Galeri

Himbauan Gubernur Kaltim Akan Bahaya Radikalisme Salafi Wahabi

96awang1

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar jangan ada paham radikal di Kaltim, apalagi ada upaya untuk memperkeruh atau mengadu-domba antar pemeluk agama. Karena itu, setiap masjid diharapkan dapat menolak khatib yang memiliki pemahaman radikal, sehingga dapat membawa umat muslim ke jalan yang sesat, seperti yang dilakukan Islamic State of Iraq (ISIS yang berideologi Radikal Salafi Wahabi).

Kedamaian yang ada selama ini di daerah diharapkan dapat terus terbangun dengan baik. Kondusifitas daerah juga sangat baik. Karena itu, siapa saja masyarakat yang mengetahui ciri-ciri orang atau kelompok yang memiliki paham radikal atau mengarah pada ISIS dapat melaporkan kepada pihak berwajib.

GUBERNUR KALTIM TERBAIK DAN BERANI BICARA RADIKALISME WAHABI

“Kita tolak khatib-khatib yang mempunyai pemikiran radikal di masjid-masjid. Sehingga tidak ada pemikiran tentang ISIS (radikal wahabi) masuk di daerah ini. Jadi, kita harus waspada dengan hal-hal seperti itu, apalagi pemahaman yang membuat kerukunan umat beragama di Kaltim menjadi terprovokasi,” kata Awang Faroek Ishak baru-baru ini.

Menurut dia, dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kaltim, maka perlu dilakukan antisipasi secara dini berbagai permasalahan dan gejolak sosial yang berpotensi menjadi konflik. Terlebih Provinsi Kaltim dengan 10 kabupaten/kota memiliki berbagai macam etnis yang hidup membaur.

Selama ini Kaltim sudah sangat kondusif. Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap menjaga kerukunan hidup dan tetap harmonis. Demikian pula, masyarakat juga diminta agar selalu waspada terhadap setiap permasalahan sosial yang mungkin akan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Setiap permasalahan sosial yang muncul, jangan disikapi dengan menonjolkan derajat dan kehebatan suatu suku atau agama dengan suku atau agama lainnya. Tetapi hiduplah secara harmonis, rukun, penuh toleransi, gotong-royong dan saling menghormati,” jelasnya.

Namun demikian Gubernur menghimbau seluruh masyarakat Kaltim harus tetap dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan. Toleransi yang selama ini sudah terjalin dan terbangun dengan baik hendaknya selalu dijaga bahkan ditingkatkan terutama setelah Pemilukada.

“Perbedaan pendapat dan pilihan tidak harus membuat kita mudah berselisih paham apalagi bertengkar. Selama ini kita sudah berhasil membangun semangat kebersamaan dan toleransi yang baik. Jika masyarakat melakukan hal-hal yang kontraproduktif, maka hanya akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi semua pihak,” jelasnya.

Sumber : Kaltim Post dan Pemprov.Kaltim

Link Berita Himbauan Gubernur Kaltim Tentang Bahaya Radikalisme ISIS (Salafi Wahabi) Telah Dihapus
12495197_10203998469282466_1006816230085876292_n

10417506_10203998470402494_2936649766675536103_n

Berita tentang himbauan Gubernur Kaltim tentang ancaman Radikalisme Salafi Wahabi diterbitkan Kaltim Post pada tanggal 17 Desember 2015 dalam versi cetak dan versi onlinenya akan tetapi versi onlinenya hanya bercokol seminggu dan link beritanya sudah dihapus oleh redaksi.

Pertanyaannya mengapa berita sepenting itu untuk kedamaian dan pencerahan masyarakat Kaltim sudah dihapus dan tidak bisa di akses lagi. Apakah ada tangan-tangan kotor kelompok radikal yang coba menekan redaksi Kaltim Post versi online untuk menghapus berita itu?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s