Galeri

Hanya Anggarkan 70,3 Miliar, P3M Nilai Kementrian Agama Tidak Serius Tangani Potensi Konflik

Kementerian Agama (Kemenag) dinilai kurang serius dalam menangani potensi konflik berbasis agama yang dibuktikan minimnya anggaran yang dialokasikan dalam RAPBN 2013, ujar Sekjen Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Abdul Waidl.

“Dana yang digunakan untuk mengurangi potensi konflik berbasis agama hanya sebesar Rp70,3 miliar,” ujar Abdul di Jakarta, Kamis (06/9/2012).

Anggaran tersebut juga dibungkus dalam pembinaan kerukunan hidup beragama dan pembinaan administrasi kerukunan hidup umat beragama di bawah Sekjen Kemenag masing-masing Rp56,7 miliar dan Rp13,58 miliar.

“Jika dibandingkan dengan jumlah kabupaten di Tanah Air yang mencapai 524 dan 33 provinsi itu tidak mencukupi. Dibagi rata saja, maka per daerah hanya mendapat Rp12,6 juta,” kata dia.

Dana itu, lanjut dia, tentu saja tidak mencukupi jika dibandingan potensi konflik yang ada.

Pagu anggaran Kemenag dalam RAPBN 2013 sebesar Rp41,733 triliun. Jumlah itu meningkat 7,2 persen dibandingkan APBNP 2012.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk fungsi non agama yakni Ditjen Pendidikan Islam sebesar Rp33,25 triliun, kemudian Rp4,5 triliun untuk Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Ditjen Haji dan Umrah dan Litbang.

“Semua lembaga agama itu tidak memiliki upaya untuk pendidikan toleransi.”

Hal itu, lanjut dia, Kemenag tidak menjalankan mandat konstitusi untuk secara bersungguh-sungguh menjamin kebebasan beragama.

“Minimnya anggaran untuk mengurangi potensi konflik berbasis agama itu menunjukkan bahwa Kemenag tidak memandang persoalan konflik berbasis agama bukanlah masalah serius dan cenderung menyederhanakan konflik dari segi administrasi dan pembinaan,” jelasnya.

P3M yang juga tergabung dalam Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transpransi Anggaran itu juga memberikan rekomendasi kepada Kemenag.

Pertama Kemenag harus lebih serius menyikapi konflik berbasis agama baik dari segi “mindset” (toleransi berbagai agama dan keyakinan), bekerja sama dengan instansi lain untuk memfasilitasi dialog dan memberikan teguran terhadap lembaga yang mengeluarkan fatwa penyesatan.

Kedua, Kemenag harus memberi muatan dalam kurikulum pendidikan agama dan pembinaan keagamaan agar punya perspektif toleransi terhadap antar dan internal agama masing-masing. Terakhir, mengalokasikan dana untuk mendorong toleransi dan mencegah konflik. [ndis]

http://www.seruu.com/utama/nasional/artikel/hanya-anggarkan-703-miliar-p3m-nilai-kementrian-agama-tidak-serius-tangani-potensi-konflik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s