Galeri

Dialog “Perlukah Syi’ah Ditolak” Di IAIN Sunan Ampel Membludak

Acara dialog “Perlukah Syiah Ditolak?” sedianya diadakan di Aula IAIN Sunan Ampel Surabaya, namun karena mendapat banyak tantangan akhirnya acara di pindah ke Aula Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Emha Ainun Najib yang menjadi salah satu pembicara sempat menantang para penentang Syiah untuk menyebutkan ayat yang memerangi sesama manusia, namun setelah menunggu 15 menit tidak ada yang menjawab Emha lalu berkata, “Terbukti, Allah tidak pernah memerintahkan memerangi yang lain apapun alasannya.”

Sementara itu, Agus Suyoto (Sejarawan NU) mengatakan, fitnah terhadap syiah adalah cara yang diulang-ulang oleh musuh-musuh Islam mulai zaman sahabat hingga sekarang ini.

Acara dialog ini walau mendapat tantangan dari kelompok takfir lintas mazhab Alhamdulillah berjalan cukup sukses. Berdasarkan pertimbangan keamanan, DR. Umar Shahab, diminta oleh Polda Jatim utk tdk tampil sbg narasumber dlm Seminar “Haruskah Syiah Ditolak”. Meski demikian, seminar tetap berlangsung dengan antusiasme luar biasa. Pengunjung membludak lebih kurang 2500 orang.

Yang menarik di akhir acara dialog yang diselenggarkan di Aula Fakultas Ushuludin Sunan Ampel itu seorang tokoh al-Bayyinat memegang mic dengan emosi yang tinggi seakan kalap dan berbicara tentang sesuatu yang basi dan di ulang-ulnag tentang fitnah dan adu domba antar mazhab. Audiens yang sebagian besar adalah kalangan Mahasiswa dan kelompok terpelajar lainnya tertawa terpingkal-pingkal menahan geli karena yang berbicara mempertontonkan kebodohan dan kepicikannya dengan suara gemetar karena emosi. Audiens pun tak ada yang menghiraukan pembicara itu dan dilanjutkan dengan Sholawatan yang dilantunkan oleh Cak Nun dan di ikuti oleh para hadirin. Yaa..Allah Engkau jadikan para musuh Rasul dan Ahlulbait adalah orang-orang yang tidak kenal sopan santun dan tata krama, seperti tokoh al-Bayyinat dan kelompok takfir lainnya. Mulut mereka berbisa dan selalu mengeluarkan api fitnah di tengah umat dengan tetap konsisten melestarikan isyu-isyu mazhab agar umat selalu bermusuhan dan menyenangkan musuh-musuh Islam.
__________________________________________________________________________________________________________
SIARAN PERS
Aliansi Kebhinnekaan dan Anti Kekerasan Malang

Emha Mendinginkan Akhir Dialog Publik
di Fakultas Ushuludin, IAIN Sunan Ampel, Surabaya

Sebagai salah satu elemen yang mengawal kebhinnekaan bangsa dalam kerangka NKRI dan turut mendukung penuh acara Dialog Publik di Fakultas Ushuludin yang bertemakan “Haruskah Syi’ah Ditolak?” yang diadakan Senat Mahasiswa Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Ampel Surabaya dan PMII Komisariat Ushuludin Surabaya pada tanggal 22 Oktober 2012. Kami merasa perlu menginformasikan jalannya dialog ini secara kronologis dan apa adanya.

Acara ini sedianya akan menampilkan empat pembicara Emha Ainun Nadjib (budayawan), Drs. K.Ng. Agus Sunyoto, M.Pd (Sejarawan NU/Dosen Universitas Brawijaya Malang), Prof. DR. Syamsul Arifin (Tokoh Muhammadiyah/Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang), dan DR. Umar Shahab, MA (Ketua Dewan Syuro DPP ABI).

Pada sesi pertama Cak Nun sebagai pemakalah menekankan untuk membuka cakrawala pemikiran dalam mengukur segala hal. Hal ini diwanti-wantikan agar kita tidak salah dalam meletakkan apakah sebuah perbedaan itu memang sebuah perbedaan yang prinsip atau sekedar khilafiah.

Mengingat kenyataan sekarang, maraknya penganiayaan, tindakan anarkis, bahkan pembunuhan dikarenakan kurang tepat dalam menakar sebuah perbedaan. Perbedaan khilafiah ditakar sebagai perbedaan akidah. Bahkan produknya difatwakan.

Sungguh hal semacam itu sangat mengingkari semangat penghargaan terhadap kehidupan manusia seperti yang dimaksudkan dalam al-Qur’an. “Melenyapkan satu jiwa tanpa alasan yang haq sama halnya membunuh seluruh manusia” cetusnya.

Selanjutnya Agus Sunyoto menggarisbawahi bahwa semua bentuk kekerasan yang ada memang telah di-setting oleh konstelasi konspirasi global. Kepentingan dominasi Amerika dan Israel pasti hadir dalam setiap skenario tersebut.

Menanggapi beberapa kasus yang menimpa Syiah. Beliau secara implicit menolak tuduhan Syiah sesat. Agus Sunyoto mengatakan, “bagaimana orang Sunni bisa mencap Syiah sebagai aliran sesat? Sedangkan Imam Maliki, Imam Hambali, Imam Hanafi dan Imam Syafii menimba ilmu dari Imam Ja’far Shodiq baik secara langsung atau tidak langsung. Imam Ja’far Shodiq adalah salah satu Imam Syiah.” Tambahnya, “Kalau Syiah sesat bagaimana dengan ajaran keempat mazhab tersebut?’

Drama-drama seperti itu hanyalah reproduksi dari peristiwa-peristiwa sejarah dengan waktu dan lain tempat semata.

Syamsul Arifin menguatkan pernyataan Agus Sunyoto dengan menyatakan bahwa secara sosiologis “pembantaian di Sampang” itu bertentangan dengan budaya persaudaraan taraten tibi’ dalam masyarakat Madura, atau semacam “pela gandong-nya” masyarakat Ambon.

Sedangkan pembicara dari DPP-ABI memang sejak awal telah diminta Rektor agar tidak tampil sesuai permintaan dari Kemenag. Dengan begitu setelah selesai tiga sesi dari ke tiga nara sumber ini, langsung masuk sesi tanya-jawab.

Sesi ini berlangsung cukup meriah. Cak Nun membalikkan tuntutan dari salah seorang mahasiswa agar pembicaraan ini menelurkan pernyataan Syiah ditolak atau diterima. Bukan kapasitas forum semacam ini untuk menelurkan fatwa menolak atau menerima Syiah. Hal semacam ini adalah tanggung jawab “ulil amri minkum”.
Bahkan Cak Nun meminta mahasiswa agar tegas, jangan setengah-setengah. “Bila ingin menolak, ya buatlah surat ke pemerintah agar men-sesat-kan Syiah juga menuntut lembaga bahtsul masail NU atau dewan tarjih Muhammadiyah sekalian untuk itu. Bila perlu dilakukan demo. ATAU SEBALIKNYA.”

Bahkan Cak Nun ngujo (member tawaran istidraj) agar NU, Muhammadiyah, atau al-Bayyinat sekalian memfatwakan agar membunuh Syiah dimana pun berada kalau berani. (Mungkin yang dimaksudkan kalau yakin dengan itu).

Sesi tanya jawab yang meriah ini mendapat saran dari seorang peserta bahwa harusnya panitia juga mengundang pembicara yang anti Syiah (karena ternyata ketiga pembicara ini cukup toleran). Saran ini akan dipertimbangkan bila ada forum lain, janji panitia.

Mereaksi saran itu seorang hadirin dari al-Bayyinat yaitu Ahmad Bin Zein Alkaff angkat bicara dengan menanyakan adakah kecintaan hadirin kepada Rasulullah? Dan menyambungnya dengan sholawat serta menyatakan bahwa golongan yang mencaci istri-istri Nabi sebagai golongan sesat.

Pernyataan ini disahuti salah seorang hadirin di balkon lantai dua tempat perluasan para hadirin yang tak tertampung di aula dengan ucapan “Labaika Ya Husein!”. Maka riuh lah hadirin. Dan Bin Zein pun berteriak minta dipanggilkan Polisi dari Polda yang telah ada di luar aula untuk mengawalnya ke luar aula tempat Dialog Publik terselenggara.

Riuhnya ruang dialog yang memang telah menyelesaikan semua sesi pembicara ini pun diambil alih Cak Nun dengan minta pernyataan dari hadirin, bahwa hadirin menjamin keriuhan ini aman. Hadirin pun menjawabnya “Ya aman…!”. Panitia, intel Polda Jatim dan aparat BIN pun memapah Bin Zein ke luar dan Cak Nun menutup acara ini dengan Sholawat Badar.

Surabaya, 22 Oktober 2012
Raymond Kamil
Koordinator

http://beritaprotes.com/2012/10/emha-mendinginkan-akhir-dialog-publik-di-fakultas-ushuludin-iain-sunan-ampel-surabaya/
_____________________________________________________________________________________________________________

UNDANGAN DIALOG PUBLIK

Luthfi Bashori

Beredarnya SMS dan propaganda sekte sesat Syiah Imamiyah, Iran, agar eksistensinya di Indonesia masih tetap dianggap oleh publik, menandakan mereka tidak pernah jera. Untuk itulah umat Islam Indonesia juga tidak boleh lengah sedikit pun dalam menghadapi bahaya laten Syiah ini.

Berikut contohnya:

UNDANGAN DIALOG PUBLIK
“Haruskah Syiah Ditolak”.

Bertempat di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Hari : Senin.
Tanggal : 22 Oktober 2012
Jam : 09.00 WIB,

Dengan pembicara Emha Ainun Nadjib, Wakil Menteri Agama Prof DR. Nasharudin Umar dan Ust. DR. Umar Shahab (Ketua DPP ABI), Tokoh NU, Muhammadiyah dll.”

Turut mengundang para ulama NU dan Muhammadiyah se-Jatim.

Mohon undangan dialog terbuka ini disebarkan dan secara khusus disampaikan kpd tokoh/simpul masyarakat dan seluruh elemen pergerakan se-Jatim (Raymond Kamil – Aliansi Kebhinnekaan Malang) mohon broadcast. Tks

LUTHFI BASHORI : Aslm. Yth. Wagub Jatim, Gus Ipul. Berikut ada undangan SMS beredar yg dapat meresahkan masyarakat dan menimbulkan gejolak di Jatim. Mohon dilarang krn bertentangan dg Pergub :

UNDANGAN DIALOG PUBLIK:
“Haruskah Syiah Ditolak”.

Bertempat di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Hari : Senin.
Tanggal : 22 Oktober 2012
Jam : 09.00 WIB,

Dengan pembicara Emha Ainun Nadjib, Wakil Menteri Agama Prof DR. Nasharudin Umar dan Ust. DR. Umar Shahab (Ketua DPP ABI), Tokoh NU, Muhammadiyah dll.\”

Turut mengundang para ulama NU dan Muhammadiyah se-Jatim.

Mohon undangan dialog terbuka ini disebarkan dan secara khusus disampaikan kpd tokoh/simpul masyarakat dan seluruh elemen pergerakan se-Jatim (Raymond Kamil – Aliansi Kebhinnekaan Malang) mohon broadcast. Tks.

SMS itu saya dapatnya tadi pagi. (LUTHFI BASHORI)

RESPON MUI JATIM : MUI jatim menganggap tdk perlu menghadiri pertemuan itu, krn fatwa MUI jatim sdh paten, bahwa syiah sesat, dan dikuatkan dgn pergub Jatim.

AKTIFIS BANGIL : Ustadz, kami ASWAJA BANGIL IsyaAllah mau Hadir.

RESPON ALBAYYINAT : KEPADA YTH GUS UBAID. INGATKAN KYAI2 NU. ITU ADALAH DIALOG TIPUAN SYIAH, DLM BERDA`WAH AKAN MENIPU KYAI2 NU . KALAU JUJUR , KENAPA TDK MENGUNDANG ALBAYYINAAT ?

KH. MUHYIDDIN A. SHOMAD :
Saya usul, sebaiknya ada tim Ulama BASSRA menghadap Rektor IAIN, langsung meminta pertemuan itu digagalkan krn bukan pertemuan ilmiah tapi pertemuan “politik” yg bertujuan menekan Ulama BASSRA dan PCNU+MUI Sampang….agar Syiah yg biadab itu di terima di Sampang…!

PENGUMUMAN PUBLIK:
BASSRA, MUI, NU MADURA SCR RESMI MENYATAKAN: MADURA TDK MENERIMA PAHAM APAPUN SELAIN ASWAJA (AQIDAH ASY`ARIYAH, TASHAWWUF GHOZALI, FIQIH 4 MADZHAB) TITIK. Oleh krn itu tdk butuh dialog / sminar dll. (di ttpkn d Sampang, 1 Okt 2012). {ALI KARRAR SHJ}.
Barangsiapa menyebar luaskan SMS ini sedpt mungkin, Smg murh rzqi dan berkah umur. Bisirril fatihah.

KH. KHOLIL RIDWAN : Gimana kalau yg masuk Madura Yahudi, Nasrani, Budha, Hindu, Khong hu Cu, JIL, Pluralisme, Skulerisme dan Komunisme ? Tentu lebih DITOLAK lagi ya. Setuju banget kalau begitu , Alhamdulillah kalau begitu. Semoga di seluruh Madura tidak sepotong Gereja pun berdiri . Amin.

KH. ALI KARRAR : Madura tk prnah menerima Yahudi, Nasrani, Budha, Hindu, Khong hu Cu, JIL, Pluralisme, Skulerisme dan Komunisme, termasuk Syiah, berkuasa di Madura, mrk wjib tunduk perda Madura. ALLAHU AKBAR.

HB. THOHIR ALKAF : ANTUM TANYAKAN WAMEN AGAMA, APAKAH BETUL AKAN MENJADI NARASUMBER? ANA KIRA INI PERMAINANNYA SYIAH SAJA.

HB. MUHDHAR ALHAMID : Ini sebetulnya akal akalan Umar Shihab, jangan beri kesempatan sedikitpun mereka jalan, intinya dari semuanya, Syiah harus ditolak di indonesia.

KH. NAJIH MAIMUN : Semua pembicranya liberal, kalo tidak dikroyok oleh Ahli Sunnah akan menguntungkan Syaih, dan Umar Syihab itu sendiri Syiah, dan penyelengranya juga sarang liberal.

UTS. FARID OQBAH : Jadikan buku putih madzhab Syiah sbg pedoman menolak syiah krn kesesatannya, buku itu resmi dari ABI, jadi Umar Syahab nggak bisa menutupi dirinya Syiah.

AHMAD : Saya kira semua Syiah itu pengecut, kalau pun berani tampil, maka mereka akan berpura-pura ajarannya sama dengan Sunni, tujuannya mengelabuhi audien untuk mendapat simpatik, dan tidak akan berani berbicara hakikat Syiah. Coba saja kalau berani bedah kitab Alkaafi, buku rujukan utama Syiah, pasti ketahuan belangnya yang sangat sesat itu.

http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=550
http://ahlulbaitindonesia.org/index.php/berita/daerah/1232-emha-tuhan-tidak-pernah-perintahkan-memerangi-yang-lain.html

Iklan

One response to “Dialog “Perlukah Syi’ah Ditolak” Di IAIN Sunan Ampel Membludak

  1. Salim (Pecinta Kebathilan)

    Situs ini beritanya bohong, dasar syiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s