Galeri

Presiden Pimpin Pertemuan Tertutup Bersama Tokoh dan Ulama Syiah

Kamis, 01 Agustus 2013 | 22:04

Email
presiden-sby11Surabaya – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin rapat membahas masalah pengungsi Syiah di kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim), Kamis (1/8) malam. Rapat menghadirkan dua kubu yaitu, ulama Syiah dan sejumlah ulama dari Madura. Hadir pula ketua rekonsiliasi Abd A’la yang juga rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya.

SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Surya Dharma Ali, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Panglima TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, dan Gubernur Jatim Soekarwo.

Tampak pula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Pertemuan dimulai pukul 20.00 WIB dan tertutup untuk media.

Meski demikian, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang tidak ikut pertemuan menyebutkan pertemuan diadakan untuk mencari solusi rekonsiliasi kedua belah pihak yang lebih cepat. Apalagi sekarang ini adalah bulan puasa. Maka diharapkan moment bulan puasa bisa mempercepat upaya rekonsiliasi.

“Intinya cari jalan keluar yang terbaik. Yang penting adalah anak-anak soal pendidikan dan orang tuanya juga yang sepuh dan tua mendapat perawatan yang baik,” kata Saifullah.

Ia menjelaskan jalan keluar yang diambil adalah bagaimana para pengungsi itu bisa kembali ke Sampang, Madura. Namun agar bisa kembali harus ada kondisi dan situasi yang kondisif. Di sisi lain, masyarakat setempat menerima kembali kehadiran mereka.

“Ini ada momentum Idul Fitri. Ini kan kejadian satu tahun lalu. Siapa tahun dengan momen Idul Fitri ini bisa menemukan solusi yang terbaik,” ujarnya.

Dia menegaskan Presiden akan lebih banyak ingin mendengar secara langsung apa yang disampaikan kedua belah pihak. Dari situ baru diambil jalan keluar bagi kedua belah pihak yang sesuai dengan kearifan lokal.

Ditanya soal kehadiran Aburizal Bakrie, dia mengaku tidak mengetahuinya. Dia menegaskan tidak ikut rapat karena gubernur sudah mewakilinya.

Penulis: R-14/BER

Sumber:Suara Pembaruan

http://www.beritasatu.com/nasional/129594-presiden-gelar-pertemuan-tertutup-bersama-ulama-madura-dan-ulama-syiah.html

KORAN KOMPAS 31 JULI 2013 HAL.8
PENGUNGSI SYIAH

Hidupkan Kembali Prinsip Toleransi

JAKARTA,KOMPAS – Kelompok syiah kini mengungsi ke Rumah Susun Jemundodi sidoarjo Jawa Timur, berhak kembali ke kampung halaman mereka di sampang madura.Pemerintah akan terus mendorong proses rekonsiliasi benar-benar bisa terwujud.

“Rekonsiliasi diarahkan agar pengungsi kembali ke kampung halaman. Soal bagaimana caranya, itu tugas kita bersama antara pemerintah pusat, daerah , dan masyarakat setempat,” kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin, di jakarta, selasa (30/7)

Menurut Nasaruddin Umar, kelompok syiah dan sunni selama ini hidup berdampingan dengan harmonis di Sampang meski memiliki perbedaan pemahaman dalam soal tertentu. Itu sejalan dengan prinsip dan budaya sunni dan Nahdatul Ulama yang melindungi minoritas dan mengembangkan tasamuh(toleransi). Gesekan baru muncul beberapa tahun terakhir ini.

“kita perlu menghidupkan kembali prinsip toleransi untuk mendukung rekonsiliasi. Dulu mereka bisa hidup rukun. Sekarang ada tanda-tanda positif untuk rekonsiliasi karena semua berjiwa besar.” katanya.

Secara terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Slamet Effendy Yusuf mengungkapkan, MUI PUSAT TIDAK PERNAH MENGELUARKAN FATWA BAHWA SYIAH MERUPAKAN AJARAN SESAT.SYIAH ITU KENYATAAN DALAM PAHAM ISLAM DI DUNIA. SYIAH MERUPAKAN PRODUK SEJARAH SETELAH NABI MUHAMMAD SAW WAFAT, SEBAGAIMANA HALNYA DENGAN SUNNI.

“Tidak ada perbedaan prinsip dalam akidah antara Syiah dan Sunni. Perbedaan ada dalam pemahaman soal Imamah, Ahlulbait, dan praktik ibadah. namun perbedaan pemahaman ini tidak serta merta membuat mereka patut disesatkan.” katanya.
Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Zainun Kamal meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan intruksi jelas kepada Menteri Agama dan jajarannya sampai di Daerah. “Syiah itu bagian dari islam sehingga berhak hidup di negeri ini.Apalagi negara menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kita harus menjaga toleransi atas perbedaan keyakinan,” ujarnya.

Karena itu Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan HAM, Albert Hasibuan, mengatakan, pengembalian warga syiah seharusnya mempersyaratkan pertobatan. Jika rekonsiliasi mensyaratkan pertobatan, kata Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq, hal itu justeru bertentangan dengan prinsip rekonsiliasi.
“Presiden sudah berjanji dalam pertemuan di cikeas awal ramadhan ini UNTUK MENGAWAL DAN MEMIMPIN LANSUNG PEMULANGAN,” kata Hadi Joban dari LBH Universalia yang mendampingi pengungsi di jakarta.

148796_691849374165540_951032989_n

Iklan

One response to “Presiden Pimpin Pertemuan Tertutup Bersama Tokoh dan Ulama Syiah

  1. Bismillahirahmanirahim…” Liat vidio ini yang dihadiri oleh ulama kelas dunia dan cendikiawan muslim seluruh dunia sebagaian terlihat difoto ini, habib umar bin hafidz, syaikh said al bouthi dan lainya……..https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=ZAJXOuybAgM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s