Galeri

Mubahalah Ustadz Husein Alatas Vs Haidar Bawazier

Yang menganggap semua sahabat adil adalah sebuah sikap ghuluw karena faktanya tidak semua sahabat adil, antara sahabat yg satu dengan sahabat yg lain tentulah ada perbedaannya tidaklah sama dalam hal ilmu dan keadilannya dan ini bisa kita analogikan sebagai sebuah sikap menentang sunatullah dan didalam sejarah terbukti siapa yang menentang Sunatullah akan binasa dan celaka….pelajari kitab-kitab sejarah dengan seksama dan saudara akan terbelalak melihat fakta yang tak sesuai dengan keinginan saudara !!!!!!

“Kaum munafikin di zaman Nabi saww sebagaimana penjelasan Al_qur’an sangat keterlaluan dalam kemunafikan mereka. Mereka sangat bersungguh-sungguh menampakkan diri sebagai bagian dari umat Islam. Mereka juga turut shalat di belakang Nabi, mereka juga duduk di setiap majelis-majelis Nabi bahkan mereka juga turut meriwayatkan hadits-hadits Nabi saww. Karenanya sangat memungkinkan bagi orang-orang setelahnya, orang-orang munafik ini juga terkategorikan sebagai sahabat-sahabat Nabi”

“Setelah saya mempelajari sejarah Islam dengan seksama secara esensial umat ini hanya terbagi dua yakni : Syi’ah Ali dan Syi’ah Muawiyyah (Prof.Husein Alatas/Malaysia,Cucu Habib Empang).Ciri utama Syi’ah Ali yg menonjol adalah gemar akan persatuan sebaliknya Syi’ah Mu’awiyyah gemar akan perpecahan, bersatulah Sunnah dan Syi’ah dan teruslah jalin Ukhuwah agar kita semua setia dalam barisan kebenaran.

Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Husein bin Hamid Alattas mengakui dirinya tidak menganggap Muawiyah Ra sebagai sahabat Nabi SAW, ia juga mengakui Muawiyah Ra boleh dihujat dan dikritik. Meskipun, dirinya menyatakan bermanhaj sebagai Ahlus Sunnah.

“Secara lughowy (bahasa) Muawiyah termasuk sahabat, tetapi secara syar’i Muawiyah tidak termasuk sahabat,” Kata Husein Hamid Alattas ditengah acara dialog dan mubahalah antara dr.Haidar Abdullah Bawazir dengan Husein bin Hamid Alattas di Radio Silaturahim, Jl. Masjid Silaturahim no.36, Cibubur, Bekasi, Rabu kemarin (27/6).

Husein berpendapat, Muawiyah Ra merupakan pihak yang bertanggung jawab atas terbunuhnya banyak umat Islam dan Amar bin Yasir ketika terjadi perselisihan antara Muawiyah ra dengan Ali bin Abi Tholib Ra yang berujung dengan peperangan, pihak yang melakukan kesalahan dalam merubah sistem kekhilafahan menjadi kerajaan dengan mengangkat anaknya sebagai penerus kekhalifahan, serta yang menyebabkan peristiwa-peristiwa berdarah selanjutnya.

Pendapat bahwa terdapat perbedaan makna sahabat secara bahasa dan syar’i dan ketidak sepakatan ulama dalam menilai sahabat yang membunuh kaum muslimin, menurutnya berdasarkan kitab ulasan orang-orang yang sesuai dengan buku kalangan sunni kontemporer karya Hasan Farhan Al Maliki yang berjudul ‘Assubhu was Shahabah’. “Dalam buku itu tidak terdapat ijma dalam ahlussunnah berkaitan pandangan tersebut (status sahabat bagi orang yang membunuh orang beriman)” ujar Husein.

Penjelasan tersebut diutarakan Husein, setelah menolak definisi sahabat oleh jumhur ulama yang diutarakan Haidar Bawazir yakni, seseorang yang bertemu Nabi SAW dalam keadaan beriman ketika hidup dan beriman hingga ia meninggal dunia.

Menanggapi buku Hasan Farhan Al Maliky, Haidar menyatakan buku tersebut cacat untuk dijadikan referensi dikalangan sunni, karena Ia menemukan Hasan Farhan Al Maliky dalam sebuah video yang ia bawa di laptopnya menghujat Sahabat Abu Bakar Ra, Umar Ra, Aisyah Ra, Thalhah Ra, dan Zubair Ra, serta menyatakan Ulama syiah afdhol (lebih utama) dari ulama sunni “Bagaimana antum akan mengambil hujjah kepada orang yang menyatakan bahwa Abu bakar merebut Kekhalifahan dari Ali ?” ujarnya yang kemudian direspon Husein bahwa ia mengambil hujjah dan kutipan Hasan Farhan Al Maliky yang sesuai dengan pandangan ulama.

Masih berkenaan referensi, Husein yang selama ini menjadikan Abul ‘ala al Maududi sebagai sandaran bolehnya menghujat Muawiyah Ra dalam bukunya al Khilafah wal Mulk, menurut Haidar sikap Husein jika diukur dengan buku tersebut justru terkena vonis sesat. Karena dalam buku tersebut hal.97 Abul ‘Ala al Maududi menyatakan bahwa Muawiyah adalah seorang sahabat.” Dia menyatakan bahwa sesungguhnya Muawiyah adalah seorang sahabat, yang kita akui keunggulannya, keutamaannya, mempersatukan umat, dan barang siapa mencaci Muawiyah dia telah berlebihan dan keluar dari Haq” ungkapnya.

Pernyataan bahwa Muawiyah Ra bukan sahabat Nabi SAW dan menghujat Muawiyah Ra, Ia tegaskan kembali dengan sumpah atau Mubahalah,” Ana meyakini bahwa Muawiyah bukan Sahabat dalam pandangan syar’i dan boleh menghujatnya, dan ana siap dilaknat dan dikutuk oleh Allah bila ana salah. Tetapi, jika saya benar saya berdoa kepada Allah agar memberi hidayah kepada Haidar” Jelasnya sembari menjelaskan bahwa ia mencintai sahabat nabi, terkecuali Muawiyah Ra.

Lalu kemudian, ia meminta Haidar bawazir tidak perlu mubahalah, cukup dirinya saja yang menyatakan tersebut.

Terkait persoalan Muawiyah, Haidar Abdullah Bawazir menyatakan bahwa ijma jumhur ulama Ahlussunah mengakui Muawiyah Ra sebagai pihak yang salah dalam perselisihan dan Ali bin Abi Tholib Ra berada dipihak yang benar serta Sahabat tidak ‘Ishmah (Ma’shum/terjaga dari dosa). Namun, menurutnya sesuai pandangan jumhur ulama yang diikutinya kesalahan yang dilakukan Muawiyah Ra tidak serta merta menyebabkan status Sahabat hilang dari sisi Muawiyah ra ataupun menjadi kafir. “Ulama menyimpulkan Muawiyah bukan ahli nar, kenapa begitu? Karena Ulama mengumpulkan semua nash, bukan hanya satu hadist” Kata Haidar sembari menyitir sebuah hadist sebagai contoh yang menyatakan cucu nabi Hasan ra akan mendamaikan dua firqoh yang besar dari kaum Muslimin yaitu pihak Ali bin Abi tholib Ra dengan Muawiyah Ra.

Sebelumnya, Haidar Bawazir juga menyatakan siap dilaknat oleh Allah terhadap keyakinannya bahwa Muawiyah Ra adalah seorang Sahabat Nabi SAW ” Dan dia (Muawiyah) ridhoi Allah, apabila ana salah , ana siap dilaknat oleh Allah” lontarnya.

Dialog sendiri terjadi kurang lebih 3 jam diselingi istirahat untuk sholat zhuhur. Dalam dialog tersebut terjadi diskusi yang “panas” terkait bagaimana memposisikan seseorang termasuk sahabat atau bukan, dan kesalahan-kesalahan sahabat apakah menghilangkan status sahabat itu sendiri.

Selain itu, dalam dialog sebagian audiens dari pihak Husein dan Rasil yang hadir sempat menolak dan sepertinya berusaha menghalangi diadakannya mubahalah karena dianggap Bid’ah (perkara baru dalam agama yang sesat) atau sunnah sayyiah(buruk) serta persoalan penghujatan Muawiyah dinilai oleh mereka sebagai perbedaan yang tidak prinsip. Sehingga sempat adu argumen dengan pihak Haidar Bawazir yang mengutarakan terdapat dalil mubahalah dalam al-Qur’an dan contoh para sahabat seperti Ibnu Abbas Ra dan Imam Auzai Rhm.

Lalu Haidar Bawazir menyatakan bahwa penghujatan Muawiyah menurutnya merupakan suatu hal yang prinsip dan termasuk aqidah Ahlus sunnah, sehingga perlu dilakukan mubahalah.

Menjelang akhir dialog Haidar bawazir sempat mempersoalkan point baru, bahwa Husein pernah menghujat Abu Hurairah Ra yang kemudian direspon itu hanya sebagai ‘tataran ilmiyah’ ilmu hadist, lalu terjadi perdebatan sengit terkait batasan yang termasuk hujatan atau tataran ilmiyah. Namun dihentikan oleh moderator mengingat kesepakatan waktu telah selesai.

Dipenghujung dialog, pihak dari radio Rasil meminta jika terjadi mubahalah dengan tema tuduhan syiah kepada Husein dan radio tersebut. Mereka menilai tuduhan tersebut tidak beralasan. “kita Ahlussunnah wal jama’ah tidak sepenakut Syiah, dan itu eksplisit” ungkap Firman.

Selain itu, Faried thalib dari pihak Rasil tidak ingin ada lagi tuduhan syi’ah ataupun diplintir bahwa Husein tidak syi’ah tapi menyebarkan fikroh syi’ah. “itu sama saja tidak menuduh Ustadz Husein maling, tapi ustadz Husein mencuri” ujarnya.

Haidar Bawazir membenarkan bahwa dia tidak menuduh Husein sebagai Syi’ah, akan tetapi hanya menyatakan Husein menyebarkan fikroh syi’ah. “Ana siap mubahalah untuk ini” tegas Haidar ditengah tuntutan mubahalah jika diadakan tentang tuduhan Syi’ah.(fq/arrahmah)

http://eramuslim.com/berita-husein-bin-hamid-alattas-akui-muawiyah-ra-bukan-sahabat-nabi.html
http://arrahmah.com/read/2012/06/28/21263-husein-bin-hamid-alattas-nyatakan-muawiyah-ra-bukan-sahabat-nabi-dalam-mubahalah.html

Muawiyah bin Abi Sufyan dalam pandangan Ahlussunnah

1. Diriwayatkan dari Ismail bin Ubaid bin Rifa’ah dari ayahnya, “Sungguh aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,”Akan datang seorang lelaki memerintah kalian setelahku, mereka menyukai apa-apa yang kalian ingkari dan mereka menentang kalian atas apa yang kalian kenali, maka janganlah kalian menghinakan diri kalian, demi Zat yang jiwaku ditangan-Nya sungguh Muawiyah termasuk dari mereka.”

Riwayat ini terdapat dalam kitab Mustadrak ala Shahihain karangan al-Hakim an-Naisburi, jilid 4, halaman 71-72, terbitan Darul Fikr, tahun 1421 H/2011 M, cetakan ke-1.

Dia (al-Hakim) mengatakan : HAdis ini telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih menurut syarat Syakhain (Bukhori dan Muslim)

2. Diriwayatkan dari Sa’id bin Jubair bahwa dia berkata,”Aku bersama Ibn Abbas di Arafah, lalu dia berkata,’Aku tidak mendengar menusia mengucapkan talbiah (Labbaik)?’ Aku jawab, ‘Mereka takut dari Muawiyah.’Lalu Ibn Abbas keluar dari tendanya seraya mengucapkan, ‘Labbakallahumma labbaik. Sesungguhnya mereka telah meninggalkan sunnah karena sebab membenci Ali.”

Riwayat ini terdapat dalam kitab Sunan an-Nasa’i, jilid 5, halaman 259, terbitan Darul Fikr, tahun 1425 H/2005 M.

3. Berkata Abu Said al-Khudri ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya keluargaku akan mengalami pembunuhan serta pengusiran dari umatku sepeninggalku, dan kaum yang paling keras kebenciannya kepada kami adalah bani Umayyah, bani Mughirah, dan bani Makhzum.

Riwayat ini terdapat dalam kitab Mustadrak ala Shahihain karangan al-Hakim, jilid 5, halaman 395, kitab al-Fitan wal Malahim, terbitan Darul Fikr, tahun 1421 H/ 2001 M, cetaakan-1.

Dia (Al-Hakim) mengatakan : Hadis ini sanandnya shahih akan tetapi keduanya (Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya.

4.Dari Abul Aswad, dia berkata bahwa Muawiyah menemui aisyah, lalu Aisyah bertanya, “Apa alasan engkau memerangi ahlu ‘udzara’ hijri(pengikut Ali) dan sahabt-sahabatnya? “Muawiyah menjawab, “Wahai Ummul Mukiminin, sesungguhnya aku memandang bahwa memerangi mereka adalah kemaslahatan bagi umat dan mendiamkan mereka adalah kehancuran bagi umat. “Kemudian Aisyah berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Manusia yang akan berperang di ‘udzara'(shiffin) adalah orang yang dibenci Allah dan penduduk langit.”

Riwayat ini terdapat dalam kitab Kanzul”Ummal, karangan Muttaqi al-Hindi, jilid 13, halaman 252, kitab Fadhailus Shahabah, terbitan Darul Kutub Ilmiyah, cetakan ke-2 1424 H/ 2003 M.

Sebagaimana sudah kita ketahui dalam kitab-kitab sejarah bahwa Ummul Mukiminin Aisyah pernah berperang dengan Ali pada perang Jamal, tetapi dalam hal ini, beliau tetap menghormati Ali dan menyalahkan tindakan Muawiyah sehingg Ahlussunnah pun mengikuti sikap Ummul Mukminin. Sedangkan kelompok Wahabi sangat membela Muawiyah.

Di dalam kitab Durarul Karimah Ibn Hajar al-Asqalani, jilid 1, hal.155, terbitan Darul Jil, tahun 1414 H/1993 M. Beliau mengatakan : Ibn Taimiyah berkata : ” Sesungguhnya (Ali) orang yang tercela dalam segala hal. Dia berusaha terus-menerus mengejar kekhalifahan meskipun tidak ia peroleh, dan berperang untuk kedudukan bukan untuk agama dan sesungguhnya Ali gila kekuasaan.”

Lagi-lagi disinilah titik perbedaan antara Ahlussunnah dan Wahabi pengikut bani Umayah (Syi’ah Umawi), dimana Ahlussunnah sangat menghormati dan memuliakan Ali serta keluarganya sedangkan pengikut bani Umayah (Wahabi) senantiasa merendahkan dan melecehkan keluarga Nabi saw. Padahal Nabi saw bersabda :”Barangsiapa yang mencaci-maki Ali, maka sama dengan halnya ia telah mencaci-maki aku, dan barang siapa yang mencaci-maki aku berarti dia telah mencaci Allah SWT.”

Muawiyah dikecam Rasulullah saw selamanya takkan merasakan kenyang, karena suka makan.
خالد حدثنا شعبة عن أبي حمزة القصاب عن ابن عباس قال كنت ألعب مع الصبيان فجاء رسول الله صلى الله عليه و سلم فتواريت خلف باب قال فجاء فحطأني حطأة وقال اذهب وادع لي معاوية قال فجئت فقلت هو يأكل قال ثم قال لي اذهب فادع لي معاوية قال فجئت فقلت هو يأكل فقال لا أشبع الله بطنه

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna Al ‘Anziy dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Basyaar [dan lafaz ini adalah lafaz Ibnu Mutsanna] keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Khalid yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Hamzah Al Qashaab dari Ibnu Abbas yang berkata “aku bermain bersama anak-anak kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang, aku bersembunyi di belakang pintu. Beliau datang dan menepuk pundakku seraya berkata “pergi dan panggilkan Muawiyah kepadaku”. Maka aku kembali dan berkata “ia sedang makan”. Kemudian Beliau berkata “pergi dan panggilkan Muawiyah kepadaku”. Maka aku kembali kepada Beliau dan berkata “ia sedang makan”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya” [Shahih Muslim 4/2010 no 2604]

Muawiyah dilaknat Rasulullah saw secara terang-terangan

Terdapat hadis shahih yang menunjukkan kalau Muawiyah bin Abu Sufyan adalah salah seorang yang dilaknat oleh Allah SWT. Hal ini diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad yang jayyid.
حدثنا خلف حدثنا عبد الوارث بن سعيد بن جمهان عن سفينة مولى أم سلمة أن النبي صلى الله عليه وسلم كان جالساً فمر أبو سفيان على بعير ومعه معاوية وأخ له أحدهما يوقود البعير والآخر يسوقه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن الله الحامل والمحمول والقائد والسائق

Telah menceritakan kepada kami Khalaf yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Waarits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah mawla Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk kemudian melintaslah Abu Sufyan di atas hewan tunggangan dan bersamanya ada Muawiyah dan saudaranya, salah satu dari mereka menuntun hewan tunggangan tersebut dan yang lainnya menggiringnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda “laknat Allah bagi yang memikul dan yang dipikul, yang menuntun dan yang menggiring”[Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 2/121]

Dalam hadis di atas tertulis ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Jumhan, ini adalah tashif yang benar adalah ‘Abdul Warits ‘an Sa’id bin Jumhan. Karena telah ma’ruf kalau yang meriwayatkan dari Safinah adalah Sa’id bin Jumhan dan yang meriwayatkan dari Sa’id bin Jumhan adalah ‘Abdul Warits yaitu ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan.

Dalam biografi Sa’id bin Jumhan Al Aslamiy disebutkan kalau ia meriwayatkan dari Safinah dan telah meriwayatkan darinya ‘Abdul Warits bin Sa’id [Tahdzib Al Kamal 10/376 no 2246]
Dalam biografi ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan disebutkan kalau ia meriwayatkan dari Sa’id bin Jumhan Al Aslamiy [Tahdzib Al Kamal 18/478 no 3595]

Hadis ‘Abdul Warits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah telah diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dan Nasa’i dalam kitab Sunan-nya dengan sanad berikut
حدثنا مسدد بن مسرهد قال ثنا عبد الوارث عن سعيد بن جمهان عن سفينة قال

Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah yang berkata –al hadits- [Sunan Abu Dawud 2/416 no 3932]
أخبرنا قتيبة بن سعيد قال ثنا عبد الوارث عن سعيد بن جمهان عن سفينة قال

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah yang berkata –al hadits- [Sunan Nasa’i 3/190 no 4995]

Al Baladzuri termasuk ulama besar, Adz Dzahabi menuliskan keterangan tentang Al Baladzuri dalam kitabnya As Siyar dan Tadzkirah Al Huffazh. Adz Dzahabi menyebut ia seorang penulis Tarikh yang masyhur satu thabaqat dengan Abu Dawud, seorangHafizh Akhbari Allamah [Tadzkirah Al Huffazh 3/893]. Di sisi Adz Dzahabi penyebutan hafizh termasuk ta’dil yaitu lafaz ta’dil tingkat pertama. Disebutkan Ash Shafadi kalauAl Baladzuri seorang yang alim dan mutqin [Al Wafi bi Al Wafayat 3/104]. Tidak ada alasan untuk menolak atau meragukan Al Baladzuri, Ibnu Hajar telah berhujjah dengan riwayat-riwayat Al Baladzuri dalam kitabnya diantaranya dalam Al Ishabah, Ibnu Hajar pernah berkata “dan diriwayatkan oleh Al Baladzuri dengan sanad yang la ba’sa bihi” [Al Ishabah 2/98 no 1767]. Penghukuman sanad la ba’sa bihi oleh Ibnu Hajar berarti ia sendiri berhujjah dan menta’dil Al Baladzuri. Soal kedekatan kepada penguasa itu tidaklah merusak hadisnya karena banyak para ulama yang dikenal dekat dengan penguasa tetapi tetap dijadikan hujjah seperti Az Zuhri dan yang lainnya. Para ulama baik dahulu maupun sekarang tetap menjadikan kitab Al Balazuri sebagai sumber rujukan baik sirah ansab maupun hadis.

Riwayat Al Baladzuri di atas terdiri dari para perawi tsiqat dimulai dari Khalaf syaikh [guru] Al Baladzuri adalah Khalaf bin Hisyam Al Bazzar, ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan dan Sa’id bin Jumhan Al Aslamiy. Sedangkan Safinah mawla Ummu Salamah yang juga dikenal mawla Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah sahabat Nabi.

Khalaf bin Hisyam Al Bazzar adalah perawi Muslim dan Abu Dawud. Disebutkan bahwa diantara yang meriwayatkan darinya adalah Ahmad bin Yahya bin Jabir Al Baladzuri. Imam Muslim juga meriwayatkan darinya itu artinya ia tsiqat menurut Muslim. Ahmad bin Hanbal dan Nasa’i menyatakan tsiqat. Daruquthni berkata ahli ibadah yang memiliki keutamaan. Ibnu Hibban berkata “baik, memiliki keutamaan, alim dalam qiraat dan telah menulis darinya Ahmad bin Hanbal” [At Tahdzib juz 3 no 297]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat [At Taqrib 1/272]. Al Khalili menyatakan ia disepakati tsiqat [Al Irshad 1/95]

‘Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan adalah perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Abu Zur’ah, Ibnu Ma’in, Al Ijli dan Ibnu Numair menyatakan ia tsiqat. Abu Hatim menyatakan ia shaduq. Nasa’i berkata “tsiqat tsabit”. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat hujjah”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat dan berkata “mutqin dalam hadis”. [At Tahdzib juz 6 no 826]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat tsabit [At Taqrib 1/625].

Sa’id bin Jumhan Al Aslamiy adalah perawi Ashabus Sunan. Ibnu Ma’in berkata “tsiqat”. Abu Hatim berkata “ditulis hadisnya tetapi tidak dijadikan hujjah”. Abu Dawud menyatakan ia tsiqat. Ahmad bin Hanbal menyatakan ia tsiqat. Nasa’i berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. As Saji berkata “tidak diikuti hadisnya” [At Tahdzib juz 4 no 15]. Yaqub bin Sufyan Al Fasawi menyatakan ia tsiqat [Al Ma’rifat Wal Tarikh 2/182]. Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq dan memiliki riwayat yang menyendiri, tetapi pernyataan ini dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib kalau Sa’id bin Jumhan seorang yang tsiqat [Tahrir At Taqrib no 2279].

Jadi riwayat ini memiliki sanad yang shahih dan menunjukkan kalau Mu’awiyah adalah salah seorang yang dilaknat oleh Allah SWT. Apapun alasannya, kami tidak bisa memastikan tetapi jika melihat bagaimana pribadi Mu’awiyah dan pemerintahan yang dipimpin olehnya maka riwayat ini tidaklah mengherankan. Cukup banyak penyimpangan yang dilakukan Mu’awiyah diketahui oleh mereka yang mengetahuinya dan dibela mati-matian oleh mereka yang mencintai Muawiyah. Bagi yang ingin melihat berbagai penyimpangan Muawiyah, dipersilahkan untuk melihat tulisan kami yang lain tentang Muawiyah. Akhir kata jika ada yang tidak setuju cukuplah sampaikan bantahan dan tidak perlu mencela kami. Kami tidak tertarik main tuduh-menuduh cela mencela, kalau kami keliru silakan dikoreksi tetapi kalau tidak mampu maka cukuplah berdiam diri.

2:159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,

33:57. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.


Keterangan gambar: Makam Muawiyah bin Abu Sofyan di Syria. Digembok rapat karena orang-orang suka membuang kotoran di makam ini. Konon di sekitarnya juga tumbuh pohon berduri yang tidak tumbuh di tempat lain.

Mubahalah Husein Alattas
Muslim Daily

Hari Rabu 27/06 bertempat di Radio Silaturahmi (RASIL), Ustadz Husein Alattas dia bersumpah siap dilaknat oleh Allah jika keyakinannya bahwa Muawiyah RA bukanlah Sahabat secara syar’I itu bathil (Husein meyakini bahwa Muawiyah bukanlah sahabat secara makna syar’i, hanya termasuk sahabat dalam sisi lughowi (bahasa). Husein juga mengakui mengkritik dan menghujat Muawiyah RA

Tanggapan saya (Fahmi Salim): Sekali orang Islam berani menyerang dan mencela Muawiyah RA, paman kaum muslimin dan penulis wahyu, maka setelah itu ia akan ketagihan menyerang sahabat-sahabat Nabi lainnya. Sebab tidak mungkin orang yang hatinya sakit tapi berakal sehat langsung menyerang Abu Bakar, Umar dan lain-lain, maka yang diserang adalah sahabat yang ada sedikit kelemahannya.

Ulama salaf menyatakan, kehormatan Muawiyah adalah sarung penutup bagi sahabat-sahabat Nabi yang lain, jika tersingkap dan terus menerus ditelanjangi maka sahabat-sahabat besar lainnya juga akan jadi target serangan. Umat islam wajib mewaspadai taktik Syiah yang seperti ini dan wajib membela kehormatan Muawiyah RA. Adapun jika ada ijtihadnya yang salah maka itu adalah urusan yang bersangkutan dengan Allah. Tilka ummatun qad khalat laha ma kasabat wa alayha ma iktasabat, kesalahan dan aib kita yang hidup zaman ini jauh lebih banyak dan lebih menghancurkan akidah dan syariah kita sendiri dibandingkan jasa Muawiyah yang besar terhadap Islam.

Fahmi Salim
Komisi Penelitian MUI dan Wasekjen MIUMI

http://www.muslimdaily.net/opini/opini-17/mubahalah-husin-alattas.html

Iklan

31 responses to “Mubahalah Ustadz Husein Alatas Vs Haidar Bawazier

  1. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Allah)

    boss, syiah itu sesat ga sih? koq banyak orang ga mau dinisbatin ke syiah

  2. Hanya mengutip saja
    “Yang menganggap semua sahabat adil adalah sebuah sikap ghuluw karena faktanya tidak semua sahabat adil, antara sahabat yg satu dengan sahabat yg lain tentulah ada perbedaannya tidaklah sama dalam hal ilmu dan keadilannya dan ini bisa kita analogikan sebagai sebuah sikap menentang sunatullah dan didalam sejarah terbukti siapa yang menentang Sunatullah akan binasa dan celaka….pelajari kitab-kitab sejarah dengan seksama dan saudara akan terbelalak melihat fakta yang tak sesuai dengan keinginan saudara !!!!!!”
    Dengan menulis kaya itu apakah berarti si penulis menjadi ADIL……
    wow… hebat…keren…..top markotop…
    Udahlah jujur aja sama diri sendiri…sama hati nurani bukan sama hawa nafsu…
    Tobat sebelum terlambat lebih baik drpada tobat saat napas sampe tenggorokan

  3. berani sekali orang yang menjelek-menjelekkan mu’awiyah
    menjelekkan pezina yg sedang di rajam saja dilarang oleh nabi
    apalgi ini seorang sahabat nabi yg sudah di ridhoi Alloh Qs.at taubah:100
    nabi bersabda:”janganlah kalian mencela sahabatku.demi Zat yg jiwaku di tanganNya, kalau salah seorang diantara kalian menafkahkan emas sebesar gunung uhud, maka nilainya tidak akan mencapai 1mud salah seorang dari mereka & tidak juga separuhnya (hr.Bukhori)
    amalan sahabat berkualitas karna langsung melihat contoh dari Nabi
    kalo melakukan kesalahan insyaAlloh dimaafkan oleh Alloh dan amalan kita tidak ada apaapanya dibanding amalan mereka
    “itulah umat yg telah lalu. Baginya apa yg telah mereka usahakan dan bagi kalian apa yg telah kalian usahakan. Dan kalian tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yg dahulu mereka kerjakan” Qs.2:134&141)

  4. Muawiyah dikecam Rasulullah saw selamanya takkan merasakan kenyang, karena suka makan.
    خالد حدثنا شعبة عن أبي حمزة القصاب عن ابن عباس قال كنت ألعب مع الصبيان فجاء رسول الله صلى الله عليه و سلم فتواريت خلف باب قال فجاء فحطأني حطأة وقال اذهب وادع لي معاوية قال فجئت فقلت هو يأكل قال ثم قال لي اذهب فادع لي معاوية قال فجئت فقلت هو يأكل فقال لا أشبع الله بطنه

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna Al ‘Anziy dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Basyaar [dan lafaz ini adalah lafaz Ibnu Mutsanna] keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Khalid yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Hamzah Al Qashaab dari Ibnu Abbas yang berkata “aku bermain bersama anak-anak kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang, aku bersembunyi di belakang pintu. Beliau datang dan menepuk pundakku seraya berkata “pergi dan panggilkan Muawiyah kepadaku”. Maka aku kembali dan berkata “ia sedang makan”. Kemudian Beliau berkata “pergi dan panggilkan Muawiyah kepadaku”. Maka aku kembali kepada Beliau dan berkata “ia sedang makan”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya” [Shahih Muslim 4/2010 no 2604]

  5. Muawiyah dilaknat Rasulullah saw secara terang-terangan

    Terdapat hadis shahih yang menunjukkan kalau Muawiyah bin Abu Sufyan adalah salah seorang yang dilaknat oleh Allah SWT. Hal ini diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad yang jayyid.
    حدثنا خلف حدثنا عبد الوارث بن سعيد بن جمهان عن سفينة مولى أم سلمة أن النبي صلى الله عليه وسلم كان جالساً فمر أبو سفيان على بعير ومعه معاوية وأخ له أحدهما يوقود البعير والآخر يسوقه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن الله الحامل والمحمول والقائد والسائق

    Telah menceritakan kepada kami Khalaf yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Waarits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah mawla Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk kemudian melintaslah Abu Sufyan di atas hewan tunggangan dan bersamanya ada Muawiyah dan saudaranya, salah satu dari mereka menuntun hewan tunggangan tersebut dan yang lainnya menggiringnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda “laknat Allah bagi yang memikul dan yang dipikul, yang menuntun dan yang menggiring”[Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 2/121]

    33:57. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

  6. buat mas nasib dan sunni, kl anda memang pecinta mu’awiyah, mas2 ini kudu baca sejarah lg. Rasul pernah bersabda Ammar bin Yasser bersama kebenaran, ternyata Ammar berada di pihak imam Ali bin Abi Thalib as ketika terjadi perang Shiffin antara mu’awiyah dgn imam Ali bin Abi Thalib as, jd siapa yg berada di PIHAK YG SALAH..?? dipake lah otaknya yg bener, jgn ente2 balik logika cara berpikir ente2 krn cinta mati ama mu’awiyah laknatullah..

  7. Dalam sejarah, di masa pemerintahan ilegal muawiyah bahwa sayyidina Ali dilaknat pada saat khutbah jum’at. Namun ketika pemerintahan Ummar bin abdul azis berkuasa dihentikan dan ummar tampak hormat kepada sayyidina ALi. Dalam sejarah juga, kita mengetahui loyalitas sayyidina Ali dalam membela islam sejak awal, laki-laki pertama yang masuk islam setelah siti khodizah, karena ia keponakan yg sejak kecil hingga dewasa diasuh, dididik oleh oleh rasul. Ia adalah pahlawan badar dan uhud, dalam hadis disebut sebagai pintunya ilmu dan rasul adalah kotanya. Kenapa sayyidina Ali dengan segala kualitas dan keutamaanya yg tak bisa diragukan lagi,,dikecam dan dilaknat ? Jika sayyidina Ali dikecam, dicela itu tidak logis dan menyakitkan ummat islam (baik dari kalangan mazhab sunni maupun syiah).

    Kita mesti ingat !
    Saat sayyidina Abu bakar terpilih jd kholifah, sayyidina ummar jd kholifah, sayyidina Utsman jd khalifah, sayyidina Ali tampak bekerjasama dan saling bahu membahu membela islam. Kenapa kita tidak meniru contoh yang baik “real” dari mereka?

    Jangan sampai ummat ini melihat kesedihan yang kedua kalinya
    Sayyidina Ummar, Utsman dan Sayyidina Ali dibunuh oleh para pengkhianat dan musuh agama kemudian para pengikutnya dijaman sekarang saling serang, saling melaknat dan asyik bertengkar.

    Sekarang!
    Disaat kezaliman dan penindasan, rekayasa zionis merobek-robek islam.
    Seharusnya sadar kepentingan islam harus menjadi perekat perbedaan mazhab.

    Sikap logis harus kita kedepankan
    Perpecahan adalah HARAM

    Tataplah masa depan dengan persatuan, dan
    sokonglah dengan kasih sayang.
    berdiskusi dan berdebat harus disertai dengan sikap saling hormat dan mencari kebenaran.

    Kita harus siap dengan perbedaan,
    Kita harus saling mengenal dan bersilaturahmi untuk memecah kebekuan pikiran dan kecemburuan. Persatuan dan kerjasama ditengah perbedaan lebih halal dibandingkan dengan perpecahan yang haram.

    Sekali lagi, lebih baik kita bekerjasama membela islam dari serangan musuh yang antiagama.

    Pertama-tama kita adalah Ummat Nabi Muhammad SAW, dalam ummat nabi ada mazhab sunni dan syiah dan setiap orang yang beriman kepada Tauhid, Nubuwah, Alqur’an, syariah, hari kiamat adalah muslim.

  8. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Allah dan Rasulullah Saw)

    gw dukung boss!!! mudah2an aj bukan karena kerajaan persia dah diambang kehancuran, akhirnye cari simpati

    hukum ust husein yang caci maki muawiyyah
    hukum bocah2 syiah yang caci maki abu bakr
    hukum bocah2 syiah yang caci maki umar
    hukum bocah2 syiah yang caci maki utsman
    hukum bocah2 syiah yang caci maki ‘aisyah
    hukum orang2 yang minta tolong kepada orang mati
    hukum orang2 yang mau menghancurkan mekkah dan madinah
    hukum orang2 yang mengatakan Al Qur’an mushaf utsmani cuma ada sepertiganya
    hukum orang2 yang berkeyakinan mahdi dapat menghidupkan orang mati

    semoga Allah meridhai para sahabat Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menghancurkan musuh2 para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in beserta para pencaci makinya

  9. Di mazhab sunni jg ada yang pro rezim korup tapi ada juga yang lurus, adil, revolusioner, di mazhab syiah juga ada yang pro rezim korup tp ada juga yang lurus, adil, pro revolusioner, begitupun dengan mazhab-mazhab islam yang lain. Yang zumud, yang so islamis, yang fanatik buta, yang reaksioner, yang emosionalan, yang beku pikiran, yang dadanya sesak penuh kebencian setiap jaman selalu ada dan kita jangan belajar ataupun menimba ilmu dari mereka, tak ada kebaikan secuilpun. Ibarat tong kosong nyaring bunyinya.

    Kita harus belajar banyak kepada ulama dan cedikiawan yang sholeh, berani, cerdas, intelek, bijaksana, zuhud, independen, progresif, ahli fiqih dan mampu membimbing terhadap perubahan dan menggerakan ummat kepada islam.

    Jadikan Al qur’an sebagai hakim, pemersatu dan kasih sayang secara mutlak. Sedangkan kitab-kitab ulama dalam berbagai bidang kajian (sejarah, fiqih, filsafat, dll) sebagai khazanah pemikiran yang satu sama lain memiliki keunggulan dan kelemahan. Kompilasi Hadist diseleksi, dinilai berdasarkan prinsip-prinsip nilai dalam al qura’an. Sebab ke-shohihan, ke-hasanan dan ke-do’ifan hadist hanyalah sudut pandang, penilaian dan penafsiran Ulama yang tidak menutup kemungkinan mengandung unsur subjektif. Hadist hanyalah bagian dari Sunnah rasul.

    Bagi orang sunni belajarlah dari syiah yang adil, salafiyah yang adil. Bagi orang syiah belajarlah dari orang sunni yang adil dan salafiyah yang adil. Begitupun orang salafiyah, belajarlah dari sunni yang adil dan syiah yang adil. Dalam menelaah berbagai kitab masing-masing mazhab perlu kondisi psikologi atau mental yang matang, suasana hati yang dekat dengan Allah swt. InsyaAllah dengan penuh kesabaran akan didapat jalan keluar seluas-luasnya. sebab Allah swt akan membukakan hidayah kepada setiap orang yang mencari kebenaran dan suasana batin penuh keikhlasan.

  10. tanyasyiah, ente pernah tau tawassul ga? ente bershalawat ga? tau ga maksud bershalawat, do’a tanpa shalawat kaga bakal diijabah.. sholat tanpa shalawat kaga sah.. shalawat jg termasuk bertawassul kpd Rasul dan keluarganya tong… jd sama aja kita minta tolong agar do’a kita dan sholat kita diterima oleh Allah SWT melalui syafaat Rasul dan keluarganya YG UDH PADA MATI kata ente kan..
    وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

    “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, ‘bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.’ Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 169-171)

    ente wahabi? benci syiah? berani kaga bermubahalah ama org2 Syiah kl ente anggap Syiah kafir? cinta Mu’awiyah Lakanatullah yg melaknat imam Ali bin Abi Thalib as?
    berani ga usir org2 Syiah yg lg naik haji? kan kt ente syiah sesat dan kafir tuh

  11. semoga Allah SWT meridhai Nabi SAW dan Ahlul Baytnya, serta Sahabat2 yg setia kpd mereka dan tdk pernah menyakiti hati mereka. illaahi aamiin

    33:57. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

    silakan baca sejarah siapa2 diantara “SAHABAT yg hanya manusia biasa” yg pernah menyakiti Fathimah as, imam Ali as, imam Hasan as, dan imam Husein as.. yg menyakiti mereka berarti menyakiti Rasul, dan menyakiti Allah SWT jg.

  12. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Allah dan Nabi Saw)

    sesungguhnya orang yang bershalawat kepada Nabi saw satu kali, Allah bershalawat kepadanya seribu kali bersama seribu barisan malaikat. Tidak ada satu pun makhluk Allah kecuali ia bershalawat kepada hamba-Nya karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya

    sesungguhnya akan ada seseorang yang ketika amalnya diletakkan di mizan amal, timbangan amalnya miring. Kemudian Nabi saw mengeluarkan shalawat untuknya dan meletakkan di mizan amalnya, maka beruntunglah ia berkat shalawat itu

    tawakal hanya kepada Allah
    takut hanya kepada Allah
    harap hanya kepada Allah
    minta pertolongan hanya kepada Allah

    kalo begini,gimane tanggapan elo boss
    “Jika engkau memiliki hajat kepada Allah dan hajat itu membuatmu sempit, maka sholatlah dua rokaat. Tatkala engkau selesai salam, maka bertakbirlah tiga kali dan bertasbihlah dengantasbih FATHIMAH ‘alaihassalam, LALU SUJUDLAH dan BACA 100 KALI (dengan bacaan) : “DUHAI MAULAA-KU FATHIMAH.. TOLONGLAH AKU..“ Lalu letakkan pipi kananmu ke tanah dan bacalah seperti tadi. Kemudian kembalilah bersujud dan baca doa tadi 110 kali lalu sebutkan hajatmu, maka Allah akan mengabulkannya”

    mohon petunjuk dari master syiah

    hukum ust husein yang caci maki muawiyyah, bakar mimbarnye
    hukum bocah2 syiah yang caci maki abu bakr
    hukum bocah2 syiah yang caci maki umar
    hukum bocah2 syiah yang caci maki utsman
    hukum bocah2 syiah yang caci maki ‘aisyah
    hukum orang2 yang minta tolong kepada orang mati
    hukum orang2 yang mau menghancurkan mekkah dan madinah
    hukum orang2 yang mengatakan Al Qur’an mushaf utsmani cuma ada sepertiganya hukum orang2 yang berkeyakinan mahdi dapat menghidupkan orang mati

    semoga Allah meridhai para sahabat Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menghancurkan musuh2 para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in beserta para pencaci makinya

    boss elo mau nyumbang artikel di blog gw ga? lumayan boss jadi part ke 69 kayak temen2 lo nyang sejenis di facebook

  13. Cara berdiskusi yang baik bukan saling mencaci, memvonis, berdiskusilah dengan bijaksana dan penuh dengan persaudaraan. Agar pembaca medapatkan pelajaran dan hikmah dari argumentasi yang logis dan sesuai dengan prinsip2 nilai Al qur’an.

  14. Realitas Ummat : Mazhab Islam terbagi dalam dua “main stream” mazhab besar yaitu Syiah dan Sunni. Dalam Syiah terbagi 3 mazhab yg terbesar terkenal yaitu Syiah Zaidiyah, Syiah Ismailiyah dan Syiah Imammiyah (12 Imam). Mayoritas penduduk republik Islam Iran yaitu Syiah Imamiyah. Syiah Imamiyah terkenal dengan pemikirannya yang menyerukan persaudaraan, persatuan dan selalu menekankan kepada kehidupan islami, bijaksana dan arip. Jika anda ingin mengenal lebih dekat memang bagusnya anda datang ke negara iran, ya katakanlah ke kota Tehran untuk studi banding, atau setidaknya berdiskusi dengan para Ayatullah yang menguasai mazhab kesyiahan bukan kepada mereka yg tidak menguasai. Soalnya jika kita mengenal dari media barat apalagi media itu di kuasai Amerika Serikat dan Israel setiap pengkajian dan berita tentang syiah dan sunni terkadang tidak berimbang, sarat kepentingan politis, tendensius dan pro Amerika dan Israel. Sedangkan Mazhab terbesar dalam Sunni terbagi 4 mazhab besar yaitu Malikiyah, Hanafiyah, Syae’iyah dan Hambaliyah. Dalam mazhab Sunni sering juga menekankan tentang persaudaran, persatuan dan pemikiran-pemikiran yang menekankan kepada kehidupan islam. Salah satu penduduk bermayoritas Sunni adalah Mesir. Ulama2 Sunni Universitas Al Azhar telah berdiskusi dengan suasana penuh keakraban dengan Syiah walau mereka tetap dalam pendirian mazhab masing-masing.

    Nah baru entah diabad berapa (saya lupa lagi), intinya Ada mazhab baru yang timbul di Arab Saudi yaitu Salafi atau Wahabi dan ini yang menjadi mazhab resmi negara KERAJAAN ARAB SAUDI. Mazhab ini terkenal sangat keras mudah memvonis dan sarat kepentingan politik Arab Saudi. Penyebaran ajaran ini sangat didukung oleh dana yang sangat besar dari Kerajaan Arab Saudi. Mazhab ini cenderung mengklaim sebagai generasi “salafus saleh”. Di Indonesia mazhab ini telah menyebar walaupun masih kecil. Oh ya dulu ada golongan Khawarij yang berwatak keras, yang mau membunuh Sayidina Ali, Amar bin Ash dan Muawiyah. Hanya yang berhasil di bunuh oleh kelompok ini adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib sementara Amar bin ash dan Muawiyah gagal mereka bunuh. Tapi Khawarij dan Wahabi sangat berbeda, jika khawarij memusuhi Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Amar bin Ash dan Muawiyah sedangkan Salafi/wahabi cenderung membela Mu’awiyah. Padahal mayoritas Ulama dan Ummat islam sangat tidak membenarkan sikap dan kekhalifahan Ala Mu’awiyah yang bersifat Monarki. Ummat Islam mayoritas hanya mengakui Khalifah Abu Bakar, Ummar bin Khatab dan Ali bin Abi Tahalib, itulah yang disebut Ahli Sunnah (Sunni), tetapi ada juga yang hanya mengakui kekhalifahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib saja, itulah para loyalis sayidina Ali dan Ahlul Baitnya yang disebut Syiah. Walawpun sangat berbeda dalam memandang estapeta kekhalifahan setelah wafatnya Rasul tetapi waktu itu sayyidina Ali dan para pngikutnya tetap menjalin kerjasama terhadap Khalifah Abu Bakar, Ummar bin Khatab dan Utsman bin Afan demi persatuan islam. Walaupun Sayyidina Ali dan pengikutnya memiliki keyakinan tersendiri terhadap kekhalifahan.

    Nah sekarang bisakah kita mencontoh yang positif dari pendahulu kita, saling berkerjasama, menjalin persaudaraan dan persatuan demi kebangkitan dan kejayaan Islam ???

    Waduh siapapun dimanapun bahwa perpecahan itu adalah fitnah, bencana dan malapetaka. Sebab itu yang dibutuhkan sekarang adalah PERSATUAN dalam membela kepentingkan Islam bukan peleburan mazhab.

    Dulu juga jaman Rasul ada Kaum Anshor dan Muhajirin yang berbeda latarbelakang di Madinah yang bersatupadu dan saling membela dalam persatuan dan dakwah Islam.

    Jika ada yang mengatakan demi persatuan kita hapuskan saja Mazhab-Mazhab Islam, atau jadikan satu mazhab saja yang baru, itu adalah pendapat yang tidak logis dan tidak rasional, sebab disamping menyalahi sunnatullah keanekaragaman dalam memahami Al Qur’an akan membutuhkan biaya mahal dan waktu yang lama, yang dibutuhkan ummat saat ini adalah kata ” Bersatu, Berdekatan, Persaudaraan, Saling Kenal-Mengenal, Saling Tolong Menolong dalam Kebaikan dan Taqwa “. Kenapa mesti repot Ya ?!

  15. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Allah dan Nabi Saw)

    kutip boss Roy
    ” Cara berdiskusi yang baik bukan saling mencaci”
    boss, kalo mencaci kayak nyang di artikel blog gw http://tanyasyiah.wordpress.com nyang berseri ampe 68, kalo elo mau nyumbang jadi nyang ke 69, ya tafadhol

    kutip boss Damai
    ” Syiah Imamiyah terkenal dengan pemikirannya yang menyerukan persaudaraan, persatuan dan selalu menekankan kepada kehidupan islami, bijaksana dan arip”
    boss, noh lo liat di irak ama suriah, kaum muslimin dibantai ama temen2 lo nyang sejenis

    jihad di bumi suriah…!!! takbir…!!! Allahu Akbar…!!!

    kutip boss Damai
    ” yang hanya mengakui kekhalifahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib saja, itulah para loyalis sayidina Ali dan Ahlul Baitnya yang disebut Syiah”
    wah parah lo boss ga mau ngakuin Khalifah Abu Bakar, Ummar bin Khatab, wah bugot lo bosss!!!
    syiah almajusi almu’tazili arrofidhi alqodari alkhoriji

    hmmmm…..!!! kayaknye siempunya blog seneng banget bikin klonengan. payah!!!

    hukum ust husein yang caci maki muawiyyah, bakar mimbarnye
    hukum bocah2 syiah yang caci maki abu bakr
    hukum bocah2 syiah yang caci maki umar
    hukum bocah2 syiah yang caci maki utsman
    hukum bocah2 syiah yang caci maki ‘aisyah
    hukum orang2 yang minta tolong kepada orang mati
    hukum orang2 yang mau menghancurkan mekkah dan madinah
    hukum orang2 yang mengatakan Al Qur’an mushaf utsmani cuma ada sepertiganya
    hukum orang2 yang berkeyakinan mahdi dapat menghidupkan orang mati

    semoga Allah meridhai para sahabat Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menghancurkan musuh2 para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in beserta para pencaci makinya

  16. Berdiskusi dengan suasana hati penuh balas dendam, hati yang buruk tidak mendapatkan apa-apa. Jika yang satu golongan mencaci golongan yang lain juga balik menyerang mencaci sama aj dua-duanya pencaci. Semua pencaci adalah sangat buruk. Orang yang tidak siap mental menerima perbedaan seharusnya tidak berdiskusi. Al Qu’an dan Sunnah satu tetapi penasiran pasti akan terdapat perbedaan, yang penting prinsip nilai dan tujuannya sama, yaitu ISLAM. Kepada penilaian Para Sahabatpun berbeda-beda itu wajar karena kepala orang berbeda dalam mengambil referensi sejarah dan penilaian terhadap Hadist. Dalam Ummat Islam juga ada muslim zalim, muslim fasik, muslim munafik. Ada ummat muslim yang pro Abu Bakar, Ummar, Utsman dan Ali. Ada juga yang tidak. Ada yang pro Muawiyah, pro khawarij, Muktazilah, Sunni, Syiah. Ada ummat yang pro Arab SAudi seperti salafi/wahabi. Ada Syiah yang pro Iran. Orang yang awam dan belum dewasa dalam bermazhab cenderung “ekslusif dan Fanatik “. Tetapi orang yang bermazhab dengan hati yang penuh dengan keilmuan dan bijaksana akan memandang dengan sikap yang adil.

    Pada akhirnya Masyarakat yang banyak akan mengambil pelajaran dari orang yang bijaksana, berilmu, adil, tegas, berani, logis dan mengedepankan kepada persatuan. Siapapun dan Dari Mazhab Manapun.

  17. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Allah dan Nabi Saw)

    kutip boss Goes nyang klonengan
    ” Jika yang satu golongan mencaci golongan yang lain juga balik menyerang mencaci sama aj dua-duanya pencaci”
    boss, kalo mencaci kayak nyang di artikel blog gw http://tanyasyiah.wordpress.com nyang berseri ampe 68, kalo elo mau nyumbang jadi nyang ke 69, ya tafadhol

    kutip boss Goes nyang klonengan
    ” Semua pencaci adalah sangat buruk”
    emang semua syiah agama nyang sangat-sangat buruk, suka mencaci abu bakr, umar, utsman, ‘aisyah

    kutip boss Goes nyang klonengan
    ” Al Qu’an dan Sunnah satu tetapi penasiran pasti akan terdapat perbedaan”
    boss tanya dong, mangnye syiah ngakuin mushaf utsmani? bukannye utsman dicaci ama dikafirin oleh syiah dan baru ade sepertiganye doang

    kutip boss Goes nyang klonengan
    “Dalam Ummat … juga ada … zalim, … fasik, … munafik”
    zalim ntu hizbul libanon, garda iran, mahdi irak, houthi yaman, shabiha suriah
    fasik ntu syiah gi mut’ah
    munafik ntu syiah gi taqiyah

    kutip boss Goes nyang klonengan
    ” Ada ummat muslim yang pro Abu Bakar, Ummar, Utsman dan Ali. Ada juga yang tidak”
    wah parah lo boss ga mau ngakuin Khalifah Abu Bakar, Ummar bin Khatab, wah bugot lo bosss!!!
    syiah almajusi almu’tazili arrofidhi alqodari alkhoriji

    Pada akhirnya Masyarakat yang banyak akan mengambil pelajaran dari syiah nyang suka taqiyah ama mut’ah dan kalo dah kuat suka ngebunuhin kaum muslimin kayak di irak ama suriah dengan anak buahnye hizbul libanon, garda iran, mahdi irak, houthi yaman, shabiha suriah

    hmmmm…..!!! kayaknye siempunya blog seneng banget bikin klonengan. payah!!!

    hukum ust husein yang caci maki muawiyyah, bakar mimbarnye
    hukum bocah2 syiah yang caci maki abu bakr
    hukum bocah2 syiah yang caci maki umar
    hukum bocah2 syiah yang caci maki utsman
    hukum bocah2 syiah yang caci maki ‘aisyah
    hukum orang2 yang minta tolong kepada orang mati
    hukum orang2 yang mau menghancurkan mekkah dan madinah
    hukum orang2 yang mengatakan Al Qur’an mushaf utsmani cuma ada sepertiganya
    hukum orang2 yang berkeyakinan mahdi dapat menghidupkan orang mati

  18. xıןɐʍxɐןoʍ

    Assalamu’alaykum.

    To : Abdul Malik said:
    26 Juli 2012 pada 12:33 pm

    Muawiyah dilaknat Rasulullah saw secara terang-terangan

    Terdapat hadis shahih yang menunjukkan kalau Muawiyah bin Abu Sufyan adalah salah seorang yang dilaknat oleh Allah SWT. Hal ini diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad yang jayyid.
    حدثنا خلف حدثنا عبد الوارث بن سعيد بن جمهان عن سفينة مولى أم سلمة أن النبي صلى الله عليه وسلم كان جالساً فمر أبو سفيان على بعير ومعه معاوية وأخ له أحدهما يوقود البعير والآخر يسوقه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن الله الحامل والمحمول والقائد والسائق

    Telah menceritakan kepada kami Khalaf yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Waarits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah mawla Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk kemudian melintaslah Abu Sufyan di atas hewan tunggangan dan bersamanya ada Muawiyah dan saudaranya, salah satu dari mereka menuntun hewan tunggangan tersebut dan yang lainnya menggiringnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda “laknat Allah bagi yang memikul dan yang dipikul, yang menuntun dan yang menggiring”[Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 2/121]

    ..

    ngomOngin hadits sunni yah ?
    shahih ? benarkah ?
    coba keluarin sanad perowinya satu-satu kalo antum emang merasa di atas kebenaran ..
    sekalian syawahidnya yah …dari hadits yang laen

    Barakallahu fiik

  19. kalo saya baca dari blog ini,,,,Hati2 di blog ini ada yang hatinya lg sakit,,,mas yang berinisial “Tanya Syiah”,,seperti lagi dikendaliin zionis dan kepentingan arab saudi,,tapi dia ga nyadar. Coba aja dalami statemennya. Gayanya Provokatif seperti ada kepentingan asing tapi dia ga nyadar pokoe…Hot..hot. Selametin kasihan dia temen2 yoi….!!!

  20. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Allah)

    kalo saya baca dari blog ini,,,,Hati2 di blog ini ada syiah gi taqiyah dg satu islam padahal satu syiah yang hatinya lg sakit,,,mas yang berinisial “beraneka nama” ,,seperti lagi bikin klonengan ,,tapi dia ga nyadar. Coba aja dalami statemennya. Gayanya syiah banget seperti ada kepentingan imperium iran persia raya assyi’i almajusi almu’tazili arrofidhi alqodari alkhoriji tapi dia ga nyadar pokoe…Hot..hot. Selametin kasihan dia temen2 yoi….!!!
    wah sakit lo boss bikin klonengan mulu!!!

  21. tanyasyiah, lagi klonengan zionis Ya? mana ada dia benci zionis. Jika Zionis hancur dan rezim Arab Saudi yang Monarki telah berubah jadi kekhalifahan Islam atau pemerintahan islam, insyaAllah dunia Islam akan mengalami pencerahan.

  22. tanyasyiah (saya wahabi pecinta musuh2 Nabi)

    bener bangetz boss!!! gw dukung!!!
    Jika Zionis hancur dan rezim Arab Saudi yang Monarki telah berubah jadi kekhalifahan diatas manhaj nubuwwah, maka imam mahdi akan menghancurkan imperium iran persia raya assyi’i almajusi almu’tazili arrofidhi alqodari alkhoriji

    ia kan bernama muhammad bin abdillah bukannya muhamad bin askari nyang berkonsekuensi syiah ga akan terima imam mahdi muncul dari kalangan kaum muslimin dan akan mengirimkan tentara dari suriah serta merta akan dibenamkan di baidha

    setelah itu saatnya memberikan perhitungan terhadap usa & eropa karena telah melanggar perjanjian dengan kaum muslimin

    wah sakit lo boss bikin klonengan mulu!!!

  23. kalau bingung mengikuti siapa yg paling lurus ilmunya , maka lihat gerak geriknya dan tingkah laku berdialoq/berdebat…..dari tutur kalimatnya bisa dipahami bahwa ia baik dan lurus

  24. yang bakalan berjaya itu iran bukan arab saudi .n yang bakal ngalahin israel tu iran. g peru nunggu ampe monarki arab saudi hancur.

  25. smoga hasil dari mubahalah tersebut segera terlaksana,agar umat ini mengetahui secara fakta,siapa yg berada di jalan yg benar dan siapa yg berada di jalan yg salah.Ya ROBB segerakanlah..

  26. Muhammad Abu Tsabit

    Membela Mu’awiyah adalah agenda membela kepentingan dinasti senasib.
    Agenda Sa’udiah. Makanya belanya sampe sedemikian rupa.

    Bilang Saudi itu rezim sambil anti Syi’ah, sikap orang gak paham keadaan.

    Belasan pangkalan militer Amerika di Saudi.
    Ada alasan lain selain takut dicaplok Iran?

    Media2 Islam sini bahasanya kurang elegan & selalu provokatif, karena isinya kebanyakan jurnalis instan, disuruh Saudi ngebut produktif bikin propaganda Anti Syi’ah.

    Hoax terus. Supaya muslim virtual bisa sampe sedemikian bebuyutannya sama Syi’ah, padahal ketemu syi’i aja belum.

    Menunggu Imam Mahdi tapi menolak Imamah,
    sikap orang gak tau apa2 tentang Imam Mahdi.

    Tembak sana-sini semua orang yg gak sepaham di-cap Syi’ah, kalo gak ngaku dibilang taqiyah … Orang yg paling gampang bilang orang lain taqiyah adalah dia sendiri yg sedang taqiyah, dengan segala hoax dan per-klonengannya.

    [tes: bilang Rocky Putirai syi’ah, kalo gak ngaku tinggal bilang dia lagi taqiyah. Sah]

    Tips:
    Rugi provokasi sebar2 kebencian ke sesama muslim tanpa dapat bayaran. Provokator2 lain itu dibayar semua. Mending dibayar, atau istighfar.

    — Ya ALLAH, lindungilah kami dari segala fitnah adu domba —

  27. Yang membela Muawiyah, ataupun yang membela ‘Ali bin Abi Thalib dalam forum ini.. Semoga mereka semua juga kena dalam cakupan Mubahalah. Yang membela orag salah akan dilaknat oleh Allah, malaikat dan seluruh makhluk di bumi, sampai kiamat.

  28. Di dalam kitab Durarul Karimah Ibn Hajar al-Asqalani, jilid 1, hal.155, terbitan Darul Jil, tahun 1414 H/1993 M. Beliau mengatakan : Ibn Taimiyah berkata : ” Sesungguhnya (Ali) orang yang tercela dalam segala hal. Dia berusaha terus-menerus mengejar kekhalifahan meskipun tidak ia peroleh, dan berperang untuk kedudukan bukan untuk agama dan sesungguhnya Ali gila kekuasaan.”

    Lagi-lagi disinilah titik perbedaan antara Ahlussunnah dan Wahabi pengikut bani Umayah (Syi’ah Umawi), dimana Ahlussunnah sangat menghormati dan memuliakan Ali serta keluarganya sedangkan pengikut bani Umayah (Wahabi) senantiasa merendahkan dan melecehkan keluarga Nabi saw. Padahal Nabi saw bersabda :”Barangsiapa yang mencaci-maki Ali, maka sama dengan halnya ia telah mencaci-maki aku, dan barang siapa yang mencaci-maki aku berarti dia telah mencaci Allah SWT.”

    Muawiyah dikecam Rasulullah saw selamanya takkan merasakan kenyang, karena suka makan.
    خالد حدثنا شعبة عن أبي حمزة القصاب عن ابن عباس قال كنت ألعب مع الصبيان فجاء رسول الله صلى الله عليه و سلم فتواريت خلف باب قال فجاء فحطأني حطأة وقال اذهب وادع لي معاوية قال فجئت فقلت هو يأكل قال ثم قال لي اذهب فادع لي معاوية قال فجئت فقلت هو يأكل فقال لا أشبع الله بطنه

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna Al ‘Anziy dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Basyaar [dan lafaz ini adalah lafaz Ibnu Mutsanna] keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Khalid yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Hamzah Al Qashaab dari Ibnu Abbas yang berkata “aku bermain bersama anak-anak kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang, aku bersembunyi di belakang pintu. Beliau datang dan menepuk pundakku seraya berkata “pergi dan panggilkan Muawiyah kepadaku”. Maka aku kembali dan berkata “ia sedang makan”. Kemudian Beliau berkata “pergi dan panggilkan Muawiyah kepadaku”. Maka aku kembali kepada Beliau dan berkata “ia sedang makan”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya” [Shahih Muslim 4/2010 no 2604]

    Muawiyah dilaknat Rasulullah saw secara terang-terangan

    Terdapat hadis shahih yang menunjukkan kalau Muawiyah bin Abu Sufyan adalah salah seorang yang dilaknat oleh Allah SWT. Hal ini diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad yang jayyid.
    حدثنا خلف حدثنا عبد الوارث بن سعيد بن جمهان عن سفينة مولى أم سلمة أن النبي صلى الله عليه وسلم كان جالساً فمر أبو سفيان على بعير ومعه معاوية وأخ له أحدهما يوقود البعير والآخر يسوقه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن الله الحامل والمحمول والقائد والسائق

    Telah menceritakan kepada kami Khalaf yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Waarits dari Sa’id bin Jumhan dari Safinah mawla Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk kemudian melintaslah Abu Sufyan di atas hewan tunggangan dan bersamanya ada Muawiyah dan saudaranya, salah satu dari mereka menuntun hewan tunggangan tersebut dan yang lainnya menggiringnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda “laknat Allah bagi yang memikul dan yang dipikul, yang menuntun dan yang menggiring”[Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 2/121]

    Dalam hadis di atas tertulis ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Jumhan, ini adalah tashif yang benar adalah ‘Abdul Warits ‘an Sa’id bin Jumhan. Karena telah ma’ruf kalau yang meriwayatkan dari Safinah adalah Sa’id bin Jumhan dan yang meriwayatkan dari Sa’id bin Jumhan adalah ‘Abdul Warits yaitu ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan.

    Saya katakan saya ikut dengan nabi saya, karna nabi saya melaknat muawiyah karna perilakunya yang buruk terhadap keluarga nabi yang suci di sucikan

    Saya melaknat muawiyah dan yazid anaknya karna dua orng ini iblis berbadan manusia

  29. @tanya syiah, hanya 2 yg mungkin bhw ia guluw berat thd muawiyah ibn abu sufwan dan kroni2nya , 1. wahabiah 2. buta ilmu hadist dan sejarah.

  30. Saudaraku…sudahlah…drpd berdebat seperti ini lebih baik kita koreksi diri kita masing2.
    Yg sy perhatikan, justru ulama yg wafatnya khusnul khotimah, bahkan saat sdg menjadi Imam shalat Jum’at tidak melaknat siapa2….beliau tidak memberikan ruang dalam hatinya untuk membenci. Sikap ulama2 aswaja dalam hal Muawiyah adalah beliau salah krn telah memerangi Imam Ali Ra. Namun, beliau pada akhirnya menyesali perbuatannya dan bertaubat. Sedangkan Allah Swt Maha Penerima Taubat meskipun dosa hambanya sepenuh langit dan bumi…. Jadi saudaraku, drpd disibukkan hal seperti ini lebih baik sibukkan melihat aib diri sendiri…..jangan2 aib kita malah lebih banyak tanpa kita sadari. Yuk sama2 shalawatan saja yuk, biar hati adem… Allahumma shali ‘alaa sayidinna Muhammad, wa ‘alaa aali sayidinna Muhammad.

  31. Dg beragama kita di ajari akhlak sesama dan para pendahulu kita, kalo kita sibuk dg menoleh kebelakang,.terus kapan kita menghadap ke pada Allah SWTswt, energi kita akan habis oleh karena sibuk menelaah sejarah dari berbagai versi….alangkah baiknya waktu yg ada digunakan dzikir kepada Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s