Galeri

Peran Agen Zionis-Wahabi Dalam Distorsi Sejarah Muhammadiyah

VAN DER PLAS, SYEIKH AHMAD SYURKATI(PENDIRI AL-IRSYAD) DAN PERANAN FREEMASONRY-SALAFI WAHABI DALAM DISTORSI SEJARAH MUHAMMADIYAH

556817_286552348141788_710825670_nSejarah tak pernah tunggal selalu menyimpan misterinya ada yang terungkap dan ada yang disembunyikan. Menjadi tugas generasi yang tercerahkanlah untuk melakukan penelitian sejarah lebih lengkap dan komprehensif agar kebenaran sejarah bicara apa adanya tanpa distorsi-distorsi dan asumsi tetapi berdasarkan fakta yang sebenar-benarnya.

Namun tak banyak yg mengetahui bahwa perubahan haluan Muhammadiyah dalam bermadzhab ini adalah akibat dari konspirasi yg dilancarkan oleh fihak kolonial Hindia Belanda dari dalam tubuh perkumpulan ini sendiri.

Posisi Muhammadiyah yang saat itu berkembang menjadi perkumpulan Islam yang besar dan semakin tertarik ke pusat pusaran politik seperti halnya Syarekat Islam/SI cukup membuat khawatir gubernemen di Batavia. Posisi gubernemen sendiri cukup terjepit saat itu menghadapi gelombang pergerakan politik etis serta tuntutan balas budi kepada kaum pribumi dari kaum demokrat liberal di dalam negeri Belanda di satu sisi.

Sedangkan di sisi lainnya mereka direpotkan oleh kaum pergerakan nasional Indonesia yang semakin hari semakin radikal saja, terutama dari kalangan Islam dalam hal ini SI yang saat itu juga terpengaruh oleh semangat Revolusi Bolsheviks di Russia.

Ditambah lagi dengan kedatangan 2 orang pelarian politik dari sayap radikal kaum sosial demokrat negeri Belanda bernama Sneevliet dan Baars yang dengan cepat membangun massanya di antara anggota SI yg diperkenalkan kepada ajaran Marxisme oleh mereka.

Gubernemen di Batavia sangat khawatir kalau Muhammadiyah yg sedang besar besarnya saat itu ikut menjadi radikal seperti halnya SI mengingat mereka sama sama berhaluan Islam moderat yg sangat terbuka akan pengaruh dari luar.

Pemerintah kolonial di Batavia tentunya tidak memerlukan 2 lawan yg besar sekaligus. Berkali kali mereka mencoba untuk melancarkan pembunuhan terhadap KH. Ahmad dahlan, namun selalu gagal karena sang kiyai selalu dijaga ketat dan dikelilingi oleh jemaahnya. Oleh karena itu maka Van der plas seorang orientalis dan disinyalir juga sebagai agen MI-6 yg bekerja untuk gubernemen Hindia Belanda segera merancang sebuah plot untuk “menjinakkan” Muhammadiyah dari dalam.

Tersebutlah seorang pemuda asal Aceh bernama Muhammad Basya Dahlan, seorang yang dibina langsung oleh Van der plass untuk menyusup ke dalam tubuh Muhammadiyah. Muhammad Basya Dahlan lalu dikirim oleh Van der plas ke Saudi Arabia, pusat gerakan Wahabi yang pemerintahannya disokong penuh oleh pemerintah Inggris dan gerakan Zionis-Freemasonry dunia.

Disana dia mempelajari gerakan dan Faham Wahabi yang intoleran, jumud, dan mudah mengkafirkan sesama Muslim yang berbeda pandangan dengan mereka langsung dari para masyaikh-masyaikhnya di Najd dan kembali ke Indonesia untuk meniti karier keorganisasian di perkumpulan Muhammadiyah. Van der plas dengan sokongan penuh gubernemen menggelontorkan uang jutaan gulden untuk mengantarkan Muhammad Basya ke posisi penting di dalam strata kepengurusan Muhammadiyah.

Setelah berhasil mulailah dia melancarkan aksinya menebar racun faham wahabi di tubuh perkumpulan tersebut dan mencetak kader kader muda Muhammadiyah yg berfaham wahabi. Dan ketika posisi Muhammad Basya Dahlan ini semakin kuat di dalam perkumpulan atas dukungan kader kader muda maka KH. Ahmad dahlan sampai terpaksa harus menyingkir ke pelosok lereng gunung merapi untuk menghindari kejaran dan bentrokan dengan kelompok Muhammad Basya Dahlan serta pengikutnya yg berfahaman keras Wahabi. Kelompok kecil KH. Ahmad dahlan yg menyingkir inilah yang kemudian disebut sebagai “Muhammadiyah dalam”.

Akidah mereka masih sama dengan akidah yg dianut oleh KH. Ahmad dahlan, begitupula dlm masalah fiqih masih menganut madzhab Syafi’iyah sehingga amalan dan pemahamannya pun sama persis dengan warga NU dan Islam tradisional pada umumnya. Sedangkan kelompok kaum muda yg di kader oleh Muhammad Basya Dahlan disebut sebagai “Muhammadiyah luar”, kelompok inilah yg mendominasi dan menyebar ke seluruh pelosok nusantara. Kelompok ini cenderung keras dalam bersikap terhadap kaum tradisionalis pesantren serta kiyai kiyai Jawa, bahkan cenderung memusuhi KH. Hasyim Asy’ari dan NU serta kaum tradisionalis pada umumnya. Sikap mereka khas orang yg berfaham Wahabi, dengan mengkampanyekan anti TBC (*Tahayul, Bid’ah dan Churofat), tabdi’, bahkan dalam beberapa kasus tak segan segan melancarkan takfir.

Mereka memusuhi dengan keras amalan amalan warisan KH. Sholeh darat yg diamalkan oleh kaum Muhammadiyah dalam dan NU seperti sholawat burdah, tahlil dan kitab kitab karangan beliau yg menerangkan ttg kaidah bermadzhab serta faham akidah Asy’ariyah-Maturidiyah. Selain itu mereka juga memusuhi dan tidak mangakui para Ahlu Bait Zuriyah Rasulullah saw dan menafikkan peran besar mereka sebagai pembawa Islam ke Nusantara. Ajaibnya beberapa keturunan Kiyai Sholeh darat sendiri ada yang mendukung pemahaman dan penyikapan kaum Muhammadiyah luar ini termasuk memusuhi tradisi dan kitab kitab kakek buyut mereka sendiri.

Inilah yg menyebabkan timbulnya ketegangan antara warga Muhammadiyah dan NU serta kaum tradisionalis lainnya di masa lalu, tentunya kita pernah mendengar bahwa hanya karena masalah qunut atau tidak qunut sajapun mereka sering kali nyaris baku hantam bukan? Sebuah kenyataan yg sangat memilukan hati ini jika kita mengetahui bahwa kedua pendiri ormas Islam ini dahulunya adalah teman satu kamar di pondokan pesantren Kiyai Sholeh darat, sama sama pernah berguru pada masyaikh masyaikh aswaja syafi’iyah yg sama di Mekkah dan merupakan sahabat karib yg saling menghormati dan menyayangi sepanjang hidup keduanya.

Walau seiring dengan waktu dan perkembangan zaman penyikapan Muhammadiyah luar ini semakin bijak dan melunak namun ketegangan serta perbedaan antara kedua ormas yg mewakili golongan medern dan tradisionalis ini seringkali masih muncul ke permukaan.

Dengan demikian berhasil lah Van der plas dengan gilang gemilang memecah dan mengendalikan serta merubah haluan Muhammadiyah dari dalam seperti halnya juga SI yg berhasil dipecah belahnya menjadi SI merah dan SI putih.

Orientalis andalan gubernemen Belanda disamping Snouck hurgronje yg juga agen MI-6 ini memang sangat piawai memecah belah bangsa ini dari masa ke masa. Dan sebagai seorang orientalis tentunya dia juga mendalami bahasa dan budaya pribumi, Arab bahkan keilmuan Islam. Uniknya Van der Plas belajar Ilmu Tafsir dan Fiqih dari Syeikh Ahmad Syurkati, pendiri Al Irsyad saat dia menjabat sebagai Ajun Advisor di sebuah kantor pemerintah kolonial Belanda (* Kantoor voor Inlandsche Zaken) yaitu sebuah badan gubernemen Hindia Belanda yg mengurusi urusan bahasa bahasa asing dan timur jauh.

Di sinilah juga Syeikh Ahmad syurkati bekerja sebagai penasihat Van der plas sekaligus sebagai guru dan sahabatnya. Hal ini justru diungkapkan disebuah buku yg ditulis oleh anak dari asisten pribadi serta murid Syeikh Ahmad syurkati sendiri yg bernama Hussein badjerei putera dari Abdullah aqil badjerei. Hussein badjerei ini adalah penulis resmi buku sejarah perkembangan Al Irsyad di Indonesia, jadi datanya pastilah valid karena dia dapat langsung dari ayahnya dan orang dalam Al Irsyad sendiri.

Maka nyatalah sudah permainan spionase serta konspirasi agen MI-6 yg merupakan badan intelijen Inggris dan alat dari gerakan zionis-freemasonry/Illuminati yg dibantu oleh seorang tokoh gerakan tajdid berfaham salafi sendiri, Syeikh Ahmad syurkati, entah dia sadar atau tidak. Bukanlah rahasia lagi jika para pejabat tinggi Gubernemen kolonialis Hindia belanda adalah para mason dengan derajat yg cukup tinggi.

Contohnya adalah Jenderal Van heutz, mantan panglima perang pasukan Marsose yg meluluh lantakkan Aceh dan membunuhi para syuhada pembela Islam di bumi serambi Mekkah tsb.

Setelah sukses menaklukkan para pejuang Aceh atas bantuan riset Snouck hurgronje dia kemudian diangkat menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda sekaligus atasan langsung Van der plas. Tentunya sang grand master tak akan membiarkan raksasa muda Muhammadiyah menjadi lebih besar dan membahayakan kelangsungan kepentingan mereka bukan hanya di masa kolonial namun juga di masa masa yg akan datang.

Dan sisi terkelam dari sebuah kisah gerakan tajdid yg digaungkan oleh 3 orang agen freemasonry dari tanah para Fir’aunpun ternyata menggelar konspirasinya juga di bumi Jawadwipa….

Sumber:http://utarabersatu.blogspot.com/2013/03/van-der-plas-syeikh-ahmad-syurkati.html

Iklan

3 responses to “Peran Agen Zionis-Wahabi Dalam Distorsi Sejarah Muhammadiyah

  1. faham wahabi bisa di klik blogthohiranam.blogspot.com ttg sejarah, faham, dan kesesatan wahabi

  2. wah… orang muhammadiyah harus tahu dong sejarah masuknya faham wahabi ke tubuh muhammadiyah. ternyata ada intrik-intrik dari kolonial yang tujuannya adalah memecah belah pemahaman syafi`iyyah menjadi wahhabiyah.

  3. sugiman cokro

    semoga ini menjadi pembelajaran sejarah bagi kader muda muhammadiyah,bahwa selama ini mereka terjebak oleh faham wahabi tanpa mereka sadari.Pada dasarnya,awalnya adalah tidak ada perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dalam hal aqidah dan amaliyahnya.Waspadailah faham wahabi dan zionis-yahudi ada disekitar kita .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s