarta dan lainnya ikut menjadi member MLM. Untuk membantu meluruskan kesalah pahaman itu, saya bagi-bagikan fatwa tersebut. Jika diantara kita saja ada yang menjadi anggota atau mendukung muamalah batil tersebut (ketika itu), bagaimana pula dengan nasib orang-orang awamnya. Malah ada pula yang ikut menikmati keuntungannya. Seorang teman berucap: Jika guru kencing berdiri, jangan salahkan jika murid kencing berlari”.

 

Sayangnya, sekaitan dengan masalah MLM ini, ada diantara ikhwan kita, dan kini sudah pulang ke tanah air, menebarkan fatwa kebolehan dan kehalalan dari Ayatullah Sayyid Fadhlullah, sementara waktu itu masih belum jelas betul. Semoga Allah mengampuni kita semua dan senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya[6].

 

Dalil-dalil Keharaman MLM

 

Sehubungan  dengan dalil-dalil atas keharaman muamalah batil ini, mengingat waktu yang tidak mengizinkan, disamping itu pula, bukan tempatnya disini kita membahas fiqih istidlali secara mendalam dan mendetil dan yang juga tidak mudah dipahami dengan baik oleh kita, terlebih lagi oleh orang-orang awam, karena itu, saya hanya akan menyampaikan beberapa argumen atas keharman MLM ini secara global saja.

 

Masalah muamalah dan perdagangan yang satu ini memang luar biasa, lain daripada yang lain. Biasanya dan pada umumnya, ketika masyarakat muslim dan kaum syiah khususnya, ketika menerima fatwa dari seorang marja’ taklid atau dari para marja’, mereka tidak banyak memprotes dan tidak menanyakan tentang dalil-dalilnya. Tetapi pada muamalah batil ini, jangankan para pelajar, hatta orang-orang awam pun tidak puas hanya dengan menerima fatwa keharamannya. Mereka berusaha menanyakan dan meminta dalil-dalilnya dan mereka berusaha memahaminya dengan akal mereka yang sangat terbatas. Artinya dengan akal pikiran yang tidak dibekali sama sekali dengan pengetahuan dasar-dasar  istidlali.  Lebih ironis lagi, sebagian orang yang terpelajar dan telah memahami dalil-dalil keharamannya, berusaha mentaujih (mencari sisi kebenaran) dalil-dalil tersebut sehingga menjadi miring dan berusaha mencari pembenaran dengan cara lain. Misalnya ada ucapan: MLM ini kan tidak ada ubahnya seperti bay’ (jual beli), kenapa harus diharamkan?. Ada juga yang berucap atau menulis kepada saya belum lama ini, dan tulisan itu masih tersimpan: “Kalau ana mujtahid, ana halalkan muamalah ini!”.  Hati-hatilah, bukan saja malaikat yang akan mencatat ucapan kita itu! Dan bisa jadi sebuah perkataan atau perbuatan akan menjadi  mukaddimah bagi suatu akibat atau natijah di kemudian hari, baik itu negatif ataupun positif.  Karena keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam suatu usaha atau harapan, pasti tergantung atau dipengaruhi oleh berbagai mukaddimah-mukaddimah sebelumnya. Artinya sangat mungkin ucapan semacam itu akan menjadi kegagalannya dimasa mendatang atas cita-cita dan harapannya, karena Allah melihat tidak maslahat jika dikabulkan. Ataupun kalau dikabulkan dan berhasil menjadi seorang mujtahid, maka  nantinya akan menjadi mujtahid yang malah merusak masyarakat dengan fatwa-fatwa yang miring. Di sepanjang sejarah, sejak dulu dan sekarang, kita perhatikan tidak sedikit ulama dan mujtahid yang menyimpang dan tidak berakhlak. Contoh yang jelas pada masa sekarang adalah sebagian mujtahid yang menentang secara terus terang atas keputusan-keputusan Wali Faqih (Imam Khomeini ra dan Imam Ali Khamene’i hf). Dan sudah bukan rahasia lagi kalau Ayatullah Shani’i misalnya, termasuk mujtahid dan marja’ yang berani menentang Wali Faqihnya sehingga Jama’atul Mudarrisin mengeluarkan beliau dari shaf  marja’iyah.

 

Baiklah, mengenai dalil-dalil atas keharaman MLM ini secara global, dalil-dalil yang saya dapati dan saya pahami dari kantor Rahbar ada tiga dalil, yang saya dapati dan pahami dari Ayatullah Makarim Syirazi ada enam dalil dan dalil-dalil yang saya baca di dalam kitab Rasalih Fiqhiyyah Ayatullah Subhani ada delapan dalil. Sebagian dalil-dalil itu, saya kira, dapat juga dijadikan sebagai illat atau falsafah hukum keharaman MLM ini.

 

الأدلة التي فهمتها من مكتب القائد (حفظه الله) :

 

1.      عدم انطباق المعاملة المذكورة  (التسويق الهرمي) بأحد المعاملات المشروعة.

 

2.      عدم قصد الجد من المشتري فى البيع.

 

3.      خروج العملة إلى أيادى أعداء الإسلام والمسلمين وخسارة اقتصاد البلاد.

 

الأدلة التى حصلتها من آية الله مكارم الشيرازي (حفظه الله) :

 

1.      أكل المال بالباطل.

 

2.      نوع من الغش والإحتيال.

 

3.      القمار العالمي.

 

4.      تشبه أوراق اليانصيب.

 

5.      الآثار الفاسدة للمجتمع و اقتصاد البلاد.

 

6.      خروج العملة إلى بلاد الأجنبي.

 

 

 

 الأدلة التى قرأتها فى كتاب الرسائل الفقهية لآية الله جعفر السبحاني (حفظه الله) :

 

1.      العمل والإنتاج هو أساس الإقتصاد الإسلامي.

 

2.      التجارة تدار وفقا للأساليب العقلائية المتعارفة.

 

3.      المعاملة غررية.

 

4.      حكم القمار.

 

5.      الشركات الهرمية تؤدي إلى النزاع والتناحر فى المجتمع.

 

6.      وحدة الحقيقة و تعدد الأسباب.

 

7.      الجذر الأجنبية.

 

8.      انهيار اقتصاد البلدان التي أجازت عمل تلك الشركة.

 

 

Dalil-dalil yang saya dapati dan pahami dari kantor Rahbar hf:

 

1.      MLM itu tidak sesuai dengan salah satu muamalah Islami.

 

2.      Tidak adanya niat yang serius dari pembeli.

 

3.      Keluarnya uang ke tangan-tangan asing yang memusuhi Islam dan muslimin dan kerugian ekonomi negara.

 

Dalil-dalil yang saya pahami dari Ayatullah Makarim Syirazi hf:

 

1.      Termasuk memakan harta denga cara batil.

 

2.      Adanya unsur penipuan.

 

3.      Termasuk perjudian internasional.

 

4.      Menyerupai lotere.

 

5.      Merusak sosial dan ekonomi negara.

 

6.      Keluarnya uang ke kantong-kantong negara asing.

 

Dalil-dalil yang saya baca di dalam kitab Rasail Fiqhiyyah oleh Ayatullah Ja’far Subhani hf:

 

1.      Adanya upaya dan produksi merupakan dasar ekonomi Islam.

 

2.      Perdagangan harus dijalankan sesuai dengan cara-cara rasional dan berlaku umum.

 

3.      Muamalah tersebut terdapat penipuan.

 

4.      Sama dengan hukum judi.

 

5.      MLM mengakibatkan pertikaian dan kekacauan pada masyarakat.

 

6.      Hakikat MLM itu satu walaupun sistemnya bermacam-macam.

 

7.      Mempunyai akar di negara asing.

 

8.      Mengakibatkan kehancuran ekonomi negara.

 

 

Sebagaimana yang telah saya singgung diatas bahwa bukan tempatnya disini untuk membahas dalil-dalil tersebut secara mendetil. Karena untuk membahasnya secara mendetil memerlukan waktu beberapa jam dalam beberapa pertemuan. Dan jika dituangkan ke dalam bentuk tulisan akan menjadi sebuah buku yang mungkin tebalnya lebih dari 30 atau 50 halaman. Misalnya ketika dikatakan bahwa muamalah MLM ini tidak sesuai dengan salah satu muamalah yang syar’i dan Islami, maka akan timbul pertanyaan; muamalah-muamalah yang islami itu apa saja? Dan jika dijawab bahwa muamalah islami ialah seperti: mudharabah, musyarakah, ju’alah, muzara’ah dan lain sebagainya, tentunya diperlukan untuk menjelaskan definisinya satu persatu, syarat-syaratnya dan juga dalil-dalil kehalalannya. Belum lagi bahwa setiap poin dari dalil-dalil tersebut, memerlukan dasar-dasarnya yang berupa ayat-ayat Al-Qur’an  dan hadis-hadis.  Karena itu, jika Antum ingin mengkaji dan memahami dalil-dalilnya secara mendalam, saya sarankan untuk membeli dan mengkaji kitab-kitab yang saya sebutkan tadi, kemudian menjumpai wakil-wakil marja’ yang bersangkutan untuk minta penjelasan lebih detil atau untuk menyampaikan kritik dan berbagai isykal atasnya. Mengingat banyaknya perusahaan yang menawarkan berbagai produknya dengan sistem MLM yang bermacam-macam dan berbeda-beda, karena itu, jika Anda belum meyakini betul akan kehalalannya, hendaknya Anda mengajukan pertanyaan ke kantor marja’taklid (ulama) Anda dengan menjelaskan sistemnya sedetil mungkin agar Anda dapat memperoleh jawabannya dengan jelas dan memuaskan dan tidak terjerumus kepada kemungkaran. Semoga Allah Swt senantiasa menjaga kita semua dari jilatan api neraka Jahannam.

 

Falsafah dan Hikmah keharaman MLM

 

Hikmah dan falsafah suatu hukum itu terkadang bisa juga dijadikan sebagai dalil kehalalan atau keharaman sesuatu. Artinya terkadang terdapat titik temu antara falsafah hukum dengan dalil hukum dalam suatu masalah. Yang jelas bahwa berupaya mencari dalil hukum atas suatu masalah itu adalah merupakan tugas seorang mujtahid. Sementara orang-orang yang belum mencapai peringkat mujtahid tidak ada hak  untuk menghasilkan suatu hukum dengan jalan berijtihad sekalipun sudah belajar di hauzah puluhan tahun. Karena akan berakibat menyesatkan umat dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Bahkan hasil ijtihad seseorang yang belum mencapai pringkat mujtahid, jika dikemudian hari ternyata dinilai benar, itu tetap dianggap batil dan berdosa, apalagi jika ternyata salah. Tetapi mencari hikmah dan falsafah suatu hukum itu bisa dan boleh-boleh saja dilakukan oleh orang-orang yang belum mencapai peringkat mujtahid sekalipun. Artinya ketika suatu masalah itu telah diketahui hukumnya dengan jelas, baik halal ataupun haram, maka setelah itu barulah mencari falsafah atas kehalalan atau keharaman tersebut. Misalnya ketika hukum memakan ikan yang tidak bersisik itu telah diketahui dengan jelas keharamannya dan telah ditetapkan oleh mujtahid, maka selain mujtahid, seperti dokter hewan atau nelayan atau lainnya, dibolehkan mencari hikmah dan falsafah keharaman  memakan ikan yang tidak bersisik tersebut. Dengan kata lain bahwa falsafah suatu hukum hanya berperan memperkokoh hukum dan keyakinan seseorang saja. Karena itu, tidaklah bermasalah  jika kemudian diketahui bahwa ternyata falsafah suatu hukum yang telah disampaikan itu kurang tepat atau salah.

 

Sehubungan dengan falsafah atau hikmah keharaman MLM yang mungkin dapat diraba adalah sebagai berikut:

 

1.      Merusak hubungan keluarga, sosial dan ekonomi negara.

 

2.      Menciptakan pikiran materialis dan melemahkan semangat belajar, bekerja dan berkarya.

 

3.      Memotivasi banyak mengkhayal dan ingin cepat kaya raya.

 

4.      Menciptakan  tembok yang lebih tebal antara kelompok kaya dan miskin.

 

5.      Meninggalkan majlis-majlis ilmu dan sibuk serta asyik dengan majlis-majlis materi dan malas beribadah serta sangat mengurangi kekhusyu’an shalat.

 

6.      Menimbulkan pertikaian di dalam keluarga dan masyarakat karena adanya lingkaran setan yang saling memangsa dan mencari korban.

 

 Kesimpulan

 

1.      MLM itu lahir di “rumah bersalin Barat”   dari keluarga non Muslim.

 

2.      MLM bertujuan mengeruk keuntungan materi yang sebanyak-banyaknya dari kantong-kantong umat Islam.

 

3.      Berefek sangat negatif, seperti kehancuran ekonomi umat dan negara.

 

4.      Semua ulama Syi’ah memfatwakan keharaman muamalah batil tersebut dengan dalil-dalil yang sangat kuat. Dan tidak seorang marja’ pun yang membolehkan dan menghalalkannya.

 

Taushiah dan penutup

 

Hanya inilah yang dapat saya sampaikan dan atas segala kekurangannya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Yang terakhir, barangkali ada baiknya dan ada manfaatnya apa yang ingin saya sampaikan berikut ini. Yaitu bahwa salah satu tanda orang yang beriman adalah saling berwasiat dan menasihati atas kebaikan dan kebenaran. Jika pada kesempatan ini saya sedikit memberikan taushiah, maka pada kesempatan lainnya, saya mohon juga kiranya Antum sudi memberikan bimbingan, taushiah, saran, nasihat, teguran dan koreksi atas segala kesalahan dan kekurangan saya. Saya akan sangat berterimakasih kepada ikhwan yang menunjukkan aib saya demi keselamatan dan kebahagiaan saya di hari akhirat kelak. Dan saya akan lebih banyak mendoakan  ikhwan yang menunjukkan aib saya dan menunjukkan jalan-jalan untuk memperbaikinya.  Adapun sedikit taushiah yang bisa saya sampaikan, untuk manfaat diri saya dan kita semua adalah sebagai berikut:

 

1.      Hendaknya kita memperkuat hubungan kita dengan marja’ taklid kita masing-masing dengan senantiasa menelaah risalah amaliyahnya dan mengamalkannya dengan penuh ikhlas. Apalagi jika marja’ yang kita taklidi itu juga sebagai Wali Faqih (Imam Ali Khamene’i hf). Karena pada masa sekarang ini, tidak ada seorang pemimpin pun –setelah Imam makshum as- yang lebih unggul dan mulia dari beliau. Setiap orang yang mau meneliti dan mengamati suluk dan riwayat hidup para pemimpin dunia saat ini dengan jujur dan seksama, pasti akan dapat menyimpulkan bahwa beliaulah yang paling unggul, alim, berani dan bersih. Musuh-musuh Islam pun mengakui hal ini. Dan hanya marja’lah yang dapat menyambung hubungan kita dengan Imam Zaman ajf.

 

2.      Rasulullah Saw banyak berpesan di dalam hadis bahwa: “Al-Fiqhu tsumma attijarah, al-fiqhu tsumma azzawaj, al-fiqhu tsumma  dst.. “. Hendaknya kita pahami dahulu hukum syar’i suatu perbuatan, setelah paham, barulah kita melakukan perbuatan tersebut sesuai dengan hukumnya. Dengan kata lain dahulukan fiqih atas segala perubuatan dan amal. Jika hal ini kita perhatikan, pasti kita akan selamat dan bahagia dunia dan akhirat, insya Allah. Tetapi jika sebaliknya, misalnya melakukan transaksi dulu atau kawin dulu, adapun urusan fiqihnya nanti saja menyusul, maka inilah yang menjadi sumber bencana, dunia dan akhirat. Penjara penuh karena banyaknya pelanggaran atas fiqh (hukum-hukum Islam). Tidak ada seorang pun yang masuk penjara lantaran tidak mengetahui atau melanggar filsafat atau irfan. Apalah artinya filsafat dan irfan, jika fiqihnya masih berantakan. Hendaknya bagi masyarakat awam, mendahulukan kajian dan pemahaman atas fiqih dan hukum-hukum Islam atas kajian filsafat dan irfan. Dan dalam pengamalan, hendaknya seiring antara fiqih dan akhlak.

 

3.      Hendaknya kita senantiasa memperkuat dan memperbaharui tali ukhuwwah dan persaudaraan diantara kita dan kaum muslimin dengan bersikap ramah dan sopan kepada mereka dan memberikan bantuan, baik berupa ilmu pengetahuan maupun materi. Tidak ada pemimpin selain Imam Ali Khamene’i hf yang begitu gigih menganjurkan persatuan dan persudaraan di antara umat Islam. Hendaknya kita jangan sekali-kali meremehkan orang lain dan mengecilkan aktifitas mereka, walaupun nampaknya kecil. Hendaknya kita jangan tergesa-gesa menilai sebuah aktifitas orang atau kelompok lain dengan penilaian yang negatif atau kurang enak didengar, terutama aktifitas ikhwan kita sendiri, sehingga jurang perpecahan tidak semakin melebar dan kita tidak dikucilkan atau dijauhkan orang atau tidak disenangi oleh Imam Zaman Ajf. Apabila tukang becak atau ojek yang tidak disenangi oleh masyarakat, maka kerugian itu hanya terbatas kepada pribadi tukang becak atau ojek tersebut. Tetapi seorang ulama, ustadz atau muballig, jika masyarakat tidak simpati lagi kepadanya karena sikap dan akhlaknya yang kurang baik atau tidak ramah atau seringkali memojokkan orang lain, maka hal itu berefek kepada ilmu yang dibawanya. Dan ilmu yang dibawanya itu bukan ilmu sembarangan, yaitu ilmu-ilmu Ahlulbait As. Bagaimana nanti kita menjawab teguran Rasulullah Saw dan para Imam Suci As, jika sampai masyarakat menjauhi kita lantaran akhlak kita yang kurang baik?

 

4.      Hendaknya kita berusahalah untuk senantiasa meningkatkan tazkiyatunnafs. Tazkiyah jangan hanya menjadi buah bibir belaka. Kita harus mengikis habis sifat hasud dan kedengkian yang bersarang di dalam hati kita, karena sifat hasud itu akan menyeret seseorang kepada perbuatan dosa lainnya, seperti ghibah[7], buhtan[8], namimah[9], memutuskan tali persaudaraan[10], dan lain-lain. Tidak ada artiya sama sekali ilmu yang kita peroleh sebanyak apapun, jika sifat hasud dan kedengkian itu masih bersarang kuat di dalam hati kita. Sucikan hati terlebih dahulu, barulah isi dengan berbagai  ilmu Ahlulbait As. Ingatlah Iblis jatuh dan menjadi terhina karena congkak dan hasud, padahal ia –ketika itu- sebagai gurunya para malaikat dan menerima ilmu pengetahuan langsung dari Allah Swt. Apalah artinya lama belajar di hauzah dan banyak mempunyai ilmu pengetahuan jika di dalam hati ini masih saja bersarang sifat hasud dan takabbur. Takabbur itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, bahkan ada yang tersembunyi sebagaimana sifat riya’. Ketahuilah bahwa wahdah, persatuan dan ukhuwwah di antara kita selamanya tidak akan tercipta, selama sifat takabbur dan hasud masih betah singgah di dalam lubuk hati kita, khususnya hasud dalam masalah riyasah. Semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa  dan kesalahan kita serta senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin……….[]

 

  [1] .Di dalam situs   Shabestan.net dapat kita baca bahwa : “Network Marketing dicetuskan oleh seorang berkebangsaan Amerika pada tahun 1921 M. Dalam dunia akademis Amerika kala itu, penemuan ini dikenal dengan naman “Ponzi Plan” atau “Pyramid Plan”. Dalam dunia marketing, penemuan ini dikenal dengan sebutan ” Multi Level Marketing (MLM)”.

 

[2] . Buku yang saya nukil tidak menuliskan huruf latinnya, tetapi hanya arabnya saja, yaitu: فيوجرا استراتجي , bisa jadi yang saya tulis itu tidak tepat.

 

[3] . Teks aslinya tertulsi dengan huruf Arab, yaitu: بنتاکونوmungkin pula yang saya tulis itu kurang tepat.

 

[4] . Hitungan ini sesuai dengan yang tertera di dalam buku “Attaswiqul Hirami”.

 

[5] .Buku yang saya jadikan rujukan utama: “Attaswiqul Hirami”, karaya Syekh Abul Qasim Aliyanejadi, telah menyertakan dokumen-dokumen resmi ( الأسناد والمدارك )pada bab : 10, hal. 145 – 184.

 

[6] .Teks fatwa Ayatullah Sayyid Fadhlullah ihwal keharaman muamalah MLM, telah saya bacakan pada diskusi tersebut. Teks yang saya peroleh langsung dari kantor beliau yang  ada di kota suci Qum tersebut, dikeluarkan pada tanggal 1 bulan Rabi atsani  th. 1426 H, yakni 6 tahun yang lalu.

 

[7] .Ghibah ialah menceritakan aib orang lain sesama muslim  dan aib itu memang ada. Ghibah lebih besar dosanya daripada berzina.

 

[8] .Buhtan ialah menceritakan aib orang lain sesama muslim, padahal aibnya tidak ada. Buhtan lebih berat darpada ghibah.

 

[9] .Namimah ialah mengadu domba. Ketiga sifat buruk itu merupakan ciri khas kaum munafikin.

 

[10] .Memutuskan tali persaudaraan adalah perbuatan yang dikutuk oleh Allah Swt, Rasulullah Saw, para Imam makshum As dan seluruh malaikat (sebagaimana dapat dipahami dari banyak riwayat. Na’udzu billah min dzalik).

 Attensi:

1.      Tulisan di atas yang saya turunkan dari presentasi tentang MLM pada diskusi pekan lalu, telah diadakan penambahan secukupnya.

2.      Tulisan tersebut bukan merupakan hasil riset atau penelitian, tetapi lebih banyak merupakan terjemahan dari buku “Attaswiqul Hirami” dan lain-lain.

3.      Ada beberapa nama dan istilah yang ditulis dengan bahasa Arab dan tidak disertakan huruf latinnya, kerena itu –bisa jadi- apa yang saya tulis terdapat kekeliruan atau kurang tepat, tetapi –tentunya- hal ini tidak merusak kandungannya.

4.      Tulisan yang telah dimuat di ABNA ini, telah dikoreksi, diedit, ditambah dan dikurangi oleh beberapa orang ikhwan yang kuliah di kota suci Qum. Untuk itu, kepada segenap ikhwan yang turut memberikan sumbangsih, saya haturkan banyak terimakasih.

5.      Tujuan kami hanya ingin menekankan bahwa hingga kini tidak seorang ulama Syiah pun yang memfatwakan kehalalan muamalah dengan sistem MLM dan –tentunya- mereka telah melakukan penelitian secara seksama sebelum mengeluarkan fatwa keharaman tersebut. Adapun adanya saran dan taushiah di dalam tulisan tersebut, anggaplah hanya sebagai penyedap saja, tetapi mungkin bisa juga dijadikan sebagai obat buat kita semua. Biasanya obat memang agak pahit. Karena itu, kami mohon maaf dan doanya dari ikhwan yang merasa tersinggung. Dan kami pun sangat terbuka untuk menerima saran, kritik dan taushah dari pembaca.

Wassalamuálaikum Wr. Wb.[]

_________________________________________________________________________________________
DISKUSI SEPUTAR MUAMALAH MLM:
Multi Level Marketing, Bisnis Haram yang Menggemukkan Kapitalisme

Kamis (5/5), Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran sebagai organisasi pelajar Indonesia di Iran mengadakan Diskusi Panel, “Bisnis MLM (Multi Level Marketing) dalam Tinjauan”. Hadir sebagai pembicara, Ust. Hasan Abu Ammar, Ust. Marzuki Amin dan Ust. Abdurrahman Arfan. Bertempat di Aula Sadr Madrasah Imam Khomeini Qom Iran, acara tersebut dihadiri sekitar 60an pelajar Indonesia. Berikut adalah postingan salah satu makalah dari pemateri. Insya Allah jalanny diskusi dalam bentuk berita akan menyusul.

Multi Level Marketing, Bisnis Haram yang Menggemukkan Kapitalisme

Berikut pembicaraan via telepon kontributor berita ABNA dengan ust. Marzuki Amin sebagai salah seorang pembicara:

ABNA: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz !

Ustadz: Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

ABNA: Afwan ustadz, karna tidak dapat hadir pada acara diskusi pelajar Indonesia seputar masalah MLM. Ana dengar bahwa antum termasuk salah satu pembicaranya? Kalau antum mengizinkan ana boleh minta makalah yang antum tulis dan memuatnya di situs ABNA? Maksud ana agar rekan-rekan kita di tanaha air juga dapat mengetahui masalah muamalah batil ciptaan musuh-musuh islam tersebut. Bagaimana menurut antum ?

Ustadz: Ide dan pikiran yang bagus, ana setuju dan mengizinkan hal itu. Cuma, karena memang ana tidak banyak punya waktu, jadi makalah itu ana buat asal jadi yang penting sekedar ada untuk melengkapi diskusi kemarin. Syukurlah ust. Syamsunnar dan ust. Akmal dapat membantu ana, sehingga dapat menyemarakkan acara tersebut. Karena itu, ya mohon maaf, jika makalah itu penuh dengar kekurangan. Antum jangan perhatikan kekurangannya, yang penting pahamilah kandungan dan isinya. Dan saran ana, kalau bisa, antum juga minta makalah ust. Abu Amar. Adapun ust. Abdurrahman Arfan, dia tidak sempat menulis makalah. Bahkan kalau antum sempat, turunkan juga rekaman hasil diskusi tersebut ke dalam bentuk tulisan yang menarik, demi amar makruf dan nahi munkar. Yakinlah ini bagian dari jihad ilmu dan pahalanya besar sekali.

ABNA: Terimakasih banyak ustadz, semoga para pembaca ABNA juga dapat memaklumi kekurangan makalah tersebut. Makalah antum akan segera saya upload. Adapun hasil rekamannya saya akan susul berikutnya, karena untuk menurunkannya ke dalam bentuk tulisan perlu waktu. Saya berharap dapat menarik perhatian para pembaca ABNA di seluruh tanah air, insya Allah.

Sekali lagi ustadz, banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz: Ana juga mengucapkan banyak terimakasih kepada antum atas ketulusan antum ingin membantu rekan-rekan di tanah air kita tercinta, demi menyelamatkan mereka dan negara kita dari penipuan ekonomi kelas kakap ini. Semoga Allah Swt masih tetap merahmati kita semua. Amin……………

Ana yakin, jika bangsa kita dan khususnya umat islamnya memahami hakikat muamalah batil ini dengan baik, pasti mereka akan mengingkarinya dan tidak akan menjadi anggotanya. Sebagaimana kita juga dulu menolak dan mengingkari mazhab Ahlulbait as ini, karena kebodohan kita, dan setelah kita memahaminya dengan baik, kita mengikutinya, begitu juga dengan mualmalah batil ini, kebanyakan umat islam tidak memahaminya dengan baik dan tidak menyadari kerugian negara dan pribadi yang diakibatkan darinya.

Wa’alaikumssalam Wr. Wb.

ABNA: Ikhwan dan akhwat pecinta situs ABNA yang saya cintai, berikut ini kami sajikan makalah sederhana ust. Marzuki Amin (Abu Qurba) sekaitan masalah MLM. Berikutnya kami berusaha menyajikan rekaman diskusi tersebut dalam bentuk tulisan, insya Allah…. Selamat menikmati sajian ilmiah kami di situs ini.

SEKILAS TENTANG MLM

(MULTI LEVEL MARKETING)

1. <strong> Tempat dan Tanggal lahir MLM

Dunia semakin maju, teknologi semakin canggih dan sistem perdagangan pun semakin banyak, semarak dan beraneka ragam. Kaum kapir memang masih menguasai ekonomi, bisnis dan perdagangan dunia. Umat islam masih jauh ketinggalan, bahkan nampak semakin tercekik, tidak bisa banyak berbuat, apalagi mengamalkan dan mempraktikkan hukum-hukum islam. Kata orang: “Cari duit yang haram saja susah, apalagi yang halal”.

Sejak beberapa tahun ini, muamalah MLM (Multi Level Marketing) semakin marak dan banyak diminati orang, lantaran perdagangan dan muamalah dengan sistim MLM ini menjanjikan kekayaan yang melimpah tanpa banyak modal dan tidak begitu ruwet. Betulkah yang mereka harapkan itu terjadi? Jaringannya tersebar di seluruh dunia, tidak terkecuali negara tercinta kita Indonesia. Mungkin jika kita bertanya kepada orang, apa sih MLM itu? Mereka sudah banyak yang tahu dan bisa memberikan jawabannya dengan mendetail. Tetapi jika kita bertanya, apa sih sebenarnya hukum muamalah MLM itu? Mungkin tidak banyak yang bisa atau bersedia menjawabnya, apalagi menjawabnya dengan jujur dan sesuai dengan hukum islam.

Muamalah MLM ini –sesuai apa yang saya pernah baca- mulai lahir di permukaan bumi ini sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Surat kabar al-Quds, edisi 2723 menulis bahwa MLM ini telah lahir di Moskow pada tahun 1910 M dan di Prancis pada tahun 1920 M dengan nama “Bahman” dan “Bola saju”. Ketika itu, pesan promosi yang mereka sampaikan adalah: “Bagaimana Anda bisa meraih uang sebanyak 30.000 dolar As tanpa susah payah”.

Pada tahun 1994 para penyembah uang itu mendirikan sebuah perusahaan MLM dikota Medona, Italia dengan nama “Fyujera Strategi” (?) di kamar dagang dan industri negara tersebut. Selang beberapa waktu, mereka mengganti namanya menjadi “Bintakona” (?) yang terkenal hingga sekarang. Empat tahun kemudian, yaitu pada tahun 1998 M, Inggris mendirikan perusahaan MLM dengan nama “Quest Internasional”. Dan di kemudian hari mereka mengganti namanya menjadi: “Gold Quest”. Pada tahun 2000 M, muamalah batil ini lahir di Belgia dan diberi nama: “7 Keping Permata”. Dan pada tahun yang sama, yaitu tahun 2000 M, anak cucu muamalah batil ini pun lahir di Iran dan menyebar ke beberapa negara Asia termasuk Indonesia.

Memang, ekonomi sebuah negara itu dapat dijadikan sebagai tolok ukur atau alat menilai sehat atau sakitnya rakyat negara tersebut. Kebejadan ekonomi, praktik riba, jumlah kriminalitas yang semakin meningkat, kefakiran yang semakin membumbung, dan seluruh problematika yang selalu dikhawatirkan oleh setiap orang muncul lantaran ekonomi yang sakit. Para ahli juga mengakui masalah ini dengan tegas.

Dalam dasawarsa terakhir ini, dengan hubungan, jaringan internet, dan teknologi-teknologi yang semakin meluas, kita menyaksikan banyak kesempatan untuk menuai pendapatan. Sayangnya, kesempatan-kesempatan ini kadang-kadang telah menimbulkan banyak problematika di tengah kehidupan masyarakat luas. Perniagaan elektronik adalah sebuah kosa kata yang sudah kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Perniagaan ini telah memudahkan urusan perniagaan kita dan mempermudah hubungan kita dengan seantero dunia. Di samping itu, fenomena ini juga banyak mewujudkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu perubahan ini adalah kelahiran network marketing. Kosa kata ini tentu sangat berbeda dengan electronik marketing.

2.
Network Marketing

Network Marketing dicetuskan oleh seorang berkebangsaan Amerika pada tahun 1921 M. Dalam dunia akademis Amerika kala itu, penemuan ini dikenal dengan naman “Ponzi Plan” atau Pyramid Plan”. Dalam dunia marketing, penemuan ini dikenal dengan sebutan ” Multi Level Marketing (MLM)”. Para pendukung MLM meyakini, metode ini adalah sebuah cita-cita lama yang—paling tidak—akan dapat menghubungkan produsen dengan konsumen tanpa perantara. Akan tetapi, tidak lama berselang, para pemancing kesempatan melakukan penipuan-penipuan makro dengan memanfaatkan metode penemuan ini. Akhirnya, metode ini pun ditolak masyarakat.

Akan tetapi, setelah jaringan-jaringan internasional -seperti internet- ditemukan, para kriminal dan penipu profesional memulai aksi mereka dengan ruang lingkup yang lebih luas. Aksi ini akhirnya dikenal dengan sebutan “jaringan penipuan”. Sebagai sebuah contoh, pada tanggal 22 Maret 2000, di daerah Cleveland yang terletak di daerah paling utara Ohio, sebuah dakwaan telah ditujukan kepada 4 orang lantaran tuduhan network marketing. 4 orang ini akhirnya harus mendekam dalam penjara. Mereka telah berhasil merenggut 36 juta dolar dari kantong masyarakat. Akan tetapi, Network Marketing sebagai sebuah metode konstitusional dan tidak melanggar hukum, masih tetap eksis dan aktif di berbagai titik dunia. Penyalahgunaan yang telah dilakukan oleh sebagian oknum dari metode ini tidak bisa dijadikan alasan bahwa metode ini inkonstitusional atau berbau penipuan. Menurut penilaian banyak ahli, Network Marketing banyak memiliki perbedaan dengan Pyramid Plan. Sebagian perbedaan ini adalah sebagai berikut:

1. Dalam Network Marketing, untuk menjadi anggota dalam jaringan ini, kita tidak dipaksa untuk membeli barang atau jasa dari sebuah perusahaan. Jumlah uang yang diambil sebagai hak keanggotaan juga tidak terlalu besar. Akan tetapi, dalam Pyramid Plan (kita sebut saja MLM), untuk masuk menjadi anggota para pelaku marketing, kita harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar dengan alasan membeli barang atau jasa.

2. Dalam Network Marketing, barang dan jasa yang diperjual-belikan adalah barang dan jasa yang sudah banyak diketahui oleh konsumen dan harga yang ditawarkan oleh perusahaan tidak jauh berbeda dengan harga pasaran. Sedangkan dalam MLM, para member sama sekali tidak membutuhkan barang dan jasa ini. Mereka membelinya hanya dalam rangka masuk menjadi member dan mencari orang lain untuk menjadi member di bawah mereka. Dengan ini, mereka akan dapat memanfaatkan persenan yang telah disediakan oleh perusahaan. Sudah dapat dipastikan, mereka akan membeli barang dan jasa ini dengan harga sangat tinggi.

3. Keuntungan perusahaan-perusahaan yang memperoleh keuntungan secara legal dalam Network Marketing hanya diperoleh melalui cara penjualan barang dan jasa yang ditawarkan.

Seperti pernah disinggung di atas, jenis barang dan jasa yang ditawarkan dalam dua sistem marketing ini berbeda-beda. Barang-barang yang ditawarkan dalam Network Marketing memiliki substansi persaingan. Artinya, barang dan jasa ini banyak bisa ditemukan di pasaran dan harganya bisa dimiliki oleh para pembeli. Para progamer MLM senantiasa mendesain dan memperkenalkan barang dan jasa baru dengan kriteria yang hanya dimiliki oleh barang dan jasa ini. Barang dan jasa ini tidak pernah diminta oleh para pembeli dan juga tidak memiliki harga dan kualitas yang pasti. Untuk itu, para member membelinya tidak untuk konsumsi. Mereka hanya membelinya dalam rangka memperoleh persen sebagai imbalan mengajak orang lain menjadi member.

Setiap negara memiliki pandangan tersendiri dalam menanggapi praktik Network Marketing. Sebagai contoh, Kementerian Perdagangan Amerika hingga kini masih belum bisa memastikan batas legal dan ilegal Network Marketing ini.
Negara ini hanya berpesan kepada warganya, jika memasuki atau memperkenalkan orang lain untuk memasuki sebuah sistem dapat menghasilkan keuntungan yang lebih banyak bagi mereka, hendaknya mereka menghindari hal ini.

Pada tahun 1997 M., lantaran sistem MLM yang telah berhasil menyedot banyak member mengalami kehancuran, Albania mengalami krisis berat. Protes datang dari seluruh penjuru negara dan meminta pemerintahan mengundurkan diri.
Penyakit MLM pernah menghama pada tahun 2000 M. di Afrika Selatan (Perusahaan Mirricel) dan pada tahun 2001 M. di Irlandia Utara. Penyakit berhasil melumpuhkan roda perekonomian kedua negara ini. Iran juga termasuk negara-negara yang pada tahun-tahun terakhir ini dirasuki oleh penyakit MLM dan Network Marketing.

3. MLM dan Network Marketing di Iran

Pada beberapa tahun terakhir ini, sistem MLM dan Network Marketing merasuki tubuh perekonomian Iran melalui aktifitas ekonomi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan besar seperti Kimberly Solytire, Prame Bank, Goldquest, dan My 7 Dyamond. Perusahaan-perusahaan ini satu demi satu gagal, dan dalam beberapa kasus, mereka yang merasa tertipu mengadukan masalah ini ke pengadilan.

Perusahaan-perusahaan ini berhasil merebut perhatian mereka yang ingin memiliki pekerjaan dengan melontarkan sebuah slogan yang sangat menawan. Berdasarkan penelitian, Iran termasuk salah satu negara yang menanggapi fenomena ini dengan positif.

Sebagai contoh, My 7 Dyamond (M7D) memasuki arena pasar dengan slogan menawan ini: M7D memiliki proyek tak tertandingi untuk memiliki permata; 28 keping permata + kesempatan untuk merenggut keuntungan besar.

Ini adalah sebuah kesempatan kaya akan keuntungan dan sangat mudah yang dapat menghadiahkan permata kepada Anda. Yang dapat mewujudkan kesempatan ini adalah bahwa Anda harus mengejar CRP (bonus pembeli). Dari sejak Anda mulai mencari CRP ini, sebenarnya Anda telah memulai mengumpulkan RV (resid bonus). Setelah Anda berhasil memperolehnya, Anda dapat menagih permata pertama. Lebih dari itu, Anda juga akan memperoleh hak komisi. Kami dapat membantu Anda untuk memperoleh kemandirian dalam finansial.

Seluruh perusahaan ini menekankan bahwa memilih sistem ini adalah sebuah perniagaan dan persahabatan dalam bidang kebudayaan. Mereka senantiasa berpesan kepada mereka yang baru bergabung supaya jangan tergesa-gesa dalam mempelajari sistem ini dan menjelaskannya kepada orang lain. Mereka dapat melakukan sharing informasi kepada orang lain setelah mereka berhasil mempelajarinya dengan sempurna. Kepada para member yang menjadi ranting member yang lain juga mengingatkan bahwa pada pertama kali aktifitas mungkin mereka hanya dapat merenggut keuntungan yang tak seberapa. Akan tetapi, setelah beberapa waktu berselang, asalkan mau aktif berkiprah, mereka akan mampu mengumpulkan keuntungan yang layak diperhitungkan.
Lebih menarik lagi, perusahaan M7D pernah mengumumkan pembentukan perusahaan ini dengan nomor izin 1579 sebagai perusahaan terbatas di daerah Kish. Perusahaan ini memulai aktifitas dengan dana sebesar 4 milyar rial dan memperoleh izin melakukan beberapa jenis perniagaan seperti perniagaan elektronik, Network Marketing, dan ekspor dan impor seluruh bahan kebutuhan masyarakat.

Goldquest Biang Petaka

Goldquest berarti mencari emas keberuntungan. Perusahaan ini memulai aktifitas pada tahun 1998 M. di Filipina. Dalam jangka waktu yang sangat pendek, ia pindah ke International Trade Center Tower Hongkong. Perusahaan Goldquest sebenarnya adalah perusahaan distributor produk-produk koleksi yang diproduksi oleh perusahaan HB Mayer Jerman. Sesuai kontrak yang telah diteken, Goldquest harus menjual produk ini dalam jumlah tertentu supaya tetap bisa menjadi distributor tetap HB Mayer dan juga bisa memperoleh keuntungan yang besar. Produk yang diproduksi oleh HB Mayer berupa keping emas simbolik (bergambar Paus Paulus, naga China, Ka’bah, dls), jam emas, kalung, dan lain sebagainya. Seluruh produk ini juga memiliki surat keterangan bertaraf internasional yang memuat berat, karat, diameter, dan nomor urut emas yang pernah dijual kepada para pembeli. Kepingan-kepingan emas yang didistribusikan oleh perusahaan Goldquest ini banyak diminati oleh masyarakat. Satu sisi keping emas ini memuat simbol negara yang mencetaknya dan sisi yang lain berisi jaminan yang diberikan oleh Bank Central sebuah negara.

Perusahaan Goldquest menarik perhatian para pemohon dan anggotanya dalam bentuk perusahaan perniagaan independen. Tahun lalu, perusahaan ini berhasil memiliki putaran keuangan terbanyak di Iran dan India. Berdasarkan data dan riset yang pernah dilakukan, setiap tahun sebesar 3 ribu milyar dolar uang keluar dari Iran melalui perantara perusahaan ini.
Perusahaan Goldquest masih aktif di negara-negara seperti India, China, Filipina, Malaysia, Singapora, Srilanka, Indonesia, Rusia, Lebanon, Saudi Arabia, Australia, Newzeland, Kanada, Brazil, Uruguwey, Finlandia, Jerman, Prancis, Belanda, Yunani, Mesir, Libya, Aljazair, dan masih banyak lagi negara-negara yang lain.

Berdasarkan pengumuman pembentukan perusahaan, Goldquest memulai usaha dengan modal pertama sebesar 500 ribu dolar. Usaha yang diumumkan adalah jual beli, pemindahan, investasi, pertukaran, dan lain sebagainya. Tapi, pada hakikatnya, dalam sistem MLM ini, perusahaan Goldquest hanya berfungsi sebagai distributor produk HB Mayer.
Transaksi Goldquest hanya berlaku bagi mereka yang memiliki nomor rekening untuk mata uang asing atau kartu kredit internasional. Dengan siasat ini, seluruh transaksi berlanjut di luar kontrol perbankan Iran. Mungkin perusahaan Goldquest telah belajar dari pengalaman perusahaan Pentagona yang pernah mengalami pemblokiran rekening valuta asingnya pada tahun 1981 M.

Mungkin untuk pertama kali, dua tahun lalu tersebar sebuah berita tentang Goldquest di media-media masa bahwa aktifitas perusahaan ini bersifat ilegal. Berita pun tersebar dengan sangat cepat. Tapi, tidak selang beberapa lama, masalah dibiarkan begitu saja. Hal ini berlanjut hingga turun sebuah perintah supaya situs Goldquest ditutup. Setelah perintah ini turun, banyak berita, analisa, dan laporan-laporan yang beraneka ragam tersebar di media-media masa.

Stasiun Pusat Televisi Iran sendiri pun memiliki program sangat diminati oleh pemirsa tentang Goldquest ini yang ditayangkan dalam bentuk dialog interaktif tentang nasib yang akan menimpa Goldquest.

Pihak Goldquest juga melakukan siasat baru. Keping baru dengan gambar Imam Khomeini ra disebarkan di tanah air guna menyedot simpati penduduk Iran. Tapi, sikap tegas para aparatur negara berhasil menghanguskan siasat ini. Betul, HB Mayer pernah memperoleh izin untuk mencetak keping emas guna mencetak medali-medali kenangan dari Pusat Penyebaran Karya Imam Khomeini ra.

Tapi ini tidak berarti bahwa perusahaan Goldquest yang tidak beraktifitas sebagai produsen keping emas ini berhak untuk menyebarkan keping emas ini sebagai sebuah aktifitas yang legal.

Dalil Ilegalisasi Network Marketing di Iran

Para ahli menyebutkan beberapa argumentasi yang membuktikan ilegalisasi aktifitas Network

Marketing di Iran. Berikut beberapa dalil dan argumentasi tersebut:

1. Sekalipun pembelian keping emas atau menjadi member aktif di Network Marketing yang menyebabkan valuta asing keluar dari tanah air secara besar-besaran ini dapat memasukkan kepingan-kepingan emas dan persentase keuntungan ke dalam tanah air. Tapi, jika emas dan persentasi keuntungan ini masuk dalam jumlah yang besar dan lepas kontrol dengan harga yang lebih murah sebesar 30 % dari harga emas internasional, hal ini dapat menjadikan harga emas tidak stabil, seluruh harga kebutuhan dalam negeri akan berubah secara drastis, dan akhirnya, pasar ini akan lepas kontrol. Padahal, emas adalah backing uang tanah air kita.

2. Perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki identitas perusahaan asing. Menurut Pasal 3 Undang-Undang Registrasi Perusahaan, supaya perusahaan asing bisa melakukan aktifitas industri, finansial, dan perniagaan di dalam negeri Iran, perusahaan ini harus memiliki resmi di negara asal dan sudah terdaftar di Kantor Registrasi Perusahaan di Tehran. Kita masih meragukan apakah perusahaan-perusahaan ini sudah terdaftar di negara asal secara resmi. Jika kita abaikan hal ini, seluruh perusahaan ini belum terdaftar secara resmi di Iran. Oleh karena itu, seluruh aktifitas mereka akan dikenai hukuman menurut Pasal 5 dan 11 Undang-Undang Registrasi Perusahaan.

3. Menurut Undang-Undang, setiap bentuk emas dan batu berharga dilarang masuk ke negara dan para pelaku akan dihukum sesuai dengan ketentuan undang-undang. Para penanggung jawab Network Marketing ini telah memasukkan emas dan seluruh produknya secara ilegal tanpa membayar cukai. Dengan demikian, mereka telah melakukan kriminal penyelundupan.

4. Kekuatan ekonomi Iran sementara ini masih belum begitu kuat. Saat ini masih banyak golongan masyarakat yang menerima gaji per bulan hanya sebesar 1,8 juta rial. Aktifitas seperti MLM ini hanya akan dapat memperlebar jarak antara orang kaya dan orang miskin. Dan realita ini, menurut penilaian banyak ahli, akan dapat menimbulkan aneka kejahatan dan kriminal.

Lebih dari itu semua, beberapa pekan yang lalu, Kantor Ayatullah ‘Uzhma Makarim Syirazi mengumumkan hukum bisnis semacam ini. Menurutnya, bisnis seperti ini adalah haram dan uang yang dihasilkan tidak halal. Cara bisnis seperti ini adalah sejenis penipuan rahasia yang digunakan untuk menguasai harta kekayaan orang lain. Untuk pertama kali, perusahaan ini beraktifitas dengan nama Pentagona. Setelah ditutup oleh pihak Inteligen dan Pengadilan Negara, ia berubah nama menjadi Goldquest.

Di masa mendatang, mungkin juga perusahaan-perusahaan semacam akan muncul dengan nama-nama yang lain. Untuk memperoleh pendapatan yang berlimpah, muslimin hendaknya waspada dan ekstra hati-hati. Jangan sampai mereka berlumuran uang-uang haram seperti ini dan menyia-nyiakan uang muslimin yang lain. Jika seseorang telah terlanjur memperoleh uang ini secara tidak tahu, maka ia harus mengembalikannya kepada pemiliknya.

Jika pemiliknya tidak diketahui, maka ia harus memerikannya kepada member terakhir yang sudah tertipu. Jika member ini juga tidak diketahui, maka ia harus memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan sedekah.

4. Fatwa Rahbar Ihwal MLM

Pertanyaan – 1:

Kami telah menerima informasi dari beberapa orang mengenai hukum MLM (muamalah dengan metode berantai dengan keuntungan berlipat ganda). Mereka mengatakan bahwa Tuan yang mulia (Imam Khamene’i Hf) berfatwa bahwa muamalah tersebut hukumnya haram. Yang ingin kami tanyakan adalah apakah benar Tuan berfatwa demikian? Apakah fatwa Tuan tersebut bersifat umum untuk seluruh orang-orang yang bertaklid kepada Tuan? Ataukah ada muamalah MLM tertentu yang Tuan anggap halal?

Jawab:

Muamalah MLM yang Anda sebutkan, secara syar’i tidak dihalalkan. Demikian pula muamalah yang mirip dengannya. Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan – 2:

Sehubungan dengan muamalah MLM, apabila terjadi perbedaan pendapat antara seorang guru dengan muridnya, misalnya guru itu memahami bahwa muamalah MLM hukumnya halal dan dibolehkan mengikutinya. Sementara murid memahami bahwa muamalah MLM itu diharamkan dan tidak dibolehkan mengikutinya. Dan keduanya pun berbeda dalam marja taklidnya, yakni si guru bertaklid kepada marja’ A sedang muridnya bertaklid kepada marja’ B. Pada kondisi seperti ini, bagaimanakah sikap si murid tersebut menghadapi gurunya dalam masalah ini? Ada juga yang mengatakan bahwa seluruh marja taklid mengharamkan muamalah MLM, apakah hal ini benar?

Jawab:

Sebagaimana telah kami jelskan di atas bahwa muamalah MLM yang Anda sebutkan itu hukumnya batil dan tidak dibolehkan. Setiap mukallaf harus mentaati dan mengamalkan fatwa marja’ taklidnya masing-masing. Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan – 3:

Saya pernah mendengar bahwa si mukallid dibolehkan bertanya tentang hukum sesuatu secara khusus kepada marja’ taklidnya. Yakni marja’ taklidnya itu akan memberikan jawaban sesuai dengan kondisi si mukallid yang bertanya secara khusus. Dengan demikian fatwa itu hanya khusus untuknya dan tidak boleh untuk mukallidnya yang lain. Apakah hal ini benar? Jika ada seseorang mengaku bahwa ia telah memperoleh fatwa khusus -mengenai kebolehan MLM- dari seorang petugas di kantor Tuan di Qum, bolehkan saya ikut mengamalkan fatwa khusus tersebut?

Jawab:

Fatwa seorang marja tidak berbeda antara satu mukallaf dengan mukallaf yang lain (berlaku umum untuk semua mukallidnya – penj). Tetapi mishdaq dan mawrid-nya berbeda-beda (yakni terkadang fatwa itu bersifat global dan berlaku untuk umum, tetapi penerapan hukumnya tergantung kondisi mukallaf masing-masing – penj). Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan – 4:

Apakah ada ketentuan-ketentuan khusus bagi mukallid Tuan untuk dapat mengambil dan menerima fatwa Tuan yang disampaikan oleh seorang muballig? Kemudian apabila seorang mukallid tidak merasa ithmi’nan (tidak percaya sepenuhnya – penj) dengan apa yang disampaikan oleh muballig tersebut, khususnya mengenai fatwa MLM, apakah hal ini menyebabkan mukallid tidak boleh mengambil fatwa tersebut dan juga tidak boleh mengambil pelajaran-pelajaran lainnya dari muballig tersebut?

Jawab:

Cara-cara mencari dan mengambil fatwa seorang mujtahid telah dijelaskan dengan detail di dalam risalah amaliyah. Hendaknya Anda merujuk ke risalah tersebut. Di antaranya adalah bahwa risalah yang akan digunakan itu diyakini tidak terdapat kekeliruan dan kesalahan. Cara lainnya adalah bertanya langsung kepada marja’ taklid (misalnya melalui surat atau e-mail – penj), atau melalui informasi orang yang adil dan dapat dipercaya, yakni ucapannya itu dapat diyakini kejujurannya. (Jelasnya, Anda tidak boleh menerima hukum-hukum fikih dari seseorang yang Anda tidak yakin bahwa ia memahaminya dengan baik. Begitu pula dengan ilmu-ilmu lainnya. Dan hal ini kembali kepada penilaian Anda yang objektif – penj). Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan – 5:

Apakah dibolehkan bagi mukallid Tuan, baik yang ada di negara kami (Indonesia) maupun yang di Iran, untuk mengikuti muamalah MLM?

Jawab:

Muamalah MLM tersebut tidak dihalalkan oleh syari’at.

Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan – 6:

Jika kami mengetahui dengan yakin dan tidak ada keraguan sedikitpun bahwa salah seorang tetangga atau kawan kami menjadi anggota muamalah MLM dan memperoleh keuntungan yang banyak setiap bulannya. Sebagian keuntungan tersebut ia berikan ke suatu lembaga dakwah atau sebuah “yayasan”. Apakah boleh menerima uang tersebut dan menggunakannya untuk keperluan dakwah Islamiyah?

Jawab:

Apabila Anda tahu dan “yakin” bahwa uang yang ia berikan itu dari hasil keuntungan yang tidak halal, maka tidak dibolehkan mengambilnya dan tidak boleh pula menggunakannya untuk kepentingan tersebut atau untuk keperluan lainnya. Bahkan uang keuntungan dari muamalah yang tidak syar’i tersebut, wajib dikembalikan kepada para pemiliknya. Jika pemiliknya tidak diketahui, maka harus dishadaqahkan kepada fakir miskin, dan -secara ihtiyat wajib- harus dengan izin hakim syar’i (marja taklid) terlebih dahulu. Wallahu al-‘Alim.

Pertanyaan -7:

Apakah boleh makan hidangan atau minum sesuatu yang halal di rumah seseorang (kawan atau tetangga) yang kita ketahui dengan yakin bahwa ia bekerja sehari-harinya dalam muamalah MLM?

Jawab:

Hukumnya boleh makan makanan atau minum di tempat orang tersebut. Kecuali jika Anda merasa “yakin” bahwa makanan atau minuman yang ia beli itu dengan menggunakan uang keuntungan muamalah MLM itu sendiri, dan bukan dengan uang selainnya. (misalnya dia mengabarkan kepada Anda bahwa makanan atau minuman itu ia beli dari hasil keuntungan MLM tersebut, dan Anda mempercayai ucapannya itu. Atau Anda menyaksikannya sendiri). Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan -8:

Jika saya mendapatkan hasil dan keuntungan dari muamalah MLM, bagaimana hukumnya jika sebagian keuntungan itu saya berikan dan shadaqahkan kepada fakir miskin ?

Jawab:

Uang yang diperoleh dari muamalah yang tidak syar’i, seperti muamalah MLM, hukumnya wajib dikembalikan kepada pemilik aslinya. Dan tidak boleh digunakan untuk apapun. Jika tidak diketahui pemiliknya, maka seluruh keuntungan tersebut harus dishadaqahkan kepada fakir miskin dengan izin marja taklid Anda. Wallahu Al-‘Alim.

Pertanyaan – 9:

Bagaimana hukumnya menerima hadiah atau hibah -baik berupa barang maupun berupa makanan dan minuman- dari seseorang yang melakukan muamalah jual beli MLM (Multi Level Marketting) ?

Jawab:

Hukumnya tidak boleh mengambil dan menerima hadiah tersebut, jika “diketahui” bahwa hadiah itu dibeli dengan uang keuntungan muamalah MLM yang tidak syar’i. Dan Anda tidak berhak menggunakannya, karena hadiah dari muamalah semacam itu dianggap sebagai majhulul malik (pemiliknya tidak diketahui).

5. Model MLM di Iran

Beberapa nama dan model muamalah batil yang sering disebut di Iran, sama dan mirip bentuknya dengan MLM. MLM di Iran disebut dengan Pyramid (Heram) atau Gold Quest. Tapi kalau kita lacak di internet maka kita akan temukan ketiga nama ini (MLM, Pyramid, Gold Quest) dalam bentuk dan model bisnis yang sama dan tidak berbeda sama sekali. Jadi kita tidak perlu ragu bahwa model dan bentuk MLM yang ada di Indonesia tidak jauh berbeda dengan yang ada di Iran. Mungkin yang berbeda hanyalah nama dan cara kerjanya saja yang bersifat partikular, adapun secara prinsip kerja bisnis tidak memiliki perbedaan sama sekali.

Nah, sistem bisnis inilah -setahu saya- semua marja yang besar dan terkenal, baik di Iran maupun di Irak, mengharamkannya.

6. Dalil Keharamannya[1]

Adapun mengenai dalil keharamannya, sesuai dengan yang dapat kita pahami adalah; bahwa sistem bisnis ini tidak memenuhi syarat-syarat bisnis islami sehingga MLM ini tidak termasuk dari salah satu muamalah islami yang terdapat di daam fiqih islam. Dengan kata lain bahwa MLM tidak termasuk muamalah mudharabah, musyarakah, ju’alah, ijarah, dll. Lagian sistem ini mengandung dampak psikologi ekonomi, dan sosial yg destruktif (sesuai dgn bahasan dan kajian ahli di negara Rep. Islam Iran). Misalnya uang masyarakat akan dikeruk dan dibawa ketempat atau negara yang menjadi pusat bisnis ini. Bisnis ini tidak terkontrol kerjanya oleh negara dan merugikan negara serta membawa keluar negeri aset keuangan negara tanpa dikontrol.

Pada prinsipnya penghukuman terhadap sesuatu itu berdasar atas tinjauan mashalat (konstruktif) dan mudharat (destruktif). Sistem perekonomian masyarakat sebelum kedatangan Syariat Islam yang terakhir itu berjalan sesuai dengan prilaku-prilaku masyarakat manusia yang berakal. Di antara system-sytem yg dijalankan, terdapat yang konstruktif dan juga ada yang destruktif. Contoh yang paling nyata yang konstruktif adalah sistem barter yang adil untuk saling memnuhi kebutuhan masing-masing. Dan contoh yang destruktif adalah riba. Agama Islam yg membawa syariat akhir ini membenarkan dan menta’yid sistem yg mengandung nilai konstruktif dan melarang serta menegasikan sistem yang mengandung nilai destruktif.

Bagaimana dengan sistem MLM jika ditinjau dari parameter konstruktif dan destruktif dengan tinjauan berbagai dimensi serta landasan hukum Islam tentunya (yakni al-Qur’an, al-Hadits, akal, dan ijma)?. Dan dalam masalah ini, kita tidak bisa memandangnya konstruktif dalam tinjauan yang parsial, seperti memudahkan orang mendapat pekerajaan.

Yang jelas, untuk konteks sekarang, kita tidak menemukan satupun marja (ulama Syi’ah Imamiyah) secara valid yang membolehkan berbisnis dengan cara ini. Dan negara RII secara undang-undang memerangi sistem bisnis ini dan memberi sangsi hukum yang berat terhadap pelanggarnya serta kami di sini sering menyaksikan ditayangan TV berbagai jaringan MLM yg digulung oleh petugas hukum dan keamanan Iran.

Jadi, keberadaan MLM dan bentuk operasionalnya pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan berbagai bentuk dan model yang telah diciptakan oleh otak-otak Yahudi ini utk merusak perekonomian suatu masyarakat (menurut sumber acara TV MLM dicipta oleh otak Yahudi).

Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh sistem ini di antaranya; – mengeruk uang dari suatu masyarakat yg kemudian dibawanya ke luar negeri (misalnya As dan Eropa atau yang punya kepentingan dengan bisnis tsb), – merusak psikologi individu dengan mengiming-imingi mereka menjadi cepat kaya dalam tempo yang sangat singkat, – merusak hubungan individu tsb dengan keluarga dan kerabatnya serta masyarakatnya dengan membentuk individu tsb melihat bahwa keluarga, sahabat, kerabat, dan masyarakatnya inilah yang paling dekat untuk dijadikan members MLM dan obyek pengejaran bisnisnya, – Individu yang telah terasuki sistem ini menjadi kurang produktif, kurang bersemangat, kurang kinerja selain dari apa yg menjadi ambisinya dalam bentuk bisnis tsb, sehingga jika ia seorang mahasiswa boleh jadi ia meninggalkan bangku kuliah dan jika ia seorang usahawan boleh jadi ia meninggalkan usahanya berpindah kepada usaha yang menurut mimpinya lebih menjanjikan keuntungan yang lebih besar, – jika bentuknya adalah penjualan barang, maka harga barang tsb sangat mahal dan tidak sesuai dengan kualitasnya dan juga akan kita lihat jumlah penjualan barang akan cuma menguntungkan bagi top leadernya dalam mendapatkan bonus-bonus yang tidak masuk akal dari dimensi kadar kerjanya dengan bonusnya yang sangat besar, – dan yang paling urgen saya pikir misi ideologisnya dalam medan peperangan ekonomi antara upaya mewujudkan ekonomi Islami yang jauh dari berbagai bentuk penindasan dan penyelamatan psikologi serta maknawi individu muslim dengan ekonomi destruktiv, eksploitatif, dan imajinatif.

Model bisnis ini dilarang di Iran secara undang-undang dan diperangi oleh negara. Dan ini ada hubungannya dengan peperangan ekonomi yang bernuansa ideologis.

Satu dimensi juga yg saya lihat dari sistem ini, ia tidak menumbuhkan jiwa produktivitas, dalam artian kita tidak berpikir untuk menciptakan medan-medan produksi barang atau jasa untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat, tetapi hanya menumpang pada sistem dan produk serta barang org lain tanpa mau berpikir mencipta produk dan jasa untuk orang lain.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Qum al-Muqaddasah, 30 Jumadil Awwal 1432 H

14 Urdibehesy 1390 H Sy = 4 Mei, 2011 M.

Bahan Tulisan:

1. At-Taswiqul Harami, Abul Qasim Aliyan nejadi.

2. Istiftaat Rahbari.

3. Tulisan ust. Syamsunar.

4. Tulisan ust. Akmal.

Festival Syair di Iran dengan Kehadiran Abdurrahman Qhardawi

Iran:
Festival Syair dengan Kehadiran Abdurrahman Qhardawi

 

Festival syair dan kesusasteraan menjadi lebih semarak dengan kehadiran seorang penyair revolusioner asal Mesir, Abdurrahman al Qhardawi dan para penyair revolusioner Islam Iran.
Festival Syair dengan Kehadiran Abdurrahman Qhardawi

Menurut Kantor Berita ABNA, festival syair dan kesusasteraan menjadi lebih semarak dengan kehadiran seorang penyair revolusioner asal Mesir, Abdurrahman al Qhardawi dan para penyair revolusioner Islam Iran. Malam Festival yang diselenggarakan atas kerja sama Majma Jahani Ahlul Bait dan Daftar Tabligat Islam ini berlangsung Jum’at pekan lalu yang dihadiri oleh beberapa penyair Arab dan penggemarnya dari berbagai Negara.

Abdurrahman al Qhardawi yang merupakan putra dari ulama besar Yusuf Qhardawi tidak sebagaimana ayahnya yang belakangan ini menunjukkan permusuhannya kepada mazhab Syiah. Beliau mengambil jalan yang bertentangan dengan ayahnya bahkan simpatik terhadap mazhab Ahlul Bait ini, bahkan disinyalir telah menjadi Syiah.

Beliau pernah mendendangkan lagu qasidah yang syairnya memuji sikap perlawanan dan perjuangan Sayyid Hasan Nasrullah dalam sebuah majelis hari syuhada di Beirut, Lebanon. Sehingga ketika itu tersiar kabar beliau telah masuk Syiah, namun beliau menampik berita tersebut.

Di zaman pemerintahan diktator Husni Mubarak, beliau dengan beraninya telah membaca syair berjudul الهاتک بامرالله dan تسبیح رییسجمهور.

Abdul Rahman merupakan salah seorang aktivis pemuda Mesir yang turut tinggal di Maidan Tahrir dalam hari-hari revolusi Mesir. Beliau telah mengabadikan kenangan hari-hari tersebut di dalam halaman situs web yang berjudul یومیات ثورة الصبار.

 

Abdul Rahman al-Qardawi telah mengunjungi Iran selama seminggu sebagai ilmuan dalam bidang kebudayaan dan kesusasteraan Mesir. Majma’ Jahani Ahlul Bait telah mengundang beliau dan delegasinya yang terdiri dari peneliti Universiti Al-Azhar Dr Alawi Amin,  Percetakan dar al-Masyruq Adil al-Mu’allim, wartawan Ahmad al-Suyufi dan pemimpin Jabatan Agama Yayasan al-Ahram pn. Amani Majid.

Dr. Alawi Amin pernah menulis sebuah kitab berjudul ‘Abu Talib seorang Muslim’, yang dicetak oleh Dar Al-Masyruq, salah satu penerbit yang terbesar di dunia Arab. Yayasan Al-Ahram yang memiliki penerbitan 19 surat khabar dan majalah merupakan institut penerbit Mesir yang berusaha menyelaraskan maklumat revolusi Mesir setelah kejatuhan presiden Husni Mubarak.

Delegasi seminggu ke Iran ini membuka peluang penting untuk memperbaharui hubungan budaya antara dua negara besar muslim, yaitu Mesir dan Iran sebagai generasi revolusi Islam.

 

Kecintaan kepada Ahlul Bait Wajib Sebagaimana Puasa dan Shalat

Ceramah Ulama Al Azhar di Qom:
Kecintaan kepada Ahlul Bait Wajib Sebagaimana Puasa dan Shalat

 

Penduduk Mesir adalah pengikut setia dari ayat Al-Qur’an yang berbunyi, “Wahai Nabi, sampaikan kepada mereka, aku tidak meminta upah apapun atas dakwahku, kecuali kecintaan kepada keluargaku”. Dari ayat tersebut, menunjukkan kecintaan kepada keluarga Nabi adalah sesuatu yang wajib, sebagaimana wajibnya shalat dan puasa bagi orang-orang yang beriman.
Kecintaan kepada Ahlul Bait Wajib Sebagaimana Puasa dan Shalat

Menurut Kantor Berita ABNA, Dr. Syaikh Alawi Amin, ulama senior Mufti Mesir yang juga menjabat sebagai guru besar Ushuluddin universitas Al Azhar Mesir dalam kunjungannya ke Iran  menyempatkan diri berziarah ke makam Sayyidah Maksumah di Qom dan turut menyelenggarakan shalat Jum’at bersama ribuan warga Qom, Jum’at 27 Mei 2011. Sebelum pembacaan khutbah Jum’at dimulai, beliau diberi kesempatan untuk menyampaikan ceramah singkatnya.

Redaksi ABNA menuliskan ceramah singkat beliau sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirahim

Teriring salam Allah swt bagi kekasih-Nya yang sangat dicintai-Nya, Rasululah saww. Salam juga buat ibu pelanjut keturunan Nabi, Fatimah az Zahra dan istri dari Waliyullah Ali as yang oleh Rasulullah saww diantara kaum Muhajirin dan Anshar dikenal sebagai saudaranya yang paling layak sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa as.

Dan bukan sebuah kebetulan jika keturunan nabi Musa as dilanjutkan oleh saudaranya Harun sebagaimana generasi suci Rasulullah saww dilanjutkan oleh Imam Allah as, yang kemudian dilanjutkan oleh dua pemuda suci Imam Hasan as dan Imam Husain as.

Bapak-ibu yang saya hormati

Saya berasal dari Negara Mesir. Sebuah Negara dimana terkubur sebagian tubuh Imam Husain as dan juga tempat Zainab as saudara perempuan Husain as pernah bermukim. Saya tidak punya cukup banyak waktu untuk mengungkapkan begitu besarnya kecintaan rakyat Mesir kepada Ahlul Bait Nabi saww. Penduduk Mesir adalah pengikut setia dari ayat Al-Qur’an yang berbunyi, “Wahai Nabi, sampaikan kepada mereka, aku tidak meminta upah apapun atas dakwahku, kecuali kecintaan kepada keluargaku”. Dari ayat tersebut, menunjukkan kecintaan kepada keluarga Nabi adalah sesuatu yang wajib, sebagaimana wajibnya shalat dan puasa bagi orang-orang yang beriman.

Atau sebagaimana termaktub dalam hadits yang sangat masyhur dari Rasulullah saww, “Saya meninggalkan bagi kalian, dua hal yang sangat berharga, dan barangsiapa yang berpegang teguh terhadap keduanya sepeninggal saya, tidak akan tersesat selama-lamanya. Salah satu dari selainnya lebih tinggi kedudukannya. Yakni Kitabullah Al-Qur’an yang merupakan tali Ilahi dari langit ke bumi dan keturunanku yang suci. Keduanya tidak akan terpisah sampai aku berada di telaga al Haudh di surga. Perhatikan bagaimana tindakan kalian sepeninggalku terhadap keduanya.”

Kecintaan kita kepada Ahlul Bait as sesungguhnya berpusat kepada kecintaan kepada Imam Husain as, penghulu para syuhada dan sahabat-sahabat setia beliau. Bagi setiap muslim dan yang menjadikan Lailahaillallah Muhammadarrasulullah sebagai syiar hidupnya wajib memberikan kecintaan kepada Imam Husain as dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupannya..

Karbala pada hakikatnya adalah cahaya Islam di muka bumi ini. Orang-orang yang tergabung dalam laskar Imam Husain as adalah satu umat yang saat itu paling mewakili Islam, sebab mereka tetap bertahan untuk menjalankan perintah dien yang suci dalam menghadapi kezaliman Bani Umayyah yang berupaya untuk mematikan syiar Islam.  

Kezaliman dan rezim yang zalim adalah dua alasan besar yang memicu setiap pergerakan revolusi. Revolusi Imam Husain as adalah sebesar-besarnya kebangkitan dalam Islam. Dan revolusi Islam yang terbesar di masa modern ini adalah revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra. Beliau adalah keturunan dari Imam Husain dan Fatimah az Zahrah, dan setiap muslim wajib untuk mengikuti jalan orang besar ini sebagaimana saat ini rakyat Mesir berupaya mengikuti apa yang telah beliau lakukan, menggulingkan kediktatoran.

Mengenai Revolusi Bahrain

Namun mengenai kebangkitan rakyat Bahrain, saya harus menyampaikan keterzaliman mereka yang tiada tara. Mereka harus terlibat dalam perang yang tidak seimbang dan tidak adil. Menurut saya, mereka yang telah melancarkan permusuhan kepada rakyat berlindung kepada kebencian mazhab untuk kepentingan politik mereka. Turut campurnya Negara-negara Teluk Persia di Bahrain dan juga Amerika Serikat sebab Bahrain adalah sebuah Negara yang memiliki nilai penting yang sangat strategis. Mengapa tidak ada Negara-negara Arab yang turut campur dengan urusan dalam negeri Yaman? Mengapa mereka justru melakukan sikap yang berbeda mengenai konflik internal yang terjadi di Bahrain? Itu karena saham-saham dan kekayaan mereka di Bahrain menjadi terancam dengan adanya kebangkitan rakyat.

Apakah hal tersebut adalah sesuatu yang masuk akal, hendak menghentikan aksi unjuk rasa rakyat dengan penyerangan secara militer?. Setiap orang dari demonstran Bahrain dengan tangan kosong harus menghadapi tentara Bahrain dan tentara Saudi yang bersenjata lengkap. Apakah mereka yang hanya sekedar menuntut hak-haknya dalam politik, ekonomi dan keadilan harus diserang sedemikian rupa? Para pemimpin-pemimpin Arab harus tahu, pengingkaran terhadap hak-hak asasi rakyat adalah dosa besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt.

Untuk menutup pembicaran saya yang singkat ini, sekali lagi saya sampaikan salam rakyat Mesir bagi seluruh rakyat Iran. Semoga Allah swt tetap menjaga kalian dan revolusi Islam kalian. Insya Allah.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

MUKTAMAR RABITHAH ALAWIYAH KE-23 SET BACK 100 TAHUN

Sumber : http://www.rabithah-alawiyah.org/id/?p=434
Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Robbul Alamin karena penyelenggaraan Muktamar Rabithah Alawiyah ke 23 yang diadakan di Depok pada tanggal 27-29 Mei 2011 atau bertepatan dengan tanggal 23-25 Jumada Al Akhiroh 1425 H, telah berjalan dengan lancar dan sukses.

Penyelenggaraan pembukaan dan sidang-sidang Muktamar kali ini berlokasi di Hotel Bumi Wiyata, Depok – Jawa Barat, dibuka oleh Bapak Wawan Sofwan yang mewakili Gubernur Jawa Barat. Hadir pula dalam acara pembukaan Muktamar Ketua ICIS (International Conference of Islamic Scholars), Wakil Walikota Depok DR. Idris Abdussomad dan utusan Kapolsek Depok beserta Ketua Al Irsyad H.Abdullah Al Jaidi dan juga Ustadz Ali bin Abdurrahman Assegaf.

Sebagaimana beberapa Menteri menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah sidang Muktamar, meski kesibukan mereka, bapak-bapak Menteri tersebut adalah Bpk. Menteri Agama H.Suryadharma Ali, Bpk. Menteri Sosial H. Salim Seggaf AlJufri, Bpk. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadhil Muhammad.

Jalannya sidang-sidang dalam Muktamar cukup lancar walaupun disertai perdebatan yang hangat namun penuh pengertian dan dalam suasana kekeluargaan. Begitu pula dengan keputusan-keputusan sidang yang pada akhirnya menjadi keputusan Muktamar yaitu :

1. Menyempurnakan Anggaran Dasar yang ada dengan penyesuaian yang lebih sistematis dan terpadu.

2. Menyetujui garis-garis besar Program Kerja Rabithah Alawiyah masa bakti 2011-2016.

Hasil keputusan Muktamar ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan oleh pengurus baru beserta jajarannya dengan penuh tanggungjawab dan diharapkan dapat bermanfaat bagi keluarga besar Alawiyin khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

Keberhasilan yang diperoleh dari Muktamar ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan semua pihak yang peduli terhadap Rabithah Alawiyah baik berupa bantuan finansial, sarana dan perlengkapan dan juga dukungan moril, terutama dari pihak Daarul Aitam dan Jami’atul Kheir serta bantuan pemikiran dari para tokoh Alawiyin.

Mudah-mudahan kepengurusan Rabithah Alawiyah periode 2011-2016 dan cabang-cabangnya di seluruh Indonesia dapat melaksanakan amanat Muktamar Rabithah Alawiyah ke 23 dengan sukses dan mendapat ridho Allah SWT, amin.

Wassalamu’alaikum wr.wb.


______________________________________________________________________________________________________________________________________
CATATAN PERJALANAN : Kongres Rabithah Alawiyah ke 23 telah berakhir 27-29 Mei 2011 di Depok dan mengamendemen anggaran dasar pada pasal azas organisasi yg semula hanya ada kalimat mengikuti thoriqoh Alawiyah tetapi di tambahkan dengan Rabithah Alawiyah berazaskan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, berakidahkan Al-asy-ariyah dan menganut Thoriqoh ALawiyah dlm Tasawuf……kita tunggu saja kehancurannya karena telah menjadi organisasi sektarian dan sponsor utama perpecahan Alawiyyin bahkan ditegaskan bahwa pengurus haruslah seorang yg bermazhab ASWAJA . Dewasa ini pada kenyataannya komunitas Alawiyyin terdiri dalam dua mazhab besar yaitu Ahlussunnah dan Syi’ah dan Rabithah Alawiyah tak bisa menafikan realita ini.SEBAGAIMANA ALAWIYYIN YG SUNNAH, ALAWIYYIN YANG SYI’AH PUN MEMILIKI TRADISI DAN AKAR KESEJARAHAN YG JELAS. Tragedi Rabithah tsb menempatkan segenap pengurus dan pendukungnya menjadi sebatas Alawiyyin biologis. Padahal ketertautan ideologislah yg menentukan kebersamaan kita kelak dgn Sang Nabi al-Musthafa saww di Hari Kebangkitan. Ala kulli hal, kita berlepas diri dari segala kebodohan yg ditorehkan oleh mereka.

Dan bagaimana jika robithoh dihadapkan pada kalimat dibawah ini ? الإمام الحسن العسكري عليه السلام : ليس من شيعتنا من وافقنا بلسانه و خالفنا في أعمالنا و آثارنا,و لكن شيعتنا من و افقنا بلسانه و قلبه و اتبع آثارنا و عمل بأعمالنا , أولئك شيعتنا

Imam Alhasan al-askari as : Bukan termasuk bagian dari pengikut kami siapa aja yg sesuai dg kami pembicaraannya,dan bertolak belakangi dg amalan2 kami,serta peninggalan2 kami,akan tetapi pengikut kami adalah siapa saja yg sesuai dg kami pembicaraan dan hatinya,serta mengikuti peninggalan tata cara kami dan beramal ( dalam ibadah ) sesuai dg amal2 kami.Mereka itulah pengikut kami

robitoh yang seharusnya sebagai naungan alawiyyin namun sekarang bukan sebagai naungan alawiyyin namun sebagai naungan sebagian oknum, ala kulli hal kita sudah berada di tempat yang benar dan kita berada di dalam naungan Ahlull Bait yang mana itu lebih berarti bagi ana dari pada hanya robitoh dan juga perlu kita ketahui coba kita lihat apa saja manfaat robitoh buat kita selama ini??

Isyu sektarian begitu mengemuka di sidang2 Muktamar Rabithah Alawiyah ke 23 dan al-bayyinat sebagai sponsor moral berhasil menanamkan virus trakfir kepada para muktamirin. Yang sangat mengecewakan adalah Habib Rizq Shihab dan segenap pengurus lama ikut mengawal dan menyetujui perubahan anggaran dasar yang mana sebelumnya disebutkan bahwa Rabithah Alawiyah berpedoman kepada Thoriqoh Alawiyyah tanpa embel-embel menjadi dan mengalami perubahan dan penambahan dengan alasan yg tak logis bahwa Thoriqoh Alawiyyah itu netral dan baik Sunnah maupun Syi’ah bisa mengklaim bahwa mereka pengamal thoriqoh alawiyah. Maka jadilah kalimat itu berbunyi bahwa Rabithah Alawiyah berfaham Ahlussunnah wal Jama’ah, berakidah Al-Asy’Ariyah dan Thoriqoh Alawiyah dalam tasawuf.>>>>KESIMPULAN : RABITHAH ALAWIYAH DI USIANYA YG KE 83 MENJADI MUNDUR 100 TAHUN DALAM LANGKAH PERJUANGANNYA BAHKAN MENJADI AGEN PERPECAHAN ALAWIYYIN DAN SPONSORSHIP KEBATHILAN.

Ala kulli hal, perubahan Anggaran Dasar Rabithah tsb adalah sebuah pengkhianatan atas kerja-kerja pendahulu yg arif. Materi-materi Anggaran Dasar tsb dipaksakan oleh oknum-oknum tertentu yg sakit jiwa dan diaminkan oleh yg lain tanpa memperdulikan aspirasi yg berbeda. Zaman sudah semakin mendekati akhir, Rabithah malahan mengalami degradasi yg fatal.

Bagaiamna kita bisa menjalankan progarm-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial sementara implementasi Ukhuwah tak tek tercermin dalam garis kebijakan Organisasi, Ukhuwah Islamiyah sebagai prasyarat menuju kejayaan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin telah dikerdilkan dan dibajak dengan keputusan sektarian yang mengikat dan tercantum dalam perubahan anggaran dasar secara eksplisit, mengembangkan Islam yang inklusif, non sektarian tanpa sekat golongan dan mazhab menjadi jauh dari harapan padahal kita semua tahu karena Fanatisme Mazhablah yang selama ini menjadi akar dari segala bencana.

Pernyataan sikap DPP Rabithah Alawiyah Tahun 2007 inilah yang menjadi salah satu rujukan utama dan juga saran kelompok takfir lintas mazhab agar terjadi perubahan Anggaran Dasar pada Muktamar ke 23 Mei 2011 di Jakarta…SELAMAT BERMUKTAMAR DAN SELAMAT JALANKAN AGENDA MUSUH-MUSUH ISLAM ( ZIONIS, SALIBIS INTERNASIONAL, KELOMPOK FANATIS/TAKFIR LINTAS MAZHAB)DENGAN ISYU PERBEDAAN MAZHAB AGAR SUNNAH-SYI’AH SELALU DALAM PERSETERUAN ABADI Dengan tujuan islam hanya bisa dilemahkan dan dilumpuhkan dari dalam dengan tetap konsisten memilihara konflik internal …NUAUDZUBILLAHI MIN DZALIK!!!

Syi’ah Percaya Akan Kejujuran & Keilmuwan Imam-Imam Madzhab Ahlul Sunnah Wal-Jama’ah.

As-Sayyid Syarafuddin al-Musawi al-’Amili seorang ulama Syi’ah dengan tegas menjelaskan: ” Bila dalam kenyataannya kami kaum Syiah tidak berpegang kepada Madzhab Asy’ari dalam hal usuluddin dan madzhab yang empat dalam cabang syari’at, maka ini sekali-kali bukan kerana kami taksub; bukan pula kerana meragukan usaha ijtihad para tokoh-tokoh madzhab tersebut.Dan juga bukan kerana kami menganggap mereka itu tidak memiliki kemampuan, kejujuran, kebersihan jiwa atau ketinggian ilmu dan amal, tetapi sebabnya ialah bahawa dalil-dalil syari’ah telah memaksa kami untuk berpegang hanya kepada madzhab Ahlul Bayt AS, ahli rumah Rasulullah SAW, pusat Nubuwwah dan Risalah, tempat persinggahan para malaikat, dan tempat turunnya wahyu al-Qur’an. Maka hanya dari merekalah kami mengambil cabang-cabang agama dan aqidahnya, usul fiqh dan kaedahnya.Pengetahuan tentang al-Qur’an dan al-Sunnah. Ilmu-ilmu akhlak, etika dan moral. Hal itu semata-mata kerana tunduk pada hasil kesimpulan dalil-dalil dan bukti-bukti. Dan sepenuhnya mengikuti petunjuk dan jejak penghulu para Nabi, Rasulullah SAW.” [As-Syarafuddin al-Musawi,al-Muruja’at (Dialog Sunnah-Syi’ah, Penerbit Mizan,hlm.17-18]

Jamiat Kheir atau Budi Utomo Sebagai Pelopor Kebangkitan Nasional ?

Setiap peringatan hari kebangkitan nasional, bangsa Indonesia menyisakan perdebatan klasik soal organisasi mana yang paling layak dianggap sebagai pelopor kebangkitan itu. Ada dua kutub utama yang muncul sebagai pemicu tonggak semangat kemerdekaan Indonesia tersebut, yaitu Budi Utomo dan Sarekat Islam.

Dalam pemahaman yang berkembang selama ini, kelahiran Budi Utomo pada 1908 menjadi tonggak sejarah nasional Indonesia. Budi Utomo yang didirikan oleh Soetomo dan para mahasiswa Stovia memberikan kontribusi dalam gerakan nasionalnya. Namun sejumlah pihak mempertanyakan organisasi yang berasal dari kaum priyayi ini, karena dianggap tidak sepenuhnya memperjuangkan kaum pribumi. Pihak tersebut menyatakan bahwa Budi Utomo bukanlah gerakan pertama yang mempelopori kebangkitan nasional, melainkan Sarekat Islam yang berdiri sejak 1911. Dalam persoalan pembebasan dan emansipasi, Budi Utomo melibatkan kalangan priyayi di Jawa dan Madura sedangkan Sarekat Islam memperjuangkan emasipasi hak-hak politik dan partisipasi politik rakyat secara luas.

Jika ditelusuri kembali sejarah berdirinya Budi Utomo, organisasi ini berdiri sebagai kebijakan balance of power dari pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini didirikan untuk mengimbangi gerakan kebangkitan pendidikan Islam yang dipelopori oleh Jamiat Kheir yang didirikan pada tahun 1901 di Jakarta, dengan proses yang berliku-liku baru mendapat pengesahan tanggal 17 Juli 1905. Organisasi modern pertama di Indonesia ini didirikan oleh elit Hadrami dan bangsawan Arab dari keluarga sayyid bin Syahab dan al-Masyhur.

Diawali pada tahun 1898, beberapa tokoh dari kalangan masyarakat Arab sepakat untuk membuat suatu perkumpulan yang bertujuan membantu kondisi sosial masyarakat Arab. Berulangkali para tokoh masyarakat Arab mengadakan rapat untuk mewujudkan cita-cita mereka membantu kondisi sosial masyarakat muslim dan rencana mendirikan lembaga pendidikan Islam modern, yang merupakan semangat penolakan mereka terhadap kebijaksanaan kependidikan yang diterapkan pemerintah kolonial Belanda. Cita-cita tersebut sesuai pula dengan gagasan mufti Betawi sayid Usman bin Abdullah bin Yahya agar ummat Islam membangun suatu lembaga pendidikan agama untuk menangkal kristenisasi melalui sekolah-sekolah negeri

Pada tahun 1901 sebagai langkah permulaan beberapa tokoh masyarakat Arab berinisiatif mendirikan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan berdasarkan Islam, yang diberi nama Jamiat Kheir. Pada mulanya organisasi ini dimaksudkan sebagai wadah kerjasama dan perlindungan, tapi mencerminkan pula sentimen keagamaan yang kuat dari pendiri-pendirinya, yang selalu siap memberi bantuan pada tiap organisasi dan pergerakan yang condong pada Islam. Karena anggota dan pemimpin organisasi ini pada umumnya terdiri dari orang-orang yang berada, maka mereka dapat menggunakan sebagian besar waktunya untuk perkembangan organisasi tanpa merugikan usaha mereka untuk pencaharian nafkah. Mungkin hal ini pulalah yang menjadi salah satu penyebab utama yang menunjang kemajuan dan perkembangan Jamiat Kheir.

Banyak tulisan-tulisan anggota Jamiat Kheir tentang pergerakan Islam di Indonesia, juga tentang apa yang mereka anggap sebagai penindasan pemerintah Hindia Belanda terhadap penduduk muslim Indonesia. Tulisan-tulisan ini dimuat dalam surat kabar dan majalah di Istanbul, Syria dan Mesir, diantaranya dalam majalah al-Manar. Karena publikasi Jamiat Kheir cukup luas, maka intimidasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda sampai juga ke telinga dunia internasional dan mendapat cukup perhatian dari mereka. Salah satu diantaranya adalah dari pemerintahan Usmani di Turki. Pemerintah Usmani Turki kemudian mengirimkan utusannya ke Batavia, yaitu Abdul Aziz al-Musawi dan Galib Beik. Disebutkan bahwa tujuan kedatangan mereka untuk menyelidiki keadaan kaum muslim di Indonesia.

Dapat dikatakan upaya penyelidikan ini sedikit banyak dipengaruhi juga oleh berita-berita anggota-anggota Jamiat Kheir yang dikirim ke Turki. Namun kedua konsul ini juga mendapatkan tekanan dan intimidasi dari pemerintah Hindia Belanda. Tekanan dan intimidasi dari pemerintahan Hindia Belanda kepada Jamiat Kheir menyebabkan semakin eratnya hubungan persaudaraan antara masyarakat Arab dan masyarakat pribumi Indonesia. Hal ini membuat Belanda menjadi semakin takut dan cemas, apalagi Jamiat Kheir merupakan penghubung antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Usmaniyah di Turki yang sangat simpati dengan perjuangan kemerdekaan di Indonesia.

Untuk mengantisipasi dan mengimbangi jiwa nasionalisme Jamiat Kheir, maka atas inisiatif Bupati Serang yang juga anggota organisasi Jamiat Kheir, Ahmad Djajadiningrat, dibangunlah sebuah organisasi imbangan yang juga berada di Batavia. Organisasi tersebut harus dipimpin pula oleh bangsawan karena murid-murid Jamiat Kheir pun ada yang dari kalangan bangsawan Jawa, antara lain Ahmad Dahlan yang kelak menjadi pendiri Muhammadiyah. Hal ini sejalan dengan dugaan Haji Agus Salim yang menyatakan bahwa banyak anggota Budi Utomo sebelumnya adalah anggota Jamiat Kheir.

Adapun nama organisasi tandingannya, menurut Ahmad Djajadiningrat harus sama pula seperti Jamiat Kheir. Untuk itu dipilihlah nama Budi Utomo. Nama ini sebagai pengalihbahasaan dari bahasa Arab ke bahasa Jawa. Jamiat Kheir mempunyai arti ‘perkumpulan yang baik’, kemudian jika diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa menjadi Budi Utomo. Akan tetapi terdapat perbedaan yang mendasar di antara keduanya, jika Jamiat Kheir lebih mengutamakan amal saleh menurut ajaran Islam, Budi Utomo juga mengutamakan laku utama menurut ajaran Jawa.

Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya ‘Api Sejarah’ halaman 346 menulis : ‘apabila Jamiat Kheir mengimani manusia sebagai ciptaan Allah, Sutomo mempercayai manusia sebagai penjelmaan akhir Tuhan. Bila Jamiat Kheir menganjurkan sholat, sebaliknya Sutomo sebagai pendiri Budi Utomo mempercayai dirinya sebagai penjelmaan terakhir dari Tuhan, sesuai ajaran agama Jawa mengajarkan manusia tidak perlu mendirikan shalat’.

Begitu pula dengan berdirinya Sarekat Islam, di mana pendirinya Haji Samanhudi terpengaruh dan terinspirasi oleh jiwa nasionalisme keturunan Arab yang tergabung dalam Jamiat Kheir, membentuk organisasi Sarikat Dagang Islam yang kemudian hari menjadi Sarikat Islam. Peran Jamiat Kheir membantu Sarikat Islam dalam membangkitan perlawanan ekonomi terhadap Cina dibuktikan dengan banyaknya anggota Jamiat Kheir yang menjadi pengurus dan anggota Sarikat Islam.

Robert Van Niel dalam bukunya ‘The Emergence of the Modern Indonesia Elite’ menuliskan bahwa banyak anggota Sarikat Islam sebelum itu adalah anggota Jamiat Kheir. Sekalipun dalam resolusi tahun 1911 diputuskan untuk tidak lagi menerima yang bukan orang Indonesia asli sebagai anggota, tetapi banyak orang Arab tetap menjadi anggota atau aktif bekerja bersama Sarikat Islam. Di Jakarta, begitu hebat membanjirnya pendaftaran anggota Sarikat Islam sehingga pada bulan Maret 1913, untuk sementara penerimaan anggota baru harus dihentikan. Hal ini dimaksudkan agar administrasi tidak menjadi kacau.

Dalam kalangan Sarikat Islam terdapat perhatian yang besar untuk kegiatan pendidikan yang diusahakan oleh Jamiat Kheir. Pada tahun 1913, Jamiat Kheir sering dijadikan tempat rapat-rapat Sarikat Islam di Batavia. Di antara pengurusnya ialah Abdullah bin Husein Alaydrus salah satu pengurus Jamiat Kheir. Dalam kepengurusan Sarikat Islam, ia duduk sebagai ketua dan merupakan donatur utama.

Di luar Jakarta, di distrik Jatinegara dan Kebayoran dalam waktu yang singkat ribuan orang mendaftarkan diri sebagai anggota. Perkembangan yang paling dahsyat dilaporkan dari cabang Tangerang, di sini keanggotaan meningkat dalam waktu sebulan menjadi sepuluh ribu orang. Di Tangerang, ketua Sarikat Islam di pegang oleh sayid Usman al-Saqqaf dan sayid Abdurrahman al-Syatri sebagai komisioner.

Keikutsertaan anggota Jamiat Kheir menunjukkan dukungan masyarakat Arab pada Sarikat Islam. Di antaranya Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, seorang ulama terkemuka di Batavia, Ahmad bin Muhammad al-Musawa di Surabaya, Hasan Ali Surati, seorang keturunan Arab yang lama tinggal di Surat India dan pedagang yang memainkan peranan penting di belakang layar dalam kegiatan Sarikat Islam. Menurut Rinkes, (penasehat pemerintah Belanda terhadap masalah-masalah keislaman), pendirian Sarikat Islam dipengaruhi oleh ketergantungan keuangannya pada golongan-golongan Arab yang mampu di Surabaya. Bahkan menurut Korver, HOS Cokroaminoto seorang yang sangat bergantung pada beberapa orang Arab terkemuka di Surabaya.

Dalam laporan rahasia tentang kongres Sarikat Islam di Surabaya pada bulan Juli 1915 dari Dr. Hazeu dikatakan bahwa ‘pengaruh Arab atas perkumpulan ini, atau lebih tepat atas pengurus besarnya tampaknya juga cukup meningkat’. Selama kongres itu, di antara orang yang sangat menonjol peranannya menurut Dr. Hazeu adalah Hasan bin Semith, seorang keturunan Arab. Hasan bin Semith ditempatkan pula dalam comisaris centraal Sarikat Islam tahun 1915.

Di bidang jurnalistik, perjuangan Jamiat Kheir ditandai dengan diterbitkannya surat kabar Oetoesan Hindia dengan HOS Cokroaminoto sebagai pemimpin redaksi, dan juga membiayai berdirinya surat kabar Medan Priyai yang dipimpin oleh Raden Mas Tirtoadisuryo, di samping melakukan korespondensi dengan surat-surat kabar dan majalah-majalah di luar negeri seperti di Istambul Turki yang banyak memuat berita-berita dan gerakan-gerakan Islam di Indonesia. Misalnya majalah al-Manar memperoleh informasi mengenai gerakan-gerakan Islam di Indonesia dari perkumpulan Jamiat Kheir. Tidak heran jika pemerintah kolonial Belanda mengawasi dengan ketat aktivitas perkumpulan itu.

Jamiat Kheir telah menunjukkan perlawanan kepada pemerintah melalui artikel-artikel para anggotanya pada harian di luar negeri khususnya negara-negara Arab. Kedatangan utusan Turki menunjukkan bahwa Jamiat Kheir sebagai perkumpulan yang didirikan oleh keturunan Arab memang menjalin hubungan dengan kekhalifahan Turki. Hal ini menunjukkan pula bahaya Pan Islamisme dari Jamiat Kheir di mata pemerintah. Perkumpulan Jamiat Kheir ini dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial Belanda, karena pengaruhnya dapat membangkitkan semangat Islam, semangat jihad fisabilillah di kalangan kaum muslimin Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda kemudian melakukan penekanan-penekanan terhadap anggota Jamiat Kheir. Pada tahun 1917 dilakukan penangkapan dan interogasi terhadap tokoh Jamiat Kheir dan beberapa diantaranya kemudian dipenjarakan.

Pada akhirnya di tahun 1918 pemerintah memutuskan bahwa Jamiat Kheir sebagai organisasi yang didirikan oleh warga Timur Asing dilarang terlibat dalam kegiatan organisasi warga Indonesia. Dan ditekankan bahwa izin berdiri Jamiat Kheir dapat dicabut sewaktu-waktu. Menyadari kecurigaan pemerintahan terhadap perkumpulan dan penekanan-penekanannya, Jamiat Kheir kemudian mengambil strategi untuk kembali dalam Anggaran Dasarnya, khususnya dalam masalah pendidikan. Karena Jamiat Kheir sebagai perkumpulan sosial telah dicurigai pemerintah akibat kegiatan politiknya, maka pada tanggal 17 Oktober 1919 dilakukan perubahan bentuk perkumpulan menjadi yayasan pendidikan. Pada tanggal tersebut Jamiat Kheir berubah menjadi Yayasan Pendidikan Jamiat Kheir berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan School Djameat Geir, tertanggal 17 Oktober 1919 yang dimuat dalam akta nomor 143 notaris Jan Willem Roeloffs Valk di Jakarta. Sejak saat itu kegiatan Jamiat Kheir dilakukan melalui wadah Yayasan Pendidikan Jamiat Kheir.

Melihat peran dan kiprah Jamiat Kheir dalam gerakan kebangkitan kesadaran nasional Indonesia, mengapa kabinet Hatta (1948-1949) menetapkan Budi Utomo sebagai pelopor kebangkitan nasional, padahal jelas-jelas organisasi tersebut menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia dengan menolak sistem penerimaan keanggotaan yang tidak terbatas dari bangsawan Jawa semata, dan mengekalkan serta menguatkan agama Jawa. Bahkan Budi Utomo melalui medianya Djawa Hisworo mengangkat artikel yang menghina Rasulullah saw. Mengapa bukan Jamiat Kheir yang dijadikan tonggak sebagai pelopor kebangkitan kesadaran nasional Indonesia, yang secara faktual telah berjuang di hampir semua bidang, baik pendidikan, politik, ekonomi, dan jurnalistik. Apakah karena mereka beragama Islam dan berkewarganegaraan Timur Asing ?

Referensi :

1. Al-Gadri, Hamid, Dutch Policy Against Islam and Indonesians of Arab Descent in Indonesia, Jakarta, LP3ES, 1994.

2. Al-Masyhur, Idrus Alwi, Jamiat Kheir Mengangkat Martabat Bangsa, Jakarta, al-Mustarsyidin, 2006.

3. Kesheh , Natalie Mobini, The Hadrami Awakening, Community and Identity in The Netherlands East Indies 1900-1942, New York, Southeast Asia Program Cornell University, 1999.

4. Korver, APE, Sarekat Islam Gerakan Ratu Adil ?, Jakarta, Grafitipers, 1985.

5. Robert Van Niel, The Emergence of the Modern Indonesia Elite, DenHaag, Van Hoeve, 1960.

6. Simbolon, Parakitri T, Menjadi Indonesia, Jakarta, Penerbit Buku Kompas, 2006.

7. Suryanegara, Ahmad Mansur, Api Sejarah, Bandung, Salamadani Pustaka Semesta, 2009.

_____________________________________________________________________________

Jamiat Kheir Dan Muhammadiyah

Perkumpulan Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 dan baru mendapat persetujuan dari Gubernur Jenderal Belanda di Jakarta pada tanggal 22 Agustus 1914. Sayid Abdullah bin Alwi Alatas seorang staf Jamiat Kheir sangat berperan dalam usaha Ahmad Dahlan menghadapi kegiatan missi dan zending di Jawa ini, ia memberikan bantuan keuangan untuk berdirinya perkumpulan Muhammadiyah. Memang pada awalnya perkumpulan ini didirikan sebagai reaksi terhadap kondisi umat Islam di Hindia Belanda terutama di Jawa ketika itu yang dinilai tidak mampu menghadapi tantangan zaman karena lemah dalam berbagai bidang kehidupan. Menurut Hamka, ada tiga faktor yang melemahkan umat Islam, yang dinilai Ahmad Dahlan agak memprihatinkan, yaitu : keterbelakangan/kebodohan, kemiskinan dan kondisi pendidikan Islam yang sangat kuno, sehingga tidak mampu mengantisipasi dan bersaing dengan sekolah-sekolah Missi dan Zending.

Menurut Harun Nasution, motivasi lain yang juga menjadi pendorong Ahmad Dahlan, adalah ide-ide Muhammad Abduh yang terdapat dalam majalah al-Manar. Majalah ini juga menjadi salah satu bacaan Ahmad Dahlan terutama sekembali dari tanah suci. Ahmad Dahlan memberi perhatian besar pada pengajaran dan pendidikan serta menghindari keterlibatan dalam politik praktis. Tujuan ini sama dengan tujuan didirikannya perkumpulan Jamiat Kheir yang menekankan masalah sosial dan pendidikan. Pada Anggaran Dasar Muhammadiyah tahun 1921 tujuan dari perkumpulan ini, yang terdapat pada artikel 2 dan 3 menekankan kepada pengajaran dan pendidikan.

Setelah delapan tahun berdiri, Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh pulau Jawa bahkan seluruh Indonesia. Di tiap-tiap cabang didirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas sekolah diniyat yang khusus mengajarkan agama dan sekolah-sekolah model pemerintah yang memberikan pengajaran agama dan pengajaran umum. Dilihat dari kurikulum pengajarannya, menampilkan kesan bahwa integrasi materi pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum, mencerminkan model kurikulum yang telah dirintis oleh perguruan Islam sebelumnya, terutama Jamiat Kheir diterapkan dalam persyarikatan Muhammadiyah.

Pengaruh Jamiat Kheir terhadap Ahmad Dahlan memang terlihat dari pemikirannya tentang pendidikan Islam. Beberapa pernyataan memberi informasi bahwa Ahmad Dahlan menjadi anggota ke 770 Jamiat Kheir. Dalam pengantar buku Thariqah menuju Kebahagiaan, Muhammad al-Bagir menulis :Tertarik kepada ide-ide pembaharuan yang timbul dalam Jamiat Kheir ini, dan yang digambarkan sebagai penggerak Dunia Islam Baru yang pertama kali di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, banyak tokoh agama dan nasional mencatatkan diri sebagai anggotanya. Diantara mereka inilah terdapat tokoh-tokoh yang kemudian mendirikan perkumpulan-perkumpulan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Sarekat Islam dan Budi Utomo. Tercatat sebagai anggota antara lain KH. Ahmad Dahlan sebagai anggota nomor 770. Dari sanalah mereka mengenal bacaan-bacaan kaum reformis Islam yang didatangkan dari luar negeri.

Menurut Karel A. Steenbrink, K.H.Ahmad Dahlan adalah seorang ulama yang kegiatan pokoknya adalah berdagang dan mengajar agama baik di langgar yang dibangunnya maupun kepada kelompok murid dewasa dan kanak-kanak adalah kegiatan sampingannya. Dia bukan seorang teoritikus dalam bidang agama. Dia lebih bersifat pragmatikus yang sering menekankan semboyan kepada murid-muridnya : ‘sedikit bicara, banyak bekerja’. Dia juga merupakan salah seorang murid ulama Syafii, Syaikh Ahmad Khatib yang terkenal di Mekkah. Ali Mustafa Ya’kub mengatakan bahwa Ahmad Dahlan melakukan shalat tarawih dua puluh rakaat, sebagaimana hal tersebut dilakukan oleh KH. Hasyim Asy’ari dan pengikut madzhab Syafii di Indonesia. Bahkan saking dekatnya ikatan emosional K.H.Ahmad Dahlan dengan Ahlul Bayt beliau menyarankan bahwa segeralah membentuk organisasi otonom kaum perempuan Muhammadiyah dan nama yang diusulkan beliau adalah Fathimah dengan alasan yang paling pas nama yang disandingkan disisi Rasul Saw dalam perjuangan dan dakwah Islam adalah putri tercinta Nabi Saw Sayyidah Fathimah dan para pengikutnya dinamakan Fathimiah. Akan tetapi terjadi perdebatan diantara sahabat dan pengurus awal Muhammadiyah mengenai nama Fathimah atau Aisyah dan suara terbanyak menginginkan nama A’isyah sehingga dinamakanlah ortom itu dengan A’isyiyah( Pengikut Asiyah).

Setelah K.H.Ahmad Dahlan wafat, salah satu pemimpin Muhammadiyah selanjutnya adalah H. Mas Mansur, atas idenya Muhammadiyah mendirikan majlis tarjih pada tahun 1927, sehingga dengan berdirinya majlis tarjih, gerak langkah Muhammadiyah dalam menimbang hukum Agama tidak lagi bertaklid kepada satu madzhab dan lebih jelasnya bahwa Muhammadiyah tidak bermadzhab Syafii.

Ahmad Dahlan banyak membaca buku-buku dan majalah-majalah agama dan umum, banyak bergaul dengan berbagai kalangan, selama perjalanannya, terutama dengan orang-orang Arab, sehingga ide-idenya bertambah dan berkembang terus. karangan Sayid Abdullah Alatas.Salah satu kitab yang digemarinya adalah kitab Meskipun tidak terhitung sebagai ulama besar yang luar biasa ilmunya, tetapi beliau mempunyai hati yang bersih, berjuang karena Allah semata, jauh dari sifat takabur dan ujub, jauh dari kecintaan terhadap kemewahan dunia dan menghindari perdebatan masalah khilafiyah yang tidak membawa manfaat. Beliau meninggal pada tahun 1923. Selama beliau hidup, Muhammadiyah mengalami masa yang tentram dan damai, jauh dari hiruk pikuk perdebatan masalah-masalah khilafiyah.

Setelah K.H.Ahmad Dahlan meninggal, perkumpulan Muhammadiyah disemarakkan banyaknya diskusi-diskusi keagamaan oleh anggotanya baik secara pribadi dalam pertemuan-pertemuan maupun melibatkan perkumpulan, seperti yang terjadi pada kongres Islam di Surabaya tahun 1924. Topik utama yang didiskusikan dalam kongres ini, antara lain, adalah masalah ijtihad di seputar ajaran Muhammadiyah dan al-Irsyad. Di antara keputusan penting yang dihasilkan dalam kongres ini adalah bahwa Muhammadiyah dan al-Irsyad tidak sama dengan orang-orang Wahabi, bahwa kedua organisasi ini tidak dianggap menyimpang dari madzhab-madzhab hukum Islam, dan mereka yang melakukan tawasul tidak dianggap kafir.

Setelah terjadi perdebatan panjang, hangat dan tajam dalam kongres, para pemimpin muslim yang hadir sepakat bahwa pintu ijtihad masih terbuka dan dapat dilakukan oleh mereka yang memahami bahasa Arab dan menguasai teks-teks alquran dan hadits, menguasai ijma’ ulama, mengetahui para perawi hadits dan riwayat mereka, dan mengetahui alasan-alasan turunnya alquran dan dikeluarkannya matan-matan hadits.

Dalam perkembangan politik selanjutnya, pemimpin muslim Indonesia sukses mendirikan komite yang dinamakan Komite Khilafat yang ketuanya adalah Wondoamiseno dan wakilnya Wahab Hasbullah. Ketika memenuhi undangan dari kongres tentang kekhalifahan di Mekkah, kongres komite khilafat menolak usulan Wahab Hasbullah dan kawan-kawan yang tidak ikut serta untuk menyampaikan usulan kepada pemerintah Saudi Arabia agar tetap mempertahankan ajaran-ajaran dan praktik-praktik keagamaan empat madzhab yang sudah biasa di jalankan di sana. Disebabkan penolakan tersebut dan setelah mendapat nasehat dari Hasyim Asy’ari maka Wahab Hasbullah dan ketiga kawannya menyatakan keluar dari komite khilafat yang pada akhirnya bersama beberapa ulama, ia mendirikan perkumpulan Nahdhatul Ulama.

A. Jainuri, Muhammadiyah Gerakan Reformasi Islam Di Jawa Pada Awal Abad ke-20, hal. 105.

Junus Salam, Riwayat Hidup KH. Ahmad Dahlan Amal Perjuangannya, hal. 62.

Karel A. Steenbrink. op cit, hal. 52.

Ali Mustafa Ya’kub, Hadits Hadits Bermasalah, hal. 155.

Junus Salam, op cit, hal. 8.

Deliar Noer, op cit, hal. 248.

________________________________________________________________________________

Jamiat Kheir Dan Nahdhatul Ulama

Salah satu masalah yang menggemparkan komunitas muslim di Indonesia adalah jatuhnya kekhalifahan Turki sesudah perang dunia dan masuknya Ibnu Suud menguasai kota Mekkah dan mengubah kebiasaan yang berjalan dalam bidang ibadah. Agar kebiasaan ibadah yang sudah berjalan tetap dilaksanakan, maka KH. Wahab Hasbullah membentuk suatu panitia khusus yang disebut ‘Komite Hijaz’. Komite Hijaz inilah yang menjadi pokok pangkal berdirinya perkumpulan Nahdhatul Ulama. Organisasi ini didirikan di Surabaya tanggal 31 Januari 1926 dengan tokoh utama antara lain KH. Hasyim Asy’ari, dengan tujuan berpegang pada salah satu dari empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali) dan melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi agama dan umat Islam.

Tiga tahun kemudian utusan perkumpulan ini bertolak menuju Mekkah untuk membicarakan persoalan yang berhubungan dengan ibadat dan pengajaran agama menurut madzhab Syafii. Pada saat itu, Raja Ibnu Suud menjanjikan tidak akan bertindak terlalu keras dan memahami keinginan Nahdhatul Ulama ini.

Perkumpulan Nahdhatul Ulama menekankan keterikatannya pada madzhab Syafii dan memutuskan untuk berusaha sungguh-sungguh guna menjaga langsungnya kebiasaan bermadzhab di Mekkah dan di Indonesia. Sebaliknya dikatakan bahwa tidak terkandung maksud apapun untuk menghalangi mereka yang tidak mau mengikuti madzhab Syafii.

Diantara permintaan Nahdhatul Ulama kepada Raja Suud adalah tidak melarang kepada siapapun orang yang menjalankan madzhab Syafii dan melarang atau sehingga menyiksa siapa yang mengganggu atau menghalang-halangi atau menghina perjalanan madzhab Syafii. Jawaban dari Raja Suud mengatakan bahwa kaum muslimin bebas dalam menjalankan praktek agama dan keyakinan mereka kecuali urusan yang Allah mengharamkan dan tidak terdapat suatu dalil dari alquran, hadits dan pendapat dari salah satu empat imam madzhab.

Hubungan golongan alawi yang tergabung dalam Jamiat Kheir dengan Nahdhatul Ulama telah terjalin sejak awal berdirinya perkumpulan ini. Mereka telah lebih dulu berkiprah dalam gerakan Nahdhatul Ulama, misalnya dengan mendirikan cabang-cabangnya. Mereka banyak berperan dalam pendirian Nahdhatul Ulama. Salah satu yang banyak memberikan tenaga dan pikirannya dalam pendirian Nahdhatul Ulama ialah Idrus Bin Umar al-Masyhur.[1] Beliau aktif dalam berbagai pertemuan-pertemuan untuk mendirikan perkumpulan ini. Idrus Bin Umar al-Masyhur adalah seorang ahli bahasa dan sastra Arab. Keahliannya dalam bidang tersebut ia manfaatkan untuk menerbitkan surat kabar harian berbahasa Arab dengan nama “Hadramaut” yang berisi tentang sejarah, budaya dan politik. Koran ini dipuji oleh Amir Syakib Arsalan, seorang sastrawan, pengarang, dan sejarawan terkenal Timur Tengah, akan keindahan tata bahasa Arabnya. Menurut Amir Syakib, Koran ‘Hadramaut‘ memiliki bahasa Arab paling baik di dunia, selain di negara-negara Arab.

Golongan alawi dan Nahdhatul Ulama bersama-sama berjuang dalam mempertahankan madzhab Syafii di Indonesia. Dalam perkara khilafiyah seperti gelar sayid, kafa’ah, tahlil, qunut, keduanya saling membantu untuk mempertahankannya dari gerakan faham wahabi. Terhadap masalah kafaah misalnya, KH. Hasyim Asy’ari pernah memberikan fatwa yang mendukung perkara kafaah dalam perkawinan antara sayid dan golongan bukan sayid. Sebaliknya ulama-ulama perkumpulan ini banyak melaksanakan amalan yang berasal dari Hadramaut seperti pembacaan ratib al-Haddad, pembacaan maulid Nabi saw dan lainnya.

Diantara pengurus Nahdhatul Ulama yang aktif memelihara hubungan silaturahmi antara golongan alawi dan Nahdhatul Ulama ialah Abdullah Ubeid. Beliau merupakan salah satu lulusan madrasah al-Khairiyah Surabaya, salah satu guru beliau ialah Ahmad Bin Abdullah al-Saqqaf yang kemudian hari menjadi kepala madrasah di Jamiat Kheir Jakarta. Abdullah Ubeid berjasa dalam mempererat tali silaturahmi antara perkumpulan pemuda Nahdhatul Ulama yang bernama Da’watus Syubban dengan ‘Pemuda al-Khairiyah‘ berdasarkan hubungan organisasi. Sebelumnya hubungan yang terjadi hanya sebatas urusan dagang atau bersifat pribadi bukan secara pertalian organisasi. Da’watus Syubban kerap kali menggunakan gedung al-Khairiyah dalam mendorong para pemuda untuk menuntut ilmu yang diadakan pada malam hari. Pertemuan antara kedua perkumpulan ini membawa kesan baik dan menumbuhkan rasa bahwa kedua golongan yang bersatu ini praktis mulai bersaudara dalam arti kata yang luas. Di Jakarta, seperti pernah diungkapkan oleh tokoh Nahdhatul Ulama yang juga mantan Menteri Agama, KH. Muhammad Dahlan, kediaman Abdullah bin Alwi Alatas yang kini jadi Museum Tekstil di daerah Jati Petamburan pernah digunakan untuk muktamar perkumpulan Nahdhatul Ulama.[2]

[1] H. Abubakar, Ibid, hal. 226.

[2] Alwi Shahab, Saudagar Baghdad dari Betawi, hal. 5.

Ketidak Pedulian terhadap Hijab, Pemicu Kerusakan Moral

Ayatullah Makarim Syirazi berkata, “Hijab bukan hanya menebarkan manfaat namun juga dapat mencegah kemungkaran ataupun ketidak amanan yang mungkin terjadi. Kebanyakan penyebab keburukan akhlak sosial dalam sebuah Negara karena kebanyakan kaum perempuannya tidak memberikan perhatian pada persoalan hijab. Karenanya keluarga dituntut, untuk memberikan perhatian pada persoalan hijab ini, sebab ini adalah persoalan kita bersama.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al- Uzhma Nashir Makarim Syirazi mengawali pelajaran Fiqh di masjid A’dzam Qom yang diasuhnya menyangkut adab beliau berkata, “Dalam agama Islam, semua hal ada aturannnya, dan kita tidak boleh menyepelekan aturan tersebut begitu saja.”

Selanjutnya beliau menegaskan, “Dalam Islam hatta persoalan rambut ada aturannya, ini menunjukkan betapa Islam memberi perhatian kepada persoalan masyarakat.”

Ayatullah Makarim Syirazi kemudian mengarah kepada pendidikan anak, “Islam mengenai pendidikan anak memulai dari pemberian nama. Berikanlah nama-nama yang indah kepada anak, hindari pemberian nama yang bermakna jelek dan juga hindari pemberian nama yang telah ditetapkan Allah swt sebagai nama-Nya yang khusus. Islampun dalam menetapkan bahwa pemberian nama kepada anak adalah hak kedua orangtuanya, anggota keluarga lain harus memperhatikan hal ini.”

Pada bagian lainnya ceramahnya, ustad pengajar hauzah ilmiyah Qom ini kemudian membahas masalah hijab. Beliau berkata, “Mengenai hijab, dalam Al-Qur’an banyak ayat yang diturunkan khusus mengenai hijab. Menunjukkan penting dan urgennya hijab dalam Islam. Dan sebagai muslim, tidak dibenarkan sama sekali untuk melalaikan satupun ayat dalam Al-Qur’an. Menyepelekan sama halnya mengingkarinya.”

Ayatullah Makarim Syirazi lebih lanjut berkata, “Kita tahu betapa hijab memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sosial bermasyarakat, sementara masih banyak Negara-negara di dunia ini justru menetapkan pelarangan penggunaannya atau memandang negatif penggunaan hijab. Karenanya dakwah atau ajakan untuk mengetahui pentingnya hijab harus lebih digalakkan.”

“Sampai saat ini, kita masih juga mendengar pandangan buruk mengenai penggunaan hijab. Padahal berjilbab dengan serampangan atau tidak berjilbab sama sekali akan menimbulkan efek negatif dalam kehidupan sosial.” Tegas ulama yang juga sebagai marja taklid ini.

Lebih detail mengenai hijab, Ayatullah Makarim Syirazi berkata, “Hijab bukan hanya menebarkan manfaat namun juga dapat mencegah kemungkaran ataupun ketidak amanan yang mungkin terjadi. Kebanyakan penyebab keburukan akhlak sosial dalam sebuah Negara karena kebanyakan kaum perempuannya tidak memberikan perhatian pada persoalan hijab. Karenanya keluarga dituntut, untuk memberikan perhatian pada persoalan hijab ini, sebab ini adalah persoalan kita bersama.”

“Meskipun banyak Negara muslim yang menginjak-injak aturan berhijab ini, seperti Turki misalnya. Kita harus tetap memegang kukuh syariat Allah ini. Negara kita (Iran) ini berdiri berdasarkan aturan Islam karena pengorbanan para syuhada. Kita sebagai pelanjut perjuangan mereka, tidak boleh membuat darah mereka tertumpah sia-sia. Kita harus tetap menjalankan Negara ini dalam jalur Islam yang mereka perjuangkan.” Pesan beliau di akhir ceramahnya.