Galeri

Di Iran, Sunni Memiliki 12.000 lebih Masjid

Mesjid Sunni Syafi'i di Kermanshah, Iran

Mesjid Sunni Syafi’i di Kermanshah, Iran


Beberapa waktu yang lalu, liputanislam.com (selanjutnya ditulis LI) memberikan kritikan kepada situs voa-islam.com (selanjutnya ditulis VOA saja) karena memberikan informasi yang keliru tentang perkembangan masyarakat ahlussunnah di Iran. Ternyata, informasi yang valid dari LI ditanggapi dengan reaksional oleh VOA dengan menurunkan artikel berjudul ”Liputan Islam yang Mengelak“ dengan menunjukkan data-data yang jauh dari memadai, dan hanya sekedar komentar miring oleh segelintir orang. Termasuk tentang tidak adanya masjid di Iran. Namun, sebagaimana visi LI, maka pada kesempatan ini kami akan menurunkan kembali informasi dengan data-data yang tajam, berimbang, dan terpercaya dengan sumber yang valid dari hasil penelitian oleh lembaga dunia. Data-data di liputan ini berdasarkan laporan penelitian yang dilakukan oleh Majma’ al-Taqrib Bayna al-Mazhahib al-Islamiyah (Lembaga Pendekatan Antar Mazhab dalam Islam).

VOA menyatakan :

“Namun, apakah ulama Ahlussunnah yang pernah mengunjungi Iran, lebih khusus Teheran dan mengatakan tidak ada masjid khusus buat Ahlussunnah di Teheran adalah dusta. Di antara Ulama Ahlussunnah yang mengatakan demikian adalah Syaikh Musa Jarullah. Ulama Sunni asal Rusia yang mencoba melakukan taqrib antara Sunni dan Syiah. Dalam upaya taqrid ini, ia mengunjungi wilayah-wilayah terdapat populasi mayoritas Syiah dan juga menjalin komunikasi dengan Abdul Husain Syarafuddin al-Musawi.

Namun subhanallah, Allah pun menyingkap tabir syiah. dalam proses taqrib itu, al-Mousawi menulis buku berjudul “Abu Hurairah” yang di dalamnya melecehkan sahabat Nabi yang agung tersebut. Dan setelah mengkaji secara observasi dan studi pustaka, maka Syaikh Musa pun menulis buku tentang syiah yang berjudul “al-Wasyi’ah fi Naqdi ‘Aqaidisy Syiah”. Maka dari itu, Dr Raghib As-Sirjany yang kami wawancarai mengatakan bahwa tidak ada satu masjid di Teheran. Apakah Dr Raghib As-Sirjany berdusta?

“Jika belum puas, maka kami sarankan agar Liputan Islam mengunjungi situs resmi Ahlussunnah Iran yang diampu oleh Syaikh Abdul Hamid (http://arabic.sunnionline.us/). Dalam jumpa pers beliau dengan jelas mengatakan bahwa Ahlussunnah sangat membutuhkan masjid untuk melaksanakan shalat fardhu. Kalau memang ada masjid, mengapa ulama Ahlussunnah yang moderat dan menjadi rujukan di Iran ini mengatakan kalau Ahlussunnah membutuhklan masjid.” (lihat : ”Liputan Islam yang Mengelak“)

Tanggapan LI :

Walaupun syiah dan Iran punya pengalaman dicurangi, yang mana banyak penulis buku tentang syiah melakukan manipulasi dan kedustaan seperti halnya Husain al-Musawi al-Kadzab yang menulis buku Lillahi Tsumma Li at-Tarikh (edisi Indonesia berjudul “Mengapa Saya Keluar dari Syiah”), tetapi, untuk menyatakan dusta atau tidak sebuah informasi maka harus dilakukan validasi dan kofirmasi data. Misalnya, yang sedang kita dibahas ini, yakni kasus tentang Masjid Sunni di Teheran. Ada dua informasi yang muncul (1). Voa menyatakan “Tidak ada masjid sunni di Teheran”; (2) LI menyatakan “Ada 9 Masjid Sunni di Teheran”. Sekarang mari kita badingkan kedua informasi tersebut.

VOA yang menyatakan “Tidak ada masjid sunni di Teheran” berpegang pada pernyataan ulama yang katanya datang ke Iran yakni Musa Jarullah dan Raghib as-Sirjani, dan juga situs Syaikh Abdul Hamid.

Sedangkan LI menyatakan “Terdapat 9 buah Masjid di Teheran” berpegang situs syiah yang memberikan data nama-nama kesembilan masjid tersebut disertai dengan alamatnya. Dari sisi ini LI memberikan data yang lebih tajam, berimbang, dan terpercaya, karena informasi itu disertai detail lokasi masjidnya. Artinya, informasi itu didasari atas penelusuran langsung di lapangan untuk mengetahui masjid-masjid tersebut. Dan informasi yang dilakukan dengan penelusuran lapangan secara detil (investigasi) jelas lebih valid dari informasi yang tidak berdasarkan penelusuran yang memadai. Dari sisi ini informasi LI jauh lebih valid dari informasi VOA. Dan jika VOA ingin menolak informasi LI, semestinya VOA menelusuri informasi tersebut, dan membuktikan di lapangan apakah informasi itu benar atau tidak. Tanpa penelusuran yang memadai, VOA tidak layak menolak informasi tersebut.

Adapun menggunakan Musa Jarullah sebagai informasi juga tidak memadai, karena Musa Jarullah mengemukakannya hal itu puluhan tahun silam. Jadi, dari sisi ini, VOA menggunakan informasi yang ketinggalan zaman, alias “sudah basi”. Anggap saja Musa Jarullah benar datang ke Iran dan menyatakan tidak menemukan masjid sunni di Iran, tetapi apakah informasinya itu masih berlaku sampai sekarang setelah puluhan tahun kemudian? Bahkan Musa Jarullah, dalam menulis buku tentang syiah juga banyak melakukan kekeliruan dan manipulasi sebagaimana dibuktikan oleh Sayid Syarafuddin al-Musawi dalam bukunya yang berjudul Ujubah Masail Jarullah.

iran

Begitu pula informasi Raghib as-Sirjani juga tidak bisa dijadikan pegangan, karena apakah beliau telah mengelilingi seluruh Iran dan melakukan penelitian tentang masjid-masjid sunni di sana? Kalau hanya sekedar kunjungan singkat dan hanya melihat-lihat sekedarnya saja, maka tentu informasi yang diberikan oleh LI dengan menyebutkan lokasi tempat tersebut lebih valid. Selain itu, data yang dikeluarkan oleh Majma al-Taqrib berdasarkan penelitian data pada tahun 1997 terdapat lebih dari 12.000 masjid sunni di Iran yang tersebar di seluruh Iran (dalam kesempatan ini, LI nantinya akan membawakan keseluruhan data tersebut dan wilayah-wilayah dimana saja masjid itu berada, dan sekarang ini tahun 2014 diperkirakan ada lebih dari 15.000 masjid sunni. Bandingkan dengan Indonesia, ada berapa masjid komunitas syiah di Indonesia ini?, dan apakah VOA akan mendukung jika komunitas syiah Indoensia mendirikan masjid untuk mereka?). Dari sini tentu kita bisa menyimpulkan data yang dilakukan dengan penelitian oleh lembaga dunia tentang kondisi masjid sunni di Iran, sembari menyebutkan wilayah-wilayahnya dan jumlahnya secara detil lebih dapat dipercaya dari sekedar kunjungan singkat saja. Jadi, mungkin saja Raghib Sirjani tidak berdusta, hanya saja beliau kurang informasi saja, seperti VOA yang kurang informasi, sehingga cenderung memprovokasi.

Adapun VOA yang membawakan situs Syaikh Abdul Hamid yang membutuhkan Masjid di Teheran, bukan berarti menafikan adanya masjid di Teheran. Mungkin saja kaum sunni merasa memang membutuhkan masjid lebih banyak di Teheran dari yang sudah ada yakni 9 masjid, tetapi sampai kini belum dibangun. Beda antara tidak ada masjid dengan membutuhkan lebih banyak masjid. Agar lebih jelas, LI akan menurunkan data-data tentang kondisi masyarakat, pelajar agama, sekolah agama dan masjid sunni di Iran.

Shia-Sunni-Muslims-Hold-Joint-Congregational-Prayer-in-Tehran-Iran-1436-2015.-Photo-Abna

Sumber : Liputan Islam

One response to “Di Iran, Sunni Memiliki 12.000 lebih Masjid

  1. Voa voa suara paman Sam kok didengar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s