Galeri

Sikap Gurbernur Jawa Barat Tidak Cerminkan Negarawan

Pernyataan gurbernur jawa barat Ahmad Heryawan banyak disesalkan banyak kalangan. Pasalnya pernyataannya yang mengundang kontroversi terhadap syiah rawan menimbulkan konfilk horizontal dan bukan cerminan dari seorang pemimpin apalagi seorang negarawan.

Pandangan itu dikemukakan oleh Syafinuddin Al Mandari, Pengajar Universitas Paramadina. Dalam wawancaranya dengan ABI.ORG, ia mengatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya lebih berhati-hati dalam mengemukakan pernyataan.

Sebelumnya dalam pertemuan Forum Ulama Umat Islam (FUUI) di Bandung Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan bahwa “Fatwa ulama sudah jelas tentang posisi Syiah ini dalam keyakinan ahlussunnah wal jama’ah, maka sikap kita juga harus jelas.” Pernyataan ini dinilai bukan pernyataan yang seharusnya keluar dari seorang pemimpin seperti gubernur.

“Pernyataan beliau sungguh telah menunjukkan bahwa beliau hanya menganggap dan menempatkan diri sebagai gubernur bagi sebagian kalangan saja. Apakah ini tidak menyimpang dari posisi beliau sebagai pejabat publik? Apakah yang dimaksud dengan publik tidak mencakup seluruh warga daerah yang dipimpinnya, termasuk para Muslim Syiah?” kata safin.

Lanjutnya, sebagai seorang pemimpin daerah atau pejabat negara, seyogianya ia menempatkan diri berada di atas segala golongan yang ada. Tidak patut baginya yang sudah menjadi milik seluruh kalangan untuk menyampaikan suatu pernyataan yang dapat menyakiti perasaan sekelompok masyarakat, bagaimanapun kelompok tersebut sedikit jumlahnya.

Seharusnya ia tampil lebih bijaksana dan mampu mengayomi seluruh kelompok yang lahir, hidup, dan tinggal di Negara Indonesia ini, sambungnya.

“Saat ini yang harus dikembangkan adalah pentingnya keharmonisan hidup, sehingga terjadi interaksi yang produktif guna membangun dan mengangkat Indonesia dari berbagai masalah, bukan malah mengeluarkan pernyataan yang rawan menimbulkan konflik”.

Selain itu, lanjutnya, sebagai seorang ilmuwan, pernyataan tersebut sangat tidak tepat. Bukankah beliau tahu bahwa dalam banyak rujukan akademis, dan forum-forum ilmiah internasional telah menempatkan madzhab Sunni dengan Syiah dalam posisi yang sejajar dan sama-sama diakui sebegai madzhab yang sah dalam Islam? Bahkan andaikata pun tak ada pernyataan dari forum-forum tersebut, sebagai seorang berlatar keilmuan yang memadai akan lebih baik jika menunjukkan karakter ilmiah yakni dengan memastikannya dalam pembuktian-pembuktian emprik, dan pertanggungjawaban akademis yang memadai.

http://ahlulbaitindonesia.org/index.php/berita/daerah/994-sikap-gubernur-jawa-barat-tidak-cerminkan-sebagai-negarawan.html

Iklan

4 responses to “Sikap Gurbernur Jawa Barat Tidak Cerminkan Negarawan

  1. Di Negara ini, setiap partai, setiap pejabat akan ikut bicara kemana mayoritas rakyat bicara. Sikap ini sudah latah di Indonesia. Era politik saati ini kalu mau menang pemilu harus tampil mencari hati suara mayoritas sebab jika membela yang suaranya kecil tentu tidak menguntungkan bagi kepentingannya. Susah memang mecari keadilan di negara ini. Semua elit partai, pejabat sibuk memikirkan kepentingannya apalagi jika kasusnya mau menghadapi Pemilu.

  2. zazai_212@yahoo.com

    gubernur i
    diot ya gitu

  3. Semua sesat yang benar hanya FUUI dan WAHABI. Aher juga nanti bakal disesatkan kalo ngak tersesat hehe

  4. Dia kan cuma bicara untuk pemilunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s