Galeri

Eksekusi Al-Nimr Akan Jadi Awal Kejatuhan Keluarga Kerajaan Saudi!

nimr-baqir-al-nimr

Salah satu ulama paling senior Iran telah meramalkan jatuhnya keluarga penguasa Arab Saudi menyusul eksekusi kerajaan pada seorang ulama Syiah Nimr al-Nimr.

Dilansir dari laman independent.co.uk (2/01/2016), komentar Ayatollah Ahmad Khatami datang setelah menteri luar negeri Iran memperingatkan Arab Saudi akan membayar ‘harga tinggi’ atas pelaksanaan eksekusi al-Nimr dan 46 orang lain dalam dakwaan ‘pelanggaran terorisme’.

Ayatullah Khatami mengatakan kepada kantor berita Mehr: “Saya tidak ragu bahwa darah murni ini akan jadi noda untuk keluarga Kerajaan Saudi dan memusnahkan mereka dari lembar sejarah.”

“Kejahatan mengeksekusi Sheikh Nimr adalah bagian dari pola kriminal oleh keluarga berbahaya ini … dunia Islam diharapkan menangis dan mengecam rezim terkenal ini sebisa mungkin.”

Komentarnya mengikuti peringatan dari Iran bahwa pelaksanaan eksekusi al-Nimr akan “dibayar mahal oleh Arab Saudi”, sementara sentimen bergema oleh juru bicara kementerian luar negeri Iran, Hossein Jaber Ansari, setelah kematian al-Nimr ini.

Dia mengatakan kepada kantor berita resmi IRNA: “Pemerintah Saudi mendukung gerakan teroris dan ekstremis, tetapi menghadapkan kritikus domestik dengan penindasan dan eksekusi … pemerintah Saudi akan membayar harga tinggi atas kebijakan ini.”

Tahun 2012 terjadi penangkapan al-Nimr, yang mendukung protes anti-pemerintah di Provinsi Timur negara itu pada 2011, memicu kerusuhan sipil.

Mufti Agung Suriah: Iran Bela Islam, Bukan Pribadi

Mufti Agung Suriah Syeikh Ahmad Badreddin Hassoun mengapresiasi kepedulian Iran kepada rakyat Suriah, dan menyatakan bahwa apa yang dilakukan Iran selama ini bukanlah membela sosok dan figur tertentu, melainkan membela Islam di depan badai konspirasi musuh, terutama rezim Zionis Israel.

“Pembelaan Republik Islam Iran terhadap Suriah bukan pembelaan terhadap pribadi tertentu, melainkan pembelaan terhadap Islam dan Muslimin di depan konspirasi musuh-musuh Dunai Islam serta membela poros perlawanan (muqawamah) terhadap Israel,” katanya dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika Hossein Amir Abdollahian di Teheran, ibu kota Iran, Jumat (1/1/2016), seperti dilansir IRNA.

Di pihak lain, Abdollahian menegaskan negaranya akan tetap mendukung negara Muslim manapun yang berhadapan dengan dengan kaum penjajah serta gerombolan teroris takfiri.

“Suriah sekarang berada di front terdepan perang melawan terorisme, dan meskipun sudah beraktivitas selama lima tahun kelompok-kelompok estrimis dan kelompok bersenjata semisal Jabhat al-Nusra, Ahrar Shmas dan puluhan kelompok berfaham takfiri dan terorisme lain yang didukung oleh negara-negara luar, dan –naifnya- mendapat suplai dana dan informasi dari sejumlah negara regional, namun rakyat negara ini tetap kontinyu berada di sisi pemerintahan Suriah yang sah dalam perlawan terhadap para teroris,” paparnya.

Dia menambahkan, “Setelah ribuan rakyat Suriah yang tak berdosa terbunuh dan negara ini diporak porandakan, sekarang bagi rakyat Suriah dan negara-negara kawasan menjadi lebih terang dan gamblang kenyataan bahwa faham radikalisme dan terorisme tidak memiliki tempat di kawasan.”

http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/mufti-agung-suriah-iran-bela-islam-bukan-pribadi/

Nasrullah: Rezim Saudi Ingin Sampaikan Pesan dengan Pedang

“Ketika rezim [Saudi] kehilangan akal, berarti telah [dia] di ambang jurang,” kata Sayyid Hassan Nasrullah, pada Ahad (3/1).

“Tanda-tanda akhir hayat rezim korup tidak adil teroris Takfiri ini telah mulai muncul,” katanya dan menambahkan, “Pembunuhan saudara-saudara kami, penumpahan darah kami tidak akan berlalu begitu saja dan mereka harus takut, mereka harus bersembunyi.”

Sheikh Nimr ditangkap pada tahun 2012 di wilayah Qatif di Provinsi Timur, Arab Saudi, yang mayoritas warganya bermazhab Syiah, yang menyaksikan demonstrasi damai anti-rezim pada saat itu. Dia dituduh menghasut kerusuhan dan merusak keamanan kerajaan. Sheikh Nimr menolak tuduhan itu dan menilainya tidak berdasar.

Sayyid Nasrullah dalam pidato via televisi mengatakan bahwa kritik dilarang di Arab Saudi dan bahwa negara ini bukan tempat bagi ulama dari aliran manapun untuk menyoal kebijakan rezim.

Lebih lanjut Nasrullah menjelaskan cara Riyadh menyikapi kritik Sheikh al-Nimr, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Siapa saja yang angkat bicara dieksekusi. Inilah adalah Arab Saudi, yang ingin menyebarkan demokrasi di kawasan.”

Sheikh al-Nimr dihukum mati bersama 46 orang lainnya dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi berdalih mereka terbukti bersalah karena terlibat dalam “terorisme.”

“Dia sangat berani terkait apa yang dia katakan,” kata Nasrallah, seraya menegaskan, “Dia adalah sosok reformis” memperjuangkan hak-hak rakyat di Jazirah Arab. “Dia mengemukakan kebenaran.”

“Eksekusi ini sangat mengejutkan,” kata pemimpin Hizbullah. Melalui eksekusi, rezim berusaha untuk mengirim “pesan dalam darah dengan pedang, dengan pemenggalan,” untuk dunia Islam dan bahwa “yang mengkritik al-Saud, darahnya akan ditumpahkan,” kata Nasrallah.

Ditambahkannya pula bahwa Arab Saudi tidak bisa menerima fakta ketika ada rakyat di Yaman yang keberatan dan mengemukakan kebenaran.

Dia juga mengecam Riyadh atas upayanya menyebarkan perpecahan di seluruh dunia Islam dan mengatakan, “Bila ada perpecahan antara Sunni dan Syiah “maka temukan Arab Saudi.”

“Belum tibakah waktunya untuk mengatakan berani kepada seluruh dunia bahwa sumber utama dan landasan ideologi Takfiri … adalah dari rezim ini, dari keluarga ini,” tandas Nasrullah dan menambahkan, “Mereka adalah mitra dalam semua pertumpahan darah di negara-negara Arab dan Islam.”(IRIB Indonesia/MZ)

http://indonesian.irib.ir/international/timur-tengah/item/105734-nasrullah-rezim-saudi-ingin-sampaikan-pesan-dengan-pedang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s