Galeri

Ratusan Kiai Madura Deklarasi Tolak Wahabi dan ISIS

wahabiBangkalan – Ratusan kiai yang tergabung dalam Forum Ulama Bangkalan mendeklarasikan penolakan terhadap gerakan radikal Wahabi serta Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di aula Pondok Pesantren Nurul Kholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis, 2 April 2015. “Deklarasi ini sebagai upaya dini mencegah gerakan radikal agar tidak muncul di Bangkalan,” kata juru bicara Forum Ulama Bangkalan, KH Hasani Zubair.

Menurut Ketua Gerakan Pemuda Anshor Bangkalan ini, deklarasi yang dihadiri sekitar 200 kiai pesantren tersebut nantinya akan menjadi sebuah gerakan langsung di desa-desa. Setiap berdakwah, ujar dia, para kiai diwajibkan menyelipkan pesan-pesan kepada masyarakat tentang bahaya gerakan radikal. “Kiai harus memberikan penjelasan apa saja modus gerakan radikal itu, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh,” ucapnya.

Komandan Komando Distrik Militer Bangkalan Kolonel Infantri Sunardi Istanto menuturkan modus menebar paham radikal kini tidak melulu melalui forum resmi. Janjinya pun, kata dia, tidak lagi seputar masuk surga dan mati syahid.

Menurut dia, paham radikal kini disebar lewat hal-hal yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti media sosial dan selebaran. “Kalau bergabung, tidak lagi dijanjikan surga, tapi dijanjikan gaji besar dan kebutuhan hidupnya dipenuhi. Ini makin berbahaya,” ujarnya.

Karena itu, Sunardi berharap ulama di Bangkalan ikut membantu pemerintah mencegah meluas penyebaran paham radikal. “Karena paham radikal bisa mengganggu stabilitas keamanan nasional,” tuturnya.

Kementerian Agama akan memperketat pengawasan terhadap madrasah di seluruh Indonesia. Hal ini bertujuan mencegah bergabungnya siswa madrasah dengan ISIS.

“Ini ancaman bagi kita sebagai sebuah bangsa, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat religius,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai Rapat Senat Terbuka Wisuda IAIN Imam Bonjol, Padang, Selasa, 31 Maret 2015.

Menurut Lukman, umat Islam di Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kedamaian serta bisa hidup bersama di tengah keberagaman dan kemajemukan. Karena itu, ucap Lukman, paham ISIS bertolak belakang dengan paham yang sudah ratusan tahun berkembang di Indonesia itu.

MUSTHOFA BISRI

Sumber: Tempo

http://www.tempo.co/read/news/2015/04/02/058654848/Ratusan-Kiai-Madura-Deklarasi-Tolak-Wahabi-dan-ISIS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s