Galeri

Ayatullah Ja’far Subhani: Fatwa Bunuh Syiah di Indonesia, Melecehkan Kemanusiaan

133885982dd154efd2804bc355d04cb5Menurut Satu Islam, Ayatullah al Uzhma Ja’far Subhani dalam penyampaiannya pada seminar “Mas’ai Qalam” di kota Qom Republik Islam Iran pada Kamis [1/5] mengatakan, “Sejumlah negara hari ini menyatakan ketegasannya dalam memerangi Syiah, namun Maktab Ahlul Bait as sebagaimana matahari yang akan tetap terus bersinar meskipun musuh-musuhnya benci dan hendak memadamkannya.”

Mengenai pertemuan sejumlah ulama Indonesia di Bandung April lalu yang mengatasnamakan umat Islam dengan mendeklarasikan Aliansi Nasional Anti Syiah, Ayatullah Subhani mengatakan, “Pertemuan tersebut yang didalamnya ada seruan dan fatwa untuk berjihad memerangi Syiah, tentu hal yang sangat aneh. Di abad 21 ini dimana semua orang sedang membicarakan dan menggalakkan upaya tegaknya dan terpenuhinya hak-hak asasi manusia, mereka malah membicarakan bagaimana merenggut nyawa dan merampas hak-hak orang lain.”

“Agama-agama lain di Indonesia, khususnya Kristen mendapat ruang untuk mereka dengan gencar mempromosikan ajaran-ajaran mereka. Namun, Syiah yang masih dalam lingkup internal Islam, sebaliknya malah disikapi dengan keluarnya fatwa penghalalan darah untuk mereka.” Tambahnya.

Guru besar Hauzah Ilmiah Qom Iran tersebut menambahkan, “Sangat disayangkan, hari ini kebencian terhadap Syiah semakin keras. Pihak-pihak anti Syiah menyatukan kekuatan untuk menyerang mazhab ini dari segala sisi. Tujuan mereka adalah untuk melumpuhkan dan melemahkan mazhab ini. Namun dengan kayanya khazanah dan keilmuan yang terdapat dalam Islam dan maktab Syiah, mereka sampai kapanpun tidak akan mampu mencapai tujuan mereka.”

“Agama Islam dan para Syiah ibarat matahari, dan mereka para musuh hanyalah ibarat awan yang menggumpal. Yang suatu waktu akan menyingkir dengan sendirinya karena tidak mampu menepis dan menutupi semua sinar matahari, yang dengan itu bumi akan kembali ditimpa sinar matahari yang menghangatkannya.” Lanjutnya.

Ulama marja taklid muslim Syiah tersebut dalam penyampaiannya kembali melanjutkan, “Syiah bukanlah mazhab baru, yang lahir kemarin sore. Bahkan usia mazhab ini sepanjang usia Islam itu sendiri. Kalau mereka mengakui generasi salaf [terdahulu] jauh lebih baik dan berilmu dari mereka, yang dengan itu Syiah tidak juga mampu dilumpuhkan, lantas sebenarnya mereka mau apa?. Karena kewalahan tidak mampu menghadapi Syiah secara akademis dan ilmiah, merekapun menempuh cara kekerasan dengan mengeluarkan fatwa penghalalan darah dan perang atas Syiah. Hal tersebut, justru membuat musuh-musuh Islam kegirangan, dan turut berperan dengan menggelontorkan banyak dana untuk memuluskan agenda mereka, melemahkan umat Islam.”

“Kebutuhan umat Islam saat ini adalah persatuan. Musuh-musuh agama ini semakin dasyhat melancarkan permusuhan terhadap Islam. Sementara dalam internal Islam sendiri, kita masih juga disibukkan oleh pertentangan mazhab. Islam punya syariat haji, yang menegaskan bahwa betapa mungkinnya persatuan Islam itu terwujud.”

“Ritual-ritual dalam ibadah haji itu mampu mengikis keakuan diri dan egoisme. Hikmah dari semua rangkaian haji adalah penghambaan diri pada Allah SWT. Seruan sosialnya adalah, persaudaraan dan persatuan Islam. Perbedaan apapun yang ada, lebur menjadi satu. Umat Islam dari manapun asalnya, suku, warna kulit, bahasa dan aliran mazhabnya menjadi satu disisi Ka’bah, dipersamakan oleh syariat Haji dan pengikraran bahwa mereka semua adalah pengikut Ibrahim as.”

“Semua amalan haji seperti tawaf, taharah, penyembelihan kurban dan seterusnya, memiliki pesan-pesan politik dan sosial yang tidak bisa diabaikan. Sayang, masih banyak dari umat Islam belum mampu menyerap makna dan hikmah dari semua rangkaian syariat tersebut, sehingga ritualitas haji setiap tahunnya hanya terjebak dalam seremonial belaka.”

Seminar yang diselenggarakan Departemen Haji dan Umrah Republik Islam Iran di kota Qom tersebut juga di hadiri sejumlah ulama seperti Ayatullah Shafi Ghulpaghani, Ayatullah Jawadi Amuli, Ayatullah Muhammad Muhammad Rai Syahri, Hujjatul Islam Rasul Ja’farian dan sejumlah pejabat dan cendekiawan Islam lainnya.

http://www.abna.ir/indonesian/service/important/archive/2014/05/03/606355/story.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s