BERSATULAH DAN JANGAN BERCERAI BERAI !

Ancaman Disintegrasi Bangsa Sebagai Rasa Persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika kembali di uji tepat menjelang tanggal satu Juni tepat Hari Kesaktian Pancasila. Jember bergolak dengan isyu-isyu sektarian dimana kelompok takfir lintas mazhab kembali menjalankan agenda Zionis dan Salibis Internasional agar Ummat selalu disibukkan dengan isyu-isyu mazhab yang berujung kepada lemahnya Ummat Islam akibat perseteruan dan permusuhan sesama kaum Muslimin.

Masyarakat Puger Jember adalah masyarakat yang agamis dan cinta damai tiba-tiba dikejutkan dengan rencana akan diselenggarakan Pengajian pada tanggal 7 Juni 2012 dengan mendatangkan penceramah Muhdor al-Hamid yang sangat terkenal sebagai provokator agar Sunni dan Syi’ah terjadi konflik dengan pemrakarsa acara itu adalah Ustadz Haqi dan Ustadz Fauzi dkk (Kaki Tangan al-Bayyinat). Ustadz Fauzi ini adalah Guru ngaji di Puger Wetan sementara Keluarga Ustadz Haqi ini terkenal adalah anti Habaib dan terkhusus sangat anti Habib Ali al-Habsyi Ulama sepuh berusia 75 tahun dan menetap sejak tahun 1964 di Jember berdakwah dan membina masyarakat Puger dan berfaham Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pengajian ini adalah yang ke lima diselenggarakan dengan Penceramah inti Ustadz Muhdor al-Hamid sejak pengajian pertama selalu memprovokasi ummat agar bergerak melakukan anarkhisme kepada Habib Ali al-Habsyi Pemimpin Ponpes Darul Sholihin. Tujuan pengajian pada tanggal 7 Juni adalah pengerahan massa agar terjadi penyerangan dan pembakaran Pondok Pesantren Darul Sholihin pimpinan Habib Ali al-Habsyi dan massa diprovokasi dengan isyu yang mereka rekayasa bahwa Habib Ali al-Habsyi selalu mencaci-maki Sahabat padahal kenyataannya tak pernah ada pencaci-makian dan pelaknatan kepada sahabat ditambah lagi Ponpes Darul Sholihin Puger Kulon Jember adalah menganut faham Sunni Syafi’i.

Rencana Pengajian tanggal 7 Juni 2012 yang akan dilanjutkan penyerangan ke Ponpes Darul Sholihin pimpinan Habib Ali al-Habsyi beredar luas di tengah masyarakat maka pada tanggal 30 Mei 2012 pihak keluarga Ustadz Muhdor al-Hamid (Sang Provokator) yang tak setuju dengan pengajian yang akan berujung dengan anarkhis berinisiatif untuk bertemu dengan Ustadz Fauzi dan panitia, mereka adalah Muhsin al-Hamid, Alwi al-Hamid, Zein al-Hamid. Dalam pertemuan itu pihak keluarga Habib Muhdor meminta klarifikasi dan penjelasan kepada Ustadz Fauzi dan panitia apakah betul rencana tanggal 7 Juni akan diadakan pengajian dengan penceramah inti Ustadz Muhdor? Dan Ustadz Fauzi menjawab betul karena ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tiga orang Habib yang menemui Ustadz Fauzi itu memberitahukan bahwa Ustadz Muhdor al-Hamid adalah sepupu mereka dan menantunya Habib Ali al-Habsyi pimpinan Ponpes Darul Sholihin adalah adik mereka dan kami adalah bersaudara satu keluarga dan mereka bertiga menghimbau agar hubungan silaturahmi dan kekeluargaan ini jangan di rusak dengan isyu perbedaan mazhab.

Pada tanggal 30 Mei 2012 pihak keluarga Muhdor al-Hamid yang di wakili Habib Muhsin,Habib Alwy, dan Habib Zein al-Hamid dengan semangat kekeluargaan bersilaturahmi ke kediaman Ustadz Fauzi untuk melakukan perundingan agar semua pihak bisa menahan diri dan tercipta suasana damai marilah kita dialogkan dengan kepala dingin tetapi dijawab dengan sangat kasar oleh pihak Ustadz Fauzi bahwa tidak ada yang perlu dirundingkan dan didialogkan kami semua disini telah siap perang. Suasana semakin gaduh dan terdengar suara teriakan bahwa kami akan bakar Ponpes Darul Sholohin pada tanggal 7 Juni 2012…..

Niat silaturahmi dan dialogpun di jawab dengan acungan golok dan clurit oleh pihak Ustadz Fauzi dan kelompoknya sementara Habib Muhsin, Habib Alwi, dan Habib Zein al-Hamid dan murid mereka yang bernama Syamsul hanya bermodalkan niat baik dan tanpa senjata semakin tersudut. Dengan semakin panasnya suasana maka terjadilah pengeroyokan kelompok Ustadz Fauzi kepada tiga orang Habib tersebut dan massa yang ada diperkirakan sekitar 70 sampai 100 orang. Munculah seorang laki-laki bertato bernama Eko Mardi Santoso yang tak lain adalah menantu Ustadz Fauzi . Eko adalah seorang pemuda yang sangat gemar meminum minuman keras dan suka berjudi dengan sangat galaknya mengacungkan golok kepada ketiga orang Habib yang berkunjung itu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah ketiga Habib tersebut tak ada yang terluka atau cidera hanya sedikit memar saja sementara Eko terus menyerang dengan senjata tajam miliknya dan kemudian di tangkis oleh salah seorang Habib yang bernama Habib Muhsin dan Eko pun terpental dengan tidak terduga senjata tajam miliknya mengenai dirinya sendiri yang berakibat dirinya terluka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit. Merekapun membakar tiga sepeda motor milik tiga orang Habib itu dan satu milik orang yang salah sasaran.

Massapun bertambah banyak dan ketiga orang Habib ini dan Syamsul segera melarikan diri dan Syamsul terkena pukulan cukup keras ketika itu karena dipukul dari belakang. Ketiga Habib ini bukanlah tokoh Syi’ah bahkan yang bernama Habib Alwi bin Ali al-Hamid ayah beliau adalah Ketua Anshor Tanggul Jember yang di culik oleh PKI dan dibunuh pada tahun 1966 di Merawan Banyuwangi.

Pemerikasaan pihak berwajib terus dilakukan dan dalam pengumpulan saksi-saksi. Kelompok Ustadz Fauzi sudah menyiapkan cara jitu akan memutar-balikan fakta seolah-olah tiga orang Habib yang bersilaturahmi itu akan diarahkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan singkat kata mereka akan di tajul mulukan juga.

Tetapi tahukah anda informasi yang tak berimbang bermunculan terutama dari situs-situs pemecah-belah Ummat seperti arrahmah.com, http://www.voa-islam.com, dan lain-lain bahkan disebutkan pengikut Syi’ah mengamuk dan Aktivis NU Jember kena Bacok. Lihatlah kejadian yang baru berlalu beberapa hari saja mereka distorsi, manipulasi, dan putar-balikan fakta dengan judul yang membodohi rakyat dan seolah-olah NU terlibat di dalam insiden itu padahal hanya oknum dan tak membawa nama Organisasi. Karena merasa belum kuat maka strategi kelompok takfir ini adalah dengan mencoba membenturkan antar NU dan Syi’ah. Wahabi Takfiri tak pernah lelah dalam memprovokasi dan menipu umat, waspadalah !!!

Berita yang tendensius penuh dusta dan fitnah bisa di lihat di : http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/05/31/19311/pengikut-syiah-mengamuk-aktivis-nu-jember-kena-bacok/

http://arrahmah.com/read/2012/05/31/20605-gerombolan-syiah-serang-tokoh-nu-jember.html

http://arrahmah.com/read/2012/06/02/20655-pasca-serangan-terhadap-tokoh-nu-masyarakat-jember-sepakat-menutup-pesantren-syiah.html

http://www.mukminun.com/2012/06/satu-warga-nahdiyin-asal-jember-dibacok.html

http://www.suara-islam.com/detail.php?kid=4677

About these ads

Comments on: "Gerombolan Anti Habaib Rencanakan Serang Ponpes Darul Sholihin Pimpinan Habib Ali al-Habsyi" (51)

  1. Jean Ifrit said:

    Semoga Persatuan Umat Islam tetap langgeng walau antek2 Zionis bermuka Wahabi terus-menerus merorong Negeri ini, Binatang Mudhor al hamid jenis maahkluk yg benci persatuan dan kesatuan , dan al bayyinat Ustad2 nya sudah dicuci oleh kaum Zionis made in Arabia, jadi dunia yg mereka kejar, karena dana dari Saudi tidak sedikit dalam usaha mewabahkan faham Wahabisme di Negeri Tercinta ini.

  2. Syiah Pinter putar balik fakta..yang ada disini adalah berita BOHONG BESAR…syiah dengan taqiyah nya berani membawa Nama Allah dan bersumpah palsu atas nama ALLAH…LAKNATULLAH SYIAH…kemunafikan yang tinggi ada di syiah…

  3. Satu Islam said:

    Tetapi tahukah anda informasi yang tak berimbang bermunculan terutama dari situs-situs pemecah-belah Ummat seperti arrahmah.com, http://www.voa-islam.com, dan lain-lain bahkan disebutkan pengikut Syi’ah mengamuk dan Aktivis NU Jember kena Bacok. Lihatlah kejadian yang baru berlalu beberapa hari saja mereka distorsi, manipulasi, dan putar-balikan fakta dengan judul yang membodohi rakyat dan seolah-olah NU terlibat di dalam insiden itu padahal hanya oknum dan tak membawa nama Organisasi. Karena merasa belum kuat maka strategi kelompok takfir ini adalah dengan mencoba membenturkan antar NU dan Syi’ah. Wahabi Takfiri tak pernah lelah dalam memprovokasi dan menipu umat, waspadalah !!!

  4. Astaghfirullah…smg tidak terjadi apa2 dgn Ponpes Darul Sholihin beserta guru dan anak didiknya..Allahu Akbar……!!!
    Salam kenal.By Mutiara Hitam dari Tanah betawi

  5. musthofa said:

    orang syiah (pengikut si aly al habsyi pp.darussholihin puger) pandai pandainya memutar balikkan fakta.puaskan dirimu dengan taqiyahmu.dgn berjalanya waktu masyarakat puger semakin mengenali siapa dirimu.

  6. ustadz fauzi dkk….bukan wahabi broooooo tapi NU jg asal ngomong….tidak ada dlm sejarah orang2 NU mengusik orang lain dan ormas lain…….
    BUKAN SYI’AH NAMANYA KLO G PANDAI BER SILAT LIDAH……KEBANYAKAN MAKAN RUJAK MANTEK X…kik kik kik….
    liat siapaa yg meringkuk di sel…..ZEIN /EKO….????

  7. Hamidah Ahmad said:

    ustadz fauzi itu orang NU hasil cuci otak dan provokasi al-bayyinat pimpinan thohir alkaf yg sumber dana organisasinya dari saudi khusus untuk mengkafirkan syi’ah. orang NU tapi jahil dan sponsor moral dibelakangnya adalah zionis dan wahabi tetapi memakai tangan ulama2 su’

  8. keturunan pribumi said:

    saya warga puger dan kami mohon jika anda dari kelompok A B C atau D, jangan pernah suka mencaci pemimpin kelompok lain. kami atas nama penduduk lokal akan mengusir kalian secara paksa jika merendahkan ras kami walawpun atas nama kitab manapun. karna ras kami tidak untuk diperbudak!!! tak usah saling menyalahkan. siapa yg suka mengolok pasti kami akan gunakan cara sendiri pada kaum premanisme.
    gak usa dijelaskan lagi karna saya uda tau kebenaran kronologisnya
    kami benci rasis namun kami marah jika ras pribumi kami dianggap budak

  9. Wahyu Sarjono said:

    keturunan pribumi@ komen anda tak nyambung insiden puger tak ada hubungannya dgn ras tetapi dengan ham dan keadilan

  10. Pondok pesanntren, SMK Informatika, Pendidikan Usia Dini PAUD dan Taman kanak-kanak adalah karya-karya formal produktif Darus Sholihin Puger dalam mendidik dan membina warga Puger dan sekitarnya sehingga terdidik dan bermoral…, hanya karena kedengkian gerombolan frustasi tak banyak berkarya untuk ummat, ..yang berniat dan berencana menyerang Ponpes Darul Sholihin Pimpinan Habib Ali al-Habsyi !!

  11. Para Juragan Puger gak pernah memandang aqidah para bendeganya (anak buah kapalnya) untuk mayangnya, para pedagang ikan gak ada diantara mereka memandang apa akidahnya demi transaksinya, para Kiayi dan Ustadz diundang tahlilan juga gak dipandang oleh warga apa aqidahnya…inilah kerukunan saling menghormati dan saling menghargai antar sesama warga PUGER yang BERIMAN, jangan tebar fitnah yang merusak kedamaian dan tentramnya bermasarakat, SALAM DAMAI PUGER ku..!

  12. tidak usah saling menghujat…,dan tebar fitnah..,mari kita kokohkan persatuan umat Islam..,untuk memperkuat Islam melawan para zionis..,

  13. Satu Islam said:

    Ancaman Disintegrasi Bangsa Sebagai Rasa Persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika kembali di uji tepat menjelang tanggal satu Juni tepat Hari Kesaktian Pancasila. Jember bergolak dengan isyu-isyu sektarian dimana kelompok takfir lintas mazhab kembali menjalankan agenda Zionis dan Salibis Internasional agar Ummat selalu disibukkan dengan isyu-isyu mazhab yang berujung kepada lemahnya Ummat Islam akibat perseteruan dan permusuhan sesama kaum Muslimin.

  14. saleh shahab said:

    udah biasa orang yang pnya ilmu selalu melakukan kerusuhan
    kita membuktikan hal nyata tapi paling banyak yang memutar balik fakta ada.saya udh sering melihat kejadian seperti itu dan saya sendiri sering di fitnah sama para habaib yang ahli fitnah

  15. darussholihin tidak pernah mengajarkan ajaran yang sesat, tidak pernah menghina shahabat. dan satu lagi darusholihin salah satu pondok pesantren yang berani membuka catatan sejarah tentang adanya peristiwa karbala yang mana tidak pernah disinggung oleh kebanyakan lembaga padahal ia mengetahuinya mereka takut untuk membuka sejarah tersebut karena takut dianggap penganut faham syi’ah. sekalilagi darus sholihin tidak pernah mengajarkan faham yang dianggap sesat oleh orang orang yang hasut tehadap darussholihin, siapa yang ingin tahu tentang dalamnya darussholihin silahkan belajar dan mondok yang lama di darussholihin

  16. Utusan Ponpes Darussholihin pun telah memberikan kitab2 yg di ajarkan di ma’had kepada MUI Jember untuk di teliti apakah mengajarkan ajaran sesat. Sunnah dan Syi’ah bersaudara dan wajib menjalin Ukhuwah Islamiyah demi kejayaan Islam.

  17. Produktifitas dan karya Darus Sholihin sebagai sumbangsih positif kepada ummat yang secara kontinyu berlangsung mendidik dan membangun jati diri masarakat Puger dan sekitarnya, jelas gak sebanding dengan majlis ambenan, peniratan dan langgaran..,karenanya kedengkian hati terus menghantui disebabkan pamor dan pengaruhnya yang semakin hari semakin terhimpit, andai terbangun kebersamaan membangun jati diri ummat ini dengan saling bahu membahu berkarya betapa indahnya kedamaian Puger ku ini…!

  18. Golongan takfiri dan para pembuat fitnah akan mendapatkan balasan yg pedih dari ALLAH SWT. Yakinlah akan hal itu.

  19. Satu Islam said:

    tgl 7 juni ini telah berlangsung tablig akbar yg telah direncanakan dengan penceramah inti sang provokator Ustadz Muhdor, kita tunggu update berita selanjutnya……..

  20. Anak laut said:

    Ustad fauzi itu orang pengangguran bentar lg dia akn di kasih hadiah oleh wahabi krn dg sukses memusui habaib ,memecah belah habaib. . . .
    Mengobrak ngabrik persaudaraan kami. . .
    Perlu anda ketahui . . Di puger ga ada syiah .,
    habib ali alhabsyi dari beliau muda mengikuti toriqoh qodariyah naksabandiyah mursyid mbah yai haromain alumni syaikhona holil bangkalan . .

  21. Jika YanG Nulis Ini Tulisannya Sendiri… “NGARANG..!!! Kami “Mewakili Masyarakat LOKAL Asli Puger…!!! Kami mengEcam. YanG Nulis BloG Ini… SUMPAH..!! Manusia Terlaknat.!! Dan Tak Bertanggung JawaB….!!! “Kalo Berani NgaomonG Di Muka Umum… !! katakan apa yg sebenarnya terjadi… jangan memutar balikan FakTa…!!!

    SumpaH.. ini BLOGE WONG GOBLOG..!!! “Cerita Anda Tak Sesuai Dengan Realita Dan Kenyata’an YanG Ada…. Kami Warga Puger.. Asli..!! Sangat Tersakiti….!! BloG Ini Bisa menimbulkan KonFliK….!!! “TUTUP…!! BLOG INi Ato…. Akan Saya BLOCk…!!! SEMOGA ALLAH Melaknat Orang-OranG Syi’ah….. DUNIA Dan AKHERAT………..!!!

  22. nur akatsuki said:

    kalo memang mereka- mereka semua orang-orang alim-alim, gak akan sampai seperti ini…

  23. Bumi Putra said:

    Pribumi@Ajaran Ilahi cinta damai dan Ajaran Iblis cinta perpecahan. Kalau ada orang yg ngaku Islam tapi kerjanya hanya bisa menyesatkan dan mengkafirkan mazhab lain yg berbeda dgn mereka bahkan membenarkan kekerasan non fisik sampai anarkhisme ..maka patut diduga konsep Islam yg mereka fahami telah tersusupi ajaran IBLIS.

  24. syiah selalu menyebarkan fitnah dan memutar balikkan fakta, menuntut agar umat islam mengikuti ajaran sesatnya, sehingga syiah sangat khawatir jika ada kalangan yang berusaha untuk membongkar kesesatan dan kekafiran syiah, maka akan menjadi kegagalan besar dalam upaya untuk mengembalikan umat Islam kepada kekafiran, menghujat al-qur’an dan mencaci maki sahabat serta mengkafirkan orang-orang muslim yang masih mengkakui kekhalifahan abu bakar, umar usman radiyallahu anhum.

  25. di indonesia, orang-orang syiah belum berani melaksanakan fatwa wajib membunuh ahlus sunnah sebagaimana yang banyak di fatwakan oleh para ulama syiah, fatwa ini baru terlaksana di Iran, setiap hari umat Islam dari ahlussunnah wal jamaah di hukum gantung dengan tuduhan wahabi, dan ini masuk katagori pidana serius dan hukumannya hanya hukuman gantung. di Iran.. umat Islam dari kalngan sunni dilarang sholat berjamaah di masjid, sholat jumat. jika ketahuan ya di tangkap … bisa di saksikan di http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=2DPtGXpN3_Y

  26. Hamid Adnan said:

    Ayatullah Sayyid Hussein Sadr: Dunia Saat Ini Sangat Memerlukan Ucapan Tayibah dan Jujur

    Ayatullah Sayid Husein Sadr, ulama Kadzimain, Irak, menyinggung kecintaan umat Muslim dari berbagai negara terhadap Ahlul Bait as dan menyatakan, “Kita harus mengubah afeksi ini menjadi suluk, perilaku, dan makrifat.”

    Pernyataan tersebut dikemukakan Ayatullah Husein Sadr dalam pertemuannya dengan tokoh hauzah di berbagai negara yang berpartisipasi dalam Kongres Internasoinal Imam Kadzim as di Irak sebagaimana dilaporkan Hawzah News (6/6).

    Menurut beliau, hawzah ilmiah baik di Qom maupun di Najaf adalah dalam rangka menghidupkan maarif Ahlul Bait as dan ini merupakan kebanggaan. “Pada hakikatnya, hauzah ilmiah terbentuk adalah untuk menyampaikan warisan ilmu dan maknawiyah dalam masyarakat dan berkat upaya ini, unsur spiritualitas dalam masyarakat semakin kental.”

    Seraya menekankan peran ilmu dalam proses kesempurnaan manusia, Ayatullah Husein Sadr menegaskan, “Agama ilahi harus dijelaskan kepada masyarakat dengan metode ilmiah, berhikmah, dan dengan menggunakan akhlak yang mulia. Kita harus memanfaatkan ajaran agama dalam memperluas dan meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan, hak-hak asasi manusia, dan keadilan dalam masyarakat.”

    Ulama Syiah ini di bagian lain pernyataannya menyinggung perluasan maarif Ahlul Bait as di dunia dan mengatakan, “Kecintaan masyarakat terhadap Ahlul Bait as tidak terbatas pada negara-negara tertentu saja melainkan dapat dirasakan di seluruh negara Arab dan Islam. Akan tetapi kita harus memperhatikan bahwa tasyayu’ bukan sekedar slogan melainkan amal, suluk, dan jalan hidup.”

    “Tasyayu’ adalah sebuah program hidup dalam kehidupan individu dan masyarkat. Kecintaan masyarakat terhadap Ahlul Bait mewajibkan kita semua untuk berusaha lebih keras meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap Ahlul Bait. Kita harus berusaha mengubah afeksi tersebut menjadi suluk, makrifat, perilaku dan akhlak. Dunia saat ini sangat memerlukan ucapan tayibah dan jujur.”

    Menyinggung tabligh dan gerilya wahabi di berbagai negara, Ayatullah Husein Sadr mengatakan, “Mereka (Wahabi) tidak hanya bermasalah dengan keyakinan Ahlul Bait as, melainkan bermasalah dengan seluruh mazhab Islam dan kita harus tetap memikul beban tabligh ini serta tidak lelah dan putus asa menghadapi segala gangguan. Kita harus menyusun program untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat kita sendiri melainkan juga dalam rangka membimbing musuh-musuh.”

    Menurut beliau dukungan terhadap Wahabi umumnya adalah dikarenakan kecenderungan dan kepentingan politik. “Dalam hal ini, kita harus mendukung perspektif moderat dalam dunia Islam dan untuk itu saya telah berulangkali menghubungi Doktor Ahmad al-Tayyib, Syeikh al-Azhar.” []

  27. “Amerika, Zionis dan Negara-negara adidaya membenci syiah dan Ahlussunnah, keduanya adalah musuh mereka, dimanapun ada muslim dengan atas nama Allah dan keimanan islami menentang praktek intimidasi mereka, niscaya mereka memusuhinya; di Lebanon mereka berhadapan dengan Hizbullah yang bermadzhab Syiah, di Palestina mereka memusuhi gerakan Jihad dan HAMAS yang sunni, di Iran pada masa rezim dictator dan lalim Shah yang konon mengaku dirinya Syiah mereka bermesraan dan menjadikannya anak emas dan boneka kekuasaan, begitu juga mereka memperlakukan Negara-negara yang pemimpinnya seperti shah tapi yang sunni..!.

    Mereka adalah musuh dan berhadapan dengan setiap muslim yang menentang kedhaliman, yang menentang hegemoni Negara-negara adidaya, yang melawan para perampok dan penggarong kekayaan alam negara-negara muslim lainnya, dan yang menuntut haknya. bagi mereka tidak ada artinya Syiah- Sunnah, akan tetapi agar supaya ummat Islam tidak menjadi kuat dan supaya tidak memiliki hak suara berpengaruh dan penentu, strategi mereka ditengah-tengah saudara-saudara muslim syiah dan sunnah adalah memunculkan isu perselisihan, ditengah komunitas Sunnah dan Syiah, baik ditengah-tengah internal syiah sendiri, maupun ditengah-tengah komunitas sunni sendiri, aktifitas mereka adalah menyulut perselisihan ini, kita dan para tokoh kita harus memahami keadaan ini.

    Kita berbangga sebagai Syiah, pengikut Ahlulbait as, yang mengakui kepemimpinan dan kekhalifahan Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib as langsung setelah Nabi saw, akan tetapi konsep ini tidak proporsional bila disampaikan disembarang tempat, tepatnya adalah dibahas pada orang-orang ahli difakultasnya, pembahasannya pun harus dalam ranah teologis dan rasional. Mencaci-maki , mencari-cari aib, menghina dan sampai menghunus pedang karena perselisihan ini adalah sokongan terhadap musuh-musuh Islam Syiah maupun Islam Sunnah, demikianlah motto bendera persatuan Islam dalam revolusi Islam yang telah kami kibarkan dan inilah seruan bangsa Iran.”

    Sumber: http://farsi.khamenei.ir/speech-content?id=3424

  28. “Perselisihan antar pengikut dua idiologi yg berbeda akibat fanatisme golongan merupakan masalah yg biasa terjadi, bukan hanya antar Syiah dan Sunnah, bahkan sepanjang sejarahnya di dalam tubuh internal Syiah sendiri maupun di dalam ahlussunnah perselisihan ini telah berlangsung, silahkan menyimak sejarah mereka, baik antar kelompok literalis maupun kelompok kontektualis sebagaimana kelompok Asy’ariah dan Mu’tazilah, seperti kelompok-kelompok mazhab Ahmad Bin Hanbal, Abu Hanifah dan Sya’fi’I, demikian juga perselisihan didalam tubuh kelompok Syiah sendiri, namun apabila perselisihan ini sampai ke level awam yang terjadi adalah ektrimisme dan menjadi berbahaya, berbeda yang berlangsung dengan antar ulama’, mereka bisa duduk bersama membahas dan berdialog, akan tetapi bila sampai pada mereka yang tidak memiliki modal ilmu, mereka justru menggunakan sensitivitas, kepalan tangan dan senjata matrial, ini sangat berbahaya.

    Demikianlah fenomena didunia ini, mereka yang mukmin yang berharap kebaikan senantiasa berusaha mencegahnya, ulama’ dan para cendikiawan selalu berupaya jangan sampai yang bukan levelnya masuk merusak hasil kreaktifitas mereka, demikian ini merupakan problem tersendiri, sedangkan dari sisi lain terdapat factor berbeda yang masuk mempengaruhi yaitu adanya “kolonialisme”, kita tidak bisa mengatakan bahwa pertikaian antara Sunnah dan Syiah semuanya dikarenakan factor kolonialisme, karna masih terdapat sebab internal yaitu sensitifitas antar mereka sendiri yang berpengaruh termasuk juga sebab kebodohan, fanatisme, dan kesalahpahaman, akan tetapi ketika kolonialisme masuk, pertikaian ini bisa ampuh menjadi senjata yang digunakan para kolonial.”

    Sumber: http://farsi.khamenei.ir/speech-content?id=3375

  29. “Pertikaian yang terjadi di Iraq, Iran dan di seluruh dunia Islam, harus difahami oleh para pemimpinnya, bahwa itu adalah fitnah dan mereka harus bijak dan rasional menghadapinya, motivasi mereka adalah menghancurkan Islam dengan isu madzhab, di dunia Islam mereka dengan tangan kotornya memunculkan isu sunnah dan syiah, mereka ini bukanlah sunnah juga bukan syiah, tapi mereka adalah boneka-boneka kolonialisme yang ingin berkuasa didunia Islam, yang akan mengambil kekayaannya dan mengadakan pasar-pasar gelap di dunia Islam”.

    (Shahifah Imam Khumaini Jld 1/hal.376)

    “Kita dengan muslimin Ahlussunnah adalah satu, Muslim yang satu dan bersaudara. Kalau ada orang yang berbicara menyebabkan perpecahan diantara muslimin ketahuilah bahwa dia adalah orang bodoh atau termasuk dari mereka yang menginginkan ada perpecahan antar muslimin. karena kita adalah bersaudara persoalannya adalah bukan di masalah sunnah syiah”.(Shahifa Imam KhumainiJilid 6/ hal.133)

  30. Imro'ah 'DAS said:

    jangan pernah menuduh darus sholihin syi’ah,,.!!!!
    darus sholihin cinta damai,,, mencintai Rosululloh dan sahabat2 dan keluarga2 beliau,,,,..!!
    bersabarlah pondok q darus sholihin yg q cintai,,,,,
    ne adalah awal dari kemajuan pondok q,,,…
    q yakin pondok q smk q akan bertambah jaya,,, karena ujian ini,,…. setelah melewati semua ini…. bersiaplah menyambut kebahagiaan,,, Allah akan melindungi orang2 yg teraniaya…. Amiiiiiieeeen,,!!!!!!!!!!!u

  31. Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada peristiwa Ahzab:

    لاَ يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلاَّ فِي بَنِي قُرَيْظَةَ. فَأَدْرَكَ بَعْضُهُمُ الْعَصْرَ فِي الطَّرِيْقِ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ نُصَلِّي حَتَّى نَأْتِيَهَا. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: بَلْ نُصَلِّي، لَمْ يُرِدْ مِنَّا ذَلِكَ. فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ

    Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.” Lalu ada di antara mereka mendapati waktu ‘Ashar di tengah jalan, maka berkatalah sebagian mereka: “Kita tidak shalat sampai tiba di sana.” Yang lain mengatakan: “Bahkan kita shalat saat ini juga. Bukan itu yang beliau inginkan dari kita.” Kemudian hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW namun beliau tidak mencela salah satunya.”

    Sekali lagi Nabi tidak mencela salah satu pihak yang berlawanan pendapat itu dengan kata-kata bid’ah, sesat, kafir, dan sebagainya. Beliau bahkan tidak mencela salah satunya. Masing-masing pihak punya argumen. Yang shalat Ashar di tengah jalan bukan ingkar kepada Nabi. Namun mereka mencoba sholat di awal waktu sebagaimana diperintahkan Allah dan RasulNya. Yang shalat belakangan di perkampungan Bani Quraizah juga bukan melanggar perintah sholat di awal waktu. Namun mereka mengikuti perintah Nabi di atas.

    Sesungguhnya perbedaan pendapat itu hal yang biasa. Di antara Suami-Istri, Kakak-Adik, para Ulama Mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’ie, dan Imam Hambali saja biasa terjadi perbedaan pendapat. Bahkan para Nabi pun seperti Nabi Daud dan Nabi Sulayman dijelaskan Allah dalam Surat Al Anbiyaa’ ayat 78 dan 79 berbeda pendapat. Jika kita saling menghormati, niscaya perbedaan pendapat itu jadi rahmat. Kita bisa hidup rukun dan damai. Tapi jika tidak bisa menerima bahkan mencaci-maki pihak lain, yang jadi adalah pertengkaran, perceraian, bahkan peperangan.

    Saat ini kadang dalam hal khilafiyyah/furu’iyah, meski masing-masing pihak punya pegangan Al Qur’an dan Hadits, pihak yang lain mencaci yang lainnya. Dari membid’ahkan pihak yang lain, hingga mengkafirkan. Berbagai caci-maki bahkan fitnah dan kebohongan pun dilontarkan. Sungguh jauh dari ajaran Islam.

  32. BERITA INI ADALAH KEBOHONGAN BESAR. SANGAT JELAS KETAKUTAN SYIAH DENGAN MEMUTAR BALIKKAN FAKTA YANG ADA.

  33. الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ

    “Mereka yang mendengarkan dengan seksama perkataan, lalu mereka mengikuti dengan sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang menggunakan akal.” (al-Zumar: 18 )

  34. jeck boiiyy said:

    wlau bgaimanapun coba’annya….>
    Darus Sholihin tetap d hati and cinta damai>>
    sungguh Allah mncintai orang yg Sabarr>>

    Bagi Penjuru Dunia,Saksikanlah…!!
    Das adlah yang BEEEENNNAARRR>>>

    Oiiiiiiii…..///

  35. Bang Torres said:

    jangan menfitnah orang lain…
    sebelom kamu benar taek..
    “ITU DOSA BOOSSZ”
    emang loh endak membaca kitab ta…

    VOOIIYYY..

  36. KEBENARAN TDK AKAN PERNAH TERKALAHKAN.
    TETAP BERJAYA DARUS SHOLIHINKU,,,,,,!!!!!!!

  37. poetra jember said:

    sungguh dunia kini sangat membingungkan, tak ada lagi sekat dan beda antara hitam dan putih, semuanya menjadi abu-abu… yang salah di propagandakan dan dibuat buat seakan menjadi benar, hingga pada akhirnya bagi orang-orang awam akan sangat kesulitan membedakan mana yang benar benar benar dan mana yang benar benar salah…..
    ihdinassirootolmustaqiiiimmmmmm……….

  38. hendaknya kita bisa bersikap lbh dewasa dan bijaksana atas kejadian ini……

  39. Erosak dibik..
    Ebecek dibik..
    koburennah bikdibik..
    sampornah derih abek dibik..
    tak sampornah derih abek dibik..

    tapeh..reng selamet ponekoh deri lesan..
    jugen reng tak selamet ponekoh deri lesan..
    toreh..
    imsik lisaanak…
    lianna..
    Mulutmu adalah harimaumu..

  40. V3ry Arek Puger said:

    ini saya kasih alamat orang yang bersangkutan menjelaskan tentang berita yang anda post kan…
    Beliau “HABIB ALWI BIN ALI BIN ABDULLAH BIN SALIM
    BIN AHMAD AL-HAMID”
    karena keterangan anda gk real…..

    http://lahartanggul80.blogspot.com/2012/06/kronologi-tragedi-puger-jember.html

  41. abu abdillah ibnu mas'ud al-atsary said:

    kenapa toh, harus saling mencaci ? apa hanya dengan mencaci semua ini akan terbaiki ? apa dengan mencaci semua ini akan pulih kembali ? sudahlah ikhwan, selesaikan setiap permasalah dengan hati yang terbuka, dengan baik2. bukan dengan bahsa yg kotor , apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. kalin gk pantas mengaku sebagai muslim !! muslim macam apa yang mnyelesaikan masalah dg jalan yg munkar ? maluuu akhi , maluuu akhii sama Alloh dan Rasululloh Saw?

  42. Rosululloh brsabda “Kelak akan terjadi suatu masa pada ummatku ulama’nya bikin fitnah hakim2nya fitnah brlomba2 dirikan masjid dan bermunculan para qurro’ pintar baca qur’an/pintar pidato. dan akan ada kumpulan2 yg tak bernilai sperti kulit2 gandum yg tak brharga tiada rahmat berkah yg diturunkan oleh Alloh. na’udzu billah mudah2an kita diselamatkan dari masa fitnah. Ya Rob sallimna walmuslimin

  43. haidar yahya said:

    innamalmuslimuuna ikhwah

  44. CINTA PUGER said:

    Jangan ngaku orang islam kalo selalu mengundang keributan. jangan ngaku orang islam kalo selalu ngajak perang. sudah terlihat jelas yang teraniaya tidak pernah membalas., sudah terbukti yang dihancurkan menerima ikhlas hati…. krn bagi kami semua adalah urusan ilahirobbi……. hanya satu harapan kami. pugerku yang damai segera kembali. Mohonlah sodaraku untuk kedamaian pugerku tercinta. Kita hidup berdampingan. ISLAM ADALAH AGAMA CINTA DAMAI. kenapa harus ramai? malu, malu, malu…..

  45. Dlm Al-Qur’an Allah telah berfirman:

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan noda dosa dari kamu wahai ahlulbait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya” (Qur’an surat Al-Ahzab 83)

    Dari riwayat Sayidina Umar bin Khattab, bahwa aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

    “Setiap sabab (penyebab pertalian keturunan) maupun nasab (pengikat garis keturunan) akan putus pada hari kiamat, kecuali sabab dan nasabku, dan setiap keturunan dinisbatkan kepada pengikat keturunannya yakni ayah mereka, kecuali putra-putra Fathimah: maka sesungguhnya Akulah ayah mereka dan tali pengikat keturunan mereka” (Hadits Riwayat Al-Baihaqi, Al-Thabrani dll)

    Imam Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak mengeluarkan sebuah hadits riwayat sahabat Jabir, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Bagi setiap keturunan dari seorang ibu ada pengikat keturunannya, kecuali putera Fathimah: Akulah wali mereka dan tali pengikat keturunan mereka”

    Rasulullah SAW sangat sayang kpd kedua cucunya, pernah beliau sdg ruku’ si cucu masuk ke dalam kedua celah kakinya. Pernah beliau sdg sujud si cucu berkuda ke atas punggungnya. Pernah beliau sdg khutbah, si cucu duduk ke tingkat pertama tangga mimbar.

    Al Tarmidzi merawikan dari Usamah bin Zaid bahwa dia (Usamah) pernah melihat Hasan dan Hussein berpeluk diatas kedua belah paha beliau. Lalu Beliau SAW bersabda: “Kedua anak ini adalah anakku, anak dari anak perempuanku. Ya Tuhan. Aku sayang kpd keduanya.”

    Dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Abi Bakrah bahwa Nabi pernah pula berkata tentang Hasan: “Anakku ini adalah SAYYID (Tuan) ; moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum muslimin yang berselisih.”

    Nubuwat beliau ini tepat, karena pada tahun 60 Hijriah, Hasan menyerahkan kekuasaan kpd Mu’awiyah, karena tidak suka melihat darah kaum muslimin tertumpah. Sehingga tahun 60 itu dinamai “Tahun Persatuan”. Pernah pula Beliau berkata: “Kedua anakku ini adalah Sayyid (Tuan) dari pemuda-pemuda di syurga kelak.”

    Kalau ada yg bertanya, kalau begitu jelas Hasan dan Hussein itu cucunya, mengapa dikatakan Rasulullah sbg “anaknya”?

    Ini adalah pemakaian bahasa pada orang Arab, atau bangsa-bangsa Semit. Di dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 6 disebutkan bahwa Nabi Yaqub mengharap moga-moga Allah menyempurnakan nikmatnya kepada puteranya Yusuf. Sebagaimana telah disempurnakan-Nya nikmat itu kpd kedua bapakmu sebelumnya, yaitu Ibrahim dan Ishak. Padahal, yang bapak atau ayah dr Yusuf adalah Yaqub.

    Nabi Muhammad SAW adalah orang Arab. Seluruh anak-anak Beliau termasuk Fatimatuzzahra jelas pula orang Arab. Menantu Beliau Ali bin Abi Thalib pun orang Arab.

    Kedua cucu Rasulullah dari pernikahan Fatimah dgn Ali bin Abi Thalib, yaitu Al Hasan dan Al Hussein adalah orang Arab.

    Keturunan dari Hussein (begitupula keturunan Hasan) yaitu Ali Zainal Abidin, berlanjut ke Muhammad Bagir, berlanjut ke Ja’far Shodiq dst sampai sekarang ini yg mereka disebut sbg golongan Habib atau Sayid atau Alawiyin, juga adalah orang Arab.

    Kalau ada pengikut Wahabi yg mengatakan bahwa para Habib (keturunan Rasulullah dr kedua cucunya Hasan dan Hussein) adalah org Iran/Persia, itu hanya menunjukkan kebodohan, rasa hasud, syirik, kedengkian dan kebencian yg mendalam thd keluarga dan keturunan Rasulullah. Wahabi memang sama sesatnya dengan Syi’ah.

    Di banyak tempat, para Habib memang mendapat perlakuan istimewa dr umat Islam, hal inilah yg membuat iri sebagian golongan Arab biasa (bukan Habib), yg biasa disebut sbg golongan Arab “Masyaikh”.

    Apakah semua golongan Masyaikh ini anti-Habib? Tidak! Diluar golongan Yazid Jawwas cs ini, sebagian lainnya dr mereka justru mencintai keluarga Rasulullah, golongan ini disebut sbg “Muhibbin”, misalnya yg dulu terkenal di Surabaya keluarga Arab bermarga “bin Dahdah”.

    Sbg umat Islam kita yakin, apapun yg berkaitan dgn Rasulullah, pasti bagus, termasuk anak-cucu keturunan beliau.

    Maka itu banyak umat Islam yg menjadikan anak-cucu Rasulullah ini sbg guru, pedoman dan suri-tauladan untuk kehidupan yg lebih baik. Dari para Habib ini banyak diturunkan ilmu, kumpulan do’a, dzikir dan sebagainya yg diamalkan oleh umat Islam sampai detik ini.

    Kalau ada ulah dr segelintir “oknum” Habib yg memanfaatkan ketenarannya akibat terlalu dicintai oleh sebagian umat, untuk memperkaya dirinya sendiri, tentu tdk bs dijadikan sbg justifikasi bahwa semua Habib itu sifatnya demikian.

    Ibarat kita, 5-10 % noda buruk tak kan bisa menghapus 90-95 % hal baik yg sudah dilakukan oleh para Habaib umumnya, krn para Habib ini juga banyak menyebarkan agama Islam dimana-mana termasuk di pulau Jawa.

    Jadi apabila ada seorang Habib tidak meniti jejak para datuknya yg mulia, berarti sama saja ia mengotori kehormatannya dan kehormatan para leluhurnya sampai kepada Rasulullah SAW.

    Keturunan Rasulullah ini selain sering di panggil Sayyid atau Habib atau Syarif, juga dipanggil sebagai Wan di Jakarta, di Sumatera dipanggil Sidi, di Serawak dan Sabah dipanggil Tuanku, dsb.

    Di negeri-negeri besar mereka adakah Naqib, yaitu yg bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan itu, lembaga pencatatan nasab mereka di Indonesia adalah Rabithah Alawiyah, di daerah Tanah Abang Jakarta Pusat.

    Ulama besar Indonesia Buya Hamka (alm) sendiri mengakui bahwa keturunan Rasulullah banyak tersebar di Indonesia. Buya Hamka menyatakan banyak jasa mereka para Habaib dlm penyebaran Islam di seluruh nusantara ini. Pemaparan beliau soal ini ada di majalah Panji Masyarakat No. 169/Tahun XVII 15 Februari 1975 (= 4 Shafar 1395 H), halaman 37-38.

    Apabila kita mendapati para pengikut Wahabi seperti Yazid Jawwas dan para pengikutnya (banyak bercokol di ormas Al-Irsyad Al-Islamiyah) yang benci bahkan anti thd golongan Habib, sehingga gemar mencari-cari kesalahan atau melancarkan fitnah, makian, dan hujatan kpd anak-cucu keturunan Rasulullah, gemar membid’ahkan bahkan mengkafirkan golongan lain, apa yg harus kita lakukan?

    Selain kita doakan supaya mereka Yazid Jawas dan antek-anteknya ini mendapat hidayah dr Allah dan berubah menjadi manusia yg lebih baik, apabila hidayah Allah tak mereka terima, maka mari kita ingat perkataan Imam Syafi’i, sbb:

    “Barangsiapa yang mengira akan terbebas dari kata-kata orang lain, maka ia akan menjadi gila. Allah saja yang Maha sempurna, dikatakan, salah satu dari yang tiga. Demikian juga Rasulullah SAW, yang merupakan manusia yang paling sempurna akhlaknya, dibilang tukang sihir & orang gila. Maka, masih adakah orang yang bs selamat dari mulut manusia setelah Allah dan Rasul-Nya?”

    Wahai kalian yg bernasabkan kpd Nabi Muhammad SAW, sadarlah bahwa engkau memiliki kewajiban besar yang harus engkau tunaikan kepada Rasulullah SAW dan kepada Allah SWT, karena kalian telah mendapatkan keistimewaan ini atas kehendak Allah SWT, dan kalian juga memiliki tugas thd umat yg dinisbatkan kpd datuk kalian, yaitu Nabi Muhammad SAW.

    Wassalam.

  46. Satu lagi buah karya salafi/wahabi agen2 saudi (israel+amerika).
    Lambat laun, Indonesia akan terkoyak oleh PERTIKAIAN SEKTARIAN sebagaimana terjadi di Irak,Pakistan,Afganistan,Libya,Mesir,Suriah, dll dimana kekacauan dan pembantaian terjadi adalah karena hasil adu domba agen2 salafi/wahabi.
    PERCAYALAH, YANG MENJADI KORBAN HANYA UMAT ISLAM, HASIL POLITIK PECAH BELAH MEREKA (agen2 salafi/wahabi). Pemerintah harus bertindak cepat!!!!

  47. ini sebenarnya yg taqiyah syiah apa PKS ya??? nyolong duit sapi!!!kawin sana sini. fatanah kumpul kebo di hotel….hadeh. wahabi wahabi sebenarnya yg bertaqiyah itu kalian.

  48. para muslimin dan muslimat indonesia .. mari kita kenali ciri- ciri wahabi, mungkin sudah ada di sekeliling lingkungan kita.

  49. Sip sayid hasan nasrullah emang pejuang yg tangguh n berhati mulya.. Allah huakbarr.. Ayo bersatu syiah dan suni, jgn kyak di suria.. Jagan bilang jihat kalog yg di perangi orang muslim.. Ayo jgn mau di doktrin oleh wahabi antek amerika said:

    Insa’allah imam mahdi cepat datang ke dunia yg fana dan makin tua dan banyak fitna..agar yg batil dan yg hak .. Kita bisa tau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: