Galeri

Mengenal Sang Provokator Konflik Sunnah-Syi’ah Indonesia-Malaysia

1480648_10201315628392492_2034950847_n

Imam Ali bin Abi Thalib berkata :”Orang yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan menerima kekurangan zaman”.

Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamene’i ; “Siapa saja yang terus mengobarkan permusuhan,persengketaan, dan perselisihan dengan isyu Sunnah-Syi’ah disadari atau tidak mereka adalah kaki-tangan musuh-musuh Islam”.

Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni sekarang tercatat sebagai orang Indonesia yang paling berperan sebagai kaki tangan musuh-musuh Islam dalam menciptakan sengketa dan konflik mazhab khususnya Sunnah dan Syi’ah di Indonesia dan Malaysia.

Prof. Kamaluddin berjaya di Malaysia dengan support kelompok Wahabi agar Pemerintah Malaysia menjadikan Syi’ah sebagai ancaman Nasional dengan fitnahnya karena punya agenda Politik Syi’ah Raya. Kelompok Salafi Wahabi Malaysia sadar diri dengan jumlah mereka yang sedikit berhadapan dengan mayoritas pengikut Asyairoh Syafi’iyyah sehingga memakai cara-cara kotor bagai setali tiga uang dengan Zionis yaitu untuk merealisasikan tujuannya salah satu cara yang paling efektif dengan memakai, mengambil, dan memperalat orang-orang diluar kelompok mereka. Nah orang itu adalah seorang pengikut Ahlussunnah (Asyairoh) bernama Prof.Kamaluddin Nurdin Marjuni.

Seperti juga pengakuannya langsung tertarik untuk berkarir di Malaysia karena faktor materi yang akan menjamin kesejahteraan hidupnya. Dalam masa sekarang Pemerintah Malaysia menghadapi banyak kesulitan di dalam negeri seperti permasalahan ekonomi negara dan lain sebagaianya dan untuk pengalihan isyu-isyu politik, sosial, ekonomi, maka isyu Syi’ah cukup memberikan pil tidur kepada para pejabat korup sehingga rakyat diberikan pemahaman baru yang salah tentang semangat intoleransi dan anti kemajemukkan.

Pada satu kesempatan seminar tentang Syi’ah di Indonesia pada “Seminar Syiah” Islamic Center Bekasi – Indonesia 11/12/2013, Rabu, 11 Desember 2013, Pkl: 09.00 s.d 11.45.Tempat: Aula Serbaguna Muzdalifah – Islamic Center, Bekasi. Dengan lantang dan gigihnya Prof. Kamaluddin menyebarkan fitnah dan dusta dengan mengatakan bahwa Syi’ah yang dianut oleh Imam Khomeini adalah Syi’ah yang sesat.

Seperti diakuinya dalam seminar itu cukup kaget dengan judul Ukhuwah Islamiyah karena judul ini tak populer di Malaysia. berikut perkataannya: “Hadirin hadirat saudara saudari bapak-bapak dan ibu-ibu adik-adik yang insyaAllah pertemuan kita pada kali ini dlm membicarakan satu masalah besar yg melanda Umat Islam dari semenjak dahulu lagi hinggalah sekarang ini dan tidak pernah berhenti. Dalam title yang diberikan adalah mengurai problema Sunni-Syiah dari perspektif Ukhuwah dan terus terang saja semenjak saya tampil dimana-mana di University di Malaysia atau di undang di Kementrian Agama di Malaysia atau Kejaksaan di Malaysia saya tak pernah menjumpai judul seperti ini yaitu ada UKHUWAH ISLAMIYAH”.

Tentu saja tak pernah menjumpai pendekatan Sunnah-Syi’ah di Malaysia karena grand designnya adalah penyesatan dan pengkafiran mazhab Syi’ah dengan isyu sebuah GERAKAN POLITIK. Prof.Kamaluddin seperti terjebak dalam sebuah seminar dengan judul yang paradoks disatu sisi menyesatkan Syi’ah disisi lain membahas Ukhuwah Sunnah-Syi’ah seperti dalam cover bukunya yang sedang Best Seller berjudul AGENDA POTIK SYI’AH disitu di gambarkan wajah Imam Khomeini seorang Ulama dan Marja’ Muslim Syi’ah terbesar abad ini digambarkan wajah beliau dengan noda dan bercak darah. Bagaimana bicara ukhuwah kalau semangatnya adalah penyesatan dan pengkafiran?, bagaimana bicara ukhuwah kalau sejak awal sudah menyerang dan melecehkan Ulama yang sangat dihormati Muslim Syi’ah?

Jadi saya rasa penempilan saya agak berlainanlah tak seperti ketika saya di Malaysia dan saya berusaha untuk memenuhi judul yang diberikan ini dan mungkin untuk pengetahuanlah sebelum berbicara lebih lanjut bahwasannya disamping saya adalah guru besar di Unersity Sceince Islam Malaysia saya juga sebagai pakar Syi’ah di Kementrian Agama Malaysia dan beberapa kasus-kasus atau masalah-masalah Syi’ah di Malaysia saya pun juga terlibat di dalamnya masuk di Pengadilan sebagai saksi ahli dalam masalah-masalah yang dianggap di Malaysia ini adalah Syi’ah merupakan haram atau dengan kata lain Syi’ah adalah ajaran sesat. Ini adalah sikap Pemerintah Malaysia. Dan tentunya di Indonesia ini berlainan.

sebelum itu saya baru menerbitkan sebuah buku yang Best Seller di Malaysia judulnya “AGENDA POLITIK SYI’AH” Alhamdulillah terbit bulan Agustus lima belas hari terbit langsung habis cetak 6000 dan sekarang sudah dicetak lagi di bulan Sembilan sejumlah enam ribu lagi dan habis lagi di pasaran dan sekarang sedang di cetak lagi yang ketiga dan sedang menunggu lagi apakah akan habis dan kalau habis akan dicetak terus lagi. Dan InsyaAllah saya usahakan jualah buku ini boleh masuk di Indonesia jadi walau bagaimanapun saya nak orang Indonesia maka saya pun mempunyai kewajiban untuk memberikan satu pencerahan tentang apa yang dinamakan Syi’ah.

Hanya dengan fitnah kepada mazhab Syi’ah dengann menuduh memiliki agenda politik tersembunyilah mereka bisa mempengaruhi pihak pemerintah untuk berlaku zholim kepada pemeluk mazhab Syi’ah di Malaysia. Keberhasilan kelompok takfir di Malaysia mendapat sambutan di dalam negeri dan mencoba ingin menerapkannya dengan diduplikasikan seperti di negeri jiran. Inilah sebuah rancangan kejahatan dengan kedok ilmiyah yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Malaysia menyangkut mazhab Syi’ah.

Indonesia patut malu memiliki seorang warga negara seperti Prof.Kamaluddin Nurdin ini sehingga dengan upaya dan jerih payahnya Ukhuwah yang selama kita bangun bersama mendapat batu sandungan dari dalam sendiri.

Apabila beliau seorang Akedimisi yang selalu berbicara dalam tataran ilmiyah kenapa tak pernah berani berdialog dengan ulama-ulama Syi’ah di Indonesia dan Malaysia?. Kita akan tunggu sampai kapan kesiapan Prof.Kamaluddin siap dengan ilmu dan akhlaq untuk berdialog dengan Ulama Syi’ah baik di Indonesia dan maupun di Malaysia.

Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum membuat kalian menjadi tak mampu berlaku adil dan senantiasa melakukan chek and rechek terhadap sebuah informasi dengan cara bertabayyun.

INILAH RIWAYAT PENDIDIKAN SANG PROVOKATOR Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni

Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni, lahir di Soppeng, Makassar 1973, saat ini bertugas sebagai Associate Professor dan Ketua Jurusan Studi Aqidah & Agama di Universiti Sains Islam Malaysia yang dikenal dengan singkatan (USIM). Beliau anak dari kedua pasangan Drs. KH. Nurdin Marjuni & Hj. Munawwarah Rauf. Ayah beliau pendiri pesantren ”Syawarifiyyah”, Jakarta Utara.

Di masa kecil tepatnya kelas empat sekolah dasar sampai tamat, Kamal memulai menghafal Al-Qur’an dibimbing langsung oleh orang tuanya sendiri yang merupakan salah satu alumni pesantren Assa‘diyyah (salah satu pesantren tertua di Makassar).

Setelah menamatkan pendidikan sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa, Makassar, 1986. Kamal memulai perantauan ilmu dengan destinasi Jakarta, kemudian memilih melanjutkan pendidikan tsanawiyah di Pondok Pesantren Darul Rahman, Jakarta dan Bogor, tepatnya pada tahun 1987-1989. Selama 2 tahun di Darul Rahman, di pondok inilah Kamal mengenal dasar-dasar bahasa Arab dan keilmuan Islam, yang nantinya ia jadikan sebagai dasar pengembangan intelektualnya ke depan, kemudin pindah ke Madarasah Tsanawiyah Al-Ittihadiyah Jakarta Utara.

Untuk jenjang pendidikan Aliyah, kamal melanjutkan ke Madrasah Aliyah Al-Khairiyah Jakarta Utara, dan tercatat sebagai alumni kedua dari sekolah tersebut pada tahun 1991.

Pada tahun 1992, Kamal memulai lagi perantauan ilmu di luar negeri dan pilihannya ke negara Mesir, ia tercatat sebagai mahasiswa S1 di Fakultas Syari’ah, Al-Azhar Thanta. Dan hal yang menarik ketika di Al-Azhar, ia sempat tidak lulus di tahun pertama, disebabkan 3 mata kuliah yang nyangkut, ketika itu boleh lulus kalau hanya dua mata kuliah yang nyangkut, yang sangat disayangkan ketika itu adalah bahasa Inggris salah satu mata kuliah yang tidak lulus tersebut, karena memang tidak ikut ujian, disebabkan karena adanya perubahan waktu dari musim panas ke musim dingin, sehingga jam dimajukan, dan ia tidak tahu tentang perubahan jam tersebut, pada waktu sampai ke kuliah ia terlambat 40 menit sehingga tidak diizinkan untuk ikut ujian bahasa Inggris. Dan alhamdulilah setelah ketiga mata kuliah itu lulus di tahun berikutnya, akhirnya ia dapat predikat Jayyid [bagus] juga sekalipun sebelumnya gagal. Dan hal ini mengherankan sebab ”KO” [Knockout] sebelumnya gagal tiga mata kuliah, dan setelah lulus mendapatkan nilai umum akhir ”Jayyid” kata kawan-kawannya ketika itu dengan nada heran.

Setelah menamatkan S1 di Al-Azhar yang dijalani selama 5 tahun, dari 1992-1997, Kamal berpetualang ilmu untuk melanjutkan Dirasat al-’Ulya (Pasca Sarjana) di tempat lain, kali ini pilihannya jatuh ke salah satu fakultas agama di Universitas Kairo, yaitu Darul Ulum (berdiri tahun 1872 M), di sini ia menimba ilmu dalam kurung waktu selama 8 tahun untuk M.A & Ph.D. Beberapa hal yang memotivasi dirinya untuk melanjutkan studi di tempat ini, disebabkan ketertarikannya melihat motto pendidikan di Darul Ulum yaitu: ”Al-Jam’u Baina at-Turats wa al-Mu’ashirah” yang bermaksud ”Kombinasi antara Ilmu Turats (klasik) dan Ilmu Kontemporer”. Di samping itu melihat perkembangan intelektual & kepakaran di Universitas Kairo sangat pesat, sehingga melahirkan beberapa ulama besar yang tercatat sebagai alumni Darul Ulum, seperti: Hasan al-Banna, Sayyid Quthb, Thantawi Jauhari, Abu Zahra, Ali Abdul Wahid Wafi, Muhammad Dhiya’uddin ar-Rays, dan tercatat beberapa pemikir Islam kontemporer: Prof. Mahmud Qosim. Prof. Ahmad Syalabi. Prof. Abd. Shabur Syahin. Prof. Jalayand. Prof. Hasan Syafi’i dan Prof. Muhammad Imarah.

Di Darul Ulum Kamal mengambil jurusan filsafat Islam, yang sebelumnya di Al-Azhar jurusan hukum Islam, ini disebabkan karena persyaratan masuk ke jurusan hukum Islam nilai akhir S1 minimal Jayyid Jiddan (sangat baik), Kamal kali ini tidak memenuhi syarat sebab nilainya hanya Jayyid (baik), oleh karena itu ketua jurusan hukum Islam Prof. Nabiel Ghanaim ketika itu menyarankan Kamal berpindah ke jurusan filsafat Islam yang ketika itu masih menerima nilai Jayyid dan ketika itu juga ia agak kebingungan sambil bertanya-tanya mampukah dirinya untuk menerobos jurusan filsafat. Namun dengan tekad yang bulat Kamal justru memperlihatkan kebolehannya pada jurusan tersebut, terbukti ia mampu menyelesaikan studi dengan secepat kilat, penulisan thesis S2 diselesaikan dalam masa 2 tahun, kemudian penulisan disertasi diselesaikannya dalam masa 2 tahun, sehingga para profesor di Darul Ulum sangat mengambil perhatian dan membimbing Kamal sepenuhnya semasa di Darul Ulum, oleh karena itu Prof. Jalayand (pemikir Islam) yang dikenal sebagai salah satu profesor yang sangat disegani di Darul Ulum dan Timur Tengah -pada umumnya- sengaja mengambil Kamal sebagai anak didiknya untuk program S3, hal ini diketahui setelah berjumpa dengan ketua jurusan ketika itu Prof. Abdul Latief, ia berkata: ”Prof Jalayand ’Auzaak ya ibni” maksudnya Prof. Jalayand menginginkan Kamal menjadi muridnya. Ketika mendengar berita tersebut Kamal bangga tapi bimbang dan takut, sebab Profesor Jalayand dikenal sangat susah dalam penilaian, bahkan setiap bertemu teman-teman ketika itu selalu berkata ”Khudz Baalak ya Kamal”, maksudnya sabar dan pasrah saja Kamal.

Adapun pengaturan waktu belajar, pengalamannya membuktikan perlunya manajemen waktu yang teratur. Berikut ini pengalaman jam belajar yang diterapkan setiap harinya di Mesir, yaitu: – S1, 5 jam sehari, – S2, 8 jam sehari, – S3, 12 jam sehari. Ke semua waktu tersebut pada malam hari.

Alhamdulillah tidak sia-sia disertasi yang ia buat di bawah bimbingan Prof. Jalayand telah diterbitkan oleh penerbit yang tidak asing lagi oleh umat Islam, termasuk penerbit terbesar di dunia Islam, yaitu: penerbit Darul Kutub Ilmiah, Beirut-Lebanon 2009, dalam jumlah 10.000 buku, dan pihak penerbit telah meminta izin cetak ulang untuk cetakan ke dua pada tahun 2012 dalam jumlah yang sama, karena distribusi buku Darul Kutub sangat baik, maka buku tersebut sudah menyebar di mana-mana baik di Timur Tengah maupun di Barat.

Kamal merupakan suami dari Dr. Fithriah Wardi (Ph.D di Universitas al-Azhar, Cairo jurusan perbandingan mazhab), memiliki tiga anak: Hebatallah (11 tahun), Wahba (10 tahun), Sharim (7 tahun). Dan yang sangat menarik, Kamal meraih gelar Ph.D bidang Aqidah Filsafat dalam usia muda, yaitu ketika berumur 31 tahun tepatnya pada tahun 2005. Setelah menyelesaikan Ph.D di Universitas Kairo, Kamal kembali ke tanah air untuk memulai mengabdikan ilmu yang dituntut di negeri kinanah selama 14 tahun. Di Indonesia Kamal berdomisili di Ma’had Syawarifiyyah, ma’had [pesantren] ini milik orang tua Kamal sendiri, dan di sinilah Kamal pertama kali mengabdikan ilmunya. Pada tahun 2006, Kamal menjadi dosen tamu di Pascasarjana tingkatan Doktoral (S3) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tak lama kemudian Kamal diterima sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Malaysia, yaitu Universiti Sains Islam Malaysia, tepatnya pada bulan April 2007. Di universitas inilah Kamal memulai dengan serius meningkatkan intelektualnya di dunia pendidikan di ajang internasional, sehingga dalam 7 tahun bekerja di USIM, Kamal telah memberikan berbagai sumbangsih keilmuan, dengan diterbitkannya 12 karya buku yang monumental dan bertaraf internasional, terbukti ketika berbagai universitas di berbagai benua mengoleksi buku beliau, baik di Timur Tengah, Amerika maupun Eropa, bahkan Israel dan Iran, seperti: Harvard University, Yale University, Penn University, Stanford University, National Library Of Israel, National Library Of Iran, Chigago University, Kyoto University, Uc Berkeley University, Ohio University, Cornell University, The University Of Arizona, Duke University, Washington University, New York University, Illinois University, National Library Of Australia, British Library, University Of Virginia, University Of Toronto, Columbia University, Library Of Congress, University Of Michigan, Princeton University, Leiden University, Astan Quds Razavi Library Iran.

agenda

Adapun 12 karya buku tersebut adalah sebagai berikut:

1) نشأة الفرق وتفرقها (Perpecahan Teologi Islam) DARUL KUTUB ILMIAH, BEIRUT, LEBANON, ISBN: 2-7451-7246-8, (Page: 288). 2011.

2) موقف الزيدية وأهل السنة من العقيدة الإسماعيليةوفلسفتها (Polemik Akidah Filsafat – Syi’ah Vs Syi’ah Vs Sunni) DARUL KUTUB ILMIYAH, LEBANON, ISBN: 978-2-7451-6255-7, (Page: 480). 2009.

3) مسائل الاعتقاد عند الإمام القرطبي (Permasalahan Akidah Dari Perspektif Imam Qurtubi) MUASSASAH AL-’ALYA, CAIRO-EGYPT, (Page: 432). 2006.

4) KAMUS “SYAWARIFIYYAH” SINONIM ARAB-INDONESIA + 50.000. Entry, Ciputat Press, JAKARTA, ISBN: 978-979-3245-66-9, (Page: 635). 2009.

5) الشيعة واختلافاتها السياسية (Dalam proses penilaian cetak di Darul Kutub al-Ilmiah, Bairut 2012).

6) العقيدة الإسلامية والفضايا الخلافية عند علماء الكلام (Dalam proses penilaian cetak di Darul Kutub al-Ilmiah, Bairut 2012).

7) مدخل إلى علم الكلام (Pengantar Teologi Islam) UNIVERSITI SAINS ISLAM MALAYSIA (USIM), (Page: 301). 2011.

8) المذاهب العقائدية الإسلامية (Aliran-Aliran Teologi Islam – Perkembangan & Masalah) UNIVERSITI SAINS ISLAM MALAYSIA (USIM), ISBN: 978-967-5295-42-3, (Page: 453). Buku tersebut merupakan buku teks program Dakwah-FKP tahun 3, subjek “AL-FIRAQ AL-ISLAMIYAH”, 2010.

9) الفرق الشيعية وأصولها السياسية وموقف أهل السنةمنها (Perseteruan Politik –Syi’ah Vs Syi’ah & Tanggapan Sunni) USIM, ISBN: 978983295093-6, (Page: 236). 2009.

10) Agenda Politik Syiah, PTS Publishing, Malaysia. (Best Seller).

11) AKIDAH ISLAM, Program Pensiswazahan Guru, USIM. ISBN: 978-967-0393-37-7 (Page: 70) (Penulis Bersama) 2012.

12) Qiraat Nashiyyah fi al-Turats al-Islami, USIM. ISBN: 978-967-0393-16-2 (Page: 286) (Penulis Bersama). 2012.

Di samping itu Kamal juga aktif di luar kampus untuk memenuhi undangan luar sebagai narasumber di bidang kajian Syi’ah, sehingga beliau menjadi pakar Syi’ah di Malaysia khususnya di kementerian Agama Malaysia yang dikenal dengan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS).

Atas sumbangsih ilmiah dan jasanya dalam mengabdi di Universitas Sains Islam Malaysia, pada bulan tanggal 1 Desember 2012 Kamal dilantik sebagai Associate Professor DS 53 bidang Akidah Filsafat, di Indonesia gelaran ini setingkat dengan Profesor IV/d, dan beberapa penghargaan akademik sebelum dan sesudahnya telah diraih seperti berikut:

1) Anugerah Khidmat Cemerlang (Excellent Lecturers) 2010. Usim, 15/06/2010.

2) Anugerah Buku Terbaik (The Best Books, Category Of Social Science) 2010, Malaysia. Title (Mauqif Az-Zaidiyah Wa Ahli Sunnah Minal Aqidah Al-Bathiniyah Wa Falsafatuha), Publisher: Darul Kutub Ilmiah, Beirut-Lebanon. Usim, 15/06/2010.

3) Anugerah Penulis Harapan/Aktif (Active Author In Arabic Language). Usim, 13/07/2011

4) Anugerah Pengajar Cemerlang, Fkp-Usim, 20/09/2013.

5) Anugerah Buku Karya Asli Fkp-Usim, 20/09/2013.

Anugerah-anugerah tersebut sangat membekas dalam dirinya dan membuatnya semakin aktif dalam menulis, sekalipun berada di luar negeri, Kamal menyempatkan diri untuk memberikan coretan-coretan ilmiah melalui beberapa artikelnya yang dimuat oleh dakwatuna. com dan eramuslim.com yang menurutnya ini adalah kontribusi jarak jauh untuk membangun pemikiran Islam di Indonesia.

Kamal mengaku dirinya tertarik mengajar di Malaysia, karena kesejahteraannya lebih dibandingkan di Indonesia, seperti prasarana yang disediakan oleh pihak universitas, ruangan office pribadi bagi setiap dosen, perumahan, internet 24 jam. Selain itu, dilihat dari sudut pembinaan dan peningkatan intelektual akademik setiap dosen akan menjalankan kewajibannya dengan penuh ketenangan, sehingga suasana lingkungan akademik menjadi kondusif dalam artian kebebasan untuk mengembangkan kemampuan akademik, baik penulisan buku dan penelitian lapangan dengan mudah dicapai karena ditunjang oleh fasilitas, akses jurnal yang luas, dan dukungan dana yang disediakan di Universitas cukup besar. Di samping itu pemberian penghargaan tidak pernah putus bagi setiap dosen yang berprestasi, dan hali ini dalakukan untuk memotivasi dosen untuk terus berkarya.

Selain menjalankan tugas utama sebagai dosen di USIM, Kamal tidak ketinggalan ikut membantu pemerintah Malaysia dalam menangani penyebaran Syiah, beliau selalu dijemput oleh kementerian Agama Malaysia dan beberapa Universitas di Malaysia sebagai nara sumber dan keynote speaker dalam seminar akidah Syiah yang saat ini sedang berkembang pesat, bahkan pada tanggal 20 Desember 2012 beliau menjadi Saksi Ahli “Expert Witness”, pada perkara penangkapan pemimpin Syiah Malaysia dan 200 penganut Syiah di Mahkamah Rendah Syariah, Selangor-Malaysia. Dan baru-baru ini bulan Agustus beliau menghasilkan sebuah buku (Best Seller) berjudul “Agenda Politik Syiah”, buku ini cetak ulang pada bulan September sehingga sudah mencapai 12.000 eksemplar.

Di antara kepuasan Kamal bekerja di Luar Negeri selain kepuasan materi dan lainnya adalah ia sangat puas menghadapi berbagai bangsa di tempatnya bekerja yaitu USIM, baik pelajar ataupun dosen, sebab USIM merupakan universitas bertaraf Internasional, bahasa pengantar dalam pengajaran adalah Arab dan Inggris, oleh kerena itu dari berbagai negara berdatangan untuk menimba ilmu di universitas tersebut, dan saat ini Kamal sebagai Supervisor 16 student Ph.D, dan 3 student MA, dari 19 muridnya hanya 4 orang melayu berasal dari Indonesia, Malaysia dan Thailand, sedangkan yang lainnya adalah orang Arab yang berasal dari Libya, Omman, Yaman, Kuwait, dll.

Baginya kunci keberhasilan dan keberkahan ilmu terletak pada dua hal, yaitu:

1) Maju ketika orang lain berhenti, terbangun ketika orang lain tertidur, serius ketika orang lain santai, siap menerima kritikan dan saran orang lain.

2) llmu yang dimiliki bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, istiqamah dalam ilmu yang dituntut, bukan karena mengejar dunia (pangkat, jabatan dan harta).

Peranan keluarga ikut menentukan kejayaan seseorang dalam belajar, oleh karena itu, bagi Kamal kedua orangtuanya telah mendidiknya untuk cinta ilmu semenjak kecil, dengan menyuruhnya membaca selalu, di samping itu juga orangtua memberikan dukungan dan pengorbanan materi yang luar biasa (sebab kuliah non-beasiswa), terutama ketika Kamal memasuki jenjang Pascasarjana di Universitas Kairo, di mana universitas tersebut merupakan universitas bergengsi dan paling top di Timur Tengah, oleh karena itu biaya kuliah di sanapun lumayan tinggi.

Dalam perjalanan menimba ilmu di Mesir, tentunya akan menghadapi berbagai ragam kendala, oleh karena itu peranan isteri dan anak-anak sangat membantu, baginya isteri berperan sebagai motivator dengan men-support semangat studi suami, terutama ketika menghadapi kesulitan financial, dalam hal ini minimal isteri dan anak ikut sabar dan tabah menunggu keberhasilan studi sang ayah, betul pepatah mengatakan: “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian”. Memang inilah yang diajarkan Al-Qur’an: “Inna Ma’al ‘Usri Yusran”. [Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan] (As-Syarh: 5). “Sayaj’alullahu Ba’da ‘Usrin Yusran”. [Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan] (At-Thalaq: 7). []

Iklan

One response to “Mengenal Sang Provokator Konflik Sunnah-Syi’ah Indonesia-Malaysia

  1. Syiah akan tetap kuat, meski profokator merong-rong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s