Galeri

Mahfud MD Fitnah Syi’ah Anti Pancasila

al-quran2Satu Islam- Mahfud MD menyatakan saat ini ada tiga gerakan sangat berbahaya yang sedang beroperasi di Indonesia. Pertama, gerakan ideologis yang sangat aktif, yang menginginkan agar negara Indonesia menjadi negara seperti di zaman kesultanan atau kekhalifahan Turki Usmani.

Kedua, gerakan yang menginginkan agar negeri ini seperti negara mullah di Iran. Sedangkan yang ketiga adalah gerakan Wahabi yang ingin menggusur paham Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang selama ini telah berkembang bersama Nahdlatul Ulama (NU).

“Ketiga gerakan ini sangat berbahaya karena jelas-jelas merongrong eksistensi NKRI,” kata Mahfud dalam acara Silaturrahim DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau dan DPC PKB se-Kepulauan Riau di Wisma Haji Batam, Jumat (21/2), seperti dilansir Antara.

Menurutnya, tujuan bernegara NU adalah menyejahterakan rakyat dalam bingkai NKRI, dan hal itu ditegaskan dalam Muktamar NU tahun 1984 di Situbondo, Jawa Timur.

“Perjuangan dengan cara NU itu, insya Allah akan menghalau tiga bahaya besar yang mengancam negara kita,” tutur capres PKB itu.

Mahfud mengatakan, PKB merupakan anak kandung NU dan alat perjuangan politik NU. Karena itu, kader NU dan PKB mesti berjuang habis-habisan untuk membesarkan partai. Sebab PKB diberi amanat untuk memperjuangkan visi dan misi NU dalam tujuan bernegara.

Mahfud juga meminta warga NU tak bingung atas sikap PKB yang saat ini memiliki tiga kandidat capres. Sebab, ketiga capres itu sama-sama bertugas membesarkan PKB .

“Tak perlu bingung mengenai tiga calon presiden PKB . Rhoma Irama , Jusuf Kalla , dan saya sendiri, semua bertugas membesarkan PKB ,” kata Mahfud.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ( MK ) itu menyatakan para capres PKB memiliki tugas untuk membesarkan partai. Sementara soal siapa capres yang akan diusung akan ditentukan sesuai mekanisme.

“Nanti DPP PKB dan para ulama NU akan menentukan yang terbaik mengenai pemimpin bangsa ini,” kata Mahfud.

http://m.merdeka.com/peristiwa/mahfud-md-ada-3-gerakan-berbahaya-beroperasi-di-indonesia.html

Apa Kata Tokoh Indonesia Tentang Syiah

KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia): “Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermazhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI tersebut, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.”(tempointeraktif)

Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU): “ Ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat “(tempo.co)

Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah):“ Tidak ada beda Sunni dan Syi’ah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama muslim” (republika.co.id)

Buya Syafii Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah):“Kalau Syiah dikalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima,” (okezone.com)

Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah):“Sunnah dan Syi’ah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam “ (satuislam.wordpress.com)

Marzuki Ali (Ketua DPR RI): “ Syi’ah itu mahzab yang diterima di negara manapun diseluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syi’ah adalah aliran sesat “(okezone.com)

Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI): “ Harus ada toleransi terhadap perbedaan karena perbedaan adalah rahmat ” (tempo.co)

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Cendikiawan Muslim, Direktur Sekolah PascaSarjana UIN Jakarta): “Syiah adalah bagian integral dari umat Islam dan tidak ada perbedaan yang prinsipil dan fundamental dalam Syiah dan Sunni, kecuali masalah kepemimpinan politik”

“ Fatwa haram atau sesat Syiah itu tidak diperlukan, baik secara teologis, ibadah dan fiqh karena pertaruhannya Ukhuwah Islamiyah di Indonesia,” (republika.co.id)

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta): “ Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, Karenanya akidahnya sama, Alqurannya, dan nabinya juga sama,”
(republika.co.id)

KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia): “Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermazhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI tersebut, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.”(tempointeraktif)

Rhoma Irama ( Seniman dan Mubaligh ): “Tuhan kita sama, nabi kita sama, kiblat kita sama, sholat kita sama, puasa kita sama, zakat kita sama, haji kita sama, kenapa harus saling mengkafirkan” (tempo.co)

Slamet Effendy Yusuf (Ketua PB NU): “ Caranya terus menjaga persamaan sesama Umat Islam, bukan mencari perbedaannya,”(republika.co.id)

Muhammad Mahfud MD (Ketua MK): “ Kalau saya mengatakan semua keyakinan itu tidak boleh diintervensi oleh negara. Keyakinan itu tak boleh diganggu orang lain, kecuali dia mengganggu keyakinan orang lain,” (Okezone.com)

Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat):“ Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam,” (rakyamerdekaonline.com)

Alm, Buya Hamka (Mantan Ketua Umum MUI Pusat): Mengutip pernyataan Imam Syafi’i “ Jika saya dituduh Syiah karena mencintai keluarga Muhammad Saw, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia, bahwa saya ini orang Syiah. Jika dituduhkan kepada saya bahwa saya Syiah karena membela Imam Ali, saya bersaksi bahwa saya Syiah”
(majalah.tempointeraktif.com)

KH Nur Iskandar Sq (Ketua Dewan Syuro PPP):“ Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah, ”(Inilah.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s