Galeri

Benarkah MUI Terbitkan Buku Resmi Tentang Kesesatan Syi’ah ?

Buku-MUI-Inilah berita yang ditulis oleh eramuslim.com bahwa MUI telah menerbitkan sebuah buku resmi tentang kesesatan Syi’ah dimana pada sampul depan terlihat tulisan Panduan Mejelis Ulama Indonesia dan Tim Penulis MUI Pusat Tim yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat/ Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah Pusat), Fahmi Salim, MA (Wasekjen MIUMI). Tampaknya arus kelompok takfir di internal MUI dan anti kebhinekaan walau hanya oknum dan beberapa gelintir saja namun mereka  konsisten dalam memecah-belah dan adu-domba dan  terus berupaya memprovokasi Umat dengan isyu-isyu sektarian khususnya perbedaan mazhab antara Sunnah-Syi’ah.

KH.Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa lambatnya fatwa MUI pusat terkait masalah kesesatan ajaran Syi’ah, dipengaruhi banyak faktor internal, pihak-pihak yang berada di dalam MUI sendiri. Salah satunya perihal kedekatan ideologis orang-orang tertentu di MUI dengan ajaran syi’ah, padahal MUI sendiri adalah lembaga ulama sunni.

 “Ada SUSI juga, SUSI itu adalah Sunni-Syi’i, kajian Syi’ah ini agak ruwet sedikit jadinya” kata Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, selasa (27/3).

Sepertinya kita perlu klarifikasi resmi dari pihak MUI apakah betul secara kelembagaan Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan buku tentang kesesatan ajaran Syi’ah atau kah hanya oknum MUI yang menyatut nama Majelis Ulama Indonesia.

Seperti kita ketahui bersama bahwa ada oknum di MUI seperti Ketua MUI Pusat Ma’ruf Amin yang gigih memprovokasi Sunnah-Syi’ah, KH A Cholil Ridwan yang beberapa waktu lalu mengeluarkan pendapat bahwa haram hukumnya menghormat bendera merah putih dan juga Fahmi Salim,MA , Yunahar Ilyas dan masih banyak lagi adalah oknum-oknum di MUI yang gigih memecah belah umat dengan isyu-isyu sektarian.

20131019_115447

Ini adalah contoh bahwa ada oknum MUI yang bermain terbukti majalah AMANAH UMAT terbitan Oktober 2013.

dinsyamKetua Umum PP Muhammadiyah menilai sejauh ini telah terjadi tindakan membahayakan yang terkesan membesarkan-besarkan perbedaan Sunni dengan Syiah yang berdampak pada konflik umat. Dia berharap negara segera hadir untuk menanganinya dan para ulama segera tampil sebagai penyejuk suasana.

“Jangan dibesar-besarkan, karena sesungguhnya tidak ada apa-apa tapi menjadi membahayakan jika terus diprovokasi. Saya minta negara segera hadir berperan untuk menangani masalah ini. Selain itu juga para ulama harus segera turun tangan,” kata Din kepada wartawan usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor (HC) untuk Karni Ilyas di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/9/2013).

“Jangan dibesar-besarkan, karena sesungguhnya tidak ada apa-apa tapi menjadi membahayakan jika terus diprovokasi. Saya minta negara segera hadir berperan untuk menangani masalah ini. Selain itu juga para ulama harus segera turun tangan,” kata Din kepada wartawan usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor (HC) untuk Karni Ilyas di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/9/2013). Pada saat yang sama yaitu tanggal 4 September 2013 Prof.Yunahar Ilyas menulis sebuah pengantar dalam buku kesesatan Syi’ah tersebut ada apa dengan dua pejabat teras Muhammadiyah ini? satu gigih merajut Ukhuwah sementara yang lain gigih memecah-belah. Tak usah heran. Orang munafik justru berkiprah di sekitar orang mukmin. Sejarah telah membuktikannya.

Wahabi takfiri bergerak mengacau Islam tanpa pernah sadar mereka dimanfaatkan dan disokong dana oleh Zionis Israel seperti yang beberapa bulan yang lalu Universitas Tel Aviv mengadakan seminar membahas peran gerakan Salafi Wahabi dalam membantu Zionis dalam melemahkan Islam dari dalam dengan konsisten menciptakan konflik internal Umat Islam.

MUI lebih pantas menjadi tukang jagal alih-alih menjadi pemersatu malah menjadi provokator dan penyesatan opini demi syahwat katanya hegomoni mayoritas, dibeberapa daerah di Indonesia darah sudah tumpah, anak-anak kehilangan masa-depan karena konflik Sunnah-Syi’ah. Tetapi sangat disayangkan diam-diam ada oknum MUI menyulut bara dengan provokasi kebencian mazhab. KETAHUILAH sesungguhnya FANATIK MAZHAB itu adalah bagian dari HUBBUD DUNYA. Waspadalah ekstremitas Agama dengan dalih KEBENARAN MUTLAK.

Sekarang ini kezholiman merajalela dan saatnya untuk katakan jangan hanya diam bahwa “BICARA ITU EMAS” maka BICARALAH !

945978_4717777721030_1660495666_n

Prof.DR.Quraish Shihab ; “Dalam konteks kesepemahaman (Sunnah-Syi’ah) ini kita harus bersatu dalam Aqidah dan ketika kita bersatu dalam aqidah tidak harus rumusannya persis sama tapi yang penting kandungannya sama. Syaikh Muhammad Abduh berkata rukun iman itu yg penting dua yaitu percaya Kepada Allah dan hari kemudian tapi dalam rinciannya dia katakan bahwa kalau saya percaya pada hari kemudian tentu uraian tentang hari kemudian tidak bisa diketahui oleh akal saya dan itu saya ketahui melalui Rosul kalau begitu saya harus percaya Rosul dan Rosul tak mungkin mengungkapkan itu menurut nalarnya pasti ia disampaikan oleh malaikat kalau begitu saya harus percaya pada malaikat dan begitu seterusnya kita tidak terikat dengan rumusan tetapi kita terikat dengan kandungan apa yang dirumuskan itu kita baru sepaham tetapi kalau anda mau persis sama redaksinya itu tidak mungkin…nah kalau kesepamahaman ini sudah terjadi Ukhuwah itu menjadi mudah.”

1239964_717146941632628_1807426578_n1385753_10200886493027013_653573909_n

**********************************************************************************************************

MUI Terbitkan Buku Tentang Kesesatan Aliran Syiah

Kamis, 19 Zulhijjah 1434 H / 24 Oktober 2013

eramuslim.com

Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”

Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.
Meskipun belum berupa fatwa, namun buku ini merupakan keterangan resmi dari MUI Pusat mengenai kesesatan  Syiah sebagaimana dijelaskan oleh Tim Penulis dalam kata pengantar, “Buku saku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, sebagai ‘Bayan’ resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syi’ah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI.” (hlm. 7-8)
Isi dan tujuan buku ini dijelaskan oleh Tim Penulis dalam pendahuluan yang terletak pada halaman 12-16,
“Atas dasar tugas dan tanggung jawab luhur dalam membina dan menjaga umat pada berbagai aspeknya, dan sebagai bentuk tanggungjawab kehadapan Allah SWT dalam meluruskan aqidah dan syari’ah umat, MUI memberikan panduan kepada umat, dengan berbagai cara, antara lain dengan mengeluarkan fatwa, memberi taushiyyah, atau membuat buku panduan –seperti buku panduan tentang Syiah ini- setelah dilakukan penelitian dan pengkajian secara mendalam.
Buku panduan ini sebagian merupakan penjelasan teknis dan rinci dari remokendasi Rapat Kerja Nasional MUI pada Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 bahwa Faham Syiah mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan umat Islam harus meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya faham ini, juga fatwa MUI 22 Jumadil Akhir 1418H./25 Oktorber 1997 tentang Nikah Mut’ah. Dalam konsiderannya, Fatwa ini menyatakan bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum dan nikah mut’ah secara khusus.
Dalam buku panduan ini secara garis besar memuat tentang sejarah Syiah, penyimpangan Syiah, pergerakan dan metode penyebaran Syiah di Indonesia, dan sikap MUI terhadap Syiah.
Hadirnya buku panduan ini merupakan wujud dari tanggung jawab dan sikap tegas MUI itu, dengan harapan umat Islam Indonesia mengenal Syiah dengan benar dan kemudian mewaspadai serta menjauhi dakwah mereka, karena dalam pandangan MUI faham Syiah itu menyimpang dari ajaran Islam, dan dapat menyesatkan umat.” (hlm. 13-15)
Karena itu, dengan hadirnya buku ini diharapkan masyarakat tidak lagi dibuat bingung oleh ulah beberapa oknum yang mengatasnamakan MUI untuk mengatakan Syiah tidak sesat, seperti yang pernah termuat dalam Harian Fajar Makassar yang menyebutkan, MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam. Juga, beberapa sikap tokoh yang menyederhanakan persoalan Sunni-Syiah, seperti Syafi’i Ma’arif, Din Syamsuddin, Aqil Siradj dan lain-lain. (Muh. Istiqamah/LPPI Makasar.com)
http://www.eramuslim.com/berita/info-umat/mui-terbitkan-buku-tentang-kesesatan-aliran-syiah.htm#.Umjin1J4fBU

//

//

//

//

//

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s