Festival Syair di Iran dengan Kehadiran Abdurrahman Qhardawi

Iran:
Festival Syair dengan Kehadiran Abdurrahman Qhardawi

 

Festival syair dan kesusasteraan menjadi lebih semarak dengan kehadiran seorang penyair revolusioner asal Mesir, Abdurrahman al Qhardawi dan para penyair revolusioner Islam Iran.
Festival Syair dengan Kehadiran Abdurrahman Qhardawi

Menurut Kantor Berita ABNA, festival syair dan kesusasteraan menjadi lebih semarak dengan kehadiran seorang penyair revolusioner asal Mesir, Abdurrahman al Qhardawi dan para penyair revolusioner Islam Iran. Malam Festival yang diselenggarakan atas kerja sama Majma Jahani Ahlul Bait dan Daftar Tabligat Islam ini berlangsung Jum’at pekan lalu yang dihadiri oleh beberapa penyair Arab dan penggemarnya dari berbagai Negara.

Abdurrahman al Qhardawi yang merupakan putra dari ulama besar Yusuf Qhardawi tidak sebagaimana ayahnya yang belakangan ini menunjukkan permusuhannya kepada mazhab Syiah. Beliau mengambil jalan yang bertentangan dengan ayahnya bahkan simpatik terhadap mazhab Ahlul Bait ini, bahkan disinyalir telah menjadi Syiah.

Beliau pernah mendendangkan lagu qasidah yang syairnya memuji sikap perlawanan dan perjuangan Sayyid Hasan Nasrullah dalam sebuah majelis hari syuhada di Beirut, Lebanon. Sehingga ketika itu tersiar kabar beliau telah masuk Syiah, namun beliau menampik berita tersebut.

Di zaman pemerintahan diktator Husni Mubarak, beliau dengan beraninya telah membaca syair berjudul الهاتک بامرالله dan تسبیح رییسجمهور.

Abdul Rahman merupakan salah seorang aktivis pemuda Mesir yang turut tinggal di Maidan Tahrir dalam hari-hari revolusi Mesir. Beliau telah mengabadikan kenangan hari-hari tersebut di dalam halaman situs web yang berjudul یومیات ثورة الصبار.

 

Abdul Rahman al-Qardawi telah mengunjungi Iran selama seminggu sebagai ilmuan dalam bidang kebudayaan dan kesusasteraan Mesir. Majma’ Jahani Ahlul Bait telah mengundang beliau dan delegasinya yang terdiri dari peneliti Universiti Al-Azhar Dr Alawi Amin,  Percetakan dar al-Masyruq Adil al-Mu’allim, wartawan Ahmad al-Suyufi dan pemimpin Jabatan Agama Yayasan al-Ahram pn. Amani Majid.

Dr. Alawi Amin pernah menulis sebuah kitab berjudul ‘Abu Talib seorang Muslim’, yang dicetak oleh Dar Al-Masyruq, salah satu penerbit yang terbesar di dunia Arab. Yayasan Al-Ahram yang memiliki penerbitan 19 surat khabar dan majalah merupakan institut penerbit Mesir yang berusaha menyelaraskan maklumat revolusi Mesir setelah kejatuhan presiden Husni Mubarak.

Delegasi seminggu ke Iran ini membuka peluang penting untuk memperbaharui hubungan budaya antara dua negara besar muslim, yaitu Mesir dan Iran sebagai generasi revolusi Islam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s