Galeri

Haidar Bawazir Tantang Ustadz Husein Alatas “MUBAHALAH”

Jumat, 04 Mei 2012 16:19

“MAJU TERUS USTADZ HUSEIN LAWAN SEGALA RENCANA JAHAT MEREKA YANG GIGIH MEMECAH-BELAH UMAT DENGAN ISYU-ISYU MAZHAB!!!”ALLAHU AKBAR…

jakarta – Akhir- akhir ini keberadaan aliran sesat semakin merisaukan umat islam di indonesia. Diantara aliran sesat tersebut ada yang berani terang terangan seperti Ahmadiyah, JIL atau yang masih taqiyyah seperti Syiah.

Diantara penyebar fikroh Syiah, tetapi ia enggan disebut dirinya penganut Syiah adalah Husein bin Hamid Alattas, ustadz yang menjadi pengisi rutin di Radio Silaturahmi (Rasil). Ustadz ini sangat dominan dan leluasa menyebarkan fikroh Syiahnya lewat media tersebut.

Tetapi anehnya ia tidak pernah mengakui dirinya sebagai Syiah. Bahkan ia berani mengajak ber-mubahalah terhadap siapa saja yang menuduhnya Syiah. Diantara pemikiran sesat Syiah yang dibawa oleh Husein bin Hamid Alattas antara lain: Mencaci secara terang-terangan beberapa sahabat Rasulullah Saw seperti Muawiyah ra, dan Abu Sufyan ra. Kemudian, menuduh secara halus bahwa sahabat Abu Hurairah ra melakukan kecurangan dalam meriwayatkan hadits.

Sebagaimana pernyataan yang ia sampaikan di Radio silaturahmi, yakni, bagaimana Abu Hurairah yang masuk Islamnya belakangan kok bisa meriwayatkan hadist tentang kematian Abu Thalib atau mengulang-ulang riwayat palsu tentang dicambuknya Abu Hurairah oleh Umar bin Khattab karena banyak meriwayatkan banyak hadist.

Cercaan lainnya adalah melaknat Marwan bin Hakam. Padahal sosok Marwan bin Hakam adalah sosok yang sangat dihormati oleh para ulama Ahlussunnah. Imam Bukhari menjadikan Marwan bin Hakam sebagai salah satu perawi hadits yang terpercaya. Para ulama juga berselisih, apakah Marwan termasuk golongan sahabat Rasulullah saw yang berumur muda atau tersemasuk pendahulu generasi tabi’in.

Selanjutnya, Husein juga melakukan “tasykik” atau upaya membuat keraguan terhadap keshahihan hadits-hadits yang ada di shahih Bukhori. Atas kesesatan dan penyebaran kesesatan yang dilakukan oleh Husein dan difasilitasi oleh radio silaturahmi, maka aktivis dakwah yang juga ahli penyakit dalam, Haidar Abdullah Bawazir menyampaikan beberapa hal:

“Kepada Husein bin Hamid Alattas dan segenap jajaran pengurus serta penyandang dana radio silaturahmi, segera bertaubatlah dan hentikanlah penyebaran kesesatan ini. Takutlah kalian kepada Allah Swt!”

Tentang Husein yang mati-matian menolak dianggap sebagai seorang penganut Syiah, bagi kami yang penting adalah dia telah menyebarkan fikroh Syiah bukan perkara dia mengaku Syiah atau bukan.

Mengingat perkara mencaci sahabat adalah perkara yang sangat besar kesesatannya dalam aqidah Ahlussunnah wal jamaah, maka Haidar Bawazir meminta Ustadz Husein Alatas untuk berhenti dari menyebarkan kesesatan tersebut dan mengumumkan akan taubatnya sehingga tidak membingungkan masyarakat awam.

“Apabila ia menolak untuk menghentikan upaya penyesatan tersebut, maka saya (Haidar Bawazir) menantang Husein untuk melakukan MUBAHALAH dalam perkara: Tuduhan terhadap sahabat Abu Hurairah ra, tuduhan terhadap sahabat Muawiyah ra, tuduhan terhadap Marwan bin Hakam,” tandas Haidar Bawazir, dokter ahli penyakit dalam dan aktivis dakwah itu.

Pilihan bagi Husein hanya dua, yaitu: bertaubat atau mempertanggung jawabkan pendapatnya dengan melakukan mubahalah bila ia tidak ingin dianggap sebagai pendusta. Mudahan mudahan Allah Swt menunjuki kaum muslimin kepada jalan yang benar dan menyelamatkan kita dari kesesatan. **[voa].

Sumber :http://www.syiahindonesia.com/index.php/akhbar-syiah/syiah-indonesia/744-penganut-syiah-husein-bin-hamid-al-attas-ditantang-mubahalah

dr.Haidar Abdullah Bawazir: Saya Tak Menuduh Syiah,Tapi Pertanyaan Kenapa Sebarkan Syiah?

JAKARTA (VoA-Islam) – Haidar Abdullah Bawazir, aktivis dakwah yang juga ahli penyakit dalam, hendak mengklarifikasi pernyataan sebelumnya di Voa-Islam, bahwa dirinya tidak menuduh Husein bin Hamid Alattas sebagai Syiah. Ia hanya mempertanyakan, kenapa Husein menyebarkan fikroh Syiah.

Haidar bahkan menantang mubahalah Husien bin Hamid Alatas, yang merupakan da’i tetap di radio Silaturrahim, dan melalui media itu, Husien menyebarkan pemikirannya. Haidar dengan sangat jelas menyampaikan sikapnya agar Husien menghentikan sikapnya yang menghujat para sahabat serta bertaubat.

Haidar mengaku kenal dengan Husein al Attas sejak lama, bahkan Haidar pernah mengagumi dan menjadi penggemarnya (Husein). Haidar bahkan ketika itu pernah berkunjung ke rumahnya, dari pagi hingga sore. Itu dulu, tapi belakangan, Haidar baru “ngeh”, bahwa Husein memiliki kecenderungan terhadap Syiah. Wallohu’alam.

“Saya mengenal beliau sudah lama, sempat menjadi penggemarnya. Ketika itu Husein sering ceramah di Matraman (Ummahat). Belakangan, ketika saya tinggal di Jawa Timur, saya banyak mengoreksi statemen-statemen beliau yang menyimpang. Banyak hal-hal subhat yang Husein sampaikan, seperti halnya kaum Syiah dan oritentalis yang suka menyampaikan hal yang subhat,” kata Haidar.

Menurut Haidar, apa yang disampaikan Husein adalah sebuah perkara yang penting, menyangkut hal yang prinsip dalam agama (Din). Husein sendiri tidak pernah mengakui bahwa ia Syiah, bahkan ia menantang untuk mubahalah kepada orang yang menuduh dirinya Syiah.

“Persoalannya, bukan karena dia Syiah atau bukan Syiah. Bagi saya itu tidak penting. Namun, yang saya pertanyakan, kenapa Husein menyerukan pemikiran dan mendakwahkan Syiah di tengah Ahlus Sunnah. Sekali lagi, saya tidak masuk ke area apakah Husein itu Ahlusunnah atau Syiah. Yang saya permasalahkan adalah kenapa beliau menyerang Abu Hurairah ra, Muawiyah ra, Abu Sofyan ra yang mereka semuanya adalah sahabat,” ungkap Haidar.

Haidar berkali-kali mendengar statemen Husein, katanya, kalau ada orang yang mengatakan Muawiyah sebagai sahabat, saya (kata Husein) akan tuntut di Yaumil Kiamah. Kalau ada pejahat di Indonesia, maka Muawiyah lebih jahat.

Padahal, Muawiyah adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw yang diberi amanah untuk menulis wahyu, pernah berjihad bersama Rasulullah, ia pernah didoakan Rasululah agar diberi hidayah. Bahkan, dimasa Umar ra dan Utsman ra, Muawiyah pernah diangkat sebagai Gubernur di Syam. Tapi, kenapa Husein malah melaknat dan mencerca Muawiyah?

Lebih lanjut Haidar pun mengatakan, Husein menjadi ikon untuk membawa pemikirannya, dan berusaha membentuk masyarakat dengan pemikiran dia yang sangat berbahaya. “Memang Husein tidak mengkaji dengan tema atau topik tertentu tentang sahabat yang dihujat. Tapi ketika pembahasan soal Tafsir atau pertanyaan dari jamaah, Husein akan membelokkannya ke arah sana.”

Yang lebih bahaya lagi, selain menghujat sahabat, adalah Husein kerap membuat tasykik atau membuat upaya keragu-raguan terhadap sunnah, dengan mengatakan bahwa sunnah tidak bisa dipercaya 100% walau pun shahih sanadnya. Juga dikatakan, sunnah itu harus diukur dulu dengan akal dan Al-Qur’an, itu statemen secara umum.

“Tapi ketika dibawa kasus per-kasus, yang ngukur adalah akalnya dia, bukan ulama, dan itu bahaya. Husein memberi subhat dengan mengatakan, walaupun hadits itu shahih, tapi hadits itu ditulis seratus sekian tahun, setelah meninggalnya Rasulullah. Katanya lagi, kendati shahih tidak bisa dipercaya 100%. Ini namanya menimbulkan keragu-raguan terhadap sunnah, padahal kita berpegang pada Qur’an dan Sunnah Rasul.”

Sanad Lebih Penting Daripada Tulisan

Dikatakan Haidar, logika yang disampaikan Husein bagi orang awam sepintas memang masuk akal, tapi sangat lemah hujjahnya. Karena pada masa Rasullah ada yang menulis, bukan tidak ada yang menulis, seperti sahabat Abdullah bin Amru bin Ash. “Pertanyaanya, mana yang lebih penting, tulisan atau sanad. Yang jelas, sanad itu lebih penting daripada tulisan. Itulah sebabnya, para ulama meneliti sanad satu persatu, bagaimana si fula ihwal daya ingatnya maupun akhlaknya.”

Lalu kenapa Husein menyerang Abu Hurairah, Muawiyah, Marwan Bin Hakam, dan Abu Sofyan? “Tujuannya adalah bukan pada Abu Hurairahnya, tapi pada sunnahnya. Bisa jadi, ujung-ujungnya yang diserang adalah sunnah, atau lebih dari itu menyerang Islam. Pada hakekatnya, apa yg dilakukan Husein terkait penyerangannya kepada sahabat adalah sebuah penistaan terhadap agama juga. Abu Hurairah yang telah meriwayatkan ribuan hadits, kenapa dihujat?”

Haidar mengingatkan, bahwa yang dibawa Husein itu bukan barang baru, tapi sudah disampaikan oleh orang Syiah dan Orientalis. Sahabat yang dicela, seperti Abu Hurairah, Muawiyah, sesungguhnya ditemukan dalam bukunya oleh Abu Roiyya, orang Mesir yang liberal pemikirannya. Semua pemirannya diambil dari Syiah dan orietalis , tujuannya untuk menyerang Islam, seperti halnya orang Liberal.

Para ulama sudah selesai membahas tentang subhat tersebut. Sebab itu, Husein diminta agar membaca buku yang ditulis Mustofa as-Sibai yang berjudul “Sunnah dan kedudukannya dalam Syariat Islam. Mungkin Husein sudah tahu. Tapi masih saja membuat tasykik. Husein mengatakan, Abu Hurairah pernah dicambuk oleh Umar, padahal riwayat yang dipakai itu penuh dengan kedustaan.

Dihimbau untuk Bertobat

Sebetulnya, sudah banyak pihak yang mengingatkan Husein, tapi ia tetap dengan keyakinannya. Tidak soal, jika keyakinannya untuk dirinya sendiri. Tapi kalau diulang-ulang disampaikan ke depan publik, maka ia telah menyampaikan hal yang subhat. “Yang dihujat Husein ini bukan masyarakat awam, tapi sahabat dan tabiin. Saya menyerukan kepada Husein untuk tobat dan berhenti menebarkan subhat. Kembalilah pada ahlusunnah yang benar. Jika tidak, ia seperti berada di satu parit dengan orang-orang liberal yang suka menyesatkan orang,” kata Haidar.

Hingga berita diturunkan, pihak perantara Husein Al Attas kepada Voa-Islam mengatakan, akan memberi hak jawab untuk menanggapi pernyataan Haidar Abdullah Bawazir. Husein juga mengajak dialog Haidar, bahkan Mubahalah yang disaksikan oleh sejumlah tokoh dan media Islam. (Mh/sas)

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/05/08/19005/haidar-saya-tak-menuduh-syiahtapi-pertanyaan-kenapa-sebarkan-syiah/


Syiah Zaidiyah yang Tidak Menghujat Sahabat Hanya Ada di Yaman??

JAKARTA (VoA-Islam) – Apakah ada Syiah yang tidak menjelek-jelekkan sahabat? Dikatakan Haidar Abdullah Bawazir, aktivis dakwah yang juga ahli penyakit dalam: Ada! Yakni, Syiah Zaidiyah, Syiah yang dekat dengan Sunni. Perlu diketahui, bahwa Syiah Zaidiyah cuma di Yaman, dan jumlahnya sangat sedikit sekali.

“Yang kita bicarakan adalah Syiah yang berkembang di Indonesia, Syiah Rafidhah, Syiahnya pemerintah Iran, yang sekarang lagi menyebarkan dakwah dengan mengelontorkan dana besar-besaran kepada da’i Syiah di Indonesia. Syiah Rafidhah inilah yang kerap melaknat sahabat.

Di muka umum, mereka tidak terang-terangan mencela sahabat. Tapi, secara taqiyah mereka memiliki dendam kepada Abubakar ra, Umar ra dan Utsman ra, serta Aisyah,” ujar Haidar kepada Voa-Islam di Depok, Jawa Barat.

Haidar mengaku sering berdialog dengan kaum Syiah di jajaring social Facebook. Dengan menggunakan nama samaran, mereka melaknat sahabat. Ulama sepakat mendefinsikan sahabat, yakni orang yang melihat Rasulullah dalam keadaan beriman dan mati pun dalam keadaan beriman. Kendati, memang sahabat itu tidak ada yang maksum.

Tapi mereka sudah disaksikan oleh Allah dan Rasulnya, sebagai sahabat yang memiliki kedudukan utama, termasuk Muawiyah dan Abu Sufyan. Jika ada perselisihan diantara sahabat, kita harus adil, diam, dan tidk boleh mengomentari. Kita sebaiknya mendoakan.

“Saya tak ingin menuduh Husein Syiah. Jangan dibawa ke arena menuduh syiah atau bukan. Arena saya, Husein telah menyebarkan fikroh Syiah, membuat tasyqik kepada sunnah, dan menghujat sahabat. Ketahuilah, Abu Hurairah pernah didoakan Rasulullah, agar orang mencintai dirinya dan ibunya. Kalau ada yang membenci Abu Hurairah, maka diragukan keimanannya,” tukas Haidar.

Kata Haidar, MUI sebenarnya mengeluarkan fatwa terkait Syiah. Namun, MUI diminta agar lebih mempertegas lagi,mengingat ditubuh MUI, ada pihak yang cendeung pada Syiah.

Haidar mengingatkan, jika masih lemah, Syiah kerap sembunyi alias taqiyyah. Jika telah sampai memiliki kekuatan tertentu, mereka akan menggunakan kekerasan, dalam bentuk pemberontakan bersenjata. Sangat mungkin Syiah Indonesia akan memberontak seperti yang terjadi di Yaman.

Untuk membendung bahaya Syiah, Haidar mengimbau agar umat Islam (Ahlu Sunnah) belajar akidah yang benar, jangan mau dimanfaatkan, apalagi menelan begitu saja ihwal pemahaman Syiah. “Ibarat menanam ganja, disekelilingnya di tanam pohon pisang dan singkong. Padahal yang mereka panen adalah ganjanya. Seperti itulah strategi Syiah,” kata Haidar. (Mh/sas)

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/05/08/19006/syiah-zaidiyah-yang-tidak-menghujat-sahabat-hanya-ada-di-yaman/

Hak Jawab Radio Silaturahim atas berita Husein bin Hamid Alattas menghindar tantangan Mubahalah
Jum’at, 18 Rajab 1433 H / 8 Juni 2012

Berikut Hak Jawab yang dikirimkan Radio Silaturahim ke redaksi arrahmah.com berkenaan berita tantangan Mubahalah yang diajukan Ustadz Haidar Abdullah Bawazir dengan Husein Bin Hamid Alattas:

Assalamualaikum Warahmutullahi Wabarakatuh…

Kepada pengelola situs arrahmah.com, kami dari radio silaturahim mengucapkan terimakasih atas dimuatnya surat kami sebagai hak jawab berita arrahmah.com berkaitan dgn pernyataan saudara Haidar Bawazir terhadap Ustadz Husin Alatas sebagai salah satu penceramah di radio silturahim am 720.

Telah sangat jelas bahwa Ustadz Husin mengajak Mubahallah dalam hal tuduhan fitnah pada dirinya yang dinyatakan berfaham Syiah. Namun Saudara Haidar Bawazir menolak bermubahallah dalam hal tersebut tetapi hanya ingin bermubahallah dalam hal yg menurutnya mengajarkan fiqroh Syiah. Menurut Haidar mengkritisi Muawiyah adalah mengajarkan Fiqroh Syiah. kami ingin mengutip buku yg ditulis oleh Tohir Bawazir, dan Sayyid Qutbh, Syaikh Muhammad Ghazali juga Abul Ala Almaududi apa pendapat Haidar tentang mereka itu? Apakah para penulis itu mengajarkan fiqroh Syiah? Lantas apa sikap Haidar kepada Tohir Bawazir, kepada Sayid Qutubh kepada Abul A’la Almaududi, Syaikh Muhammad Ghazali yang menulis dan mengkritisi Muawiyah apakah mereka juga dianggap syiah oleh saudara Haidar?

Bila ingin bermubahallah, Ustadz Husin Alatas sudah berkali kali menyatakan kesiapannya, dan sayapun sudah berhubungan baik melalui sms dan telp dengan saudara Haidar namun Haidar Bawazir selalu menyatakan meminta untuk saya menghubungi saudara Ismed, padahal saya pribadi sudah menyatakan: “untuk apa lagi melalui Ismed karena saya langsung mewakili Ustadz Husin dan Ustadz Husin Alatas sudah menyatakan kesiapannya untuk bertemu dgn Saudara Haidar Bawazir. Dan saya juga sudah berhubungan langsung dengan saudara Haidar baik via telephon maupun via SMS, mengapa saya harus berhubungan dengan Ismed, kalaupun Saudara Ismed yang diminta untuk menjadi penghubung, silahkan saudara Ismed yang menghubungi saya. Anehnya saudara Haidar tetap meminta saya menghubungi Ismed. (bukti Capture SMS terlampir)

SMS antara saya dengan Haidar Bawazir seluruhnya saya capture agar menjadi bukti bahwa ucapan Haidar dipenuhi ketidak benaran. (kami sertakan capture tersebut pada pihak arrahmah.com dan silahkan dimuat bila memungkinkan agar publik tahu dan bisa membuat kesimpulan.)

Ketika kami menyatakan kesiapan, saudara Haidar Bawazir meminta agar semua petinggi Rasil, semua Crew, semua Asatidz untuk hadir, saya katakan Siap. Semua pengelola dan petinggi Rasil akan hadir cuma satu saja yang masih sedang berada diluar negeri yaitu Ir Faried Thalib, Namun Saudara Haidar meminta pertemuan diundur menjadi setelah tanggal 3 Juni. Dan saudara Haidar juga meminta pada saya melalui telp agar seluruh petinggi rasil dan juga Ustadz Husin bertobat dihadapan dirinya didalam pertemuan tersebut. Saya katakan kalau antum ingin bermubahallah kami siap tapi kalau antum meminta kami bertobat dihadapan antum mohon maaf kami tidak melihat anda sebagai orang yang layak untuk menghukumi.

Karena persoalan yang antum katakan itu hanya berkaitan dengan masalah referensi, silahkan saudara Haidar membaca buku-buku yang kami kutipkan dibawah ini.

Tohir Bawazir : Bersikap Adil Terhadap sahabat Nabi. “Sebagai contoh adalah pernyataan Sayyid Quthub dalam bukunya, Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyyah fi Al-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam), beliau mengatakan, “Kita sangat menyayangkan Utsman karena khilafah datang kepadanya dengan terlambat, yaitu pada saat keluarga Umayyah ada di sekelilingnya ketika beliau berusia hampir delapan puluh tahun. Sehingga mereka (kaum kerabatnya dari bani Umayyah) memperlakukan Khalifah Utsman seenak hatinya.” Atau seperti yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Ghazali ketika mengomentari kepemimpinan Muawiyah dalam bukunya, Al-Islam wa Al-Istibdad As-Siyasi (Islam dan Penindasan Politik). Dalam buku tersebut beliau menulis, “Hilanglah kendali dari tangan orang-orang mukmin yang shaleh. Setelah tiga puluh tahun, akhirnya Khulafa-urrasyidin pun binasa. Pemimpin Islam yang mengetahui, memahami dan mencintai rakyat pun diganti oleh pemimpin yang buruk. Pemimpin tersebut berbuat kemudharatan, bukan kebaikan, kerusakan dan bukan kebenaran.” Syaikh Ghazali secara provokatif melanjutkan, “Yazid (anak Muawiyah) adalah pemuda yang fasik. Orang yang tidak layak jadi ketua kelas Sekolah Dasar malah berdiri di atas mimbar Nabi, Abubakar dan para shahabat (jadi khalifah, edt.)”dst. Tidak terkecuali juga Abul ‘Ala Maududi juga mengkritik episode sejarah Islam era Muawiyah dalam bukunya, Khilafah dan Kerajaan. ”

Silahkan Saudara Haidar mengambil kesimpulan sendiri terhadap buku buku yang ditulis oleh para ulama Sunni tersebut.

Lagi pula Ustadz Husin Alatas memberikan pendapat tentang Muawiyah ketika ditanya oleh pendengar radio Silaturahim bukan bagian dari tema-tema ceramah. 95% ceramah Ustadz Husin merupakan tafsir Qur,an, silahkan dengarkan baik baik radio silaturahim agar prasangka buruk ini tidak meluas menjadi fitnah yang berkepanjangan.

Akhir kalam dengan sangat terbuka lebar kami dari Radio Silaturahim am720 menyatakan siap memfasilitasi saudara Haidar Bawazir bila ingin berdialog dgn Ustadz Husin Alatas menyangkut referensi2 tersebut, agar saudara Haidar bisa melihat masalah dengan lebih luas. Dan kami juga siap memfasilitasi Saudara Haidar Bawazir bila ingin bermubahallah terkait dengan fitnah Ustadz Husin berfaham Syiah bukan pada hal yang lainnya. (agar mubahallah menjadi jelas rujukannya yaitu pada fitnah syiah, tidak membulak balik dengan tuduhan lain.) Silahkan hadir di Radio Silaturahim dan kami akan tetap menyambut saudara Haidar sebagai tamu terhormat sebagaimana tamu-tamu kami lainnya.

Demikian surat ini kami sampaikan semoga masalah semacam ini bisa berakhir dengan sebaik baiknya penyelesaian bukan dengan fitnah2 yang tidak jelas landasannya.

Kepada pengelola situs Arrahmah.com kami ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya semoga situs arrahmah.com tetap menjadi yang terdepan dalam memperjuangkan kepentingan umat islam dan bersama sama melawan kebiadaban Zionis Israel dan kroninya, musuh umat Islam yang paling riil yang harus kita hadapi secara bersama-sama dan bersinergi.

Salam kami untuk Ustadz Abu Jibril semoga beliau serta para pengelola situs arrahmah.com, saudara Haidar Bawazir, juga kita semua selalu berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Amin yarobbal alamin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

H. Firman Putrajaya Moeslim Taher, S.H
(General Manager Radio Silaturahim am 720.)

Lampiran Capture SMS

Sumber:http://arrahmah.com/read/2012/06/07/20771-hak-jawab-radio-silaturahim-atas-berita-husein-bin-hamid-alattas-menghindar-tantangan-mubahalah.html

Iklan

12 responses to “Haidar Bawazir Tantang Ustadz Husein Alatas “MUBAHALAH”

  1. kalo sumbernya VOA..masuk tong sampah aja dah…

  2. Wah sesama Ahlul Bait Nabi SAW saling beradu argumen. Mudah mudahan tetap kepala dingin. Kebenaran cuma satu. Peace :)

  3. Waduh…..siapa yg sesama ahlulbayt nabi ?? Ustd husein alattas. Jelas keturunan nabi saww. Kalau yg bawazir bukan Om…..
    Tp kalau mau mubahallah soal muawiyah LA, marwan bin al hakam LA, abu sufyan. Boleh juga tuh…biar yg ngaku Islam pada melek. Kagak ketipu sama yg namanya “sahabat” nabi.
    Tolong dong kalau Ada yg tau website nya Ustd haidar bawazier kasih tau ana…. Ana mau kok mubahallah untuk yg satu itu.

  4. Hamidah Ahmad

    ternyata haidar bawazir tak punya nyali..heemmmm

  5. jadi ingat peristiwa mubahalah antara Nabi SAAW bersama keluarganya .dan yahudi…

  6. jadi ingat peristiwa mubahalah antara Nabi SAAW bersama keluarganya .dengan yahudi…

  7. Dik Sukma, bukan mau berdebat, saya bukan ahli berdebat. Kalo ilmu belum cukup janganlah percaya diri mau mubahalah segala, Nasab anda saja tidak tau. Sini, Om Sugeng kasih tau, Ust Husein Alattas dari keturunan Sayyidina Ali Ra dan Ust Haidar Bawazir dari keturunan Sayyidina Abbas Ra (Paman Nabi SAW), jadi keduanya termasuk dzuriah ahlul bayt Nabi SAW. Kalau Om Sukma belum tau nasab apalagi tentang sahabat nabi mending diam jangan berkomentar. Saya bukan pendukung keduanay, saya juga seorang aktivis dakwah. Berbeda itu biasa, tetapi dengan ilmu dan kepala dingin. Dan jangan mencerca tanpa ilmu. Surga ada tujuh lapis dan bukan Anda (Sukma) yang menentukan sebuah kebenaran apalagi masuk surga. Belajar dulu ya Dik, dan pakai ilmu padi. Salam, Sugeng van Cirebon.

  8. Dah hafal gaya ahlulmuawiyah memang selalu begitu. Lagaknya aja ngajak Mubahalah…ee plintat plintut…..

  9. aduh bapak bapak saya ini awam soal ginian , yang saya tahu yang suci dan benar itu cuma al quran dan sunah rasulullah, selebihnya cuma pemahaman berupa mahzab hasil olah pikir manusia yang bisa keliru, mahzab apapun yang bertentangan dengan Al Quran berarti bisa dikategori bathil, yuk semua kita bersatu melawan dajjal, kekafiran, thogut, korupsi, kemiskinan kebodohan, kepicikan, hedonisme, narkoba, yang semuanya senjata iblis itu musuh kita yang sebenarnya, perdebatan sepele semacam ini gak menambah kepada islam yang jaya kecuali kepicikan.

  10. Dr. Heidar yg terhormat. Belum tentu degan pendidikan tinggi seseorang akan menjamin bahwa dia selalu benar. Demikian pula saya perhatikan dengan anda. Nampaknya anda hanya ingin memaksakan kehendak bahwa anda selalu benar, malahan banyak hal dalam tingkah anda menunjukkan kesombongan PENUH DENGAN KEANGKUHAN, dan memaksakan orang lain harus mengikuti cara2 anda berpikir dan berpendapat. Subhanallah,…. bukankah Ibadah seseorang itu di nilai oleh Allah,….. maka jangan menganggap bahwa anda sebagai wakilTuhan di Dunia untuk menilai Ibadah seseorang karena itu hanya menunjukkan SIFAT ANGKUH YG ADA PADA DIRIMU.
    Saya yakin anda datang dari keluarga yg baik, maka berachlaklah yg baik dan terpuji,
    karena dalam satu Hadith Rasul SAW mengingatkan kepada kita sekalian,
    (maknanya); Seorang yg ibadahnya sedikit namun dengan Achlak yg mulia, lebih di cintai Allah, dari seorang Ahli ibadah yg kurang achlaknya. Olehnya,jangan angkuh dengan pengatahuan yg anda miliki, karena pengatahuan yg anda miliki adalah amanah Allah pada dirimu untuk tawadhu dan berachlak mulia. Insya Allah menjadi renungan yg baik untuk anda. Wassalam. Alfagir, Achukum Salahuddin.A.

  11. Voa = tempat sampah ,,, bravo ustad hussein.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s