Galeri

Kisah Muslim Yang Menjadi Ateis dan Menjadi Muslim Syi’ah

salman-rushdie1. Salman Rushdie

Ahmad Salman Rushdie lahir di Kota Mumbai, India pada 19 Juni 1947 dari keluarga muslim taat asal Kota Khasmiri. Ayahnya menyematkan nama Rushdie sebagai penghargaan pada Ibnu Rushdie tokoh muslim asal Kota Andalusia, Spanyol tersohor sebagai cendikiawan muslim berpengaruh di zamannya.

Dalam setiap nama tentu ada doa. Rushdie tumbuh menjadi seorang cerdas terutama saat dirinya menulis termasuk buku paling menghentak dunia Islam sejagat yakni Ayat-Ayat Setan pada 1988. Tak berapa lama mantan pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khomeini mengeluarkan fatwa membunuh Rushdie. Siapa yang bisa memenggal kepalanya akan diberikan hadiah.

Lantaran fatwa ini Rushdie luntur keyakinan pada Islam. Dua tahun sejak menerbitkan buku itu, dia memproklamirkan diri sebagai ateis hingga kini.

alia-al-mahdi2. Alia al-Mahdi

Alia Maghda al-Mahdi seorang pegiat asal Mesir. Perempuan lahir pada 1991 ini tersohor sebab aksinya bersama kelompok gemar unjuk rasa bugil Femen beberapa waktu lalu memprotes kebijakan presiden terguling Negeri Sungai Nil Muhammad Mursi.
Sejak saat itu dirinya menerima pelbagai ancaman mati. Alia lahir dari keluarga muslim taat namun sejak umur 16 tahun dia dikenal pemberontak dan memproklamirkan diri menjadi ateis.

Menurut gadis berkacamata itu Islam merupakan agama paling mengerikan dan tidak pernah bertoleransi dengan hukum kemanusiaan. Sementara Alquran dinilainya kitab memprovokasi setiap muslim untuk berbuat kerusakan di muka bumi.

nagib-mahfouz3. Nagib Mahfouz

Nagib Mahfouz kelahiran Mesir pada 11 Desember 1911 seorang penulis mendapat hadiah Nobel Literatur pada 1988. Dia juga telah menulis puluhan naskah film dan 350 cerita pendek.

Mahfouz lahir dari keluarga muslim taat yang miskin di Ibu Kota Kairo. Meski belajar agama sejak kecil namun dia membangkang jika dirasa ajaran tidak sesuai. Kedua orang tua Mahfouz mendidik anak-anak mereka jadi penganut Islam dengan cara keras. Mahfouz menggambarkan masa kecilnya mengerikan dan tidak ada yang menyangka seorang tersohor seperti dia lahir dari keluarga miskin itu.

Mahfouz dewasa menjadi mahasiswa jurusan filsafat di Universitas Kairo dari sinilah dia mengatakan Islam bukan agama pas untuk peradaban masa depan lantaran terlalu kaku dengan hukum-hukumnya. Ketambahan dia melihat kelompok dan pendukung Ikhwanul Muslimin yang sering menggunakan peraturan syariah di rumah mereka masing-masing menjadi tidak maju ketimbang mereka yang sekuler. Dia pun memproklamirkan diri menjadi ateis.

ayaan-hirsi-ali4. Ayaan Hirsi Ali

Jika ada perempuan paling membenci Islam saat ini mungkin Ayaan Hirsi Ali lah orangnya. Dia menjadi pengkritik Islam nomor wahid dan paling mencorong. Perempuan asal Somalia ini mendapat kecerdasan intelektual dari sang ayah Hirsi Magan Isse yang menolak sunat bagi perempuan masih terjadi di negara mereka.

Hirsi Ali kecil berkembang dalam lingkungan moderat. Dia sempat sangat bersimpati pada Islam, gerakan Ikhwanul Muslimin, bahkan berjilbab. Namun sejak penyerangan gedung menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001 keyakinannya pada Islam pudar lantaran Al Qaidah di bawah perintah Usamah Bin Ladin membunuh ribuan orang atas nama penegakan akidah.

Empatinya pada Islam luntur total terutama saat membaca buku Manifesto Ateis ditulis oleh Herman Philipse salah satu tokoh filsafat sejagat.

Sejak membaca buku itu Hirsi Ali memproklamirkan diri menjadi ateis dan terus mencari kelemahan banyak agama terutama Islam.

Reporter : Ardini Maharani

Selasa, 23 Juli 2013 09:12:00

Hidayah:
15 Tahun Mengkaji, Mahasiswi Jepang Mantapkan Diri Masuk Islam

310343

Saya memilih agama Islam dan mazhab Syiah ini melalui pengkajian dan perenungan yang lama sampai 15 tahun lebih. Saya melakukannya sendiri dengan mencari informasi-informasi keagamaan melalui situs-situs internet, sampai akhirnya melalui informasi seorang teman, saya menemukan situs resmi Ayatullah al Uzhma Mousavi Ardebili. Bertahun-tahun melalui internet saya belajar melalui artikel-artikel dan ceramah-ceramah beliau mengenai Islam dan mazhab Ahlul Bait. Sampai akhirnya saya memantapkan diri untuk masuk Islam.”

Aki Kukarakao, seorang mahasiswi berkebangsaan Jepang setelah melakukan penelitian dan pengkajian mendalam terhadap berbagai agama akhirnya hatinya kepincut dengan agama Islam. Menemukan fenomena adanya berbagai mazhab dan aliran pemahaman dalam Islam, diapun melanjutkan pengkajiannya terhadap firkah-firkah dalam Islam. Sampai akhirnya dia memantapkan diri memilih Islam sebagai agama barunya, dan menetapkan mazhab Syiah Ja’fariyah untuknya dalam berIslam.

Pernyataan keislamannya disampaikan dihadapan Ayatullah al Uzhma Mousavi Ardebili. Muslimah Jepang ini menyatakan, “Saya memilih agama Islam dan mazhab Syiah ini melalui pengkajian dan perenungan yang lama sampai 15 tahun lebih. Saya melakukannya sendiri dengan mencari informasi-informasi keagamaan melalui situs-situs internet, sampai akhirnya melalui informasi seorang teman, saya menemukan situs resmi Ayatullah al Uzhma Mousavi Ardebili. Bertahun-tahun melalui internet saya belajar melalui artikel-artikel dan ceramah-ceramah beliau mengenai Islam dan mazhab Ahlul Bait. Sampai akhirnya saya memantapkan diri untuk masuk Islam.”

“Islam adalah agama yang suci, dan saya meyakini itu. Saya mencintai Islam, mencintai Allah dan sangat mencintai ibadah-ibadah di dalamnya.” Tambah mahasiswi yang fasih berbahasa arab ini.

Bagi yang hendak mengenal Ayatullah al Uzhma Mousavi Ardebili bisa mengunjungi halaman situs resmi beliau di: http://www.ardebili.com. Situs tersebut menyediakan 5 bahasa dunia, Arab, Persia, Turki, Urdu dan Azari.

Selamat pada mereka yang senantiasa gigih mencari kebenaran.

http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=415398

Inggris:
Mantan Bek Arsenal Memeluk Islam-Syiah

arsenal

Philippe Senderos, pemain sepakbola yang pernah memperkuat Arsenal dan AC Milan menyatakan telah menjadi mualaf di sebuah pusat agama Islam di Manchester Inggris, Rabu (20/6) lalu. 

Republika media muslim Indonesia menurunkan berita mengenai pesepakbola asal Swiss yang saat ini bermain sebagai bek di klub Liga Premier Inggris, Fulham, Philippe Senderos memutuskan untuk memeluk Islam.

Menurut laporan tersebut pemain yang pernah memperkuat Arsenal tersebut menyatakan telah menjadi mualaf di sebuah pusat agama Islam di Manchester Inggris, Rabu (20/6) lalu.

Selain di Arsenal Philippe Senderos sebelumnya juga pernah bermain untuk AC Milan dan Everton. Saat ini ia didaulat untuk memperkuat tim nasional Swiss.

Philippe merupakan lulusan teologi, ia dilaporkan menunjukan banyak minat pada agama-agama di dunia. Di luar kegiatannya sebagai atlet sepakbola, ia banyak membaca dan mempelajari berbagai hal tentang agama.

“Saya sangat tertarik pada agama-agama di dunia,” kata Senderos seperti dikutip Press TV.

Senderos mengaku menemui manfaat dan pedoman dalam Islam. Oleh karenanya ia memutuskan memilih menjadi seorang Muslim.
“Jika saya tak bermain sepakbola mungkin saya akan menjadi seorang imam masjid,” kata dia

Sanderos dilahirkan di Genewa pada tahun 1985 dari seorang ibu berdarah Serbia. Hanya saja kemudian tidak sedikit yang mempersoalkan keislamannya, karena lebih memilih meyakini mazhab Syiah. “Pilihan ini berdasarkan penelitian saya selama ini mengenai mazhab-mazhab dalam Islam.” Imbuhnya.

http://abna.ir/data.asp?lang=12&Id=324344

Kisah Para Muallaf:
Ini Dia Para Pesohor yang Memutuskan Menjadi Mualaf

75696Islam juga menyebar di antara warga AS keturunan Amerika Latin. Professor Hjamil Marta­nez-Vazquez dari Texas Christian University mengklaim ada lebih dari 100 ribu di antara mereka yang memutuskan menjadi Muslim. Kini, banyak organisasi Muslim di antara mereka, di antaranya Los Angeles Latino Muslim Association. Umumnya mereka menganggap Islam penuh pesan kesetaraan, hal yang berlawanan dengan latar belakang mereka yang penuh penindasan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Tiga puluh tahun lalu, publik Barat hanya mencatat beberapa nama yang memutuskan menjadi Muslim. Di antara sedikit nama itu, ada juara tinju dunia, Muhammad Ali, atau legenda basket, Karim Abduljabbar.

Beberapa tahun kemudian, beberapa nama disebut-sebut menjadi mualaf, antara lain Michael Jackson, Ice Cube, dan Snoop Dogg.

Semua berkulit hitam? Tidak juga. Saat ini, banyak kulit putih yang juga menjadi mualaf. Sebut Cat Steven, yang memutuskan menjadi Muslim pada tahun 1977 dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam.

Lama vakum dari dunia hiburan, tahun 2006 ia menelurkan album berjudul An Other Cup dan tahun 2009, Roadsinger, yang disebut-sebut “sangat Cat Steven” dan ditujukan untuk mengobati kerinduan penggemarnya.

Kini, Cat Steven bukan lagi satu-satunya pria kulit putih abad ini yang menjadi Muslim. The Sunday Times melaporkan saat ini ada sekitar 14 ribu warga Inggris kulit putih yang menjadi Muslim. Di antara mereka, tercatat sejumlah pesohor negeri itu, antara lain Yahya (semula Jonathan) Birt, anak Lord Birt, mantan petinggi BBC, dan Emma Clark, cicit mantan perdana menteri Inggris Herbert Asquith, yang membawa Inggris dalam Perang Dunia I.

Beberapa memutuskan menjadi mualaf karena terinspirasi Charles Le Gai Eaton, mantan diplomat. Eaton, penulis buku Islam and the Destiny of Man, menyatakan banyak di antara warga kulit putih merindukan agama ‘yang tidak berkompromi terlalu banyak dengan materialisme dan carut-marut kehidupan modern’.

Namun tak sedikit mereka yang menjadi Muslim melalui pintu “tali cinta”. Rumors yang beredar dan menjadi rahasia umum, menyebut Putri Diana sebelum tewas mengenaskan karena kecelakaan juga dikabarkan telah setuju untuk menjadi Muslim, setelah berhubungan dekat dengan anak miliarder Inggris, Mohamed Al-Fayed, bekas pemilik Harrods dan pemilik Fulham Football Club serta Hôtel Ritz Paris.

Kristiane Backer, mantan bintang MTV Europe, juga mengenal Islam dari kekasihnya, Imran Khan. Namun ia menjadi mualaf justru setelah hubungan mereka putus. Selain konsisten mempaktikkan tuntunan Islam, Backer juga menjadi gambaran wanita Muslim modern. Sehari-hari, ia tampil tanpa kerudung. Ia hanya mengenakan jilbab saat melaksanakan ibadah haji tahun 2006.

Selain musisi dan selebriti, beberapa pengusaha terkemuka juga menjadi mualaf. Di antaranya adalah The Earl of Yarborough, yang memiliki estate seluas 28 acre (setara 11331,22 hektare)  di Lincolnshire. Ia memiliki nama Muslim Abdul Mateen.

Selain itu, ada juga Charles Annenberg Weingarten, direktur Annenberg Foundation di Amerika. ia merupakan putra miliarder Yahudi Walter H Annenberg. Charles Annenberg belakangan membuat kisah dokumenter perjalanan spiritualnya ke Timur Tengah dengan temannya yang adalah seorang Muslim, dan terinspirasi setelahnya. Ia menuliskan, “Beberapa mualaf di Barat adalah para bekas hippies dan aktivis antiperang serta antikapitalisme pada era 1960-1970-an.Di suburban Philadelphia, Bawa Muhaiyaddeen Fellowship menjadi satu Sufi Islamic Center dengan banyak menarik minat  para aktivis dan Yahudi untuk bertukar keyakinan menjadi Muslim. Pesan yang disampaikan adalah tentang kedamaian hati, kesabaran, percaya dan memasrahkan semuanya kepada kemauan Yang Maha Segalanya.” Tak dijelaskan apakah dia kemudian menjadi Muslim setelah bergabung dengan organisasi itu, atau bahkan sebelumnya.

Islam juga menyebar di antara warga AS keturunan Amerika Latin. Professor Hjamil Marta­nez-Vazquez dari Texas Christian University mengklaim ada lebih dari 100 ribu di antara mereka yang memutuskan menjadi Muslim. Kini, banyak organisasi Muslim di antara mereka, di antaranya Los Angeles Latino Muslim Association. Umumnya mereka menganggap Islam penuh pesan kesetaraan, hal yang berlawanan dengan latar belakang mereka yang penuh penindasan.

Banyak di antara wanita Latin yang menikahi pria Muslim dengan alasan ini: beda dengan pria Latin yang umumnya mendominasi, pria Muslim lebih sederhana, berorientasi pada keluarga (family oriented), dan melindungi. Mereka juga anti-hura-hura, menjauhi minuman keras dan narkoba, tidak berselingkuh, dan jauh dari tindak kriminal.

Sekarang, dunia berharap pada kiprah para intelektual dan pesohor mualaf ini untuk membantu mengubah gambaran negatif tentang Muslim, terutama di media Barat. Di sisi lain, membantu mengurai radikalisme di kalangan anak-anak muda Muslim yang tak dipungkiri, tumbuh di banyak negara.

http://abna.ir/data.asp?lang=12&Id=210870

Sean Stone Memeluk Islam dan Menjadi Syiah di Iran

Sean berkunjung ke Iran dalam rangka merekam film dokumentasi tentang Iran, dan hari Selasa (14/2) ia menyatakan memeluk agama Islam, di kota Isfahan. 
179330_mMenurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana dilansir dari IRIB Indonesia, Sean Stone, seorang sutradara film dokumentasi Amerika Serikat, putra Oliver Stone yang juga produsen film terkemuka Amerika, memeluk agama Islam.Mehr News (14/2) melaporkan, Sean berkunjung ke Iran dalam rangka merekam film dokumentasi tentang Iran, dan hari Selasa (14/2) ia menyatakan memeluk agama Islam, di kota Isfahan.

Dalam wawancaranya dengan AFP, Sean menyatakan bahwa konversi ke agama Islam itu berarti dia telah menerima Muhammad sebagai nabi di antara nabi-nabi lainnya. Ayah Sean, yaitu Oliver Stone adalah seorang Yahudi dan ibunya seorang Kristen. Produsen film dokumenter berusia 27 tahun itu sebelumnya pernah tampil singkat dalam film-film produksi ayahnya.

Sean memilih nama Ali dan ia memilih mazhab Syiah.

Insiden di Final Super Copa Spanyol
Ozil: Saya Berang, karena Villa Menghina Agama Saya
“Saya hendak memukul Villa karena telah menghina agama saya, penghinaannya itu membuat saya tidak bisa memaafkannya. Seumur hidup saya, baru kali ini saya menunjukkan kemarahan, itu juga karena agama saya dihina, saya hanya merasa perlu bertindak terhadap ucapan yang tidak seorangpun mau menerimanya.”
 

137887_mMenurut Kantor Berita ABNA, Mesut Ozil bintang sepakbola timnas Jerman dan Real Madrid dalam perseteruannya dengan David Villa dalam menit-menit terakhir pertandingan Super Copa saat menghadapi Barcelona menyatakan sebab kemarahannya yang meledak karena David Villa menghina agamanya.

Menjelang akhir pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona yang bertemu di Final Super Copa Spanyol Rabu (17 /8) terjadi insiden antara pemain yang juga melibatkan ofisial dan pelatih kedua tim. Marcelo pemain belakang Real Madrid yang sebelumnya mendapat kartu merah setelah mengganjar keras Fabregas segera diprotes oleh pemain-pemain Barcelona lainnya, Ozil yang saat itu sedang duduk di bangku cadangan juga turut membantu dengan melerai teman-temannya. Namun dalam perseteruannya dengan David Villa striker Barcelona, Ozil dalam tampilan video tampak sangat berang. “Saya marah, karena membela agama saya yang telah dihina Villa.” Jelasnya memberikan alasan.

Ozil pemain yang dikenal tenang dan berkepribadian baik tampak berang dan menunjukkan kemarahannya dalam insiden tersebut, iapun diusir oleh wasit dengan mengganjarnya kartu merah.

Media Turki juga mengabarkan insiden tersebut dengan mengutip ucapan Mesut Ozil, “Saya hendak memukul Villa karena telah menghina agama saya, penghinaannya itu membuat saya tidak bisa memaafkannya. Seumur hidup saya, baru kali ini saya menunjukkan kemarahan, itu juga karena agama saya dihina, saya hanya merasa perlu bertindak terhadap ucapan yang tidak seorangpun mau menerimanya.”

Media sepakbola Perancis juga menurunkan berita serupa dengan mengecam tindakan David Villa yang menciderai dunia persepakbolaan. Dalam media tersebut dituliskan, “Dalam tayangan video sangat jelas, Villa yang memulai perseteruan dengan Ozil, dan itulah yang menyebabkan Bintang Sepakbola Jerman itu sangat marah.”

Ozil lahir di Gelsenkirchen, Jerman dan terkenal sebagai Muslim yang taat. Nenek moyang Ozil berasal dari Devrek, Zonguldaki di daerah Turki Utara.

Dia terkenal dengan kebiasaannya membaca Al-Quran sebelum bertanding. “Saya selalu melakukan itu (mengaji) sebelum memasuki lapangan. Saya berdoa dan rekan-rekan setim saya tahu mereka tak bisa berbicara pada saya dalam jangka waktu tersebut,” ujar Ozil pada harian Jerman, Der Tagesspiegel.

Ozil bergabung dengan Madrid sejak musim lalu usai pindah dari Werder Bremen. Di Madrid, dia mencetak 11 gol dan 25 assist dari 55 pertandingan.

Kalau pernyataan penyebab kemarahan Ozil itu benar, maka sangat disayangkan, karena sebagai pemain di Barcelona David Villa juga memiliki rekan tim yang muslim, diantaranya Eric Abidal dan Seydou Keita. Insiden antara Ozil dan Villa yang disebabkan ucapan yang menghina agama dan rasis ini mengingatkan kita dengan Zidane pemain muslim Perancis dan Materazzi. Saat ini Real Madrid memiliki banyak pemain-pemain muslim, selain Mesut Ozil juga terdapat diantaranya, Nuri Sahin, Altintop, Khedira, Lass, Mamadou dan Benzema.

http://abna.ir/data.asp?lang=12&Id=260701

Saya Memilih Syiah Setelah Mempelajari Kebangkitan Imam Husain

302976Miss Berger seorang perempuan muda 22 tahun berkebangsaan Jerman kelahiran tahun 1991 yang telah menyelesaikan pendidikan Universitasnya di Inggris setelah mempelajari kitab-kitab mengenai kesyahidan Imam Husain as, menetapkan diri untuk memeluk keyakinan Islam mazhab Ahlul Bait as.

Miss Berger seorang perempuan muda 22 tahun berkebangsaan Jerman kelahiran tahun 1991 yang telah menyelesaikan pendidikan Universitasnya di Inggris setelah mempelajari kitab-kitab mengenai kesyahidan Imam Husain as, menetapkan diri untuk memeluk keyakinan Islam mazhab Ahlul Bait as.

Ahad (14/4) beliaupun menyatakan keIslamannya dengan bimbingan Ayatullah al Uzhma Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani, salah seorang ulama marja taklid Syiah, dengan memilih Hosna sebagai nama barunya. Hosnapun menyatakan, ketertarikannya terhadap Islam bermula dari kegemarannya membaca banyak buku, terutama buku dengan tema-tema agama. Sampai kemudian dia mengaku tertarik mempelajari lebih jauh mengenai imam Husain as yang diketahuinya dari peringatan kesyahidan beliau yang marak dilakukan kaum muslimin diseluruh dunia pada hari Asyura dan Arbain.

Salah satu mengenai kesyahidan dan kebangkitan Imam Husain as yang paling dia gemari adalah buku karya Ayatullah Ruhani yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Hosna mengaku awalnya mengalami kesulitan untuk lebih banyak tahu mengenai Islam mazhab Ahlul Bait karena kurangnya kitab-kitab yang bisa ia pelajari. Diapun mengaku, ketertarikan warga Jerman mengenal Islam sangat besar, hanya saja, kitab-kitab rujukan mengenai Islam lebih banyak yang memperkenalkan mazhab Ahlus Sunnah sementara mazhab Ahlul Bait sangat sedikit. Karenanya kemudian ia sering melakukan korespondensi dengan kantor resmi Ayatullah Ruhani yang memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya yang membuatnya akhirnya memiliki kecintaan yang besar terhadap Islam dan Ahlul Bait. Bukti kecintaannya itu diperlihatkan dengan mendatangi langsung kantor resmi Ayatullah Ruhani di Qom Iran dan menyatakan keislaman dihadapan ulama marja taklid tersebut.

Ayatullah Ruhani menghadiakan sebuah al-Qur’an terjemahan Inggris dan mengucapkan selamat atas keislaman warga Jerman tersebut. Beliaupun memesankan agar Hosna melanjutkan untuk terus mempelajari Islam lebih dalam, mulai dari ushul agama sampai furu’din, melanjutkan untuk terus meneliti hakikat kebenaran. Ayatullah Ruhanipun juga menyebutkan untuk selalu siap memberikan jawaban atas pertanyaan ataupun syubhat yang diajukan dalam prosesnya mendalami Islam.

Sekilas mengenai Ayatullah Ruhani

Ayatullah al Uzhma Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani lahir sekitar 89 tahun lalu pada bulan Muharram 1345 HQ (1924 M) di kota suci Qom Republik Islam Iran. Lahir ditengah keluarga yang mencintai ilmu dan memulai pendidikan agamanya secara non formal dibawah bimbingan langsung ayahnya yang juga seorang ulama besar Ayatullah Mirza Mahmud Ruhani.

Pada tahun 1355 HQ (1934 M) diusia 10 tahun beliaupun memulai pendidikan formalnya mengenai ilmu agama di Hauzah Ilmiyah Najaf Irak yang merupakan pusat pendidikan Islam Syiah saat itu. Dengan bekal kecerdasan dan kegigihan yang beliau miliki beliau menamatkan pelajaran muqaddimah hanya dalam satu tahun, dan di usia 11 tahun telah diperkenankan untuk mengikuti kelas Kharij Fiqh dan Ushul yang dibimbing langsung oleh Ayatullah al Uzhma Khui dan menjadi murid termuda saat itu ditengah-tengah murid-murid lainnya yang rata-rata sudah menyandang gelar ulama, sehingga hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan. Ayatullah al Uzhma Khui mengatakan, “Saya berharap besar kelak penyebaran ilmu Ahlul Bait akan mengalami peningkatan pesat dibawah bimbingan anak muda ini. Sangat menakjubkan melihat seorang anak berusia 11 tahun telah sangat serius mempelajari kitab al Makasib karya Syaikh Anshari yang merupakan kitab pelajaran penting Hauzah Ilmiyah, dan diapun mampu memahaminya dengan lebih baik dibanding murid-murid lainnya.”

Selain mendapat bimbingan dari Ayatullah al Uzhma Khui, Ruhani muda juga meraup ilmu dari ulama-ulama besar lainnya saat itu. Diantaranya, Ayatullah al Uzhma Syaikh Kadzim Shirazi, Ayatullah Syaikh Muhammad Husain Esfahani, Ayatullah al al Uzhma Sayyid Muhammad Husain Tabatabai al Burujerdi. Hanya dalam rentang waktu 4 tahun kemudian, Ayatullah al Uzhma Khui mengeluarkan surat pernyataan yang bersejarah, bahwa Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani telah mencapai derajat mujtahid. Sayyid Muhammad Shadiq Ruhani mencapai derajat mujtahid ketika usianya belum mencapai 15 tahun yang karena itu beliau telah diperkenankan memberikan pelajaran di Hauzah Ilmiyah Najaf.

Pada tahun 1950 beliau kembali kekota kelahirannya untuk mengajar di Hauzah Ilmiyah Qom, yang hanya dalam waktu singkat beliau telah memiliki ribuan murid dan pengikut. Selain mengajar beliau juga menghasilkan banyak karya ilmiah. Diantaranya yang paling terkenal adalah Fiqih al Shadiq 26 jilid yang ditulis dalam bahasa Arab, yang memuat masalah-masalah fiqh dalam mazhab Syiah. Kitab tersebut menjadi salah satu kitab rujukan penting bagi pelajar-pelajar di Hauzah Ilmiah. Selain menulis kitab ushul dan fiqh lainnya beliau juga menulis kitab syarah hadits, akhlak dan tarikh. Dan setiap hasil karyanya mendapat tempat di kalangan pengikut Syiah dan telah diterjemahkan dalam banyak bahasa.

Pada tahun 1961 Ayatullah Ruhani telah mencapai derajat sebagai ulama marja taklid dan telah mengeluarkan risalah amaliah bagi para muqallidnya. Untuk mengenal beliau lebih detail pembaca bisa mengunjungi situs resmi beliau di http://www.rohani.ir/ yang tersedia dalam 3 pilihan bahasa, Arab, Inggris dan Persia.

http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=410640 

Iklan

One response to “Kisah Muslim Yang Menjadi Ateis dan Menjadi Muslim Syi’ah

  1. Bismillahirahmanirahim…” Liat vidio ini yang dihadiri oleh ulama kelas dunia dan cendikiawan muslim seluruh dunia sebagaian terlihat difoto ini, habib umar bin hafidz, syaikh said al bouthi dan lainya……..https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=ZAJXOuybAgM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s