Galeri

Buku anti-Syiah Terbitan MUI Jadi Pegangan Teroris di Bogor

450702_m

Kalau tidak bertindak cepat akan ada banjir darah karena MUI berada di garis teredepan provokasi kebencian mazhab dan konflik horisontal.

MUI lebih pantas menjadi tukang jagal alih-alih menjadi pemersatu malah menjadi provokator dan penyesatan opini demi syahwat yang katanya hegomoni mayoritas, dibeberapa daerah di Indonesia darah sudah tumpah, rumah-rumah dibakar, terjadi pengusiran warga, dan anak-anak kehilangan masa-depannya karena konflik Sunnah-Syi’ah yang direkayasa. Tetapi sangat disayangkan diam-diam ada oknum MUI menyulut bara dengan provokasi kebencian mazhab. Ketahuilah sesungguhnya fanatik mazhab itu adalah bagian dari Hubbud dunya. Waspadalah ekstremitas Agama dengan dalih Kebenaran menurut kelompoknya sendiri.

Ketika Amerika dan Saudi Arabia gagal menggasak Suriah dan Iran secara politik, maka digunakanlah isu ideologis dengan menstigmatisasi Syiah. Hasilnya memang efektif. Hal ini juga diamini oleh Sidney Jones, pengamat terorisme dari ICG (International Crisis Group). Menurutnya, penting untuk diteliti lebih lanjut mengapa ancaman kelompok radikal yang pada awalnya menyasar aparat kepolisian, kini malah beralih kepada Muslim Syiah. Sidney mensinyalir adanya suntikan dana dari Saudi Arabia sebagai pihak yang berkepentingan dalam membendung aktivitas Syiah di Indonesia. Selain itu, konstelasi politik Timur Tengah, khususnya Suriah, tak pelak juga sangat berpengaruh terhadap nasib minoritas Syiah di Indonesia.

20131019_115447

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kembali mengamankan seorang terduga teroris. Kali ini, Densus 88 menangkap Sadullah Rojak di kediamannya yang terletak di Kompleks Alamanda Blok H, nomor 19 RT 02 RW 08 Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/1/2014) malam.

Selain mengamankan Sadullah, pada penggerebekan yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB ini, tim yang terdiri dari 4 anggota Densus 88 juga berhasil mengamankan sejumlah barang milik terduga dari rumah tersebut.

terduga-teroris140101dPantauan Liputan6.com di lokasi, sejumlah barang yang kni sudah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta tersebut adalah 1 ember cat ukuran 25 kilogram yang berisi bubuk kimia, setengah karung bubuk kimia, pistol air softgun, senjata tajam berbentuk pulpen, seperangkat belati dengan berbagai jenis dan ukuran, 1 buah samurai, dan beberapa buah judul buku seperti ‘Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah’, ‘Sekuntum Rosela Pelipur Lara’, dan ‘The Secret of Jihad Moslem’.

“Ia (Sadullah Rojak) sudah digelandang ke Mabes Polri,” ujar anggota Polsek Sukaraja yang enggan disebutkan namanya di lokasi Rabu (1/1/2014) malam.

Sementara itu menurut pengakuan Ketua RW setempat, Nurahman, penangkapan salah satu warganya ini dilakukan Densus 88 setelah 30 menit masuk ke dalam rumah Sadullah.

“Setelah di rumahnya (Sadullah), keempat anggota tersebut berbicara dengan Sadullah dan melakukan penggeledahan. Kemudian Sadullah langsung dibawa ke dengan menggunakan mobil tanpa ada perlawanan,” ujar Nurahman kepada Liputan6.com.

Kata Nurahman, Sadullah yang terkenal sebagai sosok pendiam dan jarang berinteraksi dengan warga ini dalam kesehariannya juga berbeda dengan warga pada umumnya. Meski dirinya sempat curiga dengan sikap Sadullah. Nurahman enggan menuduh warganya tersebut bagian dari teroris.

“Tapi kan saya tidak boleh menuduh. Dan sekarang ada tim Densus membawa Sadullah,” pungkasnya.

Sebelumnya 6 terduga teroris tewas dalam penggerebekan oleh aparat Densus 88 Antiteror Polri di di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Sementara 1 teroris lainnya berhasil diamankan dalam keadaan hidup. Dia tertangkap saat mencoba melarikan diri dengan teroris lain yang telah tewas, yakni H.

http://news.liputan6.com/read/789618/airsoft-gun-disita-di-rumah-terduga-teroris-bogor

Kaum Ekstrimis Wahabi Solo Raya tolak Penembakan Densus 88 terhadap 6 Teroris di Ciputat
A. Z. Muttaqin Sabtu, 2 Rabiul Awwal 1435 H / 4 Januari 2014 07:01

sapanduk-aSOLO (Arrahmah.com) –

Muslim Syi’ah, Kelompok Tarekat, dan Nasionalis Relegius bertekad menjadikan tahun 2014 tahun gelap bagi Ekstrimis Wahabi dan akan mengadakan kampanye dan sosialisasi secara massif dan sistematis agar umat mengerti bahwa TERORIS fisik dan akidah ada di sekitar mereka. Presiden SBY dan Pejabat tinggi negara sudah semakin tau sekarang ini siapakah EKSTRIMIS WAHABI itu? tidak lain adalah mereka yang anti PANCASILA dan akan merongrong NKRI. Semoga Tahun 2014 akan menjadi tahun gelap bagi EKSTRIMIS WAHABI.

Ratusan Kaum Ekstrimis Wahabi Solo Raya dari beberarapa elemen umat Islam seperti JAT dan LUIS, pada Jumat (3/1/2014) melakukan aksi unjuk rasa menolak kebiadaban Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan.

Mereka menilai sikap represif, militeristik, dan eksekusi mati Desnsus 88 terhadap 6 orang di Ciputat mengingatkan pula kasus di Batu Malang, Temanggung, Wonosobo, Jatiasih, Klaten, Mojosongo Solo, Tipes Solo, Barat PT Konimex Sukoharjo, Bandung, Kebumen, Batang, Kendal, Lamongan, Makasar dan Bima.

“Seolah pola Densus 88 sudah kehilangan kekhususnya sebagai unit khusus Polri yang mestinya prosedural dan lebih professional dari polisi di daerah,” rilis kaum Muslimin peserta aksi.

Kaum Muslimin juga menunjukkan beberapa fakta dan kejanggalan penembakan dan pengeboman di Ciputat Tangerang Selatan, yang menunjukan hal yang kontradiktif dalam penegakan hukum oleh Polri khususnya Densus 88, pada rilis yang diterima redaksi menyebut antara lain:

Mengapa 6 orang tersebut harus ditembak mati? Apa perannya? Terlibat Kasus apa? Ini perlu pembuktian, ada saksi, ada bukti. Bukan pernyataan sepihak yang tidak ada hak untuk membela diri terhadap korban. Mestinya asas praduga tak bersalah dikedepankan hingga proses ke pengadilan. Di pengadilanpun belum tentu hakim menentukan terdakwa bersalah.

Semangat Densus 88 untuk menembak mati mengapa hanya terjadi pada kasus terorisme? Dan tidak terjadi pada penegakan hukum pada kasus lain seperti Korupsi maupun illegal logging? Kapolri harus menjelaskan mengapa ini hanya terjadi pada korban yang kebanyakan beragama Islam yang taat beribadah? Jangan sampai terjadi isu terorisme hanya sebagai kedok yang dibungkus untuk memerangi, menyiksa dan membunuh kelompok muslim di Indonesia.

Mengapa Mabes Polri perlu melacak dan menyebar foto korban dalam rangka mencari data pembanding untuk DNA? Dalam hukum acara pidana menyebutkan bahwa penetapan tersangka harus jelas identitas dan memiliki 2 alat bukti untuk menguatkan. Mengapa korban terlanjur dibunuh dinihari tanggal 1 Januari 2014 dan baru 2 Januari 2014 mencari identitas alamat beserta keluarganya? Bagaimana pula menetapkan tersangka kalau alamatnya belum jelas? Bisa jadi ini justru salah sasaran/target yang dilakukan Densus 88.

Dalam penggerebegan apalagi Eksekusi mati di Ciputat yang di TKP hanya Densus 88, maka terkait barang buktipun di TKP hanya Densus 88 yang tau, apakah barang bukti itu benar di TKP atau keberadaan barang bukti tiba-tiba ada hanya Densus saja yang tau. Artinya bahwa validitas barang bukti di TKP sangat subyektif, sepihak dan belum tentu benar.

Sebelumnya Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan di rumah kontrakan milik Rahmat di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (31/12) malam hingga Rabu (1/1) dini hari. Enam Muslim meninggal dunia, mulut polisi menyebut para korban, Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh, Hendi, dan Ujuh Edo alias Amril

Nama-nama tersebut kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, merupakan nama yang diperoleh dari Anton, pelaku terorisme yang sebelumnya ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah, dan seorang lagi pelaku yang selamat dalam penggerebekan di Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. (azm/arrahmah.com)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/01/04/elemen-muslim-solo-raya-tolak-pembantaian-densus-88-terhadap-6-muslim-di-ciputat.html#sthash.PwnLqIoh.dpuf

***********************************************************************************************************
Kelompok Syiah Indonesia Target Serangan Kelompok Abu Omar

Kelompok pemasok senjata api Abu Omar telah memiliki struktur dan sel tersendiri atau Halaqoh (pengajian kecil) di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi dalam upaya aksi terorisme yang akan dilakukan.

Sel-sel tersebut mempunyai sejumlah target dalam melancarkan aksi terornya, termasuk menyerang kelompok muslim Syiah di Indonesia, yang dianggap musuh karena tidak murni Islam.

“Dari keterangan para tersangka yang sudah diperiksa, pertama mereka ingin menghidupkan kegiatan kemiliteran dari kelompok ini. Kemudian, mereka juga bertujuan untuk memerangi kaum Syiah di Indonesia,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Kelompok ini juga akan malaksanakan Operasi Ightilat, yakni penculikan secara cepat dan rahasia, sehinga membutuhkan senjata api. “Sehingga dari barang bukti yang disita pada umumnya senjat api dan amunisinya,” jelasnya.

Sebagai persiapan, kelompok ini juga telah melakukan pelatihan militer atau ‘Iddad, antara lain dengan pelatihan peculikan secara cepat dan rahasia, penggunaan senjata api, bongkar pasang senjata api, dan juga menembak secara akurat (sniper).

Sejak penangkapan Juli 2011 lalu, Densus 88 telah menangkap 18 orang, termasuk Abu Omar, atas kepemilikan senjata api ilegal dari Filipina. Turut disita belasan senjata api, belasan magazen, seribu lebih butir peluru, hingga teleskop.

Bahkan, petugas mendapatkan bukti berupa dokumen yang berisi perencanaan kelompok tersebut untuk menyerang dua kantor polsek di Jakarta Barat dan kelompok Syiah tersebut.

Polisi diincar, karena dikategorikan toghut (setan). “Mereka telah survei beberapa lokasi, antara lain ada polsek di Jakarta dan juga ada target-target lain di Jakarta,” ujar Saud.

Pada penangkapan terakhir, 12 dan 13 Nopember 2011, Densus menangkap 6 orang yang diduga kuat terlibat kelompok Abu Omar. Satu orang lainnya akan dilepaskan, karena tak terkait langsung dengan kelompok tersebut.

Selain kepemilikan senjata api, kelompok pemasok senjata api ilegal Abu Omar, juga terlibat upaya pembunuhan mantan Menhan dan Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil pada 1999 dan pemasok senjata api ke kelompok yang menyerang Pos Brimob di Desa Loki, Pulau Seram, Ambon, pada 2004

http://www.tribunnews.com/nasional/2011/11/15/kelompok-syiah-indonesia-target-serangan-kelompok-abu-omar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s