Di Tehran, Presiden PDK Sebut Pidato Rahbar Umumkan Perang

Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Ir. Sayuti Asyathri, menghadiri Konferensi Kebangkitan Islam Pertama yang digelar di Tehran selama dua hari, Sabtu (17/9/2011) dan Ahad (18/92011). Konferensi dihadiri para tokoh politik dan ulama pergerakan dari 80 negara dunia.

Wartawan IRIB, Ahad malam (18/9/2011), berhasil menemui Sayuti di Hotel Evin, Tehran. Ir Sayuti yang baru pertama kali berkunjung ke Iran, merasa terhormat dapat menghadiri Konferensi Kebangkitan Islam yang digelar untuk pertama kalinya. Sayuti kepada wartawan IRIB mengatakan, “Ini adalah konferensi yang luar biasa sekali di tengah gejolak dunia, khususnya di Timur Tengah dan Afrika Utara.”

Ketika mengomentari pidato pembukaan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al Udzma Sayid Ali Khamenei, Presiden PDK mengatakan, “Pidato Ayatollah Ali Khamenei dalam acara pembukaan konferensi sama halnya mengumumkan perang kepada dunia.” Dijelaskannya, Pemimpin Besar Iran secara jelas memberikan garis yang jelas dan mengingatkan kepada ummat Islam dan masyarakat independen supaya jangan percaya terhadap Pakta Pertahanan Atalantik Utara (NATO).

“Biasanya, Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato-pidatonya hanya mengecam AS dan Zionis Israel. Namun kali ini, beliau menyebutkan negara-negara lain seperti Inggris, Perancis dan Italia. Ini sama halnya dengan penentuan front, ” kata Presiden PDK, Ir Sayuti Asyathri.

Suyuti juga menambahkan, “Dalam pidato Ayatollah Ali Khamenei ditekankan soal dignity atau martabat.” Menurut Sayuti dalam ulasannya, dignity dapat dijadikan sebagai tolok ukur kemungkinan kebangkitan rakyat. Ketika dignity semakin rendah, maka kemungkinan kebangkitan rakyat semakin besar.

Lebih lannjut Sayuti menjelaskan, “Penyelenggaraan Konferensi Kebangkitan Islam merupakan ide cemerlang Republik Islam Iran. Dengan cara ini, Iran menawarkan pendekatan struktural kepada masyarakat yang bangkit.”

Ketika menjelaskan makna kebangkitan, Ir Sayuti mengulas, “Kebangkitan itu bisa diartikan dalam tiga tingkat. Pertama, tingkat civil society. Kedua, political society. Ketiga, state society. Kebangkitan di Timur Tengah dan Afrika Utara baru berada di tingkat civil society. Sedangkan Iran dengan Revolusi Islam-nya sudah mampu melewati tiga tahap itu dan sekarang berada dalam tingkat state society yang berhadapan langsung dengan arogansi dunia.” Menurut Suyuti, Iran sengaja menggelar konferensi ini untuk menarik kebangkitan di Timur Tengah dan Afrika Utara ke level berikutnya. (IRIB/AR)

Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=36307
_____________________________________________________________________________________________________________

Wawancara Presiden PDK : Iran Kehendaki “Perubahan Natural” di Indonesia

Tehran belum lama ini menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Pertama Kebangkitan Islam. Lebih dari 600 cendekiawan, akademisi dan peneliti menghadiri konferensi yang dibuka langsung oleh Pemimpin Spritual Republik Islam Iran, Ayatollah Sayid Ali Khamenei dan ditutup oleh Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Konferensi yang digelar selama dua hari dari Sabtu (17/9/2011) hingga Ahad (18/9/2011), berusaha melakukan pendekatan struktural untuk mengatasi kendala Kebangkitan Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di Hotel Evin yang terletak di pusat ibukota Iran, Tehran, wartawan IRIB berhasil menemui dan mewawancarai tamu asal Indonesia yang diundang secara khusus untuk menghadiri Konferensi Internasioanal Pertama Kebangkitan Islam. Tamu itu adalah Presiden Patai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Ir. Sayuti Asyathri.

Pada acara pembukaan Konferensi Kebangkitan Islam, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Al Udzma Sayid Ali Khamenei, menyampaikan pesan tertulis yang dibacakan langsung oleh beliau sendiri. Bagaimana pendapat Anda terkait isi pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran?

Semangat kebangkitan dibimbing dan dikawal (guided and guarded) oleh Pemimpin Spritual Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah formulasi pendekatan struktural yang meniscayakan terjadinya transformasi dari dinamika yang ada pada tataran nilai-nilai etika dan moral menuju pencapaian tujuan dan cita-cita kebangkitan Islam.

Cita-cita luhur yang ditegaskan dalam konferensi tersebut adalah menemukan kembali identitas Islam dan meneguhkan martabat manusia dan kemanusiaan. Saya sangat terkesan dan terharu dengan perang Ayatollah Sayid Ali Khamenei sebagao seorang pemimpin spritual yang menjadi rujukan utama bukan hanya bagi muslimin di iran, tapi bahkan dunia pada umumnya. Sayid Ali Khamenei bukan hanya memberikan nasehat pada tataran moral dan etika dalam memaknai tujuan konferensi. Akan tetapi beliau juga mengawal dan membimbing konferensi tersebut dengan analisa, peringatan dan solusi untuk menghadapi problema Kebangkitan Islam di Afrika dan Timur Tengah, serta dunia pada umumnya.

Dari pidato yang disampaikan terlihat bahwa langkah tersebut dilakukan karena kepeduliannya untuk melihat bahwa perlu dan harus ada akuntabilitas proses dalam perwujudan cita-cita luhur. Ayatollah Ali Khamenei menekankan bahwa cita-cita luhur yang dimaksud hanya bisa dicapai dengan menjaga persatuan dan kesatuan, serta senantiasa menghindari konflik sektarian. Selain itu, Ayatollah Ali Khamenei juga mewaspadai kemungkinan dibajaknya gerakan kebangkitan oleh kekuatan arogan untuk mencegah tercapainya cita-cita sejati, yakni kebangkitan yang berkhidmat pada penegakan martabat manusia dan kemanusiaan.

Kemudian bagaimana tanggapan Anda mengenai pidato penutupan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dalam acara penutupan Konferensi Kebangkitan Islam?

Sedangkan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, lebih spesifik menegaskan bahwa pencapaian tersebut dapat dicapai dengan apa yang disebut dengan “Global Governance.”

Global Governance yang dimaksud adalah satu tata pengaturan pemerintahan dunia yang menjadikan penghormatan kepada manusia dan kemanusiaan sebagai sendi utama dalam system peradaban. Dengan pidato Ahmadinejad terlihat bahwa Iran sungguh-sungguh ingin bekerja pada tataran pelaksanaan untuk meralisasikan semua pikiran yang berkembang dalam konferensi yang disampaikan oleh seluruh peserta dari kalangan cendekiawan, akademisi dan peneliti.

Artinya bahwa Konferensi Kebangkitan Islam telah berhasil mencapai kesepakatan pada wilayah nilai-nilai luhur, yairu membela dignity manusia dan kemanusiaan dengan menghargai perbedaan agama dan keyakinan dalam proses pelaksanaannya.

Apa kaitannya dengan Indonesia?

Bagi Indonesia, hasil-hasil konferensi tersebut telah memberi penguatan terhadap perlunya satu bentuk perubahan yang berlangsung secara natural sesuai dengan kondisi negara masing-masing tanpa intervensi negara lain. Perubahan natural itu harus menjunjung tinggi prinsip terwujudnya suatu tatanan yang adil, damai, harmoni, bermartabat dan berkhidmat pada manusia dan kemanusiaan tanpa mempertentangkan perbedaan keyakinan dan nilai nasional negara masing-masing.

Lebih dari itu, hasil Konferensi Internasional Pertama Kebangkitan Islam di Tehran sangat sesuai dengan amanat pembukaan undang-undang dasar negara Republik Indonesia1945 yang menyatakan bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Peneguhan martabat sebuah bangsa juga dilakukan dengan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya, komunitas muslimin internasional sudah waktunya, mengerahkan seluruh energi dan sumber daya untuk fokus mengambil langkah-langkah konkrit dan praktis untuk mencapai cita-cita luhur sebagaimana yang tertuang dalam pesan konferensi.

Kesimpulan Anda tentang hasil Konferensi Kebangkitan Isam?

Persatuan dan kesatuan yang harus dilakukan dengan menghindari konflik-konflik sektarian dan berbagai jenis konflik yang tidak produktif, bukan lagi hanya pada domain dan tataran himbauan etika dan moral. Tetapi persatuan dan kesatuan merupakan sebuah keniscayaan dan kebutuhan yang bersifat struktural untuk perwujudan cita-cita luhur negara bangsa dan sebuah tatanan dunia yang adil dan bermartabat. (IRIB/AR)

Iklan

One response to “Di Tehran, Presiden PDK Sebut Pidato Rahbar Umumkan Perang

  1. Abbas love syiah

    Yah, itu bagus, bahkan klu perlu, Indonesia jg hrs bisa bangkit seperti Iran, jgn Indonesia menjadi budak AS…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s