Galeri

TAMBAHAN KALIMAT DALAM ADZAN

Adzan** Sebelumnya kami bahas mengenai perbedaan pandangan darimana asal muasal adzan.

Dari versi umum ;
Abdullah bin Zaid dalam mimpinya melihat seseorang datang membawa lonceng. Ia bertanya ;
“Wahai hamba Allah, apakah engkau menjual lonceng itu?”
Orang itu menjawab ;
“Apa yang akan engkau lakukan dengan lonceng ini?”
Aku jawab ;
“Dengannya kami memanggil orang-orang untuk salat.”
Orang itu berkata ;
“Maukah aku beri tahu cara yang lebih baik dari pada itu?”
Abdullah bin Zaid menjawab ;
“Tentu.”
Ia berkata ;
“Ucapkanlah:
Allâhu Akbar Allâhu Akbar.
Asyhadu an-lâ ilâha illallâh (2 kali).
Asyhadu anna Muhammada Rasûlullâh (2 kali).
Hayya ‘alâ ash-shalâh (2 kali).
Hayya ‘ala al-falâh (2 kali).
Allâhu Akbar Allâhu Akbar.
Lâ ilaha illallâh.

Setelah tiba waktu subuh,
Abdullah bin Zaid menemui Rasulullah dan memberitahukan apa yang dilihatnya dalam mimpi.
Beliau (Rasul) berkata ;
“Insya Allah, mimpimu benar.”
Maka Rasul perintahkan untuk mengajarkan kepada Bilal.
Umar bin Khattab yang sedang berada di rumah ternyata mendengarnya.
Ia keluar dan berkata ;
“Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan kebenaran. Sungguh aku juga memimpikan apa yang dimimpikannya.”
Demikianlah secara singkat sejarah mengenai asal-usul pensyariatan azan menurut beberapa riwayat Bukhari, Abu Daud, maupun At-Tirmidzi.

Lalu versi Syiah ;
Dalam I’tisham bi Al-Kitab wa As-Sunah, Syekh Subhani mengutip riwayat dari Imam Al-Baqir a.s. yang berkata,

لمّا أُسري برسول اللّه (صلى الله عليه وآله وسلم) إلى السماء فبلغ البيت المعمور، وحضرت الصلاة، فأذّن جبرئيل (عليه السلام) وأقام فتقدم رسول اللّه (صلى الله عليه وآله وسلم) وصفَّت الملائكة والنبيون خلف محمّد صلى الله عليه وآله وسلم

Ketika Rasulullah melakukan isra ke langit, beliau sampai ke Baitul Makmur. Lalu tiba waktu salat. Maka Jibril a.s. melantunkan untuk mengerjakan salat dan membaca ikamah. Kemudian Rasulullah saw. maju ke depan, lalu para malaikat dan para nabi berbaris di belakang Muhammad saw.
Seorang ulama ahlusunah, Al-Muttaqi Al-Hindi, dalam Kanz Al-’Ummal meriwayatkan dari Zaid bin Ali:

أنَّ رسول الله عُلِّمَ الأذان ليلة المسرى ، وبه فُرِضَت عليه

Sesungguhnya azan diajarkan kepada Rasulullah pada malam isra, dan difardukan (salat) kepadanya.
Begitu juga di dalam bukunya mengenai fikih Imam Jafar Ash-Shadiq, Syekh Jawad Mughniyah menuliskan bahwa Imam Shadiq berazan sebagai berikut:
Allâhu Akbar Allâhu Akbar (2 kali).
Asyhadu an-lâ ilâha illallâh (2 kali).
Asyhadu anna Muhammadar Rasûlullâh (2 kali).
Hayya ‘alâ ash-shalâh (2 kali). Hayya ‘ala al-falâh (2 kali).
Hayya ‘alâ khair al-’amal (2 kali).
Allâhu Akbar Allâhu Akbar.
Lâ ilaha illallâh (2 kali).
Sumber: withfriendship.com
Apanya yang Berbeda?
Para imam fikih ahlusunah berbeda mengenai jumlah lafaz azan.
– Azan dengan 15 kalimat dipilih Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad.
– Azan dengan 17 kalimat dipilih oleh Imam Malik.
– Azan dengan 19 kalimat dipilih Imam Syafii.
Demikian yang disebutkan dalam situs muslim.or.id. Membandingkan dua azan di atas, maka perbedaan sebenarnya hanya ada di kalimat
“hayya ‘alâ khair al-’amal”
yang nanti akan di bahas
ASHADU ANNA ‘ALIYYAN WALIYULLAH !!

Lalu di mana kalimat asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullah?
Sebenarnya kalimat tersebut tidak pernah dan tidak akan menjadi bagian dari azan
demikianlah ijmak ulama Syiah ;
– Barang siapa yang mengucapkannya dengan niat bahwa itu bagian dari azan, berarti ia telah membuat bidah dalam agama dan telah memasukkan sesuatu yang di luar agama ke dalam agama.
Mengutip kitab Al-Lum’ah dan syarahnya yang ditulis Syahid Awal dan Syahid Tsani (dua fakih Syiah)
Kita masuk bahasan utama
*************

Tuduhan:
Orang Syiah menambahkan dalam adzannya “Hayya ‘ala Khayril ‘Amal”. Ucapan itu tidak diajarkan Nabi saw dan termasuk bid’ah.
++ Jawaban ++
“Hayya ‘ala khairil ‘amal”
bukan tambahan, tapi kalimat yang diajarkan Nabi saw; tetapi kemudian dihilangkan oleh satu mazhab dalam Islam. Syiah mempertahankan sunnah Nabi saw, dan menjadikannya sebagai syi’ar mazhabnya. Perhatikan dalil-dalil dibawah ini:

Adzan yang dipraktekkan oleh Ahlussunnah, tanpa “Hayya ‘ala khairil ‘amal” diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibn Majah dan Al-Turmudzi. ;
Dikisahkan bahwa kalimat-kalimat adzan itu diperoleh melalui mimpi ;
-Abdullah bin Zaid,
– Umar bin Khattab atau 14 sahabat lainnya dengan riwayat yang saling bertentangan.
Selain semua sanadnya ada saja mengandung kelemahan (majhul, dha’if, munkar, munqathi’ dan sebagainya),
penetapan besar Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari 2:62 menulis ;
“Sesungguhnya sulit menerima penetapan hukum lewat mimpi Abdullah bin Zaid karena mimpi selain Nabi saw tidak bisa menjadi dasar syara’.”

Dari Nafi’,
ia berkata:
Ibnu ‘Umar kadang-kadang setelah membaca ‘Hayya ‘alal falah” di belakangnya ia membaca “Hayya ‘ala khairil ‘amal” (Sunan al-Baiyhaqi 1;624, hadis 1991).
Dari Laits bin Sa’ad dari Nafi’:
Ibnu Umar tidak pernah beradzan dalam safarnya.
Kadang-kadang setelah “Hayya ‘alal Falah” ia mengucapkan “Hayya ‘ala khairil ‘amal” (Lihat sumber diatas).

Al-Baihaqi meriwayatkan hadis tentang “Hayya ‘ala khairil ‘amal” dalam adzan dari ;
– Abu Umamah
– Sahl bin Hunayf
(Sunan Al-Baihaqi1: 425).
Ibn Al-Wazir, dari ;
– Al-Muhibb al-Thabrani al-Syafi’i
dalam kitabnya ; Ihkam al-Ahkam
– menulis ;
“Sebutan “Hayya ‘ala khairil ‘amal” berasal dari ;
-Shadaqah bin Yasar
-Abu Umamah
-Sahl bin Hunayf ;
jika ia beradzan ia mengucapkan Hayya ‘ala khairil ‘amal.
Dikeluarkan dari Sa’id bin Manshur (Mabadi al-Fiqih al-Islami 38).

————————————-
~~~SEDIKIT KITA BAHAS AL SHALAATU KHAIRUN…~~~~

Dari Abdullah bin Muhammad bin Ammar
– dari Bilal:
Bilal beradzan pada waktu Subuh dengan mengucapkan “Hayya ‘ala khairil ‘amal”. Kemudian Nabi saw memerintahkan Bilal untuk mengganti dengan Al-Shalaatu khairun min al-Nawm, sebagai pengganti “hayya ‘ala khairil ‘amal”
(Majm’ al-Zawaid 1:330
dari Al-Thabrani dalam Al-Kabir,
Mushannaf Abd al-Razaq 1:460 hadis 1787;
Sunan al-Baihaqi 1:625 h 1994; Muntakhab al-Kanz hamisy Musnad Ahmad 3:286).
Yang ditulis dengan huruf miring jelas ditambahkan para ahli hadis (mudraj), karena Al-Salatu khair min al-Nawm ditambahkan puluhan tahun setelah Nabi saw meninggal dunia
* Ref ;
Lihat Muwaththa Malik 46; Sunan al-Daruquthni,
Mushannaf Abd al-Razaaq 1:474, 475;
Muntakhab al-Kanz 3:278.
Disitu disebutkan bahwa “al-shalaatu khair min al-nawm” itu bid’ah, begitu menurut Al-Turmudzi dan Abu Dawud dan lain-lain).

————————————
**********
Muhammad bin Manshur dalam kitabnya Al-Jami’ dengan isnad dari orang-orang yang disukainya dari Abu Mahdzurah, salah seorang muadzdzin Rasulullah saw.
Ia berkata;
>> Rasulullah memerintahkan aku mengucapkan dalam adzan “Hayya ‘ala khairil ‘amal” <<
dalam riwayat dari ;
Abd Aziz bin Rafi’ dari Abu Mahdzurah, ia berkata:
>> Ketika aku kecil, berkata kepadaku Nabi saw:
Jadikan akhir adzanmu Hayya ‘ala khairil ‘amal
*Ref ;
(Al-Bihar al-Zukhar 2:192; lihat Mizan al-I’tidal 1:139; Lisan al-Mizan 1:268).
Diriwayatkan bahwa Zaid bin Arqam mengucapkan dalam adzan “Hayya ‘ala khairil ‘amal”
Ref ;
al-Imam al-Shadiq wa al-Madzahib al-Arba’ah 5:283).
Bacalah tulisan ulama Sunni seperti
– Baihaqi dalam Sunan jilid I, hal, 524, 525; Sirah Halabiyah jilid II, hal. 105; Maqaati’l Ath-Thalibin,hal 297; Adz-Dzahabi dalam Mizaan al-I’tidaal jilid I, hal. 139; Lisaan’l-Mizaan jilid I, hal. 268 dan banyak lagi yang lainnya.

Disamping hadis-hadis di atas, ada banyak lagi hadis rentang Hayya ‘ala khairil ‘amal dari sahabat-sahabat lainnya: Ali bin Abi Thalib, Abu Rafi’, ‘Aqil bin Abi Thalib, Al-Hasan bin Ali, Al-Husayn bin Ali, Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, Jabir bin Abdillah, Abdullah bin Ja’far, Anas bin Malik, Ali bin al-Husayn, Zaid bin Ali, dan lain-lain (Baca pengucapan Hayya ‘ala khairil ‘amal sepanjang tarikh Islam pada ali al-Syahristani, Al-Adzan bayn al-Ishalah wa al-Tahrif, Beirut: Muassasah al-A’lami, 2004).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s