Galeri

Riwayat dan Hikmah Asyura bagi Kaum Muslimin

الحبيب عبدالله بن علوي الحداد صاحب الراتب : و أما عاشوراء فإنما هو يوم حزن لا فرح فيه,من أجل أن قتل الحسين كان فيه

كتاب تثبيت الفؤاد ج 2 ص 223

Al-Habib Abdullah Al-Haddad Shahibur Ratib: Dan adapun Asyuro’ sesungguhnya adalah hari kesedihan TIDAK ADA SAMA SEKALI KEGEMBIRAAN dikarenakan terbunuhnya Al-Husain di hari itu. (Tasbit al-Fuad Jld.2 Hal.223)

Sebelum Islam, Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura – bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi Yom Kippur. Saat itu, Muhammad menyatakan bahwa Muslim dapat berpuasa pada hari-hari itu.

Asyura merupakan peringatan hal-hal di bawah ini dimana Muslim, khususnya Sunni percaya terjadi pada tanggal 10 Muharram.

1.Bebasnya Nabi Nuh dan ummatnya dari banjir besar.
2.Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrudz.
3.Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemua dengan Nabi Yusuf pada hari Asyura.
4.Nabi Musa selamat dari pasukan Fir’aun saat menyeberangi Laut Merah.
5.Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal.

KENAPA Riwayat Asyura sebagai hari Syahidnya Imam Husein terlupakan atau sengaja dilupakan atau dikecilkan peran pentingnya???>>>>JAWABNYA : KARENA PENGUASA DAN ULAMA SU’ TAKUT AKAN BERSATUNYA UMAT DALAM KEBENARAN DAN NILAI-NILAI AHLUL BAYT, PERISTIWA KARBALA PADA 10 MUHARRAM ADALAH PERISTIWA SEJARAH YG SANGAT BESAR DAN PROKLAMASI PENEGAKKAN SYARI’AT MUHAMMADI SEBAGAIMANA YANG DIBAWA KAKEKNYA RASULULLAH SAW, MADRASAH KARBALA MENGAJARKAN PENEGAKKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR DENGAN TEGAS, DALAM PERISTIWA KARBALA KEMULIAAN DAN KEHINAAN DIPERLIHATKAN DENGAN TELANJANG AGAR UMAT MENDATANG BISA MENGAMBIL PELAJARAN DARINYA.

Lihatlah Al-Husain as., dia mengorbankan semuanya. Dia mengorbankan kerabatnya. Dia korbankan anaknya dan dia korbankan nyawanya. Mana yang paling berat, semuanya berat yang bergantung pada yang kita cintai. Mungkin ada orang yang lebih mencintai anaknya ketimbang dirinya sendiri. Ada tidak ?, tentu banyak. Sering kita dengar, “dari pada anak saya sakit lebih baik saya yang sakit,” ada yang berpikiran begitu. Berarti dia lebih mencintai anaknya ketimbang dia sendiri, artinya dia siap sakit, siap mati, yang penting anaknya sehat dan hidup. “Biarlah saya yang mati, atau sengsara dari pada istri saya yang sengsara,” berarti dia lebih mencintai istri ketimbang dirinya sendiri. Jadi mengorbankan diri sendiri lebih mudah ketimbang mengorbankan anak, istri dan biasanya inilah yang sering terjadi. Ada orang yang cinta kepada binatang, dia pelihara binatang tersebut. Dia sendiri tidak mengurus dirinya, bahkan rasa lapar dilupakannya, karena asyik dengan binatang piaraannya. Artinya dia mengorbankan dirinya demi binatang piaraannya. Ini adalah realita kehidupan kita sekarang ini.

Kita lihat bagaimana Al-Husain, semua tindakannya, telah beralih kepada kecintaannya kepada Allah yang merupakan tindakan pengorbanaann. Dia mengorbankan anaknya, agar tidak sampai anaknya lebih dia cintai ketimbang Allah Ta’ala. Dia korbankan para sahabat setianya. Dia korbankan negerinya Madinah. Dia korbankan hartanya, jelas. Dan terakhir dia korbankan nyawanya. Semua perkara yang kira-kira dapat menyedot perhatian dia, dia korbankan demi Allah Ta’ala. Itulah Karbala, itulah Asyura. Tanpa ingin membanding-bandingkan dan agar tidak disalah pahami. Kalau Nabi Ibrahim as. mengorbankan putranya lalu diganti dengan domba, tapi di Karbala Al-Husain as. mengorbankan anaknya apakah diganti dengan seekor domba. Mana yang lebih berat. Jawabannya terserah masing-masing.

Ketika Sayyidah Fatimah melahirkan Al-Husain dalam perut bayi itu ada ludah Rasulullah saaw, ludah yang suci. Beliau memangkunya sambil menangis tersedu-sedu. Datang pembantunya, “Ya Rasulullah mengapa anda menangis, apa yang menyebabkan anda menangis ? ” Nabi menjawab, “Wahai Fulanah tadi Jibril datang kepadaku, dia mengatakan bahwa putraku ini yang baru lahir sekarang ini nanti akan dibunuh oleh orang-orang yang mengaku sebagai pengikutku.” Beliau menangis, beliau sebutkan bahwa itu akan dibunuh di padang Karbala. Itu Rasulullah sudah meratapi, memperingati, apa yang akan dialami oleh cucunya atau bayi yang baru lahir tersebut. Lalu Nabi bertanya kepada Ali as, “Wahai Ali apakah anda telah menamainya ?” Ali menjawab, “Aku tidak akan mendahuluimu dalam memberinya nama. ” Nabi menjawab, “Namailah Husain.”

Dan juga riwayat yang lain, Ummu Salamah ra. juga oleh Nabi diberi botol yang berisi tanah dari Karbala. “Wahai Ummu Salamah ini adalah tanah Karbala yang dibawa oleh Jibril untukku, kau simpanlah. Ketika tanah ini menjadi darah atau warnanya merah, maka pada waktu itulah cucuku Husain dibunuh.”

Jadi memperingati Asyura, menangis, meratapi wafatnya Imam Husein. adalah sunnah Rasulullah saaw yang dikerjakan ketika beliau masih hidup. Jadi adanya kritikan dari pihak-pihak yang keberatan, jelas kritikan yang tidak berdasar atau karena tidak mengetahui apa yang melatar-belakangi peringatan Asyura. Jadi banyak hikmahnya kita ambil dari lambang Asyura, dari peringatan Asyura, yaitu pengorbanan. Pengorbanan untuk kebenaran, untuk Allah SWT., itu yang pertama.

Yang kedua, berkorban itu jelas terpuji dan dianjurkan oleh Islam. Tetapi Islam ingin menjelaskan ketika kita berkorban hendaknya berkorban dengan ikhtiar, dengan merdeka, dengan bebas tanpa ada paksaan, itu yang indah sekali. Kita berkorban untuk Allah Ta’ala, kita mengabdi kepada Allah tetapi pengabdian yang kita persembahkan, pengorbanan yang kita haturkan untuk Allah hendaknya dilandasi dengan kebebasan, dengan senang hati tanpa ada unsur paksaan.

Semangat Asyura adalah sebuah Pemikiran yang senantiasa berseberangan dan menjadi lawan politik kotor dan penguasa yang zalim, dan karena garis tegas yang dibuatnya ini, menjadikan ia eksis, kokoh, berkembang, dan semakin hidup! Ia menjadi ideology perlawanan dan para pengikutnya bergerak di atasnya>>>SEMANGAT INILAH YANG BERUSAHA DIBENDUNG PARA PENGUASA ZHOLIM…

Bagaimanakah kita memaknai Asyura dlm perspektif Ukhuwah?…Kaum Muslimin bersatulah dalam KEBENARAN dan harga diri para pencinta, pengikut setia Ahlul Bayt adalah PEMBELAANNYA YG KONSISTEN KEPADA MORALITAS DAN KAUM MUSTAD’AFHIN…..

Hari ini adalah hari Asyura, hari berduka Muslimin sedunia, sesungguhnya tangisan kepada al-Husein dapat menghaluskan jiwa, melembutkan hati dan memadamkan api neraka maka “MENANGISLAH” !

10 Muharram 1434 H / Sabtu 24 November 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s