Galeri

Wakil Menteri Agama Membuka Seminar Tentang Iran dan Syi’ah

Wakil Menteri ini dalam waktu yang tak lama lagi akan menjadi korban fitnah dan pembusukan karakter karena menyuarakan Ukhuwah…kita lihat saja nanti apakah Kelompok Takfir berani secara terang-terangan berhadap-hadapan menyerang Pemerintah. Bahkan situs-situs takfiri pemecah-belah Umat seperti eramuslim.com, voa-al-Islam.com,arrahmah.com, nahimunkar.com tak ada yang memberitakan seminar Internasional tentang Ukhuwah Islamiyah ini. Ironisnya media elektronik mainstream lebih banyak dikuasai kelompok pemecah-belah Umat yang konsisten dengan isyu-isyu perbedaan mazhab.

Jakarta, bimasislam (9/3): Kemarin pagi, tepatnya hari Kamis 14 Juni 2012 jam 09.30-10.00 Wib. di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Wakil Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, membuka Seminar Sehari yang bertema “The Role and Contribution of Iranian to Islamic Civilization” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta.

Seminar ini memiliki momentum yang cukup bagus di tengah menyeruaknya opini yang memanaskan suasana hubungan Sunni-Syi’i pasca konflik di daerah Sampang, Madura, akhir tahun lalu. Sampai-sampai, hal ini sempat membuat tegang hubungan diplomatik Indonesia dan Iran, yang nota-bene penduduknya mayoritas Syi’i. Sehingga, Kementerian Agama berinisiatif melakukan beberapa langkah taktis menyelesaikan konflik tersebut juga membuka ruang dialog dengan komunitas Syi’ah yang ada di Jakarta..

Karena bagaimanapun, diakui Wamenag, peran dan kontribusi Iran dalam peradaban Islam, terutama pasca revolusi Iran tahun 1979, merupakan suatu kenyataan yang dicatat dalam sejarah, seperti aspek keagamaan, budaya, pembaharuan pemikiran, ilmu pengetahuan, dan teknologi. “Pembaharuan pemikiran Islam yang dialami Iran menarik kajian berbagai kalangan, terutama para intelektual dan generasi muda, melalui penerjemahan buku-buku yang ditulis oleh para ulama dan cendekiawan muslim Iran sampai hari ini”, tegas Wamenag di hadapan para hadirin yang memadati gedung pertemuan terbesar di Kampus UIN Jakarta itu, seraya menyebutkan karya Ali Syari’ati di bidang agama dan sosiologi sebagai contohnya.

Selain itu, diakui Wamenag, ada budaya Iran yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, “tradisi tabut di Sumatera Barat dan Lampung adalah salah satu bentuk pengaruh budaya Iran di Indonesia”. Di samping persamaan antara Indonesia dan Iran sebagai negara yang sama-sama mayoritas berpenduduk muslim, beliau juga menjelaskan perbedaan keduanya dalam hal madzhab hukum Islam, di mana Indonesia dominan Sunni sedangkan Iran dominan Syi’i.

Sebagai paham keagamaan, Sunni dan Syi’i memang terdapat perbedaan di samping persamaan. Namun, “untuk membangun hubungan yang harmonis dan kerukunan bersama, sepatutnya persamaan terus dikembangkan dan diperkuat, sementara perbedaan harus terus diminimalisasi dengan semangat ukhuwah Islamiyah”, begitu arahan Wamenag di hadapan hadirin.

“Apa yang disebut dengan “Risalah Amman” (The Amman Massage) tanggal 9 November 2004 yang ditandatangani oleh ratusan ulama sedunia, agar dijadikan acuan hidup Sunni-Syi’i”, tegas beliau lebih lanjut.

Hadir pada acara tersebut Rektor UIN Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA, Dubes Iran untuk Indonesia Dr. Mahmoud Farazandeh, Menteri Kebudayaan Iran Dr. Sayid Mohammad Hosseini, dan sejumlah undangan lainnya dari kalangan akademisi dan pemerhati budaya Iran. (Edijun)

Sumber:http://bimasislam.kemenag.go.id/informasi/berita/388-wakil-menteri-agama-membuka-seminar-tentang-iran.html

Di Hadapan Pejabat Iran, Nasaruddin Umar Pastikan Umat Syiah Aman di Indonesia

Kamis, 08 Maret 2012 , 18:58:00 WIB
Laporan: Ihsan Dalimunthe

RMOL. Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan kelompok Syiah di Indonesia aman. Kekerasan dan pembubaran kegiatan umat Syiah di Sampang, Madura, sudah diatasi dengan baik oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan Nasaruddin pada Seminar Internasional “The Role and Contribution of Iranian Scholars to Islamic Civilization” di kampus UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Kamis 8/3. Hadir pada acara tersebut Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran dan juga Dubes Iran untuk Indonesia.

“Sudah berhasil diatasi dengan baik. Kami lakukan dialog dengan intensif bersama ormas-ormas Islam, tidak pernah ada pertikaian yang serius antara syiah-sunni di indonesia,” ujar Nasaruddin.

Nasaruddin menambahkan dalam penanganan perseteruan Sunni-Yyiah, pemerintah bekerjasama dengan semua pihak untuk menyelesaikannya dengan proses ke-Indonesia-an. Menurut Nasaruddin, semua proses, baik budaya, maupun agama Islam antara Sunni dan Syiah ketika masuk ke Indonesia akan mengalami proses peng-Indonesia-an dan kemudian melahirkan kekayaan yang luar biasa.

“Umat Islam harus saling bersatu, sembari menghargai semua perbedaan,”demikian Nasaruddin.

Republik Iran merupakan negara yang didominasi muslim Syiah. Seminar Internasional ini merupkan rangkaian dari Pekan Budaya Iran yang sedang berlangsung di Jakarta sampai 13 Maret mendatang.

Menurut Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran Sayed Mohammad Hosaini Pekan Budaya Iran diharapkan dapat menjembatani antara Timur dan Barat Dunia Islam serta dapat membuka lembaran baru hubungan di bidang budaya khusunya Indonesia dan Iran. [zul] http://www.rmol.co/read/2012/03/08/57048/Di-Hadapan-Pejabat-Iran,-Nasaruddin-Umar-Pastikan-Umat-Syiah-Aman-di-Indonesia

Catatan : Risalah Amman (The Amman Massage)

Risalah Amman Yang Ditanda Tangani Kurang Lebih 500 Ulama Baik Syiah maupun Sunnah

Risalah ‘Amman (رسالة عمّان) dimulai sebagai deklarasi yang di rilis pada 27 Ramadhan 1425 H bertepatan dengan 9 November 2004 M oleh HM Raja Abdullah II bin Al-Hussein di Amman, Yordania. Risalah Amman (رسالة عمّان) bermula dari upaya pencarian tentang manakah yang “Islam” dan mana yang bukan (Islam), aksi mana yang merepresentasikan Islam dan mana yang tidak (merepresentasikan Islam). Tujuannya adalah untuk memberikan kejelasan kepada dunia modern tentang “Islam yang benar (الطبيعة الحقيقية للإسلام)” dan “kebenaran Islam” (وطبيعة الإسلام الحقيقي).

Untuk lebih menguatkan asas otoritas keagamaan pada pernyataan ini, Raja Abdullah II mengirim tiga pertanyaan berikut kepada 24 ulama senior dari berbagai belahan dunia yang merepresentasikan seluruh Aliran dan Mazhab dalam Islam :

1. Siapakah seorang Muslim ?

2. Apakah boleh melakukan Takfir (memvonis Kafir) ?

3. Siapakah yang memiliki haq untuk mengeluarkan fatwa ?

Dengan berlandaskan fatwa-fatwa ulama besar (العلماء الكبار) –termasuk diantaranya Syaikhul Azhar (شيخ الأزهر), Ayatullah As-Sistaniy (آية الله السيستاني), Syekh Qardhawiy (شيخ القرضاوي)– , maka pada Juli tahun 2005 M, Raja Abdullah II mengadakan sebuah Konferensi Islam Internasional yang mengundang 200 Ulama terkemuka dunia dari 50 negara. Di Amman, ulama-ulama tersebut mengeluarkan sebuah panduan tentang tiga isu fundamental (yang kemudian dikenal dengan sebutan “Tiga Poin Risalah ‘Amman/محاور رسالة عمّان الثلاثة”), Berikut adalah kutipan Piagam Amman dari Konferensi Islam Internasional yang diadakan di Amman, Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.) dan dihadiri oleh ratusan Ulama’ dari seluruh dunia sebagai berikut:

Siapapun yang mengikuti Madzhab yang 4 dari Ahlussunnah wal Jamaah (Madzhab Hanafiy, Malikiy, Syafi’iy, Hanbali), Madzhab Syi’ah Ja’fariy/Imamiyah/Itsna Asyariyah, Madzhab Syi’ah Zaidiyah, Madzhab Ibadiy, Madzhab Dhahiriy, maka dia Muslim dan tidak boleh mentakfir-nya (memvonisnya kafir) dan haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. dan juga dalam fatwa Fadlilatusy Syekh Al-Azhar tidak boleh mentakfir ulama-ulama beraqidah Al-Asy’ariyah dan aliran Tashawuf yang hakiki (benar). Demikian juga tidak boleh memvonis kafir ulama-ulama yang berpaham Salafiy yang shahih.

Sebagaimana juga tidak boleh memvonis kafir kelompok kaum Muslimin yang lainnya yang beriman kepada Allah dan kepara Rasulullah, rukun-rukun Iman, menghormati rukun Islam dan tidak mengingkari informasi yang berasal dari agama Islam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s