Galeri

Majalah Hidayatullah & Kebohongan Jurnalisitik

Majalah Hidayatullah edisi cetak No.05/XXV/Sepetember 2012/Syawal 1433/ISSN 0863-2367 dengan judul Cover Majalah berjudul “Ikutilah Para Penuntun Kebenaran” telah melawan kebenaran itu sendiri dengan menulis berita yang tak sejalan dengan kode etik jurnalistik Islami dan berupaya menggiring opini agar kebathilan rapi terbungkus atas nama Agama dan Manhaj Salafi-Wahabi takfiri.

Pada Halaman 4 Redaksi menulis Daurah Jurnalistik Angkatan Kelima pada tanggal 28-29 Juli 2012, Pimpinan Daerah Hidayatullah dan Majalah Suara Hidayatullah bekerjasama menyelenggarakan Daurah Jurnalistik. Acara yang diselenggarakan di Gedung Dakwah dan Informasi Hidayatullah itu diikuti 25 peserta.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi, peserta juga diberi kesempatan praktek menulis langsung. Pada sesi kelima peserta diberi materi “Fikih Jurnalistik” oleh Thoriq (Redaktur Hidayatullah.com) dan dilanjutkan “teknik menulis opini” oleh Syakanaiful Irwan. Ahmad Rizal, Ketua Panitia Pelaksana Daurah mengatakan, acara seperti ini akan terus diselenggarakan. “Diharapkan akan lahir mujahid-mujahid pena, sebagaimana para ulama-ulama salaf terdahulu yang dikenal rajin menulis dan banyak melahirkan karya-karya besar,”ujarnya.

Tapi sungguh sayang seribu kali sayang Daurah Jurnalistik berbuah adu-domba umat dan menulis berita dengan hawa nafsunya sendiri yang akan melahirkan kemudharatan yang lebih besar. Halaman 55 dengan judul “Menunggu Geliat Sang Saudara Tua” M.Nurkholis Ridwan melakukan kebohongan Jurnalistik yang fatal, simak tulisannya dalam sub judul IRAN YANG DIWASPADAI, : “Apalagi hubungan Iran dan Mesir selama ini memang tidak mesra. Karena itu, terkait dengan undangan Iran untuk menghadiri KTT Gerakan Non Blok di Tehran, Mursi memberi isyarat untuk tidak memenuhi undangan ini.

Bukankah kita semua tahu dan semua media cetak dan elektronik memberitakannya Mesir hadir pada KTT Non Blok ke- 16 tanggal 30-31 Agustus 2012 di Tehran bahkan Mursi memberikan sambutannya. Majalah ini beredar awal September dan kami membacanya pada hari ini tanggal 9 September 2012. Apakah faktor opini pribadi hanya untuk memfitnah Iran dan Syi’ah sehingga Majalah Hidayatullah terjerumus kepada penyajian berita bathil kepada masyarakat pembacanya? Wallahu A’lam.

Dalam pengamatan kami selama ini Majalah Hidayatullah lebih condong kepada memecah-belah umat dengan berbagai fitnah dan kedustaan terutama apabila menyangkut Muslim Syi’ah. Sangat disayangkan sebuah ormas yang besar terjerumus pada faham takfir karena fanatik terhadap faham mereka sendiri. Inilah yang akan menjadi malapetaka umat apabila orang yang mengerti Agama berbicara dengan hawa nafsunya yang dibungkus dengan kata-kata indah dan manis tetapi sejatinya beracun dan menanamkan kobaran api fitnah ke dalam persepsi umat.

Iklan

7 responses to “Majalah Hidayatullah & Kebohongan Jurnalisitik

  1. Memang Hidayatullah itu adalah jamaah takfiri Wahhaby Salafy yang patut diwasapdai!

  2. Betul sekali yang perlu di waspadai adalah yg selalu menyebarkan fitnah dan perpecahan di dalam tubuh Umat Islam….

  3. bambang supriyadi

    Pesan Persatuan Islam dari Ustadz. Fuad Rumi (semoga Allah swt memanjangkan usia beliau dalam keberkahan).

    Prasayarat Ukhuwah Sunni-Syiah.

    1. Masalah madzhab sunni-syiah berpangkal pada masalah imamah yang sudah berlangsung berabad-abad, dalam kondisi status quo. Tidak akan ada penyelesaian jika ingin diperdebatkan mana yang benar, mana yang salah. Masalahnya kita kembalikan saja kepada Allah dan nantilah di akhirat kelak kita mengetahui yang sebenarnya.

    2. Yang kita butuhkan sekarang ialah benar-benar ikhlas beragama menurut madzhab yang kita pahami. Memaksakan penyelesaian dengan tujuan agar ada satu madzhab saja yang diakui benar, sunni atau syiah, selain tidak mungkin, juga hanya akan menjadi sumber konflik. Sikap ingin memaksakan itu juga bisa jadi tanpa kita sadari adalah, atau hanyalah dorongan hawa nafsu, kesombongan dan kejahilan kita dalam beragama.

    3. Yang perlu kita bangun sekarang adalah ukhuwwah diniyah Islamiyah dan imaniyah, dalam bentuk saling mengakui bahwa mahdzab sunni mau pun syiah adalah madzhab-madzhab dalam Islam.

    4. Kita bersama-sama berkomitmen membangun kehidupan umat Islam yang saling mencintai dan berkasih sayang. Kita saling memaklumi ada perbedaan pendapat termasuk dalam masalah fundamental namun kita juga mempunyai lebih banyak persamaan.

    5. Penganut madzhab sunni mau pun syiah sama-sama :

    a. Bertuhankan Allah Yang Esa (tauhid),
    b. Beriman akan adanya hari kemudian,
    c. Mempunyai Nabi yang sama yakni Muhammad saw,
    d. Memiliki kitab yang sama yakni Al-Quran,
    d. Melaksanakan sholat fardhu lima waktu,
    e. Berpuasa pada bulan Ramadhan,
    f. Mengeluarkan zakat,
    g. Naik haji ke baitullah bagi yang mampu,
    h. Berkiblat ke baitullah.

    6. Madzhab sunni dan syiah dapat saling menerima dan mengamalkan ajaran-ajaran antarmadzhab yang masing-masing dianggap sejalan dengan ajaran madzhabnya. (Inilah yang saya analogikan dengan meja prasmanan dengan hidangan menu dari kedua madzhab. Jika ada yang sesuai selera silakan dinikmati, jika tidak sesuai selera tidak usah dimakan tapi juga tidak usah dicela dan mau dibuang).

  4. Tapi sungguh sayang seribu kali sayang Daurah Jurnalistik berbuah adu-domba umat dan menulis berita dengan hawa nafsunya sendiri yang akan melahirkan kemudharatan yang lebih besar. Halaman 55 dengan judul “Menunggu Geliat Sang Saudara Tua” M.Nurkholis Ridwan melakukan kebohongan Jurnalistik yang fatal, simak tulisannya dalam sub judul IRAN YANG DIWASPADAI, : “Apalagi hubungan Iran dan Mesir selama ini memang tidak mesra. Karena itu, terkait dengan undangan Iran untuk menghadiri KTT Gerakan Non Blok di Tehran, Mursi memberi isyarat untuk tidak memenuhi undangan ini.

    Bukankah kita semua tahu dan semua media cetak dan elektronik memberitakannya Mesir hadir pada KTT Non Blok ke- 16 tanggal 30-31 Agustus 2012 di Tehran bahkan Mursi memberikan sambutannya. Majalah ini beredar awal September dan kami membacanya pada hari ini tanggal 9 September 2012. Apakah faktor opini pribadi hanya untuk memfitnah Iran dan Syi’ah sehingga Majalah Hidayatullah terjerumus kepada penyajian berita bathil kepada masyarakat pembacanya? Wallahu A’lam.

    Kalimat Mursi memberi isyarat untuk tidak memenuhi undangan ini sementara faktanya Mursi hadir pada KTT Non Blok itu dalam penulisan jurnalistik itu tendensius dan berimplikasi kepada pemutar-balikan fakta dimana redaksi berusaha menggiring opini pembacanya untuk sebuah kedustaan dan ini bukan sekedar retorika politik yang bisa dibenarkan. Redaksi mendasarkan pemberitaan seharusnya berdasarkan pada fakta bukan pada asumsi-asumsi politik.

  5. Nurkholis Ridwan

    Lewat kesempatan ini, saya pribadi menyampaikan permohonan maaf untuk kekeliruan fakta tentang kunjungan Presiden (atau mantan presiden) Mursi ke Tehran. Hal itu, tentu saja bukan dimaksudkan sebagai sebuah kesengajaan. Barangkali jarak antara terbit dan penulisan berita yang terlampau lewat, sehingga ada data yang tidak terupdate/terbarui dengan baik. Terima kasih sekaligus ini sebagai ralat.

    Untuk menuduh Majalah Hidayatullah dengan berbagai tuduhan yang emosional, saya pikir tentulah hal itu bukan tindakan yang arif. Ketidaksukaan tidak perlu membawa kita pada penilaian yang berlebihan dan jauh dari fakta. Jika ada keberatan, dapat disampaikan melalui surat pembaca. Bukankah kekeliruan adalah sebuah hal yang manusiawi apalagi untuk sebuah artikel. Terima kasih.

    Salam hormat
    Nurkholis Ridwan

  6. Terima kasih Saudara Nurkholis atas tanggapannya, ada pun koreksi kami kepada Majalah Hidayatullah itu juga berdasarkan fakta bahkan ada banyak edisi Majalah Hiadaytullah yang menyajikan berita yg tendensius, subyektif, dan cenderung mengadu domba sesama Umat Islam khususnya yg menyangkut masalah Sunnah dan Syi’ah. Semoga Majalah Hidayatullah ke depannya lebih menyajikan pemberitan yg berimbang dan senantiasa menjaga Ukhuwah Islamiyah.

    Salam hormat,
    Redaksi Satu Islam

  7. Semoga negara kita tidak terjangkit penyakit gila madzab…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s