Galeri

Sunni-Syi’ah Aset Besar Islam

Sunni-Syiah sebagai Produk Sejarah

Kamis, 01 Maret 2012

Ketika Sunni dan Syiah mengakui Tuhan yang sama, nabi yang sama, Alquran yang sama, kiblat yang sama, syahadat yang sama, mengapa perbedaan harus dibesar-besarkan?

Sunni dan Syiah adalah dua mainstream Islam yang sama-sama post-quranic. Keduanya terbentuk setelah wahyu berhenti diturunkan dan setelah nabi Muhammad saw wafat. Perselisihan paham antarkeduanya berlangsung sejak terbentuknya aliran tersebut di masa-masa awal Islam sampai hari ini. Keduanya saling perang ayat dan riwayat, bahkan tidak jarang keduanya saling mengafirkan. Kontestasi perebutan pengaruh juga berlangsung dari dulu hingga sekarang dan kontak fisik sering tidak terhindarkan. Begitu parahkah perbedaan antarkeduanya sehingga tak ada secercah harapan mendekatkan kedua kekuatan dahsyat Islam ini?

Hasil diskusi intensif penulis (bersama dengan beberapa doktor dan guru besar UIN Alauddin) dengan beberapa Ayatullah (ulama otoritatif) Syiah di Hawzah Ilmiah di jantung peradaban Syiah di Qum, Iran, mengungkap sejumlah fakta menarik yang dipatut dipertimbangkan dalam rangka mendekatkan kedua mainstream besar Islam ini.

Sejumlah isu-isu kritis kami diskusikan secara akademik dan kepala dingin. Kami ke Iran mengikuti workshop ilmiah dengan membawa sejumlah pemahaman apriori tentang Syiah. Di antaranya adalah asumsi bahwa kitab suci Syiah (Alquran) berbeda dengan kitab suci (Alruran) Sunni. Asumsi ini bukan tanpa dasar karena disebutkan dalam ratusan riwayat dalam kitab al-Kafi karya al-Kulayni (salah satu dari empat kitab yang dianggap oleh Syiah sebagai kitab suci kedua setelah Alquran, kurang lebih sama dengan Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yang diyakini oleh Sunni sebagai kitab kedua setelah Alquran) bahwa terdapat manipulasi atau perubahan (tahrif) terhadap Alquran yang ada sekarang.

Menurut al-Kulayni penulis kitab otoritatif tersebut, Alquran yang ada di tangan kaum muslimin Sunni sekarang sebagian telah diubah. Inilah salah satu penyebab mengapa kaum muslimin Sunni di dunia termasuk di Indonesia, memandang Syiah sesat karena meyakini ketidakaslian Alquran.

Begitu kami sampai di Iran kami langsung memeriksa Alquran Syiah. Bahkan kami dibawa ke tempat percetakan Alquran dan diberi hadiah Alquran. Ternyata, Alquran Syiah dengan Alquran Sunni tidak ada bedanya sama sekali. Ketika penulis menanyakan hal ini kepada salah seorang Ayatullah di Hawzah, beliaupun menjawab tak ada perbedaan. Yang menarik adalah informasi dari kitab al-Kafi berbeda dengan kenyataan di lapangan. Ketika kami menanyakan hal tersebut, Ayatullah menjawab kami tidak menganggap al-Kafi sebagai kitab suci yang tidak mungkin salah. Di situ banyak kesalahan yang kami kritisi, berbeda dengan kalian di Sunni yang menjadikan Sahih al-Bukhari sebagai kitab suci yang tidak boleh dikritisi. Saya sempat sedikit tersindir dengan jawaban tersebut.

Menurut Ayatullah yang lain, sudah terbit banyak buku yang mengkritik al-Kafi karya al-Kulayni. Poin ini penting karena kitab ini sering dijadikan sumber oleh Sunni untuk menyerang kaum Syiah, sementara kitab ini sendiri sudah dikritik oleh Syiah.

Poin selanjutnya tentang sahabat. Dalam literatur-literatur yang ditulis kaum Sunni disampaikan bahwa Syiah hanya menerima hadis-hadis yang diriwayatkan oleh ahlul bait atau keluarga nabi, sementara hadis yang diriwatkan oleh sahabat-sahabat yang lain mereka tolak mentah-mentah, bahkan mereka, kaum Syiah mencerca sahabat. Para Ayatullah yang sempat kami ajak diskusi mengingkari hal itu. Mereka mengatakan bahwa sepanjang hadis tersebut bisa dibuktikan otentisitasnya dari nabi, siapapun sahabat yang meriwayatkan kami terima. Abu Bakar, Umar dan Usman adalah sahabat nabi yang mereka hormati. Poin ini sangat substantif karena pendapat tentang sahabat nabi telah dan sedang menjadi sumber konflik antara kedua mainstream Islam ini.

Bahkan, ada di antara Ayatullah yang menjelaskan bahwa sedang ada konspirasi besar untuk mendiskreditkan Iran (Syiah) yang bertujuan untuk memecah-belah umat Islam. Iran adalah negara Islam terbesar dan terkuat, baik secara ekonomi, karakter, budaya dan politik dan paling resisten terhadap pengaruh hegemoni Barat yang sama sekali tidak bisa didikte oleh Amerika. Terdapat tidak kurang dari 200 chanel televisi di luar negri, terutama di Amerika, yang dibuat dalam bahasa Parsi untuk mendiskreditkan Iran, untuk menyerang budayanya. Stasiun televisi inilah yang sering memunculkan padangan-pandangan miring yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap Iran secara khusus dan Syiah secara umum, agar Syiah dan saudaranya Sunni tidak bisa bersatu menurut Ayatullah tersebut.

Tentang nikah mut’ah (kawin kontrak), sungguh berbeda dengan apa yang kami pahami sebelumnya. Nikah mut’ah memang dibenarkan oleh ulama Syiah dengan riwayat-riwayat yang menurut mereka dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya. Bahkan argumentasi quranipun dapat mereka tunjukkan. Menurut mereka, nikah mut’ah dipraktikkan pada masa nabi. Banyak sahabat yang telah mempraktikkannya. Nanti pada masa Umar bin Khattab, khalifah kedua, Nikah mut’ah dilarang. Mengapa sesuatu di masa nabi dibolehkan kemudian dilarang oleh Umar? Riwayat-riwayat tersebut tentu bisa diperdebatkan, tetapi bukan tempatnya di sini mendiskusikannya. Tetapi, meskipun demikian nikah mut’ah di kalangan Syiah tidak semudah dan semurah yang dibayangkan.

Nikah mut’ah memang masih ada di Iran, tetapi sangat terbatas. Di samping harus tercatat di catatan sipil, juga bukanlah trend terhormat di masyarakat. Praktik nikah mut’ah sangat jarang dan hanya dalam kasus tertentu. Di tempat lain, praktik nikah mut’ah sering dieksploitasi dan dijadikan sebagai instrumen mengumbar nafsu. Nikah mut’ah tentu tidak dimaksudkan untuk tujuan-tujuan tersebut.

Perbedaan yang paling mendasar yang diakui oleh mereka adalah tentang khilafah. Mereka meyakini bahwa yang berhak menjadi khalifah setelah nabi adalah Ali, bukan Abu Bakar, Umar dan Usman. Keyakinan tersebut tentu di-back up oleh riwayat-riwayat yang mereka yakini kesahihannya. Konsep imamah dan wilayatul faqih adalah tema yang juga menarik dan sangat panas dalam diskusi kami, tetapi keterbatasan halaman ini menyebabkan penulis tidak mengurainya di sini.

Poin yang penulis ingin sampaikan adalah baik Sunni maupun Syiah memiliki argumennya masing-masing, memiliki dasar-dasar dari Alquran dan hadis masing-masing. Sunni dan Syiah berbeda dalam memahami teks, berbeda dalam menilai keabsahan sumber atau riwayat-riwayat. Tetapi, ketika Sunni dan Syiah mengakui Tuhan yang sama, nabi yang sama, Alquran yang sama, kiblat yang sama, syahadat yang sama, mengapa perbedaan harus dibesar-besarkan. Apatah lagi kalau perbedaan-perbedaan itu dipahami dari sumber yang tidak tepat.

Bagi Sunni yang ingin mengetahui substansi pemikiran dan hakikat ajaran Syiah sebaiknya membaca dari literatur Syiah, bukan dari sumber yang tidak suka kepada Syiah. Begitu pula sebaliknya, kelompok Syiah harus fair membaca literatur otoritatif Sunni untuk mengetahui esensi pemahaman Sunni. Mungkin dengan cara itu, Sunni dan Syiah dapat bersinergi membangun peradaban Islam di masa yang akan datang. Amien. Wallahu a’lam. (*)

Oleh: Kamaruddin Amin (Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin, Makassar)

Read more: http://www.ipabionline.com/2012/03/sunni-syiah-sebagai-produk-sejarah.html#ixzz1r6DJJDoy

Jangan (Mau) Teperdaya Ayatullah Iran
Jumat, 02 Maret 2012

Oleh. K.H. M. SAID ABD. SHAMAD, Lc
(Ketua LPPI Makassar, Anggota Komisi Dakwah Muhammadiyah Makassar)

Bolehkan kita berkata, “Ketika Republik Indonesia (RI) dan Republik Maluku Selatan (RMS) mengakui tanah air yang sama, bahasa yang sama, negara yang sama, dan bangsa yang sama, mengapa perbedaan dibesar-besarkan?” Tentunya tidak boleh! Ini tanggapan penulis terhadap ungkapan Prof. Dr. Kamaruddin Amin yang berbunyi, “Ketika Sunni dan Syiah mengakui Tuhan yang sama, Nabi yang sama, Al Quran yang sama, kiblat yang sama, syahadat yang sama mengapa perbedaan harus dibesar-besarkan?” (Fajar, Selasa, 28/2/2012).

Prof. Kamaruddin adalah penulis kedua kesan-kesan perjalanan ke Iran oleh pegurus MUI Pusat dan Daerah baru-baru ini, setelah Prof. Dr. Hamdan Juhannis, menulis kesan-kesannya tiga kali berturut-turut di Fajar, 15,16, dan 17 Feb 2012 yang lalu. Menurut Prof. Hamdan, ini adalah kerjasama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Mushtafa International University (MIU), dan beberapa Guru Besar serta Doktor UIN Alauddin Makassart mewakili MUI Sulsel dalam rombongan ini dimana Prof. Dr. H. Umar Shihab adalah inisiator kegiatan akdemik di Iran.

Disini penulis meragukan, betulkah kegiatan ini kerjasama resmi MUI dengan MIU Iran, karena MUI telah jelas sikapnya terhadap syiah: 1. Bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlussunnah wal Jamaah) yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum dan ajarannya tentang nikah mutah secara khusus (Himpunan Fatwa MUI, hal. 351). 2. Faham Syiah mempunyai perbedaan pokok dengan mazhab Sunni yang dianut oleh umat Islam Indonesia. 3. Syiah pada umumnya tidak mengakui kekhalifaan Abu Bakar, Umar, dan Usman-radhiyallahu anhum- sedang Ahlussunnah wal Jamaah mengakui keempat khulafaur rasyidin tersebut. 4. Mengingat perbedaan pokok antara syiah dan Ahlussunnah wal Jamaah, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (Pemerintahan), Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya paham yang didasarkan atas ajaran Syiah. (H. fatwa MUI. Hal. 48-49).(Ini bukanlah Fatwa MUI tetapi hanya seebuah rekomendasi,red)

Pada selasa sore, 28/02/12 penulis kirim pertanyaan kepada beberapa pengurus MUI Pusat, tentang perjalan ke Iran kali ini, maka Dr. KH. Cholil Nafis (Sekertaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat) menjawab, “Itu bukan keputusan dan bukan kerjasama resmi MUI.” Lebih tegas lagi Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Ketua MUI Pusat) menyatakan , “Rapat MUI sudah memutuskan bahwa tidak ada kunjungan resmi atasnama MUI ke Iran, itu semua kunjungan atasnama pribadi walaupun pengurus MUI baik Pusat maupun Daerah.” Setahu penulis ini adalah untuk keduakalinya pengurus MUI Pusat Prof. Umar Syihab melakukan inisiatif pribadi dengan mengatasnamakan MUI Pusat, dengan mengirim para Guru Besar dan Doktor UIN Alauddin Makassar dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke Iran untuk menerima “pelajaran” dari para Ayatullah di sana, agar kembali ke Indonesia dan menyampaikan pesan dan kesan yang berbeda dengan sikap resmi MUI Pusat di atas.

Pada perjalan pertama, harian Fajar memuat tulisan dengan judul, MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam. Di antara beritanya: di tengah upaya ormas-ormas Islam tertentu menyesatkan aliran Syiah di Indonesia, petinggi MUI Pusat justru menempuh sikap sebaliknya. Ketua MUI Pusat Prof. Dr. Umar Syihab menandatangani naskah kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Sekjen Majma’ Taqrib Bainal Madzahib, Ayatullah Ali Taskiri. Poin penting dalam Mou tersebut adalah pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk salah satu mazhab dalam Islam yang sah di Indonesia. Sekretaris MUI Sulsel Pro. Dr. Ghalib yang ikut dalam rombongan mengatakan, “Saya fikir perbedaan kita (Sunni) dan Syiah hanya soal Imamah, dan itu tidak menjadikan mereka sesat.” Ghalib pun mengakui bahwa memang ada kelompok dari ormas yang mempermasalahkan keberadaan Syiah di Sulsel, namun ia meyakinkan MUI akan berupaya menyelasaikan perbedaan pandang antar kelompok Islam ini secara damai. (Ahad, 1 Januari 2012).

Prof. Kamaruddin dalam tulisannya tersebut mengatakan bahwa Abu Bakar, Umar, dan Usman adalah Sahabat yang mereka hormati. Di bagian lain beliau menulis, “Perbedaan yang paling mendasar yang diakui oleh mereka adalah tentang Khilafah, mereka mengakui bahwa yang berhak menjadi Khalifah setelah Nabi adalah Ali, bukan Abu Bakar, Umar, dan Usman.” (Fajar, Selasa, 28 Feb 2012)

Di sini penulis menilai bahwa sebagian Guru Besar UIN Alauddin Makassar dengan mudah dikelabui oleh para Ayatullah Syiah di Iran sehingga dengan enteng mengatakan, “Mengapa perbedaan ini perlu dibesar-besarkan?” Padahal justru soal Khalifah sesudah Nabi yang disebut juga Imamah inilah yang menjadi alasan utama MUI Pusat menyerukan agar mewaspadai masuknya ajaran yang berdasarkan paham Syiah. Imamah menurut Syiah adalah salahsatu rukun iman dan merupakan pangkat kepemimpinan berupa penunjukan ilahi kepada Imam Ali ra dan Imam-imam sesudahnya yang berjumlah duabelas. Siapa yang mengingkarinya adalah kafir. Berkata Al Mufid, “Sepakat Syiah Imamiah bahwa barangsiapa yang mengingkari salahseorang dari Imam-imam itu dan menolak kewajiban dari Allah untuk mentaatinya, maka ia kafir lagi sesat dan kekal dalam neraka.” (Biharul Anwar lil Majelisi, jilid XXIII, hlm. 390). Berkata Assaduq, “Keyakinan kami terhadap orang yang mengingkari Imamahnya amirul mukminin dan Imam-imam sesudahnya sama dengan orang yang mengingkari kenabian seluruh para nabi. Dan keyakinan kami terhadap orang yang mengakui kepemimpinan Amirul Mukminin (Ali) tapi mengingkari kepemimpinan salahseorang dari Imam-imam sesudahnya sama dengan orang yang mengakui seluruh nabi tapi mengingkari kenabian Muhammad saw.” (Risalatul I’tiqadaat, hlm. 103). Berkata Emilia Renita, Sekretaris IJABI dalam bukunya yang diedit oleh suaminya, Dr. Jalaluddin Rakhmat, “Yang tidak mengenal imam, mati jahiliah. Mati jahiliah berarti mati tidak dalam keadaan Islam.” (40 Masalah Syiah, hlm. 98). Dr. Jalaluddin Rakhmat yang menulis kata pengantar sebagai editor dalam buku tersebut mengatakan, “Secara khusus, sebagai Ketua Dewan Syuro Ikatan Jama’ah Ahlulbait Indonesia, kami memberikan buku ini kepada seluruh anggota IJABI sebagai pedoman dakwah mereka.” Dari keterangan penulis di atas apakah bijaksana dan tepat pernyataan kedua Guru Besar UIN Alauddin Makassar di atas, “Mengapa perbedaan harus dibesar-besarkan dan saya fikir perbedaan kita (Sunni) dan Syiah hanya soal Imamah, dan itu tidak menjadikan mereka sesat.”

Maka sebagai Guru Besar UIN Alauddin seharusnya hati-hati dalam menerima informasi (tabayyun) yang sepihak agar pernyataannya dapat obyektif. Kenapa harus jauh-jauh pergi mendengar tentang Syiah, sedang LPPI sudah sekian lama mau menghadap UIN Alauddin untuk menjelaskan tentang hal itu namun ditolak secara langsung atau tidak langsung. (Ketua LPPI Makassar, Anggota Komisi Dakwah MUI Makassar).(Bagaimana bisa obyektif kalau mendengar dan memahami tentang Syi’ah dari sumber Wahabi Takfiri yang penuh dusta dan Fitnah, memahami Syi’ah harus dengan dialog dengan Ulama-Ulama representatif mazhab Syi’ah itu sendiri dan bukan dari sumber para pembenci Syi’ah dan Persatuan Islam,red).

http://lppimakassar.blogspot.com/2012/03/menilai-laporan-short-course-uin.html
http://www.fajar.co.id/read-20120301234519-jangan-mau-teperdaya-ayatullah-iran-

Iklan

5 responses to “Sunni-Syi’ah Aset Besar Islam

  1. Salam sejahtra bagi Sodara-sodaraku nan Islam, sekelumit kata dari insan nan dhoif ini, dengan harapan nan luguh berceloteh dalam niat yang tulus merangkul kata sampaian untuk ukuwah Islamiah, ana sampaikan disini RISALAH AMMAN “PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI ISLAM INTERNATIONAL”. Yaitu :

    Konferensi ini diadakan di Amman, Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)

    Bismillahir-Rahmanir-Rahim

    SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI

    Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)

    Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi;Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;

    Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT;

    Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya;

    Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

    (1) Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

    (2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatayn); kewajiban shalat; zakat; puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan mazhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

    (3) Mengakui kedelapan mazhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

    (4) Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada Malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid Al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

    (5) Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka; menegaskan kembali sikap saling menghargai; memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam; memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka.

    Allah berfirman:

    Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya. (Al-Hujurat, 49:10).

    Amman, 27-29 Jumadil Ula 1426 H./ 4-6 Juli 2005 M.

    Para penandatangan:

    AFGHANISTAN

    YTH. Nusair Ahmad Nour
    Dubes Afghanistan untuk Qatar

    ALJAZAIR

    YTH. Lakhdar Ibrahimi
    Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
    Prof. Dr. Abd Allah bin al-Hajj Muhammad Al Ghulam Allah
    Menteri Agama
    Dr. Mustafa Sharif
    Menteri Pendidikan
    Dr. Sa’id Shayban
    Mantan Menteri Agama
    Prof. Dr. Ammar Al-Talibi
    Departemen Filsafat, University of Algeria
    Mr. Abu Jara Al-Sultani
    Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

    AUSTRIA

    Prof. Anas Al-Shaqfa
    Ketua Komisi Islam
    Mr. Tar afa Baghaj ati
    Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims

    AUSTRALIA

    Shaykh Salim ‘Ulwan al-Hassani
    Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

    AZERBAIJAN

    Shaykh Al-Islam Allah-Shakur bin Hemmat Bashazada
    Ketua Muslim Administration of the Caucasus

    BAHRAIN

    Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Sutri
    Menteri Kehakiman
    Dr. Farid bin Ya’qub Al-Miftah
    sekretaris Kementerian Agama

    BANGLADESH

    Prof. Dr. Abu Al-Hasan Sadiq
    Rektor Asian University of Bangladesh

    BOSNIA dan HERZEGOVINA

    Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric
    Ketua Majlis ‘Ulama’dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
    Prof. Hasan Makic
    Mufti Bihac
    Prof. Anes Lj evakovic
    Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

    BRAZIL

    Syaikh Ali Muhmmad Abduni
    Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

    KANADA

    Shaykh Faraz Rabbani
    Guru, Hanafijurisprudence, Sunnipath.com

    REPUBLIK CHAD

    Shaykh Dr. Hussein Hasan Abkar
    Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

    MESIR

    Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq
    Menteri Agama
    Prof. Dr. Ali Jumu’a
    Mufti Besar Mesir
    Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Tayyib
    Rektor Universitas Al-Azhar University
    Prof. Dr. Kamal Abu Al-Majd
    Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi;
    Dr. Muhammad Al-Ahmadi Abu Al-Nur
    Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
    Prof. Dr. Fawzi Al-Zifzaf
    Ketua Masyayikh Al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
    Prof. Dr. Hasan Hanafi
    Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
    Prof. Dr. Muhammad Muhammad Al-Kahlawi
    Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
    Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
    Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid
    Mantan Sekjen, Dar al-Kutub Al-Misriyya
    Syaikh Dr. Zaghlul Najjar
    Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
    Syaikh Moez Masood
    Dai Islam
    Dr. Raged al-Sirjani
    Dr. Muhammad Hidaya

    PERANCIS

    Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr
    Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
    Dr. Husayn Rais
    Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

    JERMAN

    Prof. Dr. Murad Hofmann
    Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
    Syaikh Salah Al-Din Al- Ja’farawi
    Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

    INDIA

    H.E. Maulana Mahmood Madani
    Anggota Parlemen
    Sekjen Jamiat Ulema-i-Hind
    Ja’far Al-Sadiq Mufaddal Sayf Al-Din
    Cendikiawan Muslim
    Taha Sayf Al-Din
    Cendikiawan Muslim
    Prof. Dr. Sayyid Awsaf Ali
    Rektor Hamdard University
    Prof. Dr. Akhtar Al-Wasi
    Dekan College of Humanities and Languages

    INDONESIA

    Dr. Tutty Alawiyah
    Rektor Universitas Islam Al-Syafi’iyah
    Rabhan Abd Al-Wahhab
    Dubes RI untuk Yordania
    KH Ahmad Hasyim Muzadi
    Mantan Ketua PBNU
    Rozy Munir
    Mantan Wakil Ketua PBNU
    Muhamad Iqbal Sullam
    International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

    IRAN

    Ayatollah Syaikh Muhammad Ali Al-Taskhiri
    Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah.
    Ayatollah Muhammad Waez-zadeh Al-Khorasani
    Mantan Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah
    Prof. Dr. Mustafa Mohaghegh Damad
    Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
    Dr. Mahmoud Mohammadi Iraqi
    Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
    Dr. Mahmoud Mar’ashi Al-Najafi
    Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi Al-Najafi
    Dr. Muhammad Ali Adharshah
    Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
    Shaykh Abbas Ali Sulaymani
    Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran
    IRAK

    Grand Ayatollah Shaykh Husayn Al-Mu’ayyad
    Pengelola Knowledge Forum
    Ayatollah Ahmad al-Bahadili
    Dai Islam
    Dr. Ahmad Abd Al-Ghaffur Al-Samara’i
    Ketua Diwan Waqaf Sunni
    ITALIA

    Mr. Yahya Sergio Pallavicini
    Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

    YORDANIA

    Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad
    Utusan Khusus Raja Abdullah II bin Al-Hussein
    Syaikh Izzedine Al-Khatib Al-Tamimi
    Jaksa Agung
    Prof. Dr. Abdul-Salam Al-Abbadi
    Mantan Menteri Agama
    Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel
    Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
    Syaikh Said Al-Hijjawi
    Mufti Besar Yordania
    Akel Bultaji
    Penasehat Raja
    Prof. Dr. Khalid Touqan
    Menteri Pendidikan dan Riset
    Syaikh Salim Falahat
    Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
    Syaikh Dr. Abd Al-Aziz Khayyat
    Mantan Menteri Agama
    Syaikh Nuh Al-Quda
    Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
    Prof. Dr. Ishaq Al-Farhan
    Mantan Menteri Pendidikan
    Dr. Abd Al-Latif Arabiyyat
    Mantan Ketua DPR Yordania;
    Shaykh Abd Al-Karim Salim Sulayman Al-Khasawneh
    Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
    Prof. Dr. Adel Al-Toweisi
    Menteri Kebudayaan
    Mr.BilalAl-Tall
    Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
    Dr. Rahid Sa’id Shahwan
    Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

    KUWAIT

    Prof. Dr. Abdullah Yusuf Al-Ghoneim
    Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
    Dr. Adel Abdullah Al-Fallah
    Wakil Menteri Agama

    LEBANON

    Prof. Dr. Hisham Nashabeh
    Ketua Badan Pendidikan Tinggi
    Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs
    Anggota Dewan Tinggi Syiah
    Syaikh Abdullah al-Harari
    Ketua Tarekat Habashi
    Mr. Husam Mustafa Qaraqi
    Anggota Tarekat Habashi
    Prof. Dr. Ridwan Al-Sayyid
    Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah Al-Ijtihad
    Syaikh Khalil Al-Mays
    Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

    LIBYA

    Prof. Ibrahim Al-Rabu
    Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
    Dr. Al-Ujaili Farhat Al-Miri
    Pengurus International Islamic Popular Leadership

    MALAYSIA

    Dato’ Dr. Abdul Hamid Othman
    Menteri Sekretariat Negara
    Anwar Ibrahim
    Mantan Perdana Menteri
    Prof. Dr. Muhamad Hashem Kamaly
    Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
    Mr. Shahidan Kasem
    Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
    Mr. Khayri Jamal Al-Din
    Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

    MALADEWA

    Dr. Mahmud Al-Shawqi
    Menteri Pendidikan

    MAROKO

    Prof. Dr. Abbas Al-Jarari
    Penasehat Raja
    Prof. Dr. Mohammad Farouk Al-Nabhan
    Mantan Kepala DarAl-Hadits Al-Hasaniyya
    Prof. Dr. Ahmad Shawqi Benbin
    Direktur Perpustakaan Hasaniyya
    Prof. Dr. Najat Al-Marini
    Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University
    NIGERIA

    H.H. Prince Haji Ado Bayero
    Amir Kano
    Mr. Sulayman Osho
    Sekjen Konferensi Islam Afrika

    KESULTANAN OMAN

    Shaykh Ahmad bin Hamad Al-Khalili
    Mufti Besar Kesultanan Oman
    Shaykh Ahmad bin Sa’ud Al-Siyabi
    Sekjen Kantor Mufti Besar

    PAKISTAN

    Prof. Dr. Zafar Ishaq Ansari
    Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
    Dr. Reza Shah-Kazemi
    Cendikiawan Muslim
    Arif Kamal
    Dubes Pakistan untuk Yordania
    Prof. Dr. Mahmoud Ahmad Ghazi
    Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

    PALESTINA

    Shaykh Dr. Ikrimah Sabri
    Mufti Besar Al-Quds dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa
    Shaykh Taysir Raj ab Al-Tamimi
    Hakim Agung Palestina

    PORTUGAL

    Mr. Abdool Magid Vakil
    Ketua LSM Banco Efisa
    Mr. Sohail Nakhooda
    Pemred Islamica Magazine

    QATAR

    Prof. Dr. Shaykh Yusuf Al-Qaradawi
    Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
    Prof. Dr. Aisha Al-Mana’i
    Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

    RUSIA

    Shaykh Rawi Ayn Al-Din
    Ketua Urusan Muslim
    Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev
    Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
    Dr. Murad Murtazein
    Rektor, Islamic University, Moskow

    ARAB SAUDI

    Dr. Abd Al-Aziz bin Uthman Al-Touaijiri
    Direktur Umum, The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO)
    Syaikh al-Habib Muhammad bin Abdurrahman al-Saqqaf

    SENEGAL

    Al-Hajj Mustafa Sisi
    Penasehat Khusus Presiden Senegal

    SINGAPORA

    Dr. Yaqub Ibrahim
    Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

    AFRIKA SELATAN

    Shaykh Ibrahim Gabriels
    Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African ‘Ulama’

    SUDAN

    Abd Al-Rahman Sawar Al-Dhahab
    Mantan Presiden Sudan
    Dr. Isam Ahmad Al-Bashir
    Menteri Agama

    SWISS

    Prof. Tariq Ramadan
    Cendikiawan Muslim

    SYRIA

    Dr. Muhammad Sa’id Ramadan Al-Buti
    Dai, Pemikir dan Penulis Islam
    Prof. Dr. Syaikh Wahba Mustafa Al-Zuhayli
    Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
    Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun
    Mufti Besar Syria

    THAILAND

    Mr. Wan Muhammad Nur Matha
    Penasehat Perdana Menteri
    Wiboon Khusakul
    Dubes Thailand untuk Irak

    TUNISIA

    Prof. Dr. Al-Hadi Al-Bakkoush
    Mantan Perdana Menteri Tunisia
    Dr. Abu Baker Al-Akhzuri
    Menteri Agama

    TURKI

    Prof. Dr. Ekmeleddin I lis an og hi
    Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
    Prof. Dr. Mualla Saljuq
    Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
    Prof. Dr. Mustafa Qag nci
    Mufti Besar Istanbul
    Prof. Ibrahim Kafi Donmez
    Profesor Fiqih University of Marmara

    UKRAINa

    Shaykh Dr. Ahmad Tamim
    Mufti Ukraina

    UNI EMIRAT ARAB

    Mr. Ali bin Al-Sayyid Abd Al-Rahman Al-Hashim
    Penasehat Menteri Agama
    Syaikh Muhammad Al-Banani
    Hakim Pengadilan Tinggi
    Dr. Abd al-Salam Muhammad Darwish al-Marzuqi
    Hakim Pengadilan Dubai

    INGGRIS

    Syaikh Abdal Hakim Murad / Tim Winter
    Dosen, University of Cambridge
    Syaikh Yusuf Islam /Cat Steven
    Dai Islam dan mantan penyanyi
    Dr.FuadNahdi
    Pemimpin Redaksi Q-News International
    SamiYusuf
    Penyanyi Lagu-lagu Islam
    AMERIKA SERIKAT

    Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr
    Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
    Syaikh Hamza Yusuf
    Ketua Zaytuna Institute
    Syaikh Faisal Abdur Rauf
    Imam Masjid Jami Kota New York
    Prof. Dr. Ingrid Mattson
    Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)
    UZBEKISTAN

    Syaikh Muhammad Al-Sadiq Muhammad Yusuf
    Mufti Besar
    YAMAN

    Syaikh Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz
    Ketua Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim
    Syaikh Habib Ali Al-Jufri
    Dai Internasional
    Prof. Dr. Husayn Al-Umari
    Anggota UNESCO; Profesor Sejarah, Universitas San

    Naskah ARAB RISALAH AMMAN

    حول
    حقيقة الإسلام ودوره في المجتمع المعاصر
    عمّان- المملكة الأردنية الهاشمية
    27- 29 جمادى الأولى 1426هـ/ الموافق 4-6 تموز (يوليو) 2005م

    بسم الله الرحمن الرحيم

    والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وسلّم

    ]يا أيّها الناس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفسٍ واحدة [ [النساء 1]

    بيان صادر عن المؤتمر الإسلامي الدولي الذي عقد في عمّان، عاصمة المملكة الأردنية الهاشمية، تحت عنوان (حقيقة الإسلام ودوره في المجتمع المعاصر)، في المدة 27- 29 جمادى الأولى 1426هـ/ 4- 6 تموز (يوليو) 2005م

    وفقاً لما جاء في فتوى فضيلة الإمام الأكبر شيخ الأزهر المكرّم، وفتوى سماحة آية الله العظمى السيد علي السيستاني الأكرم، وفتوى فضيلة مفتي الديار المصرية الأكرم، وفتاوى المراجع الشيعية الأكرمين (الجعفرية والزيدية)، وفتوى فضيلة المفتي العام لسلطنة عُمان الأكرم، وفتوى مجمع الفقه الإسلامي الدولي (منظمة المؤتمر الإسلامي- جدّة، المملكة العربية السعودية)، وفتوى المجلس الأعلى للشؤون الدينية التركية، وفتوى فضيلة مفتي المملكة الأردنية الهاشمية ولجنة الإفتاء الأكرمين فيها، وفتوى فضيلة الشيخ الدكتور يوسف القرضاوي الأكرم،

    ووفقاً لما جاء في خطاب صاحب الجلالة الهاشمية الملك عبد الله الثاني ابن الحسين ملك المملكة الأردنية الهاشمية في افتتاح مؤتمرنا،

    ووفقاً لعلمنا الخالص لوجه الله الكريم،

    ووفقاً لما قدم في مؤتمرنا هذا من بحوث ودراسات وما دار فيه من مناقشات،

    فإننا، نحن الموقعين أدناه، نعرب عن توافقنا على ما يرد تالياً، وإقرارنا به:

    (1) إنّ كل من يتّبع أحد المذاهب الأربعة من أهل السنّة والجماعة (الحنفي، والمالكي، والشافعي، والحنبلي) والمذهب الجعفري، والمذهب الزيدي، والمذهب الإباضي، والمذهب الظاهري، فهو مسلم، ولا يجوز تكفيره. ويحرم دمه وعرضه وماله. وأيضاً، ووفقاً لما جاء في فتوى فضيلة شيخ الأزهر، لا يجوز تكفير أصحاب العقيدة الأشعريّة، ومن يمارس التصوّف الحقيقي. وكذلك لا يجوز تكفير أصحاب الفكر السلفي الصحيح.

    كما لا يجـــوز تكفير أيّ فئة أخــرى مـن المسلمين تؤمــن بالله سبحانه وتعالى وبرسوله صلى الله عليه وسلم وأركان الإيمان، وتحترم أركان الإسلام، ولا تنكر معلوماً من الدين بالضرورة.

    (2) إنّ ما يجمع بين المذاهب أكثر بكثير ممّا بينها من الاختلاف. فأصحاب المذاهب الثمانية متفقون على المبادىء الأساسيّة للإسلام. فكلّهم يؤمنون بالله سبحانه وتعالى، واحداً أحداً، وبأنّ القرآن الكريم كلام الله المنزَّل، وبسيدنا محمد عليه الصلاة والسلام نبياً ورسولاً للبشرية كافّة. وكلهم متفقون على أركان الإسلام الخمسة: الشهادتين، والصلاة، والزكاة، وصوم رمضان، وحجّ البيت، وعلى أركان الإيمان: الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، وبالقدر خيره وشرّه. واختلاف العلماء من أتباع المذاهب هو اختلاف في الفروع وليس في الأصول، وهو رحمة. وقديماً قيل: إنّ اختلاف العلماء في الرأي أمرٌ جيّد.

    (3) إنّ الاعتراف بالمذاهب في الإسلام يعني الالتزام بمنهجية معينة في الفتاوى: فلا يجوز لأحد أن يتصدّى للإفتاء دون مؤهّلات شخصية معينة يحددها كل مذهب، ولا يجوز الإفتاء دون التقيّد بمنهجية المذاهب، ولا يجوز لأحد أن يدّعي الاجتهاد ويستحدث مذهباً جديداً أو يقدّم فتاوى مرفوضة تخرج المسلمين عن قواعد الشريعة وثوابتها وما استقرَّ من مذاهبها.

    (4) إنّ لبّ موضوع رسالة عمّان التي صدرت في ليلة القدر المباركة من عام 1425 للهجرة وقُرئت في مسجد الهاشميين، هو الالتزام بالمذاهب وبمنهجيتها؛ فالاعتراف بالمذاهب والتأكيد على الحوار والالتقاء بينها هو الذي يضمن الاعتدال والوسطية، والتسامح والرحمة، ومحاورة الآخرين.

    (5) إننا ندعو إلى نبذ الخلاف بين المسلمين وإلى توحيد كلمتهم، ومواقفهم، وإلى التأكيد على احترام بعضهم لبعض، وإلى تعزيز التضامن بين شعوبهم ودولهم، وإلى تقوية روابط الأخوّة التي تجمعهم على التحابّ في الله، وألاّ يتركوا مجالاً للفتنة وللتدخّل بينهم.

    فالله سبحانه يقول:

    ]إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوا الله لعلكم تُرحمون [ [الحجرات 10].

    والحمد لله وحده.

    قائمة بأسماء السادة الموقعين في المؤتمر الإسلامي الدولي

    حول
    حقيقة الإسلام ودوره في المجتمع المعاصر*

    جمهورية أذربيجان

    سماحة شيخ الإسلام الله شكور بن همّت باشا زادة/ رئيس إدارة مسلمي القفقاز

    المملكة الأردنية الهاشمية

    صاحب السموّ الملكي الأمير غازي بن محمد/ المبعوث الشخصي والمستشار الخاص لجلالة الملك عبد الله الثاني ابن الحسين المعظم، رئيس مجلس أمناء مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي

    سماحة الشيخ عز الدين الخطيب التميمي/ مستشار جلالة الملك للشؤون الإسلامية، قاضي القضاة

    معالي الأستاذ الدكتور عبد السلام العبادي/ وزير الأوقاف والشؤون والمقدسات الإسلامية

    سماحة الأستاذ الدكتور أحمد هليل/ مستشار جلالة الملك/ إمام الحضرة الهاشمية

    سماحة الشيخ سعيد الحجاوي/ المفتي العام للمملكة الأردنية الهاشمية

    معالي السيد عقل بلتاجي/ مستشار جلالة الملك

    معالي الأستاذ الدكتور خالد طوقان/ وزير التربية والتعليم/ وزير التعليم العالي والبحث العلمي

    سماحة الشيخ سالم الفلاحات/ المراقب العام للإخوان المسلمين

    سماحة الأستاذ الدكتور الشيخ عبد العزيز الخياط/ وزير الأوقاف سابقاً

    سماحة الدكتور الشيخ نوح القضاة/ مفتي القوات المسلحة الأردنية سابقاً

    معالي الأستاذ الدكتور خالد الكركي/ نائب رئيس مجلس أمناء مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي/ رئيس جامعة جرش الأهلية

    معالي الأستاذ الدكتور إسحق الفرحان/ رئيس جامعة الزرقاء الأهلية/ وزير التربية والتعليم سابقاً

    معالي الأستاذ كامل الشريف/ الأمين العام للمجلس الإسلامي العالمي للدعوة والإغاثة

    معالي الدكتور عبد اللطيف عربيّات/ رئيس مجلس النواب سابقاً، رئيس مجلس شورى جبهة العمل الإسلامي

    سماحة العميد عبد الكريم سليم سليمان الخصاونة/ المفتي العام للقوات المسلحة الأردنية

    عطوفة الأستاذ الدكتور عادل الطويسي/ رئيس جامعة آل البيت

    فضيلة الأستاذ الدكتور يوسف غيظان/ عميد كلية الدعوة وأصول الدين، جامعة البلقاء التطبيقية

    فضيلة الشيخ حسن السقّاف/ مستشار سمو رئيس مجلس أمناء مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي، مدير دار الإمام النووي للنشر والتوزيع

    سعادة المهندس مروان الفاعوري/ رئيس منتدى الوسطية للفكر والثقافة

    سعادة السيدة نوال الفاعوري/ مربية ومفكرة إسلامية

    فضيلة الأستاذ الدكتور عبد الناصر أبو البصل/ عميد كلية الشريعة- جامعة اليرموك

    عطوفة الأستاذ بلال التل/ رئيس تحرير صحيفة اللواء

    سعادة الأستاذ الدكتور عزمي طه السيد/ كلية الدراسات الفقهية والقانونية – جامعة آل البيت

    الدكتور راشد سعيد شهوان/ كلية أصول الدين – جامعة البلقاء التطبيقية

    أستراليا

    الشيخ سليم علوان الحسيني/ أمين عام دار الفتوى- المجلس الإسلامي الأعلى

    جمهورية أفغانستان

    سعادة السيد نصير أحمد نور/ سفير أفغانستان في دولة قطر

    الجمهورية الألمانية

    سعادة الأستاذ الدكتور مراد هوفمان/ سفير ألمانيا السابق في المملكة المغربية/ مفكر وباحث

    فضيلة الشيخ صلاح الدين الجعفراوي/ الأمين العام المساعد للمجلس العالمي للدعوة الإسلامية

    دولة الإمارات العربية المتحدة:

    سماحة السيد علي بن السيد عبد الرحمن الهاشم/ مستشار سمو رئيس الدولة للشؤون القضائية والدينية

    سماحة الشيخ محمد البناني/ القاضي بالمحكمة الاتحادية العليا- الإمارات العربية المتحدة

    الدكتور عبد السلام محمد درويش المرزوقي/ قاضي في محكمة دبي.

    الولايات المتحدة الأمريكية:

    الأستاذ الدكتور سيّد حسين نصر/ أستاذ الدراسات الإسلامية في جامعة جورج واشنطن

    فضيلة الشيخ حمزة يوسف/ رئيس مؤسسة الزيتونة

    فضيلة الشيخ فيصل عبد الرؤوف/ إمام مسجد نيويورك

    سعادة الدكتورة إنجريد ماتسون/ أستاذة الدراسات الإسلامية – كلية هارتفورد

    سعادة الأستاذ الدكتور سليمان عبد الله شلايفر/ مدير مركز أدهم للصحافة والتلفزيون/ الجامعة الأمريكية – القاهرة

    فضيلة الدكتور الشيخ نوح حاميم كلر/ داعية ومفكر إسلامي/ عضو مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي

    سعادة السيد نهاد عوض/ مدير عام مجلس العلاقات الإسلامية الأمريكية

    سعادة الأستاذ الدكتور جيمس موريس/ جامعة إكستر

    الشيخ عبد الله أدهمي/ داعية ومفكر إسلامي

    سعادة الدكتور يوسف لومبارد/ مفكر إسلامي

    جمهورية إندونيسيا:

    سعادة الدكتورة توتي علوية عبد الله شافعي/ رئيسة جامعة الشافعية الإسلامية

    سعادة السيد ربحان عبد الوهاب/ سفير الجمهورية الإندونيسية إلى المملكة الأردنية الهاشمية

    سعادة الحاج أحمد هاشم مزادي/ رئيس المجلس المركزي لجمعية نهضة العلماء

    سعادة السيد محمد رازي منير/ مساعد رئيس المجلس المركزي لجمعية نهضة العلماء

    سعادة السيد محمد إقبال سُلام/ المؤتمر العالمي للجامعات الإسلامية

    جمهورية أوزبكستان:

    سماحة الشيخ محمد الصادق محمد يوسف/ المفتي العام للجمهورية

    سعادة الأستاذ يوسفوف أرتقبيك/ مفكر إسلامي

    أوكرانيا

    المفتي الشيخ أحمد تميم/ مفتي أوكرانيا

    جمهورية إيران الإسلامية:

    سماحة آية الله الشيخ محمد علي التسخيري/ الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الإسلامية

    سماحة آية الله محمد واعظ زادة الخراساني/ الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الإسلامية (سابقاً)

    سماحة الأستاذ الدكتور السيد مصطفى محقّق داماد/ مدير أكاديمية العلوم، القاضي بوزارة العدل، رئيس مؤسسة التفتيش العام

    سماحة حجة الإسلام والمسلمين الدكتور محمود محمدي عراقي/ رئيس رابطة الثقافة والعلاقات الإسلامية في الجمهورية الإسلامية الإيرانية

    سعادة الدكتور السيد محمود مرعشي النجفي/ رئيس مكتبة آية الله العظمى مرعشي النجفي

    سعادة الدكتور محمد علي آذرشب/ الأمين العام لجمعية الصداقة العربية الإيرانية

    سعادة السيد مرتضى هاشم بور قادي/ المدير العام لدائرة العلاقات الدولية/ دائرة المعارف الإسلامية الكبرى

    فضيلة العلامة الشيخ عباس علي سليماني/ مندوب الإمام في شرق إيران

    سعادة السيد غلام رضا ميرزائي/ عضو مجلس الشورى

    سعادة الدكتور محمد رضا خاتمي/ زعيم جبهة المشاركة السياسية الإصلاحية

    سماحة الشيخ محمد شريعتي/ جبهة المشاركة السياسية الإصلاحية

    الأستاذ ما شاء الله محمود شمس الواعظين/ كاتب وصحفي.

    إيطاليا

    السيد يحيى سيرجيو بالاّفيسثيني/ نائب الرئيس، التجمّع الديني الإسلامي في إيطاليا.

    جمهورية الباكستان:

    سعادة الأستاذ الدكتور ظفر إسحاق أنصاري/ المدير العام لمركز البحوث الإسلامية، إسلام آباد- باكستان

    سماحة الدكتور رضا شاه كاظمي/ باحث ومفكر إسلامي

    سعادة الأستاذ عارف كمال/ مفكر إسلامي، سفير جمهورية الباكستان إلى المملكة الأردنية الهاشمية

    سماحة الأستاذ الدكتور محمود أحمد غازي/ رئيس الجامعة الإسلامية في إسلام أباد

    الشيخ الدكتور محمد طاهر القادري/ مركز البحوث الإسلامية- إسلام آباد

    مملكة البحرين:

    سماحة الشيخ الدكتور محمد علي الستري/ وزير العدل

    سعادة الدكتور فريد بن يعقوب المفتاح/ وكيل وزارة الشؤون الإسلامية

    جمهورية البرازيل:

    فضيلة الشيخ علي محمد عبدوني/ ممثل الندوة العالمية للشباب الإسلامي في أمريكا اللاتينية والمعتمد الديني لدار الفتوى للجمهورية اللبنانية في ساوباولو

    البرتغال

    السيد عبد المجيد وكيل/ رئيس بانكو إفيسبا

    السيد سهيل ناخودا/ رئيس تحرير مجلة إسلاميكا

    جمهورية بنغلادش

    سعادة الأستاذ الدكتور أبو الحسن صادق/ رئيس جامعة بنغلادش الآسيوية

    البوسنة والهرسك:

    فضيلة الأستاذ الدكتور الشيخ مصطفى تسيريتش/ رئيس العلماء والمفتي العام في البوسنة والهرسك

    فضيلة الأستاذ حسن ماكيتش/ مفتي بيهاتش

    سعادة الأستاذ أنس ليفاكوفيتش/ باحث ومحاضر/ كلية الدراسات الإسلامية

    مملكة تايلند:

    سعادة السيد وان محمد نور ماثا/ مستشار دولة رئيس الوزراء

    سعادة السيد ويبون خوساكول/ سفير تايلند – بغداد

    الجمهورية التركية:

    معالي الأستاذ الدكتور أكمل الدين إحسان أوغلو/ الأمين العام لمنظمة المؤتمر الإسلامي

    سعادة الأستاذ الدكتور علي أوزاك/ رئس وقف دراسات العلوم الإسلامية – إستانبول

    سعادة الأستاذة الدكتورة معلّى سلجوق/ عميدة كلية الشريعة – أنقرة

    سعادة البروفسور الدكتور مصطفى شاغريجي/ مفتي اسطنبول وأستاذ الفلسفة الإسلامية

    سعادة البروفسور إبراهيم كافي دونماز/ أستاذ الفقه الإسلامي في جامعة مرمرة

    جمهورية تشاد

    الشيخ الدكتور حسين حسن أبكر/ رئيس المجلس الأعلى للشؤون الإسلامية بجمهورية تشاد

    الجمهورية التونسية:

    دولة الأستاذ الدكتور الهادي البكوش/ رئيس وزراء تونس سابقاً

    السيد الدكتور أبو بكر الأخزوري/ وزير الشؤون الدينيّة

    سعادة الأستاذ الدكتور علي الشّابي/ رئيس المجلس الإسلامي الأعلى، وزير الشؤون الإسلامية سابقاً

    سعادة الأستاذ الحبيب شيبوب/ كاتب ومؤرخ

    سعادة الدكتور عامر الزمالي/ مستشار شؤون العالم الإسلامي، اللجنة الدولية للصليب الأحمر

    الجمهورية الجزائرية الديمقراطية الشعبية:

    معالي الأستاذ الأخضر الإبراهيمي/ المبعوث الخاص للأمين العام للأمم المتحدة

    معالي الأستاذ الدكتور بو عبد الله بن الحاج محمد آل غلام الله/ وزير الشؤون الدينية والأوقاف

    معالي الدكتور مصطفى شريف/ وزير التعليم العالي وسفير الجزائر في القاهرة سابقاً

    معالي الدكتور سعيد شيبان/ وزير الشؤون الدينية سابقاً

    سعادة الأستاذ الدكتور عمّار الطالبي/ قسم الفلسفة – جامعة الجزائر

    سعادة السيد أبو جرة سلطاني/ حركة مجتمع السلم

    جنوب إفريقيا:

    الشيخ إبراهيم جابرييلز/ رئيس علماء جنوب إفريقيا

    جمهورية روسيا الاتحادية:

    فضيلة الشيخ راوي عين الدين/ رئيس الإدارة الدينية للمسلمين

    سعادة الأستاذ الدكتور سعيد هبة الله كاميليف/ مدير معهد الحضارة الإسلامية – موسكو

    سعادة الدكتور مراد مرتازين/ رئيس الجامعة الإسلامية – موسكو

    السيد روشان عباسوف/ مدير قسم العلاقات الخارجية لمجلس شورى المفتين لروسيا

    المملكة العربية السعودية:

    معالي الدكتور عبد العزيز بن عثمان التويجري/ المدير العام للمنظمة الإسلامية للتربية والعلوم والثقافة

    الشيخ الحبيب محمد بن عبد الرحمن السقاف

    جمهورية سنغافورة:

    معالي الدكتور يعقوب إبراهيم/ وزير البيئة والموارد المائية، الوزير المكلف بالشؤون الإسلامية

    جمهورية السنغال:

    معالي السيد الحاج مصطفى سيسي/ المستشار الخاص لفخامة رئيس الجمهورية السنغالية

    سعادة الأستاذ عبد الله باه/ رئيس اتحاد المتطوعين للتربية والثقافة الإسلامية

    الجمهورية السودانية:

    فخامة الرئيس عبد الرحمن سوار الذهب/ رئيس الجمهورية الأسبق

    معالي الدكتور عصام أحمد البشير/ وزير الإرشاد والأوقاف

    سعادة الأستاذ الدكتور عز الدين عمر موسى/ محاضر في قسم التاريخ ، جامعة الملك سعود – الرياض

    الجمهورية العربية السورية:

    فضيلة الأستاذ الدكتور محمد سعيد رمضان البوطي/ داعية ومفكر إسلامي

    فضيلة الأستاذ الدكتور الشيخ وهبة مصطفى الزحيلي/ رئيس قسم الفقه الإسلامي ومذاهبه، كلية الشريعة – جامعة دمشق

    سماحة الدكتور صلاح الدين أحمد كفتارو/ المدير العام لمجمع الشيخ أحمد كفتارو

    سماحة الشيخ الدكتور أحمد بدر حسون/ مفتي الجمهورية العربية السورية

    فضيلة الدكتور محمد توفيق سعيد البوطي/ أستاذ الفقه وأصوله- كلية الشريعة- جامعة دمشق

    سويسرا

    الأستاذ طارق رمضان/ مفكر إسلامي

    الجمهورية العراقية

    سماحة آية الله العظمى الشيخ حسين المؤيد/ المنتدى العلمي- بغداد

    سماحة آية الله أحمد البهادلي/ داعية إسلامي

    الدكتور أحمد عبد الغفور السامرائي/ رئيس ديوان الوقف السني

    سماحة السيد عبد الصاحب الخوئي/ الأمين العام لمؤسسة الإمام الخوئي الخيرية

    سماحة السيد محمد الموسوي/ الأمين العام لرابطة أهل البيت العالمية الإسلامية

    سعادة الأستاذ الدكتور عبد العزيز الدوري/ باحث ومؤرخ، قسم التاريخ – الجامعة الأردنية

    سعادة الأستاذ الدكتور بشار عوّاد معروف/ باحث ومحقق، عضو مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي والمشرف العلمي على مشروع التفاسير فيها

    سماحة الشيخ عباس علي كاشف الغطاء/ كلية الدراسات الإسلامية – جامعة الكوفة

    سعادة الدكتور عبد الحميد النجدي / مفكر إسلامي

    سماحة الشيخ وليد فرج الله الأسدي/ كلية الدراسات الإسلامية – جامعة الكوفة

    فضيلة الشيخ الأستاذ الدكتور أحمد الكبيسي/ داعية ومفكر إسلامي

    سعادة الأستاذ غانم جواد/ مدير الشؤون الثقافية، مؤسسة الإمام الخوئي الخيرية

    سعادة السيد محمد علاوي / نائب المدير العام لرابطة أهل البيت العالمية الإسلامية

    سعادة الأستاذ سعد الملاّ/ مفكر إسلامي

    سعادة الدكتور مصطفى عبد الإله كمال الدين/ مفكر إسلامي

    سلطنة عُمان

    سماحة الشيخ أحمد بن حمد الخليلي/ المفتي العام لسلطنة عُمان

    فضيلة الشيخ أحمد بن سعود السيابي/ الأمين العام بمكتب المفتي العام للسلطنة

    جمهورية فرنسا

    فضيلة الشيخ دليل أبو بكر/رئيس مجلس الديانة الإسلامية في فرنسا/ إمام جامع باريس

    سعادة الدكتور حسين رئيس/ مدير الشؤون الثقافية لمسجد باريس

    دولة فلسطين

    فضيلة الشيخ الدكتور عكرمة صبري/ المفتي العام للقدس والديار الفلسطينية، خطيب المسجد الأقصى المبارك

    فضيلة الشيخ تيسير رجب التميمي/ قاضي قضاة فلسطين

    دولة قطر

    فضيلة الأستاذ الدكتور الشيخ يوسف القرضاوي/ مدير مركز بحوث السنة والسيرة – جامعة قطر

    سعادة الأستاذة الدكتورة عائشة المناعي/ عميدة كلية الشريعة – جامعة قطر

    كندا:

    الشيخ فراز ربّاني/ عالم حنفي

    دولة الكويت

    معالي الأستاذ الدكتور عبد الله يوسف الغنيم/ رئيس مركز البحوث والدراسات الكويتية

    سعادة الدكتور عادل عبد الله الفلاح/ وكيل وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية

    الجمهورية اللبنانية

    سعادة الأستاذ الدكتور هشام نشابة/ رئيس مجلس إدارة المعاهد العليا، عميد التربية والتعليم ، جمعية المقاصد الخيرية الإسلامية

    فضيلة الشيخ السيد هاني فحص/ عضو المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

    الشيخ عبد الله بن محمد الهرري

    السيد حسام بن مصطفى قراقرة/ رئيس جمعية المشاريع الخيرية الإسلامية

    سعادة الأستاذ الدكتور رضوان السيّد/ كلية الآداب – الجامعة اللبنانية، رئيس تحرير مجلة الاجتهاد

    سعادة الأستاذ محمد السماك/ الأمين العام للجنة الوطنية الإسلامية المسيحية للحوار ، الأمين العام للقمة الروحية الإسلامية

    سماحة القاضي الشرعي الجعفري الشيخ أسد الله الحرشي/ المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

    سماحة الشيخ خليل الميس/ مفتي زحلة والبقاع الغربي

    فضيلة الشيخ عبد الأمير قبلان/ نائب رئيس المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

    الشيخ جميل محمد الحسيني/ رئيس جمعية المشايخ الصوفية في لبنان

    سعادة الأستاذ حسن فرحات/ المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

    الجماهيرية العربية الليبية الشعبية الاشتراكية العظمى

    سعادة الأستاذ إبراهيم الربو/ أمين مكتب المؤتمرات/ جمعية الدعوة الإسلامية العالمية

    سعادة الدكتور العجيلي فرحات الميري/ مسؤول شؤون الحوار بالقيادة الشعبية الإسلامية العالمية

    جزر المالديف

    معالي الدكتور محمود شوقي/ وزير التربية والتعليم

    جمهورية ماليزيا

    معالي فيهين فادوكا الدكتور عبد الحميد عثمان/ الوزير برئاسة الوزراء

    الدكتور أنور إبراهيم/ نائب رئيس الوزراء الأسبق

    سعادة الأستاذ الدكتور محمد هاشم كمالي/ عميد المعهد العالمي للفكر الإسلامي والحضارة الإسلامية

    معالي السيد شهيدان قاسم/ الوزير الأول لولاية برلنس- ماليزيا

    سعادة السيد خيري جمال الدين/ نائب رئيس قطاع الشباب، المنظمة الوطنية المتحدة لماليزيا

    الأوقاف

    فضيلة الأستاذ الدكتور علي جمعة/ مفتي جمهورية مصر العربية

    فضيلة الأستاذ الدكتور أحمد محمد أحمد الطيب/ رئيس جامعة الأزهر

    معالي الأستاذ الدكتور أحمد كمال أبو المجد/ مفكر إسلامي، وزير الإعلام سابقاً، محام بالنقض وخبير دولي في شؤون التحكيم

    معالي الدكتور محمد الأحمدي أبو النور/ وزير الأوقاف في جمهورية مصر العربية سابقاً، والأستاذ في كلية الشريعة – جامعة اليرموك، الأردن

    فضيلة الأستاذ الدكتور فوزي الزفزاف/ رئيس اللجنة الدائمة للأزهر الشريف للحوار بين الأديان السماوية، عضو مجمع البحوث الإسلامية

    سعادة الأستاذ الدكتور حسن حنفي/ باحث ومفكر إسلامي، قسم الفلسفة – جامعة القاهرة، عضو مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي

    سعادة الأستاذ الدكتور محمد محمد الكحلاوي/ أمين الاتحاد العام للآثاريين العرب، عميد كلية الآثار- فرع الفيوم، جامعة القاهرة

    سعادة الأستاذ الدكتور أيمن فؤاد سيّد/ المدير العام لدار الكتب المصرية سابقاً

    فضيلة الشيخ الدكتور زغلول النجار الأكرم/ رئيس لجنة الإعجاز العلمي في القرآن والسنة في المجلس الأعلى للشؤون الإسلامية- القاهرة

    فضيلة الشيخ الأستاذ معز مسعود/ داعية إسلامي

    الدكتور راغب السرجاني

    الدكتور محمد هداية

    المملكة المتحدة

    الشيخ عبد الحكيم مراد/ جامعة كامبردج

    فضيلة الشيخ يوسف إسلام/ داعية ومنشد إسلامي

    فضيلة الدكتور عباس مهاجراني/ عضو مؤسسة الإمام الخوئي الخيرية

    سعادة الدكتور فؤاد نهدي/ إعلامي إسلامي

    سعادة السيد شمس فيلاني / مفكر إسلامي

    سعادة الدكتور فرهد دفتري/ مفكر إسلامي

    السيد سامي يوسف/ منشد إسلامي

    المملكة المغربية

    معالي الأستاذ الدكتور عباس الجراري/ مستشار جلالة الملك

    معالي الأستاذ الدكتور عبد الهادي بوطالب/ المستشار السابق لجلالة الملك

    سعادة الأستاذ الدكتور عبد الهادي التازي/ عضو أكاديمية المملكة المغربية، سفير سابق

    سعادة الأستاذ الدكتور محمد فاروق النبهان/ مدير دار الحديث الحسنية سابقاً

    سعادة الأستاذ الدكتور أحمد شوقي بنبين/ مدير المكتبة الحسنية

    سعادة الأستاذة الدكتورة نجاة المريني/ قسم اللغة العربية – جامعة محمد الخامس

    سعادة الدكتور عبدو الفيلالي الأنصاري/ مفكر إسلامي

    موريشيوس

    فضيلة الشيخ غلام محمد/ الرئيس والمدير العام لجمعية الهلال الأزرق

    النمسا

    سعادة البروفسور أنس الشقفة/ رئيس الهيئة الدينية الإسلاميّة

    السيد طرفة البغاجاتي/ مبادرة مسلمي النمسا

    جمهورية نيجيريا الفيدرالية

    صاحب السمو الملكي الحاجي آدو باييرو/ أمير كانو

    السيد سليمان أوشو/ الأمين العام للمؤتمر الإسلامي لإفريقيا

    جمهورية الهند

    سعادة مولانا محمود مدني/ عضو البرلمان، الأمين العام لجمعية علماء الهند، معهد ديوباند الديني

    سمو الأمير جعفر الصادق مفضل سيف الدين/ مفكر إسلامي

    سمو الأمير طه سيف الدين/ مفكر إسلامي

    سعادة الأستاذ الدكتور سيد أوصاف علي/ رئيس جامعة هامدارد

    سعادة الأستاذ الدكتور أختر الواسع/ رئيس دائرة الدراسات الإسلامية، عميد كلية الإنسانيات واللغات، مدير مركز ذاكر حسين للدراسات الإسلامية

    جمهورية اليمن

    سماحة الشيخ إبراهيم بن محمد الوزير/ الأمين العام لحركة التوحيد والعمل الإسلامي

    الشيخ الحبيب عمر بن محمد بن سالم بن حفيظ/ عميد دار المصطفى بتريم للدراسات الإسلامية

    فضيلة الشيخ الحبيب علي الجفري/ داعية ومفكر إسلامي

    معالي الأستاذ الدكتور حسين العمري/ عضو مجلس الشورى، عضو المجلس التنفيذي لليونسكو، أستاذ التاريخ الحديث والمعاصر – جامعة صنعاء

    * رتبت أسماء الدول المشاركة حسب الترتيب الهجائي

  2. subhanallah…

  3. Salam…. maaf saya tidak begitu kenal dengan ustad samad dan prof kamaruddin guru besar uin tapi dari ulasan belaiau2 diatas jelas kelihatan pemikiran moderatnya pak prof demi persatuan umat isalm. sedangkan ustad samad kelihatan membawa semangat wahabi paranoid dengn faham lain…. cara berpikir ustad ini jelas radikal merasa benar sendiri itu tdk mengapa klo hanya sesama golongan ustad sendiri tetapi utnuk menilai faham lain tdk boleh dengan dalil keyakinan kita semata tanpa mengkaji dalil mereka itulah yang terjadi dengan pengikut wahabi dan ibnu taimiyah maka tidak heran kalau wahabi, salafi, wahda mengangkap ahlusunna NU dan selain mereka sesat dan syirik karena merka wahabi menghakimi faham lain dengn dalil klaim mereka.
    Faham syiah memang mengharuskan aqidah imamah bagi pengikutnya tapi tidk berarti mreka mengkafirkan sunni krna perbedaan maslh imamah, alasnnya jels tidk benar menghakimi orng lain dengn klaim dalil kita, dikatakan ingkari apabila sudah menemukan pembuktian tentng kebnaran imamah tapi tetap menolak, itulah konsep kafir dalam islam. Allah tdk menyiksa satu kaum sebelum mengutus rasul yang menjelaskan kebenaran kemudian mereka menolak. tapi para ekstrimis menghakimi, mengkafirkan sesama muslim karna merasa paling benar tanpa bukti dalil argumen yg jelas, teperangkap dalam permainan musuh islam.. zionis dan raja2 arab budak AS.
    Jadi yang benar adalah orang2 yang telah meyakini aqidah wahabi, syirik bagi mereka melakukan tawassul, tabarukkan dan sejenisnya tapi tidak sirik bagi orang NU dan Syiah karena beda dalil dan pemahaman. begitu juga dengan orang2 yang telah meyakini imamah syiah dianggap sesat atau kufur klo tidk mengikuti jalan para imam ahlulbait tapi tidak kufur bagi wahabi dan ahlusunnah lainnya. Wassalam

  4. Bagaimana bisa obyektif kalau mendengar dan memahami tentang Syi’ah dari sumber Wahabi Takfiri yang penuh dusta dan Fitnah, memahami Syi’ah harus dengan dialog dengan Ulama-Ulama representatif mazhab Syi’ah itu sendiri dan bukan dari sumber para pembenci Syi’ah dan anti Persatuan Islam

  5. Mari kita maafkan pemikiran yg dangkal dan merasa paling benar dr K.H. M. SAID ABD. SHAMAD, Lc (Ketua LPPI Makassar, Anggota Komisi Dakwah Muhammadiyah Makassar).. setahu sy, Muhammadiyah bermazhab Hambali (imam Ahmad bin Hanbal), jd pemikiran2nya tidak berbeda jauh dgn Wahabi yg bermazhab sama. Namun yg lucu dr pendapat beliau dan yg lain2 yaitu krn Syiah tdk mengakui kekhalifahan abu bakar, umar dan usman maka Syiah dianggap kafir.. apakah ada dalil yg mengatakan pengganti Rasul SAW itu abu bakar, umar dan usman?
    Mungkin ada pertanyaan yg perlu kita tanyakan kpd KH M SAID ABD SHAMAD yg bergelar KYAI HAJI tsb : bagaimana dgn Sayyidah Fathimah Az Zahra (s.a) yg berselisih paham dgn abu bakar yg tdk mau memberikan tanah Fadak peninggalan Rasul SAW, sehingga Beliau (s.a) yg marah dan tdk mau berbicara kpd abu bakar sang Khalifah yg diakui sebagian kaum muslimin saat itu hingga akhir hayatnya? Apakah Beliau (s.a) menjadi kafir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s