Galeri

Penyerangan Majelis Az-Zikra Janggal

Ma’arif Institute: Penyerangan Majelis Az-Zikra Janggal

170928_arifinilham

Tak ada asap kalau tak ada api. Seperti kita ketahui bersama fakta yang terjadi di lapangan bukanlah penyerangan. Berawal dari keinginan sekelompok orang yang menginginkan kedamaian dan keharmonisan sesama anak bangsa berpatroli mencari dan menurunkan spanduk-spanduk yang provokatif yang bisa memicu instabilitas tetapi berujung pada perkelahian. Pihak keamanan adz-Zikra keberatan dengan penurunan spanduk itu akhirnya perkelahian tak bisa dihindari. Jadi sekali lagi tidak ada PENYERANGAN yang ada adalah PERKELAHIAN.

Media-media mainstream, takfiri, dan intoleran gegap gempita memberitakan inseden penurunan spanduk provokatif dari sekelompok orang yang menamakan diri kelompok cinta NKRI sebagai penyerangan. Media-media itu terus melakukan penggiring opini bahwa Sunnah-Syi’ah berkonflik bahkan kelompok intoleran itu ingin menjadikan Negeri ini mengikuti agenda besar Zionis dan gerakan Salafi Wahabi Internasional dalam menciptakan pertikaian dan pertentangan di dalam tubuh kaum Muslimin.

Kita semua perlu waspada akan tangan-tangan kotor yang bermain dalam insiden penurunan spanduk itu dan menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan provokasi dan penyebaran kebencian lebih luas lagi. Sunnah-Syi’ah bersaudara, sama-sama Kaum Muslimin dan wajib menjalin Ukhuwah.

Zionis, Salafy Wahabi dan kelompok Takfiri lintas mazhab tak akan pernah rela dan senang apabila Sunnah dan Syi’ah menjalin Ukhuwah.

TENGKU ZULKARNAIN : ” SYI’AH BUKAN BAGIAN DARI ISLAM”

Seperti kita ketahui bersama Majelis Ulama Indonesia telah usai menggelar Kongres Umat Islam ke enam di Yogyakarta pada 8-11 Februari 2015 di Yogyakarta, pertemuan terbesar umat Islam itu akan mengambil tema Politik Islam Indonesia sebagai gerakan Penguatan Ekonomi dan Peradaban Umat.

Seperti diberitakan republika.co.id dan media online lainnya – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI tidak mengundang Syiah.

“Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) tidak diundang dalam Kongres Umat Islam. Mereka bukan bagian dari Islam,” ujar Tengku, Selasa, (10/2).

Tidak diundangnya organisasi Syiah ke acara ini menunjukkan kalau Syiah dianggap di luar pagar. Pihak yang diundang hanya organisasi Islam, IJABI dan ABI bukan organisasi Islam.

Catatan: Tengku Zulkarnain Wakil Sekjen MUI adalah tokoh intoleran dan takfiri seorang yang sangat gigih dalam memecah-belah umat dengan isyu-isyu sektarian terutama dalam menyesatkan dan mengkafirkan Syi’ah yang notabene merupakan bagian yang tak terpisahkan dari umat Islam.

sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/02/10/njk42x-ini-alasan-syiah-tak-diundang-di-kongres-umat-islam-indonesia

Kamis, 12 Februari 2015 13:47 WIB |
Pewarta: Anom Prihantoro

“… yang terjadi selama ini khan mereka sering kali menjadi korban karena minoritas yang dianggap sesat. Kasus Sampang contoh nyata…”

Jakarta (ANTARA News) – Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan, terdapat kejanggalan dalam penyerangan sekelompok preman yang mengaku penganut Syiah ke kampung Majelis Az-Zikra, pimpinan Ustadz Arifin Ilham, di Sentul, Kabupaten Bogor.

“Insiden harus disikapi dengan pikiran jernih. Ada beberapa kejanggalan,” katanya, di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan kejanggalan tersebut yaitu pertama, selama ini belum pernah terjadi penganut Syiah melakukan aksi intimidasi apalagi teror terhadap kelompok-kelompok mayoritas.

“Itu bunuh diri jika benar kelompok Syiah yang melakukan aksi premanisme itu. Justru yang terjadi selama ini khan mereka sering kali menjadi korban karena minoritas yang dianggap sesat. Kasus Sampang contoh nyata,” kata dia.

Kedua, Syiah di Indonesia sedang dalam sorotan seiring konflik-konflik sektarian di Timur Tengah yang melibatkan kelompok Syiah dan Sunni.

Fatwa sesat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia, dikatakan dia, telah membuat Syiah dicurigai dan mudah untuk dikambinghitamkan.

“Sikap Arifin Ilham selaku pimpinan Majelis Dzikir Az-zikra yang menyerahkan proses hukum para pelaku penyerangan kepada kepolisian patut diapresiasi,” katanya.

Untuk itu, Fajar meminta polisi untuk mengusut dan menuntaskan kasus ini sesegera mungkin agar permasalahan tidak merembet kemana-mana.

“Ini bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi. Pada saat yang sama, masyarakat dan media jangan pula memprovokasi dengan tindakan-tindakan yang mempertunjukan kebencian kepada Syiah,” kata dia.

Editor: Ade Marboen

http://www.antaranews.com/berita/479669/maarif-institute-penyerangan-majelis-az-zikra-janggal

Dirjen Bimas Islam Kemenag: “Tak Masuk Akal Syiah Lakukan Penyerangan Az-Zikra”

Komplek Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menurut Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Machasin, pelaku penyerangan kompleks Majelis Zikir Az Zikra pimpinan Ustaz Arifin Ilham di Sentul, Bogor, Jawa Barat, belum tentu merupakan kelompok Syiah.

Kendati kelompok penyerangan itu diduga mengatasnamakan syiah, namun menurutnya justru sulit diterima logika.

“Kalau perhitungan saya, sulit diterima logika itu betul-betul orang Syiah yang melakukan,” ujar Machasin pada Republika, Kamis (12/2).

Machasin menyampaikan, Ahlul Bait Indonesia (ABI) juga telah mengeluarkan pernyataan pelaku penyerangan itu tidak jelas. Selain itu kasus tersebut juga sudah dinyatakan resmi berada di luar pengetahuan dan tanggung jawab ABI.

Sementara Machasin sendiri menduga kelompok penyerangan itu bukan dari syiah. Kendati bilapun benar, artinya ini menurut dia, merupakan kasus penyerangan pertama yang dilakukan Syiah di Indonesia.

Ia berpendapat, Syiah adalah sebuah kelompok kecil yang selama ini tidak memiliki kebiasaan melakukan penyerangan seperti itu. Ia mencurigai pengatasnamaan Syiah dalam kasus ini hanyalah adu domba.

“Saya rasa tak masuk akal kalau Syiah yang melakukan. Logikanya apa, Syiah sekarang ini katakanlah sedang disoroti orang,” kata dia.

Meski demikian, Machasin tetap mendorong agar kasus tersebut diusut sampai tuntas. Termasuk soal pelaku penyerangan juga diserahkan pada penyelidikan.

Selain itu Machasin mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh insiden penyerangan kompleks Az Zikra Sentul Bogor tersebut.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/02/12/njni2d-tak-masuk-akal-syiah-lakukan-penyerangan-az-zikra

161938_syiah

Spanduk diduga picu penyerangan Majelis Az-Zikra
Kamis, 12 Februari 2015 15:10 WIB | 3.934 Views
Pewarta: Laily Rahmawati

… tidak tahu siapa yang masang, spanduknya ada dipasang sekeliling kompleks, ada foto ustadz (Arifin Ilhan) juga…

Bogor (ANTARA News) – Penyerangan oleh sekelompok massa ke kompleks pemukiman Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham dipicu spanduk yang diduga berisi penolakan aliran Syiah. Hingga saat ini belum diketahui orang atau pihak yang memasang spanduk itu.

“Ramainya tadi malam, sekarang sudah aman dan kondusif hanya banyak petugas yang berjaga-jaga,” kata saksi mata kejadian penyerangan, yang tidak mau disebutkan namanya dan ditemui di kompleks Majelis Az-Zikra itu, di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Menurut pedagang komplang di kompleks Majelis Az-Zikra itu, penyerangan oleh kelompok massa karena ada spanduk penolakan Syiah yang terpasang di sekitar kompleks masjid yang didirikan atas bantuan Moamar Khadafi itu.

Ia mengatakan, spanduk itu diduga berisi imbauan penolakan terhadap aliran syiah, seolah menyatakan sikap bahwa jamaah Masjid Az-Zikra menolak aliran agama Islam itu.

“Saya tidak tahu siapa yang masang, spanduknya ada dipasang sekeliling kompleks, ada foto ustadz (Arifin Ilhan) juga,” katanya.

Saksi mata itu tidak paham benar isi alias kata-kata ataupun gambar spanduk itu, namun dia memastikan dugaannya berisi penolakan atas aliran syiah dan ada foto ustadz Arifin Ilham di dalamnya.

Ia tidak tahu siapa kelompok massa penyerang kompleks Az-Zikra hingga melukai salah seorang satpam yang bertugas malam itu.

“Tapi ini katanya mau berdamai dari pihak penyerangnya. Katanya beberapa dari orang yang menyerang itu sebagian anggota Forum Betawi Bersatu cabang Bogor,” katanya.

Sementara itu, pantauan ANTARA, di Masjid Az-Zikra, Sentul Kabupaten Bogor, suasana di sekitar masjid kondusif, jamaah yang datang bisa beraktivitas ibadah shalat seperti biasa.

Polisi menjaga di gerbang masuk masjid, ada juga anggota Satpol PP setempat yang berjaga di jalan arah masuk kompleks perumahan. Sedangkan anggota Brimob berjaga-jaga di radius 1 km dari masjid yakni di jalan dekat tol dari arah Bellanova.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, terjadi penyerangan oleh sekelompok massa laki-laki berjumlah 38 orang ke komplek perumahan Az-Zikra, Sentul.

Massa tersebut datang mempertanyakan siapa yang memasang spanduk penolakan syiah di kompleks masjid tersebut.

Kedatangan kelompok massa diterima Faisal Karim, anggota satpam masjid. Diduga karena tidak mendapatkan jawaban memuaskan, massa menyerangan Karim, sehingga dia luka sobek di bibir dan lebam di pipi.

Saat ini 38 orang massa itu telah dibawa ke Polres Bogor untuk diperiksa. “Kami belum tahu pasti massa dari kelompok mana dan asalnya dimana. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena.

Editor: Ade Marboen

http://www.antaranews.com/berita/479684/spanduk-diduga-picu-penyerangan-majelis-az-zikra

Kabag Humas Polres Bogor: Tak Ada Penyerangan Terhadap Az Zikra

12 February, 2015

Pemberitaan tentang penyerangan terhadap Az Zikra, di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat oleh sekelompok orang tadi malam (11/2) marak diberitakan oleh sejumlah media online maupun media sosial.

Namun pemberitaan penyerangan terhadap Az Zikra tersebut dibantah oleh Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena.
“Bukan menyerang Az Zikra, bukan!” tegas Ita.

Hal tersebut disampaikan oleh Ita saat ditemui oleh tim ABI Press, Kamis (12/2) di kantor Polres Bogor.

Lebih lanjut Ita menjelaskan bahwa yang terjadi adalah ada sekelompok orang menanyakan siapa yang memasang spanduk tentang Syiah dan karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan akhirnya terjadilah perkelahian yang mengakibatkan satpam Az Zikra terluka.

Ita kemudian menghimbau para awak media agar sebelum menurunkan pemberitaan, mesti melakukan konfirmasi dulu ke pihak berwenang, dalam hal ini pihak Polres, dan jangan langsung memunculkan berita simpang-siur di media sosial atau media online.

“Kalau pas baca itu kan kesannya Az Zikra diserang. Padahal kan tidak ada penyerangan,” tegas Kasubag Humas Polres Bogor tersebut.

Pernyataan resmi pihak kepolisian ini tentu saja membuyarkan tuduhan awal dalam beberapa pemberitaan yang menyatakan Az Zikra diserang dan juga menjadi pelajaran bagi masyarakat luas untuk selalu melakukan konfirmasi atas setiap pemberitaan yang ada di media cetak maupun media online, apalagi media sosial. (Lutfi/Yudhi)

http://ahlulbaitindonesia.org/berita/7444/kabag-humas-polres-bogor-tak-ada-penyerangan-terhadap-az-zikra/

Kampung Arifin Ilham Diserang
Preman Penyerang Kampung Az-Zikra Menilai Spanduk Anti Syiah Merusak NKRI

Jakarta – Faisal Salim, kepala keamanan Perumahan Muslim Bukit Az-Zikra di Sentul, Bogor, babak belur dihajar puluhan preman yang merasa terganggu dengan pemasangan spanduk anti Syiah di perumahan itu. Para preman dari luar daerah itu menilai spanduk anti Syiah ini merusak NKRI.

“Saya dituding ISIS, lalu terus dipukuli. Mereka bilang spanduk itu menyulut permasalahan. Spanduk itu disebut anti-Pancasila dan anti-NKRI,” kata Faisal di Mapolres Kabupaten Bogor, Jl Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (12/2/2015). Faisal datang ke polres untuk mengajukan laporan mengenai pemukulan itu.

Para preman ini menghajar Faisal sambil bertanya siapa yang memasang spanduk bertuliskan ‘Kami Warga Pemukiman Muslim Bukit Az-Zikra Sentul Menolak Paham Syiah’ di pemukiman tersebut. “Mereka terus bertanya agar saya tidak menutup-nutupi siapa yang memasang spanduk itu,” katanya.

Pemukulan ini terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 22.00 WIB – 23.00 WIB. Saat itu Faisal baru saja mengeluarkan mobilnya untuk menjemput istrinya di Jakarta. Di dalam mobil terdapat putrinya yang berusia 17 tahun. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang menanyakan siapa yang memasang spanduk anti syiah itu.

Mereka sempat mendorong-dorong Faisal, lalu ada seorang bernama Ibrahim yang pura-pura jatuh sambil mengaku dirinya dipukul lalu menyuruh preman-preman ini menyerang Faisal.

Para preman yang mengaku bukan Syiah dan bukan warga sekitar Az-Zikra itu kini masihd diperiksa di Mapolres. Mereka bungkam saat ditanya wartawan siapa yang mensponsori aksi mereka.

sumber: detik.com

Ini Alasan Penyerang Serang Kampung Az-Zikra

Jakarta – Puluhan orang menyerang Perumahan Muslim Bukit Az-Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor. Alasan penyerangan ini karena adanya spanduk anti-Syiah yang dipasang warga Az-Zikra.

“Karena adanya spanduk-spanduk yang bersifat SARA, yang berhubungan dengan mazhab tertentu. Jadi kesalahpahaman ini agar nantinya isu-isu SARA tidak meluas, melebar,” kata kerabat salah seorang penyerang yang mengaku bernama Lukman Husain di Polres Kabupaten Bogor di Jl Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2015).

Lukman mengatakan rekan-rekannya ingin menjaga kerukunan antar umat beragama dengan meminta spanduk anti-Syiah yang dipasang warga Az-Zikra diturunkan. “Agar nantinya tidak timbul efek-efek negatif,” ujarnya.

Lukman menyebut penyerangan itu tak direncanakan. Para penyerang berasal dari Cibinong, Jakarta, dan Tangerang. Tuntutan para penyerang hanya spanduk diturunkan.

“Tidak ada penyerangan, harapannya hanya untuk penurunan spanduk yang provokatif dan ingin mengetahui siapa yang memasang. Proses penurunan spanduk sudah melapor ke Polsek setempat, saya menduga ada pihak-pihak tertentu yang mem-blow up,” ujarnya.

Dia berharap agar kejadian ini tak berlanjut. Lukman meminta pihak berwenang turun tangan.
Dalam aksi penyerangan sekelompok massa itu, satpam Az-Zikra bernama Faisal Salim, menderita luka-luka. Faisal bahkan dituduh ISIS oleh penyerang karena anti-Syiah.

http://news.detik.com/read/2015/02/12/181246/2831582/10/ini-alasan-penyerang-serang-kampung-az-zikra?nd771104bcj

Kampung Arifin Ilham Diserang
Az Zikra Diserang, Ustad Arifin: Kalau Salah Satu Diserang, Kami Bersama Lagi

IMG-20150212-WA0068

Jakarta – Tak pernah terbayangkan sebelumnya perkampungan Az Zikra Arifin Ilham, Sentul diserang oleh sekelompok tak dikenal. Puluhan motor dan sejumlah orang merangsek masuk ke perumahan itu dan berteriak-teriak memecah kesunyian malam.

“Tadi malam gerombolan, gemuruh motor, luar biasa tidak terbayangkan,” ujar Arifin di Perumahan Az Zikra, Kamis (12/2/2015). Didampingi oleh para tokoh muslim, Arifin mengecam aksi bar-bar tersebut.

“Zikir dan doa sejata kami. Jihad dan dakwah jalan kami. Sekarang Allah menggiring kami ke wilayah muksin, jihad. Azzikra majelis kami tebarkan kedamaian,” lanjutnya.

10941422_349733848563926_9066786432470197805_nDia pun mengecam aksi pemberontakan seperti itu di malam hari. Sebab menurutnya, penyerangan semalam bukan hanya melukai para penghuni di Az Zikra, tetapi juga umat Islam.

“Sekarang kami buat pernyataan bersama, kalau ada salah satu dari kita diserang paham sesat kita bersama lagi. Bukan hanya atas nama Az Zikra, tapi atas nama umat Islam. Pernyataan itu dibuat saja segera,” lanjutnya.

Arifin sempat bercerita semalam dia tidak tahu persis kejadiannya seperti apa. Sebab, dirinya bermalam di rumah istri keduanya.

“Istri Arifin yang pertama tak bisa tidur sampai jam 23.30 WIB. Untungnya, Arifin lagi di rumah istri yang kedua,” ucapnya.

http://news.detik.com/read/2015/02/12/170752/2831490/10/az-zikra-diserang-ustad-arifin-kalau-salah-satu-diserang-kami-bersama-lagi?nd771104bcj

15 Ciri-ciri Orang Syiah

Kamis, 25 Desember 2014

Tulisan di situs resmi adz-Zikra tanggal 25 Desember 2014 ini jelas menyebutkan secara eksplisit bahwa Syi’ah bukan bagian dari mazhab Islam. Sumber berita ini jelas dari LPPI Makassar sebuah lembaga kajian Wahabi Salafy Takfiri yang bekerja 24 jam untuk mengadu-domba umat dengan fitnah dan kedustaan dengan tema Sunnah-Syiah.

Ustadz Arifin Ilham haruslah dimintai pertanggung-jawaban terhadap penyebaran kebencian dengan segala upaya provokatif yang akan bermuara kepada konflik horisontal.

PENGANUT Syiah—di negara seperti Indonesia—selalu bersembunyi dalam segala hal, terutama mereka mengklaim bahwa Syiah merupakan bagian madzhab dalam Islam. Padahal sebenarnya tidak. Dalam istilah Syiah, hal itu disebut “Taqiyah”. Namun sebenarnya ada beberapa yang bisa kita perhatikan dari penganut Syiah dari 15 ciri-cirinya berikut ini:

1) Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang arab hanya saja warnanya hitam.

2) Tidak shalat Jum’at. Meskipun shalat Jumat bersama jamaah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syiah tidak meyakini keabsahan shalat Jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.

3) Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.

4) Pengikut Syiah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.

5) Mayoritas pengikut Syiah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/ tanah yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak di dekat orang lain.

6) Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.

7) Anda tidak akan mendapatkan penganut Syiah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlussunnah.

8) Anda juga akan melihat penganut Syiah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husein radhiyallahu anhum.

9) Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.

10) Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak langsung berbuka puasa setelah adzan maghrib; dalam hal ini Syiah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit. Dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. Mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah.

11) Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar.

12) Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syiah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.

syiah-edan

13) Orang Syiah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.

14) Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syiah. Oleh sebab itu Anda akan dapati;

15) Orang-orang Syiah getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putri, dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syiah sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syiah, maka para pengikut Syiah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syiah menjerat mereka bergabung dengan agama Syiah.

Kesimpulannya, cirri-ciri mereka sangat banyak. Selain yang kami sebutkan di atas masih banyak cirri-ciri lainnya, sehingga tidak mungkin bagi kita untuk menjelaskan semuanya di sini. Namun cara yang paling praktis ialah dengan memperhatikan raut wajah. Wajah mereka merah padam jika anda mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila anda menghujat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafshah, atau sahabat-sahabat lainnya radhiyallahu anhum tidak ada sedikitpun tanda-tanda kegundahan di wajahnya

Akhirnya, dengan hati yang terang Ahlussunnah dapat mengenali pengikut Syiah dari wajah hitam mereka karena tidak memiliki keberkahan, jika Anda perhatikan wajah mereka maka Anda akan membuktikan kebenaran penilaian ini, dan inilah hukuman bagi siapa saja yang mencela dan menyepelekan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para ibunda kaum Muslimin radhiyallahu anhunn yang dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

[sumber: lppimakassar]

http://azzikra.com/15-ciri-ciri-orang-syiah/
Ciri2

KH Muhyiddin: Jangan Tebar Kebencian
Kamis, 12 Februari 2015 | 14:18 WIB

POJOKSATU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat suara soal penyerangan Komplek Majelis Az Zikra pimpinan Ustaz Arifin Ilham di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Penyerangan itu dilakukan puluhan preman yang diduga berasal dari kelompok Syiah.

Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyiddin Junaidi mengatakan, penyerangan terjadi karena ada sebab akibat. Penyebabnya adalah Majelis Az Zikra memasang spanduk anti Syiah di area masjid. Hal itulah yang memicu penyerangan.

Muhyiddin Junaidi yang juga mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor itu mengatakan, sejauh ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Syiah. Fatwa yang dikeluarkan pada tahun 2004 itu hanya mewaspadai faham Syiah.

“Memang ada aliran Syiah yang sesat, tetapi ada juga yang tidak. Karena itu, sampai hari ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa Syiah sesat,” ujar Muhyiddin Junaidi saat dihubungi pojoksatu.id, Kamis (12/2/2015).

Pernyataan Muhyiddin Junaidi ini sekaligus meluruskan keterangan Ustaz Arifin Ilham di laman Faceboknya. Dalam akun itu disebutkan “Faham Syiah adalah ajaran yang difatwakan Majelis Ulama Indonesia Sesat”.

Menurut Muhyiddin Junaidi, pemasangan spanduk yang menebar kebencian di masjid seharusnya dihindari. Sebab, masjid itu merupakan ruang publik. “Janganlah menunjukkan kebencian kepada kelompok atau orang lain, itu tidak baik,”

Diberitakan sebelumnya, kompleks Majelis Az Zikra pimpinan Ustaz Arifin Ilham di Sentul, Bogor, Jawa Barat, diserang puluhan preman yang mengaku dari kelompok Syiah, Rabu (11/2) malam sekitar pukul 23:00.

Ustaz Arifin Ilham menjelaskan kronologi penyerangan tersebut. Menurut Arifin Ilham, para penyerang menculik dan menganiaya salah satu aktivis masjid Az Zikra bernama Faisal. Penyerang mengaku sebagai penganut faham Syiah dari Tangerang.

“Allahu Akbar, malam Kamis ini sekitar pukul 23:00, kampung Majelis Az Zikra diserbu segerombolan preman yang mengaku dari faham Syiah yang dipimpin oleh seorang yang mengaku Habib Ibrahim,” tulis Ustaz Arifin Ilham di laman Facebooknya. (one)

http://pojoksatu.id/pojok-news/2015/02/12/markas-az-zikra-diserang-mui-salahkan-ustaz-arifin-ilham/

SURAT TERBUKA KEPADA USTADZ ARIFIN ILHAM

Kepada Ustadz Arifin Ilham

Anda berkata Syiah menyerang, menculik, dan menghancurkan tempat anda. padahal tak ada yang diculik dan tak ada juga yang bangunan yang dihancurkan. dan begitu mudahnya mulut anda berteriak jihad?
ya Ustad, kenalkah anda dgn syahid Hamama? tahukah anda siapa Muhaimin putra Hamama? pernahkan anda menghitung berapa rumah yang dibakar dan berapa ratus warga Muslim Syiah Sampang yang hingga kini, dua tahun sudah terlunta di pengungsian…?

Betapa pun itu semua, tak pernah kami mengatakan bahwa Sunni membunuh Syiah. bahkan Hamama sebelum meninggal berwasiat pada putranya, agar tak menyimpan dendam dan memaafkan pembunuh ayahnya.
ya ustad? apakah dzikir anda tak pernah melebihi tenggorokan anda?,
demi Allah kami berlepas diri dari urusan ini dan biarlah Allah menjadi hakim di antara kita….

Salam Ukhuwah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s