Galeri

Mesir Diambang Perang Saudara

Heboh! Dialog Terakhir antara Morsi dan al-Sisi

54Mohammed-MursiMosleminfo, Kairo – Mesir diambang perang saudara, setelah para pendukung mantan Presiden Mesir Muhammad Morsi enggan untuk menerima keputusan Aliansi Nasional yang diumumkan oleh pihak militer pada Rabu (3/7) kemarin. Banyak pihak yang ingin mengetahui perkara sebenarnya yang terjadi antara militer dan Morsi. Harian elwathan di Mesir telah mempublikasikan dialog terakhir antara Morsi dan Al-Sisi Menteri Pertahanan dan Komandan Tinggi Militer pada detik-detik menjelang jatuhnya rezim Morsi. Ini dia dialognya:

Morsi: Apa sikap militer terkait kondisi saat ini, hanya diam saja? Tidak menjaga konstitusi?

Al-Sisi: Konstitusi apa? Semua militer akan bersikap sesuai keinginan rakyat. Mayoritas rakyat menurut perhitungan yang valid sama sekali tidak mendukungmu.

Morsi: Saya punya banyak pendukung, dan mereka tidak akan tinggal diam.

Al-Sisi: Militer tidak akan pernah membiarkan siapa pun menghancurkan negara ini, apa pun yang terjadi.

Morsi: Baiklah, jika saya tidak mau mengundurkan diri, lantas mau apa?

Al-Sisi: Persoalannya sudah selesai. Kamu pergi saja secara terhormat, dan katakanlah kepada para pendukungmu agar mereka kembali pulang ke rumah mereka, demi mencegah terjadinya pertumpahan darah, daripada kamu mengancam keamanan rakyat dengan para pendukungmu itu.

Morsi: Kalau begitu ini adalah kudeta militer, dan Amerika tidak akan membiarkan kalian.

Al-Sisi: Bagi kami yang penting adalah rakyat bukan Amerika. Jika kamu mengatakan demikian, maka saya akan mengatakan kepada semua orang tentang kasusmu. Kami memilik banyak bukti terkait kamu dan beberapa tokoh pemerintah yang telah melakukan hal yang membahayakan keamanan nasional Mesir. Dan pengadilan akan memutuskan hal itu. Kalian akan diadili di depan semua rakyat.

Morsi: Baiklah, tolong izinkan aku menelepon sebentar, dan setelah itu akan aku katakan bagaimana sikapku.

Al-Sisi: Kami tidak mengizinkanmu. Tapi kamu bisa menghubungi keluargamu hanya untuk membuat mereka tenang saja.

Morsi: Sebenarnya aku ini ditahan atau bagaimana sih?!

Al-Sisi: Kamu dijaga ketat sejak sekarang.

Morsi: Jangan kira Ikhwan akan diam saja jika aku lengser. Mereka akan membuat huru-hara.

Al-Sisi: Biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka mau, dan kamu akan lihat balasan dari militer. Siapa yang ingin hidup secara terhormat dari mereka, maka silakan, selain itu maka kami akan menghabisi mereka. Kami tidak akan menyingkirkan siapa pun. Ikhwan adalah bagian dari rakyat Mesir. Jangan biarkan mereka menjadi tumbal perang kalian. Jika kamu mencintai mereka, maka mundurlah dari jabatanmu, dan biarkan mereka itu kembali ke rumah mereka.

Morsi: Sudahlah, aku tidak akan mengundurkan diri. Orang-orang di luar Mesir mendukungku, dan para pendukungku tidak akan pergi.

Al-Sisi: Baiklah, yang penting aku sudah menasehatimu.

Morsi: Ingat, aku yang mengangkatmu menjadi menteri, dan mungkin saja aku sekarang mencopot jabatanmu.

Al-Sisi: Aku jadi menteri pertahanan karena keinginan semua militer, bukan karena kamu, dan kamu tahu itu dengan baik. Kamu pun sekarang tidak akan mampu lagi mencopot jabatanku, karena masamu sudah selesai. Kamu sudah tidak punya lagi legitimasi.

Morsi: Baiklah, jika aku setuju untuk mengundurkan diri. Apakah kalian membiarkan aku pergi ke luar negeri, dan berjanji tidak akan memenjarakanku?

Al-Sisi: Aku tidak bisa berjanji apapun, karena keadilanlah yang akan berbicara.

Morsi: Baiklah, jika memang demikian, maka aku akan memilih perang. Kita lihat siapa yang akan menang akhirnya.

Al-Sisi: Tentu saja rakyat yang akan menang.

http://www.mosleminfo.com/index.php/berita/internasional/heboh-dialog-terakhir-antara-morsi-dan-al-sisi/

MILITER MESIR TEMUKAN DOKUMEN KESEPAKATAN OBAMA-MURSI

Berita mengejutkan datang dari Washington. Kongres Amerika menuntut Presiden Obama untuk meminta kembali bantuan Amerika Serikat kepada Ikhwanul Muslimin (IM) pada Rabu (10/7). Bantuan sejumlah 8 miliar dolar yang diterima oleh  Khairat Syathir, Wakil Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin Mesir itu disebutkan sebagai imbalan pelepasan 40% wilayah Mesir untuk warga Palestina pendukung HAMAS. Saat ini, Obama tengah berada pada situasai yang dilematis sebab  realisasi dari kesepakatan itu dianggap  belum selesai. Kondisi inilah yang kemudian  menjadikan para anggota Kongres dalam rapatnya kemarin menyatakan kemarahannya kepada Obama.

Seperti yang dilansir oleh Harian Elfagr di Mesir, dalam dokumen yang diributkan oleh kongres tersebut, terdapat tandatangan mantan Presiden Muhammad Mursi, Khairat Syathir, dan Isham Haddad Penasehat Presiden urusan Luar Negeri.

Ketika dokumen ini ditemukan oleh pihak militer Mesir, mereka langsung mengamankannya guna diteliti dan nantinya akan diumumkan secara luas kepada khalayak. Diberitakan oleh Elfagr, Pemerintah AS  sendiri bersikeras mendapatkan dokumen itu dan saat ini tengah berusaha melobi pihak militer Mesir. Sebagai imbalan, AS akan mengakui legalitas penggulingan Mursi.

Sumber : Moslem Info

Mesir Tangkap Saudara Pemimpin al-Qaeda
18 Agusutus 2013
Dia bersekutu dengan Presiden terguling Mohamed Morsi, yang para pendukungnya kini turun ke jalan untuk memprotes pembunuhan pendukung Morsi dalam operasi keamanan pekan lalu.
Mohammed al-Zwahri dalam demo Januari Mesir

Pihak keamanan Mesir telah menangkap saudara pemimpin al-Qaeda, Mohammed al-Zawahri di tepi barat sungai Nil.

Mohammed al-Zawahri yang juga menjadi pemimpin sebuah kelompok Salafi  itu ditahan di sebuah pos pemeriksaan di Giza, kota terbesar ketiga Mesir yang terletak di seberang sungai Nil, Kairo.

Dia bersekutu dengan Presiden terguling Mohamed Morsi, yang para pendukungnya kini turun ke jalan untuk memprotes pembunuhan pendukung Morsi dalam operasi keamanan pekan lalu.

Kantor berita resmi Mesir, MENA, membenarkan penangkapan saudara pemimpin al-Qaeda itu.

Pihak berwenang mengatakan sebelumnya bahwa Mohammed al-Zawahri telah memimpin para pejuang di Semenanjung Sinai.

Mohammed ditahan dalam sebuah upaya penangkapan 1.000 lebih penganut garis keras di negara itu. penangkapan yang diumumkan pemerintah sementara Mesir dilakukan setelah protes Jumat (16/8/13).

Mohammed al-Zawahiri terlihat di Kairo bulan Januari lalu dalam protes di luar Kedutaan Besar Prancis yang dilakukan ratusan Salafi terkait intervensi militer Perancis di Mali.

http://www.islamtimes.org/vdcawenuo49nom1.h8k4.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s