Galeri

Pemerintah Tutup 19 Situs Radikal Wahabi Salafi

INDONESIA DARURAT RADIKALISME DAN TERORISME WAHABI SALAFI

14197454091437321390Dari hari ke hari kita melihat kelompok Wahabi Salafi ekstrem, radikal, dan intoleran dengan bebas melakukan segala provokasi, adu-domba dan fitnah baik antar sesama Kau Muslimin, adu-domba antar Agama maupun adu-domba antar rakyat dan Pemerintah. Semua mereka lakukan dengan massifnya dan sistematis terutama propaganda di dunia maya yang banyak memberikan pengaruh dan kontribusi bagi tumbuh suburnya faham-faham radikal dan intoleran dan merekrut kaum muda untuk selanjutnya dilakukan program cuci otak untuk menjadi teroris.

K.H.Alawi Nurul Alam al-Bantani ditemui ditempat terpisah menjelaskan secara detail bagaimana radikalisme dan terorisme ini adalah buah dari sebuah keyakinan Wahabi Salafi Radikal.

Sebagai Ketua Gerakan Nasional Anti Kekerasan dan Intoleransi (GENERASI) dan juga sebagai Ketua LTM-ASWAJA CENTER K.H. Alawi mengatakan dengan tegas bahwa bangsa ini telah melihat dan mengakui rekam jejak mereka membuat perpecahan dan segala macam teror di negeri ini dan tak ada orang yang berpikiran waras menafikan hal ini.

Serangkaian pengeboman mereka lakukan dari Bom Bali, Bom JW.Marriot, Bom Malam Natal dan Bom-Bom lainnya semua dilakakukan oleh mereka yang mengklaim diri sebagai pengikut Mazhab Wahabi Salafi.

Begitu juga banyaknya veteran-veteran perang Afghan, Moro, Suriah memberikan pengaruh terhadap rekrutmen calon-calon radikalis dimana pengalaman mereka seperti keahlian dalam merakit bom, menggunakan senjata menjadikan mereka sebagai mentor-mentor “Mujahidin” (teroris generasi baru).

Wahabi Salafi sebuah sekte radikal yang memiliki ideologi teror dan horor yaitu Ideologi Takfir sebuah keyakinan bahwa siapa saja yang berbeda dengan pemahaman prinsip dengan mereka mereka kafirkan dan mereka halalkan darahnya.

Mereka mudah dikenali dengan ciri-ciri fisik dengan jenggot dan memakai celana cingkrang (diatas mata kaki)

Sebagai Bangsa dengan jumlah Kaum Muslimin terbesar dunia kita tak mau wajah Islam yang sejuk dan teduh diwakili oleh orang-orang radikal yang haus darah. Lalu dengan cara apa kita harus menghadapi dan mengantisipasinya?

Radikalisme hanya bisa dilawan dengan Pemahaman Agama yang benar serta penghayatan dan pengamalan Pancasila.
Pancasila sebagai implementasi ajaran-ajaran Agama yang Universal bisa dijadikan benteng pertahanan dalam menghalau segala bentuk radikalisme dan intoleransi.

Pemerintah dalam hal ini BNPT secara konsisten dan konsekwen dalam memberantas terorisme bekerjasama dengan lembaga-lembaga Internasional, N.G.O, kampus-kampus melakukan kajian secara seksama bahwa masalah Terorisme dan Radikalisme (Takfiri) sudah terlalu parah di mana tidak bisa diatasi hanya melalui solusi militer semata. Masalah ini harus terlebih dahulu ditangani pada tingkat intelektual, ilmiah dan budaya. Islam, bangsa dan masyarakat sedang terancam oleh pemikiran Ekstremisme dan Radikalisme (Takfiri). Kita harus mengatasi akar masalah, bukan menangani dampaknya.

Oleh karena itu BNPT melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir 19 situs penggerak paham radikalisme (Wahabi Salafi) melalui surat nomor 149/K.BNPT/3/2015, BNPT meminta 19 situs diblokir karena dianggap sebagai situs penggerak paham radikalisme dan sebagai simpatisan teroris.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismail Cawidu, Senin 30 Maret 2015, menjelaskan pemblokiran tersebut atas permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan terorisme (BNPT).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membenarkan adanya pemblokiran situs-situs yang menyebarkan paham radikalisme. Pemblokiran dilakukan atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Memang ada permintaan dari BNPT, diproses oleh teman-teman APTIKA (Aplikasi Informatika) trans positif. Cuma hasilnya seperti apa belum tahu,” kata Rudiantara di Istana Kepresidenan, Senin (30/3/2015).

Meski demikian, lanjut Rudiantara, apabila permintaan disampaikan langsung oleh BNPT maka hampir pasti situs-situs itu terkait dengan radikalisme dan terorisme. Menurut Rudiantara, permintaan pemblokiran disampaikan BNPT pada Jumat (27/3/2015) lalu. “Langsung saya minta trans positif untuk diproses, mereka akan melakukan pengecekan, prosedur biasa,” ujar dia.

Langkah selanjutnya, sebut Rudiantara, yang dilakukan adalah dengan meminta internet service provider (ISP) untuk memblokir situs-situs yang dianggap menyebar paham radikalisme itu. Lamanya proses pemblokiran itu tergantung pada ISP.

Menurut Rudiantara, pemblokiran terhadap situs radikal lebih sulit dibandingkan memblokir situs porno. Selama ini, pemerintah hanya akan bergerak apabila ada laporan. Sebab, situs-situs radikal memiliki kata kunci yang lebih beragam dan tidak terang-terangan. Rudiantara pun tak membantah beberapa situs radikal bahkan ada yang berbalut berita.

Surat Kemkominfo kepada Penyelenggara ISP supaya memblokir 19 situs media Islam.Dari 19 situs penggerak radikalimse terdapat beberapa situs yang sudah cukup familiar yaitu, arrahmah.com, voa-islam.com.

Ke-19 situs media Islam yang diminta supaya diblokir itu antara lain:

1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com

Sebelumnya, sudah ada tiga website yang diblokir oleh Kemkominfo. Ketiganya adalah shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicatate.blogspot.com. Maka dengan adanya tambahan permintaan blokir terhadap 19 website ini, kata Ismail, jumlahnya mencapai 22 website.”Pertama, tiga, lalu 19. Jadi, 22 (website). Dikategorikan sebagai website penggerak radikalisme.”

Maka dari itu, Rudiantara pun meminta agar masyarakat mengambil peran aktif dalam menghadapi penyebaran paham radikal itu. Adapun, surat Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bocor ke publik hari ini.

Surat itu ditujukan kepada penyelenggara ISP untuk segera memblokir 19 situs yang dianggap BNPT menyebarkan paham radikal. Namun, hingga Senin (30/3/2015), situs-situs itu masih bisa diakses.

Ekstremisme, Radilkalisme, dan Terorisme adalah musuh Agama dan Kemanusiaan.Perlunya persatuan antara Sunni dan Syi’ah untuk melawan ancaman yang berasal dari militan Takfiri ini agar Generasi bangsa terbebas dari faham Radikal dan Ekstrem sehingga bibit-bibit TERORISME bisa dicegah sedini mungkin…

Propaganda anti ISIS dan Ideologi Radikal Wahabi Salafi harus di lawan dengan sebuah Gerakan Nasional yang masif, terencana, dan sistematis apabila tidak diantisipasi sejak dini maka kita akan memasuki era kegelapan, era pertikaian sektarian dan kita akan memasuki era Indonesia yang berdarah-darah dan porak-paranda.

Mayoritas Kaum Muslimin Indonesia adalah moderat dan toleran dan sudah tentu segala bentuk propaganda pro radikalisme, ekstremisme, dan intoleransi harus kita imbangi dan lawan oleh karena itu kelompok masyarakat MODERAT, TOLERAN dan mayoritas ini harus lebih “militan” agar kedamaian, ketentraman, keharmonisan bisa kita rasakan bersama sampai ke anak cucu kita, semoga.

11079630_1029544883724237_541830865034075182_n

Sumber: GERAKAN NASIONAL ANTI KEKERASAN DAN INTOLERANSI (GENERASI)

Iklan

One response to “Pemerintah Tutup 19 Situs Radikal Wahabi Salafi

  1. http://shoutulmujaahidiin.blogspot.com/ saya ijin nambahin. Ini situs ISIS banget!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s