Galeri

Mesjid Wahabi Ditolak, Ja’far Umar Thalib Ancam Pertumpahan Darah

PEKALONGAN – Penolakan Kaum Muslimin terhadap Dakwah Salafi Wahabi semakin hari semakin kuat karena telah terbukti meresahkan dan selalu membuat gaduh dengan pernyataan-pernyataan yang selalu menyalahkan, membid’ahkan dan menyesatkan amalan mayoritas kaum Muslimin seperti Maulid, Tawasul, Tabaruk, Pandangan tentang kedudukan Orang Tua Nabi saw dan lain-lain.

Dan kali ini adalah penolakan kaum Muslimin Pekalongan atas rencana pembangunan mesjid al-Arqom yang akan dijadikan pusat kegiatan dakwah radikal Salafi Wahabi. Para pemuda dengan tegas menginginkan pembatalan pembangunan mesjid itu karena menginginkan Pekalongan tetap dalam suasana kondusif, saling menghargai dan menghormati tanpa provokasi dakwah radikal seperti yang dilakukan sekelompok kecil orang-orang yang fanatik.

Lebih Jauh Ja’far Umar Thalib mengancam Walikota dan jajarannya, “tindakan kamu menuruti tekanan sekelompok orang-orang tolol untuk menyegel pembangunan masjid ini adalah tindakan tolol dan sangat berbahaya. Jangan sampai ada dari pemuda-pemuda kami yang tidak tahan dengan gangguan-gangguan tersebut kemudian mengambil tindakan pembalasan terhadap orang-orang tolol,” ucapnya.

Ja’far menyalahkan walikota jika terjadi pertumpahan darah. Innalillah. “Maka kalau sampai terjadi pertumpahan darah tidak ada yang dipersalahken dari ksus seoperti ini kecuali Alex (red.Walikota). Dengan pongah berkata; “Kamu Hai Alex yang bertanggungjawab jika terjadi pertumpahan darah,” ucap Jafar geram.

“Kalau perkara masjid kami, kami ini Wahabi,” aku Ja’far di video. “Kami ini wahabi kalau diganggu masjid kami, kami tidak akan terima, dan kami siap untuk bertempur meskipun kami harus mengorbankan nyawa kami. Awas kamu hai Alex, jangan macem-macem, jangan main-main politik di sini. Berhenti dari sekarang,” tambah Ja’far. Silakan simak video ancaman ini.

Sebelumnya, masjid Wahabi tersebut sudah berhenti pembangunannya sejak terbit SP4. Alasannya, semua warga menolak berdirinya masjid yang disebut akan jadi inkubator dakwah radikal. Namun, sejak pertengahan puasa lalu, tiba-tiba pembangunannya dilanjutkan. Warga merasa dikhianati dan melaporkan ke walikota pada 23 Agustus 2017. Turunlah Satpol PP mensegel bangunan masjid pada 25 Agustus 2017.

Dakwah Radikal dan ujaran kebencian yang marak disuarakan oleh aktivis-aktivis Wahabi harus diantisipasi sedini mungkin oleh Pemerintah dan Kaum Muslimin, kita tak mau Indoensia akan berubah menjadi Pakistan, Afghanistan, Suriah, Iraq atau Yaman. Indonesia damai tanpa radikalisme, ujaran kebencian dan intoleransi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s