Galeri

Surat Putra Qardhawi pada Ayahnya: “Morsi Telah Ingkar Janji”

Kesalahan terbesar Morsi ketika hari pertama menjabat Presiden Mesir adalah tidak memutuskan hubungan diplomatik dengan Zionis Israel dan Amerika  karena itulah simpul kehancuran dan kelemahan Umat Islam dimana Kaum Muslimin selalu jadi korban adu-domba dan provokasi Zionis di semua segi kehidupan, korupsi dan kemiskinan yang merajalela selama lebih 30 tahun membuat RAKYAT MESIR MAabdrhman qardhawiRAH DAN MUAK…”MORSI TELAH INGKAR JANJI”

Sang Putra Qardhawi menangis dengan keluarnya fatwa IBLIS dari lisan Ayahandanya sendiri yang menghalalkan pembantaian sesama muslim…NAUDZUBILLAHI MIN DZAALIK….

Yang mulia…. generasi kami takkan mau sabar menjalani penindasan 60 atau 30 tahun seperti yang kau katakan, itu adalah generasimu yang melakukan itu semua atas nama kesabaran.

Berikut penggalan surat Abdurrahman, putra Yusuf al-Qardhawi yang mengkritik bapaknya, sebagaimana dimuat di situs al-Alam. Berikut terjemahan bebas bagian awal surat.”Wahai ayahku, aku muridmu sebelum menjadi anakmu, dan bagiku dan sejumlah besar muridmu dan anak didikmu, zaman sekarang yang kompleks dan membingungkan adalah amat berbeda dari pengalaman generasimu seluruhnya. Itu adalah generasi yang tidak pernah mengenal revolusi kebangsaan yang hakiki, dan tak pernah mencoba memahami aspirasi bangsa dan pemikiran kalangan muda. Mungkin itulah sebabnya mengapa dari penamu bisa keluar hal-hal yang tak pernah kupelajari darimu.Wahai ayahku yang mulia, sesungguhnya perbandingan antara Morsi dan Mubarak tidak bisa diterima, dan itu adalah pendapat generasi kami yang mungkin berbeda dengan generasi sebelum kami.Yang mulia…. generasi kami takkan mau sabar menjalani penindasan 60 atau 30 tahun seperti yang kau katakan, itu adalah generasimu yang melakukan itu semua atas nama kesabaran.Sekaranglah waktunya bagi bangsa untuk berjuang mengatasi kesulitan, dan untuk memberi batasan jelas mana itu daerah agama dan mana daerah politik, supaya kami bisa tahu kapan harus bicara para Fuqaha, dan kapan harus bicara para pakar politik!Dia (Moursi) telah berjanji pada kami untuk berjalan sesuai konstitusi, dan dia ingkar.Dia berjanji pada kami untuk bersepakat (konsensus) dalam pembentukan kabinet, dan dia ingkar.

Dia telah berjanji untuk bermusyawarah dan tak memaksa dalam mengatur negara, dan dia ingkar, dan saat menjadi pemimpin bagi seluruh warga negara Mesir, dan dia ingkar.

Dan yang terpenting adalah bahwa ia telah berjanji untuk menjadi pemimpin revolusi Mesir, lalu kami melihatnya memusuhi revolusi dengan berkata kepada aparat keamanan (yang kami minta dia untuk membersihkannya dan dia ingkar juga) berkata: “tugas kalian adalah melawan revolusi Januari”…. Maka janji mana lagi yang Allah inginkan kami untuk mengikatnya dengan dia??

Dia telah bekerja sama dengan rezim yang lalu, dan dengan sisa-sisa aparatnya, dan para pengusaha Mubarak, dan dengan elemen jahat yang tersembunyi selama puluhan tahun, bahkan dia berusaha untuk memanfaatkannya untuk kepentingannya dan kepentingan jamaahnya, dan orang orang yang mencari pertolongan pada orang dholim untuk melakukan kedholiman, maka Allah akan menjadikan mereka (orang-orang dholim) itu menguasai mereka…..”

Sumber: http://www.alalam.ir/news/1492592

_____________________________________________________________________________________________________________________
Terjemahan Surat Lengkapnya Abdurrahman Yusuf Qardhawi kepada Ayahandanya
abdr.qardhawiKairo — Kemarin, Dr. Yusuf  al-Qardhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, mengeluarkan fatwa kewajiban mendukung Legitimasi Presiden Mesir Muhammad Morsi yang dimakzulkan setelah jutaan rakyat Mesir turun ke jalan untuk menarik/mencabut nota kepercayaan atas kepemimpinannya. Putera beliau yang bernama Abdurrahman Yusuf al-Qardhawi tidak sepakat dengan fatwa yang dikeluarkan oleh ayahnya tersebut. Dia membalas fatwa tersebut dengan sepucuk surat kepada ayahnya yang dipublikasikan oleh media-media di Mesir. Redaksi Mosleminfo berhasil mengalihbahasakan surat tersebut dari Harian Youm7.

Terjemahan Surat Lengkapnya Sebagai berikut :

Ayah saya yang terhormat, Syekh al-Allamah Yuf al-Qardhawi…

Saya mengenal Anda sebagai seorang ulama yang mulia, ahli fikih, dan ahli berbagai ilmu pengetahuan. Anda mengetahui rahasia-rahasia dan tujuan-tujuan dalam syariat Islam, serta banyak mengetahui tentang turats Islam. Kami sekarang di masa yang sangat menentukan dalam sejarah Mesir. Mesir yang Anda cintai dan banggakan. Bahkan Anda memberikan sebuah judul “Anak desa dan sekolahan” pada buku memorial Anda. Sekarang ini saya ingin menyampaikan sesuatu kepada Anda. Saya adalah anak yang dilahirkan di desa, dan terdidik di sekolahan.

Ayah yang saya hormati. Status saya adalah murid Anda sebelum anak Anda. Menurut saya dan banyak orang dari kalangan murid Anda bahwa kondisi Mesir saat ini yang sangat rumit, adalah kondisi yang baru dan jauh berbeda dari masa generasi Anda. Generasi Anda adalah generasi yang tidak mengenal yang namanya revolusi rakyat yang sesungguhnya. Generasi Anda juga tidak dekat dengan keinginan rakyat dan cara berpikir para pemuda yang melampaui batas. Boleh jadi hal ini adalah sebab utama fatwa Anda yang isinya belum pernah saya pelajari dari Anda.

Ayah, Anda kemarin telah mengeluarkan fatwa untuk mendukung Presiden Muhammad Morsi. Di dalam teks fatwa tersebut berisi:

“….sesungguhnya rakyat Mesir telah hidup selama 30 tahun –jika tidak ingin dikatakan 60 tahun—tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih presiden sesuai keinginan mereka sendiri, hingga akhirnya Allah memberi mereka karunia untuk pertama kalinya seorang presiden sesuai pilihan mereka sendiri dan murni sesuai keinginan mereka, yaitu Presiden Muhammad Morsi. Mereka telah bersumpah dan berjanji untuk senantiasa menaatinya, baik dalam kondisi sulit maupun mudah, dan baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang tidak mereka sukai. Semua pihak juga setuju, baik dari kalangan sipil maupun militer, serta pemerintah maupun rakyat, diantaranya adalah Letnah Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, Menteri Pertahanan. Dia (al-Sisi) telah bersumpah di depan mata kita semua untuk senantiasa taat dan patuh kepada Presiden Morsi. Dia senantiasa taat dan patuh, hingga kita semua melihatnya berubah secara tiba-tiba, dan menjadikan dirinya yang semula hanya seorang menteri, menjadi seorang yang memiliki kendali kekuasaan, sehingga dia mengkudeta presiden yang konstitusional. Dia telah melanggar janji setianya kepada presiden Morsi, dan bergabung kepada sebagian rakyat untuk menentang sebagian rakyat yang lain, dengan mengklaim bahwa dirinya bersama kalangan mayoritas…..”

Ayahku, sesungguhnya membanding-bandingkan Morsi dengan Mubarak itu tidak tepat. Ini adalah pendapat generasi kami, yang mungkin tidak diketahui oleh generasi sebelum kami.

Ayahku, generasi kami tidak akan kuat hidup di bawah tekanan kediktatoran selama 60 atau 30 tahun sebagaimana yang Anda katakan. Yang kuat itu adalah generasi Anda dengan mengatasnamakan kesabaran. Kami adalah generasi yang sudah banyak belajar untuk tidak membiarkan benih kediktatoran tetap berada di muka bumi ini. Kami memutuskan untuk mencabutnya sejak tahun pertama, sebelum kediktatoran itu tumbuh berkembang. Itu adalah pohon menjijikkan yang harus dibuang dari muka bumi.

Seandainya Morsi hanya melakukan satu persen kesalahan dari apa yang dilakukan oleh para presiden sebelumnya, maka kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah hak kami. Kami tidak akan jatuh pada perangkap komparasi dengan kondisi 60 tahun yang lalu. Karena jika kami terjerumus ke dalam perangkap ini, maka kami tidak akan pernah bisa keluar selamanya.

Saya telah belajar dari Anda, bahwa kaum muslimin itu sesuai dengan syarat-syarat yang mereka sepakati. Bukankah Anda mengatakan: “Jika seorang pemimpin berjanji akan mundur dari jabatan sesuai pendapat mayoritas, dan diambil janji setia (baiat) berdasarkan prinsip ini, maka secara syariat dia harus komitmen dengan syarat tersebut. Setelah berkuasa, dia tidak boleh mengingkari janji ini, dan menyatakan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bukan institusi yang mengikat. Dia bisa berpendapat apa pun, namun jika dia dipilih oleh rakyat berdasarkan sebuah syarat tertentu, maka dia harus menjalankannya dan tidak boleh melanggarnya. Kaum muslimin itu sesuai dengan syarat-syarat yang telah mereka sepakati. Menepati janji hukumnya wajib, dan itu termasuk akhlak kaum muslimin. Dari prinsip ini, kami berpendapat bahwa sekelompok manusia meskipun mereka berbeda pendapat terkait status keharusan menepati pendapat MPR, mereka dapat memaksa presiden untuk menepati pendapat MPR, jika mereka menuliskan syarat tersebut dalam pemilihan dan janji setianya. Dan dia harus mengambil suara mayoritas, baik secara mutlak maupun dengan beberapa syarat. Dengan demikian, perselisihan akan teratasi.” (as-Siyasah asy-Syar’iyyah fi Dhau’ Nushush asy-Syar’iyyah wa Maqaashidiha, hlm, 116, cet.Maktabah Wahbah).

Ayah yang saya hormati….

Kami telah mengambil janji kepada lelaki ini (Morsi) agar melakukan kesepakatan dengan pihak-pihak terkait dalam membuat undang-undang, namun dia tidak menepatinya. Kami telah mengambil janji kepadanya agar melakukan kesepakatan dengan pihak-pihak terkait dalam menyusun kabinet, namun dia tidak menepatinya. Kami juga telah mengambil janji kepadanya agar mengedepankan aspek kerjasama dengan pihak-pihak lain, bukan saling mengalahkan, namun dia tidak menepatinya. Kami juga telah mengambil janji kepadanya agar menjadi presiden untuk seluruh rakyat Mesir, namun dia tidak menepatinya. Perkara yang paling penting adalah kami telah mengambil janjinya untuk menjadi presiden Mesir yang telah direvolusi, namun dia tidak menepatinya. Kemudian kami melihatnya pada perayaan hari revolusi, dia berkata kepada para polisi –yang sebenarnya kami juga mengambil janji kepadanya agar membersihkan instansi kepolisian dari antek-antek Mubarak, dan tidak dia tepati–: “Kalian ada dihatiku daripada revolusi Januari.” Lantas dengan janji Allah yang mana, Anda menginginkan kami tetap patuh kepadanya?

Dia telah melakukan rekonsiliasi dengan negeri biadab (Israel) dan dengan para antek Mubarak, dan para pengusaha anak buah Mubarak, serta dengan berbagai kebobrokan tersembunyi dari rezim Mubarak. Bahkan dia berusaha untuk menempatkan para antek Mubarak itu di instansi pemerintahan, dan mendekatkan mereka ke Jamaahnya (baca: Jamaah Ikhwanul Muslimin), serta membantu orang-orang zalim atas kezaliman mereka, akhirnya Allah memberinya azab sebab mereka.

Saya telah menghafal sebuah kalimat yang tidak akan pernah saya lupakan selama hidup wahai ayah dan guru saya. Sebuah kalimat yang sangat komprehensif. Kalimat yang menjadi ukuran bagi diri saya sendiri dalam memahami Islam dan politik Islam. Anda pernah mengatakan kepada saya dan generasi saya: “Kebebasan sebelum syariat.” Dengan kalimat ini, saya masih tetap dalam barisan para revolusioner yang menuntut kebebasan untuk seluruh manusia. Dengan kalimat ini, saya berada di bundaran Tahrir pada 25 Januari dan 30 Juni. Saya tidak menyibukkan diri dengan menuntut untuk menegakkan syariat Allah, dan saya tidak memandang bahwa saya berhak mewajibkan seseorang untuk menjalankan syariat Allah. Akan tetapi saya menyibukkan diri untuk menggerakkan orang-orang agar mereka menjadi manusia yang merdeka. Kebebasan dan syariat bagi saya adalah sama, karena Allah tidak menciptakan manusia kecuali dalam keadaan merdeka.

Dalam fatwa Anda, Anda menyerukan Letnan al-Sisi, seluruh partai politik, dan seluruh penuntut kebebasan, kemuliaan dan keadilan, agar mereka berada dalam satu komando demi membela kebenaran, mengembalikan Morsi ke jabatan semula, senantaisa menasehatinya, mencari solusi bersama, dan membuat progam riil….bagaimana jika saya beritahu Anda bahwa mereka telah melakukan hal itu selama setahun penuh, namun orang ini (Morsi) tidak mau mendengarkannya?

Bagaimana jika saya beritahu Anda bahwa para penasehatnya yang dia pilih sendiri yang kami percaya akan keilmuan, kesalehan, keikhlasan, dan nasionalismenya, namun mereka meninggalkannya. Hal itu mereka lakukan setelah mengetahui bahwa mereka tidak lebih hanya sebagai dekorasi demokrasi untuk sebuah pemerintahan yang diktator. Dia (Morsi) tidak mau mendengarkan siapapun melainkan kepada jamaah dan murysidnya, padahal mereka tidak pernah menjadi para penasehat yang amanah dan pemberi kebaikan. Mereka membantunya untuk melakukan perkara yang tidak cocok untuk Mesir, baik dari segi agama maupun dunia. Mereka mendorongnya untuk melawan rakyat dengan sokongan dari Jamaah untuk menjalankan seluruh keputusannya sendiri. Hal ini mengakibatkan banyak terjadi pertumpahan darah dan fitnah di muka bumi. Dan bukan berdasarkan hal ini rakyat Mesir  dan para revolusioner mengangkatnya menjadi presiden.

Bagaimana jika saya memberitahu Anda bahwa saya telah melakukan hal itu sendiri, namun presiden dan keluarganya hanya memalingkan muka dari saya?!

Kami telah duduk bersama dengan berbagai pihak di masa yang sangat sulit ini. Tidak ada seorang pun yang ragu akan legitimasi presiden. Sangat mungkin dia melakukan rekonsiliasi dengan beberapa kompromi. Akan tetapi, sangat disayangkan, kami tidak melihat pemerintah yang bertanggungjawab, namun kami melihat sekumpulan orang yang berambisi untuk berkuasa, bagaimana pun caranya.

Kami berharap presiden dapat menyelesaikan masa baktinya dan presiden pertama dari kalangan sipil yang dipilih rakyat secara demokratis dapat sukses dalam menjalankan tugasnya. Akan tetapi dia ternyata ngotot untuk melengserkan dirinya sendiri. Hal itu dia lakukan dengan terus tunduk kepada orang yang mengontrolnya, dan terus mengikuti kepada pihak yang sama sekali tidak memiliki legitimasi dan janji setia. Kemudian mereka sekarang mendorong para pengikutnya agar terjerumus kepada huru-hara ini dengan dalih menjaga legitimasi dan syariat Islam.

Sesungguhnya hakekat yang terjadi di Mesir selama setahun lalu adalah bahwa Ikhwanul Muslimin menganggap instansi kepresidenan adalah salah satu cabang dari cabang-cabang yang dimiliki oleh Jamaah. Kami akan terus membayar semua itu dengan darah dan rasa saling benci diantara generasi negeri ini.

Seluruh kata yang Anda tulis akan saya hormati. Saya tahu kebaikan niat Anda. Akan tetapi saya menganggap itu bukan sekedar pendapat politis yang bisa salah dan bisa benar sebagai sebuah pendapat seorang yang bernama Yusuf al-Qardhawi, anak desa dan sekolahan, namun itu adalah fatwa agama yang dikeluarkan oleh seorang imam kemoderatan, Syekh Yusuf al-Qardhawi. Dan karena itulah sangat menyakitkan saya.

Sudah waktunya umat ini untuk menyelami masa-masa sulit, dan membatasi wilayah agama dan wilayah politik. Itu agar kita tahu di mana wilayah para ahli fikih, dan dimana wilayah para politikus.

Terakhir, di dunia ini, sayalah orang yang paling tahu bahwa Anda tidak akan pernah menjual agama demi kenikmatan duniawi. Anda sangat menginginkan kebenaran dan keadilan lebih daripada sekedar membela mazhab dan sebuah ideologi. Hal-hal yang menyelimuti kondisi saat ini sangat banyak dan rumit, namun Anda punya kesibukan ilmiah yang besar.

Wahai ayah, saya tahu bahwa fatwa Anda tersebut demi membela hak rakyat Mesir untuk memilih pemimpin mereka secara bebas, dan tidak diberikan lagi kepada pemimpin militer –dan kami tidak akan pernah memberikannya lagi kepada militer–.

Komentar saya ini adalah sebagai balasan atas kebaikan-kebaikan Anda kepada saya selama ini.

Percayalah kepada saya wahai ayah, seandainya kami praktekkan semua tulisan Anda mengenai umat dan negara, fikih prioritas, fikih realitas, fikih maqasid (tujuan), dan kebebasan sebelum syariat sebagaimana yang telah Anda ajarkan kepada kami, maka saya adalah orang pertama yang mengajak revolusi atas pemimpin yang zalim dan mengkhianati perjanjian. Dia telah menyebarkan rahasia-rahasia negara, dan memasukkan oposisi ke dalam penjara dengan tuduhan telah menghinanya. Dia tidak memberikan kebebasan kepada rakyat, melainkan sebagaimana cara Mubarak: “Berkatalah sesuka hati kalian, dan aku akan bertindak sesuka hatiku.”

Ayah, di alun-alun Rabeah el-Adaweyah sekarang ini adalah ratusan ribu pemuda yang ikhlas dan suci. Mereka adalah kekuatan negara yang sangat dahsyat. Orang-orang yang bekerja demi kepentingan sendiri dan para pembunuh akan mendorong para pemuda itu ke dalam peperangan yang tiada artinya. Bukan perang demi negara. Bukan perang demi agama. Bukan memerangi musuh. Dan bukan perang yang akan melahirkan pemenang. Setiap orang yang masuk ke dalam perang tersebut sejatinya telah kalah. Jutaan orang akan masuk ke neraka jahanam, sebagai harga yang harus dibayar demi mempertahankan kerakusan segelintir orang akan kekuasaan. Kami sangat membutuhkan nasehat yang benar dan logis demi mencegah terjadinya pertumpahan darah yang suci.

Keinginan rakyat yang menjadi faktor penggerak demonstrasi pada 30 Juni hanyalah sebagai kelanjutan dari demonstrasi 25 Januari. Jika sebagian antek Mubarak mengira bahwa kejadian saat ini adalah permulaan kembalinya mereka, maka saya katakan kepada Anda dengan penuh percaya diri bahwa mereka telah salah sangka. Generasi ini akan menentang semua orang zalim. Mereka tidak akan membiarkan revolusinya hilang begitu saja sebelum mencapai cita-citanya, baik orang zalim yang memakai helm baja, topi, atau ikat kepala surban.

Ayah yang saya cintai, Anda telah mendidik kami –anak-anak Anda—berdasarkan prinsip kebebasan dan independensi pemikiran. Saya sangat bangga dengan Anda sebagaimana Anda bangga terhadap kami. Saya tahu bahwa tulisan ini akan membuat para pengikut fanatik membacanya sebagai bentuk kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya. Saya tidak bisa diam saja dengan fatwa yang telah Anda keluarkan. Anda telah membiasakan kami hidup bebas dan independen, dan mewanti-wanti kami berkali-kali dari sikap taklid buta, mengikuti tanpa dalil, serta hanya nurut kepada para pemimpin dan tokoh. Anda juga mengajari kami untuk senantiasa mengatakan yang benar, meskipun tertentangan dengan diri kami, orang tua, dan para kerabat. Anda juga mengajarkan kepada kami agar mengetahui seseorang dengan kebenaran, bukan mengetahui kebenaran dengan berdasarkan ketokohan seseorang.

Keluarga kita berhak untuk bangga karena tidak dididik layaknya kertas lusuh, namun seluruh keluarga menjadi pribadi-pribadi yang independen. Dan ini berbeda dengan kebanyakan keluarga yang mengklaim dirinya liberal atau bebas, yang kami lihat hanyalah ibarat sebuah kertas-kertas karbon yang tak ada bedanya.

Ayah, kata-kata yang saya tulis ini adalah hasil dari yang Anda tanam selama ini. Semua ini asalnya adalah buah pikiran dan kata-kata Anda sendiri, serta sebagian karunia dan buah fikih Anda. Itu merupakan barang Anda yang sangat berharga dan dikembalikan kepada Anda sendiri.

Hanya kepada Allah-lah kami tujukan maksud semua ini. Mesir akan terus jaya untuk dan dengan rakyat Mesir.

http://www.mosleminfo.com/index.php/berita/internasional/bantahan-putera-syekh-yusuf-al-qardhawi-terhadap-ayahnya/

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@Tamarrud Galang Petisi Pembatalan Camp David

Perjanjian Camp David 1979 dengan Israel. Hal ini memicu keprihatinan besar di Tel Aviv.

296257_574124002637908_1667870442_nKoran Israel Today pada Rabu, 21/08/13, yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan  kekhawatiran tentang perkembangan terbaru di Mesir. Menurut koran itu, meski Ikhwanul Muslimin bermusuhan dengan Zionisme tapi mereka tidak mengancam keutuhan Camp David dengan cara apapun. Tapi sekarang, dengan kampanye yang berlangsung untuk mengumpulkan jutaan tanda tangan melawan perjanjian itu, masa depan perjanjian itu jadi tidak pasti.

Koran itu menambahkan, masalah pengumpulan tanda tangan itu tak akan berpengaruh terlalu besar seandainya kelompok yang melakukannya bukan  gerakan Tamarrud yang sangat berepran dalam mobilisasi demo yang meruntuhkan Mohamed Mursi 3 Juli lalu. Parahnya lagi, masalah itu tampaknya menjadi bagian dari upaya yang lebih umum untuk mengakhiri bantuan AS ke Kairo mengingat Washington pernah menyatakan akan untuk menjatuhkan sanksi pada militer Mesir.

Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Tamarrud akan mengumpulkan 20 juta tanda tangan menyerukan pencabutan perjanjian damai sambil mengingatkan pembacanya, bahwa gerakan itu adalah gerakan yang sama yang berhasil mengumpulkan 17 juta tanda tangan menentang Mursi.

Sementara itu, Haaretz mengatakan bahwa kabinet keamanan Israel mengadakan pertemuan rahasia untuk membahas perkembangan di Mesir, mendengarkan kesaksian dari berbagai sumber keamanan dan diplomatik tentang kemungkinan skenario yang akan dipilih di masa depan. Seorang pejabat tingkat tinggi mengatakan pada koran itu bahwa pendekatan Tel Aviv saat ini adalah untuk mempertahankan low media profile (menghindari sikap atau kegiatan yang dapat menarik prhatian umum) mengenai peristiwa di Mesir.

Koran Israel itu juga menunjuk referensi sebuah artikel terbaru di koran New York Times bahwa sumber-sumber diplomatik Israel mengklaim, mereka telah mengirim surat jaminan pada Mentri Pertahanan Mesir, Abdel Fattah al-Sisi bahwa bantuan militer AS untuk militer Mesir tak akan dibatasi dan Israel mendukung langkah Kairo l terhadap Ikhwanul Muslimin.

Menurut koran itu, setelah Senator AS Rand Paul mengusulkan pemotongan bantuan militer, lobi Zionis di Washington mengirim surat pada anggota Kongres dan memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa memperkuat ketidakstabilan di Mesir, merusak kepentingan AS, dan mempengaruhi sekutu Amrika (Israel) secara negatif. Pada akhirnya, gerakan Paul kalah telak saat dilakukan pemungutan suara di Senat.

Seorang analis militer Yedioth Ahronoth, Alex Fishman menulis bahwa saat ini Israel berada dalam keadaan darurat diplomatik dan tengah melancarkan perjuangan berat di semua tingkatan di Washington untuk membantu meminimalkan tekanan AS pada pemerintahan para jenderal di Mesir.[IT/NAT]

http://islamtimes.org/vdciv5arwt1a3v2.k8ct.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s