Galeri

Musyawarah ‘Ulama Pemecah Belah Umat ke-2 “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Syi’ah”

Ratusan Ulama Su’, Jahil, dan Pemecah-Belah Umat berkumpul merumuskan langkah strategis menyikapi Syi’ah di Indonesia, Zionis,Salibis, Kelompok Takfir lintas Mazhab adalah sponsor moral dibelakang layar dari gerakan ini. Waspadalah segala upaya mempertentangkan perbedaan Mazhab yang akan membawa kita kepada permusuhan dan bencana demi bencana !!!

Inilah hasil lengkap musyawarah:

MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2

MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012

“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada hari Ahad 30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012, mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 WIB., bertempat di Masjid dan RSG Al-Fajr, Jl. Situsari VI No.2 Cijagra, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, telah dilaksanakan “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2″ dengan agenda: “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Musyawarah berjalan lancar dan dibuka oleh sambutan dari Walikota Bandung Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat DR. Ahmad Heryawan, Lc. Hadir sedikitnya 200 ‘Ulama dan Tokoh Muslim dari seluruh Indonesia, di antaranya seluruh Jawa, Madura, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Aceh dan lain-lain.

Target Musyawarah

Agenda musyawarah tersebut dilatarbelakangi oleh fakta mengenai banyaknya keputusan dan fatwa mengenai Syi’ah yang semuanya dapat menjadi tidak efektif tanpa rumusan tindak lanjut yang jelas. Oleh karena itu, pada prinsipnya, musyawarah yang telah dilaksanakan bukanlah untuk membuat pernyataan sikap atau fatwa mengenai Syi’ah, melainkan untuk merumuskan tindak lanjut atas semua keputusan dan fatwa mengenai sesatnya Syi’ah.

Hasil Musyawarah

“Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2” dibagi dalam 3 komisi, yakni Komisi Strategis dengan Ketua KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., Komisi Taktis dengan Ketua KH. Luthfi Bashori, Lc dan Komisi Sosialisasi dengan Ketua KH. DR. Muhammad Rizal Ismail. Hasil musyawarah setiap komisi telah dibawa ke dalam Sidang Pleno yang akhirnya secara bulat menyepakati hal-hal sebagai berikut :

A.Komisi Strategis

1.Merekomendasikan kepada MUI Pusat agar mengeluarkan Fatwa tentang kesesatan faham syi’ah dan menghentikan seluruh kegiatan syi’ah dari pusat sampai daerah.
2.Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesesatan syi’ah melalui berbagai lembaga atau forum halaqoh yang bersifat ilmiah bekerajasama dengan berbagai lembaga sosial keagamaan di seluruh Indonesia.
3.Meminta kepada Menkumham, Mentreri Agama, dan kejaksaan Agung agar mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, atau lembaga yang berada di bawah naungan syi’ah dan atau yang berfaham syi’ah.
4.Merekomendasikan kepada pemerintah melaui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar menutup kegiatan Iranian Corner di seluruh perguruan tinggi Indonesia.
5.Memperkokoh Ukhuwah Islamiyyah melalui pertemuan tahunan seluruh tokoh, ormas, para ulama dan cendekiawan Islam seluruh Indonesia.
6.Mengajak bertaubat kepada seluruh tokoh dan penganut syiah agar kembali kepada ajaran Islam yang benar (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dan apabila tidak, maka akan memproses secara hukum mereka sebagai bentuk penistaan agama seperti pada kasus Jalaluddin Rakhmat di Makassar dan kasus Tajul Muluk di Sampang Madura.
7.Forum ini bersama-sama seluruh masyarakat muslim Indonesia siap mengawal seluruh hasil rekomendasi sampai ada tindakan kongkrit dari pihak terkait (MUI Pusat, Kejaksaan Agung, Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Mabes POLRI).
8.Mengusulkan kepada UIN Alauddin Makassar agar meninjau kembali rencana pemberian gelar doktor by riset kepada Jalaluddin Rakhmat , yang ditengarai sebagai tokoh penggiat syi’ah di Indonesia.

B.Komisi Taktis

Memperkuat Masyarakat dengan cara memberikan pemahaman kebenaran Ahli sunnah wal jamaah dan bahaya kesesatan syiah, melalui penerbitan buku, penyampain para Da’i, Khotib, DKM, dan ormas yang ada:

1. Membentengi Ummat Islam Internal dan Eksternal
2.Tembusan kepada seluruh DKM
3.Pembuat an Enslikopedi dan buku ringkas Bahaya Syiah
4.Menugaskan Para Da’i untuk memberi pencerahan kepada Masyarakat tentang bahaya syiah
5.Memasukan kedalam Kurukulum / Ektrakulikuler tentang bahaya syiah
6.Membekali para Khotib Jum’at untuk menerangkan tentang kesesatan syiah

C.Gerakan Praktis Anti Syiah:

1.Membuat Posko atau Garda gerakan Anti Syiah
2.Melibatkan MUI dan semua Ormas disemua tingkat
3.engadakan pelatihan metode penyampaian dan analisa sosial bahaya syiah
4.Menerbitkan dan membuat Striker, Poster, Banner, Situs dan Sms Center berisi bahaya Syiah
5.Membuat gerakan Aksi damai : Indonesia Tanpa Syiah
6.Memperingatkan masyarakat terhadap bahaya penerbit-penerbit yang terindikasi terlibat gerakan syiah; seperti Mizan, Al Huda Jakarta, Al Bayan dll
7.Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan syiah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll

D.Pembekalan para Da’i tentang sesatnya Syiah berdasarkan dari Kitab-kitab rujukan utama syiah
1.Mengadakan penerbitan khusus 4 Buku Rujukan Utama Syiah ( Al Kafi, Al Istibshar, At Tahdzib, dan Man Laa yahduruhul Faqih )
2.Memberikan Catatan dalam penerbitan buku diatas tentang kesesatannya untuk disampikan kepada para Da’i dan Tokoh Masyarakat

E.Komisi Sosialisasi

1.Mendata media–media AHLU SUNNAH yang siap bekerja sama dalam sosialisasi bahaya dan kesesatan Syi’ah.
2.Menerbitkan dan mempublikasikan mengenai bahaya dan kesesatan Syiah.
3.Menyelenggarakan seminar, panel diskusi, dauroh, tabligh akbar dan kegiatan-kegiatan lain yang membahas mengenai kesesatan dan bahaya Syi’ah .
4.Menginformasikan seluas mungkin mengenai keberadaan para aktivis, lembaga, penerbit, buku, dan media lainnya tentang organisasi dan gerakan Syi’ah maupun para pendukungnya.
5.Mensosialisasikan hasil Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 seluas mungkin.
6.Mengadakan kerjasama dalam mensosialisasikan kesesatan dan bahaya Syi’ah dengan nara sumber dalam dan luar negeri yang menguasai tentang kesesatan Syi’ah.
7.Mengumpulkan dan mendistribusikan berbagai bahan kontra Syi’ah dan referensi yang bersifat soft copy dan hard copy, cetak dan elektronik dari berbagai sumber dan referensi yang dimiliki sebagai bahan kajian dan membangun pusat data base.
8.Membuat website, Mailing Group, blog mengenai kesatan dan bahaya Syi’ah.
9.Menyisipkan sebanyak mungkin tentang kesesatan dan bahaya Syi’ah dalam kegiatan Khutbah Jum’at, tabligh, media cetak, elektronik dan lain-lain.

Latar Belakang Musyawarah.

Semakin maraknya kasus penyesatan dan penghinaan terhadap Islam, khususnya yang dilakukan oleh para penganut Syi’ah Itsna`asyariyah Imamiyah Ja`fariyah baik yang terbuka maupun yang ber-taqiyah, tampak terjadi dalam suatu grand-scenario untuk menghancurkan ‘Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq Ummat Islam Indonesia secara terbuka dan sistematis, na’udzubillah.

Menimbang banyaknya Ummat Islam yang meminta kejelasan hukum, serta aspirasi para pimpinan Ormas Islam dan para ‘Ulama yang disampaikan kepada Forum ‘Ulama Ummat Indonesia [FUUI], maka para penasihat FUUI telah merekomendasikan kepada Pengurus Harian FUUI untuk mengeluarkan fatwa tentang Syi’ah dan menyelenggarakan musyawarah strategis yang melibatkan sebanyak mungkin ‘Ulama dan Tokoh Muslim. Maka melalui rapat hari Selasa 28 Februari 2012, disepakati untuk dikeluarkannya “Fatwa Tentang Syi’ah” dan untuk menyelenggarakan kembali “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia” dengan agenda tunggal “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”.

Pada hari Sabtu 17 Maret 2012 di FUUI berkumpul tim ahli yang terdiri dari Ustadz Amin Jamaluddin, Ustadz Luthfi Bashori, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Ustadz Daud Rasyid, adapun Ustadz Adian Husaini berhalangan hadir tetapi telah menyampaikan masukan-masukannya secara tertulis, selain itu hadir pula Sekretaris PP Persis Ustadz Ihsan Setiadi Latief. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun usul dan saran berkenaan dengan rencana FUUI mengeluarkan fatwa serta mematangkan perencanaan musyawarah nasional.

Pada hari Kamis 22 Maret 2012 “Fatwa Tentang Syi’ah” ditandatangani oleh Ketua FUUI dan salah seorang Penasihat FUUI, KH. ‘Abdul Qodir Shodiq. Kendati demikian memperhatikan saran para Penasihat FUUI agar tetap menjaga kebersamaan, maka dikeluarkannya Fatwa FUUI mengambil moment pada tanggal 22 April 2012, dengan sebelumnya diedarkan kepada para ‘Ulama dan para Pimpinan Ormas Islam di seluruh Indonesia. Hari ini telah terhimpun banyak sekali dukungan terhadap fatwa tersebut baik secara pribadi para ‘Ulama dan Cendekiawan Muslim maupun secara kelembagaan [yang terdiri dari Ormas/Ma’had/Pesantren/LSM/Yayasan dan OKP Islam.

Pernyataan terima kasih.

Demikian Press Release yang kami sampaikan, kiranya akan tersosialisasikan melalui kerjasama yang baik dengan para Praktisi Media Massa, maka untuk itu kami sampaikan pernyataan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

جزاكم الله خيرا كثيرا والحمد لله رب العالمين

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bandung – Jawa Barat,

30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012,

Ketua Komisi Strategis, Ketua Komisi Taktis, Ketua Komisi Sosialisasi

KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., KH. Luthfi Bashori, Lc KH. DR. Muhammad Rizal Ismail.

Sumber: Press release dari FUUI

http://www.syiahindonesia.com/index.php/akhbar-syiah/syiah-indonesia/737-hasil-lengkap-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-tentang-langkah-strategis-hadapi-aliran-sesat-syiah

Hanya Ada Satu Kata Syi’ah Sesat dan Di Luar Islam

Sekitar 200 ulama dari berbagai daerah berkumpul di masjid Al Fajr-Kota Bandung,Ahad (22/4), menghadiri undangan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dalam acara Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 dengan agenda “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Ulama-ulama tersebut dari berbagai pesantren dan ormas Islam seperti Persis, Muhamadiyah, NU, Hidayatullah, Al Irsyad, DDII, PUI, termasuk MUI Pusat.Musyawarah ini juga dihadiri Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawawan Lc.

“Fatwa ulama sudah jelas tentang posisi Syi’ah ini dalam keyakinan Ahlu Sunnah wal Jamaah,maka sikap kita juga harus jelas juga,” tutur Heryawan dalam sambutannya. Beliau menegaskan bahwa salah satu tugas ulama adalah menjaga aqidah umat.

Selain itu, Ia berharap rekomendasi dari ulama diharapkan menghasilkan hal yang mampu menyelesaikan masalah umat, sehingga bisa direkomendasikan kepada pemerintah Kota Bandung maupun langsung kepada Pemerintah Jawa Barat. Menurutnya, rekomendasi tersebut bisa menjadi acuan gubernur dalam mengeluarkan peraturan jika dianggap perlu.

Kegiatan musyawarah diawali dengan pemaparan pandangan umum dari elemen ormas Islam yang hadir tentang posisi Syi’ah dalam pandangan Sunni. Semua ormas Islam memberi pandangan yang sama bahwa Syi’ah sesat dan menyesatkan.

Selepas Dzuhur, peserta dibagi menjadi 3 komisi yakni taktis, strategis dan sosialisasi. Masing-masing komisi akan mempresentasi hasil dari musyawarahnya tentang rekomendasi penanganan Syi’ah di indonesia. (hafshah)

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ratusan-ulama-merumuskan-sikap-terhadap-syi-ah.htm

MIUMI Serahkan Empat Hasil Riset Tentang Syiah ke Kemenag

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) kembali menindaklanjuti sikap tegasnya terkait manuver dakwah kelompok Syiah di Indonesia.
Kali ini, Sekretaris Jenderal (Sekjend) MIUMI Bachtiar Nasir didampingi Fahmi Salim Zubair, M.A. (Wasekjend MIUMI), Dr. Muchlis Hanafi (Wakil Ketua), dan M. Zaitun Rasmin, MA (Wakil Ketua) menyerahkan empat hasil riset kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam (Senin, 16/04/2012) di Jalan MH. Thamrin Nomor 6 Jakarta Pusat.

Empat hasil penelitian yang diserahkan MIUMI tersebut berisi, Pertama, buku tentang penelitian lapangan berjudul “Syiah di Sampang” ditulis oleh Ahmad Rafi’i Damyanti. Kedua, buku “Himpunan Fatwa dan Pernyataan Tokoh dan Ulama Indonesia” tentang Syiah. Ketiga, kumpulan dokumentasi (kliping) buku-buku Syiah Indonesia yang mencerca Sahabat dan istri Nabi Saw. Keempat, terbaru “Himpunan Fatwa Dr. Yusuf Al Qaradhawi tentang Syiah”, terbitan tahun 2009.

Fahmi Salim Zubair, M.A. (Wasekjen MIUMI) mengatakan, agar Syi’ah bisa berdampingan dengan komunitas Sunni, Syi’ah harus akui Al-Quran yang ada saat ini dan hentikan cercaan terhadap Sahabat dan istri Rasul Saw.

“Ada empat syarat agar Syi’ah bisa berdamai dengan kalangan Sunni. Pertama, akui secara tegas bahwa Al-Quran itu otentik (tidak mengalami tahrif). Kedua, hentikan caci-maki terhadap sahabat-sahabat dan istri Rasul Saw. Ketiga, Syiah tidak boleh menyebarkan fahamnya di tengah komunitas Sunni. Keempat, mesti ada pengakuan terhadap hak-hak kaum minoritas baik itu Sunni maupun Syiah”, paparnya mengutip pernyataan Dr. Yusuf Qaradhawi kepada para Mullah dan Ayatullah (ulama) Syi’ah di Iran.

Sementara itu, Muhammad Zaitun, Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) yang juga pendiri MIUMI, mengatakan, untuk menangkal arus dakwah Syiah, MIUMI akan menggelar Muktamar Internasional Ulama Ahlul Sunnah se-Dunia di Jakarta.

“Harapan kami, MIUMI bisa bermitra dengan kementrian dan mendapat dukungan secara pribadi dari Pak Dirjen”, ujarnya berharap.

Menanggapi hal itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Abdul Jamil berterimakasih kepada MIUMI atas terobosan, informasi serta solusi intelektual berbasis ilmu dan riset yang disuguhkan MIUMI kepada umat.

“Terimakasih (kepada MIUMI), informasi yang semula meraba dalam gelap kian terbuka. Kesimpulannya, dengan menjembatani umat dan berupaya merangkul berbagai lapisan, MIUMI sedang memasuki satu “wilayah kosong” yang hampir belum disentuh saat ini. MIUMI, dengan pemikiran intelektualnya yang luar biasa ini, merupakan trend baru yang dibutuhkan anak muda dalam rangka konvergensi kekuatan-kekuatan Islam di Indonesia yang tidak tersekat oleh ikatan ormas yang sudah ada”, ungkap Pak Dirjend.

Menutup pertemuan, Prof. Dr. Abdul Jamil berjanji akan menyampaikan hasil penelitian tentang Syi’ah tersebut kepada Menteri Agama, Surya Darma Ali, sebagai bahan pertimbangan dalam decision making system atau pola pengambilan keputusan. [Masdar Helmi]

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/miumi-serahkan-empat-hasil-riset-tentang-syiah-ke-kemenag.htm

FUUI Desak MUI Segera Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

Sekitar 200 ulama pada Musyawarah Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 merekomendasikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa tentang kesesatan ajaran Syi’ah dan menghentikan seluruh kegiatan Syi’ah dari pusat sampai daerah.

Ratusan ulama itu berkumpul di Sekretariat Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) di Masjid Cijagra, kemarin Ahad (22/4). Dalam rilis yang diterima detikbandung, Senin ini (23/4/2012), sedikitnya 200 ulama dan tokoh muslim dari seluruh Indonesia, di antaranya seluruh Jawa, Madura, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Aceh yang hadir.

“Kami juga minta Menkum HAM, Mentreri Agama, dan Kejaksaan Agung agar mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, atau lembaga yang berada di bawah naungan Syi’ah dan atau yang berfaham Syi’ah. Kami juga merekomendasikan pada pemerintah melalui Mendiknas agar menutup kegiatan Iranian Corner di seluruh perguruan tinggi Indonesia,” ujar Ketua FUUI Athian Ali.

Poin kesepakatan yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut masih banyak, namun intinya seluruh ulama di Indonesia harus terus memberikan pemahaman kebenaran Ahli sunnah wal jamaah dan bahaya kesesatan Syi’ah dengan berbagai cara.

Sebelum digelar musyawarah ulama kemarin, pada Sabtu 17 Maret 2012 lalu di FUUI berkumpul tim ahli yang terdiri dari Ustadz Amin Jamaluddin, Ustadz Luthfi Bashori, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Ustadz Daud Rasyid, serta Sekretaris PP Persis Ustadz Ihsan Setiadi Latief. Sementara Ustadz Adian Husaini berhalangan hadir tetapi telah menyampaikan masukan-masukannya secara tertulis.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun usul dan saran berkenaan dengan rencana FUUI mengeluarkan fatwa serta mematangkan perencanaan musyawarah nasional.

Lalu pada Kamis 22 Maret 2012 “Fatwa Tentang Syi’ah” ditandatangani oleh Ketua FUUI dan salah seorang Penasihat FUUI, KH. ‘Abdul Qodir Shodiq. Kendati demikian memperhatikan saran para Penasihat FUUI agar tetap menjaga kebersamaan, maka dikeluarkannya Fatwa FUUI mengambil moment pada tanggal 22 April 2012, dengan sebelumnya diedarkan kepada para ‘Ulama dan para Pimpinan Ormas Islam di seluruh Indonesia.(fq/dtkbdg)

Iklan

18 responses to “Musyawarah ‘Ulama Pemecah Belah Umat ke-2 “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Syi’ah”

  1. nanti suatu saat calon jamaah haji indonesia terindikasi Syiah akan dicekal, tidak bisa berhaji, sedangkan arab saudi yg lebih wahabi lagi tidak mempersoalkan masalah berhajinya kaum syiah, ckckck. Indonesia makin puritan….

  2. ini keliatan bodohnya orang-orang…….tidak punya ilmu sok pinter…apa g pernah baca sejarah apa?????Indonesia seharusnya merupakan Rumah bagi setiap Muslim…. disini sumber-sumber ilmu berada…..pengajarnya ngaku lulusan luar…….tapi ko bahlol ya??????

  3. Yah…Beginilah nasib bumi ini jika ulama dunia lebih dipandang daripada ulama yg sesungguhnya.

  4. “Ratusan Ulama Su’, Jahil, dan Pemecah-Belah Umat berkumpul merumuskan langkah startegis menyikapi Syi’ah di Indonesia, Zionis,Salibis, Kelompok Takfir lintas Mazhab adalah sponsor moral dibelakang layar dari gerakan ini. Waspadalah segala upaya mempertentangkan perbedaan Mazhab yang akan membawa kita kepada permusuhan dan bencana demi bencana !!!”

    bolehkah anda (pemilik blog / redaktur blog / admin blog) menunjukkan bukti bahwa, salibis mensponsori hal ini?
    jika anda bisa menunjukkan bukti, silakan cantumkan, jika tidak jangan sampai pernyataan anda sampai ke kepolisian RI karena anda menyebarkan fitnah

  5. saya akan menunggu selama 1 minggu, apabila ternyata anda tidak dapat memberikan bukti bahwa salibis (Kristen) mensponsori, ataupun anda (pemilik/redaktur/admin blog) tidak menghapus artikel ini, maka saya akn layangkan surat ke dirjen bimas Kristen & dirjen bimas Katholik, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, serta Kepolisian Republik Indonesia

  6. singgih@ zionis yahudi dan zionis kristen itulah yg dimaksud, ingat anda jangan salah dlm memahaminya yg redaksi maksudkan adalah sponsor moral itu dan itu pembuktiannya sangatlah tidak mudah tetapi bisa dirasakan dari banyak statmen para pendukung gerakan zionisme

  7. Inilah salah satu buktinya : Kekuatan Islam sebenarnya hanya terletak pada ketika mereka saling bersatu (Ukhuwah Islamiyah). Nuklir kita mungkin bisa menghabisi Iran dan Hamas tetapi kekuatan ideologi mereka masih bisa berkembang kuat diberbagai negara yang mendukungnya, hanya satu yang bisa menghabisi mereka kita buat berbagai isyu untuk memecah belah Islam” (Ehud Barak/Menteri Pertahanan Israel)

  8. admin/pemilik/redaktur blog.
    jika memang seperti itu yang anda maksudkan, yakni salibis (zionis Kristen), tolong cantumkan nama sekte Kristennya kalau perlu nama personnya.

    jangan asal menyebut salibis, karena menurut literatur yang saya kumpulkan dari para pakar sosiologi & pakar Islam. salibis itu mengacu pada penganut agama salib (Kristen) semua sekte & semua agama Kristen, baik itu Kristen Orthodoks, Kristen Anglikan, Kristen Protestan, Kristen Katholik, dll.

    & arti kata zionis adalah seluruh Yahudi, baik yang tinggal di Israel, maupun yang tinggal di luar Israel, baik yang setuju dengan peluluh lantahan Palestina, maupun yang tidak.

    tolong sebutkan salibis yang anda maksud dari Kristen mana & dari sekte / gereja apa?
    & apa buktinya “saibis” itu mensponsori adanya yang demikian.

    jangan sampai mulut anda berucap tanpa kejelasan & tanpa bukti konkrit. saya tidak suka agama dipermainkan atau dilecehkan.

  9. saya tak peduli anda mau sunni ataupun syiah.

    yang terpenting bagi saya, anda jangan coba-coba menyebut kata “salibis” untuk menyokong perpecahan dalam tubuh agama anda atau untuk menyokong sunni atau syiah.

    tunjukkan Kristen apa & dari sekte/gereja mana. serta tunjukkan buktinya jika statment anda memang benar bahwa “salibis” sponsor moral untuk memcah belah agama anda

  10. Zionisme Kristen

    Di pihak lain ada juga orang-orang Kristen yang menamakan diri mereka Zionis Kristen. yang sekarang ini mendukung Zionisme dan kebijakan-kebijakan Negara Israel.Mendefinisikan Zionisme Kristen sebagai “sebuah posisi teologis yang melihat suatu keniscayaan masa depan bagi Israel di tanah bapa-bapa leluhur mereka”[3], para penganutnya “bersiap dengan cara doa, penghiburan, dan keterlibatan praktis untuk menjamin kelanggengan dan kejayaan Israel.”

    Mempostulasikan pergulatan kosmik antara terang dan kegelapan, Pdt. Malcolm Hedding, salah seorang tokoh Zionis Kristen, menandaskan bahwa Israel akan berada di pusat pergulatan itu. Sebab, Allah akan mendirikan pemerintahan keadilan-Nya atas seluruh dunia dari Israel.[5] Karena itu tidak mengherankan bila “kekuatan-kekuatan kegelapan akan selalu menentang pemerintahan itu dan mereka akan melakukannya terutama dengan berupaya menghancurkan Israel.”Para Zionis Kristen “pasti akan berada di garis depan dari pergulatan ini. Merujuk pada ribuan orang yang akhir-akhir ini menggabungkan diri dengan Zionisme Kristen, Pdt. Hedding menganggapnya sebagai bukti “bahwa Allah sedang mempersiapkan suatu pasukan rohani bagi ‘showdown’ (konfrontasi terakhir) yang akan datang ini.”

    Suatu pasukan rohani! Apakah itu berarti mereka tidak akan mengangkat senjata untuk membantu Israel? Anggaplah mereka memang tidak melakukannya. Tapi apa artinya “keterlibatan praktis” di samping doa dan penghiburan?

    Kaum Zionis Kristen, melalui kerja sukarela, dukungan politis, dan dukungan finansial mereka kepada Israel dan kausa-kausa Yahudi, telah memperlihatkan bahwa mereka adalah sahabat-sahabat Israel yang terpercaya. Mereka telah mendonasikan sejumlah besar uang untuk mendukung Israel, termasuk amalan-amalan yang untuk membeayai upaya membawa orang-orang Yahudi dari bekas Uni Soviet dan Ethiopia ke Israel. Sebagai contoh, Pastor John Hagee telah menghimpun lebih dari 4,7 juta dollar untuk United Jewish Communities. Christian Broadcasting Network-nya Pat Robertson telah mendonasikan ratusan ribu dollar untuk menolong orang-orang miskin Yahudi di seluruh dunia untuk pindah ke Israel.

  11. Dokumen lain yang terbit pada bulan Desember tahun 2004, diproduksi oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Concil/NIC) yang diketuai Robert Hutchings membuat prediksi akan masa depan dunia yang tertuang dalam laporan berjudul Mapping The Global Future. Laporan tersebut sudah diberitakan oleh harian USA Today edisi 13 Februari 2005 dan juga dikutip harian Kompas edisi 16 Februari 2005.

    Inti dari laporan NIC tersebut adalah memperkirakan skenario peristiwa yang akan terjadi pada tahun 2020. Adapun kemungkinan skenario yang akan terjadi tahun 2020 menurut NIC adalah :

    Dovod World: Kebangkitan ekonomi Asia dengan China dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.

    Pax Americana : Dunia masih tetap dipimpin dan dikontrol oleh Amerika Serikat.

    A New Chaliphate : Bangkitnya kembali KHILAFAH ISLAMIYAH, sebuah pemerintahan Islam Global yang mampfundamentalist

    u memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global barat.

    Cycle of Fear : Munculnya lingkaran ketakutan, yaitu ancaman terorisme dihadapi dengan cara-cara kekerasan dan pelanggaran aturan, atau dengan kata lain akan terjadi kekacauan di dunia, kekerasan dibalas kekerasan.

    randDokumen NIC tersebut juga meneyertakan pendapat dan pandangan 15 Badan Intelijen dari 15 Negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Terhadap prediksi mengenai peran global Amerika Serikat yang dibuat pada tahun 2004 tersebut, NIC telah merevisi dengan mengeluarkan sebuah laporan baru berjudul “Mapping Global Future” yang dikeluarkan pada tahun 2008 yang lalu.

    Inti dari prediksi terbaru NIC adalah bahwa pengaruh Amerika Serikat akan berkurang pada tahun 2025, akan tetapi masih tetap memegang kendali penting terhadap politik global. Dalam bahasa Hillary Clinton, menteri luar negeri Amerika Serikat “Amerika tidak bisa memecahkan sendiri masalah yang mendesak dengan kekuatannya sendiri, dan dunia tidak bisa memecahkannya tanpa Amerika. Kita harus menggunakan smart power, keseluruhan perangkat yang ada ditangan kita”. Smart power adalah kombinasi hard power of command dengan soft power of attraction. Terkait dengan kebijakan terhadap dunia Islam, hal ini berarti Amerika Serikat dan sekutunya akan menghalalkan segala cara demi menghancurkan Islam dan Umat Islam.

    Pada tahun 2007, Rand Corp, kembali menerbitkan dokumen dengan judul Building Moderate Muslim Networks, yang juga didanai oleh Lembaga Donasi Smith Richardson Foundation. Dokumen terakhir ini memuat langkah-langkah strategis untuk membangun Jaringan Muslim Moderate yang Pro Barat di seluruh Dunia Islam.

    Baik Rand Corporation maupun Smith Richard Foundation adalah lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan gerakan Zionisme Internasional dimana para personilnya adalah bagian dari gerakan bawah tanah Freemasonry-Illuminati, sekte Yahudi yang berpegang pada kitab Talmud. Mereka juga selalu mengunakan istilah “Komunitas Internasional” untuk mengganti istilah Zionisme Internasional, agar maksud dan tujuan sebenarnya tersamarkan dan sekaligus memanipulasi negara-negara non Barat dan non muslim lainnya.

    Kedua Dokumen produksi Rand Corp maupun prediksi National Intelligent Council tersebut sudah diadopsi sepenuhnya oleh Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) dan Departemen Luar Negeri AS sebagai kebijakan Resmi Pemerintah Amerika Serikat yang tengah diterapkan terhadap Dunia Islam. Dokumen tersebut bisa diakses langsung melalui http://www.rand.org/.

    Itulah beberapa makar yang dilakukakan oleh Zionis Salibis Internasional dalam rangka menghambat kebangkitan Islam. Karena mereka memandang bahwa upaya umat Islam untuk kembali kepada kemurnian ajaran Islam adalah suatu ancaman bagi peradaban Dunia Modern, dan bisa mengantarkan kepada Clash of Civilization (Benturan Peradaban). .

  12. Saudara Singgih, kami segenap pengelola blog ini akan sangat senang apabila Kepolisian RI, Menag, dan Presiden RI membaca dan berdialog dengan kami karena NKRI adalah harga mati apapun agama dan aliran yg mencoba merongrong NKRI akan berhadapan dengan kami para pejuang Islam.

  13. penjelasan anda sangat global
    anda mengaku NKRI harga mati, tapi anda mengucilkan “salibis” yang notabene adalah semua pengikut agama salib.

    sekali lagi saya tegaskan.
    tolong anda tunjuk agama Kristen apa & dari Gereja/sekte mana yang anda sebut “salibis”

    saya akan beri waktu untuk anda 6 hari untuk menjawab pertanyaan itu. karena anda sudah menyinggung pengikut agama salib, jika dalam 6 hari ANDA TIDAK MENYEBUTKAN agama Kristen apa & dari Gereja / sekte mana, atau menghapus artikel ini.

    saya akan layangkan surat resmi kepada dirjen bimas Kristen (Protestan) & dirjen bimas Katholik, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia & Kepolisian RI. dengan dugaan memprovokasi / menebarkan kebencian masyarakat Indonesia kepada pengikut agama salib

  14. @Singgih, saudara mungkin sering membaca Ayat..
    {وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ }البقرة120
    Pragmatik apa yang saudara fahami dalam bahasa qurani bila menyebut kata “Nashara dan Yahudi”?, Allah tidak menyebut nashrani mana atau yahudi mana, hanya dengan pola dan karakteristik bisa difahami siapa yang dimaksud sebenarnya..! kalau saudara cerdas pasti sudah memahami siapa Zionis dan siapa Salibis sebagai penyokong mereka yang mempertentangkan perbedaan Mazhab yang akan membawa muslimin kepada permusuhan dan bencana demi bencana !!!

  15. Kita harus bisa membedakan antar Zionisme dan Yahudi sebagai religion dan Zionisme sebagai gerakan politik juga memiliki pendukung dari kelompok Kristen yg di sebut Zionisme Kristen. Pak Singgih silahkan cari informasi sendiri siapa saja kelompok Kristen yang mendukung rezim despotik Zionis Israel yg anti kemanusiaan itu.

  16. Zionisme menemukan kekuatan dari perbedaan monoteistis dalam jaringan organisasi Kristen yang subur dan berkuasa, terutama di Amerika Serikat. Zionis Kristen memandang Israel sebagai bagian ketentuan suci yang ditakdirkan Tuhan, yang berpuncak pada kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Jumlah mereka mencapai puluhan juta dan telah berusaha mempengaruhi berbagai generasi politis Amerika. Namun demikian, cara pandang mereka bersandar pada kesalahan interpretasi fundamental terhadap kitab suci, yang justru bertentangan dengan pesan sejati ajaran Kristen.

  17. geli..pengen ketawa…geram…sambil berteriak dl hati..bahlul100x….kalo kita tanya para ulama pemecah belah umat itu jika ingin mengislamkan orang, semua sepakat cuma mengucap LAA ILAAHAILALLAH MUHAMMADUROSULULLAH….Sdh diketahui publik, ulama2 yg gencar memecah belah ini berasal dari salafi wahabi berbaju ahlussunnah yg menyebut mazhab yg tidak sesuai dgn mereka ahlul bidah……..Memang Allah sebaikbaik tipu daya…ulama2 su mencoba menipu umat, tetapi sebenarnya Allah sedang membongkar dan melaknat mereka menjadi AHLUL BIDAH DAN MUNAFIK. Mengislamkan orang cukup dgn dua kalimat syahadat. Mengkafirkan orang dengan ukuran hawa nafsunya.

  18. Ya ampun ulama ini….mbok ya islamkan saja orang-orang yang dipedalaman….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s