Galeri

Anies Baswedan : ” Intoleransi, Hate Speech dan Ukhuwah Islamiyah”

14469508_10154536318888498_9124324780131107801_n

Gegap gempita Pilkada DKI yang akan melangsungkan perhelatannya pada bulan Februari 2017 cukup menyedot perhatian. Tak mengherankan karena Jakarta adalah Ibukota negara maka apa saja peristiwa yang terjadi terutama peristiwa politik akan menjadi perhatian masyarakat.

Tiga Kandidat Gubernur DKI resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum terdiri dari Pasangan Calon Basuki Cahaya Purnama-Jarot, Agus Yudhiyono-Syviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pasangan Anies-Uno diprediksi menjadi paslon terberat petahana.

Kandidat Gubernur Anies Baswedan yang paling menarik karena selain namanya cukup populer sebelumnya tidak masuk sebagai calon Gubernur pilihan partai-partai Politik pengusung tetapi di menit-menit terakhir namanaya muncul.

Anies Baswedan tokoh muda yang cerdas dan progresif digadang-gadang sebagai Gubernur yang akan memunculkan perubahan dan model kepemimpinan yang lebih baik d DKI Jakarta. Sebagaimana kata pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang terpaan angin begitulah yang terjadi kepada seorang Anies Baswedan. Selain tuduhan Liberal, Sekuler dan yang lebih tajam adalah tuduhan sebagai pemeluk ajaran Syi’ah.

Isyu Syi’ah bukan pertama kali ditujukan padanya sejak mulai menjabaat Rektor Paramadina sampai menjadi jubir Calon Presiden Jokowi isyu ini dilekatkan kepada sosok Anies. Stigma Syi’ah sengaja dibangun oleh para kubu pesaing politik bertujuan menghancurkan karakter seseorang bahwa Anies Syi’ah, Syi’ah itu sesat dan diluar Islam dan diharapkan masyarakat turut membencinya karena memeluk sesuatu aliran “sesat” yang berdampak kepada elektabilitas.

Kenapa orang-orang yang dulu memfitnahnya Syi’ah sekarang berputar haluan menjadi pendukung setianya?

Kita semua sudah tau jawabnya dan Anies pun telah memaafkan mereka. Politik memang dinamis tetapi penghancuran karakter, fitnah dan adu-domba adalah cara-cara keji yang tak boleh ditempuh dan tak bisa dibenarkan apalagi oleh pengikut partai yang membawa nama Islam.

Dalam banyak kesempatan Anies memiliki pendapat yang sejuk menyangkut masalah Syi’ah seperti yang sering ia katakan; Syi’ah adalah mazhab yang resmi dalam Islam dan berumur ribuan tahun. Sejak dulu kala tidak pernah ada masalah dan permusuhan antara Sunni dan Syi’ah dan mengapa akhir-akhir ini gelombang penyesatan dan pengkafiran menjadi sangat masif dan tak wajar?, ada agenda politik apakah dibalik pesan-pesan intoleransi ini?

Beberapa hari terakhir beredar photo Anies Baswedan berpose bersama tokoh-tokoh yang tergabung dalam Majelis Pelayan Jakarta dengan jubir Ustadz Bahtiar Nasir. Tampak dalam photo itu tokoh-tokoh yang sangat dikenal berfaham radikal dan Intoleran seperti Ustadz Farid Ahmad Okbah dkk.

Menurut Ustadz Farid Ahmad Okbah pertemuan itu hanya sebagai silaturrahim dan upaya tabayyun para tokoh khususnya kepada Anies Baswedan terkait isu selama ini apakah beliau Syi’ah dan pendukung kesesatan.

Dalam pertemuan itu, para tokoh radikal dan intoleran menasehati dan memberikan masukan kepada pasangan Anies – Sandiaga terkait bahaya kelompok aliran sesat bagi ummat dan keutuhan NKRI seraya memberikan beberapa data kepada pasangan Anies-Sandiaga agar dapat menjadi pertimbangan kedepan bisa memihak kepada Ummat.

Apa yang dilakukan oleh Farid Okbah dkk itu merupakan bagian dari strategi dakwah mereka dalam melakukan kebijaksanaan politik dakwah terkait dengan calon DKI 1, sangat lihai dan berhati-hati antara mendukung dan tidak mendukung…karena dukungan formal mereka terhadap Anies akan berakibat secara internal pecahnya jama’ah mereka…dan bila bersikap antipati dengan sodokan-sodokan politis yang bombastis sebagaimana yang mereka lakukan kepada aliran yang mereka anggap anggap sesat, maka itu akan merugikan mereka secara politis bila Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI.maka strategi yang mereka tempuh adalah tidak dalam kapasitas dukung-mendukung, tapi strategi yang sangat cerdik bila tidak dikatakan licik..yaitu memposisikan dirinya sebagai kelompok yang dituakan dengan menyebut dirinya sebagai ULAMA. strategi ini merupakan strategi aman bagi siapa pun yang melihat apa yang terjadi di pilkada DKI 2017 sebagai FITNAH.

Seperti biasa jualan fitnah, provokasi dan adu-domba adalah cara-cara kotor yang sudah biasa mereka lakukan dan dimanakah posisi Anies Baswedan diantara tarik-menarik kekuatan Intoleran itu???

ANIES BASWEDAN DAN IDEALISME

cerita-sandiaga-uno-tentang-anies-baswedan-yang-jadi-cagub-dki-t9po1wlyz9

Anies Baswedan sebagai seorang idealis yang realis juga dikenal mandiri dan konsisten dalam sikap dan pemikiran sehingga tidak menimbulkan kontradiksi. Masih tidak terlalu lama beralalu Anies Baswedan dan Haidar Bagir menggagas sebuah Forum Islam Internasional dengan tema Persatuan Islam dalam upaya menghadapi kelompok radikal dan intoleran.

Radikalisme dan Intoleransi adalah virus dalam tubuh Umat Islam karena sikap intoleran itu merobohkan bangunan akal sehat dan nalar kemanusiaan, maka dari itu para cendikiawan dan Ulama perlu memberikan daya imun ke dalam jantung umat yang dirasakan sangat perlu dan mendesak.

Forum itu bernama Deklarasi Jakarta Untuk Persatuan Umat Islam. Bertempat di Gedung RNI, Jakarta, pada hari Ahad, 4 Mei 2014 dilangsungkan pertemuan para cendikiawan muslim yang difasilitasi oleh KAHMI Nasional dan Universal Justice Network. Pertemuan yang mengambil tema Islamic Scholar Calls for Muslim Unity tersebut menghasilkan 10 poin Deklarasi Jakarta.

Inilah penjaga dan rambu-rambu moral bagi seorang Anies Baswedan dalam menyikapi keberadaan kelompok-kelompok yang selama ini gigih menyebarkan virus takfir dan memecah-belah barisan kaum Muslimin

Dalam pertemuan yang diprakarsai oleh Dr. Anies Baswedan (Presidium KAHMI Nasional) tersebut hadir Prof. Laode Kamaludin (Ketua Majlis Pakar KAHMI Nasional), Dr. Muh Imam Asi (Institute of Contemporary Islamic Thought, Washington), Dr. Muhideen Abdul Kadir (Citizen Internasional), Dr. Massoed Sadjareh (Islamic Human Right Comission, London), AM Fatwa, Dr. Saleh Khalid, Dr. Kurtubi (Partai Nasdem), Ir. Subandrio (Sekjen KAHMI Nasional), Dr.Haidar Bagir, Prof. Herry Hermansyah (Ketua Presidium KAHMI Depok), Dr. Husain Heriyanto (Dosen Filsafat UI), dan ratusan dosen beserta aktivis muslim lainnya.


DEKLARASI JAKARTA “TENTANG PERSATUAN UMAT ISLAM”

10 poin Deklarasi Jakarta yang dibacakan oleh Prof. Dr. Laode Kamaludin (Ketua Dewan Pakar KAHMI Nasional) dan Dr. Imam Muh Al Asi (Mufassir dan Cendikiawan Muslim dari Washington).
deklarasi-jakarta-persatuan-umat-islam

Bismillahirrahmanirrahim

Seraya bersyukur dan berharap keridaan Allah Yang Maha Kuasa, dan menyampaikan salawat serta salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya, seraya mengakui bahwa Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal.

Dan mengakui bahwa tak ada seorang pun yang lebih mulia dan utama daripada lainnya, kecuali karena ilmu, iman, dan amal baik.

Dan mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW telah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, membawa pesan keadilan dan perdamaian, serta menyebarkan cinta dan kasih sayang.

Dan tegas mengutuk berkembangnya virus kebencian sektarian dan konflik internal di dalam umat Islam yang telah menelan banyak korban tak berdosa di banyak belahan dunia, khususnya di negeri-negeri berpenduduk mayoritas Muslim seperti di Asia Selatan dan Barat.
timthumb-php

Dan memahami bahwa virus kebencian itu kini sedang menyebar ke negeri-negeri Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Karena itu, kami, para cendikiawan Muslim, sepakat kepada poin-poin dalam deklarasi ini untuk menghadapi dan menghapuskan virus kebencian sektarian dan meluasnya konflik internal di dalam Umat Islam:

1. Kami menyatakan bahwa pembunuhan terhadap sesama manusia berdasarkan warna kulit, keyakinan, etnis, dan agama adalah haram dan bertentangan dengan syariah.

2. Kami mendukung definisi Muslim sesuai dengan deklarasi “Pesan Amman”.

3. Kami menyatakan bahwa perbedaan di internal umat tidak boleh berujung pada pernyataan “kafir” dan “sesat” terhadap sesama Muslim, dan jika itu yang terjadi maka kami menyatakan perbuatan itu (menyatakan “kafir” dan “sesat”) haram dan bertentangan dengan syariah.

4. Kami menyatakan bahwa semua perbedaan di antara Muslim harus diselesaikan dengan dialog dan konsensus seraya tetap menjaga kehormatan satu sama lain.

5. Kami akan aktif bersama-sama membangun dan menjaga hubungan di antara mazhab serta organisasi Islam yang berbeda dan menghadiri kegiatan satu sama lain sebagai cara membangun, menjaga, dan mengembangkan persaudaraan.

6. Kami akan mempromosikan dan menjaga harmoni di antara semua kelompok Muslim melalui media cetak, elektronik dan media sosial.

7. Kami merekomendasikan agar sekolah-sekolah mengembangkan silabus dan kurikulum yang mendorong perdamaian, persaudaraan, serta persatuan di antara semua anggota masyarakat Muslim.

8. Kami mendesak pemerintah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan undang-undang yang memerangi ujaran kebencian dan mendorong pemidanaan yang lebih efektif terhadap pelanggaran atas undang-undang tersebut.

9. Kami menyadari bahwa konflik sektarian adalah jebakan yang bertujuan untuk melemahkan umat Islam, dan kami harus mencerahkan umat tentang jebakan itu.

10. Kami akan aktif memediasi semua kelompok Muslim yang berselisih agar bisa melakukan rekonsiliasi.

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamtkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Quran 3:103)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s