Galeri

Nasehat Imam Ali Berpegang Teguhlah Kepada Al-Qur’an

Imam AliKepada puteranya sendiri, Al Hassan as., tidak jemu jemunya ia berpesan agar jangan sekali-kali menantang orang berkelahi atau berperang-tanding :

“Tetapi jika orang itu menantang, jawab tantangan itu dan hadapilah. Sebab orang yang berbuat seperti itu ialah orang dzalim, dan tiap orang dzalim wajib dilawan,” demikian ujar Imam Ali as dengan tandas dan tegas.

“Bukti keberanian ialah engkau harus mengutamakan kejujuran dan bukannya kebohongan, walau kejujuran itu akan mengakibatkan kerugian, dan kebohongan akan mengakibatkan keberuntungan. Dalam berbicara dengan orang lain hendaknya engkau tetap selalu taqwa dan patuh kepada Allah s.w.t.”

“Berbahagialah orang yang hidup zuhud di dunia, orang-orang yang merindukan akhirat. Mereka itulah orang-orang yang menjadikan bumi ini sebagai hamparan, menjadikan pasirnya sebagai kasur, menjadikan airnya sebagai nikmat, menjadikan doa sebagai syi’ar, menjadikan Al-Qur’an sebagai selimut, dan meninggalkan dunia ini dengan cara seperti Isa bin Maryam as.!”

“Orang-orang yang beribadah kepada Allah karena pamrih, sama seperti ibadahnya kaum pedagang. Orang-orang yang beribadah karna takut, sama seperti ibadahnya seorang budak. Orang yang beribadah karena syukur, itulah ibadahnya manusia merdeka!”

Imam Ali as berkata:

“Kalian wajib mengetahui, bahwa Al-Qur’an itu adalah nasehat yang tak pernah palsu, pembimbing yang tak pernah sesat, dan pembicara yang tak kenal dusta. Tiap orang yang duduk membaca Al-Qur’an, ia pasti memperoleh tambahan atau pengurangan, yaitu tambahan hidayat atau pengurangan ketidak-tahuan. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih unggul dan lebih tinggi bagi seseorang daripada Al-Qur’an.”

“Oleh karena itu sembuhkanlah penyakit kalian dengan Al-Qur’an, dan dengan Al-Qur’an mohonlah pertolongan kepada Allah untuk mengatasi kesukaran kalian. Dalam Al-Qur’an terdapat obat penyembuh bagi penyakit yang paling parah, yaitu penyakit kufur, kemunafikan dan kesesatan. Mohonlah kepada Allah dengan Al-Qur’an dan dengan mencintai Al-Qur’an hadapkanlah diri kalian ke hadirat-Nya. Janganlah dengan Al-Qur’an kalian meminta sesuatu kepada makhluk Allah. Semua hamba Allah tidak dapat menghadapkan diri kepada-Nya melalui sesama makhluk.

“Dan ketahuilah, bahwa Al-Qur’an adalah pemberi syafa’at yang benar-benar dapat diharapkan. Juga merupakan pembicara terpercaya. Barang siapa memperoleh syafa’at dari Al-Qur’an pada hari kiyamat, berarti ia memperoleh syafa’at yang sejati. Dan Barang siapa yang dinilai buruk oleh Al-Qur’an, pada hari kiyamat ia tidak akan dipercaya. Pada hari kiyamat akan terdengar suara berseru: ‘Bukankah orang yang berbuat akan diuji dengan perbuatannya sendiri dan akan diuji pula oleh akibat dari perbuatannya itu, kecuali orang yang berbuat menurut ajaran Al-Qur’an?’…”

“Oleh sebab itu jadilah kalian orang-orang yang berbuat sesuai dengan Al-Qur’an dan mengikuti ajaran-ajarannya. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penasehat bagi diri kalian. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pembimbing fikiran dan pendapat kalian, dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai pencegah hawa nafsu!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s