Galeri

“MUI Balikpapan Fasilitasi Konflik Horisontal”

Bismillahirahmannirrahim,

kaosMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan akan menggelar seminar dan bedah buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”, Ahad (27/04/2014). Rencananya, bedah buku yang pertama kalinya di Kalimantan Timur (Kaltim) ini dilangsungkan di Masjid Al Ihsan, Gunung Sari Ilir, Balikpapan.

Sekretaris MUI Balikpapan Muhammad Jailani mengatakan, acara tersebut akan hadir pula Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali M. Da’i.“Buku yang dibahas akan dibagikan secara gratis pada acara tersebut,”

Jailani mengundang seluruh umat Islam di Balikpapan dan sekitarnya untuk datang pada acara ini. Rencananya acara berlangsung pada pukul 08.00-12.30 Waktu Indonesia Tengah.Sebanyak lima ratus ulama, ustadz, dan pengurus masjid di Kaltim diundang membahas buku ini.

IMG_1291Dan sekedar tambahan pada tagl 20 April 2014 telah di deklarasikan di Bandung ALIANSI NASIONAL ANTI SYI’AH dimana salah seorang yang ikut beorasi adalah Abu Jibril telah memerintahkan apabila bertemu orang Syi’ah maka BUNUHLAH dimana acara deklarasi itu juga dihadiri oleh Ketua Aliansi Nasional Anti Syi’ah K.H Athian Ali Da’i.

Deklarasi itu dihadiri sejumlah tokoh intoleran yang rekam jejaknya memang dikenal motor gerakan penyesatan terhadap Syiah. Beberapa tokoh yang hadir adalah KH. Abdul Hamid Baidlowi (NU), Muslim Ibrahim (Ketua MPU Aceh), KH Muhammad Said Abdus Shamad (Ketua LPPI Makassar), KH Maman Abdurrahman (Ketua Persis), KH Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI Balikpapan), KH Ahmad Cholil Ridwan (Ketua MUI Pusat), Muhammad Alkhathath (Sekjen FUI), Farid Ahmad Okbah (Direktur Islamic Center Bekasi), dan KH Athian Ali Dai (Ketua FUUI).

IMG-20131026-WA0051Hate Speech atau ujar kebencian dan provokasi untuk melakukan anarkhisme sudah secara vulgar dan terang-terangan dilakukan oleh mereka yang intoleran dan anti kebhinekaan. Sudah sepatutnya pihak kepolisian bisa bijak dan obyektif dalam melihat masalah ini karena taruhannya adalah PANCASILA, UUD 45, NKRI, KEBHINEKAAN, dan keharmonisan kita hidup berbangsa dan bernegara.

Pesanan asing agar terjadi konflik horisontal antara Sunnah dan Syi’ah sudah mulai digarap serius oleh mereka yang intoleran. Virus pengkafiran, penyesatan dan konflik mazhab mulai mereka bawa dan ingin ditularkan ke masyarakat Kaltim yang selama ini hidup damai dan saling menghargai perbedaan karena mereka tahu bahwa adu domba antar mazhab Islam adalah bahan bakar yang cepat menyulut api sentimen kaum awam.

Demi Masyarakat Kaltim yang cinta damai dimana perbedaan dan kemajemukan menjadi perekat dan tali pemersatu kami selama ini, maka dengan ini kami menyatakan sikap tegas MENOLAK acara dengan kedok bedah buku penyimpangan Syi’ah tersebut.

Bedah buku dan seminar hanyalah ajang propaganda untuk memancing umat untuk menyesatkan Syi’ah yang boleh jadi difahami oleh masyarakat awam sebagai legitimasi dan justifikasi tindakan anarkhis kepada Kaum Muslimin penganut mazhab Syi’ah dan akan berdampak terjadinya benturan-benturan di dalam masyarakat Kaltim dalam konflik-konflik sektarian.

Tulisan ini disampaikan oleh para aktivis “GERAKAN NASIONAL ANTI KEKERASAN, INTOLERANSI DAN EKTRIMISME”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s